Banjir Bandang Terjang Landak Kalbar, Akses Jalan Utama ke Perbatasan RI-Malaysia Lumpuh Total
Tim Redaksi
LANDAK, KOMPAS.com
– Banjir bandang menerjang Kecamatan Karangan, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar), sejak Jumat (9/1/2026) siang.
Luapan air menggenangi ruas jalan utama penghubung
Kabupaten Landak
ke Kabupaten Bengkayang serta Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, nyaris melumpuhkan akses transportasi warga.
Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas di jalan yang kini berubah menjadi genangan air dengan arus cukup deras di beberapa titik.
Sebagian warga terpaksa memanfaatkan perahu rakit kayu sebagai alat transportasi darurat untuk mengangkut sepeda motor melewati area banjir.
“Kalau dipaksakan lewat, motor pasti mogok. Jadi kami pakai rakit kayu untuk menyeberangkan motor,” kata Iwan, warga Karangan, saat ditemui di lokasi banjir, Jumat sore.
Iwan mengatakan banjir mulai naik sejak siang hari dan hingga sore belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Warga berharap air segera turun agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat kembali normal.
Belum ada laporan korban jiwa, namun warga diminta tetap waspada mengingat
curah hujan
di wilayah tersebut masih cukup tinggi.
Koordinator Harian UPT Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Kalbar, Daniel, mengatakan sejumlah wilayah Kalbar dilanda banjir akibat curah hujan intensitas ringan hingga lebat dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah Provinsi Kalbar mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Untuk kejadian bencana alam yang terjadi hari ini dan beberapa hari terakhir, mayoritas dipicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat,” kata Daniel saat diwawancarai di kantornya, Jumat (9/1/2026).
Daniel menjelaskan, banjir pertama terjadi di Kabupaten Sambas pada 2–5 Januari 2026, berdampak pada 406 kepala keluarga (KK) atau 1.724 jiwa di Desa Tempapan Hulu dan Desa Sajingan, Kecamatan Galing.
Banjir kemudian melanda Kabupaten Sekadau pada 7–8 Januari 2026.
Di Desa Melati, tercatat 246 KK atau 902 jiwa terdampak dengan 227 rumah terendam.
Di Desa Mongko, Kecamatan Nanga Taman, banjir berdampak pada 537 KK atau 1.921 jiwa, dengan 227 rumah terendam.
“Data ini merupakan laporan awal yang kami terima dari BPBD kabupaten,” jelas Daniel.
Di Kabupaten Melawi, bencana berupa
banjir bandang
dan tanah longsor.
Hingga Jumat pagi, BPBD Melawi masih melakukan kaji cepat.
Laporan sementara menyebutkan banjir bandang di Kecamatan Pinoh menerjang empat desa: Desa Bata Luar (88 KK/245 jiwa), Maris Permai (55 KK/160 jiwa), Bina Jaya (45 KK/120 jiwa), dan Pelita Kenaya (51 KK/172 jiwa).
Banjir bandang juga terjadi di Kecamatan Tanah Pinoh Barat yang berdampak pada enam desa, yaitu Desa Keluas Hulu, Harapan Jaya, Laja, Lintah Taum, Ulak Muid, dan Pelita Jaya.
“Untuk Desa Balai Agas dan Desa Upit di Kecamatan Belimbing, serta Desa Bemban Permai di Kecamatan Ella Hilir, data jumlah terdampak masih dalam proses pendataan,” kata Daniel.
Banjir juga dilaporkan terjadi di Kota Singkawang akibat hujan dan banjir rob.
Sementara di Kabupaten Sintang, tepatnya di Desa Nangapari, Kecamatan Tempunak, BPBD setempat masih melakukan kaji cepat untuk memastikan dampak bencana.
Daniel menegaskan, Pusdalops PB Kalbar mendorong seluruh BPBD kabupaten/kota segera memperbarui data dampak bencana guna mempercepat penanganan.
“Data yang cepat dan akurat sangat penting sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah daerah,” ungkap Daniel.
Daniel mengingatkan, berdasarkan prakiraan BMKG, Kalbar masih berpotensi diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah diminta segera menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di wilayah pesisir dan bantaran sungai.
Menurut Daniel, selain faktor hujan, kondisi sungai, parit, dan drainase yang tidak berfungsi optimal turut memperparah banjir.
“Ini menjadi peringatan bagi kita semua, dari masyarakat hingga pemerintah daerah, untuk memastikan lingkungan siap menampung air hujan. Jika tidak, banjir akan sulit dihindari,” tutup Daniel.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2023/08/14/64d9cfb87225a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Lapas Blitar Sebut Napi yang Koma Korban Kekerasan Sesama Warga Binaan Surabaya 9 Januari 2026
Lapas Blitar Sebut Napi yang Koma Korban Kekerasan Sesama Warga Binaan
Tim Redaksi
BLITAR, KOMPAS.com
– Kepala Lapas Kelas IIB Blitar, Jawa Timur, Romi Novitrion, membenarkan terjadinya penganiayaan terhadap seorang narapidana (napi) kasus narkotika hingga mengakibatkan warga binaan bernama Harianto alias Bagong (54) mengalami koma.
Penganiayaan terhadap Harianto itu dilakukan oleh lebih dari satu penghuni Lapas.
“Awalnya diketahuinya (Senin) tanggal 5 Januari (2026) sekitar pukul 05.30 WIB, teman satu sel napi H (Harianto) berteriak memberitahukan kepada petugas bahwa H mengalami kejang-kejang,” ujar Romi melalui keterangan tertulisnya yang diterima
Kompas.com
, Jumat (9/1/2026) sore.
Merespons situasi itu, kata Romi, petugas jaga membawa Harianto ke klinik Lapas menggunakan kursi roda untuk diperiksa.
Dalam pemeriksaan, Romi menyebut mata Harianto masih terbuka meskipun sudah tidak bisa merespons pertanyaan yang diajukan petugas klinik. Sehingga, diputuskan Harianto dibawa ke RSUD Mardi Waluyo, Kota
Blitar
.
Kepada petugas Lapas, dokter jaga menyampaikan diagnosa berdasarkan pemeriksaan CT scan bahwa Harianto mengalami stroke batang otak.
“Setelah itu, Rabu, 7 Januari 2026, dokter menyampaikan diagnosa lanjutan bahwa H mengalami pembengkakan paru-paru, pendarahan lambung, penyakit kulit dan kekurangan natrium,” ujarnya.
Dalam catatan Lapas, kata Romi, tindakan intimidasi dan pengeroyokan terhadap Harianto telah terjadi sebanyak tiga kali yang diduga dilakukan oleh napi lain dengan nama inisial I, D, dan B.
Intimidasi dan kekerasan itu dipicu oleh tanggungan utang Harianto sebesar Rp 40 juta kepada para terduga pelaku.
Insiden pertama, adalah intimidasi terhadap Harianto yang dilakukan oleh I dan D pada 25 Oktober 2025.
“Petugas memfasilitasi mediasi antara H, I, dan D dan disepakati bahwa H akan memberikan Rp 10 juta sebagai cicilan utang. Uang itu disediakan oleh keluarga H setelah kita bantu H berkomunikasi dengan keluarga melalui telepon,” ujarnya.
Disepakati juga dalam mediasi itu, H akan membayar cicilan berikutnya dua pekan setelah terjadinya kesepakatan. Ketika cicilan lanjutan tidak terealisasi, terjadi insiden kekerasan kedua.
“Setelah itu terjadi lagi dugaan tindak kekerasan fisik berupa pemukulan terhadap H pada 7 Desember 2025 yang dilakukan oleh I dan D dengan keterlibatan B. B ini narapidana yang sudah kenal H dan mengaku pernah memberikan utang kepada H,” tuturnya.
Insiden pengeroyokan terhadap Harianto tersebut telah ditindaklanjuti Lapas dengan memindahkan Harianto, I, dan D ke sel isolasi sementara.
Romi mengklaim bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan informasi yang transparan kepada pihak keluarga Harianto tentang apa yang dialami Harianto di dalam Lapas.
“Selanjutnya, kejadian ini kami serahkan ke Polres Blitar Kota untuk pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, adik Harianto yang bernama Estu Broto mengungkapkan kepada awak media tentang kakaknya yang dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo karena mengalami koma.
Pada awalnya, petugas Lapas menginformasikan kepada pihak keluarga bahwa Harianto koma karena mengalami stroke.
Namun, pihak keluarga curiga Harianto menjadi korban penganiayaan setelah melihat adanya luka lebam kebiruan di sejumlah bagian tubuhnya.
Pada Kamis (8/1/2026) malam, istri Harianto melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polres Blitar Kota.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/06/12/684a88d3654c6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
BI Catat Peredaran Uang di Solo Selama Desember 2025 Capai Rp 1,04 Triliun Regional 9 Januari 2026
BI Catat Peredaran Uang di Solo Selama Desember 2025 Capai Rp 1,04 Triliun
Tim Redaksi
SOLO, KOMPAS.com
– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo mencatat peredaran uang kartal di masyarakat mencapai Rp 1,04 triliun sepanjang Desember 2025.
Jumlah tersebut mengalami penurunan 26,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), yang tercatat sebesar Rp 1,42 triliun pada Desember 2024.
Deputi Kepala Perwakilan
Bank Indonesia Solo
, Pramudya Wicaksana, menjelaskan bahwa penarikan uang kartal dari bank ke Bank Indonesia (outflow) pada Desember 2025 sebesar Rp 1,04 triliun.
“Penarikan uang kartal bank ke BI (outflow) pada bulan Desember 2025 tercatat sebesar Rp 1,04 triliun, atau menurun 26,5 persen (yoy) dibandingkan Desember 2024 sebesar Rp 1,42 triliun,” kata Pramudya kepada Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/1/2026).
Pramudya juga mengungkapkan bahwa penyetoran uang dari masyarakat ke BI (inflow) mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Penyetoran uang ke BI tercatat sebesar Rp 758 miliar, atau turun 17 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 913 miliar,” tambah dia.
Pramudya menguraikan beberapa faktor yang menyebabkan
peredaran uang kartal
di masyarakat pada Desember 2025 mengalami penurunan.
Salah satu faktor utamanya adalah perilaku masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam berbelanja dan meningkatkan simpanan sebagai langkah antisipatif (motif berjaga-jaga) dalam merespons dinamika serta ketidakpastian kondisi ekonomi ke depan.
“Perilaku masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam berbelanja, dengan kecenderungan meningkatkan simpanan sebagai langkah antisipatif (motif berjaga-jaga) dalam merespons dinamika dan ketidakpastian kondisi ekonomi ke depan,” kata dia.
Selain itu, beberapa perbankan kini telah memiliki pusat pengolahan uang secara mandiri.
“Sehingga pemenuhan kebutuhan likuiditas kartal dapat dilakukan dengan memaksimalkan kapasitas internal, tanpa harus secara intensif melakukan setoran maupun penarikan ke Bank Indonesia,” ujar dia.
Faktor lainnya adalah relatif terbatasnya aktivitas proyek pemerintah berskala besar di wilayah Kota Solo, yang berdampak pada moderasi aktivitas ekonomi dan perputaran uang kartal di masyarakat.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/09/6960fade19473.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Percepat Pemulihan, 267 Tenda Huntara Dibangun untuk Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Selatan Medan 9 Januari 2026
Percepat Pemulihan, 267 Tenda Huntara Dibangun untuk Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Selatan
Tim Redaksi
MEDAN, KOMPAS.com
– Tenda hunian sementara (huntara) dibangun untuk warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor susulan di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Asrul Harahap mengatakan, Satgas Kodim 0212/
Tapanuli Selatan
membantu pemasangan tenda
huntara
bagi warga terdampak bencana sejak Kamis (8/1/2026).
“Tenda Huntara tersebut disiapkan untuk menampung warga yang rumahnya rusak atau tidak lagi layak huni akibat bencana alam,” kata Asrul dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com melalui saluran telepon pada Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, tenda tersebut disalurkan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proses pemasangan pun dilaksanakan secara terpadu bersama personel Marinir Cilandak, Brimob Polri, serta unsur terkait lainnya.
“Tenda itu dibangun di atas lahan milik warga seluas 2,7 hektare. Saat ini, progres pembukaan dan penataan lahan dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen,” ucapnya.
“Sementara pemasangan tenda huntara yang terpasang mencapai 60 pasang dari total rencana 267 pasang dengan ukuran bervariasi,” tambahnya.
Asrul menyampaikan bahwa sinergi lintas instansi, termasuk dukungan Kementerian ESDM, sangat penting dalam percepatan pemulihan pascabencana.
“Bantuan hunian sementara ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memberikan tempat tinggal yang aman dan layak selama masa pemulihan,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) memicu banjir susulan di beberapa desa yang berada di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Batangtoru, Jumat (2/1/2026).
Sejumlah rumah dan ruas jalan kembali tergenang. Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menjelaskan, kondisi curah hujan tinggi menyebabkan aliran Sungai Batangtoru mengalami sedimentasi akibat banjir bandang sebelumnya.
Sehingga terbentuk aliran baru yang memasuki desa-desa di DAS Batangtoru.
“Banjir terjadi di semua desa/dusun di DAS Batangtoru, Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Angkola Sangkunur, termasuk anak-anak sungai yang bermuara ke Sungai Batangtoru,” ujar Gus Irawan melalui pesan singkat, Sabtu (3/1/2026).
Daerah yang kembali dilanda banjir antara lain Dusun Benteng, Desa Hapesong Baru (Kecamatan Batangtoru), serta Desa Bandar Tarutung dan Dusun Sibarabara, Desa Simataniari (Kecamatan Angkola Sangkunur).
Gus Irawan menambahkan, genangan air bahkan terjadi di Dusun Benteng meski hujan sempat berhenti, dan bertambah di Dusun Sibarabara saat hujan kembali mengguyur.
Untuk mengatasi kondisi ini, Gus Irawan menekankan perlunya normalisasi sungai agar pengungsi yang sebelumnya kembali ke rumah tidak harus kembali mengungsi.
Berdasarkan data BPBD Sumut yang dikutip Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut Porman Mahulae, total korban bencana 38 hari lalu mencapai 366 orang meninggal, 206 luka-luka, 59 hilang, dan 14.430 orang masih mengungsi.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/09/69611cf29804a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Hujan dan Angin Puting Beliung di Tapanuli Utara, 70 Rumah Rusak dan 69 Terendam Banjir Medan 9 Januari 2026
Hujan dan Angin Puting Beliung di Tapanuli Utara, 70 Rumah Rusak dan 69 Terendam Banjir
Tim Redaksi
MEDAN,KOMPAS.com
– Hujan deras dan angin puting beliung secara bersamaan menerjang Kecamatan Sipoholon dan Tarutung di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (8/1/2026).
Akibat insiden itu, sebanyak 70 rumah rusak dan 69 lainnya terendam banjir.
Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing mengatakan bencana tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Akibat angin beliung, atap rumah warga banyak yang rusak bahkan ada juga yang ikut tersapu angin.
Rincian rumah yang terdampak di Desa Hutauruk, Kecamatan Sipoholon jumlahnya 32 rumah. Selanjutnya di Desa Parbaju Julu, Kecamatan Tarutung 25 rusak.
“Lalu Desa Partali Julu, Tarutung, 11 rumah rusak. Kemudian di Desa Hutauruk Siwalu Oppu dan Hutagalung 2 rumah rusak,” ujar Walpon saat dihubungi Kompas.com melalui telepon seluler, Jumat (9/1/2026) malam.
Walpon menjelaskan lebih lanjut baha
hujan deras
ini juga menyebabkan 69 rumah warga di Kecamatan Sipoholon dan Tarutung terendam air setinggi 50 cm.
Namun dia memastikan dalam peristiwa ini tersebut tidak ada korban jiwa maupun terluka.
“Namun jumlah kerugian material belum bisa dipastikan. Petugas gabungan dari Polri, TNI dan BPBD Kabupaten Taput juga telah bergerak ke lapangan untuk membantu warga yang menjadi korban,” tutupnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/09/69610885501d3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Petani Kopi Gayo di Bener Meriah Terancam Kehilangan Pencaharian, Kebun Rusak Dihantam Banjir Regional 9 Januari 2026
Petani Kopi Gayo di Bener Meriah Terancam Kehilangan Pencaharian, Kebun Rusak Dihantam Banjir
Tim Redaksi
BENER MERIAH, KOMPAS.com
– Banjir bandang dan tanah longsor di Aceh tidak hanya meluluhlantakkan pemukiman warga.
Bencana yang terjadi akhir di 18 Kabupaten/Kota akhir November 2025, ikut melumat ratusan hektare lahan perkebunan milik warga.
Seperti yang terjadi di Kabupaten
Bener Meriah
, salah satu sektor paling parah terdampak adalah perkebunan kopi. Selama ini Bener Meriah sendiri terkenal sebagai sentra produksi kopi Gayo.
Menurut Juru Bicara Pos Komando Penanganan
Bencana Aceh
, Murthalamuddin, lahan perkebunan kopi milik warga yang terdampak banjir di Bener Meriah mencapai sekitar 445,583 hektare.
“Kerusakan kebun kopi cukup mendominasi dampak bencana hidrometeorologi di Bener Meriah. Ini sangat berpengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat,” kata Murthalamuddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/1/2026).
Kerusakan kebun kopi itu tersebar di delapan kecamatan yakni Kecamatan Bukit seluas 198,179 hektare, Mesidah 122,147 hektare, Wih Pesam 76,700 hektare, Permata 36,650 hektare dan Gajah Putih 8,469 hektare.
“Di Bener Kelipah 1,750 hektare, Bandar 1,563 hektare, dan Timang Gajah 0,125 hektare. Sementara di Pintu Rime Gayo dan Syiah Utama tidak ada kebun kopi terdampak,” ujarnya.
Selain kopi, bencana juga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian lainnya. Tercatat sawah rusak seluas 68,732 hektare, perkebunan 214,270 hektare di Kecamatan Syiah Utama, serta kolam masyarakat 2,505 hektare. Secara keseluruhan, total kerusakan lahan mencapai 731,089 hektare.
Tak hanya sektor pertanian, bencana yang terjadi Rabu 26 November 2025 juga merusak berbagai fasilitas umum dan infrastruktur.
Sebanyak 166 jembatan rusak, 81 ruas jalan terdampak, serta 61 titik longsor dan 27 lokasi banjir tercatat di berbagai wilayah. Selain itu, 1.797 rumah warga mengalami kerusakan, baik rusak berat, sedang, maupun ringan.
Dari sisi korban, 31 orang dilaporkan meninggal dunia, 14 orang hilang, dan 5 orang mengalami luka-luka. Jumlah warga terdampak secara keseluruhan mencapai 183.043 jiwa yang tersebar di 10 kecamatan dan 232 desa.
“Sebagian warga terpaksa mengungsi, dengan 2.116 jiwa berada di pengungsian terpusat dan 2.452 jiwa mengungsi secara mandiri,” tutur Murthalamuddin.
Murthalamuddin menyebutkan, pemerintah daerah bersama unsur terkait masih terus melakukan penanganan serta pemulihan pascabencana.
Kabupaten Bener Meriah sendiri saat ini sudah melewati masa tanggap darurat dan masuk tahap transisi hingga 6 April mendatang.
“Fokus kami saat ini adalah penanganan korban, pemulihan akses, serta menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya untuk sektor pertanian dan kebun kopi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/09/6960fe3f09a39.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
BKSDA Lampung Pastikan Jejak Satwa di Lampung Timur Bukan Harimau Sumatera Regional 9 Januari 2026
BKSDA Lampung Pastikan Jejak Satwa di Lampung Timur Bukan Harimau Sumatera
Tim Redaksi
LAMPUNG, KOMPAS.com
– Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah III Lampung menyebut dugaan adanya harimau sumatera berkeliaran di ladang warga hanya misinformasi.
Satwa bernama latin
panthera tigris sumatrae
itu disebutkan terlihat di ladang yang berada di Dusun 2 Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur pada Kamis (8/1/2026) pagi.
Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA wilayah III Lampung, Irhamuddin mengatakan, hasil analisa sementara menunjukkan bahwa jejak kaki tersebut tidak mengarah pada jejak
harimau sumatera
.
“Jejak itu memiliki karakteristik yang lebih sesuai dengan jejak anjing,” kata dia melalui rilis, Jumat (9/1/2025).
Selain itu, apabila terdapat kemungkinan jejak tersebut berasal dari satwa golongan kucing liar, maka berdasarkan perbandingan ukuran, bentuk bantalan kaki, serta pola tapak, diyakini jejak tersebut lebih mengarah pada jejak macan dahan dan atau kucing emas bukan harimau sumatera.
Menurutnya, data pendukung lainnya belum pernah laporan terkait temuan jejak harimau sumatera didaerah tersebut.
“Bila dicurigai satwa tersebut berasal dari
TNWK
(
Taman Nasional Way Kambas
), tidak ada koridor satwa menyambungkan antara lokasi temukan jejak,” katanya.
Analisa kesimpulan ini bersifat sementara dan akan diperkuat melalui pengamatan lanjutan serta pengumpulan data pendukung lainnya di lapangan.
Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tidak panik, serta tidak melakukan tindakan berlebihan, seperti membawa senjata api angin sebagaimana terlihat dalam video yang beredar.
Berdasarkan karakteristik perilaku satwa, macan dahan sumatera (
neofelis diardi diardi
) bukan satwa yang menyerang atau membahayakan manusia.
Masyarakat diharapkan tetap menjaga ketenangan, meningkatkan kewaspadaan secara wajar, serta tidak mengganggu atau melakukan tindakan yang dapat memicu kepanikan.
Diberitakan sebelumnya, warga Dusun 2 Desa Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur dihebohkan dugaan kemunculan harimau sumatera.
Satwa bernama latin
panthera tigris sumatrae
itu disebutkan melintasi perladangan dusun pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kepala Desa Sribhawono, Buih Wisnu Prabowo mengatakan kemunculan satwa itu diliat salah satu warga yang hendak pergi ke ladang.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/09/696105a962de6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Semeru Luncurkan Awan Panas, Bupati Lumajang: Masyarakat Tahu Harus Berbuat Apa Surabaya 9 Januari 2026
Semeru Luncurkan Awan Panas, Bupati Lumajang: Masyarakat Tahu Harus Berbuat Apa
Tim Redaksi
LUMAJANG, KOMPAS.com
– Bupati Lumajang Indah Amperawati mengaku tak terlalu khawatir saat Gunung Semeru kembali meluncurkan awan panas sejauh 5 kilometer pada Jumat (9/1/2026).
Selain jaraknya masih pada radius aman, masyarakat
Lumajang
yang tinggal di lereng
Gunung Semeru
sudah tahu harus berbuat apa saat erupsi berupa luncuran awan panas menerjang.
Indah menyebut, erupsi pada 19 November 2025, sudah membuktikan bagaimana kesiapan warga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Semeru.
Saat itu, awan panas meluncur sejauh 14 kilometer dari puncak dan tidak ada satu warga pun yang menjadi korban.
“Masyarakat di sana (lereng Semeru) sudah tahu harus berbuat apa karena mereka
feeling
-nya sudah peka tentang kebencanaan,” kata Indah di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Jumat.
Indah berharap, pasca-erupsi tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sekitar lereng Gunung Semeru agar tidak memicu terjadinya banjir lahar.
“Semoga hujannya tidak besar ya jadi kalau ada banjir lahar masih bisa dikendalikan,” harapnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono memastikan, saat ini kawasan rawan bencana (KRB) III atau zona merah seperti di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, sudah dikosongkan dari aktivitas warga.
Pihaknya juga telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Lumajang untuk mengantisipasi adanya awan panas susulan maupun banjir lahar hujan Gunung Semeru.
“Blok Kamar A yang di zona merah sudah kita kosongkan, tim dari TRC juga sudah bersiaga di lokasi untuk antisipasi adanya awan panas susulan maupun banjir lahar,” kata Yudhi.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/09/696114ac75a10.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pria di Luwu Curi Kotak Amal Masjid Raya untuk Judi Online, Kini Mendekam di Tahanan Makassar 9 Januari 2026
Pria di Luwu Curi Kotak Amal Masjid Raya untuk Judi Online, Kini Mendekam di Tahanan
Tim Redaksi
LUWU, KOMPAS.com
– Polres Luwu, Sulawesi Selatan, menangkap seorang pria berinisial MG (31) atas kasus pencurian kotak amal di Masjid Raya Al-Ishlah Belopa, Kabupaten Luwu.
Pelaku ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian pada Jumat (9/1/2026) malam.
Kasus ini pertama kali diketahui pada Jumat (9/1/2026) dini hari oleh pengurus masjid, Amir Akib, yang mendapati sejumlah kotak amal dalam kondisi rusak di ruang penyimpanan saat hendak menyalakan
sound system
.
“Kotak amal yang berada di ruang penyimpanan sudah dalam kondisi rusak. Beberapa di antaranya tampak dibongkar secara paksa,” ujar Amir Akib kepada polisi.
Kasat Reskrim
Polres Luwu
, Iptu Muhammad Ibnu Robbani, menyatakan bahwa rekaman kamera pengawas (
CCTV
) masjid menunjukkan pelaku masuk ke area penyimpanan dengan memanjat ventilasi.
“Pelaku diketahui melakukan aksinya sebanyak dua kali pada waktu yang berbeda, yakni sekitar pukul 02.00 Wita dan kembali sekitar pukul 04.00 Wita dengan menggunakan pakaian yang berbeda,” kata Ibnu.
Akibat pencurian tersebut, pengurus
Masjid Raya Al-Ishlah Belopa
mengalami kerugian sekitar Rp 2,5 juta.
“Kerugian tersebut berasal dari uang tunai di dalam kotak amal serta kerusakan pada beberapa kotak yang dirusak pelaku,” ucapnya.
Menindaklanjuti laporan, personel gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (
TKP
) dan penyelidikan intensif.
“Setelah menerima laporan dari pihak pengurus masjid, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan dengan memanfaatkan rekaman CCTV serta mengumpulkan informasi di lapangan. Alhamdulillah, identitas dan keberadaan pelaku berhasil kami ketahui dan diamankan pada hari yang sama. Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja cepat dan sinergi antarunit di lingkungan Polres Luwu,” ujarnya.
Pelaku
MG
berhasil diamankan pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 Wita di Jalan Topoka, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, tanpa perlawanan.
Pelaku mengakui merusak kotak amal menggunakan besi pengikat kawat dan masuk ke masjid dua kali dengan pakaian berbeda untuk mengelabui petugas.
“Pelaku mengaku melakukan aksinya dua kali dan menggunakan pakaian yang berbeda agar tidak mudah dikenali. Sebagian besar uang hasil pencurian tersebut telah digunakan untuk bermain judi
online
,” tutur Ibnu.
Polisi mengamankan barang bukti berupa besi pengikat kawat, pakaian pelaku, dua kotak amal rusak, dan sisa uang tunai.
“Kami juga mengamankan pakaian yang dikenakan pelaku saat beraksi, dua kotak amal dalam kondisi rusak, serta sisa uang tunai hasil kejahatan,” ungkapnya.
“Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Polsek Belopa untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. MG akan dijerat dengan Pasal Pencurian dengan Pemberatan (
Curat
) sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.
Polres Luwu mengimbau pengurus tempat ibadah untuk meningkatkan kewaspadaan dan sistem keamanan, termasuk pemanfaatan kamera pengawas, serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan.
“Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kami berharap kerja sama ini terus terjaga demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Luwu,” harap Ibnu.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2026/01/09/696124306deb8.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/09/6960e8069ce1f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)