Jadwal Perjalanan KRL Saat Malam Tahun Baru 2026
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
KAI Commuter menambah sebanyak 26 perjalanan KRL Jabodetabek sebagai penambahan waktu operasional di malam tahun baru 2026.
“Jadi, KAI Commuter menyiapkan 26 perjalanan Commuter Line Jabodetabek yang beroperasi hingga pukul 01.30 WIB di stasiun pemberangkatan awal akan ditambah di seluruh lintas,” ucap VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda dalam keterangan tertulis, Rabu (31/12/2025).
Karina menyampaikan, langkah ini kemudian mencatat adanya total perjalanan Commuter Line menjadi 1.091 perjalanan untuk periode hari ini hingga Kamis (1/1/2026) dini hari.
Rinciannya, total perjalanan Commuter Line relasi Bogor 398 perjalanan, Commuter Line relasi Cikarang 287 perjalanan, Commuter Line relasi Rangkasbitung 210 perjalanan, Commuter Line relasi Tangerang 124 perjalanan, dan Commuter Line relasi Tanjung Priok 72 perjalanan.
Keputusan ini didasari dari potensi kepadatan KRL Commuter Line di malam nanti akibat lonjakan mobilisasi masyarakat yang mengunjungi pusat kegiatan malam tahun baru.
“Di samping juga melihat tren di malam pergantian tahun, masyarakat dari berbagai kota sekitar Jakarta yang akan menuju pusat-pusat kegiatan acara malam tahun baru, dan pulang hingga dini hari,” ujar Karina.
Atas hal ini, KAI mempunyai kapasitas mengangkut hingga 2 juta penumpang dengan prediksi 1,1 juta lebih hingga malam pergantian tahun.
KAI mengimbau kepada seluruh penumpang untuk tidak membawa petasan, kembang api, dan benda lainnya yang mudah terbakar selama perjalanan.
Jika diketahui membawa, petugas keamanan akan menyita dan jika tidak bersedia, pengguna akan diturunkan di stasiun terdekat.
“Pengguna dilarang membawa petasan, kembang api, dan benda lainnya yang mudah terbakar selama perjalanan. Bagi pengguna yang kedapatan membawa benda-benda tersebut, sesuai aturan akan disita oleh petugas, dan jika tidak bersedia, maka pengguna akan diturunkan di stasiun terdekat,” tegas Karina.
Berikut rincian waktu perjalanan terakhir untuk seluruh relasi KRL Commuter Line pada malam tahun baru:
– Commuter Line relasi Bogor pemberangkatan Stasiun Jakarta Kota pukul 01.30 WIB
– Commuter Line relasi Jakarta Kota pemberangkatan Stasiun Bogor pukul 00.10 WIB
– Commuter Line Cikarang relasi Angke – Tambun via Pasar Senen pukul 00.43 WIB
– Commuter Line Cikarang relasi Manggarai – Cikarang pukul 00.51 WIB
– Commuter Line relasi Rangkasbitung pemberangkatan dari Stasiun Tanah Abang pukul 01.25 WIB
– Commuter Line relasi Tangerang pemberangkatan Stasiun Duri pukul 01.25 WIB dan pemberangkatan Stasiun Tangerang pukul 00.30 WIB
– Commuter Line relasi Tanjung Priok pemberangkatan Stasiun Jakarta Kota pukul 00.40 WIB dan pemberangkatan Stasiun Tanjung Priok pukul 01.04 WIB
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/11/12/6913b9971484d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Rayakan Tahun Baru 2026, Naik Transjakarta, MRT, LRT Jakarta Gratis Hari Ini Megapolitan 31 Desember 2025
Rayakan Tahun Baru 2026, Naik Transjakarta, MRT, LRT Jakarta Gratis Hari Ini
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggratiskan layanan transportasi umum untuk mendukung mobilitas warga yang merayakan pergantian tahun baru, Rabu (31/12/2025) hingga Kamis (1/1/2026) dini hari.
Transportasi umum yang digratiskan yakni
Transjakarta
,
MRT Jakarta
, dan
LRT Jakarta
.
“Pokoknya besok digratiskan, yang dikelola oleh pemerintah DKI Jakarta,” ucap Gubernur Jakarta Pramono Anung dikutip Selasa (30/12/2025).
Pramono menjelaskan, kebijakan tersebut diambil agar seluruh masyarakat dapat menikmati malam pergantian tahun dengan rasa bahagia.
“Karena kami ingin bahwa semua menikmati dengan rasa bahagia. Tetapi yang paling penting adalah kita message-nya besok melewati tahun baru dengan kebahagiaan.” ungkap Pramono.
DIa meminta warga ang hendak merayakan
malam tahun baru
di Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk menggunakan transportasi umum.
Jam operasional transportasi umum juga diperpanjang guna memastikan masyarakat dapat pulang dengan aman setelah perayaan.
“Untuk MRT dan TransJakarta, serta LRT juga, pada hari itu akan kami operasikan sampai dengan jam 02.00 pagi. Sehingga siapapun yang melalui pergantian tahun baru, mereka masih pulang bisa dengan aman dan baik,” kata Pramono
Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menerapkan rekayasa lalu lintas di Sudirman–Thamrin saat perayaan malam
Tahun Baru 2026
, Rabu.
Penutupan jalan dilakukan mulai pukul 18.00 WIB hingga 01.00 WIB untuk mendukung kelancaran dan keamanan acara.
Warga perlu mengantisipasi kemacetan di Jakarta seiring penutupan sejumlah ruas jalan pada malam Tahun Baru 2026.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penutupan dilakukan secara situasional pada 33 ruas jalan di Jakarta Pusat dan sekitarnya.
“Rekayasa lalu lintas berupa penutupan 33 ruas jalan akan diberlakukan secara situasional mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 01.00 WIB,” ujar Syafrin dalam keterangan tertulis, Selasa (30/12/2025).
Penutupan jalan difokuskan di sekitar lokasi panggung hiburan malam tahun baru.
Pemprov DKI menyiapkan delapan titik panggung, antara lain di Jalan MH Thamrin, Bundaran HI, Sarinah, Lapangan Banteng, Dukuh Atas BNI 46, Semanggi, kawasan SCBD, dan FX Sudirman.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/30/69536f8ee6e7f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
6 Rumput Liar di Ladang Jagung yang Diresmikan Wapres Gibran, Pengelola: Strategi Pertanian Regional
Rumput Liar di Ladang Jagung yang Diresmikan Wapres Gibran, Pengelola: Strategi Pertanian
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com
– Pihak kepolisian dan perusahaan pengelola ladang jagung di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten membantah gagal panen.
Ladang ini merupakan bagian dari program
ketahanan pangan
nasional, yang diresmikan oleh Wakil Presiden (Wapres)
Gibran Rakabuming Raka
pada Oktober 2025 lalu.
Penanaman jagung merupakan hasil kerja sama antara Polda Banten dan Polresta
Tangerang
dengan
PT MSD Corpora Internasional
.
Sebagian area nampak dipenuhi rumput liar. PT MDS menyebut hal itu sebagai
strategi pertanian
. Sementara,
Polresta Tangerang
memastikan jagung akan dipanen pada Januari mendatang.
Direktur Utama PT MSD Corpora Internasional, Made, mengatakan, lahan tersebut sudah diolah sejak Agustus 2025.
Kemudian, penanaman dilakukan sejak Oktober.
Ia menjelaskan, selama tiga bulan terakhir, tanaman jagung dirawat secara bertahap melalui pemupukan dan perawatan lanjutan.
Di sisi lain, ia menyebut ada sebagian kecil tanaman yang tidak tumbuh optimal.
Menurutnya, hal tersebut wajar dalam pertanian.
“Dari total lahan sekitar dua hektar, 1,5 hektar kami pastikan siap dipanen. Sisanya ada sebagian kecil yang tidak tumbuh optimal, dan itu wajar dalam pertanian,” kata Made di ladang jagung Bantarpanjang, Selasa (31/12/2025) malam.
Terkait kondisi lahan yang tampak ditumbuhi rumput, ia menjelaskan, kondisi tersebut merupakan bagian dari strategi pertanian untuk menjaga struktur tanah.
“Rumput sengaja kami biarkan di beberapa titik untuk menahan tanah agar tidak hanyut saat hujan. Setelah panen, rumput akan dibabat dan akarnya tetap dibiarkan,” ujarnya.
Made menambahkan, sisa tanaman dan rumput nantinya juga akan diolah menggunakan dekomposer agar dapat kembali menjadi pupuk organik alami bagi lahan.
Selain fungsi teknis, rumput yang tumbuh di lahan tersebut juga dimanfaatkan oleh warga sekitar.
Sekitar 10 hingga 15 petani dan peternak diketahui rutin memotong rumput di area lahan setiap hari.
Made menambahkan, sejak awal pengelolaan, pihaknya telah melakukan pembajakan lahan, penanaman bibit, pemupukan, hingga pemberian
booster
nutrisi.
Pemberian
booster
tersebut mempercepat pertumbuhan tanaman, meski berdampak pada cepatnya pertumbuhan rumput.
“Secara teknis, kondisi tanaman masih terkendali dan sesuai perencanaan,” katanya.
Ia menegaskan, ladang jagung tersebut siap memasuki masa panen dan diharapkan memberikan hasil sesuai target.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada membantah pemberitaan yang menyebut ladang jagung mengalami gagal panen.
Ia menegaskan, tanaman jagung di lahan tersebut masih dalam proses dan dipastikan akan dipanen pada Januari mendatang.
“Perlu kami sampaikan bahwa pemberitaan terkait adanya gagal panen itu tidak benar,” ujar Andi di lokasi ladang jagung Bantarpanjang, Selasa (30/12/2025) malam.
Sebelumnya, pantauan
Kompas.com
di ladang jagung Desa Bantarpanjang, Selasa (30/12/2025) siang, menunjukkan kondisi tanaman jagung di lahan yang diresmikan
Wapres Gibran
itu nampak tumbuh tidak merata dan sebagian area dipenuhi rumput liar.
Di bagian depan ladang, sejumlah tanaman jagung telah berbuah dengan tinggi sekitar satu meter dan sebagian mulai menguning.
Sementara di bagian belakang, banyak tanaman tumbuh lebih pendek dan sebagian roboh, dengan rumput liar tumbuh lebih lebat dan menutupi tanaman jagung.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/30/6953e4f685787.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10 Sambil Menangis dan Memeluk Gubernur NTT, Istri Pelatih Valencia Minta Suami dan Anaknya Ditemukan Regional
Sambil Menangis dan Memeluk Gubernur NTT, Istri Pelatih Valencia Minta Suami dan Anaknya Ditemukan
Tim Redaksi
LABUAN BAJO KOMPAS.com
– Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena berkesempatan menemui isteri dan keluarga pelatih Valencia yang hilang di perairan Pulau Padar Labuan Bajo, pada Selasa (30/12/2025).
Ia menemui keluarga korban di ruangan Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)
Labuan Bajo
. Selain menemui keluarga dan isteri
pelatih Valencia
itu,
Gubernur NTT
juga menemui Wakadubes Spanyol untuk Indonesia.
Begitu tiba di ruangan KSOP Labuan Bajo, Budi Widjaya, Ketua DPC Gahawisri Labuan Bajo, yang juga adalah pendamping sekaligus penerjemah, mengenalkan Gubernur NTT kepada isteri dan keluarga pelatih Valencia.
Isteri pelatih Valencia itu pun langsung berjabat tangan dengan Gubernur NTT. Ia memeluk Gubernur NTT sembari menangis dan meminta tolong agar mencari suami dan anaknya hingga ditemukan.
“Please help. Plesase help,” ungkap isteri
pelatih Valencia B
Fernando Martin. Gubernur NTT pun berusaha menenangkanya.
Kepadanya, Melki mengatakan tim penyelamat akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari sang suami dan anaknya yang masih hilang.
“Kami akan terus mencari bapak dan anak yang belum ditemukan,” imbuh dia. Momen itu pun membuat semua yang ada dalam ruangan terdiam.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/30/6953c5b5b75f8.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
7 Imbas Kasus Rumah Nenek Elina, Eri Cahyadi: Arek-arek Surabaya Jangan Terprovokasi Surabaya
Imbas Kasus Rumah Nenek Elina, Eri Cahyadi: Arek-arek Surabaya Jangan Terprovokasi
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengajak para pemuda dari berbagai suku untuk melawan praktik premanisme, yang berpotensi memecah kerukunan.
Eri mengimbau, agar para pemuda tidak terprovokasi dengan isu yang mengaitkan dengan suku tertentu.
Menurutnya, hal tersebut bisa memecah kerukunan di Surabaya.
“Maka arek-arek Surabaya jangan pernah terprovokasi. Jangan pernah arek Surabaya diadu,” kata Eri, di Kota Lama Surabaya, Selasa (30/12/2025).
Oleh karena itu, Eri bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Surabaya deklarasikan Sumpah 100 Persen Arek Suroboyo, untuk menolak diskriminasi suku, agama, ras dan golongan.
“Maka saya minta anak-anak Surabaya, tolong jaga Kota Surabaya dengan keberanian, tapi dengan sifat yang beradab dan santun sesuai aturan,” ucapnya.
“Surabaya ketika terjadi hal seperti itu (diskriminasi) tidak boleh diam. Surabaya harus tegas berani menentukan,” tambahnya.
Eri menyebut, kasus yang menimpa
Nenek Elina
Widjajanti (80) bisa menjadi pelajaran ke depannya.
Sebab, perkara itu merembet hingga memicu memicu diskriminasi salah satu suku.
Menurutnya, perkara dugaan pengusiran Nenek Elina tersebut seharusnya mengikuti hukum yang sudah ditetapkan.
Bukan menggunakan kekerasan ataupun keinginan individu.
Oleh karena itu, Eri bakal membentuk Satgas Anti Premanisme untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Kelompok itu akan diisi oleh, TNI, Polri, kejaksaan dan pemimpin suku.
“Maka, hari ini tidak ada lagi premanisme di Kota Surabaya. Kita harus berani melawan premanisme. Kita harus satu, tapi dengan sisi hukum yang berjalan,” jelasnya.
Eri juga berencana, untuk mengumpulkan seluruh ormas di Balai Kota Surabaya, pada Rabu (31/12/2025) besok. Guna memperkenalkan Satgas Anti Premanisme tersebut.
“Tanggal 31 Desember kita akan mengumpulkan semua ormas dan semua suku yang ada di Kota Surabaya untuk memastikan bahwa telah ada Satgas Anti-Premanisme,” tutupnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/30/6953bb6fb9b63.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 Pedagang Sate di Malioboro Ditertibkan Imbas Keluhan Wisatawan Yogyakarta
Pedagang Sate di Malioboro Ditertibkan Imbas Keluhan Wisatawan
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta menertibkan pedagang sate dan pedagang lainnya di kawasan Jalan Malioboro.
Kasi Dalops Satpol PP Kota Yogyakarta, Yudho Bangun Pamungkas menyatakan, penertiban ini tidak hanya menyasar pedagang sate, meskipun aduan terbanyak diterima terkait pedagang sate.
“Jadi, tadi penertibannya itu sebenarnya bukan hanya sate, walaupun yang memang banyak aduan ke kami memang masalah sate,” ujar Yudho saat dihubungi, Selasa (30/12/2025).
Penertiban dilakukan mulai dari sekitar Pos Pengamanan Teteg, Jalan
Malioboro
, hingga Jalan Senopati.
Sebanyak 24 Pedagang Kaki Lima (PKL) ditertibkan, dengan 14 di antaranya merupakan pedagang sate.
“Dari 24 itu, 14 di antaranya memang sate (pedagang),” katanya.
Menurut Yudho, para pedagang sate ini kerap berjualan di dekat persimpangan yang berdekatan dengan Malioboro, seperti di Simpang Dagen, Jalan Margomulyo, Simpang Suryatmajan, dan sekitar Ngejaman.
“Nah, itu kan memang simpang-simpang yang mereka biasanya lari kalau ada petugas lari gitu,” kata dia.
Yudho menjelaskan, pihaknya banyak menerima keluhan dari
wisatawan
terkait asap berlebih dari pedagang sate dan pembuangan bungkus jualan yang sembarangan.
“Ada kalanya mereka itu membuangnya hanya ditaruh di tempat mereka jualan itu terus, kalau ada petugas mereka pergi, ditinggal,” beber dia.
Satpol PP Kota Yogyakarta mengamankan barang-barang dagangan para pedagang. Khusus pedagang sate, tempat panggangan diamankan.
“Ya sudah kita amankan, kita bawa ke Mako. Kalau yang lain mungkin yang diamankan kayak payung, payung besarnya untuk berjualan, terus, kursi-kursinya kita amankan juga,” ujar dia.
Sebelumnya, keluhan wisatawan mengenai asap sate yang berlebih di
Jalan Malioboro
sempat viral di media sosial Instagram.
“Permisi min mau curhat sedikit saya udah beberapa hari di daerah Malioboro dan tadi saya berbelanja di salah satu toko di Malioboro tepatnya di depan masjid depan Kantor DPRD DIY gang Sosrowijayan, saya berbelanja di toko tersebut panas banget ditambah asap tukang sate yang tak beraturan dan saya kasihan sama karyawan dan yang punya toko karna beberapa tak jadi berbelanja karna asap sate tersebut bahkan ada karyawan sampe sakit mata bahkan menangis karna asap sate tersebut,” tulis salah satu wisatawan di media sosialnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menyatakan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan patroli dan tindakan
tipiring
(tindak pidana ringan) kepada penjual sate yang melanggar.
“Dulu pernah melakukan
tipiring
, berulang kali kita melakukan penyitaan,” ujar Octo saat dihubungi, Minggu (28/12/2025).
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/30/69539ac50aa8f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Pedagang Pasar Asemka Sepi Pembeli, Kini Bertahan Lewat Jualan Online Megapolitan
Pedagang Pasar Asemka Sepi Pembeli, Kini Bertahan Lewat Jualan Online
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Hiruk-pikuk suasana tawar-menawar yang biasanya menggema di lorong-lorong Pasar Asemka, Tamansari, Jakarta Barat, kini tak lagi terdengar.
Menjelang pergantian tahun 2025, salah satu pusat grosir mainan, aksesori, dan suvenir yang legendaris ini justru terlihat sepi dan lesu.
Pantauan
Kompas.com
di lokasi, kios-kios penjual aksesori maupun suvenir terlihat sepi pengunjung.
Para pedagang terlihat bersandar di dalam kios sambil memainkan ponselnya, menunggu ada pelanggan yang datang untuk menawar dagangannya.
Setiap ada orang yang melintas di lorong, wajah mereka terangkat dan sontak mengganti ekspresinya untuk menyapa dan menjajakan barang dagangannya.
Pada beberapa kios, terlihat tumpukan kardus berdampingan dengan barang yang ditampilkan di etalase.
Sementara, di kios lain, para pedagang sibuk melakukan pengemasan untuk dikirim ke kurir daring, meski mereka tak terlihat melayani satu pun pembeli di lapaknya.
Para pedagang mengakui adanya penurunan drastis jumlah pengunjung yang datang berbelanja ke
Pasar Asemka
.
Situasi ini memaksa mereka memutar otak, salah satunya dengan menggantungkan nasib pada penjualan daring (online) dan mengikuti tren viral media sosial agar tetap bisa mendapat pemasukan.
Aida (33), seorang pedagang tas yang meneruskan usaha orangtuanya, merasakan betul perbedaan atmosfer perdagangan saat ini dibandingkan masa lalu.
“Ngerasain banget sepi banget. Terutama kayaknya ya dua tahun inilah, dua tahun ini Asemka kayak ya bedalah gitu dari yang sebelum-sebelumnya,” ujar Aida saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (30/12/2025).
Menurut Aida, jika dibandingkan dengan masa saat ibunya yang berjualan, kondisi saat ini sangat jauh berbeda.
Pengunjung yang datang langsung ke toko fisiknya kini bisa dihitung jari.
“Kalau dalam sehari yang beli ke toko langsung tuh ya paling 10 kali ya paling banyak gitu. Bahkan kadang enggak nyampe 10 lah, keitung jari. Sisanya ya dari online,” ungkap Aida.
Sadar bahwa mengandalkan pengunjung pasar tak lagi menjanjikan, Aida mau tidak mau harus beradaptasi dengan teknologi.
Sebagai pemilik toko, ia juga kini aktif menjadi host siaran langsung melalui marketplace seperti Shopee dan TikTok.
“Tapi ya untungnya sih ada online. Jadi ya mau enggak mau, saya belajar online. Udah dua tahun ini juga pokoknya pas mulai sepi-sepi itu akhirnya ya saya belajar lagi,” tutur Aida.
Bahkan, ia rela menambah jam kerjanya hingga malam hari untuk melakukan siaran langsung (live streaming) demi menarik pembeli.
“Jadi kadang kalau malam ada yang nge-live, jualan aja, biasanya emang ramainya malam. Jadi mau enggak mau ngandelinnya ngandelin online aja udah full,” tambahnya.
Menurutnya, saat masa kejayaan Pasar Asemka beberapa tahun silam, ia bisa mengantongi penghasilan setara dengan UMR Kota Jakarta dengan berjualan.
Namun, saat ini ia bahkan kesulitan untuk bisa mendapat setengah dari nilai UMR yang menjadi standar penghasilan tersebut.
“Kalau rame, dulu dulu mah setara sama UMR lah bisa. Apalagi saya ngegaji juga kan dulu mah, punya orang ada beberapa. Sekarang cuma sanggup satu yang bantuin,” ujarnya.
“Kalau lagi sepi kayak gini ya susah mau dapet setengahnya juga. Kadang juga enggak ada yang beli sama sekali. Jadi ngelayanin online doang,” keluhnya.
Kelesuan Pasar Asemka juga diakui oleh Sahidi (48), pedagang mainan grosir yang sudah berjualan di Asemka sejak 2018.
“Wah, kalau ditanya rame apa enggak, boro-boro. Sepi, parah ini mah. Beda jauh sama zaman sebelum Corona,” kata Sahidi.
Berbeda dengan Aida yang fokus ke platform digital, Sahidi bertahan berjualan di pasar dengan strategi mengandalkan tren viral.
Ia hanya menyetok barang yang sedang ramai digandrungi anak-anak di media sosial agar bisa cepat laku.
“Biasanya mah tergantung trennya, viralnya apa. Kemarin tuh sempat rame yang boneka-boneka Labubu tuh, kita kan jual versi murah itu kan, nah itu lumayan tuh. Tapi Labubunya abis, sebulan lah, ilang lagi (pelanggannya),” jelas Sahidi.
Saat ini, ia mengandalkan penjualan gasing modern yang sedang juga tengah populer di kalangan anak-anak, serta pernak-pernik tahun baru.
“Anak sekarang lagi pada doyan main gasing, tapi gasingnya beda enggak kayak kita dulu, lebih cakep dia. Ada yang ada arenanya. Lagi banyak sih, gasing,” tambahnya.
“Sama ini lah tahun baru aja, petasan, trompet, tapi enggak berani banyak juga (stoknya), kan saingan banyak juga,” kata dia.
Sahidi menduga salah satu alasan sepinya Pasar Asemka adalah akibat melemahnya daya beli masyarakat.
Ia merasa pengunjung yang datang enggan mengeluarkan uang jika tidak benar-benar perlu.
“Kalau ngarepin pembeli yang beli kado (ulang tahun) atau orang lewat mah, wah enggak bisa nutup sewa lapak. Orang juga sekarang pada enggak punya duit kali, apa-apa susah. Enggak pada jajan,” keluh Sahidi.
Sementara itu, Dini (45) pedagang musiman yang tengah menjual kembang api di area luar pasar mengaku stok barang dagangannya masih sangat menumpuk jelang malam tahun baru.
“Sepi, sepi banget. Sekarang, terutama tahun ini ya, berasa sepi banget lah ini akhir tahun. Masih banyak banget stoknya, belum pada habis,” ujar Dini.
Padahal, Dini sudah memiliki trik tersendiri untuk menghadapi kantong pembeli yang kian menipis.
Ia menghindari menyetok kembang api berukuran besar yang harganya mahal, meski kualitasnya lebih bagus.
“Kalau saya sih triknya kalau emang lagi sepi gini, nyetoknya nyetok yang biasa-biasa aja. Jadi enggak beli banyak lah petasan yang bagus, yang gede-gede,” kata Dini.
Ia memilih fokus menjual barang dengan kisaran harga ekonomis yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Banyakinnya nyetoknya jualnya yang harga-harga Rp35.000, Rp50.000, mentok-mentok segitu. Karena kan orang banyak nyarinya yang segituan. Jadi saya jual yang gampang dibeli aja,” tutur dia.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/10/15/68ef366e7ec90.jfif?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/02/19/67b4ee04f3d4a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/25/694cc6b069e7d.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/30/6953ab1b79dc3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)