Category: Kompas.com Metropolitan

  • 8
                    
                        Jaksa Agung dan Panglima Diminta Jelaskan Kehadiran TNI di Ruang Sidang Nadiem
                        Nasional

    8 Jaksa Agung dan Panglima Diminta Jelaskan Kehadiran TNI di Ruang Sidang Nadiem Nasional

    Jaksa Agung dan Panglima Diminta Jelaskan Kehadiran TNI di Ruang Sidang Nadiem
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai, Panglima TNI dan Jaksa Agung perlu memberikan penjelasan terbuka terkait kehadiran anggota TNI dalam ruang sidang pembacaan dakwaan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dengan terdakwa Nadiem Makarim.
    Klarifikasi dari pimpinan tertinggi institusi militer dan penegak hukum menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses peradilan.

    Jaksa Agung
    dan
    Panglima TNI
    harus menjelaskan peristiwa ini, agar tidak menimbulkan prasangka negatif di kalangan masyarakat,” kata Fickar, kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026).
    Menurut Fickar, pengerahan
    TNI
    hingga masuk ke ruang sidang merupakan langkah yang berlebihan dan berpotensi menimbulkan prasangka negatif di tengah masyarakat.
    “Itu lebay (berlebihan), pengamanan itu seharusnya oleh kepolisian, polisi sekalipun menjaganya di luar pengadilan, apalagi TNI itu tugasnya pertahanan di perbatasan NKRI bukan di pengadilan. Lebay,” ujar dia.
    Ia menilai, kehadiran aparat militer di dalam ruang sidang dapat memunculkan kesan seolah-olah persidangan berlangsung dalam kondisi gawat darurat atau rawan kekerasan.
    “Dampaknya menimbulkan prasangka negatif seolah olah di pengadilan akan terjadi peperangan bersenjata. Panglima TNI harus menegur bawahannya atas tindakan ini,” tutur Fickar.
    Ia menegaskan, situasi tersebut berpotensi memengaruhi psikologis seluruh pihak yang terlibat dalam persidangan, termasuk hakim, jaksa penuntut umum, maupun penasihat hukum terdakwa.
    “Semua pihak bisa terpengaruh baik hakim jaksa maupun penasehat hukum, karena seolah-olah situasi gawat darurat,” kata dia.
    Sebagaimana diketahui, sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook terhadap Eks Mendikbudristek
    Nadiem Makarim
    dijaga oleh sejumlah personel TNI.
    Berdasarkan pantauan di lokasi, sebanyak 2-3 orang personel TNI sudah berjaga semenjak sidang pembacaan dakwaan.
    Saat sidang memasuki pembacaan nota keberatan atau eksepsi dari penasihat hukum Nadiem, ketua majelis hakim, Purwanto S Abdullah tiba-tiba menanyakan personel TNI yang berdiri di tengah ruang sidang.
    Hakim meminta agar para personel TNI tidak berdiri di tengah ruang sidang karena menghalangi pengunjung sidang hingga awak media yang tengah meliput jalannya sidang.
    “Nanti pada saat sidang ditutup baru maju. Karena terganggu juga yang dari belakang, bisa menyesuaikan ya, Pak,” ujar Hakim Purwanto dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/1/2026).
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9
                    
                        Warga Cigobang Merasa Tertipu, Dibilang Tanam Salak, Ternyata Sawit
                        Bandung

    9 Warga Cigobang Merasa Tertipu, Dibilang Tanam Salak, Ternyata Sawit Bandung

    Warga Cigobang Merasa Tertipu, Dibilang Tanam Salak, Ternyata Sawit
    Tim Redaksi
    CIREBON, KOMPAS.com
    – Penolakan terhadap penanaman kelapa sawit di kawasan Bukit Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat tidak hanya datang dari pemerintah.
    Sejumlah warga yang tinggal paling dekat dengan lokasi penanaman, menolak serta menyuarakan kekhawatiran serius dampak lingkungan pasca ditanami sawit terhadap masa depan anak cucu mereka.
    Sejumlah warga yang mayoritas terdiri dari ibu rumah tangga dari Dusun Karanganyar, Desa Cigobang mendaki bukit bersama kaum perempuan lainnya.
    Mereka tak sekadar naik, melainkan juga keliling ke beberapa titik tanaman sawit yang sudah berdiri tegak di lokasi.
    Setelah berkeliling, mereka tak langsung pulang, melainkan berusaha menunggu kedatangan Bupati
    Cirebon
    dan pejabat lainnya.
    Mereka menunggu sambil menceritakan keluh kesah dan kekhawatirannya.
    Kepada
    Kompas.com
    , Rohana (63), salah satu ibu rumah tangga mengaku kaget dan gelisah setelah menemukan sejumlah tanaman sawit.
    Kebun Cigobang, yang dia kenal adalah tempat
    ngarit
    mencari rumput untuk sejumlah hewan ternak kambing.
    Bukan hanya dirinya, tetapi sebagian warga lainnya juga mencari sumber penghidupan di area perbukitan itu.
    “Beberapa waktu lalu saya lagi
    ngarit
    rumput, kok aneh ada pohon sawit. Saya langsung tidak setuju, saya menolak. Masa depan anak cucu saya bagaimana nanti,” kata Rohana dengan suara bergetar, saat ditemui
    Kompas.com
    di lokasi, pada Senin (5/1/2026) petang.
    Ia mengatakan, lahan di perbukitan sangat penting bagi penghidupan warga kecil sepertinya.
    Kalau ditanami sawit semua, Rohana dan warga lainnya akan kehilangan rumput yang menjadi sumber pakan hewan ternaknya.
    Ketika itu terjadi, dia mengaku akan mengalami kesulitan hidup yang berkali lipat, ancaman kekeringan, banjir, longsor dan lainnya.
    “Hidup sudah susah, jangan ditambah susah gara-gara sawit. Saya dan warga lain, susah cari rumput, bisa nangis kalau sudah tidak ada lahan lagi,” kata Rohana.
    Juju yang ikut cerita bersama Rohana, justru merasa kesal.
    Dia merasa ditipu karena sebelumnya sempat menanyakan langsung kepada pihak yang menanam tanaman tersebut sekitar empat bulan lalu.
    Mereka hanya menjawab akan menanam salak.
    Namun, setelah ini ramai, ibu bukan tanaman salak, melainkan sawit.
    Juju yang merupakan mantan Ketua RT setempat, menunjukkan, berdasarkan penelusurannya, penanaman sawit di
    Bukit Cigobang
    tersebar di beberapa titik.
    Sekitar 2 hektar lahan sudah ditanami, sedangkan sekitar 2 hektar lainnya masih dalam tahap penggalian dan perencanaan.
    “Titik lokasi tanaman sawitnya menyebar. Yang paling banyak di bagian bawah. Di sisi kanan kiri jalan setapak ini juga ada,” ucap Juju.
    Warga berharap, pemerintah benar-benar menindaklanjuti larangan penanaman sawit di Jawa Barat dan segera mencabut tanaman yang sudah telanjur ditanam.
    Deswi, warga yang rumahnya yang juga tak jauh dari area penanaman sawit, mengaku baru mengetahui adanya tanaman tersebut beberapa waktu terakhir.
    Ia menilai, warga sekitar semestinya diinformasikan sejak awal sebelum penanaman dilakukan.
    Menurut dia, meski saat ini tanaman sawit masih berukuran kecil, dampak lingkungan dikhawatirkan akan muncul ketika tanaman tersebut tumbuh besar.
    “Sekarang mungkin belum terasa. Tapi nanti kalau sudah besar, pasti terdampak. Kami tidak mau banyak musibah untuk anak dan cucu kami nanti,” kata Deswi saat ditemui Kompas.com.
    Kekhawatiran utama warga adalah persoalan air dan potensi longsor.
    Warga menilai, karakter tanaman sawit tidak sesuai dengan kondisi tanah perbukitan Bukit Cigobang.
    Dia menilai sawit akan membuat warga kesulitan air.
    Akar sawit itu tidak kuat menahan tanah.
    Sehingga, kalau mau tanam, harusnya sesuai dengan sifat tanahnya.
    Penolakan warga ini memperkuat desakan agar kawasan perbukitan Bukit Cigobang tetap dijaga sesuai fungsi ekologisnya, demi keselamatan lingkungan dan keberlangsungan hidup generasi mendatang.
    Hujan turun di lokasi.
    Sebagian ibu rumah tangga memilih turun dari bukit, dan pulang ke rumah masing-masing.
    Namun, ada beberapa warga yang terus menunggu bupati, untuk menyampaikan keresahannya.
    Mereka berharap, pemerintah tidak hanya sekadar mendengar jawaban seremonial, tapi praktik dan bukti nyata pencabutan sawit, sebagaimana Surat Edaran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Prabowo: PDIP di Luar Pemerintahan tapi Saya Dukung Pramono Jadi Gubernur DKI
                        Nasional

    10 Prabowo: PDIP di Luar Pemerintahan tapi Saya Dukung Pramono Jadi Gubernur DKI Nasional

    Prabowo: PDIP di Luar Pemerintahan tapi Saya Dukung Pramono Jadi Gubernur DKI
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan PDI-Perjuangan memang tidak berada di dalam pemerintahan eksekutif yang dipimpinnya, namun dirinya tetap mendukung kader PDI-P yakni Pramono Anung menjadi Gubernur DKI Jakarta.
    “Bersatu tidak berarti semua harus masuk pemerintah, tidak.
    PDI-P
    boleh di luar, boleh tapi kerja sama. Saya dukung Pramono jadi Gubernur DKI, betul,” ujar Prabowo.
    Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam puncak peringatan
    Natal Nasional
    Tahun 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
    “Negara kita hebat, negara kita kaya, dan negara kita bisa lebih makmur lagi asal pemimpin-pemimpinnya bersatu, kerja sama,” kata dia.
    Prabowo mengatakan, bersatu bukan berarti semua pihak harus masuk ke dalam
    pemerintahan
    terlebih dahulu.
    Kemudian, Prabowo menyinggung dirinya tetap membagikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski dia mengalami kekalahan dalam pilpres pada daerah-daerah tersebut.
    Prabowo menekankan dirinya dimiliki Indonesia, bukan satu partai saja.
    “Saudara-saudara, apakah MBG enggak sampai Sumatera Barat? Karena aku kalah di Sumatera Barat, berarti MBG jangan ke Sumatera Barat? Enggak ada itu. Apa saya larang MBG ke Aceh? Aku kalah juga di Aceh. Tidak, karena sekarang saya bukan milik satu partai, saya sekarang milik seluruh bangsa Indonesia,” tuturnya.
    Sementara itu, Prabowo menyampaikan perayaan Natal Nasional merupakan kehormatan bagi dirinya.
    Menurutnya, perayaan ini membuktikan Indonesia merupakan bangsa yang rukun dan harmonis. “Kita saling hormat-menghormati, saudara-saudara,” imbuh Prabowo.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Laporkan Armuji ke Polda Jatim, Taufik: Berlebihan Kaitkan Madas dengan Kasus Nenek Elina
                        Surabaya

    7 Laporkan Armuji ke Polda Jatim, Taufik: Berlebihan Kaitkan Madas dengan Kasus Nenek Elina Surabaya

    Laporkan Armuji ke Polda Jatim, Taufik: Berlebihan Kaitkan Madas dengan Kasus Nenek Elina
    Editor
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Ormas Madura Asli (Madas) Sedarah melaporkan konten video Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (Cak Ji) terkait rumah Nenek Elina ke Polda Jatim, pada Senin (5/1/2026) sore.
    Ketum Ormas Madas
    Sedarah, Moch Taufik, menganggap konten video yang dibuat oleh Cak Ji sapaan akrabnya
    Armuji
    melanggar Pasal 28 Ayat 3 Juncto Pasal 45 Ayat 3 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
    Selama bergulirnya penanganan hukum atas viralnya kasus persengketaan rumah
    Nenek Elina
    , Taufik menyayangkan adanya upaya pembentukan atau pengarahan persepsi masyarakat (framing) yang cenderung menyudutkan Ormas Madas Sedarah.
    “Apalagi framing tersebut cenderung kian menguat karena adanya partisipasi tokoh publik pejabat pemerintah setempat, yakni Wakil Wali Kota Surabaya Armuji yang diduga secara berlebihan mengaitkan kasus tersebut dengan keterlibatan Ormas Madas Sedarah secara keorganisasian,” kata Taufik.
    Taufik merasa sangat keberatan jika Armuji sekonyong-konyong mengaitkan keterlibatan keorganisasian Ormas Madas Sedarah dalam
    kasus Nenek Elina
    hanya karena melihat bahwa sosok beberapa orang dalam video viral tersebut mengenakan kaus merah.
    Kaus merah yang dipakai beberapa orang dalam video viral tersebut, dianggap sebagai kaus organisasi Madas Sedarah.
    Menurut Taufik, pada kaus merah yang dipakai oleh tersangka M Yasin, tidak bertuliskan logo atau tulisan Madas manapun.
    Oleh karena itu, ia melaporkan pihak pengelola akun media sosial (medsos); Instagram, TikTok, dan YouTube bernama @Cak J1 ke pihak SPKT Mapolda Jatim, Senin sore.
    Pelaporan tersebut dibuktikan dari adanya Surat Tanda Penerimaan Laporan STPL) Nomor LP/B/10/I/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR, yang dibuat Tanggal 5 Januari 2025 sekitar pukul 13.45 WIB.
    “Yang pertama, berkaitan dengan Undang-Undang ITE. Siapa terlapornya, tentu pemilik akun Cak J1. Instagram, TikTok dan YouTube. Yang Cak Ji 28 ayat 3 Undang-Undang ITE. Dan Juncto 45 Ayat 3,” ujarnya.
    Mengenai alat bukti yang diajukan dalam pelaporan tersebut, Taufik mengatakan pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah konten foto serta video dalam sebuah flashdisk yang telah disetorkan kepada pihak penyidik.
    Bukti video tersebut bersumber dari 4akun medsos pihak terlapor yang dianggapnya cenderung mendiskreditkan Ormas Madas Sedarah.
    “Bukti salah satunya tentu video akun 3 akun itu kami sudah screenshot-kan dan kami sudah transferkan ke flashdisk, kemudian beberapa foto. Sementara 4 (akun). Tinggal nanti kelengkapan nanti,” katanya.
    Kemudian, selain pelaporan tersebut, Taufik mengungkapkan, pihaknya juga mengadukan adanya aksi perusakan bangunan kantor Madas yang terjadi sejak Jumat (26/12/2025) kemarin.
    Insiden perusakan tersebut juga dipicu oleh beberapa kabar hoaks yang sempat beredar sesaat setelah kasus Nenek Elina viral di medsos.
    “Hoaks itu beberapa akun-akun, yang pada saat itu menimbulkan kerusuhan itu. Sampai ada terjadi kerusakan dan beberapa sweeping yang mengatasnamakan Arek Suroboyo. Dan saya yakin itu bukan Arek Surabaya. Saya yakin itu,” pungkasnya.
    Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul
    Keberatan Konten Video Wawali Armuji Soal Nenek Elina, Ormas Madas Sedarah Lapor ke Polda Jatim
    .
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5
                    
                        Di Balik Kejatuhan Nicolas Maduro, Ada Orang Dalam yang Diam-diam Rapat di Doha
                        Internasional

    5 Di Balik Kejatuhan Nicolas Maduro, Ada Orang Dalam yang Diam-diam Rapat di Doha Internasional

    Di Balik Kejatuhan Nicolas Maduro, Ada Orang Dalam yang Diam-diam Rapat di Doha
    Penulis
    CARACAS, KOMPAS.com –
    Jatuhnya Nicolas Maduro dari puncak kekuasaan Venezuela disebut tidak semata-mata dipicu tekanan Amerika Serikat (AS), tetapi juga melibatkan manuver senyap dari lingkaran elite Caracas sendiri.
    Dugaan tersebut menguat setelah muncul informasi tentang pertemuan tertutup di luar negeri yang membahas masa depan
    Venezuela
    tanpa kehadiran Maduro. 
    Dalam pusaran isu ini, nama Wakil Presiden
    Delcy Rodriguez
    mencuat sebagai tokoh sentral dalam skema transisi kekuasaan.
    Sejumlah pejabat Venezuela disebut menggelar pembicaraan tertutup di Doha, Qatar, untuk mendiskusikan arah pemerintahan pasca-Maduro.
    Pertemuan itu berlangsung tanpa kehadiran Maduro, sedangkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez bersama saudaranya, Jorge Rodriguez, justru tampil memimpin dialog.
    Seorang anggota senior keluarga kerajaan Uni Emirat Arab dikabarkan berperan sebagai perantara antara rezim Venezuela dan Presiden AS Donald Trump, di tengah meningkatnya tekanan militer Washington terhadap Caracas.
    Menurut laporan
    Miami Herald
    , Delcy Rodriguez secara langsung menjalin komunikasi dengan pihak AS dan memosisikan diri sebagai figur yang dinilai “lebih dapat diterima” untuk memimpin Venezuela dibandingkan Maduro.
    Langkah ini memicu spekulasi bahwa transisi kekuasaan telah dirancang dari dalam, bukan semata hasil tekanan eksternal.
    Rangkaian informasi yang muncul sejak Oktober menggambarkan skenario pergantian kepemimpinan yang tetap mempertahankan struktur kekuasaan lama.
    Konsep itu disebut sebagai “Madurismo tanpa Maduro”, yakni kelanjutan rezim dengan wajah baru agar transisi berlangsung tanpa gejolak besar, kerusuhan, atau pembongkaran total sistem negara.
    Pada Sabtu (3/1/2026), Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa AS akan “mengelola” Venezuela melalui pemerintahan transisi yang dipimpin Delcy Rodriguez, sambil menyiapkan masuknya perusahaan minyak Amerika.
    “Dia pada dasarnya bersedia melakukan apa yang kami anggap perlu untuk membuat Venezuela kembali besar,” ujar Trump kepada wartawan, merujuk pada Delcy Rodriguez yang sebelumnya pernah dikenai sanksi AS atas perannya dalam melemahkan demokrasi Venezuela.
    Isu keterlibatan orang dalam semakin menguat setelah pernyataan mantan Wakil Presiden Kolombia, Francisco Santos Calderon.
    Pada Minggu (4/1/2026), Santos menyebut penyingkiran Maduro sebagai operasi internal yang melibatkan Delcy Rodriguez.
    Ia mengaku “sangat yakin” bahwa Maduro dibiarkan ditangkap oleh AS tanpa perlawanan berarti.
    “Mereka tidak menyingkirkannya, mereka menyerahkannya,” kata Santos.
    “Saya benar-benar yakin Delcy Rodriguez menyerahkannya. Semua informasi yang kami miliki, jika dirangkai, menunjukkan ini adalah operasi di mana mereka menyerahkannya,” ujarnya lagi.
    Santos juga menegaskan bahwa Trump telah menunjuk Delcy Rodriguez sebagai pemimpin pemerintahan transisi.
    “Dia sangat jelas tentang peran yang akan dimainkannya dan dia akan berusaha mendapatkan sedikit kemandirian,” kata Santos.
    Delcy Rodriguez, 56 tahun, merupakan seorang pengacara dengan kedekatan kuat pada sektor minyak.
    Ia menduduki posisi wakil presiden sejak 2018 dan telah menjadi bagian dari pemerintahan sejak Hugo Chavez terpilih pada 1999.
    Rekam jejaknya mencakup jabatan menteri luar negeri, ketua majelis konstituante, serta menteri minyak dan keuangan.
    Pakar Amerika Latin dari Atlantic Council, Geoff Ramsey, menilai Delcy Rodriguez mampu mempertahankan citra kiri ideologisnya sekaligus “menjadi wajah dari liberalisasi ekonomi relatif”.
    Kebijakan tersebut dinilai membantu Venezuela keluar dari krisis ekonomi parah hingga 2021, ketika ekonomi negara itu menyusut hingga tiga perempat dan hampir delapan juta warganya meninggalkan tanah air.
    Capaian itu membuat Delcy mendapat dukungan dari sebagian kalangan bisnis yang dekat dengan pemerintah.
    “Mereka mulai melihatnya sebagai figur yang dapat diprediksi dan efektif,” ujar analis risiko politik Venezuela, Pedro Garmendia.
    Latar belakang keluarga Delcy Rodriguez juga memberi pengaruh besar dalam politik internal Venezuela.
    Ayahnya dikenal sebagai tokoh revolusioner yang pernah memimpin operasi penculikan seorang pengusaha Amerika dalam jaringan gerilya komunis.
    Sementara itu, saudaranya, Jorge Rodriguez, kini menjabat ketua parlemen dan menjadi aktor penting dalam negosiasi dengan AS.
    “Delcy dan Jorge adalah duo kuat dalam rezim,” kata Garmendia.
    “Keduanya belajar bertahan dan berkembang di bawah tekanan dan sanksi Amerika Serikat.”
    Meski demikian, Ramsey mengingatkan bahwa Delcy Rodriguez menghadapi tantangan besar untuk menjaga koalisi internal dan menghindari cap sebagai “boneka AS”.
    “Menjaga semua pihak tetap bersatu tidak akan mudah. Sejauh ini dia tampak mampu melakukannya, tetapi kita bisa berasumsi tidak semua berjalan baik di dalam partai,” ujarnya.
    Trump menyatakan tidak akan mengirim pasukan ke Venezuela selama Delcy Rodriguez memenuhi keinginan AS.
    Namun, arah kebijakan Washington terhadap pemerintahan transisi itu masih belum sepenuhnya jelas.
    Pejabat AS menegaskan bahwa hubungan bilateral akan sangat bergantung pada sejauh mana kepentingan Amerika diakomodasi, seraya mengingatkan opsi militer tetap terbuka.
    Di sisi lain, Delcy Rodriguez muncul di televisi pemerintah dengan sikap menantang, menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
    Pada saat yang sama, Trump disebut telah menyingkirkan pemimpin oposisi Maria Corina Machado dengan alasan minimnya dukungan, terutama dari militer.
    Situasi ini memperkuat anggapan bahwa perubahan kekuasaan di Venezuela lebih ditentukan oleh kompromi elite dan manuver orang dalam, bukan oleh kemenangan oposisi atau gelombang revolusi rakyat.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        Salah Naik Kereta, Penumpang Tujuan Yogyakarta Terbawa KA Lain Balik Arah ke Banyuwangi
                        Surabaya

    2 Salah Naik Kereta, Penumpang Tujuan Yogyakarta Terbawa KA Lain Balik Arah ke Banyuwangi Surabaya

    Salah Naik Kereta, Penumpang Tujuan Yogyakarta Terbawa KA Lain Balik Arah ke Banyuwangi
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Sejumlah penumpang kereta api relasi Banyuwangi-Yogyakarta salah naik rangkaian kereta saat turun sejenak di Stasiun Wonokromo, Surabaya.
    Rombongan penumpang yang semestinya menuju ke
    Yogyakarta
    itu, akhirnya berbalik arah kembali ke
    Banyuwangi
    . Pihak Daop 8
    Surabaya
    pun minta penumpang lebih teliti.
    Kisah penumpang salah menaiki rangkaian kereta api itu viral setelah diunggah akun TikTok @Ferryprabowoa yang menceritakan pengalaman rombongan penumpang lain yang sebelumnya duduk di sebelahnya.
    Kompas.com
    telah mengkonfirmasi langsung kisah penumpang ini ke pemilik akun TikTok @Ferryprabowoa.
    Awalnya, para penumpang itu menaiki
    KA Sri Tanjung
    relasi Banyuwangi (Ketapang) menuju Yogyakarta (Lempuyangan) yang melewati Stasiun Wonokromo, Surabaya.
    Setelah berhenti di Stasiun Wonokromo, KA Sri Tanjung melanjutkan perjalanan ke Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Kota, lalu kembali berhenti Stasiun Wonokromo.
    Saat pemberhentian pertama di Stasiun Wonokromo, rombongan penumpang tersebut berniat keluar sejenak untuk mencari udara segar. Namun sayangnya, mereka justru salah naik kereta saat kembali ke rangkaian.
    Saat itu, ada rangkaian KA Sri Tanjung yang lain yang tujuannya arah Banyuwangi. Rombongan penumpang itu justru menaiki KA Sri Tanjung relasi sebaliknya, yakni relasi Lempuyangan-Ketapang.
    Kebetulan, kereta tersebut melintas hampir bersamaan dengan KA Sri Tanjung relasi Ketapang-Lempuyangan di Stasiun Wonokromo.
    Barang-barang penumpang itu pun ikut KA Sri Tanjung Ketapang-Lempuyangan. Sedangkan pemiliknya berbalik arah ikut KA relasi Lempuyangan-Ketapang.
    Merespons hal tersebut, pihak KAI sebenarnya memperbolehkan penumpang turun saat kereta berhenti sejenak di stasiun, asalkan memperhatikan aspek keselamatan.
    “Boleh (turun sejenak). Tentunya dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan ya. Misal tidak boleh turun langsung ke rel. Tapi kalau turun di area peron masih boleh,” kata Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono kepada
    Kompas.com
    , Senin (5/1/2026).
    Ia mengimbau agar penumpang lebih teliti saat kembali ke rangkaian kereta agar tidak salah naik atau tertinggal.
    “Kami kembali mengimbau kepada pelanggan agar lebih teliti memastikan kesesuaian tiket dengan kereta yang akan dinaiki, seperti nama kereta, jadwal, dan relasi tujuan,” ujarnya.
    Pihaknya aktif menyampaikan informasi keberangkatan kereta melalui pengeras di area stasiun maupun rangkaian supaya penumpang bersiap-siap.
    “Kami juga secara rutin menyampaikan pengumuman di stasiun maupun di peron sebagai pengingat bagi penumpang,” terangnya.
    KAI juga menyarankan agar penumpang menanyakan segala informasi kepada petugas di stasiun agar tidak kebingungan.
    “Kami mengajak penumpang agar tidak ragu bertanya kepada petugas apabila masih merasa bingung serta ragu, karena petugas kami siap membantu,” bebernya.
    Ia berharap, komunikasi penumpang dengan petugas dapat membantu selama perjalanan.
    “Harapannya, dengan kerja sama antara penumpang dan petugas, perjalanan dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Operasional Transjakarta Kalideres-Bandara Dihentikan Imbas Macet Parah di Citra 7
                        Megapolitan

    3 Operasional Transjakarta Kalideres-Bandara Dihentikan Imbas Macet Parah di Citra 7 Megapolitan

    Operasional Transjakarta Kalideres-Bandara Dihentikan Imbas Macet Parah di Citra 7
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Transjakarta menghentikan sementara operasional rute SH1 Kalideres–Perkantoran Soekarno Hatta imbas kontainer mogok menyebabkan kemacetan di Jalan Citra 7, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (5/1/2026).
    Kepala Departemen Humas dan CSR
    Transjakarta
    Ayu Wardhani mengatakan, penghentian layanan dilakukan karena bus tidak dapat melintas normal akibat kepadatan lalu lintas di lokasi tersebut.
    “Rute SH1 Kalideres–Perkantoran Soekarno Hatta sementara tidak beroperasi melayani pelanggan dikarenakan adanya kontainer mogok,” ujar Ayu saat dikonfirmasi, Senin.
    Hingga saat ini, rute tersebut masih belum dapat beroperasi dan melayani penumpang.
    Transjakarta juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan layanan yang terjadi.
    “Rute SH1 saat ini sementara tidak beroperasi melayani pelanggan. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” kata dia.
    Hingga kini, Transjakarta belum memastikan kapan layanan rute SH1 dapat kembali beroperasi.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        RI Jadi Negara Paling Bahagia, Prabowo: Saya Terharu, Sebagian Besar Hidup Sangat Sederhana
                        Nasional

    4 RI Jadi Negara Paling Bahagia, Prabowo: Saya Terharu, Sebagian Besar Hidup Sangat Sederhana Nasional

    RI Jadi Negara Paling Bahagia, Prabowo: Saya Terharu, Sebagian Besar Hidup Sangat Sederhana
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden Prabowo Subianto mengaku terharu dengan sebuah survei yang menyatakan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang paling bahagia.
    Adapun survei dirilis
    Global Flourishing Study
    (GFS), yang diriset secara kolaboratif antara Harvard University, Baylor University, dan lembaga riset global Gallup.
    “Di mana hampir 200 negara, negara yang rakyatnya setelah ditanya, menjawab bahwa rakyat tersebut mengalami bahagia. Negara yang paling nomor satu di dunia sekarang, rakyat yang mengatakan bahagia adalah bangsa Indonesia. Ini mengharukan bagi saya,” kata Prabowo di Perayaan Natal Nasional 2025 di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
    Adapun perasaan haru itu muncul mengingat masih banyak masyarakat Indonesia yang hidup sangat sederhana. Namun, ketika ditanya, mereka menjawab tetap bahagia.
    “Saya paham bahwa sebagian besar rakyat kita sesungguhnya masih mengalami kehidupan yang sangat-sangat sederhana, yang berada dalam keadaan harus bisa kita akui keadaan yang belum sejahtera. Tetapi kalau ditanya masih mengatakan kalau dia bahagia,” ucap Prabowo.
    Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) ini menyampaikan, pernyataan masyarakat soal kebahagiaan ini membingungkan bangsa lain, sekaligus mengharukan bagi dirinya.
    Oleh karenanya, ia berupaya dan bekerja sangat keras untuk menyejahterakan masyarakat di masa kepemimpinannya. Ia pun dibantu oleh para pembantu di Kabinet Merah Putih, yakni para menteri dan wakil menteri, dalam mewujudkan program kerjanya.
    “Karena itu saya bersama pembantu-pembantu saya, bekerja sangat keras. Sudah satu tahun kita menerima tugas dari bangsa Indonesia, saya dibantu oleh pembantu-pembantu saya, orang yang saya akui adalah putra putri terbaik bangsa Indonesia,” tandas Prabowo.
    Sebagai informasi, dikutip dari Kontan, survei ini menilai kesejahteraan manusia secara menyeluruh, bukan hanya dari aspek ekonomi.
    Konsep flourishing mengacu pada kesejahteraan holistik, bukan sekadar kebahagiaan, tetapi juga keseimbangan antara aspek fisik, mental, moral, dan sosial.
    Menurut Global Flourishing Study yang dipimpin oleh Harvard University, ada lima dimensi utama yang menentukan tingkat flourishing seseorang, meliputi kebahagiaan dan kepuasan hidup (happiness and life satisfaction); kesehatan mental dan fisik (mental and physical health); makna dan tujuan hidup (meaning and purpose); karakter dan keutamaan moral (character and virtue); serta hubungan sosial yang erat (close social relationships).
    Lima dimensi ini dinilai melalui survei global tahunan untuk menilai kualitas kehidupan individu di berbagai negara.
    Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 200.000 responden dari 23 negara dan wilayah untuk mengukur sejauh mana masyarakat merasa hidup mereka bermakna, bahagia, sehat, dan memiliki hubungan sosial yang kuat.
    Hasil studi menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi pertama dunia dengan skor flourishing rata-rata 8,47 dari 10, mengungguli Meksiko dan Filipina yang berada di posisi berikutnya.
    Sebaliknya, Jepang tercatat sebagai negara dengan skor terendah, yakni 5,93.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Melihat Tugu Penurunan Tanah Jakarta, Pengingat Turunnya Tanah 4,5 Meter dalam 46 Tahun
                        Megapolitan

    6 Melihat Tugu Penurunan Tanah Jakarta, Pengingat Turunnya Tanah 4,5 Meter dalam 46 Tahun Megapolitan

    Melihat Tugu Penurunan Tanah Jakarta, Pengingat Turunnya Tanah 4,5 Meter dalam 46 Tahun
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Tugu Penurunan Tanah Jakarta berdiri tegak di Jembatan Kali Besar, kawasan Wisata Kota Tua, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
    Pantauan
    Kompas.com
    pada Senin (5/1/2025), tugu berbentuk lurus dan ramping itu tampak kontras dengan bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda di sekitarnya yang memiliki gaya arsitektur megah.
    Dibandingkan gedung-gedung berukuran besar di area
    Kota Tua
    ,
    Tugu Penurunan Tanah Jakarta
    terlihat sangat kecil. Meski demikian, sejumlah pengunjung tetap tertarik mendekati tugu yang terbuat dari material kaca dan plastik tersebut.
    Beberapa pengunjung terlihat membaca keterangan yang tertera, mengambil foto tugu, atau menjadikannya latar belakang untuk berfoto, baik secara individu maupun bersama-sama.
    Terdapat tiga papan berwarna biru yang masing-masing terpasang di bagian puncak, tengah, dan bawah tugu. Papan di bagian puncak bertuliskan “Permukaan tanah di Jakarta Utara tahun 1974”.
    Papan di bagian tengah bertuliskan “Permukaan tanah di Jakarta Barat tahun 1974”. Sementara papan paling bawah bertuliskan “Permukaan tanah di Jakarta Timur tahun 1974”.
    Di bawah ketiga papan tersebut terdapat bagian dasar tugu yang terbuat dari lempengan logam. Pada bagian inilah tercantum keterangan mengenai fungsi Tugu Penurunan Tanah Jakarta, yakni sebagai peringatan atas besarnya penurunan permukaan tanah (
    land

    subsidence
    ) di Jakarta sejak 1974 hingga 2020 atau selama 46 tahun.
    Keterangan tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta huruf braille.
    Tugu ini dibangun oleh sejumlah pihak, antara lain pemerintah provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).
    Dalam proyek ini, tim JICA melakukan transfer teknologi upaya penanggulangan penurunan tanah.
    Dikutip dari penjelasan yang ada pada lempengan logam, disampaikan bahwa Jakarta merupakan salah satu kota yang mengalami penurunan tanah paling cepat di dunia.
    Sejak pengamatan pada 1974 hingga 2020, tanah di Jakarta secara total telah turun hingga 4,5 meter.
    “Penyebab utama terjadinya penurunan tanah adalah adanya penyedotan air tanah secara berlebihan, yang membuat lapisan tanah lempung menyusut dan akibatnya lapisan tanah permukaan mengkerut seperti spon yang dikeringkan,” demikian penjelasan yang ada pada tugu.
    Adapun penurunan tanah dicatat di tiga titik, yakni Cengkareng (Jakarta Barat), Cakung (Jakarta Timur), dan Muara Baru (Jakarta Utara).
    Data penurunan tanah bersumber dari Dinas Perindustrian dan Energi (DPE) Jakarta pada periode 1974–2014, yang kemudian digabungkan dengan data InSAR pada periode 2014–2020.
    InSAR atau Interferometric Synthetic Aperture Radar merupakan teknik pemetaan deformasi permukaan bumi dengan presisi hingga milimeter menggunakan citra radar satelit berulang.
    Keterangan pada tugu juga dilengkapi bagan perbandingan tinggi badan manusia dewasa laki-laki dan perempuan. Dari bagan tersebut,
    penurunan tanah di Jakarta
    selama 46 tahun diperkirakan hampir tiga kali tinggi badan manusia dewasa.
    Penurunan tanah tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga berkontribusi terhadap kejadian banjir besar di Jakarta.
    Keterangan pada tugu menyebutkan bahwa tanah yang telah turun tidak dapat naik kembali. Namun, terdapat upaya yang dapat dilakukan untuk memperlambat proses penurunan tanah serta mengatasi dampak yang ditimbulkan.
    “Mari mengambil bagian untuk masa depan Jakarta!, Mari kita perhatikan masalah penurunan tanah,” demikian penutup keterangan yang ada pada tugu.
    Salah seorang warga yang berjualan di dekat Tugu Penurunan Tanah Jakarta, Oktani (34), mengaku awalnya tidak mengetahui keberadaan tugu tersebut. Ia sudah delapan tahun berjualan minuman di kawasan itu.
    “Baru setahun terakhir ini saya perhatikan. Saya akhirnya baca juga keterangan yang ada di tugu. Karena banyak orang yang nanya ke saya, di mana sih tugu penurunan tanah itu,” katanya saat ditemui 
    Kompas.com
    , Senin.
    “Ini kan tugunya viral. Banyak orang mau lihat. Kalau orang nyari dan belum ketemu, nanyanya ke saya. Padahal sebelumnya saya juga tidak tahu,” tutur Oktani.
    Saat membaca keterangan yang ada pada tugu, Oktani mula-mula kurang paham. Ia lalu bertanya kepada suaminya dan pedagang lain.
    Setelah diberikan penjelasan, ia mengaku kaget dan takut penurunan tanah Jakarta ternyata sudah dalam.
    “Saya baru paham, ternyata tanahnya turun itu setinggi itu. Tinggi lho itu kalau kita lihat dari tugunya saja ya. Sebagai warga ya saya takut, kalau turun terus,” ungkap Oktani.
    “Tapi saya orang kecil bisa apa. Mau pindah tempat tinggal kan kami susah, cuma pedagang kecil. Ya kami berharap ada usaha biar penurunan tidak terus-terusan lah,” tambahnya.
    Sementara itu, Titis (40), pengunjung yang datang bersama keluarganya ke Wisata Kota Tua, sempat mengambil foto Tugu Penurunan Tanah Jakarta dan membaca keterangan yang tertera.
    Titis mengaku masih bertanya-tanya bagaimana penurunan tanah bisa terjadi hingga sebesar yang dijelaskan.
    “Saya orang awam ya, jujur membayangkan sulit. Tapi kalau setinggi ini turunnya, ya ngeri juga,” kata Titis.
    “Apalagi dijelaskan di tulisannya (pada tugu) karena air tanah yang diambil terlalu banyak. Saya sendiri bukan warga Jakarta, tapi saya ngeri membayangkan,” tutur warga Bogor, Jawa Barat, itu.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Gibran Bertemu Tompi hingga Raffi Ahmad, Puji Solidaritas Seniman untuk Korban Bencana
                        Nasional

    1 Gibran Bertemu Tompi hingga Raffi Ahmad, Puji Solidaritas Seniman untuk Korban Bencana Nasional

    Gibran Bertemu Tompi hingga Raffi Ahmad, Puji Solidaritas Seniman untuk Korban Bencana
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi artis hingga pelaku industri kreatif, seperti Tompi dan Raffi Ahmad, pada Senin (5/1/2026) di Istana Wakil Presiden, Jakarta.
    Pada kesempatan itu,
    Gibran
    berharap
    seni dan budaya
    menjadi modal sosial bangsa dalam menghadapi berbagai
    bencana kemanusiaan
    , termasuk yang terjadi di wilayah Sumatera.
    Menurutnya, hal itu tecermin dari aksi solidaritas para seniman dan budayawan yang bergerak membantu korban bencana melalui berbagai inisiatif kemanusiaan.
    “Saya berharap semangat persatuan, gotong royong, dan solidaritas lintas daerah yang ditunjukkan para pelaku seni dan budaya ini dapat terus terpelihara dan menjadi energi kolektif bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di masa mendatang,” kata Gibran dalam keterangannya, Senin.
    Gibran mengapresiasi kepedulian para pelaku seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia yang menunjukkan empati mendalam terhadap masyarakat terdampak bencana.
    Menurut Wapres, keterlibatan komunitas seni tidak hanya berdampak pada penggalangan bantuan materiil, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
    Seni dan budaya dinilai mampu menjadi medium pemersatu yang melampaui batas wilayah, latar belakang, maupun profesi.
    “Kepedulian tersebut terwujud dalam beragam langkah nyata, mulai dari pertunjukan budaya, penggalangan dana, hingga berbagai inisiatif kemanusiaan lainnya,” ujar Gibran.
    Salah satu aksi yang mendapat perhatian adalah konser amal “100 Musisi Heal Sumatra”, yang melibatkan puluhan musisi dari berbagai daerah.
    Selain itu, dukungan juga datang dari insan perfilman melalui penyaluran donasi dari pendapatan film Timur untuk membantu para korban bencana.
    Wapres berharap semangat persatuan, gotong royong, dan solidaritas lintas daerah yang ditunjukkan para pelaku seni dan budaya dapat terus terpelihara.
    “Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para seniman dan budayawan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia yang telah menunjukkan kepedulian dan empati mendalam melalui aksi kemanusiaan untuk membantu Saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra,” ungkap eks Wali Kota Solo ini.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.