Category: Kompas.com Metropolitan

  • RW di Depok Akan Dapat Rp 300 Juta Mulai 2026
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        30 Desember 2025

    RW di Depok Akan Dapat Rp 300 Juta Mulai 2026 Megapolitan 30 Desember 2025

    RW di Depok Akan Dapat Rp 300 Juta Mulai 2026
    Penulis

    DEPOK, KOMPAS.com –
    Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersiap menjalankan kebijakan pembangunan berbasis lingkungan dengan menggulirkan dana Rp 300 juta untuk setiap Rukun Warga (RW) mulai tahun 2026.
    Program tersebut menjadi bagian dari 20 program unggulan yang disiapkan Pemkot
    Depok
    seiring dimulainya implementasi penuh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
    Skema ini dirancang untuk mendorong pemerataan pembangunan di tingkat lingkungan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat.
    Sebelumnya, Pemkot Depok telah mematangkan perencanaan pelaksanaan 20 program unggulan tahun 2026 melalui rapat koordinasi bersama perangkat daerah, camat, dan lurah.
    Rapat tersebut digelar di Aula Edelweis Gedung Balai Kota Depok, Senin (22/12/25), dan dibuka Wali Kota Depok, Supian Suri.
    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Dadang Wihana, menjelaskan bahwa implementasi RPJMD telah mulai dijalankan secara terbatas pada 2025 yang masih berada dalam masa transisi, dan akan dilaksanakan secara menyeluruh mulai 2026.
    Seluruh program unggulan Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah ditetapkan sebagai prioritas pembangunan lima tahun ke depan.
    “Pada tahun 2026 terdapat 20 program unggulan yang akan kami jalankan. Saat ini kami sedang menyusun Peraturan Wali Kota terkait SOP pelaksanaan dana kelurahan berbasis RW,” ujar Dadang, Senin (22/12/25), dikutip dari situs resmi Pemkot Depok.
    Salah satu program unggulan yang mulai digulirkan pada 2026 adalah Dana RW.
    Pemkot Depok mengalokasikan anggaran sebesar Rp 300 juta untuk setiap RW, dengan total anggaran mencapai Rp 274 miliar.
    Program ini disusun untuk memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan lingkungan melalui pengaturan menu kegiatan yang bersifat mandatory dan pilihan.
    Dalam pelaksanaannya, dana RW akan dikelola oleh RW dan kelurahan.
    Karena itu, penguatan tim kerja dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dari skema pengelolaan, khususnya untuk kegiatan infrastruktur dan swakelola.
    “Dana RW dikelola oleh RW dan kelurahan, sehingga perlu tim kerja yang kuat, terutama untuk kegiatan infrastruktur dan swakelola. Partisipasi masyarakat juga harus ditingkatkan agar kualitas dan akuntabilitas tetap terjaga,” jelasnya.
    Dadang menambahkan, lurah akan berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengelolaan dana RW.
    Peran tersebut dinilai krusial untuk memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi warga.
    Selain membahas kesiapan program unggulan 2026, rapat koordinasi juga menyiapkan arah pembangunan Kota Depok pada 2027.
    Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan infrastruktur yang menunjang mobilitas warga, penanganan banjir, peningkatan layanan dasar pendidikan dan kesehatan, serta penguatan sektor ekonomi.
    “Diharapkan melalui koordinasi yang solid dan kolaboratif, pembangunan Kota Depok ke depan dapat berjalan lebih efektif, merata, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan serta kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
    Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan bahwa realisasi program dana Rp 300 juta per RW harus berjalan optimal mulai 2026 agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
    Ia meminta perencanaan program dimatangkan agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di setiap wilayah.
    “Program dana RW Rp 300 juta diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga, sehingga mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kota Depok,” ujar Supian, Senin (22/12/25).
    Saat ini, Bappeda Kota Depok tengah menyusun Peraturan Wali Kota yang mengatur mekanisme pelaksanaan dana RW pada 2026.
    Pemkot Depok juga berencana membuka layanan pengaduan atau crisis center untuk memudahkan Ketua RW, lurah, dan camat berkonsultasi terkait perencanaan serta alokasi penggunaan dana tersebut.
    “Nantinya Pak RW, Pak Lurah, atau Pak Camat bisa berkonsultasi terkait perencanaan dan alokasi penggunaan dana RW yang digunakan melalui crisis center tersebut,” terangnya.
    Supian Suri juga meminta dukungan seluruh perangkat daerah agar seluruh program unggulan Pemkot Depok dapat berjalan optimal sesuai dengan perencanaan.
    “Saya minta bantuan semua perangkat daerah, camat, dan lurah untuk menyukseskan program-program unggulan ini,” tandasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Damkar Tangsel Lakukan Pendinginan Usai Kebakaran Toko Material dan Bengkel
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        30 Desember 2025

    Damkar Tangsel Lakukan Pendinginan Usai Kebakaran Toko Material dan Bengkel Megapolitan 30 Desember 2025

    Damkar Tangsel Lakukan Pendinginan Usai Kebakaran Toko Material dan Bengkel
    Tim Redaksi
    TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com –
    Satu mobil pemadam kebakaran (damkar) Tangerang Selatan dikerahkan untuk melakukan pendinginan usai kebakaran toko material dan bengkel di Cirendeu, Ciputat, Selasa (30/12/2025).
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    , mobil damkar melakukan pendinginan di beberapa titik api dari dua bangunan itu.
    Personel yang berjumlah sekitar lima orang melakukan penyemprotan air ke sisa-sisa bangunan yang masih mengeluarkan asap guna mencegah munculnya kembali titik api.
    Penyemprotan tersebut difokuskan pada bagian dalam bangunan yang sebelumnya menjadi pusat
    kebakaran
    .
    Setelah melakukan pendinginan, asap putih pun perlahan menghilang.
    Meskipun begitu, bau hangus masih tercium di sekitar lokasi kebakaran itu.
    Petugas pun menghentikan penyemprotannya dan melakukan pengecekan di beberapa titik api.
    Setelah dipastikan kondisi sudah padam, para petugas langsung menggulung selang dan bersiap untuk meninggalkan lokasi kebakaran.
    Sekitar pukul 12.45 WIB, petugas damkar meninggalkan tempat kejadian setelah titik api dipastikan padam.
    Diketahui, toko material dan bengkel yang juga digunakan sebagai tempat tinggal di
    Ciputat Timur
    ,
    Tangerang Selatan
    , terbakar pada pukul 01.20 WIB.
    Dalam kebakaran tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
    “Objek yang terbakar merupakan toko material dan bengkel yang juga difungsikan sebagai tempat tinggal. Ada sekitar 90 persen yang terbakar,” kata Komandan Pleton (Danton) Alpha Dinas
    Pemadam Kebakaran
    dan Penyelamatan Tangerang Selatan, Gunawan kepada Kompas.com, Selasa.
    Gunawan mengatakan, anggotanya tiba di lokasi kejadian pada pukul 01.30 WIB, sepuluh menit setelah laporan diterima.
    Dalam proses pemadaman, unit damkar yang dikerahkan sebanyak 14 unit pemadam kebakaran dan
    rescue
    , termasuk tiga unit bantuan dari Kota Depok.
    Menurut Gunawan, api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan.
    Ia menyebut, sekitar 90 persen area toko material, bengkel, sekaligus tempat tinggal tersebut terbakar.
    Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 06.30 WIB.
    “Pemadaman dinyatakan selesai pukul 06.30 WIB. Saat ini kondisi sudah hijau dan kondusif, serta tidak ada hambatan dalam penanganan,” jelas Gunawan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Buruh Ancam Demo Lagi dan Gugat ke PTUN jika Dedi Mulyadi Tak Ubah Nilai UMSK
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        30 Desember 2025

    Buruh Ancam Demo Lagi dan Gugat ke PTUN jika Dedi Mulyadi Tak Ubah Nilai UMSK Megapolitan 30 Desember 2025

    Buruh Ancam Demo Lagi dan Gugat ke PTUN jika Dedi Mulyadi Tak Ubah Nilai UMSK
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Massa buruh mengancam bakal demo lanjutan dan menggugat Upah Minimum Sektoral Kabupaten dan Kota (UMSK) Jawa Barat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 
    Hal tersebut akan dilakukan jika Gubernur Jawa Barat
    Dedi Mulyadi
    tidak mengubah nilai UMSK sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025.
    “Bilamana Pemerintah Pusat tidak mau meminta Dedi Mulyadi mengembalikan
    UMSK Jawa Barat
    tersebut, maka aksi akan berlanjut. Habis Lebaran, aksi lagi. Sampai kapan? Sampai Dedi Mulyadi mematuhi Peraturan Pemerintah,” kata Presiden  Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (
    KSPI
    ) Said Iqbal saat demo di Monas, Jakarta Pusat pada Selasa (30/12/2025).
    Ia menilai kebijakan Dedi Mulyadi bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.
    Menurut Said, dalam aturan tersebut UMSK tidak dapat diubah oleh gubernur, sementara yang dapat disesuaikan hanya Upah Minimum Kabupaten dan Kota (UMK).
    “Nilai UMSK yang sudah direkomendasikan bupati dan wali kota tidak boleh diubah. Kalau tetap diubah, itu pelanggaran terhadap PP, ucapnya.
    Selain demo lanjutan, Said mengungkapkan pihaknya sedang menyiapkan langkah hukum dengan mengajukan gugatan ke PTUN terhadap keputusan Gubernur Jawa Barat terkait penetapan UMSK tersebut.
    “Cara lain, kami juga sedang mempersiapkan
    gugatan PTUN
    terhadap keputusan Dedi Mulyadi ini,” ujarnya.
    Said menambahkan, aksi buruh tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga berlangsung di Jawa Barat.
    “Massa dari berbagai daerah di Jawa Barat, (yaitu) Cirebon, Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Bogor, Depok. Sisi selatan Majalengka, Bandung Raya, Cianjur, dan Sukabumi. Semua bergerak,” ujar dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Usai Pengusiran Nenek Elina, Eri Cahyadi Ancam Bubarkan Ormas Preman di Surabaya
                        Regional

    3 Usai Pengusiran Nenek Elina, Eri Cahyadi Ancam Bubarkan Ormas Preman di Surabaya Regional

    Usai Pengusiran Nenek Elina, Eri Cahyadi Ancam Bubarkan Ormas Preman di Surabaya
    Tim Redaksi

    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengancam akan membubarkan organisasi masyarakat (ormas) yang terbukti melakukan praktik premanisme.
    Langkah itu untuk merespons kasus pengusiran
    Nenek Elina
    Widjajanti (80) dari rumahnya di Dukuh Kuwukan, Lontar, Sambikerep,
    Surabaya
    , oleh orang yang mengaku anggota ormas.
    “Jadi, ketika itu yang melakukan atas nama organisasi masyarakat, maka proses hukum harus berjalan,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Selasa (30/12/2025).
    “Dan kita juga akan merekomendasikan untuk dibubarkan ormas itu ketika melakukan premanisme di Kota Surabaya,” imbuhnya.
    Eri mengaku tidak ingin ada praktik premanisme yang meresahkan warga Surabaya.
    Pihaknya akan melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi tindak premanisme.
    Salah satunya, kata dia, dengan membentuk
    Satgas Anti-Premanisme
    di Surabaya.
    Satgas tersebut merupakan petugas gabungan dari TNI, Polri, dan sejumlah tokoh masyarakat.
    Kemudian, lanjut Eri, masyarakat juga bisa langsung melapor ketika menjadi korban aksi premanisme.
    Dengan demikian, pihaknya bisa langsung melakukan penindakan.
    “Kita tidak ingin ada premanisme dan kegiatan apa pun yang meresahkan masyarakat. Maka, ada yang melakukan ini (premanisme), hukumnya haram di Surabaya,” jelasnya.
    Diberitakan sebelumnya, Eri berniat membentuk Satgas Anti-Preman bersama TNI, Polri, dan tokoh masyarakat sebagai langkah preventif agar tindakan serupa tidak terulang lagi.
    “Kita buatkan tempat di Pemkot Surabaya untuk Satgas Anti-Preman. Surabaya harus aman,” kata Eri melalui rilisannya, Senin (29/12/2025).
    “TNI, Polri, dan seluruh elemen suku akan bergabung. Siapa pun yang melakukan premanisme akan ditindak dan dihilangkan dari kota ini,” tambahnya.
    Di sisi lain, Eri mengimbau seluruh masyarakat menyerahkan proses kasus Nenek Elina kepada aparat kepolisian agar tidak terjadi gesekan antarwarga di Surabaya.
    “Ayo warga Surabaya, kita saling menjaga dan mengawal proses hukumnya hingga tuntas dan Nenek Elina mendapatkan keadilan,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Diresmikan Wapres Gibran, Ladang Jagung di Tangerang Kini Terbengkalai dan Dipenuhi Rumput Liar
                        Regional

    1 Diresmikan Wapres Gibran, Ladang Jagung di Tangerang Kini Terbengkalai dan Dipenuhi Rumput Liar Regional

    Diresmikan Wapres Gibran, Ladang Jagung di Tangerang Kini Terbengkalai dan Dipenuhi Rumput Liar
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Ladang jagung di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, tampak dipenuhi rumput liar.
    Ladang ini sebelumnya diresmikan
    Wakil Presiden
    RI Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2025 sebagai bagian dari program
    Ketahanan Pangan
    Nasional.
    Pantauan Kompas.com di lokasi, Selasa (30/12/2025) siang, ribuan pohon jagung terlihat tumbuh dengan tinggi yang tidak merata.
    Di bagian depan ladang, sejumlah tanaman jagung telah berbuah dengan tinggi sekitar satu meter. Mayoritas batang dan daunnya tampak menguning.
    Sementara di bagian belakang ladang, kondisi tanaman lebih memprihatinkan. Banyak pohon jagung tumbuh lebih pendek, bahkan sebagian roboh.
    Di hampir seluruh area, rumput liar tumbuh lebat, sebagian lebih tinggi dan menutupi pohon jagung. Siang itu, tidak terlihat aktivitas penjagaan di ladang tersebut.
    Ada juga sejumlah warga yang berada di lokasi  sedang mencari rumput pakan ternak.
    “Enggak ada yang jaga, sudah lama. Awal-awal dulu ada, tapi belakangan enggak pernah lihat,” ujar Supriatna, salah satu warga yang tengah mencari rumput.
    Sepengetahuan dia, rumput liar di ladang tersebut tidak pernah dibersihkan sehingga tumbuh subur dan dimanfaatkan warga untuk pakan sapi.
    Sementara jagung yang telah berbuah, menurut dia, tidak pernah ada aktivitas panen.
    “Kalau lihat dari pohonnya, ini jagung hibrida, buat pakan ternak. Kondisinya juga enggak bagus,” kata Supriatna.
    Kapolresta
    Tangerang
    Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada membantah anggapan bahwa ladang jagung tersebut mengalami gagal panen.
    Ia menyebut program budidaya jagung di Desa Bantarpanjang saat ini masih berada dalam tahap evaluasi teknis.
    “Program budidaya penanaman jagung ini merupakan bagian dari dukungan ketahanan pangan dan masih terus dimonitor untuk memastikan keberlanjutan serta perbaikan hasil tanam,” ujar Indra melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa.
    Ia menjelaskan, program tersebut merupakan kerja sama Polda Banten dan Polresta Tangerang dengan PT MSD Corpora Internasional.
    Total luas areal program mencapai sekitar 50 hektare, dengan luas tanam aktif sekitar 20 hektare yang terbagi dalam tiga blok, yakni Blok A, Blok B, dan Blok C.
    Menurut Indra, seluruh tahapan budidaya, mulai dari pembersihan lahan, pengolahan tanah, pemupukan dasar, penanaman, hingga pemeliharaan, dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lahan.
    Dia mengakui, pertumbuhan tanaman pada fase awal memang belum menunjukkan hasil optimal. 
    Kondisi tersebut dipengaruhi karakteristik lahan berupa tanah merah kekuningan yang minim unsur hara, lapisan top soil yang tipis, serta bercampur batuan padas.
    Selain itu, curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir juga berdampak pada erosi tanah serta hanyutnya sebagian unsur hara dan pupuk yang telah diaplikasikan.
    “Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan tanaman belum seragam. Sebagian tanaman tumbuh pendek dan ukuran tongkol masih relatif kecil serta tidak merata,” jelasnya.
    Namun demikian, Indra Waspada menegaskan kondisi tersebut bukan indikator berhentinya ataupun gagalnya program ketahanan pangan.
    “Program budidaya jagung ini tidak berhenti pada satu siklus tanam,” ujarnya.
    Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan, di antaranya penataan ulang lahan dengan membagi area tanam menjadi dua blok utama masing-masing seluas sekitar 10 hektare hingga membangun sistem drainase.
    Selain itu, direncanakan pula pembangunan embung sebagai sarana pengelolaan air, serta kandang ternak terintegrasi guna mendukung sistem pertanian terpadu.
    “Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, dan mendukung produktivitas tanaman pada fase tanam berikutnya,” kata Indra.
    Ia menambahkan, program tanam jagung tersebut dirancang sebagai proses jangka menengah hingga panjang.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Istri yang Dianiaya Suami di Depok Bakal Dapat Pendampingan Psikologis
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        30 Desember 2025

    Istri yang Dianiaya Suami di Depok Bakal Dapat Pendampingan Psikologis Megapolitan 30 Desember 2025

    Istri yang Dianiaya Suami di Depok Bakal Dapat Pendampingan Psikologis
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com –
    Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan memberikan pendampingan psikologis kepada AA (19) setelah menjadi korban penganiayaan suaminya, Rifqi Aditya (20), di Bedahan, Kota Depok.
    “Kami akan melakukan pendampingan psikologis bagi korban,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok Nessi Annisa Handari saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Selasa (30/12/2025).
    Nessi menjelaskan, korban baru saja menjalani operasi pada mata kirinya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kondisi korban saat ini terus membaik, dan diharapkan segera bisa menjalani perawatan rawat jalan.
    Tindakan penganiayaan ini mendapat perhatian serius karena masih terjadi di wilayah Kota Depok. Pemkot Depok berkomitmen membiayai seluruh perawatan korban di rumah sakit.
    “Kami berkolaborasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan sudah memfasilitasi pembiayaan korban di RSCM,” tutur Nessi.
    “Dan jika dibutuhkan, kami juga akan melakukan pendampingan hukum bagi korban,” tambahnya.
    Sebelumnya diberitakan, Rifqi Aditya ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap sang istri berinisial AA di rumahnya daerah Bedahan, Kota Depok.
    Insiden yang terjadi pada Selasa (23/12/2025) bermula saat Rifqi hendak meminjam ponsel korban untuk bermain gim
    online
    . Saat itu, ponselnya sedang ditinggal untuk mengisi daya baterai.
    Namun, korban menolak meminjamkan ponselnya sehingga terjadi cekcok antara keduanya.
    “Kemudian terjadilah beberapa kali tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku,” ungkap Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi, Senin (29/12/2025).
    Berdasarkan pemeriksaan, Rifqi memukul wajah korban menggunakan tangan, melempar ponselnya ke wajah kiri hingga mata korban mengalami luka parah.
    Tak hanya itu, paha korban juga sempat diinjak pelaku.
    “Ketika pelemparan tersebut, korban dengan serta merta meringis kesakitan dan kemudian segera dilakukan penanganan lebih lanjut ke rumah sakit,” jelas Made.
    Akibatnya, korban mengalami luka parah di mata kirinya dan menjalani operasi di RSCM, Jakarta.
    Menurut pengakuannya, Rifqi baru pertama kali menganiaya korban setelah sebelumnya sudah sering cekcok terkait rumah tangga.
    Polisi juga menyebut pelaku terkonfirmasi positif ganja dan sabu saat menganiaya korban.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Konsumsi Ikan Hasil Mancing di Kali Tercemar Limbah Terancam Gangguan Kesehatan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        30 Desember 2025

    Konsumsi Ikan Hasil Mancing di Kali Tercemar Limbah Terancam Gangguan Kesehatan Megapolitan 30 Desember 2025

    Konsumsi Ikan Hasil Mancing di Kali Tercemar Limbah Terancam Gangguan Kesehatan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Di tengah tercemarnya kali-kali di Jakarta oleh limbah, aktivitas memancing justru intens dilakukan banyak warga.
    Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI
    Jakarta
    , 13 anak sungai di ibu kota kondisinya masih tercemar sampai saat ini.
    “Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh DLH DKI Jakarta bahwa 13 anak sungai di Jakarta masih dalam kondisi tercemar,” ucap Humas DLH Jakarta Yogi Ikhwan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Senin (29/12/2025).
    Dari 120 titik sungai yang dipantau, 60 persen di antaranya masuk ke dalam kategori tercemar berat, 34 persen lagi tercemar sedang, dan tujuh persen tercemar ringan.
    Tercemarnya kali di Jakarta oleh limbah tentu saja membuat biota atau makhluk yang hidup di dalamnya seperti ikan akan terganggu, bahkan mati.
    Kondisi tersebut pun membuat para pemancing kesulitan untuk mendapatkan ikan dari kali atau sungai yang ada di Jakarta.
    Hal itu yang dialami Ilyas (50) yang rutin memancing di Kali Cengkareng Drain, Pantai Indah Kapuk (PIK) 1, Penjaringan, Jakarta Utara.
    “Warna airnya juga berubah-ubah, kadang kalau musim kemarau hitam itu limbah udah malas kalau hitam begitu dan ikannya mati juga pada, susah percuma sia-sia,” tutur Ilyas saat diwawancarai
    Kompas.com
    di lokasi, Senin.
    Menurut data dari DLH, Kali Cengkareng Drain memang sudah masuk dalam kategori tercemar sedang mendekati berat dengan Indeks Pencemar (IP) sekitar 9,37 – 9,87.
    Namun, karena sudah hobi dari kecil, Ilyas tetap memancing di Kali Cengkareng Drain meski jarang dapat ikan dan sudah tercemar limbah.
    Sebab, jika memilih memancing di kali, Ilyas hanya sekadar menghilangkan stres, bukan berniat untuk mencari ikan.
    “Kalau di kali bisa ngilangin stres, tapi kalau di empang paling nyari ikan buat keluarga,” tutur dia.
    Kebanyakan hasil pancingannya di kali adalah ikan lele dan langsung ia bawa pulang ke rumah untuk diolah, serta dimakan bersama anak dan istrinya.
    Bagi Ilyas, rasa ikan yang didapat dari Kali Cengkareng Drain tetap sama enaknya, seperti ikan yang biasa ia beli di tukang sayur atau pasar.
    “Dapat di sini paling ikan lele diolah buat dimakan, sama aja rasanya kaya di empang, karena ikan lele biasanya ikan buangan orang,” jelas dia.
    Sama seperti Ilyas, warga lain bernama Ridwan (32) juga sangat hobi memancing ikan di Kali Cengkareng Drain.
    “Kalau libur Sabtu dan Minggu mancing di sini, lumayan banyak ikannya patin, mujair, lele,” kata dia.
    Biasanya, Ridwan dapat membawa pulang sekitar lima ekor ikan dengan berbagai jenis ukuran setelah seharian memancing di Kali Cengkareng Drain.
    Bahkan, belum lama ia berhasil mendapatkan ikan patin seberat enam kilogram dari kali tersebut dan ia langsung bawa pulang.
    Ikan patin hasil tangkapannya tersebut diolah dan dijadikan sebagai lauk makan bersama keluarganya di rumah.
    Bagi Ridwan, rasa ikan hasil pancingnya tetap nikmat, meski berasal dari kali yang sudah tercemar limbah.
    “Saya enggak takut konsumsi ikan dari sini, yang penting enak dan Bismillah aja udah dan Insyaallah bergizi,” tutur dia.
    Pemancing lain bernama Susino (50) juga mengaku, pernah mengonsumsi ikan hasil pancingannya di Kali Cengkareng Drain.
    “Ikan dari kali ini pernah dimakan, enak rasanya, enggak ada yang beda,” ucap dia.
    Namun, hal tersebut tidak sering dilakukan Susino karena tahu bahwa kali favoritnya untuk memancing sudah tercemar limbah sejak lama.
    Alhasil, ketika mendapatkan ikan ia lebih memilih untuk menampungnya di bak rumah terlebih dahulu dan tinggal mengambilnya apabila ingin dimasak.
    Biasanya, Susino baru berani mengonsumsi ikan yang didapatkannya dari kali, usai dua hingga tiga minggu berada di bak rumahnya.
    Sebab, dengan jangka waktu tersebut, ia yakin ikan-ikan yang selama ini terkontaminasi dengan limbah, sudah jauh lebih bersih karena terkena air di rumahnya.
    “Dibilang takut sih takut tapi jarang-jarang, cuma kan enggak kita konsumsi langsung, selang sebulan atau dua minggu baru dikonsumsi,” ungkap dia.
    Selain dikonsumsi sendiri, Susino juga sering memberikan ikan hasil pancingannya itu ke tetangga yang mau secara cuma-cuma.
    Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP mengatakan, warga yang sering menghabiskan waktu untuk memancing ikan di
    kali tercemar limbah
    dapat mengalami gangguan kesehatan.
    Pasalnya, limbah yang mencemari air kali dan berasal dari industri, serta domestik rumah tangga mengandung berbagai zat berbahaya.
    “Itu dapat menimbulkan zat-zat berbahaya dan jangka panjang bisa menyebabkan pada gangguan paru-paru,” tutur Syam saat diwawancarai Kompas.com, Senin.
    Ia juga mengingatkan, bahwa limbah dapat mengandung bakteri, virus, jamur, mencemari ikan yang hidup di dalam kali, sehingga warga tidak boleh mengonsumsinya sembarangan.
    Ikan di kali yang tercemar limbah dapat mengandung logam berat dan mikroplastik.
    Jika dikonsumsi maka kandungan mikroplastik tersebut bisa masuk ke dalam tubuh.
    “Secara umum gangguan mikroplastik ini bisa menyebabkan gangguan ginjal jangka panjang dan gangguan lever jangka panjang,” ungkap Syam.
    Syam mengingatkan, warga Jakarta boleh saja hobi memancing asalkan memperhatikan kualitas ikan yang mereka dapatkan sebelum dikonsumsi.
    Jika kali yang menjadi tempat memancing itu tercemar limbah maka lebih baik dihindari dan ikannya tidak dikonsumsi keluarga.
    “Apabila kali menunjukan bau yang tidak sedap itu harus dihindari karena bau tersebut akan menimbulkan gangguan pernapasan apalagi orang-orang sensitif dengan kondisi gangguan paru-paru bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis,” sambung dia.
    Pakar Lingkungan dari Universitas Indonesia (UI) Mahawan Karuniasa juga mengingatkan agar warga tidak sembarangan mengonsumsi ikan yang didapatkan dari kali tercemar limbah.
    “Terkait dengan konsumsi hasil tangkapannya, ikan di perkotaan kan berada di biota atau habitat yang tercemar sehingga akumulasi berbagai zat pencemar yang ada di ikan itu juga harus berhati-hati jika ikan hasil pancingan ini dikonsumsi warga atau pun dijual,” ucap Mahawan saat dihubungi Kompas.com, Senin.
    Tak hanya mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan, memancing juga dapat memperburuk kondisi lingkungan kali yang sudah tercemar.
    Hal itu dapat terjadi jika warga memancing secara sembarangan di sungai.
    “Misalnya, menggunakan plastik, umpan berbahaya, kemudian kalau habis merokok ada putung rokok, kemudian hal-hal lain seperti limbah senar pancing yang dibuang sembarangan dan seterusnya, itu tentu saja bisa memperburuk kualitas air sungai,” tutur dia.
    Pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan para pemancing juga dapat mencemari dan merusak bantaran kali.
    Jika bantaran kali rusak maka potensi banjir pun akan meningkat.
    Mengingat dampaknya cukup fatal untuk kesehatan dan lingkungan, maka Mahawan menyarankan agar pemerintah membuat kebijakan untuk mengatur aktivitas memancing di kali.
    “Ada satu kebijakan bahwa misalkan ada zona aman dan tidak aman untuk memancing, termasuk dilarang mengonsumsi ikan yang dipancing dari tempat tertentu,” tutur Mahawan.
    Selain membuat kebijakan, pemerintah juga harus melakukan pengawasan dan pembatasan yang ketat agar tidak ada lagi warga yang memancing di kali penuh limbah.
    Lalu, pemerintah juga diminta untuk menyajikan informasi tentang kualitas air kali agar masyarakat tahu apakah lokasi memancingnya aman dari limbah atau tidak.
    Mahawan yakin, dengan adanya informasi tersebut masyarakat tidak lagi sembarangan memancing di kali yang sudah jelas-jelas tercemar limbah.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Setengah Abad Berdagang, Fauzy Tetap Bertahan di Pasar Loak Jalan Surabaya yang Sepi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        30 Desember 2025

    Setengah Abad Berdagang, Fauzy Tetap Bertahan di Pasar Loak Jalan Surabaya yang Sepi Megapolitan 30 Desember 2025

    Setengah Abad Berdagang, Fauzy Tetap Bertahan di Pasar Loak Jalan Surabaya yang Sepi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Setiap pagi, Fauzy (77) tiba lebih awal dibandingkan pedagang lain di Pasar Loak Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat.
    Sekitar pukul 08.00–09.00 WIB, pintu besi kios bernomor 199 miliknya sudah ia buka. Dengan gerakan pelan, ia menyingkirkan debu tipis dari etalase kayu tua yang menyimpan barang-
    barang antik
    , saksi bisu perjalanan hidupnya selama lebih dari setengah abad.
    Fauzy bukan sekadar
    pedagang barang antik
    . Ia adalah bagian dari sejarah Jalan Surabaya itu sendiri.
    Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Jalan Surabaya pada 1974, ia menyaksikan pasar loak tersebut tumbuh dari deretan lapak berantakan menjadi ruko-ruko tertata yang kini dikenal sebagai salah satu ikon wisata barang antik di Jakarta.
    “Kalau dibandingkan pasar loak lain, ini memang lebih tertata karena bentuknya ruko. Tapi dulu belum seperti sekarang, masih gerobok-gerobak,” lanjut dia.
    Fauzy masih ingat betul bagaimana awal pasar ini berdiri. Saat itu, hanya segelintir orang yang berani membuka lapak.
    “Awalnya yang berani itu orang-orang tua. Paling cuma tiga atau empat orang di ujung sana. Belum pakai pintu toko,” ujar dia mengenang.
    Perlahan, jumlah pedagang bertambah. Pemerintah kemudian menata kawasan tersebut menjadi ruko permanen.
    Kini, terdapat sekitar 202 kios yang seluruhnya berizin resmi dan berada di bawah naungan organisasi pedagang. Pasar ini pun telah bertahan hampir 50 tahun.
    Bagi Fauzy, Jalan Surabaya bukan sekadar tempat mencari nafkah. Ia adalah rumah kedua, bahkan mungkin rumah utama dalam perjalanan hidupnya sebagai perantau dari Bukittinggi, Sumatera Barat.
    “Saya orang Bukittinggi. Desa saya sekitar lima kilometer dari Jam Gadang,” kata Fauzy.
    Sebelum menetap di Jakarta, Fauzy sempat merantau ke Jambi. Ia datang ke Jalan Surabaya tanpa bekal pengetahuan tentang barang antik.
    “Awalnya saya enggak tahu apa-apa soal barang antik. Dulu malah dagang sayur, karena desa saya desa sayur. Semua dipelajari sambil jalan,” tutur dia.
    Sejak awal, Fauzy tidak pernah mengoleksi barang untuk kepentingan pribadi. Baginya, barang antik adalah komoditas dagang.
    “Sistemnya jual-beli. Barang biasanya datang dari rumah-rumah orang yang mau pindahan atau yang sudah bosan,” ujar dia.
    Ketika masa awal berdagang adalah cerita perjuangan, maka tahun-tahun setelahnya adalah masa keemasan.
    Fauzy mengenang periode akhir 1970-an hingga tahun-tahun berikutnya sebagai puncak keramaian Jalan Surabaya.
    “Dulu, sekitar tahun 1979-an, pasar ini ramai sekali,” kata dia.
    Namun, kondisi itu perlahan berubah. Dalam lima tahun terakhir, sepi menjadi kata yang paling sering diucapkan para pedagang.
    “Sekarang ini pasar sangat sepi. Ini yang paling parah,” ujar Fauzy.
    Fauzy menyebut pembeli datang tak menentu, bahkan tidak ada penglaris berhari-hari.
    “Jika pun ada transaksi, nilainya kecil. Kadang cuma Rp 100.000 sampai Rp 200.000,” lanjut Fauzy.
    Sementara itu, biaya tetap harus dibayar. Fauzy masih mengeluarkan iuran harian dan bulanan untuk keamanan dan organisasi.
    “Sekarang jangankan buat belanja dapur, buat kebutuhan pribadi saja sudah enggak cukup,” ujar dia pelan.
    Kini, Fauzy hidup dengan bantuan anak-anaknya. Dari empat anak, hanya anak pertama yang meneruskan usaha di kios sebelah.
    “Awalnya juga enggak ada minat sama sekali. Tapi akhirnya jalan juga,” kata dia.
    Bagi Fauzy, semua yang terjadi adalah bagian dari perubahan zaman. Ia menyadari pasar tak lagi seramai dulu. Namun, meninggalkan Jalan Surabaya bukan pilihan.
    “Sekarang saya cuma menunggu toko ini terisi penuh, supaya bisa makan sendiri saja,” katanya.
    Bukan untuk mengejar keuntungan besar, melainkan untuk bertahan. Di tengah Jakarta yang terus bergerak cepat, Fauzy memilih berjalan pelan.
    Setengah abad telah ia habiskan di Jalan Surabaya. Dan selama masih mampu, ia akan tetap duduk di balik etalase kayu tua itu, menjaga sisa-sisa masa lalu yang masih bernapas di tengah kota.
    “Ini sudah jadi sejarah hidup saya. Puluhan tahun saya di sini, dan insyaallah tetap di sini selama masih mampu,” tutur dia.
    Sepinya Jalan Surabaya tak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga tampak jelas bagi pengunjung.
    Rizky (22), mahasiswa, datang ke pasar ini hanya untuk melihat-lihat. Ia mengetahui keberadaan Pasar Loak Jalan Surabaya dari media sosial.
    “Barangnya menarik dan unik,” kata Rizky.
    “Tapi untuk beli masih mikir-mikir karena harganya enggak murah buat mahasiswa,” lanjutnya.
    Bagi Rizky, pasar ini lebih menyerupai tempat wisata alternatif.
    “Lebih ke jalan-jalan, foto-foto, lihat barang antik. Kayak nostalgia,” ujar Rizky.
    Hal serupa disampaikan Nabila (21), mahasiswa desain. Ia tertarik pada estetika barang-barang yang dipajang.
    “Banyak yang estetik. Tapi jujur, saya enggak ngerti mana yang antik beneran,” kata Nabila.
    Nabila datang tanpa niat belanja, hanya untuk bersantai dan melihat-lihat.
    “Datang cuma keliling, ngobrol, terus pulang. Kalau ada informasi tentang barangnya mungkin bakal lebih tertarik beli,” ujar Nabila.
    Fahri (24), pekerja swasta, juga baru pertama kali masuk meski sering melintas di Jalan Surabaya.
    “Suasananya tenang, tapi sepi juga. Banyak kios tutup,” kata Fahri.
    Ia mengaku belum berani membeli karena takut kemahalan. Fahri datang hanya untuk mengisi waktu luang.
    “Lebih ke nostalgia. Lihat-lihat barang lama,” ujarnya singkat.
    Kompas.com
    menelusuri kawasan Pasar Loak Jalan Surabaya dari ujung ke ujung, sejauh sekitar 450 meter.
    Di balik pintu-pintu itu, barang antik dipajang memenuhi ruang sempit. Patung kayu etnik, porselen bermotif klasik, hingga lampu gantung kristal tersusun rapi.
    Di beberapa kios, radio tabung, mesin tik, pemutar kaset pita, hingga proyektor film lawas berjajar berdebu.
    Deretan kaset pita dari berbagai era musik tersusun rapi, bersanding dengan alat elektronik kuno yang kini jarang digunakan.
    Di kios lain, topeng ukiran kayu, alat musik tradisional, hingga kain tenun digantung di depan toko, menciptakan kesan galeri seni terbuka.
    Meski dikenal sebagai pasar loak, penataan kawasan ini relatif rapi dibanding pasar loak lain di Jakarta.
    Trotoar lebar memungkinkan pengunjung berjalan nyaman. Beberapa kios menjual koper dan tas jinjing, ciri khas Jalan Surabaya sejak lama.
    Namun, di balik kerapian itu, suasana sunyi terasa kuat. Banyak kios tutup, sebagian hanya dijaga satu orang.
    Percakapan antarpedagang terdengar pelan, sesekali diselingi canda untuk mengusir jenuh.
    Ridhamal Barkah, kolektor barang antik, menilai Jalan Surabaya memiliki keunggulan dari sisi lokasi dan kenyamanan.
    “Strategis banget, jalurnya eksklusif,” kata Ridhamal saat dihubungi
    Kompas.com
    .
    Namun, dari sisi harga, ia menilai pasar ini kurang ramah bagi kolektor lokal.
    “Target pasarnya memang mancanegara. Harganya sudah enggak masuk,” ujar dia.
    Ridhamal juga menyoroti soal kurasi barang yang dijual di sana.
    “Banyak barang repro, bukan original,” kata dia.
    Meski demikian, ia mengakui kenyamanan berbelanja di Jalan Surabaya sulit ditandingi pasar loak lain.
    Menurut dia, pasar loak ideal adalah yang memungkinkan pedagang dan kolektor mendapatkan harga lebih variatif.
    “Kalau pasar loak, pedagang masih bisa muter barang,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Buruh Jabar Demo di Jakarta, Said Iqbal: Dedi Mulyadi Langgar Perintah Presiden
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        30 Desember 2025

    Buruh Jabar Demo di Jakarta, Said Iqbal: Dedi Mulyadi Langgar Perintah Presiden Megapolitan 30 Desember 2025

    Buruh Jabar Demo di Jakarta, Said Iqbal: Dedi Mulyadi Langgar Perintah Presiden
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden Partai Buruh Said Iqbal menjelaskan, sejumlah buruh dari Jawa Barat melakukan aksi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025), karena Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dianggap melanggar perintah presiden.
    Hal ini setelah
    Dedi Mulyadi
    mengubah Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 kabupaten/kota se-Jawa Barat yang dianggap melanggar Peraturan Pemerintah (PP) no. 49 Tahun 2025 tentang pengupahan
    “Jadi aksi akan berlanjut terus di Jawa Barat, tetapi diiringi dengan aksi di pusat. Karena apa? Ini pelanggaran terhadap perintah Presiden dalam PP Nomor 49 Tahun 2025,” ucap Saiq Iqbal saat diwawancarai di lokasi demonstrasi.
    Menurut dia, berdasarkan PP nomor 49 Tahun 2025 tersebut, UMSK tidak boleh diubah oleh Gubernur.
    “Dengan demikian, nilai UMSK yang sudah direkomendasikan para Bupati/Wali Kota tidak boleh diubah oleh KDM,” jelas Said Iqbal.
    Said juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Dedi Mulyadi. Menurut dia, Dedi Mulyadi sempat berjanji tidak akan mengubah keputusan terkait UMSK yang direkomendasikan oleh Bupati dan Walikota.
    “Tapi apa lacur, dia berbohong, terus menggunakan media sosial. Jadi kan kawan-kawan tahulah,
    playing victim,”
    kata Said.
    “Cukup KDM, enggak penting buat kami. Dan Anda sudah melawan keputusan Presiden,” imbuh dia.
    Sebelum aksi yang digelar di Jakarta pada hari ini, para buruh Jawa Barat juga sudah menggelar beberapa aksi di wilayah Jawa Barat terkait isu UMSK.
    Massa buruh juga akan terus melakukan aksi lanjutan apabila pemerintah pusat tidak mau meminta Dedi Mulyadi mengembalikan UMSK Jawa Barat tersebut.
    “Untuk Jawa Barat aksi pasti terus-menerus. Habis Lebaran, aksi lagi. Sampai kapan aksi itu? Sampai KDM mematuhi peraturan pemerintah,” kata dia.
    Diketahui, Dedi Mulyadi hanya menetapkan UMSK untuk 11 kabupaten/kota dari total 18 kabupaten/kota yang memberikan rekomendasi.
    Sedangkan 7 kabupaten/kota lainnya dihapus.
    Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional Jabar Dadan Sudiana mengatakan, UMSK memiliki peran penting karena mengatur upah pekerja di sektor-sektor unggulan yang berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
    Menurut dia, penetapan UMSK seharusnya mempertimbangkan karakteristik sektor usaha serta rekomendasi pemerintah daerah.
    Ia menilai penghapusan atau pengurangan UMSK berpotensi membuat upah pekerja sektoral tidak meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
    “UMSK kan lebih besar dari UMK. Kalau UMSK-nya nggak ada, berkurang tuh nilainya dari tahun kemarin,” terang Dadan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • DLH Catat 13 Anak Sungai di Jakarta Tercemar, tapi Warga Masih Asyik Memancing
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        30 Desember 2025

    DLH Catat 13 Anak Sungai di Jakarta Tercemar, tapi Warga Masih Asyik Memancing Megapolitan 30 Desember 2025

    DLH Catat 13 Anak Sungai di Jakarta Tercemar, tapi Warga Masih Asyik Memancing
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat sebanyak 13 anak sungai di Jakarta masih dalam kondisi tercemar.
    “Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh DLH DKI Jakarta bahwa 13 anak sungai di Jakarta masih dalam kondisi tercemar,” ujar Humas DLH Jakarta, Yogi Ikhwan alam keterangan tertulisnya yang diterima
    Kompas.com
    , Senin (29/12/2025).
    Dari 120 titik sungai yang dilakukan pemantauan, 60 persen di antaranya sudah mengalami pencemaran berat, 34 persen lainnya tercemar sedang, dan tujuh persen di antaranya masuk kategori tercemar ringan.
    Kali Cengkareng Drain yang selama ini menjadi salah satu tempat favorit warga memancing ikan sudah masuk ke dalam kategori hampir tercemar berat.
    “Cengkareng Drain memiliki dua titik pemantauan. Berdasarkan hasil pemantauan disimpulkan bahwa Cengkareng Drain masuk ke dalam kategori cemar sedang hampir masuk kategori cemar berat dengan nilai Indeks Pencemar (IP) yaitu 9,37 – 9,87,” tutur Yogi.
    Yogi menambahkan, aktivitas memancing yang dilakukan warga kadang ikut memperburuk kondisi sungai, misalnya melalui sampah sisa umpan, putung rokok, atau senar pancing yang dibuang sembarangan.
    “Kegiatan memancing bisa memperburuk
    kualitas air
    sungai apabila menggunakan umpan berbahaya atau tidak tertib. Selain itu, sampah yang ditinggalkan di bantaran sungai meningkatkan pencemaran,” katanya.
    Meski kondisi sungai tercemar, warga tetap memanfaatkan Kali Cengkareng Drain untuk memancing.
    Ilyas (50), salah satu pemancing, mengaku rutin datang setiap Sabtu dan Minggu.
    “Biasanya dari pagi sampai sore, meskipun air kali kotor dan kadang berbau. Memancing buat saya sekaligus melepas stres,” kata Ilyas.
    Hal senada diungkapkan Ridwan (32) yang memancing menggunakan umpan alami seperti usus ayam.
    “Kalau pakai umpan alami, setidaknya tidak menambah masalah. Harapannya pemerintah bisa menaruh ikan di kali supaya pemancing dapat hasil dan aman untuk keluarga,” ujarnya.
    DLH pun terus melakukan upaya pengawasan dan penanganan limbah, termasuk menempatkan petugas untuk pembersihan rutin serta mengkaji sumber pencemar di sejumlah anak sungai.
    Pengkajian sudah dilakukan pada lima anak sungai, yaitu Ciliwung, Cipinang, Sunter, Cideng, dan Grogol, sementara delapan anak sungai lainnya akan menyusul dikaji.
    Selain itu, upaya lain yang dilakukan meliputi finalisasi SOP penanganan limbah busa, evaluasi izin pengolahan air limbah, serta pengawasan terhadap kegiatan usaha yang berpotensi mencemari sungai.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.