Category: Kompas.com Metropolitan

  • Pulihkan Akses Pascabencana, Jembatan Bailey 40 M Dibangun di Desa Garoga Tapsel
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        27 Desember 2025

    Pulihkan Akses Pascabencana, Jembatan Bailey 40 M Dibangun di Desa Garoga Tapsel Medan 27 Desember 2025

    Pulihkan Akses Pascabencana, Jembatan Bailey 40 M Dibangun di Desa Garoga Tapsel
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Pembangunan jembatan bailey dilakukan di daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor, Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
    Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Asrul Kurniawan Harahap, mengatakan, pembangunan jembatan itu dilakukan Satgas Yonzipur I/DD bersama PT Nindya Karya.
    Asrul menjelaskan, pemasangan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penanganan darurat infrastruktur, di mana Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)/Dinas Pekerjaan Umum menunjuk PT Nindya Karya sebagai vendor.
    “Pembangunan jembatan ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan infrastruktur pascabencana guna memulihkan akses transportasi masyarakat yang terdampak,” kata Asrul dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Sabtu (27/12/2025).
    Pembangunan jembatan tersebut sudah dimulai pada Kamis (18/12/2025).
    Jembatan bailey
    yang dibangun memiliki panjang bentangan 40 meter, lebar 3,75 meter, serta kelas muatan hingga 30 ton.
    “Proses pemasangan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan tahapan teknis yang telah direncanakan,” ucap Asrul.
    Pada tahap awal, rangkaian kegiatan difokuskan pada penyiapan material abutmen di sisi tepi dekat sungai serta perakitan kawat mal bronjong sebagai penguatan konstruksi.
    “Meski sempat terkendala kondisi cuaca hujan, pekerjaan tetap berjalan dan menunjukkan perkembangan signifikan,” ucap Asrul.
    Pada Jumat (26/12/2025), progres pemasangan Jembatan Bailey telah mencapai 60 persen.
    Ia berharap percepatan pekerjaan ini dapat segera memulihkan konektivitas dan mendukung kembali aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat setempat.
    Peristiwa banjir dan longsor yang menerjang
    Tapanuli Selatan
    pada Senin (24/11/2025) lalu meninggalkan luka mendalam bagi warga.
    Bencana tersebut tidak hanya merusak infrastruktur air bersih, tetapi juga memakan banyak korban jiwa.
    Akibat insiden ini, tercatat sebanyak 88 orang meninggal dunia, 30 orang hilang, dan 160 orang mengalami luka-luka.
    Pemulihan fasilitas publik seperti akses air bersih menjadi prioritas utama untuk mencegah munculnya penyakit di kalangan penyintas bencana.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Volume Kendaraan Jalur Puncak Tembus 54.000 Unit, Polisi Prediksi Padat hingga Minggu Malam
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        27 Desember 2025

    Volume Kendaraan Jalur Puncak Tembus 54.000 Unit, Polisi Prediksi Padat hingga Minggu Malam Bandung 27 Desember 2025

    Volume Kendaraan Jalur Puncak Tembus 54.000 Unit, Polisi Prediksi Padat hingga Minggu Malam
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Volume kendaraan di jalur wisata Puncak, Bogor, mencapai sekitar 54.000 lebih unit roda empat hingga Sabtu (27/12/2025) petang.
    Kepolisian memprediksi arus lalu lintas masih padat hingga Minggu malam seiring tren kendaraan yang masih bergerak ke arah Puncak.
    KBO Sat Lantas Polres Bogor Iptu Ardian mengatakan, data sementara hingga pukul 17.00 WIB menunjukkan kendaraan yang menuju arah Puncak masih mendominasi dibandingkan arus ke Jakarta.
    “Sekitar 28.000 kendaraan roda empat dan roda enam tercatat masuk ke arah Puncak dari Exit Tol Ciawi, sementara kendaraan yang menuju Jakarta sekitar 25.000 kendaraan,” ujar Ardian saat ditemui di Pospol Hoegeng, Simpang Gadog,
    Puncak Bogor
    , Sabtu malam.
    Dengan demikian, total kendaraan yang telah melintas kawasan wisata Puncak mencapai kurang lebih 54.000 kendaraan.
    Menurut Ardian, angka tersebut masih berpotensi bertambah hingga malam hari.
    “Tren arus lalu lintas pada Sabtu ini masih didominasi kendaraan menuju arah atas. Diperkirakan pergerakan masih berlangsung sampai sekitar pukul 21.00 WIB,” kata Ardian.
    Polisi sebelumnya memberlakukan
    rekayasa lalu lintas
    buka-tutup dengan sistem satu arah dari Puncak menuju Jakarta sejak pukul 13.00 WIB, untuk menguras
    kepadatan arus wisata
    pasca-libur Natal.
    Rekayasa tersebut dihentikan setelah dilakukan penormalan arus alias dibuka normal dua arah.
    Meski arus lalu lintas telah dibuka dua arah, kepolisian tetap mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik pada Minggu malam.
    Satlantas Polres Bogor menyiagakan 25 personel pada malam hari, setelah sejak pagi mengerahkan 124 personel di jalur wisata Puncak.
    Selain
    volume kendaraan
    , Ardian menyebutkan tingkat keterisian hotel di kawasan Puncak hingga pukul 17.00 WIB mencapai 71 persen.
    Kondisi ini menjadi indikator masih tingginya aktivitas wisata dan potensi pergerakan kendaraan pada malam hari.
    “Kami fokus pada pengaturan dan pengamanan agar arus lalu lintas tetap terkendali,” ujar Ardian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kapolri: Desk Ketenagakerjaan Akan Dibentuk di Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        27 Desember 2025

    Kapolri: Desk Ketenagakerjaan Akan Dibentuk di Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota Surabaya 27 Desember 2025

    Kapolri: Desk Ketenagakerjaan Akan Dibentuk di Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota
    Tim Redaksi
    NGANJUK, KOMPAS.com
    – Polri berencana memperluas pembentukan Desk Ketenagakerjaan hingga ke tingkat provinsi serta kabupaten dan kota untuk memperkuat penyelesaian persoalan hubungan industrial antara buruh dan pengusaha yang selama ini kerap berlarut-larut.
    Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa pembentukan Desk Ketenagakerjaan berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan atas penyelesaian
    sengketa ketenagakerjaan
    yang lebih efektif.
    “Jadi memang melihat kondisi dan situasi yang ada di lapangan, saat itu (2025) kemudian kami berinisiatif untuk ikut membantu menyelesaikan masalah-masalah industrial antara
    buruh dan pengusaha
    , dengan membentuk desk ketenagakerjaan,” ujar Listyo Sigit usai meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (27/12/2025).
    Listyo Sigit menuturkan, keberadaan Desk Ketenagakerjaan yang telah dibentuk sebelumnya menunjukkan hasil positif dalam menyelesaikan berbagai konflik
    hubungan industrial
    .
    “Dan alhamdulillah dari pembangunan desk ketenagakerjaan yang kita bentuk ini, beberapa permasalahan industrial yang berlarut-larut bisa diselesaikan,” katanya.
    Berdasarkan evaluasi tersebut, Polri akan mengembangkan Desk Ketenagakerjaan secara lebih luas, terutama di daerah-daerah dengan konsentrasi industri yang tinggi.
    “Oleh karena itu, saat ini kami akan mengembangkan khususnya di wilayah-wilayah industri untuk kita bentuk desk ketenagakerjaan tingkat provinsi, tingkat kabupaten ataupun kota,” ucap Listyo Sigit.
    “Tentunya kami nanti akan diskusikan dengan rekan-rekan dari seluruh konfederasi wilayah-wilayah mana saja yang membutuhkan desk ketenagakerjaan,” ujarnya.
    Ia menegaskan, kehadiran Desk Ketenagakerjaan diharapkan menjadi solusi atas persoalan-persoalan ketenagakerjaan yang selama ini sulit diselesaikan melalui mekanisme yang ada.
    “Pada prinsipnya harapan kita ini bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang selama ini tidak bisa diselesaikan,” tuturnya.
    Dalam menjalankan fungsinya, Desk Ketenagakerjaan akan mengedepankan pendekatan persuasif, namun tetap menempatkan penegakan hukum sebagai opsi terakhir.
    “Jadi tentunya kita menggunakan cara-cara yang juga mulai dari yang paling
    soft
    sampai dengan apabila kita harus tegakkan aturan ya kita juga tegakkan aturan. Saya kira begitu,” pungkasnya.
    Sebelumnya, Polri meluncurkan Desk Ketenagakerjaan pada Sabtu (20/1/2025).
    Desk Ketenagakerjaan Polri
    merupakan inisiatif strategis untuk menyelesaikan berbagai permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia.
    Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi atas sengketa antara perusahaan dan tenaga kerja, sekaligus mendukung daya saing industri nasional.
    Kehadiran Desk Ketenagakerjaan Polri juga diharapkan dapat menjaga stabilitas hubungan industrial, serta memberikan saluran bagi para pekerja dalam menyampaikan keluhan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • One Way Dihentikan, Arus Lalu Lintas Puncak Bogor Kembali Dua Arah
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        27 Desember 2025

    One Way Dihentikan, Arus Lalu Lintas Puncak Bogor Kembali Dua Arah Bandung 27 Desember 2025

    One Way Dihentikan, Arus Lalu Lintas Puncak Bogor Kembali Dua Arah
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Rekayasa lalu lintas buka tutup dengan sistem satu arah (
    one way
    ) ke Jakarta di jalur wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, dihentikan pada Sabtu (27/12/2025) petang.
    Polisi kembali membuka arus lalu lintas dua arah setelah proses pengurasan kendaraan menuju Jakarta dinilai selesai.
    KBO Sat Lantas Polres Bogor Iptu Ardian mengatakan, penormalan arus lalu lintas dilakukan pada Sabtu petang setelah sebelumnya
    one way
    arah bawah atau Jakarta diberlakukan sejak pukul 13.00 WIB.
    “Kami baru saja melaksanakan penormalan arus lalu lintas. Sejak pukul 13.00 WIB tadi, kami memberlakukan rekayasa
    one way
    dari Puncak menuju arah bawah atau Jakarta,” ujar Ardian saat ditemui di Pospol Hoegeng, Simpang Gadog,
    Puncak Bogor
    , Sabtu malam.
    Menurut Ardian, rekayasa tersebut dilakukan untuk menguras kepadatan kendaraan arus kunjungan dan balik wisata pasca-libur Natal.
    Antrean kendaraan sempat mengular hingga Pasar Cipanas, Cianjur.
    Berdasarkan data sementara hingga pukul 17.00 WIB, kendaraan yang melintas kawasan Puncak tercatat sekitar 54.000 kendaraan mobil.
    Dari jumlah tersebut, sekitar 28.000 kendaraan bergerak menuju arah Puncak, sedangkan sekitar 25.000 kendaraan menuju arah Jakarta.
    Ardian menyebutkan, meski arus lalu lintas telah dibuka dua arah, pergerakan kendaraan diperkirakan masih tinggi hingga malam Minggu ini atau sekitar pukul 21.00 WIB.
    Untuk pengamanan malam hari, Satlantas Polres Bogor telah menyiagakan 25 personel, setelah sejak pagi mengerahkan 124 personel guna menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur wisata Puncak.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Volume Kendaraan ke Ciwidey Meningkat, Polisi Terapkan 7 Kali One Way
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        27 Desember 2025

    Volume Kendaraan ke Ciwidey Meningkat, Polisi Terapkan 7 Kali One Way Bandung 27 Desember 2025

    Volume Kendaraan ke Ciwidey Meningkat, Polisi Terapkan 7 Kali One Way
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Arus lalu lintas menuju kawasan wisata Ciwidey, Kabupaten Bandung, mengalami peningkatan signifikan pada Sabtu (27/12/2025).
    Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub), tercatat sebanyak 23.000 kendaraan telah melintasi jalur tersebut hingga pukul 18.00 WIB.
    Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Sigit Hartanto, mengonfirmasi adanya kenaikan volume kendaraan dibandingkan hari sebelumnya.
    Kenaikan ini mencakup
    kendaraan roda dua
    (R2) maupun roda empat (R4).
    “Ada peningkatan dibanding hari kemarin. Perhitungan dari Dishub sampai pukul 18.00 WIB tadi, jumlah kendaraan baik R2 maupun R4 mencapai sekitar 23.000 unit,” ujar Sigit ditemui di pertigaan Sadu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
    Untuk mengantisipasi kepadatan yang lebih parah, Satlantas Polresta Bandung telah melakukan serangkaian rekayasa arus lalu lintas di beberapa titik krusial, seperti Pertigaan Cibeureum dan Pasir Jambu yang berbatasan langsung dengan Ciwidey.
    Sigit menjelaskan bahwa skema
    one way
    atau satu arah telah diberlakukan sebanyak tujuh kali sepanjang hari ini untuk mengurai antrean kendaraan.
    Dari arah Amatas (Ciwidey menuju Soreang) dilakukan pengurasan arus sebanyak 5 kali
    one way,
    sedangkan dari arah Bawah (Soreang menuju Ciwidey), dilakukan pengurasan arus sebanyak 2 kali di Simpang Tiga Sadu, salah satunya pada pukul 17.10 WIB.
    Meskipun data spesifik mengenai jam lonjakan tertinggi masih dalam proses penghitungan, Sigit memprediksi bahwa puncak arus wisatawan akan berlangsung selama akhir pekan ini.
    “Untuk puncak prediksi perkiraan adalah hari ini dan besok karena ini merupakan momen
    weekend
    ,” ujarnya.
    Pihak kepolisian pun mengimbau para pengendara untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan guna menjaga kelancaran serta keselamatan berkendara.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KSPSI: Museum Marsinah Akan Diresmikan Presiden Prabowo pada Hari Buruh 2026
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        27 Desember 2025

    KSPSI: Museum Marsinah Akan Diresmikan Presiden Prabowo pada Hari Buruh 2026 Regional 27 Desember 2025

    KSPSI: Museum Marsinah Akan Diresmikan Presiden Prabowo pada Hari Buruh 2026
    Tim Redaksi
    NGANJUK, KOMPAS.com
    – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disebut akan menghadiri sekaligus meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, seusai peringatan May Day, tepatnya pada 2 Mei 2026.
    Rencana kehadiran
    Presiden Prabowo
    tersebut disampaikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, saat memberikan sambutan dalam kegiatan
    groundbreaking
    Museum dan Rumah Singgah
    Marsinah
    , Sabtu (27/12/2025) sore.
    “Presiden (Prabowo) akan hadir langsung di Desa Nglundo, Nganjuk, untuk meresmikan museum ini. Ini luar biasa,” ujar Gani dalam sambutannya.
    “Jadi Pak Presiden (Prabowo) saya mohon untuk meresmikan, Presiden setuju, langsung datang, hadir ke sini tanggal 2 Mei (2026), untuk meresmikan museum ini,” lanjutnya.
    Gani menuturkan bahwa pembangunan Museum dan Rumah Singgah Marsinah harus selesai sesuai target karena akan menjadi agenda nasional pada peringatan May Day 2026.
    “Mulai tiga hari ke depan Pak Kapolri, kami akan membangun ini karena kami hanya punya waktu empat bulan, 20 April (2026) harus sudah selesai karena tim kepresidenan akan hadir mengecek. Presiden akan hadir di sini tanggal 2 Mei (2026),” katanya.
    Menurut Andi, museum tersebut akan menjadi simbol kebanggaan buruh Indonesia, sekaligus ruang sejarah
    perjuangan buruh
    .
    “Jadi, kami harus sungguh-sungguh bekerja keras untuk menyelesaikan museum ini, yang merupakan kebanggaan buat seluruh buruh Indonesia,” ucapnya.
    Pembangunan Museum dan Rumah Singgah Marsinah, kata Gani, sepenuhnya dilakukan secara mandiri oleh buruh tanpa menggunakan dana negara.
    “Kami tegaskan, pembangunan gedung museum ini tidak menggunakan dana APBN ataupun APBD. Jadi, itu (dana) mulai dari Yayasan Pekerja SPSI, dari donasi para pekerja dari buruh, iuran, dan juga dari beberapa donatur dan tentu dukungan penuh dari Pak Kapolri,” tuturnya.
    Menurut Gani, Museum dan Rumah Singgah Marsinah ini merupakan bentuk penghormatan buruh terhadap Marsinah sebagai pahlawan nasional.
    “Buruh sangat bersyukur mempunyai pahlawan seperti Ibu Marsinah, dan teman-teman bersedia melakukan iuran untuk melakukan pembangunan gedung tersebut,” katanya.
    Sementara itu, Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menyatakan pembangunan museum dan rumah singgah tersebut diharapkan menjadi pengingat nilai perjuangan Marsinah sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
    “Harapan kami dengan dibangunnya museum ini, dengan dibangunnya rumah singgah ini, tentunya juga bisa menghidupkan munculnya pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di Desa Nglundo,” ujar Listyo Sigit.
    Ia menilai keberadaan museum akan mendorong aktivitas kunjungan buruh dari berbagai daerah yang berdampak langsung pada UMKM desa.
    “Karena mungkin nanti akan ada kunjungan-kunjungan dari rekan-rekan buruh dari seluruh Indonesia, dan tentunya ini juga akan menghidupkan UMKM, menghidupkan desa itu sendiri,” lanjutnya.
    Dalam kesempatan itu, Listyo Sigit juga menyinggung rencana kehadiran Presiden Prabowo dalam
    peresmian Museum
    Marsinah.
    “Dan tadi Pak Gani sampaikan, semoga Bapak Presiden (Prabowo) nanti di acara May Day berkenan, dan tentu itu tentunya menjadi hal yang sangat bersejarah bagi wilayah Nganjuk dan Jawa Timur, dan khususnya teman-teman buruh,” ucapnya.
    Marsini, kakak kandung Marsinah, Marsini, menyampaikan rasa haru atas terwujudnya Museum dan Rumah Singgah yang menjadi kenang-kenangan bagi almarhumah Marsinah.
    Pihaknya berharap museum tersebut dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat Desa Nglundo.
    “Semoga nanti museum ini juga sangat bermanfaat untuk warga, mungkin bisa pada saat SPSI datang merayakan May Day,” tuturnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kampung Ketandan, Ruang Hidup Sejarah di Tengah Hiruk Pikuk Kota Surabaya
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        27 Desember 2025

    Kampung Ketandan, Ruang Hidup Sejarah di Tengah Hiruk Pikuk Kota Surabaya Regional 27 Desember 2025

    Kampung Ketandan, Ruang Hidup Sejarah di Tengah Hiruk Pikuk Kota Surabaya
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Tepat di jantung Kota Surabaya, Jawa Timur, di antara hiruk-pikuk Jalan Tunjungan dan gedung pencakar langit, ada sebuah ruang yang tetap bertahan dengan keasliannya.
    Kampung Ketandan
    bukan sekadar permukiman, namun merupakan sebuah saksi hidup
    sejarah
    , tempat di mana jejak masa lalu bercampur dengan semangat masyarakat yang terus bergerak maju.
    Kampung ini berada di RW 4 dengan anggota 12 RT yang sejak tahun 2016 mulai dibina sebagai
    kampung wisata
    oleh Dinas Pariwisata Kota
    Surabaya
    .
    Keberadaannya kini mengundang banyak orang untuk “blusukan”, menyusuri lorong-lorong yang menyimpan kisah unik dan bangunan bersejarah.
    Menurut Nia Kurniati, Ketua Pokdarwis Cak Markeso Ketandan, Kampung Ketandan memiliki nilai historis dan kultural yang penting untuk dilestarikan.
    “Jadi orang-orang tahu kalau di Surabaya juga ada kampung legendaris yang menjadi kampung wisata,” katanya kepada Kompas.com, Sabtu (27/12/2025) siang.
    Apalagi sejak peresmian Balai Budaya Cak Markeso pada tahun 2018 lalu, kawasan ini semakin dikenal.
    Joglo yang dibangun di tengah kampung menjadi pusat kegiatan budaya, tempat warga dan pengunjung berkumpul, berdiskusi, sekaligus belajar tentang sejarah lokal.
    Meski beberapa waktu dekat ini sempat mengalami tantangan ketika salah satu pohon beringin legendaris tumbang dan menimpa dua rumah warga serta atap joglo, semangat warga tidak luntur.
    Evakuasi dilakukan selama tiga hari, jalan kampung sempat diblokir demi keselamatan, namun kini sebagian besar kawasan kembali ramai menyambut libur akhir tahun 2025 ini.
    “Kemarin kan sekitar joglo sempat di blokir karena takutnya sebelum dievakuasi pohon beringinnya mrotol gitu lho,” kata perempuan yang biasa disapa Nia itu.
    Kini aktivitas wisata tetap berjalan, bahkan menunjukkan tren positif terutama dari UMKM dan usaha lokal.
    “Untuk cafe yang ada disini menurut ownernya pendapatannya stabil sedangkan untuk weekend mengalami kenaikan,” ujar Nia Kurniati.
    UMKM setempat juga merasakan dampak positif dari geliat wisata akhir tahun ini. Meskipun tidak bisa dipastikan asumsinya ramai terus, peningkatan pengunjung cukup terlihat.
    “Alhamdulilah selama liburan ini sedikit meningkat meskipun tidak ada jaminan rame terus tapi pengunjung kelihatan meningkat masuk, baik lokal dan mancanegara,” imbuhnya
    Selain itu kampung Ketandan juga baru saja mendapat dukunganan sponsor dari Bank Indonesia berupa storyboard dan fasilitas lain yang sedang dipasang.
    “Kita nyicil-nyicil untuk menambah fasilitas pengunjung. Kedepannya kita ingin semakin maju dan berkembang,” ujarnya lagi dengan optimis.
    Seperti diketahui wisatawan yang datang ke Kampung Ketandan dapat melakukan berbagai aktivitas. Salah satu yang populer adalah walking tour, atau susur kampung, untuk menikmati suasana khas.
    “Spot foto biasanya yang paling menarik disekitar joglo, pintu makam, rumah jengki, masjid An-Nur yang masih digunakan ibadah sampai sekarang termasuk pengunjung yang sedang jalan-jalan di Tunjungan,” tutur Nia Kurniati.
    Selain itu, ada berbagai kafe lokal seperti Pusaka Bunda dan Arek Coffee & Eatery menjadi tempat singgah yang pas untuk menikmati kuliner dengan nuansa kampung.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Trotoar Puspiptek Tangsel Dikritik, Guiding Block Tunanetra Cuma Dicat
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Trotoar Puspiptek Tangsel Dikritik, Guiding Block Tunanetra Cuma Dicat Megapolitan 27 Desember 2025

    Trotoar Puspiptek Tangsel Dikritik, Guiding Block Tunanetra Cuma Dicat
    Tim Redaksi
    TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
    – Trotoar di Jalan Raya Puspiptek Serpong, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), menuai kritik warga.
    Pasalnya,
    guiding block
    untuk
    tunanetra
    di lokasi tersebut hanya berupa cat, bukan lantai pemandu khusus.
    Kritik ini ramai dibahas di media sosial setelah diunggah akun Instagram
    @seputartangsel
    pada Sabtu (27/12/2025).
    Dalam video tersebut, trotoar sepanjang lebih dari 100 meter terlihat dicat menyerupai
    guiding block
    .
    Cat berwarna kuning diaplikasikan di jalur yang seharusnya menjadi lantai pemandu bagi penyandang disabilitas.
    Kondisi itu memicu kemarahan warganet. Sejumlah komentar mempertanyakan kualitas pembangunan hingga anggaran proyek tersebut.
    “Akal-akalan anggaran? Lantai pemandu tunanetra kok cuma dicat?”
    tulis salah satu komentar.
    Dalam video yang sama, terdengar suara pria yang diduga merekam lokasi turut mempertanyakan keseriusan
    pembangunan trotoar
    tersebut.
    “Ini
    Tangsel
    serius buat trotoar seperti ini coy? Ini apaan ini, bukan buat disabilitas, dicat doang, wah malu-maluin,” ujarnya.
    Saat
    Kompas.com
    mendatangi lokasi, warna kuning pada jalur tersebut sudah ditimpa cat abu-abu. Meski demikian, bekas cat kuning masih terlihat di permukaan trotoar.
    Di lokasi, terlihat dua pekerja bangunan sedang mengecat ulang trotoar dengan warna abu-abu.
    Warga setempat bernama Alwan (45) menyayangkan kondisi trotoar tersebut. Menurut dia, fasilitas tersebut menyulitkan penyandang disabilitas karena hanya dicat.
    “Ini harusnya dipakai kaya
    guiding block
    ,” ujar Alwan.
    Ia membandingkan trotoar itu dengan fasilitas pejalan kaki di Jakarta yang dinilainya lebih ramah disabilitas.
    “Kalau dilihat dari Jakarta sih udah pakai guiding block ya, terus ada tempat duduknya dan jalan khusus disabilitas. Kalau yang ini kurang, enggak ak sesuai, jadi kurang indah lah,” kata dia.
    Hal serupa disampaikan Adi (55), warga setempat lainnya. Ia menilai desain trotoar kurang tepat karena terlalu tinggi dan tidak dilengkapi jalur penghubung yang memadai.
    “Menurut saya memang kurang pas. Kalau dilihat kesannya asal-asalan,” ujar Adi.
    Ia membandingkan kondisi tersebut dengan trotoar di kawasan BSD yang sudah dilengkapi jalur sepeda dan jalur disabilitas.
    “Harusnya dikaji ulang dan dibuat yang benar seperti contoh yang sudah ada. Wilayahnya sama, wali kotanya juga sama, tapi pembangunannya beda,” kata dia.
    Menurut Adi, trotoar tersebut baru diperbaiki beberapa bulan lalu, namun hingga kini belum berfungsi sesuai peruntukan.
    “Pembangunannya belum tepat dan perlu dikaji lagi. Harapannya sih dibuat rapi kanan kiri, seperti layaknya trotoar yang sudah ada,” ucap dia.
    Menanggapi kritik tersebut, Humas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan, Kemal mengatakan, trotoar tersebut bukan kewenangan Pemkot Tangsel.
    “Lokasi pedestrian di depan SMPN 8 Kota Tangerang Selatan, Jalan Serpong–Puspiptek, merupakan kewenangan Dinas PUPR Provinsi Banten,” kata Kemal.
    Meski demikian, Kemal memastikan pihaknya tetap menindaklanjuti keluhan warga.
    “Setiap masukan dari warga tetap menjadi perhatian kami. Keluhan tersebut telah kami teruskan dan koordinasikan kepada Dinas PUPR Provinsi Banten,” ucap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tebing Permakaman di Kebumen Ambrol, Akses Jalan Desa Tertutup Material
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        27 Desember 2025

    Tebing Permakaman di Kebumen Ambrol, Akses Jalan Desa Tertutup Material Regional 27 Desember 2025

    Tebing Permakaman di Kebumen Ambrol, Akses Jalan Desa Tertutup Material
    Tim Redaksi
    KEBUMEN, KOMPAS.com
    – Tebing permakaman umum di Dukuh Serkitik, Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, ambrol akibat hujan deras pada Jumat malam, 26 Desember 2025, sekitar pukul 22.00 WIB.
    Berdasarkan laporan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen pada Sabtu, (27/12/2025) pukul 08.00 WIB, longsor berasal dari tebing di sisi Makam Tlimbeng, RT 03 RW 07 Dukuh Serkitik.
    “Tebing tersebut runtuh akibat intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama,” kata Humas BPBD Kabupaten Kebumen Heri Purwoto pada Sabtu (27/12/2025).
    Heri menyebutkan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui dari informasi warga sekitar yang kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Sidoagung.

    “Untuk kondisi mutakhir, saat ini telah dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Penanganan awal dilakukan melalui kerja bakti warga guna membersihkan material longsoran,” demikian tertulis dalam laporan asesmen BPBD.
    Akibat kejadian tersebut, tebing di samping area makam mengalami kerusakan dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 1,5 meter.
    Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur ini membutuhkan penanganan lanjutan guna mencegah longsor susulan, terutama di musim hujan.
    BPBD mencatat kebutuhan mendesak berupa logistik untuk mendukung kegiatan kerja bakti, yang hingga saat ini belum didistribusikan.
    Sementara itu, kebutuhan lanjutan yang diperlukan adalah pembangunan kembali tebing penahan sebagai pengaman area makam dan jalan desa.
    “Nilai kerusakan akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai 1 juta rupiah, sedangkan nilai kerugian diperkirakan sekitar 1,5 juta rupiah,” kata Heri.
    BPBD Kabupaten Kebumen mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kesan Anak-anak Usai Menyaksikan Alam Semesta di Planetarium Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Kesan Anak-anak Usai Menyaksikan Alam Semesta di Planetarium Jakarta Megapolitan 27 Desember 2025

    Kesan Anak-anak Usai Menyaksikan Alam Semesta di Planetarium Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kunjungan ke Planetarium dan Observatorium Jakarta selama libur Natal dan Tahun Baru meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak.
    Tayangan visual tentang tata surya, galaksi, hingga proses terbentuknya bumi memberi pengalaman baru, terutama bagi pengunjung usia sekolah yang baru pertama kali menyaksikannya secara langsung.
    Salah satunya dirasakan Aulia (15), pelajar asal Tambun, Bekasi, yang datang bersama orangtua dan adiknya.
    Menurut Aulia, pertunjukan Planetarium membuatnya lebih mudah memahami luasnya alam semesta dan proses terbentuknya bumi dibandingkan pelajaran di sekolah.
    “Lihat bintang terus Saturnus Mars sama bulan gitu pokoknya mempelajari tentang galaksi gitu,” kata Aulia saat ditemui di TIM, Sabtu (27/12/2025).
    “Kalau dari penjelasannya, jadi kebayang gimana luasnya galaksi dan kecilnya bumi, Setelah nonton gitu aku jadi tahu kalau bumi itu bertahap-tahap buat bikinnya (proses terbentuk),” lanjut dia.
    Aulia menilai, cara penyampaian materi di Planetarium membuat belajar terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
    “Menurut aku seru, soalnya belajarnya enggak ngebosenin. Lebih enak daripada cuma baca,” kata dia.
    Orangtua Aulia, Dian, juga melihat langsung dampak positif dari pengalaman tersebut. Menurutnya, belajar dengan visual langsung lebih efektif dibandingkan membaca atau menonton lewat gawai di rumah.
    “Saya dengan suami dan tiga anak sengaja pengen ngajak anak-anak lihat edukasi pembelajaran tentang planet. Kalau lihat sendiri kan biasanya lebih nempel,” kata Dian.
    Dian mengaku datang sejak pagi untuk mengantre tiket on the spot karena tiket daring telah habis terjual.
    “Kita datang dari pagi jam 8. Kebetulan kita tadi on the spot dan untungnya kepanggil karena onlinenya habis semua,” ujar dia.
    Meski harus menunggu dan menghadapi pembatasan kuota, Dian menilai pengalaman yang didapat sebanding dengan waktu antre.
    “Menurut saya, walaupun antre dan kuota dibatasi, masih worth it. Anak-anak jadi dapat pengalaman langsung, bukan sekadar hiburan,” ujar dia.
    Pengalaman serupa juga dirasakan Khaidul (30), warga Mampang, Jakarta Selatan, yang datang bersama istri dan dua anaknya setelah Planetarium kembali dibuka.
    Ia menilai kunjungan ini memberi kesempatan anak-anaknya mengenal tata surya secara langsung, sekaligus merasakan pembaruan tampilan Planetarium.
    “Nuansanya sih, interiornya sih bagus ya pengalaman
    edukasi anak
    -anak juga lumayan bagus juga, lalu ada cerita buat mereka mengisi liburan,” kata Khaidul.
    Menurut Khaidul, pembaruan teknologi membuat pertunjukan terasa lebih modern dibandingkan kunjungan sebelumnya.
    “Sesuai sih Karena kan disupport sama AI juga kalau nggak salah ya Jadi tampilannya juga cukup bagus dari yang dahulu,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.