Category: Kompas.com Metropolitan

  • 17 Terdakwa Penganiaya Prada Lucky Divonis 6 Tahun dan 9 Tahun Penjara 
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

    17 Terdakwa Penganiaya Prada Lucky Divonis 6 Tahun dan 9 Tahun Penjara Regional 31 Desember 2025

    17 Terdakwa Penganiaya Prada Lucky Divonis 6 Tahun dan 9 Tahun Penjara
    Tim Redaksi
    KUPANG, KOMPAS.com
    – Sebanyak 17 terdakwa penganiaya Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo, anggota Yonif TP 834/WM Aeramo, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), divonis enam tahun penjara dan sembilan tahun.
    Dengan rincian, 15 orang terdakwa divonis 6 tahun penjara dan dua orang divonis 9 tahun penjara.
    Sidang putusan itu digelar di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Nusa Tenggara Timur (
    NTT
    ), Rabu (31/12/2025) pagi.
    Berikut 15 terdakwa yang divonis 6 tahun penjara:
    Sementara itu, ini dua terdakwa yang divonis 9 tahun penjara:
    Hakim menilai 17 terdakwa tersebut terbukti secara sah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan primer, yakni Pasal 131 ayat 1 jo ayat 3 Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer (KUHPM) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
    Vonis hakim itu sesuai dengan tuntutan Oditur Militer dalam sidang yang digelar beberapa waktu lalu.
    Selain divonis penjara, 17 terdakwa ini juga dipecat dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).
    Para terdakwa juga dihukum membayar biaya restitusi sesuai perhitungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebesar Rp 544 juta, sehingga masing masing terdakwa membayar Rp 32 juta.
    “Para terdakwa juga akan dibebankan biaya perkara. Dan atas putusan ini, saya persilahkan para terdakwa merapat ke panasihat untuk meminta pendapat,” kata Hakim Ketua Mayor Chk Subiyatno dalam sidang, Rabu.
    Atas putusan itu, penasihat hukum para terdakwa menyatakan pikir-pikir. Oditur Militer juga menyatakan pikir-pikir.
    Sebelumnya diberitakan, sebanyak 22 terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap
    Prada Lucky
    dituntut hukuman pidana penjara serta pemecatan dari kesatuan TNI AD
    Dengan rincian tuntutan, 19 terdakwa dituntut enam tahun penjara, dua terdakwa dituntut sembilan tahun penjara, dan satu terdakwa dituntut 12 tahun penjara.
    Selain pidana penjara, seluruh terdakwa juga dituntut membayar restitusi kepada keluarga korban dengan total nilai lebih dari Rp 500 juta. Sidang pembacaan tuntutan oleh Oditur Militer berlangsung selama dua hari, yakni pada 10–11 Desember 2025.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Resign sebagai Teknisi, Pemuda Tegal Sukses Beternak Kambing Ala Wagyu Jepang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

    Resign sebagai Teknisi, Pemuda Tegal Sukses Beternak Kambing Ala Wagyu Jepang Regional 31 Desember 2025

    Resign sebagai Teknisi, Pemuda Tegal Sukses Beternak Kambing Ala Wagyu Jepang
    Tim Redaksi
    TEGAL, KOMPAS.com
    — Tingginya permintaan daging kambing untuk kuliner sate khas Tegal menginspirasi seorang pemuda bernama Tarmuji (29) membangun peternakan kambing modern di Desa Dukuhwaru, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
    Melalui inovasinya, Tarmuji mengelola sekitar 2.000 ekor kambing di atas lahan seluas 1.700 meter persegi untuk menyokong kebutuhan daging kambing bagi warung sate khas
    Tegal
    yang telah melegenda.
    Pemuda yang akrab disapa Muji ini memulai usaha peternakan kambing sejak usia 23 tahun.
    Latar belakang Muji terbilang tidak lazim untuk dunia peternakan. Ia merupakan lulusan teknik mesin sekolah menengah kejuruan.
    Pada usia 20 tahun, Muji memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai teknisi di sebuah perusahaan industri perakitan sepeda motor di wilayah Jabodetabek.
    Keputusan tersebut diambil setelah ia melihat tingginya permintaan daging kambing di Tegal yang mencapai 500 hingga 1.000 ekor per hari.
    Di sisi lain, pasokan kambing lokal masih terbatas dan belum mampu mencukupi kebutuhan ratusan warung sate di wilayah tersebut.
    “Awalnya karena melihat peluang di Tegal, pecinta kuliner sate di sini sangat banyak. Sate Tegal beda dari yang lain. Dari situ saya berpikir kenapa tidak inisiatif untuk ternak kambing saja,” kata Muji saat menerima kunjungan Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, Rabu (31/12/2025).
    Muji menjelaskan, keempukan daging kambing yang dihasilkan berasal dari pengolahan pakan yang mengadopsi teknik peternakan sapi Wagyu ala Jepang.
    Teknik Wagyu Jepang merujuk pada sistem pemeliharaan ternak yang menekankan pengaturan pakan bernutrisi tinggi, jadwal makan terkontrol, serta manajemen stres ternak. Dengan pola tersebut, pertumbuhan lemak intramuskular dan tekstur daging menjadi lebih halus dan empuk.
    Teknik tersebut ia pelajari secara langsung saat berada di Jepang.
    “Dengan teknis tersebut kualitas daging domba yang dihasilkan memiliki tekstur premium yang menyerupai daging sapi kelas dunia,” pungkas Muji.
    Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih yang meninjau langsung Muji Jaya Farm mengaku kagum dengan model peternakan yang dikembangkan Muji.
    Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai keputusan Muji terjun ke sektor peternakan merupakan langkah strategis di tengah era disrupsi ekonomi.
    Menurut Fikri, sektor pertanian, peternakan, dan kuliner merupakan bidang fundamental yang tidak dapat tergantikan oleh teknologi.
    “Saya kira ini pilihan yang sangat tepat karena di era disrupsi seperti sekarang ini, sektor pertanian, peternakan, dan kuliner adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan, sehingga usaha ini akan berkelanjutan,” kata Fikri.
    Fikri yang merupakan legislator daerah pemilihan IX Jawa Tengah (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes) menilai model peternakan berbasis kolaborasi yang dibangun Muji layak diduplikasi di daerah lain.
    Menurut dia, pendekatan tersebut mampu memperkuat ekonomi kerakyatan tanpa saling mematikan antar-pelaku usaha.
    Ia juga menyoroti kemampuan Muji dalam mengelola seluruh aspek peternakan, mulai dari pakan hingga pemanfaatan limbah kotoran dan urin menjadi produk bernilai guna.
    Kemampuan tersebut dinilai menjadi salah satu kunci di balik kualitas daging kambing yang empuk dan diminati konsumen.
    Melalui kunjungan masa reses Desember 2025, Fikri mengajak generasi muda untuk tidak ragu berinovasi di sektor peternakan.
    Dengan sentuhan manajemen modern, sektor tersebut dinilai mampu menciptakan lapangan kerja mandiri yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Malam Tahun Baru di Pamekasan, Tugu Arek Lancor Bakal Steril Kendaraan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

    Malam Tahun Baru di Pamekasan, Tugu Arek Lancor Bakal Steril Kendaraan Regional 31 Desember 2025

    Malam Tahun Baru di Pamekasan, Tugu Arek Lancor Bakal Steril Kendaraan
    Tim Redaksi

    PAMEKASAN, KOMPAS.com
    – Tugu Arek Lancor di Kabupaten Pamekasan diprediksi menjadi pusat keramaian saat 
    Car Free Night
    (CFN) pada malam pergantian tahun, Rabu (31/12/2025).
    Polres Pamekasan
    memastikan area tersebut akan steril dari kendaraan.
    Polres
    Pamekasan
    akan melakukan penutupan dengan radius 500 meter dari
    Tugu Arek Lancor
    sejak pukul 18.00 hingga pukul 00.15.
    Kasi Humas Polres Pamekasan AKP Jupriadi menyampaikan penutupan akan dilakukan dari empat arah menuju Tugu Arek Lancor.
    “Kami mulai menutup akses ke Arek Lancor pukul 18.00. Empat titik kita tutup secara serentak,” katanya.
    Arus kendaraan di Jalan Jokotole akan dialihkan ke Jalan Kemuning, ke arah selatan.
    Sementara, untuk lalu lintas dari jalur selatan, kendaraan di Jalan Trunojoyo dialihkan ke arah timur, Jalan Niaga.
    Kemudian, dari arah barat, di Jalan Diponegoro akan dialihkan ke arah selatan ke Jalan Cokroatmojo.
    Terakhir, arus lalu lintas dari Jalan KH. Agus Salim akan diarahkan ke arah timur.
    “Kita pastikan di area Monumen Arek Lancor steril dari kendaraan. Sehingga masyarakat dengan keluarganya bisa tenang merayakan tahun baru,” ucapnya.
    Jupriadi menegaskan, di area Monumen Arek Lancor akan dikhususkan untuk pejalan kaki.
    Bahkan, sejumlah personel kepolisian disiagakan untuk pengamanan.
    Dia menambahkan, pusat keramaian diprediksi terjadi di dua lokasi.
    Selain di Monumen Arek Lancor, juga di lapangan eks stasiun di Jalan Trunojoyo.
    “Kita akan pantau setiap pusat keramaian agar tetap kondusif hingga pergantian tahun, salah satunya Tugu Arek Lancor,” imbuhnya.
    Ismiyati (36), warga Kelurahan Barurambat Kota, menyampaikan, dengan adanya pengalihan arus ini, ia berharap akses lalu lintas menuju Tugu Arek Lancor bisa lebih cepat.
    “Mungkin dengan adanya penutupan, akses lalu lintas lebih lengang. Sehingga akses menuju Tugu Arek Lancor lebih cepat. Biasanya kami mau bergerak ke sana saja susah karena padat bahkan macet total,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menjemput Rezeki Jelang Malam Tahun Baru di Ranu Grati: Kisah Keluarga Penjaga Tradisi Ikan Keramba
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        31 Desember 2025

    Menjemput Rezeki Jelang Malam Tahun Baru di Ranu Grati: Kisah Keluarga Penjaga Tradisi Ikan Keramba Surabaya 31 Desember 2025

    Menjemput Rezeki Jelang Malam Tahun Baru di Ranu Grati: Kisah Keluarga Penjaga Tradisi Ikan Keramba
    Tim Redaksi
    PASURUAN, KOMPAS.com
    – Di balik tenangnya permukaan air Ranu Grati di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, ada geliat kesibukan yang tak biasa menjelang penghujung tahun 2025.
    Bagi Ira Kusdiati Ningsi (40), malam pergantian tahun bukan sekadar perayaan kembang api, melainkan puncak dari ikhtiar panjang keluarganya.
    Sebab, permintaan ikan air tawar dari keramba miliknya melonjak tajam. Ikan nila, patin, dan lele yang diternaknya dengan penuh ketelatenan kini menjadi primadona bagi warga yang ingin menghabiskan malam
    tahun baru
    dengan tradisi bakar ikan bersama kerabat.
    Usaha ternak ikan keramba ini bukan sekadar urusan jual-beli bagi Ira. Ini adalah sebuah warisan, usaha dari keluarga.
    Ira bersama suaminya, Suparno, kini memegang tongkat estafet usaha yang dirintis oleh ibundanya, Jumikati.
    “Saya ini meneruskan usaha Ibu. Beliau sudah melakoni usaha ini sejak zaman Presiden Soeharto, akhir Orde Baru itu,” ujar Ira saat berbincang dengan
    Kompas.com
    , Rabu (31/12/2025).
    Meski zaman telah berganti, cara mereka merawat ikan tetap mengedepankan kebersamaan keluarga. Di tepi Ranu, mereka berbagi peran dengan harmonis.
    Suparno, menjaga dan mengontrol keramba agar ikan tetap sehat. Jumikati, ibu pemegang kendali jadwal pemberian pakan. Sedangkan Ira, garda terdepan dalam pemasaran dan melayani pelanggan.
    Kolaborasi generasi ini bertujuan satu, yakni memastikan ikan tidak gampang mati dan memiliki bobot yang memuaskan konsumen.
    Pada setiap pergantian tahun, usaha ini membawa berkah yang luar biasa bagi keluarga Ira.
    Jika pada hari biasa Ira hanya mampu menjual sekitar 10 kilogram ikan, kini angkanya melesat hingga sepuluh kali lipat.
    “Kalau
    malam Tahun Baru
    , penjualan bisa mencapai 100 kilogram ikan,” kata Ira dengan nada syukur.
    Harga ikan pun tergolong kompetitif di tengah tingginya permintaan. Ikan nila dibanderol Rp 35.000 per kilogram, sementara patin dan lele masing-masing Rp 25.000 per kilogram.
    Kualitas ikan segar langsung dari karamba menjadi daya tarik utama yang dicari pembeli.
    Warto, salah satu pelanggan, mengakui bahwa pasokan dari karamba lokal di Ranu sangat membantu memenuhi kebutuhan pasar dan rumah makan
    seafood
    di Kota
    Pasuruan
    .
    “Ikan ini kami distribusikan ke pasar tradisional dan rumah makan
    seafood
    di Kota Pasuruan dan sekitarnya. Ikan segar dari keramba lokal lebih diminati untuk konsumsi malam pergantian tahun,” ujar Warto.
    Untuk menjaga kualitas, Ira dan keluarganya baru akan memanen ikan sesuai dengan jumlah pesanan yang masuk. Hal ini dilakukan agar ikan tetap dalam kondisi prima saat sampai di tangan konsumen.
    Bagi para nelayan karamba di Ranu, geliat ekonomi ini adalah napas segar. Setelah melewati bulan-bulan biasa dengan penjualan yang landai, akhir tahun menjadi pengingat bahwa ketekunan menjaga tradisi keluarga di sela jaring-jaring karamba selalu membuahkan hasil manis.
    Ira pun memprediksi, permintaan ikan ini akan terus bertahan hingga detik-detik pergantian tahun, sebelum akhirnya ritme kehidupan di Ranu kembali tenang di awal Januari tahun 2026.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polres Pasuruan Gelar Patroli Knalpot Brong Saat Malam Tahun Baru
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

    Polres Pasuruan Gelar Patroli Knalpot Brong Saat Malam Tahun Baru Regional 31 Desember 2025

    Polres Pasuruan Gelar Patroli Knalpot Brong Saat Malam Tahun Baru
    Tim Redaksi

    PASURUAN, KOMPAS.com
    – Polres Pasuruan mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat yang hendak merayakan malam pergantian tahun.
    Warga diminta untuk tidak menyalakan
    kembang api
    maupun petasan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban.
    Termasuk larangan
    arak-arakan motor
    dengan menggunakan
    knalpot brong
    . Polisi akan menggelar patroli, sehingga pengguna knalpot brong akan langsung ditindak.
    Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, menyampaikan bahwa pelarangan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan gangguan ketertiban umum yang kerap terjadi akibat penggunaan bahan peledak ringan tersebut.
    “Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Pasuruan agar tidak menyalakan kembang api maupun petasan saat malam pergantian tahun karena berisiko membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban umum,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
    Selain larangan penggunaan kembang api, Dani juga menyoroti cara masyarakat dalam mengekspresikan kegembiraan di malam
    tahun baru
    .
    Ia meminta warga untuk tidak terjebak dalam euforia berlebihan yang berpotensi memicu gesekan atau tindak kriminalitas.
    “Pergantian tahun hendaknya disambut secara sederhana dan tidak berlebihan, sehingga keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” tegasnya.
    Guna memastikan situasi tetap kondusif, Polres Pasuruan telah memetakan sejumlah titik keramaian yang menjadi fokus pengamanan.
    Personel kepolisian akan disiagakan untuk melakukan patroli rutin di jalur-jalur protokol maupun pusat perbelanjaan.
    “Polres Pasuruan memastikan akan melakukan pengamanan dan patroli di sejumlah titik guna menjaga stabilitas kamtibmas selama perayaan malam tahun baru,” pungkas Dani.
    Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kerumunan massa yang tidak terkendali serta penggunaan knalpot brong yang kerap meresahkan warga di malam pergantian tahun.
    “Petugas nanti langsung menindak bagi pengendara motor yang menggunakan arak-arakan dengan knalpot brong,” tegasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sabu 20 Kilogram Lebih Disita di Samarinda, Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Kian Masif
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

    Sabu 20 Kilogram Lebih Disita di Samarinda, Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Kian Masif Regional 31 Desember 2025

    Sabu 20 Kilogram Lebih Disita di Samarinda, Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Kian Masif
    Tim Redaksi
    SAMARINDA, KOMPAS.com
    — Peredaran narkotika di Kota Samarinda menunjukkan ancaman serius sepanjang 2025.
    Meski jumlah perkara relatif stabil, jumlah barang bukti justru melonjak drastis. Kepolisian menilai kondisi ini sebagai indikasi menguatnya jaringan dan skala peredaran
    narkoba
    yang kian masif.
    Data kepolisian mencatat, sepanjang 2025 Polresta
    Samarinda
    mengungkap 250 kasus narkotika. Jumlah ini relatif sama dibandingkan tahun 2024.
    Namun, lonjakan signifikan terlihat pada jumlah barang bukti yang diamankan, khususnya narkotika jenis sabu.
    Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyebutkan, sepanjang 2025 pihaknya berhasil menyita sabu seberat 20,3 kilogram, melonjak tajam dibandingkan 2024 yang hanya mencapai 12,1 kilogram.
    “Jika dikonversikan ke nilai ekonomi, barang bukti sabu yang kami amankan sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp 29,7 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Hendri, Rabu (31/12/2025).
    Paradoks mencolok muncul dari data tersebut. Jumlah kasus narkotika tidak mengalami lonjakan signifikan, bahkan cenderung stabil.
    Namun, besarnya barang bukti menunjukkan
    peredaran narkoba
    bergerak dalam skala yang lebih besar dan terorganisasi.
    Menurut Hendri, hal ini mengindikasikan pergeseran pola kejahatan narkotika.
    “Ini bukan lagi pemain kecil. Yang kami hadapi adalah jaringan yang berani memasok dalam jumlah besar,” ujarnya.
    Sepanjang 2025, sejumlah pengungkapan besar dilakukan di berbagai titik di Samarinda, termasuk penyitaan sabu dengan berat lebih dari dua kilogram di beberapa lokasi strategis.
    Samarinda Dinilai Bagian Jalur Peredaran
    Salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada Oktober 2025, ketika Satresnarkoba Polresta Samarinda mengamankan sekitar tujuh kilogram sabu dalam satu perkara.
    Pengungkapan tersebut dinilai sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Samarinda.
    “Pengungkapan-pengungkapan ini menunjukkan Samarinda tidak hanya menjadi daerah transit, tetapi juga bagian dari jalur peredaran narkoba,” kata Hendri.
    Selain barang bukti, jumlah tersangka narkotika juga menunjukkan tren kenaikan.
    Pada 2024 tercatat 367 tersangka narkotika, sedangkan pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 393 tersangka, meski jumlah perkara relatif sama.
    Kenaikan ini, menurut kepolisian, menunjukkan keterlibatan lebih banyak individu dalam mata rantai peredaran narkoba, mulai dari kurir hingga pengedar.
    “Narkoba selalu melibatkan banyak mata rantai. Ketika satu mata rantai diputus, biasanya masih ada jaringan lain yang bergerak,” ujar Hendri.
    Besarnya barang bukti narkoba yang beredar dinilai menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Samarinda.
    Jika lolos ke pasaran, narkotika tersebut diperkirakan dapat menjangkau ribuan pengguna, terutama di kalangan usia produktif dan generasi muda.
    “Narkoba bukan hanya soal hukum, tetapi soal masa depan generasi. Ini yang membuat kami menempatkan narkoba sebagai prioritas penindakan,” kata Hendri.
    Untuk menekan peredaran narkoba, Polresta Samarinda menggencarkan berbagai operasi kepolisian sepanjang 2025, termasuk Operasi Antik yang secara khusus menyasar jaringan narkotika.
    Meski kerap mendapat apresiasi atas pengungkapan besar, Hendri mengakui penindakan saja tidak cukup.
    “Kami terus menekan dari sisi penegakan hukum, tetapi pencegahan dan peran masyarakat sangat menentukan,” ujarnya.
    Dengan lonjakan barang bukti sepanjang 2025, kepolisian menilai Samarinda berada dalam pusaran jaringan peredaran narkoba regional.
    Faktor geografis, jalur transportasi, dan mobilitas penduduk dinilai dimanfaatkan oleh jaringan narkotika.
    “Ini tantangan besar. Selama masih ada permintaan, peredaran akan terus ada,” kata Hendri.
    Lonjakan barang bukti narkoba menjadi alarm keras bagi Kota Tepian.
    Di tengah upaya menekan kriminalitas secara umum, narkoba justru menunjukkan wajah ancaman yang semakin besar dan terorganisasi.
    “Ini tidak bisa ditangani oleh polisi saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk mencegah generasi kita terjerumus,” tegas Hendri.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sabu 20 Kilogram Lebih Disita di Samarinda, Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Kian Masif
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

    Sabu 20 Kilogram Lebih Disita di Samarinda, Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Kian Masif Regional 31 Desember 2025

    Sabu 20 Kilogram Lebih Disita di Samarinda, Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Kian Masif
    Tim Redaksi
    SAMARINDA, KOMPAS.com
    — Peredaran narkotika di Kota Samarinda menunjukkan ancaman serius sepanjang 2025.
    Meski jumlah perkara relatif stabil, jumlah barang bukti justru melonjak drastis. Kepolisian menilai kondisi ini sebagai indikasi menguatnya jaringan dan skala peredaran
    narkoba
    yang kian masif.
    Data kepolisian mencatat, sepanjang 2025 Polresta
    Samarinda
    mengungkap 250 kasus narkotika. Jumlah ini relatif sama dibandingkan tahun 2024.
    Namun, lonjakan signifikan terlihat pada jumlah barang bukti yang diamankan, khususnya narkotika jenis sabu.
    Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyebutkan, sepanjang 2025 pihaknya berhasil menyita sabu seberat 20,3 kilogram, melonjak tajam dibandingkan 2024 yang hanya mencapai 12,1 kilogram.
    “Jika dikonversikan ke nilai ekonomi, barang bukti sabu yang kami amankan sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp 29,7 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Hendri, Rabu (31/12/2025).
    Paradoks mencolok muncul dari data tersebut. Jumlah kasus narkotika tidak mengalami lonjakan signifikan, bahkan cenderung stabil.
    Namun, besarnya barang bukti menunjukkan
    peredaran narkoba
    bergerak dalam skala yang lebih besar dan terorganisasi.
    Menurut Hendri, hal ini mengindikasikan pergeseran pola kejahatan narkotika.
    “Ini bukan lagi pemain kecil. Yang kami hadapi adalah jaringan yang berani memasok dalam jumlah besar,” ujarnya.
    Sepanjang 2025, sejumlah pengungkapan besar dilakukan di berbagai titik di Samarinda, termasuk penyitaan sabu dengan berat lebih dari dua kilogram di beberapa lokasi strategis.
    Samarinda Dinilai Bagian Jalur Peredaran
    Salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada Oktober 2025, ketika Satresnarkoba Polresta Samarinda mengamankan sekitar tujuh kilogram sabu dalam satu perkara.
    Pengungkapan tersebut dinilai sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Samarinda.
    “Pengungkapan-pengungkapan ini menunjukkan Samarinda tidak hanya menjadi daerah transit, tetapi juga bagian dari jalur peredaran narkoba,” kata Hendri.
    Selain barang bukti, jumlah tersangka narkotika juga menunjukkan tren kenaikan.
    Pada 2024 tercatat 367 tersangka narkotika, sedangkan pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 393 tersangka, meski jumlah perkara relatif sama.
    Kenaikan ini, menurut kepolisian, menunjukkan keterlibatan lebih banyak individu dalam mata rantai peredaran narkoba, mulai dari kurir hingga pengedar.
    “Narkoba selalu melibatkan banyak mata rantai. Ketika satu mata rantai diputus, biasanya masih ada jaringan lain yang bergerak,” ujar Hendri.
    Besarnya barang bukti narkoba yang beredar dinilai menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Samarinda.
    Jika lolos ke pasaran, narkotika tersebut diperkirakan dapat menjangkau ribuan pengguna, terutama di kalangan usia produktif dan generasi muda.
    “Narkoba bukan hanya soal hukum, tetapi soal masa depan generasi. Ini yang membuat kami menempatkan narkoba sebagai prioritas penindakan,” kata Hendri.
    Untuk menekan peredaran narkoba, Polresta Samarinda menggencarkan berbagai operasi kepolisian sepanjang 2025, termasuk Operasi Antik yang secara khusus menyasar jaringan narkotika.
    Meski kerap mendapat apresiasi atas pengungkapan besar, Hendri mengakui penindakan saja tidak cukup.
    “Kami terus menekan dari sisi penegakan hukum, tetapi pencegahan dan peran masyarakat sangat menentukan,” ujarnya.
    Dengan lonjakan barang bukti sepanjang 2025, kepolisian menilai Samarinda berada dalam pusaran jaringan peredaran narkoba regional.
    Faktor geografis, jalur transportasi, dan mobilitas penduduk dinilai dimanfaatkan oleh jaringan narkotika.
    “Ini tantangan besar. Selama masih ada permintaan, peredaran akan terus ada,” kata Hendri.
    Lonjakan barang bukti narkoba menjadi alarm keras bagi Kota Tepian.
    Di tengah upaya menekan kriminalitas secara umum, narkoba justru menunjukkan wajah ancaman yang semakin besar dan terorganisasi.
    “Ini tidak bisa ditangani oleh polisi saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk mencegah generasi kita terjerumus,” tegas Hendri.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kaleidoskop 2025: Setahun Jakarta Dipimpin Pramono–Rano Karno Usai Era Pj Gubernur
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        31 Desember 2025

    Kaleidoskop 2025: Setahun Jakarta Dipimpin Pramono–Rano Karno Usai Era Pj Gubernur Megapolitan 31 Desember 2025

    Kaleidoskop 2025: Setahun Jakarta Dipimpin Pramono–Rano Karno Usai Era Pj Gubernur
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Tahun 2025 menjadi momentum penting dalam sejarah pemerintahan ibu kota Jakarta.
    Setelah bertahun-tahun dilalui oleh Penjabat (Pj) Gubernur, akhirnya pemerintahan DKI Jakarta kembali dipimpin oleh gubernur definitif, yakni
    Pramono Anung
    sebagai Gubernur bersama
    Rano Karno
    sebagai Wakil Gubernur.
    Dengan pergantian ini, kebijakan jangka panjang di berbagai sektor pemerintahan dan pelayanan publik lahir.
    Sebelum era Pj, DKI Jakarta dipimpin oleh Anies Baswedan yang menyelesaikan masa jabatan Gubernur hingga 16 Oktober 2022.
    Di masa kepemimpinan Anies diwarnai berbagai kebijakan yang dilakukan, mulai dari infrastruktur, program sosial, hingga membuat program identitas seperti pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), Rumah DP 0 Rupiah, dan Formula E.
    Setelah masa jabatannya berakhir, Pemerintah Pusat tidak langsung menunjuk gubernur definitif baru sesuai mekanisme Pilkada, sehingga DKI memasuki periode jabatan sementara melalui tenaga Penjabat.
    Untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan setelah berakhirnya masa Anies Baswedan, kala itu Presiden Joko Widodo menunjuk Heru Budi Hartono sebagai Penjabat
    Gubernur DKI Jakarta
    pada 17 Oktober 2022.
    Heru Budi sebelumnya menjabat Kepala Sekretariat Presiden dan memiliki pengalaman birokrasi yang kuat.
    Heru Budi kemudian menjalankan tugasnya selama dua tahun hingga 17 Oktober 2024, fokus utamanya menjaga stabilitas tata kelola pemerintahan serta melanjutkan program-program penting, terutama yang terkait pelayanan dasar dan program transisi pemerintahan.
    Menjelang akhir 2024, masa tugas Heru sebagai Pj Gubernur berakhir.
    Presiden Joko Widodo kemudian mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 125P tertanggal 16 Oktober 2024 yang memberhentikan Heru Budi Hartono dan mengangkat Teguh Setyabudi sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta yang baru.
    Teguh Setyabudi, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil di Kementerian Dalam Negeri, memimpin pemerintahan sementara sejak 18 Oktober 2024.
    Penunjukan ini dimaksudkan untuk memastikan kesinambungan proses administratif pemerintahan hingga proses pilkada dan pelantikan gubernur definitif selesai.
    Selama masa jabatannya, Teguh berupaya memaksimalkan roda pemerintahan, terutama menjelang momentum pergantian kepemimpinan definitif setelah Pilkada 2024 selesai.
    Pergantian kepemimpinan terjadi pada awal 2025, tepatnya Kamis, 20 Februari 2025, ketika Pramono Anung dan Rano Karno resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta secara definitif di Balai Kota Jakarta.
    Kepemimpinan ini menjadi babak baru setelah bertahun-tahun Jakarta dipimpin oleh jajaran Penjabat.
    Pasangan ini membawa agenda yang lebih terarah untuk pembangunan jangka panjang.
    Mereka sempat menyusun 40 program kerja yang diprioritaskan dalam 100 hari pertama masa pemerintahan atau yang disebut “Quick Wins”.
    Fokus utamanya mencakup pengendalian banjir, perbaikan transportasi publik, hingga pendidikan.
    Sepanjang 2025, apa saja yang Sudah Dijalankan Pramono-Rano?
    Pramono-Rano melakukan integrasi antarmoda untuk meredam kemacetan yang telah menjadi problem lama ibu kota.
    Untuk menjangkau kawasan yang lebih luas dan meminimalkan kendaraan pribadi, pemerintah memperluas layanan Transjakarta menjadi Transjabodetabek, mencakup rute ke:
    * Tangerang Selatan (Blok M – Alam Sutera),
    * Bekasi (Vida Bekasi – Cawang),
    * Bogor (Bogor – Blok M),
    * Sawangan – Lebak Bulus,
    * PIK2 – Blok M.
    Tujuannya: menurunkan jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta dari wilayah penyangga.
    Sebagai stimulus agar masyarakat beralih ke transportasi umum, ada 15 kelompok masyarakat tertentu yang digratiskan untuk naik moda transportasi Transjakarta, MRT, LRT, dan JakLingko, seperti lansia, penyandang disabilitas, pelajar, tokoh agama, dan pekerja gaji rendah.
    Salah satu kebijakan menarik agar mendorong masyarakat naik transportasi umum adalah kewajiban ASN naik transportasi umum setiap Rabu.
    Aturan ini dikeluarkan oleh Pramono secara resmi melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 6 Tahun 2025.
    Selain urusan transportasi dan kemacetan, Pramono juga menyoroti pengendalian banjir.
    Ia menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) mempercepat pengerukan kali, sungai, waduk, situ, dan embung.
    Hingga 12 Desember 2025, volume pengerukan mencapai 856.886 meter kubik yang dilakukan di 1.996 titik, terdiri dari: 850 titik di kawasan Jakarta Timur, 318 titik di Jakarta Barat, 558 titik Jakarta Utara, 103 titik berada di Jakarta Selatan, dan 167 titik ada di Jakarta Pusat.
    Selain pengerukan, Pemprov juga membangun waduk/situ/embung baru untuk menambah kapasitas tampung air sekaligus mengurangi limpasan saat hujan puncak.
    Lokasinya tersebar di tiga wilayah:
    Jakarta Barat: Waduk Aseni, Embung Jaya 25.
    Jakarta Timur: Embung Giri Kencana, Embung Bambu Hitam, Embung Jalan Sejuk, Embung Aneka Elok.
    Jakarta Selatan: Embung Lapangan Merah, Embung Kemang Utara IX (Dharmajaya), Embung Jagakarsa, Embung Pemuda.
    Tujuan utamanya agar genangan berkurang, aliran air lebih terkendali, dan kawasan rawan banjir perlahan ditangani.
    Bidang pendidikan juga mendapat perhatian.
    Pemerintah memastikan siswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa bersekolah melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan kebijakan pemutihan ijazah.
    Untuk KJP, pada Tahap I Tahun 2025 tercatat 707.622 siswa, sementara Tahap II Tahun 2025 sebanyak 707.513 siswa.
    Angka tersebut mencakup penerima lanjutan dan penerima baru, termasuk siswa yang sudah lulus SLTA.
    Rincian Jumlah Penerima (Tahap II Tahun 2025):
    – Total: 707.513 peserta didik.
    – Penerima Lanjutan (Existing): 622.157 siswa.
    – Penerima Baru: 85.356 siswa.
    Jumlah Penerima Berdasarkan Jenjang (Contoh Tahap II):
    – SD/MI: 249.919 siswa.
    – SMP/MTs: 147.341 siswa.
    – SMA/MA: 48.876 siswa.
    – SMK: 83.403 siswa.
    – PKBM: 1.083 siswa.
    Selain KJP, Pemprov DKI juga memutihkan 6.050 ijazah sepanjang 2025.
    Program ini ditujukan bagi lulusan sekolah menengah swasta yang ijazahnya tertahan karena tunggakan biaya pendidikan.
    Pemutihan ijazah tersebut dilakukan secara bertahap.
    Pada tahap pertama, pemutihan diberikan kepada 117 siswa.
    Tahap kedua menyasar 371 siswa, disusul tahap ketiga sebanyak 820 siswa.
    Selanjutnya, tahap keempat dilaksanakan dalam dua gelombang dengan jumlah penerima masing-masing 744 siswa dan 1.238 siswa.
    Adapun tahap kelima menjadi tahap dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 2.753 siswa.
    Sepanjang 2025, beragam program telah dijalankan.
    Namun, beberapa masih membutuhkan penyempurnaan.
    Evaluasi tahunan ini mengingatkan bahwa keberhasilan pemerintahan bukan diukur dari banyaknya program yang diluncurkan, melainkan dari manfaat nyata yang benar-benar dirasakan warga Jakarta.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        Prabowo Tiba di Tapanuli Utara, Disambut AHY hingga Bobby Nasution
                        Nasional

    2 Prabowo Tiba di Tapanuli Utara, Disambut AHY hingga Bobby Nasution Nasional

    Prabowo Tiba di Tapanuli Utara, Disambut AHY hingga Bobby Nasution
    Tim Redaksi
    TAPANULI UTARA, KOMPAS.com –
    Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025) siang, untuk melaksanakan kunjungan kerja.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, pesawat kepresidenan yang mengangkut Prabowo mendarat sekitar pukul 11.25 WIB.
    Prabowo mengenakan kemeja safari berwarna krem dan topi biru ketika turun dari pesawat.
    Sejumlah pejabat pun langsung menyambut kedatangan Prabowo.
    Mereka adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
    Lalu, ada pula Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan, serta Pangdam Bukit Barisan Mayjen Hendy Antariksa yang ikut menyambut Prabowo.
    Prabowo menyalami mereka satu per satu lalu berjalan menuju helikopter dengan didampingi Menhan.
    Berdasarkan keterangan yang diterima, Prabowo akan lanjut terbang ke Tapanuli Selatan dengan menggunakan Helikopter TNI AU Caracal.
    Setibanya di sana, Prabowo akan meninjau jembatan bailey Sungai Garoga, Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
    Dalam kunjungan ini, tampak Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka mendampingi Prabowo.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tahun Baru di Puncak, Wisatawan Wajib Waspada Kabut Tebal dan Jalan Licin
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        31 Desember 2025

    Tahun Baru di Puncak, Wisatawan Wajib Waspada Kabut Tebal dan Jalan Licin Bandung 31 Desember 2025

    Tahun Baru di Puncak, Wisatawan Wajib Waspada Kabut Tebal dan Jalan Licin
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Mabes Polri memastikan kesiapan pengamanan malam pergantian Tahun Baru 2025–2026 di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Hal ini dipastikan setelah tim meninjau langsung Pos Pengamanan (Pospam) Gadog, Rabu (31/12/2025).
    Tim auditor
    Itwasum
    yang dipimpin
    Irjen Pol Dwi Gunawan
    mengecek kesiapan personel Polri serta koordinasi lintas instansi dalam Operasi
    Pengamanan Tahun Baru
    2025. Pengawasan difokuskan pada kegiatan pengamanan yang akan berlangsung malam ini di sepanjang jalur wisata Puncak.
    “Kami dari Inspektorat Pengawasan Umum atas perintah Bapak Irwasum melaksanakan pengawasan Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025. Kami melihat kesiapan anggota Polri di lapangan serta koordinasi dan sinergi antar-instansi,” ujar Dwi di
    Pospam Gadog
    , Rabu.
    Berdasarkan hasil pemantauan sejak pukul 08.00 WIB pagi, seluruh personel pengamanan dilaporkan telah siap bertugas melayani masyarakat yang akan merayakan pergantian tahun.
    Irjen Pol Dwi Gunawan mengapresiasi koordinasi yang solid antara Polri dan instansi terkait lainnya dalam mengawal arus wisata akhir tahun.
    Langkah teknis pengamanan, termasuk pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas di titik-titik krusial, telah disiapkan dengan matang.
    Detail mengenai teknis pengalihan arus akan disampaikan secara terpisah oleh penanggung jawab Pospam Gadog guna mengurai kepadatan.
    Pihak Itwasum
    Mabes Polri
    memastikan bahwa kehadiran personel di lapangan bukan hanya untuk pengaturan lalu lintas, melainkan juga untuk menjamin rasa aman bagi para wisatawan yang berkunjung ke kawasan dataran tinggi tersebut.
    Selain mengecek kesiapan pasukan, Itwasum Mabes Polri juga menyoroti faktor keamanan berkendara mengingat kondisi geografis Puncak yang menantang. Masyarakat diminta mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri jika kondisi cuaca memburuk.
    “Di Puncak saat ini banyak kendaraan roda dua. Cuaca baru selesai hujan, jalanan licin, dan kabut cukup tebal,” kata Dwi memperingatkan.
    Ia mengimbau pengendara agar berhati-hati, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan jaket, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.
    Pengendara diingatkan untuk waspada terhadap jarak pandang yang terbatas akibat kabut yang kerap turun di sore hingga malam hari.
    Pemerintah dan kepolisian berharap perayaan malam pergantian tahun di kawasan Puncak dapat berjalan kondusif tanpa adanya insiden kecelakaan yang menonjol akibat kelalaian pengendara.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.