17 Terdakwa Penganiaya Prada Lucky Divonis 6 Tahun dan 9 Tahun Penjara
Tim Redaksi
KUPANG, KOMPAS.com
– Sebanyak 17 terdakwa penganiaya Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo, anggota Yonif TP 834/WM Aeramo, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), divonis enam tahun penjara dan sembilan tahun.
Dengan rincian, 15 orang terdakwa divonis 6 tahun penjara dan dua orang divonis 9 tahun penjara.
Sidang putusan itu digelar di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Nusa Tenggara Timur (
NTT
), Rabu (31/12/2025) pagi.
Berikut 15 terdakwa yang divonis 6 tahun penjara:
Sementara itu, ini dua terdakwa yang divonis 9 tahun penjara:
Hakim menilai 17 terdakwa tersebut terbukti secara sah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan primer, yakni Pasal 131 ayat 1 jo ayat 3 Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer (KUHPM) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Vonis hakim itu sesuai dengan tuntutan Oditur Militer dalam sidang yang digelar beberapa waktu lalu.
Selain divonis penjara, 17 terdakwa ini juga dipecat dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).
Para terdakwa juga dihukum membayar biaya restitusi sesuai perhitungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebesar Rp 544 juta, sehingga masing masing terdakwa membayar Rp 32 juta.
“Para terdakwa juga akan dibebankan biaya perkara. Dan atas putusan ini, saya persilahkan para terdakwa merapat ke panasihat untuk meminta pendapat,” kata Hakim Ketua Mayor Chk Subiyatno dalam sidang, Rabu.
Atas putusan itu, penasihat hukum para terdakwa menyatakan pikir-pikir. Oditur Militer juga menyatakan pikir-pikir.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 22 terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap
Prada Lucky
dituntut hukuman pidana penjara serta pemecatan dari kesatuan TNI AD
Dengan rincian tuntutan, 19 terdakwa dituntut enam tahun penjara, dua terdakwa dituntut sembilan tahun penjara, dan satu terdakwa dituntut 12 tahun penjara.
Selain pidana penjara, seluruh terdakwa juga dituntut membayar restitusi kepada keluarga korban dengan total nilai lebih dari Rp 500 juta. Sidang pembacaan tuntutan oleh Oditur Militer berlangsung selama dua hari, yakni pada 10–11 Desember 2025.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/12/31/6954afd56f6e4.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
17 Terdakwa Penganiaya Prada Lucky Divonis 6 Tahun dan 9 Tahun Penjara Regional 31 Desember 2025
-
/data/photo/2025/12/31/6954ad15c5863.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Resign sebagai Teknisi, Pemuda Tegal Sukses Beternak Kambing Ala Wagyu Jepang Regional 31 Desember 2025
Resign sebagai Teknisi, Pemuda Tegal Sukses Beternak Kambing Ala Wagyu Jepang
Tim Redaksi
TEGAL, KOMPAS.com
— Tingginya permintaan daging kambing untuk kuliner sate khas Tegal menginspirasi seorang pemuda bernama Tarmuji (29) membangun peternakan kambing modern di Desa Dukuhwaru, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Melalui inovasinya, Tarmuji mengelola sekitar 2.000 ekor kambing di atas lahan seluas 1.700 meter persegi untuk menyokong kebutuhan daging kambing bagi warung sate khas
Tegal
yang telah melegenda.
Pemuda yang akrab disapa Muji ini memulai usaha peternakan kambing sejak usia 23 tahun.
Latar belakang Muji terbilang tidak lazim untuk dunia peternakan. Ia merupakan lulusan teknik mesin sekolah menengah kejuruan.
Pada usia 20 tahun, Muji memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai teknisi di sebuah perusahaan industri perakitan sepeda motor di wilayah Jabodetabek.
Keputusan tersebut diambil setelah ia melihat tingginya permintaan daging kambing di Tegal yang mencapai 500 hingga 1.000 ekor per hari.
Di sisi lain, pasokan kambing lokal masih terbatas dan belum mampu mencukupi kebutuhan ratusan warung sate di wilayah tersebut.
“Awalnya karena melihat peluang di Tegal, pecinta kuliner sate di sini sangat banyak. Sate Tegal beda dari yang lain. Dari situ saya berpikir kenapa tidak inisiatif untuk ternak kambing saja,” kata Muji saat menerima kunjungan Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, Rabu (31/12/2025).
Muji menjelaskan, keempukan daging kambing yang dihasilkan berasal dari pengolahan pakan yang mengadopsi teknik peternakan sapi Wagyu ala Jepang.
Teknik Wagyu Jepang merujuk pada sistem pemeliharaan ternak yang menekankan pengaturan pakan bernutrisi tinggi, jadwal makan terkontrol, serta manajemen stres ternak. Dengan pola tersebut, pertumbuhan lemak intramuskular dan tekstur daging menjadi lebih halus dan empuk.
Teknik tersebut ia pelajari secara langsung saat berada di Jepang.
“Dengan teknis tersebut kualitas daging domba yang dihasilkan memiliki tekstur premium yang menyerupai daging sapi kelas dunia,” pungkas Muji.
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih yang meninjau langsung Muji Jaya Farm mengaku kagum dengan model peternakan yang dikembangkan Muji.
Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai keputusan Muji terjun ke sektor peternakan merupakan langkah strategis di tengah era disrupsi ekonomi.
Menurut Fikri, sektor pertanian, peternakan, dan kuliner merupakan bidang fundamental yang tidak dapat tergantikan oleh teknologi.
“Saya kira ini pilihan yang sangat tepat karena di era disrupsi seperti sekarang ini, sektor pertanian, peternakan, dan kuliner adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan, sehingga usaha ini akan berkelanjutan,” kata Fikri.
Fikri yang merupakan legislator daerah pemilihan IX Jawa Tengah (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes) menilai model peternakan berbasis kolaborasi yang dibangun Muji layak diduplikasi di daerah lain.
Menurut dia, pendekatan tersebut mampu memperkuat ekonomi kerakyatan tanpa saling mematikan antar-pelaku usaha.
Ia juga menyoroti kemampuan Muji dalam mengelola seluruh aspek peternakan, mulai dari pakan hingga pemanfaatan limbah kotoran dan urin menjadi produk bernilai guna.
Kemampuan tersebut dinilai menjadi salah satu kunci di balik kualitas daging kambing yang empuk dan diminati konsumen.
Melalui kunjungan masa reses Desember 2025, Fikri mengajak generasi muda untuk tidak ragu berinovasi di sektor peternakan.
Dengan sentuhan manajemen modern, sektor tersebut dinilai mampu menciptakan lapangan kerja mandiri yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/31/6954aef396c4a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Malam Tahun Baru di Pamekasan, Tugu Arek Lancor Bakal Steril Kendaraan Regional 31 Desember 2025
Malam Tahun Baru di Pamekasan, Tugu Arek Lancor Bakal Steril Kendaraan
Tim Redaksi
PAMEKASAN, KOMPAS.com
– Tugu Arek Lancor di Kabupaten Pamekasan diprediksi menjadi pusat keramaian saat
Car Free Night
(CFN) pada malam pergantian tahun, Rabu (31/12/2025).
Polres Pamekasan
memastikan area tersebut akan steril dari kendaraan.
Polres
Pamekasan
akan melakukan penutupan dengan radius 500 meter dari
Tugu Arek Lancor
sejak pukul 18.00 hingga pukul 00.15.
Kasi Humas Polres Pamekasan AKP Jupriadi menyampaikan penutupan akan dilakukan dari empat arah menuju Tugu Arek Lancor.
“Kami mulai menutup akses ke Arek Lancor pukul 18.00. Empat titik kita tutup secara serentak,” katanya.
Arus kendaraan di Jalan Jokotole akan dialihkan ke Jalan Kemuning, ke arah selatan.
Sementara, untuk lalu lintas dari jalur selatan, kendaraan di Jalan Trunojoyo dialihkan ke arah timur, Jalan Niaga.
Kemudian, dari arah barat, di Jalan Diponegoro akan dialihkan ke arah selatan ke Jalan Cokroatmojo.
Terakhir, arus lalu lintas dari Jalan KH. Agus Salim akan diarahkan ke arah timur.
“Kita pastikan di area Monumen Arek Lancor steril dari kendaraan. Sehingga masyarakat dengan keluarganya bisa tenang merayakan tahun baru,” ucapnya.
Jupriadi menegaskan, di area Monumen Arek Lancor akan dikhususkan untuk pejalan kaki.
Bahkan, sejumlah personel kepolisian disiagakan untuk pengamanan.
Dia menambahkan, pusat keramaian diprediksi terjadi di dua lokasi.
Selain di Monumen Arek Lancor, juga di lapangan eks stasiun di Jalan Trunojoyo.
“Kita akan pantau setiap pusat keramaian agar tetap kondusif hingga pergantian tahun, salah satunya Tugu Arek Lancor,” imbuhnya.
Ismiyati (36), warga Kelurahan Barurambat Kota, menyampaikan, dengan adanya pengalihan arus ini, ia berharap akses lalu lintas menuju Tugu Arek Lancor bisa lebih cepat.
“Mungkin dengan adanya penutupan, akses lalu lintas lebih lengang. Sehingga akses menuju Tugu Arek Lancor lebih cepat. Biasanya kami mau bergerak ke sana saja susah karena padat bahkan macet total,” ucapnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/31/69549b6e805e5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Polres Pasuruan Gelar Patroli Knalpot Brong Saat Malam Tahun Baru Regional 31 Desember 2025
Polres Pasuruan Gelar Patroli Knalpot Brong Saat Malam Tahun Baru
Tim Redaksi
PASURUAN, KOMPAS.com
– Polres Pasuruan mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat yang hendak merayakan malam pergantian tahun.
Warga diminta untuk tidak menyalakan
kembang api
maupun petasan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban.
Termasuk larangan
arak-arakan motor
dengan menggunakan
knalpot brong
. Polisi akan menggelar patroli, sehingga pengguna knalpot brong akan langsung ditindak.
Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, menyampaikan bahwa pelarangan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan gangguan ketertiban umum yang kerap terjadi akibat penggunaan bahan peledak ringan tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Pasuruan agar tidak menyalakan kembang api maupun petasan saat malam pergantian tahun karena berisiko membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban umum,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Selain larangan penggunaan kembang api, Dani juga menyoroti cara masyarakat dalam mengekspresikan kegembiraan di malam
tahun baru
.
Ia meminta warga untuk tidak terjebak dalam euforia berlebihan yang berpotensi memicu gesekan atau tindak kriminalitas.
“Pergantian tahun hendaknya disambut secara sederhana dan tidak berlebihan, sehingga keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” tegasnya.
Guna memastikan situasi tetap kondusif, Polres Pasuruan telah memetakan sejumlah titik keramaian yang menjadi fokus pengamanan.
Personel kepolisian akan disiagakan untuk melakukan patroli rutin di jalur-jalur protokol maupun pusat perbelanjaan.
“Polres Pasuruan memastikan akan melakukan pengamanan dan patroli di sejumlah titik guna menjaga stabilitas kamtibmas selama perayaan malam tahun baru,” pungkas Dani.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kerumunan massa yang tidak terkendali serta penggunaan knalpot brong yang kerap meresahkan warga di malam pergantian tahun.
“Petugas nanti langsung menindak bagi pengendara motor yang menggunakan arak-arakan dengan knalpot brong,” tegasnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/31/69547c57e402f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sabu 20 Kilogram Lebih Disita di Samarinda, Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Kian Masif Regional 31 Desember 2025
Sabu 20 Kilogram Lebih Disita di Samarinda, Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Kian Masif
Tim Redaksi
SAMARINDA, KOMPAS.com
— Peredaran narkotika di Kota Samarinda menunjukkan ancaman serius sepanjang 2025.
Meski jumlah perkara relatif stabil, jumlah barang bukti justru melonjak drastis. Kepolisian menilai kondisi ini sebagai indikasi menguatnya jaringan dan skala peredaran
narkoba
yang kian masif.
Data kepolisian mencatat, sepanjang 2025 Polresta
Samarinda
mengungkap 250 kasus narkotika. Jumlah ini relatif sama dibandingkan tahun 2024.
Namun, lonjakan signifikan terlihat pada jumlah barang bukti yang diamankan, khususnya narkotika jenis sabu.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyebutkan, sepanjang 2025 pihaknya berhasil menyita sabu seberat 20,3 kilogram, melonjak tajam dibandingkan 2024 yang hanya mencapai 12,1 kilogram.
“Jika dikonversikan ke nilai ekonomi, barang bukti sabu yang kami amankan sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp 29,7 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Hendri, Rabu (31/12/2025).
Paradoks mencolok muncul dari data tersebut. Jumlah kasus narkotika tidak mengalami lonjakan signifikan, bahkan cenderung stabil.
Namun, besarnya barang bukti menunjukkan
peredaran narkoba
bergerak dalam skala yang lebih besar dan terorganisasi.
Menurut Hendri, hal ini mengindikasikan pergeseran pola kejahatan narkotika.
“Ini bukan lagi pemain kecil. Yang kami hadapi adalah jaringan yang berani memasok dalam jumlah besar,” ujarnya.
Sepanjang 2025, sejumlah pengungkapan besar dilakukan di berbagai titik di Samarinda, termasuk penyitaan sabu dengan berat lebih dari dua kilogram di beberapa lokasi strategis.
Samarinda Dinilai Bagian Jalur Peredaran
Salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada Oktober 2025, ketika Satresnarkoba Polresta Samarinda mengamankan sekitar tujuh kilogram sabu dalam satu perkara.
Pengungkapan tersebut dinilai sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Samarinda.
“Pengungkapan-pengungkapan ini menunjukkan Samarinda tidak hanya menjadi daerah transit, tetapi juga bagian dari jalur peredaran narkoba,” kata Hendri.
Selain barang bukti, jumlah tersangka narkotika juga menunjukkan tren kenaikan.
Pada 2024 tercatat 367 tersangka narkotika, sedangkan pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 393 tersangka, meski jumlah perkara relatif sama.
Kenaikan ini, menurut kepolisian, menunjukkan keterlibatan lebih banyak individu dalam mata rantai peredaran narkoba, mulai dari kurir hingga pengedar.
“Narkoba selalu melibatkan banyak mata rantai. Ketika satu mata rantai diputus, biasanya masih ada jaringan lain yang bergerak,” ujar Hendri.
Besarnya barang bukti narkoba yang beredar dinilai menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Samarinda.
Jika lolos ke pasaran, narkotika tersebut diperkirakan dapat menjangkau ribuan pengguna, terutama di kalangan usia produktif dan generasi muda.
“Narkoba bukan hanya soal hukum, tetapi soal masa depan generasi. Ini yang membuat kami menempatkan narkoba sebagai prioritas penindakan,” kata Hendri.
Untuk menekan peredaran narkoba, Polresta Samarinda menggencarkan berbagai operasi kepolisian sepanjang 2025, termasuk Operasi Antik yang secara khusus menyasar jaringan narkotika.
Meski kerap mendapat apresiasi atas pengungkapan besar, Hendri mengakui penindakan saja tidak cukup.
“Kami terus menekan dari sisi penegakan hukum, tetapi pencegahan dan peran masyarakat sangat menentukan,” ujarnya.
Dengan lonjakan barang bukti sepanjang 2025, kepolisian menilai Samarinda berada dalam pusaran jaringan peredaran narkoba regional.
Faktor geografis, jalur transportasi, dan mobilitas penduduk dinilai dimanfaatkan oleh jaringan narkotika.
“Ini tantangan besar. Selama masih ada permintaan, peredaran akan terus ada,” kata Hendri.
Lonjakan barang bukti narkoba menjadi alarm keras bagi Kota Tepian.
Di tengah upaya menekan kriminalitas secara umum, narkoba justru menunjukkan wajah ancaman yang semakin besar dan terorganisasi.
“Ini tidak bisa ditangani oleh polisi saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk mencegah generasi kita terjerumus,” tegas Hendri.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/31/69547c57e402f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sabu 20 Kilogram Lebih Disita di Samarinda, Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Kian Masif Regional 31 Desember 2025
Sabu 20 Kilogram Lebih Disita di Samarinda, Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Kian Masif
Tim Redaksi
SAMARINDA, KOMPAS.com
— Peredaran narkotika di Kota Samarinda menunjukkan ancaman serius sepanjang 2025.
Meski jumlah perkara relatif stabil, jumlah barang bukti justru melonjak drastis. Kepolisian menilai kondisi ini sebagai indikasi menguatnya jaringan dan skala peredaran
narkoba
yang kian masif.
Data kepolisian mencatat, sepanjang 2025 Polresta
Samarinda
mengungkap 250 kasus narkotika. Jumlah ini relatif sama dibandingkan tahun 2024.
Namun, lonjakan signifikan terlihat pada jumlah barang bukti yang diamankan, khususnya narkotika jenis sabu.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyebutkan, sepanjang 2025 pihaknya berhasil menyita sabu seberat 20,3 kilogram, melonjak tajam dibandingkan 2024 yang hanya mencapai 12,1 kilogram.
“Jika dikonversikan ke nilai ekonomi, barang bukti sabu yang kami amankan sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp 29,7 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Hendri, Rabu (31/12/2025).
Paradoks mencolok muncul dari data tersebut. Jumlah kasus narkotika tidak mengalami lonjakan signifikan, bahkan cenderung stabil.
Namun, besarnya barang bukti menunjukkan
peredaran narkoba
bergerak dalam skala yang lebih besar dan terorganisasi.
Menurut Hendri, hal ini mengindikasikan pergeseran pola kejahatan narkotika.
“Ini bukan lagi pemain kecil. Yang kami hadapi adalah jaringan yang berani memasok dalam jumlah besar,” ujarnya.
Sepanjang 2025, sejumlah pengungkapan besar dilakukan di berbagai titik di Samarinda, termasuk penyitaan sabu dengan berat lebih dari dua kilogram di beberapa lokasi strategis.
Samarinda Dinilai Bagian Jalur Peredaran
Salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada Oktober 2025, ketika Satresnarkoba Polresta Samarinda mengamankan sekitar tujuh kilogram sabu dalam satu perkara.
Pengungkapan tersebut dinilai sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Samarinda.
“Pengungkapan-pengungkapan ini menunjukkan Samarinda tidak hanya menjadi daerah transit, tetapi juga bagian dari jalur peredaran narkoba,” kata Hendri.
Selain barang bukti, jumlah tersangka narkotika juga menunjukkan tren kenaikan.
Pada 2024 tercatat 367 tersangka narkotika, sedangkan pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 393 tersangka, meski jumlah perkara relatif sama.
Kenaikan ini, menurut kepolisian, menunjukkan keterlibatan lebih banyak individu dalam mata rantai peredaran narkoba, mulai dari kurir hingga pengedar.
“Narkoba selalu melibatkan banyak mata rantai. Ketika satu mata rantai diputus, biasanya masih ada jaringan lain yang bergerak,” ujar Hendri.
Besarnya barang bukti narkoba yang beredar dinilai menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Samarinda.
Jika lolos ke pasaran, narkotika tersebut diperkirakan dapat menjangkau ribuan pengguna, terutama di kalangan usia produktif dan generasi muda.
“Narkoba bukan hanya soal hukum, tetapi soal masa depan generasi. Ini yang membuat kami menempatkan narkoba sebagai prioritas penindakan,” kata Hendri.
Untuk menekan peredaran narkoba, Polresta Samarinda menggencarkan berbagai operasi kepolisian sepanjang 2025, termasuk Operasi Antik yang secara khusus menyasar jaringan narkotika.
Meski kerap mendapat apresiasi atas pengungkapan besar, Hendri mengakui penindakan saja tidak cukup.
“Kami terus menekan dari sisi penegakan hukum, tetapi pencegahan dan peran masyarakat sangat menentukan,” ujarnya.
Dengan lonjakan barang bukti sepanjang 2025, kepolisian menilai Samarinda berada dalam pusaran jaringan peredaran narkoba regional.
Faktor geografis, jalur transportasi, dan mobilitas penduduk dinilai dimanfaatkan oleh jaringan narkotika.
“Ini tantangan besar. Selama masih ada permintaan, peredaran akan terus ada,” kata Hendri.
Lonjakan barang bukti narkoba menjadi alarm keras bagi Kota Tepian.
Di tengah upaya menekan kriminalitas secara umum, narkoba justru menunjukkan wajah ancaman yang semakin besar dan terorganisasi.
“Ini tidak bisa ditangani oleh polisi saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk mencegah generasi kita terjerumus,” tegas Hendri.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/31/6954aa183988b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Prabowo Tiba di Tapanuli Utara, Disambut AHY hingga Bobby Nasution Nasional
Prabowo Tiba di Tapanuli Utara, Disambut AHY hingga Bobby Nasution
Tim Redaksi
TAPANULI UTARA, KOMPAS.com –
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025) siang, untuk melaksanakan kunjungan kerja.
Pantauan
Kompas.com
di lokasi, pesawat kepresidenan yang mengangkut Prabowo mendarat sekitar pukul 11.25 WIB.
Prabowo mengenakan kemeja safari berwarna krem dan topi biru ketika turun dari pesawat.
Sejumlah pejabat pun langsung menyambut kedatangan Prabowo.
Mereka adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Lalu, ada pula Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan, serta Pangdam Bukit Barisan Mayjen Hendy Antariksa yang ikut menyambut Prabowo.
Prabowo menyalami mereka satu per satu lalu berjalan menuju helikopter dengan didampingi Menhan.
Berdasarkan keterangan yang diterima, Prabowo akan lanjut terbang ke Tapanuli Selatan dengan menggunakan Helikopter TNI AU Caracal.
Setibanya di sana, Prabowo akan meninjau jembatan bailey Sungai Garoga, Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam kunjungan ini, tampak Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka mendampingi Prabowo.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/31/6954ae0f01fb6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/04/21/6805b55c3ad7b.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/30/69539ad97fe56.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)