Category: Kompas.com Metropolitan

  • E-Tilang Mulai Berlaku di Jember, Pengendara yang Melanggar Terekam Kamera Pengawas
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        30 Desember 2025

    E-Tilang Mulai Berlaku di Jember, Pengendara yang Melanggar Terekam Kamera Pengawas Surabaya 30 Desember 2025

    E-Tilang Mulai Berlaku di Jember, Pengendara yang Melanggar Terekam Kamera Pengawas
    Tim Redaksi
    JEMBER, KOMPAS.com
    – Sistem tilang elektronik (e-tilang)menggunakan kamera pengawas atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) statis sudah mulai diberlakukan di Jember, Jawa Timur.
    Pengendara yang melanggar lalu lintas bisa tiba-tiba menerima surat tilang dari Satlantas
    Polres Jember
    .
    Kasatlantas Polres Jember, AKP Bagas Simamarta menyampaikan bahwa sejak 19 Desember 2025, pihaknya telah memasang ETLE Statis di satu titik.
    Hingga 29 Desember 2025, menurut dia, ada 74 pelanggaran yang terekam dari alat tersebut.
    “Mungkin ada masyarakat yang akan terkirimkan surat, tidak perlu khawatir di dalam surat itu sudah tertera sangat jelas bagaimana langkah-langkahnya,” kata Bagas dalam konferensi pers di Mapolres Jember, Senin (29/12/2025).
    Dia mengatakan, ETLE Statis bisa membantu menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan ketertiban masyarakat dalam berkendara.
    Pasalnya, ETLE Statis bisa merekam pelanggaran lalu lintas seperti melanggar marka dan tidak memakai helm.
    Hal itu berbeda dengan ETLE Mobile yang dioperasikan oleh Polisi secara berkeliling namun petugas tak melakukan intervensi atau penilangan langsung.
    Bagas menjelaskan, Satlantas tengah mengubah kultur tilang manual menjadi
    tilang elektronik
    .
    “Yang perlu dicatat adalah Satlantas dan seluruh jajaran lalu lintas sedang berusaha merubah kultur dari menegakkan hukum melalui tilang manual menjadi tilang elektronik,” ujarnya.
    Berdasarkan laporan selama 2025, menurut Bagas, terjadi penurunan signifikan tilang manual dibandingkan 2024.
    Selama 2024, Polisi melakukan tilang manual pada 13.295 pengendara. Lalu, menurun menjadi 10.201 pada 2025.
    Lebih lanjut, Bagas menyampaikan, terjadi penurunan pelanggaran sebesar 16,18 persen pada 2025, dibandingkan tahun lalu.
    Pada 2025, disebut ada 66.127 pelanggaran, di antaranya 10.201 pengendara ditertibkan lewat tilang manual, teguran ke 55.033 pengendara, ETLE Mobile sebanyak 819 pengendara, dan ETLE Statis pada 74 pengendara.
    Sedangkan Pada tahun 2024, terdapat 79.495 pelanggaran. Di antaranya lewat tilang manual 13.295 pengendara, teguran 65.710 pengendara, dan ETLE Mobile 490 pengendara.
    “Satlantas tentunya tetap konsen utamanya terhadap kendaraan atau pengendara jalan yang mungkin akan mengakibatkan angka fatalitas kecelakaan yang menghasilkan korban banyak,” katanya.
    Bagas menyrbut, terjadi penurunan 94 kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang ditangani Polres
    Jember
    tahun ini atau sebanyak 1.171 kasus.
    Dengan korban meninggal 254 orang, luka berat dua orang, dan luka ringan 1.413 orang.
    “Apabila kami bandingkan dengan data pada 2024, laka lantas terjadi 1.264 kasus dan korban meninggal dunia ada 323 orang, luka berat 5 orang, dan luka ringan 1.464 orang,” katanya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kejar Target Pasang Lantai Jembatan Bailey Tapsel, TNI Percepat Pemulihan Jalur Pascabencana
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        30 Desember 2025

    Kejar Target Pasang Lantai Jembatan Bailey Tapsel, TNI Percepat Pemulihan Jalur Pascabencana Medan 30 Desember 2025

    Kejar Target Pasang Lantai Jembatan Bailey Tapsel, TNI Percepat Pemulihan Jalur Pascabencana
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Sejumlah prajurit TNI bersama PT Nindya Karya berjibaku memasang papan untuk menyelesaikan pembuangan jembatan Bailey di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
    Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Asrul Harahap menyampaikan, pemasangan papan lantai jembatan itu sudah dilakukan sejak Senin (29/12/2025).
    “Kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan penyelesaian jembatan guna memulihkan akses transportasi masyarakat pascabencana,” ucap Asrul dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com melalui saluran telepon pada Selasa (30/12/2025).
    Asrul menuturkan, pemasangan papan lantai dilakukan sebagai tahapan penting dalam konstruksi
    jembatan Bailey
    agar dapat segera difungsikan.
    “Sampai hari ini, progres pemasangan jembatan Bailey telah mencapai 85 persen. Meski sempat terkendala kondisi cuaca hujan, prajurit Yonzipur I/BB tetap mengoptimalkan pekerjaan,” ucap Asrul.
    Asrul menyampaikan, kehadiran prajurit di lapangan diharapkan dapat mempercepat pemulihan infrastruktur dan mendukung kembali aktivitas warga.
    Sebelumnya Asrul telah menerangkan, pemasangan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penanganan darurat infrastruktur, di mana Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)/Dinas Pekerjaan Umum menunjuk PT Nindya Karya sebagai vendor.
    “Pembangunan jembatan ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan infrastruktur pascabencana guna memulihkan akses transportasi masyarakat yang terdampak,” kata Asrul pada Sabtu (27/12/2025).
    Pembangunan jembatan tersebut sudah dimulai pada Kamis (18/12/2025). Jembatan Bailey yang dibangun memiliki panjang bentangan 40 meter, lebar 3,75 meter, serta kelas muatan hingga 30 ton.
    “Proses pemasangan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan tahapan teknis yang telah direncanakan,” ucap Asrul.
    Pada tahap awal, rangkaian kegiatan difokuskan pada penyiapan material abutmen di sisi tepi dekat sungai serta perakitan kawat mal bronjong sebagai penguatan konstruksi.
    “Meski sempat terkendala kondisi cuaca hujan, pekerjaan tetap berjalan dan menunjukkan perkembangan signifikan,” jelas Asrul.
    Pada Jumat (26/12/2025), progres pemasangan Jembatan Bailey telah mencapai 60 persen.
    Peristiwa banjir dan longsor yang menerjang
    Tapanuli Selatan
    pada Senin (24/11/2025) lalu meninggalkan luka mendalam bagi warga.
    Bencana tersebut tidak hanya merusak infrastruktur air bersih, tetapi juga memakan banyak korban jiwa.
    Akibat insiden ini, tercatat sebanyak 88 orang meninggal dunia, 30 orang hilang, dan 160 orang mengalami luka-luka.
    Pemulihan fasilitas publik seperti akses air bersih menjadi prioritas utama untuk mencegah munculnya penyakit di kalangan penyintas bencana.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bupati Pidie Jaya: Pembangunan Huntara Mohon Dipercepat
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        30 Desember 2025

    Bupati Pidie Jaya: Pembangunan Huntara Mohon Dipercepat Regional 30 Desember 2025

    Bupati Pidie Jaya: Pembangunan Huntara Mohon Dipercepat
    Tim Redaksi
    BANDA ACEH, KOMPAS.com
    – Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi meminta pembangunan hunian sementara segera dibangun untuk korban banjir di Pidie Jaya, Aceh.
    Hal itu diungkapkan rapat satuan tugas pemulihan pascabencana DPR RI dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Selasa (30/12/2025).
    Dia menyebutkan, sudah tersedia 11 hektare tanah untuk hunian sementara. Sedangkan untuk hunian sementara, lima lokasi telah disiapkan.
    Dia juga meminta pemerintah pusat menormalisasi Krueng (Sungai) Meureudu.
    Jika tidak dilakukan, dikhawatirkan banjir akan datang akan menghapus Kota Meureudu dan pemukiman warga sepanjang daerah aliran sungai.
    “Jika tidak ditangani sungai itu, pemukiman penduduk dan Kota Meureudu habis semua. Di hulu sekarang lebar sungai 200 meter, di hilir 60 meter,” terangnya.
    Dia menyebutkan, tujuh sungai lainnya juga dangkal.
    “Selain itu, lumpur di pemukiman penduduk dan lahan pertanian lebih kurang satu sampai dua meter. Perlu kita tangani lebih cepat. Kondisi sangat memperihatikan,” sebutnya.
    Dia menambahkan, tujuh bendungan irigasi di kabupaten itu seluruhnya rusak.
    Termasuk seluruh jaringan air bersih milik pemerintah daerah juga tidak bisa difungsikan.
    “Banjir kami itu setinggi atap rumah. Parah sekali. Lumpur banjir itu setinggi atap rumah juga, sebagian setinggi plafon rumah,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Buntut Tawuran di Malang, Wali Kota Larang Lurah Tinggalkan Wilayah Saat Malam Tahun Baru
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        30 Desember 2025

    Buntut Tawuran di Malang, Wali Kota Larang Lurah Tinggalkan Wilayah Saat Malam Tahun Baru Surabaya 30 Desember 2025

    Buntut Tawuran di Malang, Wali Kota Larang Lurah Tinggalkan Wilayah Saat Malam Tahun Baru
    Tim Redaksi
    MALANG, KOMPAS.com
    – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meminta semua lurah tetap berada di wilayah masing-masing selama malam pergantian tahun baru.
    Kebijakan ini diambil untuk menjaga kondusivitas lingkungan, terutama di kawasan yang dinilai rawan gesekan sosial.
    Permintaan ini disampaikan Wahyu menyusul peristiwa tawuran di Tlogomas yang menewaskan seorang mahasiswa. 
    Wahyu menegaskan, potensi konflik kerap berawal dari persoalan sepele yang membesar karena kurangnya interaksi dan rasa kebersamaan antar-warga. Oleh sebab itu, kehadiran aparatur wilayah dinilai penting saat momen-momen rawan seperti malan pergantian tahun.
    “Persoalan ini sudah kami rapatkan dengan camat maupun lurah. Sekali lagi sudah saya sampaikan bahwa lurah, Pak Lurah selama tahun baru ini saya minta jangan ke mana-mana, tetap ada di tempat,” kata Wahyu, Selasa (30/12/2025).
    Wahyu menilai, salah satu akar persoalan tawuran dan gesekan sosial di Kota
    Malang
    adalah minimnya interaksi antara warga pendatang dan penduduk asli. Menurutnya, kondisi itu bisa diminimalisasi melalui pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).
    “Dengan siskamling sebenarnya kita bisa meminimalisasi gesekan-gesekan. Karena selama ini kalau tidak ada pos siskamling, antara penduduk asli dengan pendatang, itu sepertinya kita hidup sendiri-sendiri,” kata Wahyu.
    Oleh sebab itu, Wahyu meminta lurah tidak hanya memantau dari kejauhan, tetapi ikut hadir dan berbaur dengan warga. Ia bahkan mendorong kegiatan siskamling dikemas secara lebih cair agar antusias masyarakat meningkat.
    Dalam pelaksanaannya, lurah juga diminta menggandeng unsur TNI dan Polri. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dinilai penting untuk memperkuat koordinasi.
    “Nanti bisa ajak Pak Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas untuk bisa sama-sama menjaga lingkungan sekitar,” kata Wahyu.
    Selain menguatkan peran aparatur wilayah dan masyarakat, Pemkot Malang juga berencana melibatkan perguruan tinggi. Mengingat, Malang dikenal sebagai kota pendidikan dengan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah. Peran kampus dianggap cukup krusial dalam menjaga lingkungan Kota Malang. 
    Terkait hal itu, Wahyu mengungkapkan rencana mengumpulkan para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Malang.
    “Forum rektor sudah kita agendakan. Kemarin ketua forum rektor Kota Malang juga sudah datang ke saya, ada beberapa yang kita bahas. Selanjutnya mereka akan bahas pada forum rektor, dan setelah itu kita akan rapat bersama secara formal,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran: 2 Atlet Meninggal, 3 Selamat
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        30 Desember 2025

    Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran: 2 Atlet Meninggal, 3 Selamat Regional 30 Desember 2025

    Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran: 2 Atlet Meninggal, 3 Selamat
    Tim Redaksi

    PANGANDARAN, KOMPAS.com
    – Lima atlet terjun payung mengalami kecelakaan saat melakukan terjun payung di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (30/12/2025).
    Insiden ini dipicu
    perubahan angin
    pada ketinggian 10.000 feet.
    Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Tiga penerjun berhasil melakukan
    pendaratan darurat
    .
    Sementara, dua penerjun lainnya jatuh ke Perairan Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi. Keduanya dinyatakan
    meninggal dunia
    .
    “Dua
    atlet terjun payung
    meninggal dunia, tiga atlet lainnya berhasil selamat,” kata Kapolres
    Pangandaran
    AKBP Andri Kurniawan melalui keterangan tertulis dari Humas Polres, Selasa.
    Andri Kurniawan menjelaskan, sebelumnya, para atlet terbang menggunakan pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha.
    Mereka lepas landas dari Bandara Nusawiru, Kabupaten
    Pangandaran
    sekitar pukul 10.15 WIB.
    Andri menjelaskan, pada ketinggian kurang lebih 10.000 feet, terjadi perubahan arah angin yang cukup signifikan.
    Hal ini menyebabkan para penerjun kehilangan kendali dan arah pendaratan.
    “Tiga atlet berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat, sementara dua atlet lainnya jatuh ke perairan laut,” ujar Andri.
    Korban meninggal dunia diketahui atas nama Rusli dan Widiasih. Keduanya atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung.
    Sementara, korban selamat, masing-masing adalah Khudlori, Muhammad Almuthofa, dan Karni.
    Kini, ketiganya telah mendapatkan penanganan medis.
    Polres Pangandaran telah menghentikan sementara kegiatan terjun payung tersebut untuk kepentingan penyelidikan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gubernur Mualem Minta Segera Dibangun Hunian untuk Korban Banjir Aceh
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        30 Desember 2025

    Gubernur Mualem Minta Segera Dibangun Hunian untuk Korban Banjir Aceh Regional 30 Desember 2025

    Gubernur Mualem Minta Segera Dibangun Hunian untuk Korban Banjir Aceh
    Tim Redaksi
    BANDA ACEH, KOMPAS.com
    – Gubernur Aceh Muzakkir Manaf atau yang akrab disapa Mualem meminta agar hunian sementara untuk korban banjir segera dibangun.
    Hal itu diungkapkan Mualem dalam rapat satuan tugas pemulihan pascabencana DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (30/12/2025).
    Selain itu, jembatan yang terputus di sejumlah kabupaten dan kota juga diminta segera dibangun. Sebab, masyarakat harus membuat jembatan darurat atau rakit. Warga yang melintas dikenakan biaya Rp 10.000 per orang. 
    “Seperti Aceh Singkil dan Kabupaten Kutacane (Aceh Tenggara). Sekali lalu (lewat) Rp 10.000. Bayangkan kalau dua atau tiga kali lewat, sampai Rp 60.000 per orang sekali lewat, itu memberatkan masyarakat,” kata Mualem.
    Dia menyebutkan, muncul kuala atau muara sungai baru pascabanjir. Hal itu perlu dinormalisasi karena 25 persen warga Aceh bekerja sebagai nelayan.
    “Kita harus normalisasi kuala baru ini. Mohon dukungan untuk menangani dan membenahi kuala baru ini,” sebutnya.
    Di sisi lain, dia meminta agar stabilitas harga daging dijaga menjelang meugang. Meugang adalah tradisi makan daging sehari sebelum hari besar Islam, menjelang Ramadhan, menjelang lebaran Idul Fitri dan menjelang Idul Adha.
    “Harga daging termahal di Aceh, Pak. Kalau di Aceh, kalau meugang wajib ada. Banyak ternak yang korban (mati karena banjir), mungkin bisa diimpor,” katanya.
    Dia mencontohkan seperti di kampungnya di Seunuddon, Aceh Utara. Peternak sapi banyak merugi karena sapi-sapinya tewas dalam bencana banjir.
    “Hari biasa harga daging Rp 200.000 per kilogram, mungkin hari-hari ini bisa Rp 300.000 per kilogram,” terangnya.
    Dia juga meminta bantuan pengerahan ekskavator ban karet supaya bisa mengakses lokasi dengan cepat.
    “Sebelumnya saya sudah sampaikan ke Pak Menko AHY. Kita butuh lima unit ekskavator ban karet, agar bisa jalan kalau longsor, bisa cepat akses ke lapangan,” terangnya.
    Selain itu, dia meminta agar jalan tol di Aceh digratiskan dalam 24 jam. Sebab, jalan itu digunakan untuk mengangkut kebutuhan bahan pokok untuk pengungsi korban banjir.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kapolda Jatim Geram Tahu Ulah Bripka AS Bunuh Adik Iparnya
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        30 Desember 2025

    Kapolda Jatim Geram Tahu Ulah Bripka AS Bunuh Adik Iparnya Surabaya 30 Desember 2025

    Kapolda Jatim Geram Tahu Ulah Bripka AS Bunuh Adik Iparnya
    Editor
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Kapolda Jatim Irjen Polisi Nanang Avianto mengaku geram dengan ulah Bripka Agus yang terlibat sebagai otak pembunuhan adik iparnya sendiri FAN (21), mahasiswi Universitas Muhammadyah Malang (UMM).
    Bripka Agus membuang jenazah FAN di sungai sedalam sekitar 5 meter kawasan Jalan Raya Purwosari, Kauman, Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur.
    Ia tak segan bakal memberikan sanksi tegas dengan memecat Bripka Agus dari keanggotaan Polri;
    Polsek Krucil Polres Probolinggo, dalam proses Sidang Etik Polri yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini.
    Menurutnya, perbuatan Bripka Agus pantas dikenakan sanksi maksimal yakni pemecatan atau Pemutusan Tidak dengan Hormat (PTDH) pada sidang etik yang akan dilaksanakan Bidang Propam Polda Jatim.
    Oleh karena itu, manakala berkas perkara etik terhadap Bripka Agus sudah rampung dan telah tiba di meja kerjanya, Nanang menegaskan, dirinya tak segan bakal menandatanganinya secara langsung.
    “Ini sekarang sudah proses untuk periksa kode etiknya yang termasuk dalam pelanggaran berat dan ancamannya PTDH,” ujar Nanang di Mapolda Jatim, pada Selasa (30/12/2025).
    Bahkan, Nanang menginstruksikan kepada jajarannya untuk mempublikasikan hasil penyelidikan internal Polri terhadap Bripka Agus ke hadapan masyarakat.
    Hal ini agar menunjukkan bahwa Polda Jatim tetap profesional dan transparan menindak tegas para anggotanya yang terbukti melanggar.
    “Saya tidak ingin ini terjadi lagi di antara anggota-anggota. Tapi bagaimanapun juga apa yang kami lakukan kami bisa mempertanggungjawabkan kepada masyarakat,” katanya.
    Bukan cuma disanksi pemecatan dari Institusi Polri, Bripka Agus juga bakal menjalani sanksi pidana yang sedang diselidiki oleh Anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.
    Nanang berharap, Bripka Agus dapat mempertanggungjawabkan perbuatan di depan hukum.
    “Sudah saya perintahkan pada saat yang bersangkutan tertangkap penjuru pidana Ditreskrimum dan penjuru kode etik langsung Bidpropam,” pungkasnya.
    Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Widi Atmoko mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukan Bripka Agus dan Suyitno ditengarai karena ingin menguasai harta benda korban.
    “Motifnya berdasarkan pemeriksaan, motifnya sudah kami dapatkan yaitu sakit hati dan ingin menguasai harta milik orang,” ujar Widi Atmoko.
    Ternyata, perbuatan yang dilakukan kedua pelaku telah direncanakan sejak lama.
    Bahkan, mereka juga telah merencanakan menghabisi nyawa korban di rumah Bripka Agus di kawasan Tiris, Probolinggo.
    “Pembunuhannya di daerah Probolinggo,” jelasnya.
    Oleh karena itu, Widi Atmoko mengungkapkan, pihaknya mengenakan persangkaan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan pidana maksimal hukuman mati, terhadap Bripka Agus dan Suyitno.
    “Ya, kami kenakan perencanaan. Tadi Pak Kapolda menyampaikan akan tindak tegas, tindak pidana sendiri,” pungkasnya.
    Sebelumnya, Bripka Agus Anggota Polres Probolinggo dan Suyitno pelaku pembunuhan FAN (21) sang adik berstatus mahasiswi di Pasuruan yang berhasil ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim, sempat digelandang ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, pada Senin (22/12/2025) sore.
    Saat dicecar mengenai motif atau alasannya menghabisi nyawa korban.
    Bripka Agus tampak memilih diam seribu bahasa seraya menundukkan kepala.
    Lalu, setelah buron selama 3 hari, Suyitno (38) pelaku kedua dalam kasus tersebut berhasil ditangkap Anggota Tim Jatanras Polda Jatim di Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (18/12/2025).
    Suyitno juga digelandang ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan.
    Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul
    Kapolda Jatim Marah dengan Kelakuan Bripka Agus yang Otaki Pembunuhan Adik Iparnya
    .
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Curah Hujan Tinggi, 3 Kabupaten di Kalteng Dilanda Banjir, Waspada Risiko Meluas
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        30 Desember 2025

    Curah Hujan Tinggi, 3 Kabupaten di Kalteng Dilanda Banjir, Waspada Risiko Meluas Regional 30 Desember 2025

    Curah Hujan Tinggi, 3 Kabupaten di Kalteng Dilanda Banjir, Waspada Risiko Meluas
    Tim Redaksi
    PALANGKA RAYA, KOMPAS.com
    – Sebanyak tiga kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dilanda banjir akibat intensitas curah hujan tinggi di pengujung tahun 2025.
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng mengimbau daerah lain untuk meningkatkan kewaspadaan dini.
    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik
    BPBD Kalteng
    , Alpius Patanan, mengungkapkan tiga kabupaten yang terdampak banjir adalah Barito Utara, Kapuas, dan Barito Timur.
    Banjir di Barito Utara telah berlangsung sejak 22 Desember 2025, merendam 5 desa di 2 kecamatan dengan ketinggian air mencapai 150 cm.
    “Banjir yang melanda Barito Utara sudah terjadi sejak 22 Desember 2025, wilayah terdampak 5 desa di 2 kecamatan, dengan ketinggian banjir 150 cm, berdasarkan update kemarin sore,” ujar Alpius kepada Kompas.com melalui keterangannya, Selasa (30/12/2025).
    Fasilitas yang terendam di Barito Utara meliputi 242 unit rumah, 1 titik jalan, 2 titik jembatan penghubung, 4 unit fasilitas pendidikan, 1 unit gedung pemerintah, dan 2 masjid.
    Sementara itu, di Kabupaten Kapuas, banjir melanda 2 desa di 1 kecamatan, yaitu Desa Tumbang Randang dan Lawang Kamah di Kecamatan Timpah, sejak 27 Desember 2025.
    Ketinggian air mencapai 20-40 cm, dengan 3.920 jiwa atau 1.168 kepala keluarga terdampak.
    “Ketinggian muka air banjir di Kapuas saat ini 20-40 cm, dengan jumlah warga terdampak sebanyak 3.920 jiwa/1.168 KK,” bebernya.
    Kabupaten Barito Timur mencatat wilayah terdampak banjir terluas, meliputi 6 desa di 4 kecamatan, dengan 587 jiwa atau 200 kepala keluarga terdampak.
    “Sehingga banjir di Kalteng saat ini sudah melanda 3 kabupaten, 13 desa/kelurahan di 4 kecamatan, perlu kewaspadaan kita semua karena saat ini sebagian besar wilayah berada di
    musim hujan
    ,” kata Alpius.

    Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Chanda Mukti, menyatakan bahwa dalam sepekan ke depan, seluruh wilayah Kalteng berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang.
    “Pada 30 Desember 2025-01 Januari 2026, wilayah yang berpotensi hujan yakni Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Palangka Raya,” jelasnya kepada Kompas.com, Selasa.
    Chandra menambahkan, pada 01 Januari hingga 04 Januari 2026, wilayah-wilayah tersebut masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem serupa.
    “Maka dari itu, segenap pihak perlu waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” tandas Chandra.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jalan Pantura Semarang Tiba-tiba Berlubang Seperti Sumur, Ternyata ini Sebabnya
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        30 Desember 2025

    Jalan Pantura Semarang Tiba-tiba Berlubang Seperti Sumur, Ternyata ini Sebabnya Regional 30 Desember 2025

    Jalan Pantura Semarang Tiba-tiba Berlubang Seperti Sumur, Ternyata ini Sebabnya
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Kondisi jalan berlubang di Jalan Pantura Rowosari I, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, membuat warga resah.
    Lubang cukup besar yang menyerupai sumur itu berada di lajur kiri jalan dan dinilai berpotensi memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
    Lokasi jalan berlubang tersebut berada di jalur padat kendaraan roda dua maupun roda empat, terlebih menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
    Pejabat Pembuat Komitmen 3.1 Provinsi
    Jawa Tengah
    Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Awang Nofika, mengatakan lubang tersebut disebabkan ambrolnya pasangan batu pada saluran air irigasi di bawah jalan.
    “Atas kejadian tersebut tim kami telah melakukan penutupan satu lajur untuk pengamanan jalan dengan memasang pita pembatas dan rambu-rambu,” kata Awang kepada Kompas.com, Selasa (30/12/2025).
    Awang menjelaskan, mengingat kondisi saat ini bersifat darurat demi pengamanan arus lalu lintas selama libur Nataru, pihaknya akan melakukan penanganan permanen.
    “Dengan pemasangan box culvert di bawah perkerasan jalan,” ujarnya.
    Penanganan tersebut masuk dalam paket pekerjaan Preservasi Jalan Weleri–Kendal–Semarang.
    “Sore ini alat berat kami mobilisasi dan lanjut pekerjaan penanganan,” lanjut Awang.
    Ia menegaskan, perbaikan akan dilakukan secara cepat agar jalan nasional tersebut kembali aman dilintasi masyarakat.
    “Kami targetkan besok sudah selesai pemasangan box culvertnya, lalu lanjut pengaspalan,” ujarnya.
    Kondisi jalan berlubang di Jalan Pantura Rowosari I, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polresta Solo Tak Keluarkan Izin Kembang Api, Pemkot Hadirkan Hening saat Malam Tahun Baru
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        30 Desember 2025

    Polresta Solo Tak Keluarkan Izin Kembang Api, Pemkot Hadirkan Hening saat Malam Tahun Baru Regional 30 Desember 2025

    Polresta Solo Tak Keluarkan Izin Kembang Api, Pemkot Hadirkan Hening saat Malam Tahun Baru
    Tim Redaksi

    SOLO, KOMPAS.com
    – Masyarakat Kota Solo, Jawa Tengah, diimbau untuk tidak menyalakan petasan dan kembang api saat malam pergantian tahun.
    Polisi memastikan tidak ada
    izin kembang api
    .
    Sementara Pemerintah Kota (Pemkot)
    Solo
    akan menghadirkan
    suasana hening
    saat gelaran 
    car free night 
    (CFN) di
    malam tahun baru
    .
    Kapolresta Solo Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo mengatakan, imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati kepada masyarakat di sejumlah daerah yang tengah terdampak bencana.
    Catur menegaskan, Polresta Surakarta tidak mengeluarkan izin kegiatan kembang api dalam perayaan malam tahun baru.
    Meski terdapat perbedaan antara petasan dan kembang api, masyarakat tetap diminta menahan diri.
    “Untuk kembang api kami mengimbau agar tidak dinyalakan. Lebih baik mengedepankan empati karena saudara-saudara kita di beberapa daerah seperti Sumatera dan Kalimantan masih terdampak banjir, erupsi gunung api, hingga gelombang pasang,” ujar Catur, Selasa (30/12/2025).
    Ia menyebut, malam
    pergantian tahun
    sebaiknya dimaknai sebagai momentum refleksi dan diisi dengan kegiatan positif bersama keluarga.
    “Daripada membeli petasan atau kembang api, lebih baik dananya disumbangkan untuk membantu korban bencana,” katanya.
    Kapolresta memastikan tidak ada izin kembang api terorganisir pada malam tahun baru.
    Sementara untuk petasan yang membahayakan keselamatan, kepolisian akan melakukan penindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.
    Sebelumnya, Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengimbau warga untuk tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan pada Rabu (31/12/2025), mengingat bencana yang terjadi di Sumatera dan Aceh.
    Pergantian tahun di Solo akan dikemas dalam gelaran
    car free night
     yang difokuskan sebagai momen refleksi dan empati.
    “Dilarang terlalu foya-foya. Saatnya pergantian tahun kita refleksi diri, menatap 2026, merayakan pergantian tahun dengan sebaik-baiknya,” kata Respati di Solo, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025).
    Respati menambahkan, pada pergantian tahun nanti, akan ada konsep “malam kepedulian”.
    Pihaknya mengatakan nantinya akan ada suasana hening sejenak.
    “Tetap ada penandanya. Ini sedang dikonsep rekan-rekan EO-nya. Akan ada suasana hening sejenak di malam pergantian tahun,” ungkap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.