Category: Kompas.com Metropolitan

  • Pelatih Valencia dan 3 Anaknya Hilang di Labuan Bajo, Keluarga Minta Pencarian Terus Dilanjutkan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        28 Desember 2025

    Pelatih Valencia dan 3 Anaknya Hilang di Labuan Bajo, Keluarga Minta Pencarian Terus Dilanjutkan Regional 28 Desember 2025

    Pelatih Valencia dan 3 Anaknya Hilang di Labuan Bajo, Keluarga Minta Pencarian Terus Dilanjutkan
    Tim Redaksi
    LABUAN BAJO KOMPAS.com
    – Pencarian terhadap pelatih Valencia dan 3 anaknya yang hilang tenggelam di perairan Pulau Padar, TN Komodo, Labuan Bajo, hingga hari ketiga, pada Minggu (28/11/2025) belum membuahkan hasil.
    Pihak keluarga pun memberi dukungan dan meminta petugas gabungan untuk melanjutkan pencarian terhadap korban.
    “Keluarga sangat berterima kasih atas banyaknya ungkapan dukungan yang kami terima selama masa-masa sulit ini dalam pencarian empat anggota keluarga kami yang hilang. Satu-satunya informasi resmi yang dapat kami bagikan saat ini adalah bahwa operasi untuk mencoba menemukan orang-orang terkasih kami akan berlanjut pada hari Minggu ini,” tulis keluarga
    pelatih Valencia
    dalam pernyataan resmi yang diterima, Minggu (28/12/2025). 
    Sejak awal, pihak berwenang dan pasukan keamanan Indonesia telah sepenuhnya berkomitmen pada pencarian ini, yang membuat semua tegang, tidak hanya keluarga, tetapi seluruh Spanyol.
    “Kami sangat berterima kasih atas hal ini,” ungkap keluarga.
    Keluarga juga menghargai dukungan yang diberikan oleh pihak berwenang setempat di Indonesia dan khususnya korps diplomatik Spanyol.
    “Kami meminta anda untuk melanjutkan upaya dalam pencarian anggota keluarga kami. Kami percaya bahwa anda akan terus bekerja sampai menemukan mereka,” ujar keluarga.
    Keluarga juga berterima kasih kepada media atas minat dan rasa hormat yang telah ditunjukkan sejauh ini.
    Saat ini anggota keluarga sedang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk bergabung dalam upaya pencarian.
    “Kami akan meneruskan informasi resmi apa pun yang dapat kami berikan sesegera mungkin, ” imbuh keluarga.
    Sebelumnya, tim
    SAR
    gabungan menemukan pelampung (life jacket) milik kapal
    KM Putri Sakinah
    , pada pencarian hari ketiga pada Minggu (28/12/2025).

    Tim SAR
    gabungan yang melaksanakan penyisiran yang dimulai dari 06.30 Wita menemukan barang pelampung (
    life jacket
    ) milik KM Putri Sakinah sekitar pukul 09.30 WITA,” ungkap Fathur Rahman Kepala Kantor SAR Maumere dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu sore.
    Penemuan ini berlokasi pada koordinat 8° 38.423’S – 119° 37.843’E dengan jarak 1,61 mil laut dari lokasi kejadian.
    Pencarian terhadap pelatih sepak bola klub Valencia B Putri Spanyol Fernando Martin Carerras dan anak 3 orang anaknya masih belum membuahkan hasil hingga pukul 17.00 WITA.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Ungkap Luka di Leher Ibu dan Anak dalam Dugaan Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        28 Desember 2025

    Polisi Ungkap Luka di Leher Ibu dan Anak dalam Dugaan Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo Regional 28 Desember 2025

    Polisi Ungkap Luka di Leher Ibu dan Anak dalam Dugaan Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo
    Tim Redaksi

    SITUBONDO, KOMPAS.com
    – Polisi mengungkap adanya luka di leher korban dugaan pembunuhan di Situbondo, Jawa Timur.
    Diketahui, ada
    tiga korban tewas
    dalam kejadian ini.
    Mereka adalah ayah, ibu, dan anak yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah yang berada di Dusun Wateketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki,
    Situbondo
    .
    Satreskrim Polres Situbondo telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban pada Minggu (28/12/2025).
    Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menyatakan identitas ketiga korban tewas, yakni Muhammad Hasim (58), asal Pamekasan.
    Korban kedua adalah Suningsih (38) yang merupakan istri dan ibu dari korban ketiga, Umi Rahmania (18).
    Ibu dan anak itu merupakan warga Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Mereka ditemukan meninggal di kamar tidur.
    “Tiga korban meninggal dunia di dalam rumah, satu di kamar mandi dan dua di kamar tidur,” katanya Minggu (28/12/2025).
    Berdasarkan hasil penyelidikan, dua korban, yakni ibu dan anak tersebut mengalami
    luka sayatan
    bekas senjata tajam di bagian leher.
    Namun, sementara ini pihaknya masih menunggu hasil otopsi.
    “Kami masih menunggu hasil otopsi, ada luka sayatan,” katanya.
    Dia juga menegaskan, dalam peristiwa ini tidak ada barang berharga yang hilang.
    Sementara ini, sejumlah saksi sedang dipanggil dan dimintai keterangan.
    Mereka adalah orang tua dari Suningsih yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian dan sekaligus orang yang pertama kali menemukan korban.
    “Kami memohon waktu untuk menyelesaikan proses penyelidikan. Nanti setelah selesai akan diberitahukan,” pungkasnya.
    Diberitakan sebelumnya, satu keluarga ditemukan meninggal di dalam rumah dan diduga terjadi peristiwa
    pembunuhan
    . Mereka adalah ayah, ibu, dan anak.
    Sementara ini, belum diketahui kronologi maupun motif dari peristiwa tersebut. Polres Situbondo masih melakukan penyelidikan.
    Kepala Desa Demung Aguk Prayogi membenarkan peristiwa pembunuhan di wilayahnya. Pihaknya juga mendampingi petugas kepolisian saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 
    Ia mengatakan, ada tiga jenazah yang ditemukan. “Maaf, tadi masih ikut olah tempat kejadian perkara. Tiga jenazah itu ada Hasyim, bapak tiri, Nia, anak dari Suning,” katanya kepada
    Kompas.com
    , Minggu (28/12/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pasutri Ditemukan Tewas di Humbahas Sumut, Hasil Visum Keracunan Gas Arang saat Libur Nataru
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        28 Desember 2025

    Pasutri Ditemukan Tewas di Humbahas Sumut, Hasil Visum Keracunan Gas Arang saat Libur Nataru Medan 28 Desember 2025

    Pasutri Ditemukan Tewas di Humbahas Sumut, Hasil Visum Keracunan Gas Arang saat Libur Nataru
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Warga digegerkan dengan penemuan mayat pria inisial DTS (55) dan istrinya ENS (53) di rumah mereka di Desa Aek Lung,
    Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten
    Humbang Hasundutan
    (
    Humbahas
    ), Sumatera Utara, Minggu (28/12/2025).
    Kasat Reskrim Polres Humbahas, Iptu Jhon F. M. Siahaan mengatakan keduanya merupakan warga Provinsi, Riau.
    Mulanya keduanya mendatangi rumahnya di Humbahas dalam rangka menghadiri pesta keluarga dan juga merayakan natal dan tahun baru.
    Jhon tidak merinci kapan keduanya tiba di lokasi kejadian, namun sejak Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB salah satu kerabatnya, DP sempat mendatangi rumahnya dan mengetuk pintu, tetapi tidak ada yang merespons.
    Kondisi pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam.
    “Sekitar pukul 20.00 WIB, saksi MS (keluarga) juga menghubungi korban melalui telepon untuk memastikan keberangkatan ke pesta keesokan harinya, namun juga tidak mendapatkan jawaban,” ujar Jhon dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/12/2025).
    Selanjutnya, sekitar pukul 20.30 WIB, keluarga korban FS dan DP mendatangi rumah korban, namun tetap tidak ada respons.
    Kemudian pada Minggu (28/12/2025) keluarga korban menghubungi kepala dusun untuk mengecek rumah korban.
    Karena korban dipanggil tidak menyahut, akhirnya pintu rumah korban didobrak.
    “Setelah masuk, mereka (para saksi) mendapati pintu kamar korban tertutup. Saat pintu kamar dibuka, kedua korban terlihat dalam kondisi tidak sadar dengan posisi telungkup,” ujar Jhon
    Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Humbahas, polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), jenazah kedua korban lalu dievakuasi ke RSUD Dolok Sanggul untuk dilakukan
    visum
    .
    “Bahwa berdasarkan hasil visum dari dokter ahli forensik RSUD Dolok Sanggul, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat
    asfiksia
    atau
    keracunan
    gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari asap arang,” ujar John
    Ia juga menambahkan, pada tubuh kedua korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana. Barang-barang milik korban juga tidak ada yang hilang.
    “(Disana polisi) menemukan 1 tempat pembakaran arang, 2 unit telepon genggam, 1 buah bantal berlumur darah, 1 tas hitam berisi sejumlah uang, satu tas coklat berisi sejumlah uang, 1 dompet warna merah berisi emas, 1 dompet warna biru berisi sejumlah uang,” ujarnya
    “Lalu 1 tas berisi pakaian korban, satu dompet warna hitam berisi sejumlah uang, serta satu tas bermerek matahari yang berisi pakaian dalam korban,” tambah Jhon.
    “Pihak keluarga telah menerima dan mengikhlaskan meninggalnya kedua korban,” ungkap Jhon.
    Lebih lanjut, setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, polisi menyerahkan jenazah kedua korban ke keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.

    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kapendam Cenderawasih Klarifikasi Kasus Viral Ibu Hamil Meninggal di RS Marthen Indey Jayapura
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        28 Desember 2025

    Kapendam Cenderawasih Klarifikasi Kasus Viral Ibu Hamil Meninggal di RS Marthen Indey Jayapura Regional 28 Desember 2025

    Kapendam Cenderawasih Klarifikasi Kasus Viral Ibu Hamil Meninggal di RS Marthen Indey Jayapura
    Tim Redaksi
    JAYAPURA, KOMPAS.com
    – Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto, S.I.P mengklarifikasi terkait kasus kematian seorang ibu hamil saat proses persalinan yang viral di media sosial yang terjadi di Rumah Sakit (Rumkit) Tk.II Marthen Indey (RSMI), Sabtu (27/12/2025).
    “Saya sampaikan duka cita yang mendalam kepada pihak Keluarga atas meninggalnya Ny. Martha (43) saat melakukan persalin di RS,” ungkap Kapendam.
    Dalam keterangannya Kapendam menjelaskan saat ini Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Marthen Indey Kolonel Ckm dr. Rudi Dwi Laksono bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua telah mengadakan pertemuan bersama. 
    Pertemuan ini untuk membedah sisi teknis medis guna memastikan apakah penanganan sudah sesuai prosedur (SOP) atau tidak. 
    “Kami melibatkan Dinas Kesehatan untuk memantau dari sisi teknis medis. Kami ingin memastikan secara transparan apakah ada kekurangan atau memang semua sudah sesuai prosedur. Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap transparansi kasus kematian ibu dan anak,” ungkap Kapendam dan keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (28/12/2025).
    Ia juga menerangkan, dokter spesialis yang menangani pasien, dr. David Randel Christanto mengungkapkan bahwa penyebab kematian pasien diduga kuat akibat
    cardiac arrest
    (henti jantung) mendadak yang dipicu oleh Emboli Air Ketuban.
    Kondisi ini merupakan komplikasi persalinan yang langka namun sangat fatal, di mana air ketuban masuk ke dalam aliran darah ibu.
    “Kami telah memberikan edukasi kepada pihak suami mengenai kondisi ini. Kejadiannya sangat cepat, pasien tiba-tiba mengalami
    apneu
    (henti napas) dan seluruh wajah membiru saat proses pembukaan hampir lengkap,” jelas dr. David.
    Dalam pertemuan tersebut Kapendam menjelaskan, berdasarkan data rumah sakit, penanganan medis yang diberikan kepada pasien (37-38 minggu) pada tanggal 26-27 Desember 2025, sudah sesuai prosedur.
    “Penanganan pasien selama di rawat di RS sudah sesuai prosedur,” imbuh Kapendam.
    Berikutnya, pihak RS Marthen Indey akan melaksanakan pertemuan resmi dengan keluarga yang direncanakan akan dilakukan pada Senin pagi (29/12/2025).
    “Saya berharap masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan berita sepihak, tanpa melihat sumber resminya,” tutup Kapendam.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cari 17 Korban Speedboat Terbalik di Yapen, TNI AU Terjunkan Helikopter Super Puma dan KRI Panah
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        28 Desember 2025

    Cari 17 Korban Speedboat Terbalik di Yapen, TNI AU Terjunkan Helikopter Super Puma dan KRI Panah Regional 28 Desember 2025

    Cari 17 Korban Speedboat Terbalik di Yapen, TNI AU Terjunkan Helikopter Super Puma dan KRI Panah
    Tim Redaksi
    JAYAPURA, KOMPAS.com
    – Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian hari keempat terhadap 17 warga yang hilang akibat speedboat terbalik di perairan Tanjung Andei, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.
    Operasi
    SAR
    dimulai sejak pukul 06.00 WIT melalui udara dan penyisiran di sepanjang rute yang dilalui oleh speedboat.
    Untuk pencarian melalui udara menggunakan Helikopter NAS-332 Super Puma milik
    TNI AU
    .
    Penyisiran udara dilakukan pada ketinggian 1.000 kaki dengan cakupan area mencapai 160
    nautical mile
    .
    Sementara tim yang melakukan pencarian melalui laut fokus untuk melakukan penyisiran di sepanjang rute yang dilalui oleh speedboat.
    Bahkan pencarian diperluas ke arah utara dari pelabuhan dawai menuju titik ditemukannya korban keempat pada Sabtu kemarin.
    “Untuk pencarian hari keempat akan diperluas ke arah utara dari pelabuhan Dawai dari titik ditemukannya korban keempat,” kata Kepala SAR Biak, Kundori ketika dikonfirmasi pada Minggu (28/12/2025) siang.
    Selain helikopter dan kapal SAR, operasi hari keempat ini juga diperkuat oleh KRI Panah-626 milik Guskamla Koarmada III Biak untuk memperluas jangkauan penyisiran di zona laut dalam.
    “Pencarian terhadap 17 korban masih terus dilakukan. Pencarian dilakukan melalui udara dan laut. Kita upayakan semaksimal mungkin untuk menemukan para korban,” ujarnya.
    Sebelumnya, speedboat yang mengangkut 21 penumpang bertolak dari Kota Serui menuju Kampung Waindu pada rabu sore sekitar pukul 16.30 WIT.
    Namun dalam perjalanan, speedboat diterjang angin kencang dan gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan Waindu.
    Dari insiden itu, tiga korban berhasil ditemukan selamat, sementara 18 orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.
    Dari pencarian yang dilakukan, Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban pada Sabtu (27/12/2025) siang. Korban dievakuasi ke Puskesmas Waindu untuk penanganan medis sebelum diserahkan kepada keluarga.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        Akta Jual Beli Muncul Usai Pembongkaran Rumah Nenek Elina, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan
                        Regional

    4 Akta Jual Beli Muncul Usai Pembongkaran Rumah Nenek Elina, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan Regional

    Akta Jual Beli Muncul Usai Pembongkaran Rumah Nenek Elina, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan
    Tim Redaksi

    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Kuasa hukum Nenek Elina mengungkap kejanggalan penerbitan akta jual beli dalam kasus rumah Nenek Elina di Surabaya.
    Sebab,
    akta jual beli
    itu terbit setelah terjadi pembongkaran paksa. Selain itu, juga disebut ada perubahan
    Letter C
    di kelurahan tanpa melibatkan ahli waris.
    Sebelumnya, sengketa ini melibatkan dua pihak. Yakni
    Nenek Elina
    dan Samuel.
    Elina Widjajanti, nenek berusia 80 tahun itu tinggal di Dukuh Kuwukan No. 27 RT.005, RW.006, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota
    Surabaya
    .
    Ia mengalami pengusiran dan rumahnya dibongkar paksa pada 6 Agustus lalu.
    Pembongkaran tersebut dilakukan pihak Samuel yang mengeklaim telah membeli tanah dan bangunan tersebut sejak 2014.
    Samuel mengklaim telah membeli dari Elisa Irawati. Elisa merupakan kakak kandung Elina. Ia tidak menikah dan tidak mengadopsi anak.
    Pada tahun 2017, Elisa meninggal dunia dan menjatuhkan ahli waris kepada enam orang, termasuk Elina.
    Kuasa hukum Elina, Wellem Mintarja, mengatakan pihak Samuel tidak pernah menunjukkan surat atau akta jual beli tanah kepada Elina.
    “Dia (Samuel) tidak pernah sama sekali menunjukkan bahwa saya pembeli apa dan sebagainya, tidak. Tetapi 2025 tiba-tiba mengeklaim,” kata Wellem di
    Polda Jatim
    , Minggu (28/12/2025).
    Samuel kemudian diduga mengusir paksa keluarga Elina dari rumah tersebut pada 5 Agustus 2025.
    Sehari setelahnya, Samuel membongkar rumah Elina hingga rata dengan tanah.
    Sebelumnya, Wellem mengatakan, pada 23 September 2025, pihak Elina melakukan pengecekan ke kantor Kelurahan Lontar untuk memastikan kepemilikan obyek tanah.
    Kemudian, pihak Elina mengaku memperoleh keterangan dari pihak kelurahan bahwa obyek tanah yang dimaksud masih atas nama Elisa Irawati, bukan yang selain daripada nama tersebut.
    Tim kuasa hukum Elina kemudian mengaku menemukan kejanggalan lain, berupa akta jual beli yang terbit setelah peristiwa pengusiran.
    Wellem menyebut, akta jual beli atas nama penjual dan pembeli Samuel baru diterbitkan pada 24 September 2025.
    “Kita menemukan, akta jual-beli itu tertanggal 24 September 2025. Baru. Penjualnya (atas nama) dia (Samuel), pembelinya ya dia (Samuel),” tegasnya.
    Pihaknya menyebut, proses perubahan
    letter C
    di kelurahan, pencoretan nama, dilakukan tanpa melibatkan para ahli waris.

    Letter C
    di desa (kelurahan) kami juga telah menemukan itu sudah tercoret. Pada saat 24 September 2025. Lah, sebelumnya kan atas nama Elisa, seharusnya pencoretan itu mengajak ahli waris untuk ke sana,” tuturnya.
    Pihak Elina bersikukuh, baik Elisa semasa hidup maupun Elina dan ahli waris lainnya tidak pernah menjual obyek tanah tersebut kepada siapa pun.
    “Karena kita sama sekali tidak pernah menjual, baik Bu Elisa sama Bu Elina maupun ahli waris lainnya, tidak pernah menjual sama sekali. Ya kita baru kenal (Samuel) ya baru kali itu,” sambungnya.
    Pihak Elina menduga perubahan nama di
    Letter C
    ini berkaitan dengan sejumlah dokumen milik Elina yang diduga hilang saat proses pembongkaran.
    “24 September 2025 (perubahan
    letter C
    ). Lah sedangkan perusakan itu, itu 6 Agustus 2025. Pengusiran, perusakan, kita tidak boleh masuk. Lah semua kan dokumen ada di lemarinya beliaunya (Elina),” bebernya.
    Pihak Elina telah melaporkan Samuel dkk ke Polda Jatim melalui nomor LP: LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tanggal 29 Oktober 2025 dengan dugaan tindak pidana pengerusakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP.
    Kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan dan Elina bersama tiga saksi lainnya menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jatim pada Minggu (28/12/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Akan Razia Pengunjung di TMII, Ancam Pidanakan yang Bawa Kembang Api
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        28 Desember 2025

    Polisi Akan Razia Pengunjung di TMII, Ancam Pidanakan yang Bawa Kembang Api Megapolitan 28 Desember 2025

    Polisi Akan Razia Pengunjung di TMII, Ancam Pidanakan yang Bawa Kembang Api
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan kepolisian melarang keras penggunaan kembang api pada malam pergantian tahun baru 2026, Rabu (31/12/2025).
    “Kami sudah berkoordinasi dengan Bu Dirut (TMII) bahwa di Pintu 1 pada saat masuk dan Pintu 3 itu akan kami lakukan
    sweeping
    ,” ujar Alfian kepada wartawan di TMII, Minggu (28/12/2025).
    Alfian menjelaskan, razia tidak hanya dilakukan di pintu gerbang utama, melainkanjuga diperketat di area-area krusial yang menjadi titik kumpul massa, seperti lokasi konser musik.
    “Kami juga ada dua pintu yang akan kami lakukan
    sweeping
    , antisipasi terhadap benda-benda yang terlarang baik benda tajam maupun adanya membawa petasan. Maupun nanti ada di area konser,” kata Alfian.
    Alfian memperingatkan masyarakat untuk tidak nekat menyelundupkan petasan ke dalam area wisata TMII.
    Jika ditemukan barang bukti membawa petasan dan menyalakannya di TMII, akan dilakukan penyitaan hingga proses hukum lanjutan.
    “Apabila ditemukan nanti kita amankan, untuk tempat sudah kita siapkan di pos pelayanan pengamanan. Dan tentunya kami nanti kita lakukan lidik dan sidik,” kata dia.
    Alfian menyebut, sanksi berat menanti bagi pelanggar yang dinilai membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban umum, termasuk penerapan Undang-Undang Darurat.
    “Tentunya apabila membawa yang tidak sesuai dengan aturan, kita kenakan aturan hukum yang berlaku, mungkin dikenakan Undang-Undang Darurat,” ucap dia.
    Polisi juga telah memberikan surat edaran kepada para pedagang kembang api di wilayah Jakarta Timur untuk menghentikan penjualan sementara waktu.
    Untuk mengamankan malam pergantian tahun, Polres Metro Jakarta Timur mengerahkan sebanyak 277 personel gabungan, terdiri dari 167 anggota Polres Jaktim, 80 personel Brimob, dan 40 personel Ditpamobvit Polda Metro Jaya.
    Selain personel keamanan, disiagakan pula fasilitas pendukung darurat seperti 7 unit pemadam kebakaran dan 4 unit ambulans.
    Plt Direktur Utama TMII Ratri Paramita pun mendukung penuh langkah pengamanan tersebut.
    Ia memastikan perayaan tahun baru tetap akan meriah meski tanpa kembang api, dengan adanya konser yang menghadirkan musisi ternama.
    TMII menargetkan 50.000 orang pengunjung pada malam tahun baru mendatang.
    “Tadi kita sangat didukung penuh oleh Kapolres Jaktim, jadi ada penambahan jumlah tenaga
    security
    , lalu juga ada penambahan tenaga untuk kebersihan dan juga ada
    crowd control
    -nya. Jadi kita pastikan untuk sisi keamanan seperti itu,” ucapnya.
    Sebelumnya diberitakan, TMII tidak akan mengadakan pesta kembang api pada malam tahun baru, Rabu (31/12/2025) mendatang.
    Sebagai gantinya, pihak pengelola akan menggelar penyalaan 1.000 lilin sebagai simbol solidaritas untuk korban bencana alam di Sumatera.
    Alfian Nurrizal menegaskan bahwa perayaan tahun baru kali ini akan difokuskan pada doa dan refleksi, bukan pesta.
    “Kami sangat empati terhadap saudara-saudara kita yang saat ini sedang berduka. Kami tidak ada melakukan untuk pesta kembang api, tapi melainkan untuk merayakan dengan 1.000 lilin yang akan kita nyalakan di Taman Mini Indonesia Indah,” kata Alfian.
    Kebijakan ini juga sejalan dengan instruksi pemerintah untuk menjaga suasana kondusif dan penuh tenggang rasa selama malam pergantian tahun.
    “Selain imbauan, surat jelas dari Bapak Kapolri dan juga Bapak Kapolda memerintahkan kami untuk tidak ada izin melakukan kegiatan pesta kembang api,” ujar dia menegaskan.
    Ratri menyebutkan bahwa absennya pesta kembang api tidak akan mengurangi esensi perayaan tahun baru.
    Momen ini justru akan dimanfaatkan untuk menggalang dana kepedulian pengunjung untuk korban bencana di Sumatera.
    “Tadi disampaikan Pak Kapolres kita dengan 1.000 lilin. Itu sebenarnya sudah menandakan bentuk syukur kita. Dan juga yang berbeda di pekan Nataru ini, kami memang ada penggalangan dana untuk Sumatera,” tutur Mita.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Libur Nataru, Stasiun Pasar Senen Dipadati 31.073 Penumpang Sore Ini
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        28 Desember 2025

    Libur Nataru, Stasiun Pasar Senen Dipadati 31.073 Penumpang Sore Ini Megapolitan 28 Desember 2025

    Libur Nataru, Stasiun Pasar Senen Dipadati 31.073 Penumpang Sore Ini
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, terpantau dipadati penumpang pada masa Natal dan tahun baru, Minggu (28/12/2025) sore.
    Kepadatan tidak hanya terjadi di dalam stasiun, tetapi juga sudah terasa sejak area luar.
    Berdasarkan pengamatan
    Kompas.com
    di lokasi, antrean panjang kendaraan roda empat tampak mengular di area parkir dan pintu masuk stasiun.
    Mobil pribadi hingga taksi harus bergerak perlahan untuk mengantar dan menjemput penumpang di tengah cuaca mendung.
    Memasuki lobi utama, arus penumpang yang datang dan pergi.
    Sejumlah calon penumpang terlihat membawa ransel besar, koper berbagai ukuran, hingga kardus oleh-oleh.
    Sebagian koper tampak dipanggul oleh petugas porter berseragam biru.
    Meskipun padat, pergerakan penumpang tetap teratur.
    Garis kuning pemandu jalan (tactile paving) membantu mengarahkan langkah penumpang di tengah kepadatan.
    Papan informasi jadwal keberangkatan kereta api antarkota menjadi pusat perhatian.
    Layar digital menampilkan sejumlah tujuan kereta, seperti KA Jayakarta tujuan Surabaya Gubeng dan KA Bogowonto tujuan Lempuyangan.
    Nuansa
    libur akhir tahun
    terasa dengan dekorasi bertema Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang menghiasi beberapa sudut stasiun.
    Di ruang tunggu, hampir seluruh kursi terisi penuh. Penumpang terlihat menunggu sambil berbincang, memeriksa ponsel, atau menjaga barang bawaan.
    Area bermain anak (children playground) juga tampak ramai oleh anak-anak yang menemani orangtua mereka menunggu jadwal keberangkatan.
    Petugas stasiun dan keamanan berjaga di berbagai titik, mulai dari mesin cetak tiket mandiri hingga pintu masuk peron.
    Papan petunjuk arah membantu penumpang membedakan jalur kereta api jarak jauh di peron 3 dan 4, serta akses KRL Commuter Line menuju Bekasi dan Cikarang di peron 6.
    Kepadatan ini sejalan dengan tingginya volume
    penumpang kereta api
    di wilayah Daop 1 Jakarta.
    Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebutkan bahwa tercatat sebanyak 46.207 penumpang meninggalkan Jakarta hingga Minggu pukul 15.30 WIB.
    “Untuk
    Stasiun Pasar Senen
    , jumlah penumpang yang berangkat mencapai 15.390 orang, sementara yang tiba sebanyak 15.683 orang,” ujar Franoto dalam keterangan tertulis yang diterima
    Kompas.com
    , Minggu.
    Sementara itu, di Stasiun Gambir tercatat 11.782 penumpang berangkat dan 15.495 penumpang tiba.
    Adapun Stasiun Bekasi melayani 6.212 penumpang berangkat dan 5.805 penumpang tiba.
    KAI juga mencatat, selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, jumlah tiket yang telah terjual mencapai 706.783 tiket.
    Sejumlah kota seperti Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Purwokerto menjadi tujuan favorit penumpang.
    Untuk Senin (29/12/2025), KAI memperkirakan sebanyak 36.335 penumpang akan berangkat dan 47.114 penumpang tiba di stasiun wilayah Daop 1 Jakarta.
    Dari jumlah tersebut, Stasiun Pasar Senen diprediksi melayani 13.665 penumpang berangkat dan 15.411 penumpang tiba.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Libur Nataru, 18.600 Orang Padati TMII Hari Ini
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        28 Desember 2025

    Libur Nataru, 18.600 Orang Padati TMII Hari Ini Megapolitan 28 Desember 2025

    Libur Nataru, 18.600 Orang Padati TMII Hari Ini
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com —
    Pengunjung memadati Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Minggu (28/12/2025).
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi pada Minggu sore, pengunjung memadati
    TMII
    dari area parkir dan pintu masuk hingga area anjungan.
    Sejak di area parkir, terlihat banyak warga yang menggelar tikar dan membuka bekal bersama dengan rombongan masing-masing.
    Area anjungan pun terlihat ramai dan dipenuhi oleh pengunjung yang berteduh karena hujan deras mengguyur kawasan TMII sejak sekitar pukul 14.00 WIB.
    Namun, sejumlah pengunjung terlihat masih melanjutkan aktivitas berkeliling dengan menggunakan
    shuttle
    ataupun berjalan kaki menggunakan payung dan jas hujan.
    Antrean kendaraan
    shuttle
    untuk berkeliling anjungan pun terpantau cukup panjang di depan Halte Utara TMII.
    Plt Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyebut hingga pukul 15.00 WIB, jumlah pengunjung tercatat telah menembus angka 18.600 orang.
    Angka ini diprediksi akan terus bertambah hingga jam operasional berakhir, mendekati target harian manajemen di kisaran 20.000 hingga 25.000 pengunjung per hari.
    “Sampai sejauh ini per pukul 15.00 WIB mencapai 18.600 orang, target kami masih tetap, 20.000 orang per harinya,” kata Mita saat ditemui
    Kompas.com
    di lokasi, Minggu.
    Mita mengungkapkan bahwa tren kunjungan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
    Mita pun menyebut telah menargetkan total 400.000 pengunjung selama periode Nataru sejak 18 Desember hingga 4 Januari mendatang.
    “Targetnya kita (tahun sebelumnya) 300.000, tahun ini sekitar 400.000 untuk Nataru. Alhamdulillah sampai hari ini kami masih sesuai target. Per hari kita sekitar 20.000 sampai 25.000, kita masih sesuai,” ujar Mita.
    Khusus untuk malam pergantian tahun pada 31 Desember mendatang, Mita memprediksi lonjakan pengunjung akan semakin masif.
    “Untuk malam tahun baru prediksinya jumlah pengunjung sampai 50.000,” tambahnya.
    Adapun, kenaikan harga tiket menjadi Rp35.000 sepanjang masa libur Nataru disebut tidak menyurutkan minat pengunjung untuk berlibur di TMII.
    “Kami memang sudah naikkan, memang biasanya Rp35.000 itu di hari
    weekend
    . Tapi karena ini Nataru dan kita termasuknya hari libur nasional, kita menggunakan harga skema tersebut,” jelas Mita.
    Meski begitu, Mita menyebut TMII akan menyajikan hiburan menarik pada puncak perayaan tahun baru, dengan dimeriahkan oleh sejumlah musisi papan atas.
    “Puncaknya tanggal 31 nanti ada Slank. Jadi teman-teman nanti silakan datang. Ada Slank, Barasuara, Vierratale, dan nanti tanggal 2 (Januari) juga masih ada NDX. Jadi cukup ramai. Hanya cukup membeli tiket masuknya Taman Mini saja,” kata Mita.
    Meski begitu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan tahun baru 2026 di TMII dipastikan tanpa ada pesta kembang api.
    Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, menegaskan kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.
    “Kami sangat empati terhadap saudara-saudara kita yang saat ini sedang berduka. Kami tidak ada melakukan untuk pesta kembang api, tapi melainkan untuk merayakan dengan 1.000 lilin yang akan kita nyalakan di Taman Mini Indonesia Indah,” ujar Alfian.
    Untuk memastikan aturan ini berjalan dengan semestinya, polisi akan melakukan pemeriksaan ketat atau
    sweeping
    terhadap barang bawaan pengunjung di pintu masuk.
    “Kami sudah berkoordinasi dengan Bu Dirut bahwa di pintu 1 pada saat masuk dan pintu 3 itu akan kami lakukan
    sweeping
    , area konser juga,” kata Alfian.
    Ia juga memperingatkan adanya sanksi tegas bagi pengunjung yang kedapatan membawa petasan atau benda berbahaya lainnya.
    “Apabila membawa yang tidak sesuai dengan aturan, kita kenakan aturan hukum yang berlaku, mungkin dikenakan Undang-Undang Darurat,” ucap Alfian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rano Karno: Kami Tak Bisa Larang Warga Nyalakan Kembang Api Saat Tahun Baru
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        28 Desember 2025

    Rano Karno: Kami Tak Bisa Larang Warga Nyalakan Kembang Api Saat Tahun Baru Megapolitan 28 Desember 2025

    Rano Karno: Kami Tak Bisa Larang Warga Nyalakan Kembang Api Saat Tahun Baru
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pihaknya tidak bisa melarang masyarakat menyalakan kembang api saat malam tahun baru Rabu (31/12/2025).
    Meski ada imbauan agar perayaan dilakukan tanpa kembang api, pengawasan di lapangan dinilainya tidak mungkin dilakukan satu per satu.
    “Kami tidak bisa melarang masyarakat menyalakan kembang api. Tidak mungkin kami memeriksa masyarakat yang ada di Monas atau ada di mana untuk tidak menyalakan kembang api,” ucap Rano saat ditemui di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (28/12/2025).
    Menurutnya, larangan yang dikeluarkan pemerintah lebih ditujukan kepada penyelenggara acara, pusat perbelanjaan, dan hotel.
    Instruksi itu dimaksudkan agar tidak ada pesta kembang api skala besar sebagai bentuk empati terhadap warga di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang sedang terdampak banjir dan longsor.
    Bukan hanya di Jakarta, instruksi peniadaan kembang api juga berlaku di beberapa wilayah termasuk Bali, Jogja, hingga Surabaya.
    “Tapi artinya kami panitia dan seluruh hotel apapun tidak akan menyalakan kembang api. Alhamdulillah Jogja juga begitu, Bali juga begitu, Surabaya begitu, dan Alhamdulillah pun Kapolri mengeluarkan edaran tidak diizinkan menyalakan kembang api,” kata dia.
    Sebagai pengganti kembang api,
    Pemprov DKI
    menyiapkan
    pertunjukan drone
    sebagai hiburan utama pergantian tahun.
    Pemerintah berharap konsep ini tetap memberi suasana meriah.
    Pertunjukan drone ditampilkan di delapan panggung hiburan, mulai dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Sudirman, hingga Kota Tua.
    Sejumlah musisi juga akan tampil, termasuk D’Masiv untuk memeriahkan acara.
    “Kami mengabarkan kepada masyarakat Jakarta bahwa tahun ini, tahun baru kita tidak kita meriahkan dengan kembang api. Tapi tidak mengurangi rasa juga bahagia, kita adakan drone. Drone cukup banyak, cukup besar, dengan transisi,” ucap Rano.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.