Inkoppas Harap Perda KTR di Jakarta Tak Sulitkan Pedagang Pasar
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) meminta agar penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tidak menyulitkan pedagang di pasar.
Sekretaris Umum
Inkoppas
Andrian Lamemuhar menjelaskan, dalam aturan KTR terdapat larangan penjualan rokok dalam radius 200 meter dari satuan pendidikan dan tempat bermain anak.
“Jangan sampai
Perda KTR
yang disahkan jadi peraturan yang konyol. Jika tetap ada larangan penjualan dan larangan pemajangan sama saja dengan membebani dan mengurangi pendapatan pedagang pasar, juga pedagang kelontong,” ucap Andrian dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).
Ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan KTR yang justru memicu keresahan di kalangan pedagang pasar.
“Larangan-larangan tersebut efeknya akan terasa langsung pada ekonomi pedagang karena pasti mengurangi penghasilan. Sekali lagi, jangan sampai pemerintah membuat Perda KTR ini, tetapi mengorbankan pedagang pasar,” ungkap Andrian.
Ia menambahkan, Rancangan Perda (Ranperda) KTR DKI Jakarta sudah melalui serangkaian proses, termasuk difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Otda Kemendagri).
Ia menyebutkan, hasil fasilitasi Ditjen Otda Kemendagri terhadap Raperda tersebut dapat diakses secara publik dan memuat sejumlah arahan.
“Antara lain, penghapusan pasal pelarangan pemajangan rokok dan penetapan pengecualian
kawasan tanpa rokok
bagi pasar dan tempat umum lainnya yang menyelenggarakan kegiatan ekonomi. Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018, hasil fasilitasi ini wajib diikuti oleh Pemerintah Daerah sebagai syarat agar dapat ditetapkan dan diundangkan,” ungkapnya.
Andrian berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta dapat mengeluarkan regulasi yang adil dengan mempertimbangkan aspek ekonomi.
“Sekali lagi, jangan sampai lahir Perda KTR yang mempersulit pedagang pasar. Jika sampai pendapatan pedagang kurang, kami tidak bisa membayar retribusi dan nafkah keluarga tidak terpenuhi,” jelasnya.
“Seharusnya pemerintah tergerak untuk membuat peraturan yang bisa memberdayakan pedagang dan meramaikan pasar. Kami berharap pemerintah bisa membuat Perda yang dapat membantu meningkatkan pendapatan daerah sehingga ekonomi tetap berjalan baik,” imbuhnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/06/18/6851f4877591b.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Inkoppas Harap Perda KTR di Jakarta Tak Sulitkan Pedagang Pasar Megapolitan 29 Desember 2025
-
/data/photo/2025/12/29/69521429a62fa.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pemprov DKI Siagakan 1.200 Pompa Antisipasi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun Megapolitan 29 Desember 2025
Pemprov DKI Siagakan 1.200 Pompa Antisipasi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiagakan sejumlah pompa untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada akhir tahun 2025.
Gubernur DKI Jakarta
Pramono Anung
mengatakan, Pemprov Jakarta memiliki 1.200 unit
pompa
yang terdiri dari pompa
mobile
dan pompa
stasioner
.
“Karena kami mempunyai pompa yang tetap kurang lebih 600 dan pompa stasioner sekarang ini ada 600 juga lebih, ada 1.200 pompa,” ucap Pramono di Monumen Nasional (Monas), Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan, pengalaman menghadapi curah hujan tinggi sebelumnya menjadi dasar kesiapan Pemprov Jakarta saat ini.
“Kemarin kan juga curah hujan tinggi, enggak sampai satu setengah (jam), dua jam sudah kering. Sehingga pengalaman inilah yang nanti akan kami jalankan,” ungkap Pramono.
Ia menyebut pihaknya sudah menerima informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi
cuaca ekstrem
.
Pemprov Jakarta juga telah melakukan modifikasi cuaca sebagai langkah antisipasi terhadap dampak hujan lebat.
“Jadi yang pertama untuk, info BMKG, kami sudah mendapatkan dari 15 hari yang lalu. Dan beberapa kali sebenarnya Pemerintah Jakarta sudah mengadakan modifikasi cuaca,” jelas Pramono.
“Maka kalau dilihat dari apa yang disampaikan oleh BMKG kemarin misalnya curah hujan tinggi, ternyata bisa kita turunkan,” imbuhnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/29/695206031687b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10 Mat Yasin Pakai Uang Pribadi Rp 2 Miliar, Bangun Jalan Desa 10 Km di Sampang Surabaya
Mat Yasin Pakai Uang Pribadi Rp 2 Miliar, Bangun Jalan Desa 10 Km di Sampang
Tim Redaksi
SAMPANG, KOMPAS.com
– Mat Yasin (37), warga Desa Madulang, Kecamatan Omben, Sampang, memperbaiki jalan rusak di desanya setelah sukses merantau ke Gresik, Jawa Timur.
Dia melaksanakan niatnya untuk membangun jalan rusak di desanya sejak berangkat merantau ke Papua. Namun, kini dia sukses menjadi pebisnis besi tua di Kota Gresik.
“Pertama kali saya berangkat merantau menangis dan berniat kalau ada rezeki akan membangun desa saya,” kata
Mat Yasin
, Senin (29/12/2025).
Mat Yasin bercerita, setelah sukses menjadi pebisnis besi tua, dia berniat kembali ke kampung halaman dan membangun
jalan desa
yang rusak bertahun-tahun.
Pada tahun 2025 awal, akhirnya dia pulang dan berkomunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat. Lalu, disepakati membangun jalan baru dan memperbaiki jalan rusak Dusun Barlebar, Desa Madulang.
“Alhamdulillah sebanyak enam kilometer jalan sudah diperbaiki dan bisa dinikmati oleh masyarakat setempat,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, uang yang dikeluarkan untuk membangun jalan sepanjang 10 kilometer di desa perbatasan dengan Kabupaten Pamekasan itu sudah mencapai Rp 2 miliar.
Tak sendiri, Mat Yasin menyebut, ratusan warga dengan suka rela bergotong royong membantu proses pembangunan jalan selama dua bulan.
“Warga setempat kompak membantu. Hanya ada 10 orang pekerja khusus pengaspalan yang dibayar selama 70 hari,” katanya.
“Akhirnya pembangunan jalan berlangsung lancar berkat bantuan masyarakat. Bahkan beberapa tokoh masyarakat juga membantu biaya,” tuturnya.
Dia pun merencanakan akan membangkitkan jalan desa di pedalaman secara bertahap. Sehingga, semua akses jalan bisa lebih baik untuk dimanfaatkan oleh warga setempat.
“Hari ini, kita laksanakan tasyakuran setelah pembangunan jalan selesai. Nanti malam kita akan menggelar doa bersama bersama warga,” katanya.
Mat Yasin berpesan, adanya pembangunan jalan desa juga untuk mempersatukan warga antar dusun di Desa Madulang.
“Kami berharap masyarakat tetap kompak dan saling gotong royong ke depan,” ujarya.
Hasan (50), warga setempat mengaku senang dengan adanya pembangunan jalan desa. Sebab, masyarakat bisa menikmati jalan untuk beraktifitas sehari-hari.
“Adanya pembangunan jalan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat. Sebelumnya semua jalan rusak, licin, berlumpur dan berlubang,” katanya.
Dia menyebut, warga secara suka rela membantu proses pembangunan jalan agar cepat selesai.
“Beliau menggunakan dana pribadi. Kami, masyarakat membantu karena untuk kebutuhan kami juga,” ujarnya.
Selesai dengan jalan di Dusun Barlebar, Mat Yasin mengaku telah menyiapkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk membangun jalan di Dusun Pangmasaran. Direncanakan akan dibangun jalan sepanjang 3 kilometer.
Mat Yasin mengatakan, dia prihatin jalan desa di tanah kelahirannya rusak bertahun-tahun tidak ada perbaikan. Bahkan, tidak sedikit warga setempat terjatuh akibat jalan berlubang dan licin.
“Saat berangkat ke Papua, saat itu berniat bersama keluarga akan pulang dan memperbaiki jalan di kampung kelahiran,” ujarnya.
Meski begitu, Mat Yasin tetap berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Sampang
lebih peduli terhadap Desa Madulang. Sebab, desanya masih berada di wilayah Sampang.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/29/6951dfa842828.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Mudji Sutrisno dalam Kenangan: Pastor cum Ahli Filsafat yang Penuh Empati Nasional
Mudji Sutrisno dalam Kenangan: Pastor cum Ahli Filsafat yang Penuh Empati
Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com
– Romo Mudji Sutrisno telah berpulang. Sahabat mengenang pastor sekaligus budayawan tersebut semasa hidup.
Ketua Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Simon Petrus Lili Tjahjadi, mengenang koleganya tersebut sebagai orang yang mencintai kebijaksanaan.
“Beliau saya kenang sebagai sahabat dalam filsafat yang selalu saja berusaha, dengan aneka talenta yang ia miliki, memasyarakatkan filsafat dengan memfilsafatkan masyarakat,” kata Lili kepada
Kompas.com
, Senin (29/12/2025).
Hingga akhir hayatnya,
Mudji Sutrisno
yang merupakan doktor bidang filsafat dari Universitas Gregoriana, Italia, itu tercatat sebagai pengajar di STF Driyarkara, Jakarta.
Dia juga mengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan pascasarjana Universitas Indonesia (UI).
Lili mengenal Mudji Sutrisno sejak tahun ’80-an, saat Mudji baru kembali dari Roma dan Lili menjadi mahasiswa STF Driyarkara.
Lili adalah murid Mudji Sutrisno saat Mudji baru menjadi dosen.
“Gaya bicaranya lugas, tapi kosa kata dan diksi yang dipakai cenderung susastrawi. Padahal bahasa filsafat amat ketat dengan logika, koherensi, dan sistematika. Ada kemiripan dengan gaya Romo Mangunwijaya. Saya langsung mengendus ‘Itu gaya khasnya! Bisa mudah masuk ke publik’,” kata Lili.
Sejak saat itu, Romo produktif berkiprah di pelbagai bidang. Tulisannya banyak muncul di media massa, buku-buku dihasilkan, dan pembahasannya merentang pada ranah yang luas.
Mudji Sutrisno juga menghasilakn karya dalam bentuk lukisan-lukisan.
“Dan betul! Sejak 1980-an itu ia berkiprah ke sana-sini, sastra, politik, budaya, agama, dan sebagainya,” kata Lili.
Lili dan Mudji punya kesamaan minat yakni Filsafat Timur. Mudji lama mengampu materi Filsafat India sebagai dosen di STF Driyarkara sejak masa mudanya.
Lili mengenang karya-karya Mudji Sutrisno dan yang berkesan adalah karyanya tentang Zen Buddhisme. Ada buku Mudji Sutrisno berjudul “Zen Buddhis: Ketimuran dan Paradoks Spiritual” tahun 2002 dan “Zen dan Fransiskus” tahun 1983.
“Selamat jalan, sahabat!” ucap Lili.
Alumni STF Driyarkara dan mantan Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, mengenang Mudji Sutrisno sebagai sosok yang mencintai kepentingan publik.
“Kecintaan dan perhatian pada kebaikan publik beliau tunjukkan ketika menjadi anggota KPU dan berbagai lembaga ad hoc lainnya. Bagaimana sebagai rohaniwan Romo Mudji ingin mewujudkan keterlibatan konkret pada urusan publik,” kata Yustinus Prastowo, dihubungi terpisah oleh
Kompas.com
.
Mudji Sutrisno juga pernah menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2001-2003. Menurut situs Lembaga Pers Dr Soetomo, Mudji Sutrisno mengundurkan diri dari KPU karena kala itu hendak fokus sebagai dosen.
Di mata Yustinius, sahabatnya tersebut merupakan sosok yang penuh empati. Sosok yang sering tampil di muka publik mengenakan kacamata dan rambut gondrong itu dikenangnya sebagai pria yang ramah.
“Saya mengenal dan bersahabat dekat dengan beliau. Sosok yang rendah hati, penuh empati, dan ramah. Beliau punya perhatian besar pada kemanusiaan selain seni budaya,” kata Yustinus.
Mudji Sutrisno meninggal dunia
di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, Minggu (28/12/2025) pukul 20.43 WIB karena sakit.
Misa requiem akan digelar pada Senin (29/12/2025) dan Rabu (30/12/2025) pukul 19.00 WIB di Kapel Kolese Kanisius, Jakarta.
Jenazahnya akan diberangkatkan ke Girisonta, Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 30 Desember 2025 pukul 21.00 WIB.
Prosesi pemakaman akan diadakan pada tanggal 31 Desember 2025, didahului dengan Ekaristi pukul 10.00 di Gereja Paroki, lantas dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Mari Ratu Damai, Girisonta.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2022/10/04/633b9d2c68866.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
4 Musuh Israel Bertambah, Al Shabaab Siap Perang Usai Netanyahu Akui Somaliland Internasional
Musuh Israel Bertambah, Al Shabaab Siap Perang Usai Netanyahu Akui Somaliland
Penulis
MOGADISHU, KOMPAS.com
– Kelompok milisi Al Shabaab di Somalia menjadi musuh terbaru Israel, menyusul keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui kemerdekaan Somaliland pada Jumat (26/12/2025).
Al Shabaab
pada Sabtu (27/12/2025) menyatakan, akan menentang segala bentuk upaya
Israel
memanfaatkan wilayah
Somaliland
.
Adapun langkah Netanyahu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang mengakui pemisahan Somaliland dari
Somalia
pada 1991.
“Kami tidak akan menerimanya, dan kami akan melawannya,” kata juru bicara Al Shabaab, Ali Dheere, seperti dikutip dari
AFP
.
Menurut Dheere, pengakuan Israel terhadap Somaliland mencerminkan upaya memperluas pengaruh ke wilayah Somalia.
Ia pun menyayangkan adanya warga Somalia yang menyambut pengakuan tersebut dengan antusias.
“Sungguh penghinaan tingkat tertinggi hari ini, melihat sebagian warga Somalia merayakan pengakuan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,” ucapnya.
Somalia sendiri telah memerangi kelompok Al Shabaab selama hampir dua dekade.
Meskipun keamanan di Ibu Kota Mogadishu membaik, konflik bersenjata masih terus berlangsung di sejumlah daerah.
Dengan perlawanan yang dilontarkan Al Shabaab, musuh Israel kini bertambah setelah Hamas, Hizbullah, Houthi, Iran, dan beberapa kelompok bersenjata lainnya.
Penolakan juga datang dari Uni Afrika. Kepala Uni Afrika Mahamoud Ali Youssouf menegaskan pentingnya menghormati batas-batas wilayah di Afrika.
“Setiap upaya untuk merusak persatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial Somalia berisiko menciptakan preseden berbahaya dengan implikasi luas bagi perdamaian dan stabilitas di seluruh benua,” ujarnya.
Youssouf menegaskan, setiap bentuk inisiatif yang bertujuan mengakui Somaliland sebagai entitas independen harus ditolak.
“Somaliland tetap menjadi bagian integral dari Republik Federal Somalia,” tegasnya.
Turkiye dan Mesir turut menyuarakan penolakan. Pemerintah Ankara menyebut pengakuan Israel sebagai bentuk campur tangan terang-terangan terhadap urusan dalam negeri Somalia.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan dukungan penuh bagi kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia.
“Penghormatan terhadap persatuan, kedaulatan, dan integritas wilayah negara merupakan pilar fundamental stabilitas sistem internasional dan tidak boleh dilanggar atau diabaikan dengan dalih apa pun,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Mesir.
Sumber: Kompas.com (Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh)
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/29/69521ff181cf7.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/29/695217d44babf.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/27/694fbbf71e0c7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/29/695205cac38e7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)