Taksi Listrik Mundur Tabrak Rumah Makan di Tangerang
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com –
Taksi listrik mundur menabrak rumah makan di Karang Mulya, Karang Tengah, Tangerang, Jumat (9/1/2026) siang.
Peristiwa itu menyebabkan kerusakan pada kendaraan, fasilitas umum, serta bangunan restoran.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kasi Humas Polres
Tangerang
, AKP Prapto Lasono, mengatakan kecelakaan melibatkan satu unit
taksi listrik
bernomor polisi B-1455-SWH yang dikemudikan SH (25) serta satu kendaraan lain masih dalam penyelidikan.
“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya
Raden Saleh
, Karang Tengah. Kendaraan yang terlibat adalah taksi listrik dan kendaraan lain yang belum diketahui identitasnya,” ujar Lasono dalam keterangan tertulis yang diterima
Kompas.com
, Sabtu (10/1/2026).
Peristiwa bermula taksi listrik keluar dari area parkir rumah makan hendak berbelok ke kanan menuju arah Kembangan.
Namun saat manuver, bagian depan samping kiri kendaraan ditabrak oleh kendaraan lain yang datang dari arah Ciledug.
“Setelah tertabrak kendaraan tak dikenal, pengemudi taksi listrik mundur ke belakang masuk kembali ke area parkir. Karena kurang hati-hati dan kurang konsentrasi, kendaraan kemudian menabrak tiang lampu penerangan, tembok, serta jendela kaca gerai restoran,” jelas Lasono.
Akibat kejadian itu, bodi depan kiri dan bagian belakang taksi listrik mengalami kerusakan cukup parah.
Selain itu, tiang lampu penerangan jalan, tembok, dan kaca depan rumah makan juga rusak.
Sementara kendaraan lain yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut langsung melarikan diri dan kini masih dalam pencarian polisi.
Peristiwa ini juga terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah taksi listrik berwarna hijau toska melaju mundur dengan kecepatan cukup tinggi di area parkir rumah makan sebelum akhirnya menghantam pintu masuk bangunan.
Benturan keras membuat kaca pintu restoran pecah dan berserakan hingga ke bagian dalam.
Suasana di dalam rumah makan yang semula tenang berubah panik, dengan pengunjung terlihat terkejut dan berteriak saat mobil merangsek masuk ke area pintu.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta menelusuri identitas kendaraan lain yang terlibat.
Adapun barang bukti yang telah diamankan adalah satu unit taksi listrik beserta STNK dan SIM A atas nama pengemudi.
“Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” kata Lasono.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2026/01/10/69621b6291210.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Taksi Listrik Mundur Tabrak Rumah Makan di Tangerang Megapolitan 10 Januari 2026
-
/data/photo/2025/06/24/685a6fb8bf3cb.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Dua Penusuk Pengemudi Mobil di Mampang Ditangkap di Surabaya Megapolitan 10 Januari 2026
Dua Penusuk Pengemudi Mobil di Mampang Ditangkap di Surabaya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Polisi menangkap dua pelaku penusukan terhadap pengendara mobil berinisial RHM (29) di Jalan Raya Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).
Kedua pelaku berinisial HW dan TM diringkus di Surabaya setelah berhari-hari berpindah kota untuk menghindari kejaran aparat.
“Berhari-hari jajaran Polsek Mampang terus memburu sampai akhirnya dua pelaku ditangkap di Gapura Surya Surabaya,” kata Kapolsek Mampang Prapatan Kompol S. Aba Wahid Key, saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
Wahid menjelaskan, penangkapan berawal dari identitas pelaku yang berhasil dikantongi penyidik.
Para pelaku, kata Wahid, berupaya menghilangkan jejak setelah menyadari rekaman video kejadian
penusukan
beredar luas di media sosial.
Dalam pelariannya, para pelaku berpindah-pindah wilayah, mulai dari Depok, Tangerang, Jakarta, hingga Surabaya.
Polisi juga mengendus rencana keduanya untuk melarikan diri ke wilayah Indonesia timur melalui jalur laut.
“Polsek Mampang dibantu jajaran Polres Kp3 Tanjung Perak Surabaya meringkus dua pelaku HW dan TM yang akan kabur ke wilayah timur Indonesia,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, seorang pengendara mobil berinisial RHM (29) menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal di Jalan Raya Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Kamis (1/1/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut dipicu senggolan kendaraan di jalan yang berujung pada cekcok.
“Ya, dugaan sementara seperti itu, senggolan di jalan. Dari pihak pengemudi roda empat ini tidak terima,” ujar Kompol S. Aba Wahid Key, kepada wartawan, Minggu (4/1/2026).
Setelah kedua kendaraan berhenti, korban bersama rekannya sempat terlibat adu mulut dengan pelaku yang berboncengan tiga orang dan diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.
Korban sempat berupaya menyelesaikan masalah secara damai, namun pelaku justru mengeluarkan pisau dan menusuk korban di bagian perut.
Korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD Mampang sebelum akhirnya dirujuk ke RS Polri Kramat Jati karena luka yang dialami cukup parah.
Namun, setelah lima hari dirawat, RHM dinyatakan meninggal dunia pada Senin (5/1/2026) malam.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695f7d7ac0f9a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari Megapolitan 10 Januari 2026
Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menargetkan penanganan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dapat diselesaikan dalam waktu lima hari ke depan.
Untuk mempercepat proses tersebut, DLH mengerahkan 25 unit perbantuan guna menangani akumulasi
sampah
yang menumpuk.
“Untuk mengatasi kondisi tersebut, Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam lima hari ke depan,” ujar Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Julius Monangta, dalam keterangan, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan,
penanganan sampah
di
Pasar Induk Kramat Jati
sebenarnya dilakukan setiap hari.
Namun, pada periode tertentu seperti musim buah, volume sampah melonjak dan melampaui kapasitas penanganan rutin.
“Artinya, terjadi akumulasi atau ‘tabungan’ sampah sekitar 60 ton setiap harinya,” lanjut dia.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, armada pengangkut sampah diprioritaskan melakukan dua kali pengangkutan per hari menuju TPST Bantargebang.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengurangan tumpukan sampah.
Dalam kegiatan perbantuan ini, Sudin LH Jakarta Timur mengerahkan 23 pengemudi, dua operator alat berat, serta empat pengawas lapangan.
Penanganan sampah didukung 13 unit dump truck, 10 unit tronton, dan dua unit shovel loader.
Julius menegaskan, berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2013 dan Pergub Nomor 102 Tahun 2021, kawasan komersial termasuk pasar wajib mengelola sampah secara mandiri.
“Kewajiban pengelolaan sampah secara mandiri tetap harus dijalankan oleh Perumda Pasar Jaya sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dia.
Sebelumnya, gunung sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai diangkut oleh
DLH DKI Jakarta
.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (8/1/2026), sebanyak tiga alat berat dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar tersebut.
Alat berat itu digunakan untuk memindahkan sampah ke truk-truk pengangkut milik DLH.
Kondisi ini berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, ketika hanya terlihat satu alat berat yang beroperasi di lokasi.
Sejumlah titik tumpukan sampah juga mulai berkurang ketinggiannya dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Meski demikian, kondisi jalan di sekitar TPS masih terlihat becek dan licin akibat sisa sampah yang tercecer di badan jalan.
Di tengah proses pengangkutan, masih tampak beberapa warga yang membuang sampah di kawasan tersebut.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/6961feb72fbcf.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Truk Kontainer Terjeblos di Jalan Joglo Raya, Lalin Macet Parah Megapolitan 10 Januari 2026
Truk Kontainer Terjeblos di Jalan Joglo Raya, Lalin Macet Parah
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Truk kontainer terjeblos di Jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat, menyebabkan kemacetan parah, Sabtu (10/1/2026) sore.
Berdasarkan pemantauan
Kompas.com
di lokasi, truk kontainer berwarna hijau dalam posisi miring di tikungan arah TVRI Kembangan.
Bagian belakang truk tampak ambles ke sisi kiri jalan, diduga akibat roda terjeblos ke dalam lubang atau saluran air di bahu jalan yang tidak mampu menahan beban kendaraan.
Kondisi tersebut membuat badan truk hampir menutup separuh ruas
Jalan Joglo Raya
yang lebarnya hanya sekitar empat meter.
Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah tersendat dan menimbulkan kemacetan hingga sekitar 150 meter.
Kendaraan roda empat terpaksa berhenti total, sementara sepeda motor mencoba melintas perlahan melalui celah sempit di antara badan truk dan bangunan warga.
“Macetnya sudah dari pagi. Dari arah SPBU sampai ke sini sudah enggak jalan,” kata seorang petugas keamanan Yadika Pusat Ciledug, Bagus Parulian Siahaan saat ditemui
Kompas.com
di lokasi.
Menurut Bagus, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu truk melaju cukup kencang sebelum akhirnya terjeblos.
“Kejadiannya sekitar setengah tujuh sampai jam tujuh. Katanya truknya ugal-ugalan, terus pas belok itu rodanya masuk ke lubang di sebelah kiri. Di situ memang ada selokan,” ujar Bagus.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Truk yang miring nyaris menyentuh bangunan rumah dan toko warga di sisi kiri jalan, namun tidak sampai menabrak dinding bangunan.
“Kalau korban enggak ada, cuma lalu lintas jadi lumpuh total,” ujar Bagus.
Kemacetan semakin parah karena lokasi truk berada tepat di tikungan tajam, menciptakan penyempitan ruang gerak.
Petugas kepolisian tampak berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas, namun hingga siang hari truk belum berhasil dievakuasi.
Bagus menyebut jalur tersebut sebenarnya tidak diperuntukkan bagi truk kontainer besar.
“Kalau kontainer sebetulnya enggak boleh lewat sini. Kalau truk kecil masih bisa. Saya juga heran kok bisa lewat,” katanya.
Salah seorang warga menyebut truk terlihat melaju cepat saat memasuki tikungan sempit sebelum akhirnya ambles.
“Tadi pagi-pagi udah rame, sekitar jam tujuh kurang. Mobilnya kencang, terus amblas ke lubang. Jalannya memang kecil, enggak cocok buat kontainer,” kata Kamil (48) warga yang turut ikut membantu lalu lintas.
Hingga pukul 14.30 WIB, kepadatan lalu lintas belum terurai. Kemacetan masih terlihat dari kedua arah Jalan Joglo Raya, sementara warga dan pengendara terus memadati lokasi kejadian.
Kompas.com
telah menghubungi Kasat Lantas Polres Metro
Jakarta Barat
Kompol Natasha Yudhasoka untuk mengenai kronologi dan penanganan kejadian tersebut. Namun, belum mendapatkan respons.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/6961fbc29a084.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pegawainya Kena OTT KPK, Begini Suasana Kanwil Pajak Jakarta Utara Megapolitan 10 Januari 2026
Pegawainya Kena OTT KPK, Begini Suasana Kanwil Pajak Jakarta Utara
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pegawai pajak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Berdasarkan pemantauan
Kompas.com
di lokasi, Sabtu (10/1/2026), kantor DJP Jakarta Utara terlihat sepi aktivitas.
Area resepsionis yang berada di depan pintu masuk kantor tampak lengang tanpa aktivitas pelayanan.
Meja penerima tamu terlihat kosong, tidak ada petugas yang berjaga, hanya terdapat buku tamu yang terbuka dan penanda bertuliskan “Security” di atas meja.
Area tunggu dengan kursi berwarna putih juga terlihat kosong.
Suasana kantor cenderung sepi, dengan minim penerangan tanpa aktivitas orang.
DJP Jakarta Utara memiliki dua kantor operasional yang berada di lantai 12 dan lantai 15 di Gedung Altira Business Park.
Kondisi di lantai 12 terpantau sepi tanpa aktivitas pegawai maupun pelayanan.
Sementara itu, situasi berbeda terlihat di lantai 15. Di lantai tersebut, masih terdapat sejumlah pegawai yang menjalankan aktivitas kerja. Namun mereka menolak untuk ditanya mengenai OTT
KPK
.
Sebelumnya, KPK mengamankan 8 orang dalam
Operasi Tangkap Tangan
(OTT) di Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya juga menemukan barang bukti dalam bentuk uang.
“Sampai saat ini, Tim telah mengamankan para pihak sejumlah 8 orang, beserta barang bukti dalam bentuk uang,” kata Budi saat dikonfirmasi, Sabtu.
Saat ini, pihak-pihak tersebut tengah dibawa untuk diperiksa di Gedung Merah Putih KPK. Penangkapan tersebut terkait dengan dugaan suap pengurangan nilai pajak.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2023/08/14/64d9cfb87225a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Lapas Blitar Sebut Napi yang Koma Korban Kekerasan Sesama Warga Binaan Surabaya 9 Januari 2026
Lapas Blitar Sebut Napi yang Koma Korban Kekerasan Sesama Warga Binaan
Tim Redaksi
BLITAR, KOMPAS.com
– Kepala Lapas Kelas IIB Blitar, Jawa Timur, Romi Novitrion, membenarkan terjadinya penganiayaan terhadap seorang narapidana (napi) kasus narkotika hingga mengakibatkan warga binaan bernama Harianto alias Bagong (54) mengalami koma.
Penganiayaan terhadap Harianto itu dilakukan oleh lebih dari satu penghuni Lapas.
“Awalnya diketahuinya (Senin) tanggal 5 Januari (2026) sekitar pukul 05.30 WIB, teman satu sel napi H (Harianto) berteriak memberitahukan kepada petugas bahwa H mengalami kejang-kejang,” ujar Romi melalui keterangan tertulisnya yang diterima
Kompas.com
, Jumat (9/1/2026) sore.
Merespons situasi itu, kata Romi, petugas jaga membawa Harianto ke klinik Lapas menggunakan kursi roda untuk diperiksa.
Dalam pemeriksaan, Romi menyebut mata Harianto masih terbuka meskipun sudah tidak bisa merespons pertanyaan yang diajukan petugas klinik. Sehingga, diputuskan Harianto dibawa ke RSUD Mardi Waluyo, Kota
Blitar
.
Kepada petugas Lapas, dokter jaga menyampaikan diagnosa berdasarkan pemeriksaan CT scan bahwa Harianto mengalami stroke batang otak.
“Setelah itu, Rabu, 7 Januari 2026, dokter menyampaikan diagnosa lanjutan bahwa H mengalami pembengkakan paru-paru, pendarahan lambung, penyakit kulit dan kekurangan natrium,” ujarnya.
Dalam catatan Lapas, kata Romi, tindakan intimidasi dan pengeroyokan terhadap Harianto telah terjadi sebanyak tiga kali yang diduga dilakukan oleh napi lain dengan nama inisial I, D, dan B.
Intimidasi dan kekerasan itu dipicu oleh tanggungan utang Harianto sebesar Rp 40 juta kepada para terduga pelaku.
Insiden pertama, adalah intimidasi terhadap Harianto yang dilakukan oleh I dan D pada 25 Oktober 2025.
“Petugas memfasilitasi mediasi antara H, I, dan D dan disepakati bahwa H akan memberikan Rp 10 juta sebagai cicilan utang. Uang itu disediakan oleh keluarga H setelah kita bantu H berkomunikasi dengan keluarga melalui telepon,” ujarnya.
Disepakati juga dalam mediasi itu, H akan membayar cicilan berikutnya dua pekan setelah terjadinya kesepakatan. Ketika cicilan lanjutan tidak terealisasi, terjadi insiden kekerasan kedua.
“Setelah itu terjadi lagi dugaan tindak kekerasan fisik berupa pemukulan terhadap H pada 7 Desember 2025 yang dilakukan oleh I dan D dengan keterlibatan B. B ini narapidana yang sudah kenal H dan mengaku pernah memberikan utang kepada H,” tuturnya.
Insiden pengeroyokan terhadap Harianto tersebut telah ditindaklanjuti Lapas dengan memindahkan Harianto, I, dan D ke sel isolasi sementara.
Romi mengklaim bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan informasi yang transparan kepada pihak keluarga Harianto tentang apa yang dialami Harianto di dalam Lapas.
“Selanjutnya, kejadian ini kami serahkan ke Polres Blitar Kota untuk pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, adik Harianto yang bernama Estu Broto mengungkapkan kepada awak media tentang kakaknya yang dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo karena mengalami koma.
Pada awalnya, petugas Lapas menginformasikan kepada pihak keluarga bahwa Harianto koma karena mengalami stroke.
Namun, pihak keluarga curiga Harianto menjadi korban penganiayaan setelah melihat adanya luka lebam kebiruan di sejumlah bagian tubuhnya.
Pada Kamis (8/1/2026) malam, istri Harianto melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polres Blitar Kota.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/06/12/684a88d3654c6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
BI Catat Peredaran Uang di Solo Selama Desember 2025 Capai Rp 1,04 Triliun Regional 9 Januari 2026
BI Catat Peredaran Uang di Solo Selama Desember 2025 Capai Rp 1,04 Triliun
Tim Redaksi
SOLO, KOMPAS.com
– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo mencatat peredaran uang kartal di masyarakat mencapai Rp 1,04 triliun sepanjang Desember 2025.
Jumlah tersebut mengalami penurunan 26,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), yang tercatat sebesar Rp 1,42 triliun pada Desember 2024.
Deputi Kepala Perwakilan
Bank Indonesia Solo
, Pramudya Wicaksana, menjelaskan bahwa penarikan uang kartal dari bank ke Bank Indonesia (outflow) pada Desember 2025 sebesar Rp 1,04 triliun.
“Penarikan uang kartal bank ke BI (outflow) pada bulan Desember 2025 tercatat sebesar Rp 1,04 triliun, atau menurun 26,5 persen (yoy) dibandingkan Desember 2024 sebesar Rp 1,42 triliun,” kata Pramudya kepada Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/1/2026).
Pramudya juga mengungkapkan bahwa penyetoran uang dari masyarakat ke BI (inflow) mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Penyetoran uang ke BI tercatat sebesar Rp 758 miliar, atau turun 17 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 913 miliar,” tambah dia.
Pramudya menguraikan beberapa faktor yang menyebabkan
peredaran uang kartal
di masyarakat pada Desember 2025 mengalami penurunan.
Salah satu faktor utamanya adalah perilaku masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam berbelanja dan meningkatkan simpanan sebagai langkah antisipatif (motif berjaga-jaga) dalam merespons dinamika serta ketidakpastian kondisi ekonomi ke depan.
“Perilaku masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam berbelanja, dengan kecenderungan meningkatkan simpanan sebagai langkah antisipatif (motif berjaga-jaga) dalam merespons dinamika dan ketidakpastian kondisi ekonomi ke depan,” kata dia.
Selain itu, beberapa perbankan kini telah memiliki pusat pengolahan uang secara mandiri.
“Sehingga pemenuhan kebutuhan likuiditas kartal dapat dilakukan dengan memaksimalkan kapasitas internal, tanpa harus secara intensif melakukan setoran maupun penarikan ke Bank Indonesia,” ujar dia.
Faktor lainnya adalah relatif terbatasnya aktivitas proyek pemerintah berskala besar di wilayah Kota Solo, yang berdampak pada moderasi aktivitas ekonomi dan perputaran uang kartal di masyarakat.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/10/20/68f5c1ddb89cd.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/09/69612d5d2fc33.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/09/696124306deb8.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)