Anak-anak Sedih Tak Dapat Tiket Planetarium Jakarta meski Antre Sejak Pagi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Pengunjung anak-anak yang ingin menyaksikan pertunjukan Planetarium dan Observatorium Jakarta sedih tidak mendapatkan tiket, Minggu (28/12/2025).
Meski telah menunggu berjam-jam sejak pagi dan mencoba membeli tiket secara daring, sebagian pengunjung terpaksa pulang karena kehabisan kuota tiket.
Pantauan
Kompas.com
di di lokasi, kekecewaan pengunjung terlihat jelas di depan Pusat Informasi Planetarium.
Beberapa keluarga yang datang bersama anak-anak tampak pergi meninggalkan area antrean setelah petugas mengumumkan bahwa kuota dan
waiting list
telah penuh.
Salah satu pengunjung, Keani (34), warga Depok, mengaku sudah tiba di lokasi sejak pukul 08.00 WIB bersama dua anaknya.
Ia berharap masih bisa mendapatkan tiket dengan sistem
waiting list
, namun usahanya gagal.
“Dari pagi sudah antre, anak-anak juga sudah nunggu. Coba beli
online
juga enggak dapat. Katanya sudah penuh semua,” ujar Keani dengan nada kecewa saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu.
Keani mengatakan, kedatangannya ke
Planetarium Jakarta
sudah direncanakan karena anak-anaknya sedang
libur sekolah
.
Ia berharap kunjungan tersebut bisa menjadi sarana edukasi.
“Anak-anak sudah senang duluan. Pas dibilang enggak dapat tiket, mereka sedih. Saya cuma bisa bilang nanti balik lagi,” ucapnya.
Keluhan serupa disampaikan Syahdan (30), warga Bekasi, yang datang bersama istri dan satu anaknya.
Syahdan mengaku menunggu hampir tiga jam sebelum akhirnya mendapat kepastian tidak kebagian tiket.
“Datang jam setengah delapan, nunggu sampai siang. Informasinya baru jelas setelah diumumkan.
Online
juga sudah dicoba dari kemarin, tapi selalu habis,” kata Syahdan saat hendak menuju area parkir.
Ia menilai, tingginya minat pengunjung belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem informasi yang memadai di lokasi.
“Kalau dari awal sudah jelas kuotanya, mungkin kami bisa putar arah. Ini anak sudah capek nunggu,” ujar dia.
Sementara itu, Reysha (29), warga Jakarta Barat, datang bersama keponakannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Ia mengatakan, petugas meminta pengunjung yang tidak kebagian tiket untuk kembali di hari lain.
“Tadi dibilang disarankan balik lagi tanggal 31. Tapi ya belum tentu dapat juga. Cuma bisa berharap ke depannya sistemnya lebih rapi,” tutur Reysha.
Menurut Reysha, meski kecewa, ia masih menaruh harapan agar Planetarium Jakarta bisa diakses lebih luas oleh masyarakat.
“Sayang sekali kalau minat sebesar ini tapi banyak yang enggak terlayani. Harapannya ke depan kuotanya bisa ditambah atau jadwalnya diperbanyak, supaya anak-anak enggak kecewa,” ujar dia.
Petugas mengumumkan melalui pengeras suara bahwa tiket di hari ini sudah habis, dan meminta pengunjung yang belum kedapatan untuk balik di lain hari.
“Ibu bapak semua, tiket hari ini sudah habis ya. Silahkan kembali lagi nanti, di tanggal 31 Desember ya,” ujarnya yang ditanggapi sorakan kekecewaan pengunjung.
Sebelumnya pengamatan Kompas.com sejak pukul 07.00 WIB antrean panjang untuk pembelian tiket masuk secara langsung sudah membeludak.
Bahkan sebagian pengunjung memilih untuk duduk
lesehan
di pintu masuk agar mendapatkan kesempatan untuk dapat tiket meski
waiting list
.
Adapun maksimal tiket masuk di hari ini hanya tersedia 180 tiket untuk empat sesi dalam satu hari.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/06/13/684b87e95e110.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pasang 1.000 Km Pipa pada 2026, Dirut PAM Jaya: Mau Tidak Mau Pasti Macet Megapolitan 28 Desember 2025
Pasang 1.000 Km Pipa pada 2026, Dirut PAM Jaya: Mau Tidak Mau Pasti Macet
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, kemacetan hampir pasti terjadi dalam proyek pemasangan pipa air bersih sepanjang 1.000 kilometer pada 2026 mendatang,
Ia menjelaskan, kemacetan tak terhindarkan karena
jalur pipa
yang dipasang memang harus melewati bahu jalan.
“Cuma memang sekali lagi karena pipanya tidak mungkin tidak lewat bahu jalan jadi mau tidak mau memang pasti akan ada sedikit
traffic jam
, sebenarnya tidak sedikit, ya, ada beberapa yang sudah
bottleneck
,” ujar Arief saat ditemui di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (28/12/2025).
Menurut Arief, proyek pipa baru ini akan banyak dikerjakan di kawasan Jakarta Timur hingga Jakarta Utara.
Sebagian juga mulai masuk ke wilayah selatan, seperti kawasan sekitar Deplu dan Pondok Pinang.
Untuk Jakarta Barat, pekerjaan masih terbatas karena pasokan air masih menunggu proyek pemerintah pusat.
“Kita siapkan juga jalur alternatif pipa yang akan dibangun bertahap di 2026,” ujar Arief.
Arief mengaku
PAM Jaya
sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Dinas Perhubungan, untuk mengurangi dampak kemacetan.
Namun, ia menegaskan kemacetan tetap tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.
“Sebenarnya kita yang seperti Pak Gubernur sampaikan, kita melakukan harmonisasi rekonsiliasi terhadap semua instansi, termasuk kedinasan, gitu, ya, sebenarnya itu sudah dilakukan,” kata dia.
Selain itu, PAM Jaya juga akan mengubah pola kerja dalam proyek pemasangan pipa tersebut.
Menurut Arief, jika dulu satu jalur dibuka penuh, sekarang dikerjakan paralel agar kemacetan bisa ditekan, meski waktu proyek jadi lebih lama.
Tahun ini, PAM Jaya menargetkan 80 persen cakupan layanan air bersih atau sekitar 1,15 juta sambungan air perpipaan.
Tambahan 1.000 km pipa diharapkan memperluas akses air bersih, terutama bagi warga yang selama ini belum terlayani.
“Kalau air bersih bisa masuk ke warga kecil, manfaatnya besar sekali,” ujar Arief.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/08/20/68a54ebede94d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Siap-siap Jakarta Macet, PAM Jaya Gali Pipa 1.000 Km pada 2026 Megapolitan 28 Desember 2025
Siap-siap Jakarta Macet, PAM Jaya Gali Pipa 1.000 Km pada 2026
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com-
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengungkapkan bahwa PAM Jaya akan melaksanakan proyek pemasangan pipa baru sepanjang 1.000 kilometer pada 2026.
Arief pun meminta maaf kepada publik karena proyek tersebut berpotensi menyebabkan kemacetan di Jakarta.
“Jadi Pak, sekaligus juga saya laporkan juga kepada Pak Sekda juga nih mohon maaf nih Pak nanti bikin macet lagi Pak, PAM, 1.000 kilometer,” ucap Arief alam acara Donor Darah dan HUT PAM Jaya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (28/12/2025).
Menurut Arief, pemasangan pipa akan tersebar di berbagai wilayah, dengan prioritas utama berada di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
“Fokus kita nanti akan banyak di masih di timur Jakarta, utara Jakarta, masuk sedikit ke selatan sudah mulai kita lakukan perbanyakan sumber airnya juga koneksinya sudah sampai di Deplu ya kalau nggak salah kita sudah di pondok pinang kita bikin sedikit agak
traffic
,” kata dia.
Untuk Jakarta Barat, pembangunan masih menunggu kesiapan sumber air dari Kementerian PUPR, termasuk terkait Bendungan Karian di Banten.
Meski begitu, PAM Jaya menyiapkan beberapa jalur alternatif pipa agar proyek tetap berjalan pada 2026.
“Barat Jakarta mudah-mudahan tersentuh walaupun belum banyak karena sumber airnya dari kementerian pu masih menunggu Karian,” ujarnya.
Arief menyebut, pada tahun ini PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air perpipaan bisa mencapai 80 persen, atau sekitar 1,15 juta sambungan.
Tahun depan, targetnya ditambah 450.000 sambungan baru yang setara dengan tambahan 1.000 kilometer jaringan pipa.
“Tahun depan target kita 450.000 sambungan atau mencapai 1.000 kilometer tambahan. Saat ini pipa PAM itu sudah 12.800 kilometer,” kata dia.
Arief menegaskan, proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi bertujuan memperluas
akses air bersih
, terutama bagi warga berpenghasilan rendah.
“Kalau kita masuk ke masyarakat kecil nantinya air bersih yang bisa dimanfaatkan itu luar biasa manfaatnya buat masyarakat kecil,” ungkap Arief.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/26/694e296e49e0f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
7 Karir 33 Tahun Terancam Usai Viral Ludahi Kasir, Dosen UIM Makassar Minta Damai Secara Kekeluargaan Regional
Karir 33 Tahun Terancam Usai Viral Ludahi Kasir, Dosen UIM Makassar Minta Damai Secara Kekeluargaan
Tim Redaksi
MAKASSAR, KOMPAS.com
– Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) yakni Amal Said atau AS, yang viral usai meludahi kasir swalayan meminta agar kasus bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Amal menyampaikan, setelah videonya tersebut viral di berbagai platform media sosial, nama baiknya pun tercoreng hingga karirnya sebagai
dosen
terancam.
“Sekarang ini sudah rusak nama saya, bahkan mungkin juga berakibat ke tempat kerja saya ini. Rusak sekali saya ini. Satu detik saya berbuat itu, 33 tahun saya pegawai, mengajar, ribuan mahasiswa saya selesaikan, masa sedetik itu rusak segalanya, tidak sebanding,” kata Amal dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (28/12/2025).
Amal juga berharap kasus yang sudah dilaporkan ke pihak kepolisian ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Dia juga menyampaikan, agar
kasir
wanita berinisial N (21) juga mengakui kesalahannya sehingga masalah tersebut tidak berlarut-larut.
“Harapan saya, orang itu juga harus sadar, mengakui juga dirinya punya kekhilafan, kita kan manusia bisa saling khilaf dalam kondisi tertentu. Saya tidak mau kasi panjang masalah, kalau bisa diselesaikan baik-baik saja, dosa-dosa saya tanggung sendiri,” ujar Amal.
Amal menganggap saat peristiwa itu terjadi dirinya sama sekali tidak menyerobot antrean.
“Awalnya memang saya singgah untuk membeli cemilan, setelah saya ambil belanjaan, turunlah saya ke kasir, saya antre disitu, saya sama sekali tidak menyerobot, saya ikut antrean,” ucap Amal.
Saat tengah mengantre, kasir yang tidak berada jauh darinya sudah kosong. Dia pun berinisiatif untuk pindah ke kasir tersebut.
“Saya liat ada kasir yang sudah kosong antreannya, jadi maksud saya supaya lebih ringkas apalagi masih ada orang dibelakang saya, akhirnya saya kesebelah ke kasir yang sudah kosong antreannya,” jelas dia.
Amal mengaku, cara menegur kasir tersebut seakan-akan tidak menghargai dirinya hingga akhirnya dia tersinggung dan spontan meludahi petugas wanita itu.
“Setelah saya ditegur itu saya merasa dilecehkan, merasa dihina, saya ini orang tua, masa saya diperlakukan seperti itu. Kalau orang Bugis-
Makassar
diperbuat begitu kayak seperti tidak hargai, dihinakan, begitu saya rasakan saat itu,” ujarnya.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan seorang pria meludahi seorang kasir di salah satu swalayan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Berdasarkan informasi, aksi yang dilakukan pria tersebut karena tidak terima ditegur oleh kasir wanita lantaran menyerobot antrean ketika hendak membayar belanjaan.
Dari video yang dilihat, awalnya pria tersebut nampak marah kepada kasir wanita tersebut. Tidak lama, pria yang mengenakan kaos berwarna hitam itu langsung meludahi kasir wanita itu.
Dari keterangan yang didapat, peristiwa itu terjadi di salah satu swalayan yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, pada Rabu (24/12/2025).
Belakangan terungkap bahwa pria yang meludahi kasir wanita tersebut merupakan seorang dosen di Universitas Islam Makassar (UIM) berinisial AS.
Kasus yang menimpa AS pun kini masih sementara diselidiki kepolisian dengan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/26/694e296e49e0f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Dosen di Makassar yang Ludahi Kasir Angkat Bicara, Mengaku Tidak Dihargai Makassar
Dosen di Makassar yang Ludahi Kasir Angkat Bicara, Mengaku Tidak Dihargai
Tim Redaksi
MAKASSAR, KOMPAS.com
– AS, seorang pria yang berprofesi sebagai dosen di universitas di Makassar angkat bicara setelah videonya yang meludahi seorang kasir swalayan viral di media sosial.
Amal bercerita, saat itu dirinya memang sedang berbelanja camilan di swalayan tersebut.
Dia juga membantah telah menyerobot antrean seperti narasi di media sosial.
“Awalnya memang saya singgah untuk membeli camilan, setelah saya ambil belanjaan, turunlah saya ke kasir, saya antre di situ, saya sama sekali tidak menyerobot, saya ikut antrean,” ucap Amal dikonfirmasi
Kompas.com
, Minggu (28/12/2025).
Saat tengah mengantre, kasir yang tidak berada jauh darinya sudah kosong.
Dia pun berinisiatif untuk pindah ke kasir tersebut.
“Saya lihat ada kasir yang sudah kosong antreannya, jadi maksud saya supaya lebih ringkas apalagi masih ada orang di belakang saya, akhirnya saya ke sebelah ke kasir yang sudah kosong antreannya,” kata dia.
Amal menyampaikan, pelayanan petugas kasir swalayan saat itu profesional seperti biasa.
Tepat saat belanjaan Amal hendak dibungkus oleh petugas lainnya, dia pun ditegur karena dianggap menyerobot antrean.
“Pas saya di depan petugas yang
packing
belanjaan saya itu, di situ saya mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh petugas itu. Dia bilang ke saya, ‘Kenapa Bapak tidak antre?’, jadi saya bingung, harus antre bagaimana? Sementara kasir yang saya tempati kosong,” kata Amal.
Petugas itu pun mengarahkan Amal untuk tetap mengantre di tempat awalnya.
Di situ, Amal pun
merasa tidak dihargai
hingga spontan meludahi petugas wanita berinisial N (21) tersebut.
“Saya merasa tidak harus ke sana. Mungkin bisa dilihat rekaman CCTV itu, antrean saya kosong. Setelah saya ditegur itu saya merasa dilecehkan, merasa dihina, saya ini orang tua, masa saya diperlakukan seperti itu. Kalau orang Bugis-
Makassar
diperbuat begitu kayak seperti tidak menghargai, dihinakan, begitu saya rasakan saat itu,” ujarnya.
Amal juga mengaku tidak secara langsung meludahi wajah petugas wanita tersebut.
“Setelah saya bayar belanjaan, saya emosi sekali di situ. Saya ludahi bajunya, tidak benar itu saya ludahi mukanya, kesal sekali saya diperlakukan seperti itu, kayaknya tidak ada sekali harga diri saya,” tutur dia.
Amal juga mengeklaim bahwa dirinya sama sekali tidak melanggar aturan. Dia hanya berpindah antrean kasir yang sudah kosong.
“Kan tidak melanggar kalau pindah antrean, kalau memang sudah kosong kan. Tidak ada larangan, wajar saya pindah kan. Itu juga tidak terlalu ramai saat itu,” ucap dia.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan seorang pria dengan arogan meludahi seorang kasir di salah satu swalayan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Berdasarkan informasi, aksi yang dilakukan pria tersebut karena tidak terima ditegur oleh kasir wanita lantaran menyerobot antrean ketika hendak membayar belanjaan.
Dari video yang dilihat, awalnya pria tersebut tampak marah kepada kasir wanita tersebut.
Tidak lama, pria yang mengenakan kaus berwarna hitam itu langsung meludahi kasir wanita itu.
Dari keterangan yang didapat, peristiwa itu terjadi di salah satu swalayan yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, pada Rabu (24/12/2025).
Kasus ini masih diselidiki kepolisian dengan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/22/69490a275f66b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 Wisatawan Keluhkan Asap Sate di Malioboro, Satpol PP Kota Yogyakarta Minta Lapor ke Pos Nataru Yogyakarta
Wisatawan Keluhkan Asap Sate di Malioboro, Satpol PP Kota Yogyakarta Minta Lapor ke Pos Nataru
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Viral di media sosial wisatawan yang berkunjung ke kawasan Jalan Malioboro mengeluh karena asap sate yang berlebih.
Keluhan tersebut disampaikan melalui media sosial Instagram.
“Permisi min mau curhat sedikit saya udah beberapa hari di daerah Malioboro dan tadi saya berbelanja di salah satu toko di Malioboro tepatnya di depan masjid depan Kantor DPRD DIY gang Sosrowijayan, saya berbelanja di toko tersebut panas banget ditambah asap tukang sate yang tak beraturan dan saya kasihan sama karyawan dan yang punya toko karna beberapa tak jadi berbelanja karna asap sate tersebut bahkan ada karyawan sampe sakit mata bahkan menangis karna asap sate tersebut,”
demikian keterangan yang diunggah di Instagram oleh salah satu
wisatawan
.
Menanggapi keluhan ini, Kepala
Satpol PP
Kota
Yogyakarta
, Octo Noor Arafat mengatakan, pihaknya beberapa kali telah melakukan patroli dan telah melakukan tindakan tipiring kepada penjual sate yang berjualan.
“Dulu pernah melakukan tipiring, berulang kali kita melakukan penyitaan,” ujar Octo saat dihubungi, Minggu (28/12/2025).
Ia menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya segera melakukan koordinasi dengan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta untuk lebih memperketat kawasan Malioboro.
“Ini kan kami gabungan di Malioboro sudah rutin patroli cuma kan mereka kucing-kucingan. Kita lewat mereka ngilang, kalau kita enggak di situ muncul di tempat lain,” ujar dia.
Para pedagang sate keliling ini, kata dia, berpindah-pindah saat berjualan.
Pada waktu Satpol PP Kota Yogyakarta mendapatkan laporan penjual sate berjualan di Pasar Kembang dan ditindaklanjuti, para pedagang sudah tak lagi berjualan di Pasar Kembang dan sudah pindah ke Jalan Suryatmajan.
“Mereka itu muter-muter,” katanya.
Octo menyampaikan, jika wisatawan ada keluhan terkait pedagang sate atau pedagang apa pun, wisatawan dapat melapor ke pos-pos jaga yang sudah disediakan Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Di tiap tempat kan ada teman-teman UPT yang
stand by
menggunakan seragam khusus di beberapa pos, sebenarnya pengunjung bisa langsung melaporkan, enggak harus diviralkan ke media sosial,” ujar dia.
“Ada pos-posnya termasuk ada pos Satpol PP yang ada di depan Hotel Mutiara,” kata dia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/27/694f9a6b7750c.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Bantah Terlibat Pengusiran Nenek Elina, Ormas Madas: Pak Armuji Mem-"framing", Itu Bohong Surabaya
Bantah Terlibat Pengusiran Nenek Elina, Ormas Madas: Pak Armuji Mem-“framing”, Itu Bohong
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Pihak Organisasi masyarakat (ormas) Madura Asli (Madas) mengaku telah menemui nenek 80 tahun, Elina Wijayanti, korban pengusiran dan perobohan rumah secara paksa oleh sekelompok orang.
Mulanya, pihak keluarga menduga sekelompok orang tersebut berasal dari ormas Madas.
Ketua Umum DPP Madas Sedarah, Moh Taufik mengatakan, pihaknya telah menemui Elina untuk melakukan klarifikasi di kediamannya saat ini, di Kawasan Balongsari, Kecamatan Tandes, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (26/12/2025).
“Pihak pengurus juga telah menyambangi
nenek Elina
kemarin, buat kita mengobrol dan mengklarifikasi terkait kejadian tersebut,” kata Taufik saat dihubungi
Kompas.com
, Sabtu (27/12/2025).
Pihak Madas telah menyampaikan bahwa sekelompok orang tersebut bukanlah berasal dari anggota mereka.
“Kami tegaskan kalau sekelompok orang itu tidak ada hubungannya dengan anggota Madas,” ujarnya.
Ia menyebut, empat dari lima orang yang melakukan pengusiran bukanlah dari ormas Madas.
Adapun satu orang lainnya bernama Muhammad Yasin baru gabung menjadi anggota pada Oktober 2025.
“Yang Pak Wakil Wali Kota Surabaya mem-
framing,
ada tulisan Madas, itu bohong besar. Itu yang kami sesali,” ujar dia.
“Yang Pak Yasin itu baru gabung Oktober, yang lainnya kami tidak kenal, silakan dicek KTA-nya (kartu tanda anggota), identitasnya dicek,” kata dia.
Meskipun begitu, Madas juga akan tetap terbuka pada setiap kritik, saran, dan masukan apabila ada anggotanya melakukan tindakan melanggar hukum untuk ke depannya.
“Tapi, jangan juga langsung menggeneralisasi semua anggota Madas melakukan hal demikian, tidak begitu,” tuturnya.
Taufik mengatakan, saat ini LBH Madas tengah mengkaji beberapa tindakan
cyberhate
di media sosial untuk mengumpulkan bukti dalam melakukan upaya hukum.
Ia berharap, proses penegakan hukum secara adil dapat dilakukan antara kedua belah pihak.
“Silakan lakukan upaya-upaya hukum, tetapi dengan sesuai dengan hukum dan berkeadilan,” tuturnya.
“Jangan sampai
framing
ini, Polda Jawa Timur dalam hal ini melakukan proses penyelidikan maupun pengidikan itu merasa tertekan, tidak boleh begitu,” ujar dia.
Ia juga siap mengawal perkara tersebut melalui berbagai program-program dan edukasi terhadap masyarakat.
“Kurang lebih ada 15 ambulans yang kami abdikan. Kami punya program-program yang dalam rangka untuk sama-sama mengawal penegakan dan edukasi terhadap masyarakat,” kata Taufik.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/28/695054d61d262.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 Heboh Patung Macan Putih di Kediri yang Mirip Zebra, Kades Beri Penjelasan Surabaya
Heboh Patung Macan Putih di Kediri yang Mirip Zebra, Kades Beri Penjelasan
Tim Redaksi
KEDIRI, KOMPAS.com
– Keberadaan sebuah patung macan di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur menyita perhatian publik, terutama di dunia maya.
Bentuk
patung macan
hitam putih berukuran panjang 1,5 meter, lebar 1 meter, serta tinggi keseluruhan termasuk pondasi tumpuan 2,5 meter itu menjadi sorotan.
Bentuk patung yang baru saja selesai pembangunan tersebut dianggap gagal menghadirkan sosok harimau karena tidak mewakili penampakan sebagaimana wujud realita harimau pada umumnya.
Selain itu, bentuknya juga tidak proporsional. Lebih mirip gabungan dari hewan kuda nil, zebra, dan tapir.
Namun demikian, tak sedikit yang mempunyai sudut pandang berbeda bahkan mengapresiasinya. Kubu ini memandangnya sebagai sebuah luapan ekspresi seni.
“Kalau aliran surealis, ya suka-suka seniman pematungnya. Juga ada ekspresionisme, yang enggak melulu meniru alam,” ujar M Prastiyo, seorang pelaku seni, Minggu (18/12/2025).
Oleh sebab itu, pria yang akrab dengan sapaan Cak Mad ini mengatakan, perlu ditinjau latar belakang dan fungsi pembuatan patung tersebut untuk mengetahui kejelasannya.
“Makanya perlu dicek latarbelakang dan fungsi maupun kesepakatan awal pembangunan patung tersebut,” ucap Cak Mad.
Sementara itu, Kepala
Desa Balongjeruk
, Safii mengatakan, pembuatan patung tersebut merupakan inisiatifnya yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan melalui sejumlah rapat desa.
“Tujuannya adalah untuk mengangkat legenda desa sebagai
ikon desa
. Kebetulan desa kami ada
legenda macan putih
,” ujar Safi’i pada
Kompas.com
, Sabtu (27/12/2025).
Safi’i mengatakan, niatan awal pembangunan patung tersebut cukup mulia karena untuk menjunjung tinggi legenda desa yang selama ini terpelihara secara turun temurun melalui tutur lisan.
Untuk itu, dia berupaya mengangkatnya menjadi ikon desa supaya mempertegas cerita tersebut sekaligus sebagai pengingat bagi generasi selanjutnya.
Atas niatan itu pula, dirinya mulai mencari pembuat patung. Kebetulan terdapat warga setempat yang juga selama ini dikenal sebagai pembuat patung.
Patung yang terbuat dari campuran besi dan semen tersebut mulai dikerjakan bulan lalu dan berhasil selesai dalam tenggat waktu 18 hari.
“Namun ternyata setelah selesai, banyak mendapatkan respons dari masyarakat,” ujar Safi’i.
Dia juga merasa kaget dengan hasil pembuat patung tersebut yang ternyata wujudnya jauh dari perencanaan awal.
“Ternyata hasilnya seperti yang kita ketahui itu,” ujar dia.
Meski demikian, dalam menyikapi viralnya patung tersebut, pihaknya tidak lantas gerah apalagi memarahi pembuat patungnya.
Ia menganggap semuanya adalah masukan untuk pengembangan kemajuan desanya.
“Semuanya kita tampung karena kritik dan saran itu sangat penting bagi kemajuan bersama,” kata Safi’i.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/27/694f563df2f04.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10 Ketika Kantor Pemkot Tangsel Jadi Tempat Pembuangan Sampah… Megapolitan
Ketika Kantor Pemkot Tangsel Jadi Tempat Pembuangan Sampah…
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kantor Wali Kota Tangerang Selatan sempat dijadikan tempat pembuangan sampah pada Jumat (26/12/2025).
Berdasarkan video yang beredar,
sampah
terlihat dimasukkan ke dalam plastik berwarna merah, hitam, dan putih. Plastik-plastik warna-warni itu lalu ditumpuk dan disusun berjajar di gerbang masuk kantor pemerintahan tersebut.
Aksi itu dilakukan sekitar 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) sebagai bentuk protes terhadap persoalan sampah di
Tangsel
yang dinilai tak kunjung terselesaikan.
Spanduk bertuliskan “Buang Sampah atau Pemerintah” ikut terbentang di lokasi. Sejumlah petugas keamanan tampak berjaga selama aksi berlangsung.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, Sabtu (27/12/2025) pagi, tak ada lagi tumpukan sampah di depan kantor Wali Kota Tangsel.
Ketua
BEM UMJ
, Muhammad Iqbal Ramdhani (23), menegaskan aksi simbolik itu merupakan kritik terhadap pemerintah kota yang dianggap gagal mengantisipasi krisis sampah.
Menurut dia, persoalan makin parah setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang ditutup warga yangmembuat sampah semakin menumpuk.
“Kami ingin menyampaikan bahwa persoalan sampah di Tangsel ini sudah menjadi
problem
panjang dan perlu perhatian serius dari Wali Kota,” ujar Iqbal saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/12/2025).
Mahasiswa meminta pemerintah menyiapkan langkah jangka panjang, bukan sekadar penanganan sementara agar permasalahan sampah di Tangsel tidak terulang lagi.
“Kami minta ada langkah konkret dari Wali Kota, baik itu penanggulangan, penambahan fasilitas pendukung pengolahan sampah, maupun optimalisasi sistem pembuangan sampah di Tangsel,” jelas dia.
Dalam aksinya, BEM UMJ menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:
Mahasiswa mengaku aksi dimulai pukul 14.00 WIB dengan mengambil sampah dari wilayah Ciputat, lalu membawanya ke kantor
Pemkot Tangsel
sekitar pukul 17.00 WIB. Aksi berakhir pada 18.00 WIB.
Iqbal menyatakan, mahasiswa akan memantau respons Pemkot Tangsel mulai Senin.
Jika tuntutan tak direspons, mereka siap turun kembali.
“Karena ini menyangkut kesehatan masyarakat dan dampaknya bisa panjang kalau tidak segera ditangani,” kata dia.
Di tengah gelombang protes, Pemerintah Kota Tangsel menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah selama 14 hari, dari 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Wali Kota Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025.
Kepala Dinas Kominfo TB Asep Nurdin menyebut penetapan status khusus diperlukan agar penanganan berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
“Terkait status tanggap darurat pengelolaan sampah, kami telah menetapkannya melalui Keputusan Wali Kota Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025,” ujar TB Asep Nurdin saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/12/2025).
Status tanggap darurat tersebut berlaku selama dua pekan. Masa tanggap darurat bisa diperpanjang jika situasi belum terkendali
“Status tanggap darurat ini dapat kami perpanjang sesuai kebutuhan,” kata Asep.
Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha, menjelaskan pemerintah membentuk sistem komando tanggap darurat, termasuk satuan tugas khusus penanganan sampah.
Satgas akan menyusun rencana operasi, mulai dari aktivasi, koordinasi, pengendalian, monitoring, hingga evaluasi. Setiap instansi akan memiliki tugas jelas, termasuk pengawasan dan pembinaan selama masa darurat.
“Tugas utamanya adalah membuat rencana operasi penanganan darurat yang tahapannya dimulai dari aktivasi, koordinasi, pengendalian, monitoring, hingga evaluasi,” kata Essa.
Menurut dia, seluruh proses akan dituangkan dalam laporan pertanggungjawaban. Sanksi akan diberlakukan jika ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan.
“Pelaksanaan dari pengelolaan tanggap darurat sampah tentunya akan disusun dalam sebuah laporan pertanggungjawaban pelaksanaan pengelolaan darurat sampah, kaitan dengan sanksi dan hukuman ya tentunya diberlakukan terhadap adanya penyimpangan,” ujar Essa.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/28/6950bb97a8436.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/22/6948762235af7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)