Category: Kompas.com Metropolitan

  • Pencuri Motor Tembak Warga di Palmerah, Peluru Tembus Pagar Rumah
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Pencuri Motor Tembak Warga di Palmerah, Peluru Tembus Pagar Rumah Megapolitan 7 Januari 2026

    Pencuri Motor Tembak Warga di Palmerah, Peluru Tembus Pagar Rumah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pencuri sepeda motor menembak warga saat aksinya dipergoki di Jalan Kota Bambu Selatan RT 04/06, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/1/2026) pagi.
    Warga bernama Irwansyah, mengungkapkan peluru yang ditembakkan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menembus pagar rumahnya.
    “Rumah korban di belakang rumah saya. Kalau di rumah saya itu pelurunya,” ucap Irwansyah sambil menunjuk pagar rumah yang berlubang, Rabu.
    Dua sisi pagar rumah Irwansyah terlihat bolong.  Titik bolong sudah diberikan penanda garis kuning polisi yang diikat di sampingnya.
    Irwansyah mengaku saat kejadian dirinya hendak membantu membuka pintu pagar rumah korban ketika tiba-tiba terdengar suara tembakan.
    “Dari sini (depan kiri rumahnya). Saya udah di sini (dekat pagar), (pelurunya) atas kepala saya,” cerita Irwansyah.
    Ia menyebut mendengar tembakan sebanyak empat kali.
    “Coba keluar kan, duar, empat kali tembakan,” katanya.
    Akibat tembakan tersebut, seorang warga yang berprofesi sebagai pedagang beras dilaporkan terkena tembakan.
    “Ada yang kena, yang dagang beras itu,” ujar Irwansyah.
    Korban sempat dibawa ke Puskesmas Kota Bambu untuk mendapatkan penanganan awal.
    Namun, Irwansyah mengaku tidak mengetahui kelanjutan perawatan korban.
    “Tadi awalnya dibawa ke Puskesmas Kota Bambu. Habis itu saya enggak tahu dibawa ke mana lagi,” tuturnya.
    Irwansyah menyebut, pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan satu sepeda motor.
    Pelaku membawa motor hasil curian. Namun motor pelaku justru berhasil diamankan warga.
    “Satu motor yang diambil, satu motor pelaku. Nah motor pelaku itu berhasil dirampas, motor yang dicuri ya kabur. Tuker motor,” tuturnya.
    Di sisi lain, Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora mengungkapkan, pihak kepolisian saat ini tengah mendalami peristiwa tersebut.
    “Masih didalami reskrim tim polsek, Polres dan Polda,” ucapnya saat dihubungi Kompas.com pada Rabu.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemprov DKI Kucurkan Rp 100 Miliar Bongkar 98 Tiang Monorel di Rasuna Said
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Pemprov DKI Kucurkan Rp 100 Miliar Bongkar 98 Tiang Monorel di Rasuna Said Megapolitan 7 Januari 2026

    Pemprov DKI Kucurkan Rp 100 Miliar Bongkar 98 Tiang Monorel di Rasuna Said
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengucurkan dana Rp 100 miliar untuk membongkar 98 tiang monorel yang berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/1/2026).
    Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, proyek pembongkaran sekaligus penataan kawasan ini menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
    “Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp 100 miliar,” ujar Heru saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
    Heru menjelaskan, anggaran Rp 100 miliar tersebut tidak hanya untuk pembongkaran
    tiang monorel
    , tetapi juga menata ulang jalan dan trotoar di sepanjang koridor Rasuna Said.
    Setelah tiang-
    tiang monorel dibongkar
    , Pemprov DKI akan menata Jalan Rasuna Said agar terlihat seragam dengan sisi barat yang sudah rapi.
    Nantinya, tidak akan ada lagi jalur lambat di wilayah Rasuna Said, digantikan oleh trotoar bagi pejalan kaki.
    “Rasuna Said sisi barat sudah selesai, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi timur, jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata,” kata dia.
    Sementara itu, pembahasan terkait sisa tiang monorel yang berada di wilayah Senayan, Jakarta Pusat, masih terus dilakukan.
    Adapun proses pembongkaran dipercepat dari jadwal semula yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yaitu pada minggu ketiga Januari.
    Percepatan ini dimungkinkan karena seluruh aturan dan koordinasi sudah selesai, termasuk pembahasan dengan PT Adhi Karya sebagai pemilik tiang monorel.
    “Kalau kita mah sudah siap saja. Jadi karena permintaan Pak Gub (Pramono) untuk dibongkar hari Rabu, ya kita jalankan hari Rabu. Karena kan sudah dipenuhi semua aturannya,” ungkap Heru.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pengemudi Calya Tabrak Lari di Tol Jagorawi, Satu Orang Terluka
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Pengemudi Calya Tabrak Lari di Tol Jagorawi, Satu Orang Terluka Megapolitan 7 Januari 2026

    Pengemudi Calya Tabrak Lari di Tol Jagorawi, Satu Orang Terluka
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Seorang pengemudi mobil diduga tabrak lari diamankan warga di Halte Transjakarta Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2026) pagi.
    Dalam video yang diunggah akun Instagram kriminal.jakarta, terlihat sebuah mobil Toyota Calya berwarna putih dengan kondisi bumper dan spion rusak.
    Mobil tersebut dihentikan warga menggunakan kendaraan lain.
    Pada rekaman video itu juga tampak sejumlah warga terlibat cekcok dan berusaha memukul pengemudi Toyota Calya yang masih berada di dalam mobil.
    Berdasarkan narasi yang beredar, Toyota Calya tersebut diduga menabrak dua kendaraan lain di
    Tol Jagorawi
    .
    “Korban pada saat itu ada 2 mobil, yang parah adalah korban dengan mobil jazz hitam yang sampai terpental dan berputar di Tol Jagorawi dekat TMII,” tulis keterangan akun Instagram kriminal.jakarta.
    “Korban berhasil mempertahankan dan mengendalikan mobilnya sehingga tidak
    lost control
    . Kemudian korban mengejar pelaku hingga keluar tol Cawang Uki (yang divideo). Pelaku tak mau berhenti dan berhasil kabur hingga menyalip dengan ugal-ugalan. Pelarian pelaku terhenti di dekat halte TJ Cawang,” lanjut keterangan akun Instagram kriminal.jakarta.
    Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Darwis Yunarta membenarkan adanya
    kecelakaan
    lalu lintas di Tol Jagorawi yang melibatkan tiga kendaraan.
    “Bahwa semula kendaraan Toyota Calya berjalan dari arah selatan ke utara dengan melalui Jalan Tol Jagorawi, sesampainya di depan Kantor Jasamarga KM 02 membentur bagian belakang kanan kendaraan Honda Jazz,” ucap Darwis saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
    “Setelah terjadi kecelakaan kendaraan Toyota Calya melaju hingga
    Out Ramp
    Kodam dan berhenti di dekat Universitas Kristen Indonesia (UKI) setelah diikuti oleh kendaraan Cherry Tiggo,” ucap Darwis.
    Darwis menambahkan, pengemudi Honda Jazz mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
    “Akibat kejadian tersebut pengemudi kendaraan Honda Jazz terluka, diobati di RS Sentra Medika Cibinong, serta rusaknya kendaraan yang terlibat,” jelasnya.
    Pihak kepolisian memastikan telah menerima laporan, memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti terkait kecelakaan tersebut.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        Tutup Sementara Alun-alun dan Babakan Siliwangi, Farhan: Promosi Lebih Bagus dari Kenyataan
                        Bandung

    2 Tutup Sementara Alun-alun dan Babakan Siliwangi, Farhan: Promosi Lebih Bagus dari Kenyataan Bandung

    Tutup Sementara Alun-alun dan Babakan Siliwangi, Farhan: Promosi Lebih Bagus dari Kenyataan
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegur Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) terkait dibukanya kunjungan ke Alun-alun Bandung dan Babakan Siliwangi (Baksil) pada musim libur Natal dan Tahun Baru kemarin.
    Menurut Farhan, dua destinasi wisata tersebut belum 100 persen bisa menampung kunjungan lantaran masih dalam tahap pemeliharaan pasca-pembangunan dan renovasi.
    “Baksil sama Alun-alun itu ternyata promosinya lebih bagus dari kenyataannya, itu harus kami akui. Sebab, DPKP sebagai penanggung jawab itu saya tegur dan evaluasi habis karena mereka berani-beraninya membuka dan promosikan, padahal kapasitasnya belum 100 persen,” ujar Farhan saat ditemui di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/1/2026).
    Sebagai pimpinan, Farhan pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengunjung Baksil dan
    Alun-alun Bandung
    karena menjadi tidak nyaman saat berwisata karena masih banyak fasilitas yang belum selesai diperbaiki.
    “Saya mohon maaf kepada wisatawan dan warga Bandung,” ucapnya.
    Farhan pun memutuskan menutup sementara Baksil dan Alun-alun Kota Bandung untuk memastikan fasilitas dan infrastruktur bisa menunjang kunjungan wisata serta menghindarkan potensi terjadinya kecelakaan akibat fasilitas yang masih rusak.
    “Kami akan tutup dulu selama beberapa minggu ke depan. Saya punya prinsipnya begini, yang namanya fasilitas publik, kapasitasnya harus 110 persen dari daya tampung dari potensi yang datang,” ujarnya.
    “Kalau kapasitasnya kunjungannya bisa 10 ribu, harus bisa menampung 11 ribu orang. Ini sebaliknya, kapasitas cuma 25 persen yang datang lebih dari 25 persen, terjadilah kecelakaan yang tidak perlu,” ujarnya.
    Farhan mengatakan, perbaikan kerusakan akibat membeludaknya kunjungan pada saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin akan dilakukan selama beberapa bulan ke depan.
    “Diperbaiki pakai APBD dan itu ada kontraktornya dan memang belum masuk serah terima, masih pemeliharaan. Kalau masih bisa diperbaiki, kami perbaiki. Jadi, dua tempat itu ditutup sementara untuk perbaikan,” tuturnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jakarta Akan Punya Taman Besar Februari 2026, Jogging Track Lebih Panjang dari GBK
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Jakarta Akan Punya Taman Besar Februari 2026, Jogging Track Lebih Panjang dari GBK Megapolitan 7 Januari 2026

    Jakarta Akan Punya Taman Besar Februari 2026, Jogging Track Lebih Panjang dari GBK
    Penulis

    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan segera meresmikan Taman Bendera Pusaka di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Februari 2026.
    Taman ini digadang-gadang menjadi ruang terbuka hijau besar baru di Jakarta Selatan dengan fasilitas olahraga unggulan berupa lintasan lari sepanjang 1,2 kilometer, yang diklaim lebih panjang dibanding
    jogging track
    di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kehadiran
    Taman Bendera Pusaka
    diharapkan menjadi alternatif baru bagi warga Jakarta untuk berolahraga, tidak hanya terpusat di kawasan GBK, Senayan.
    “Di dekat sini ada Taman Barito yang akan menjadi Taman Bendera Pusaka. Nanti akan menjadi tempat
    jogging track
    baru di Jakarta karena kelilingnya itu 1,2 kilometer dan lebih luas daripada
    jogging track
    GBK,” ujar Pramono saat menghadiri turnamen padel di Cipete, Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025).
    Selain itu, Pramono memastikan peresmian taman tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat, meski belum merinci tanggal pastinya.
    “Nanti sebentar lagi, mudah-mudahan bulan depan (Februari 2026), saya juga akan meresmikan Taman Bendera Pusaka,” kata Pramono saat ditemui di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2026).
    Menurut Pramono, lintasan lari sepanjang 1,2 kilometer di Taman Bendera Pusaka akan menjadi pilihan baru bagi warga Jakarta, khususnya Jakarta Selatan, untuk berolahraga secara gratis di ruang terbuka hijau.
    “Ini menjadi alternatif baru bagi warga Jakarta untuk berolahraga. Jangan hanya di GBK, bisa juga menggunakan Taman Bendera Pusaka,” ujarnya.
    Taman Bendera Pusaka dibangun melalui penggabungan tiga taman yang sudah ada sebelumnya, yakni Taman Leuser, Taman Ayodya, dan Taman Langsat. Pembangunan taman ini ditandai dengan peletakan batu pertama pada 8 Agustus 2025.
    Selain lintasan lari, taman tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga, seperti lapangan basket, voli, bulu tangkis, padel, serta area rekreasi terbuka bagi masyarakat.
    Tak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga dan rekreasi, Taman Bendera Pusaka juga dirancang untuk mengurangi risiko banjir di Jakarta Selatan.
    Pemprov DKI Jakarta akan mengintegrasikan sistem drainase dengan infrastruktur hijau agar taman mampu menyerap air secara optimal sekaligus menjaga sirkulasi udara.
    Dengan konsep multifungsi tersebut, Taman Bendera Pusaka diharapkan menjadi ruang hijau ikonik baru di Jakarta Selatan yang mendukung gaya hidup sehat, memperluas ruang publik, serta meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
    (Reporter: Ruby Rachmadina | Editor: Abdul Haris Maulana)
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa dan Satya Lancana Wirakarya untuk Mentan Amran hingga Bupati Karawang
                        Nasional

    3 Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa dan Satya Lancana Wirakarya untuk Mentan Amran hingga Bupati Karawang Nasional

    Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa dan Satya Lancana Wirakarya untuk Mentan Amran hingga Bupati Karawang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan bintang jasa kepada sejumlah orang saat menghadiri panen raya dan pengumuman swasembada beras yang digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
    Penganugerahan itu dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1/TK Tahun 2026 dan Nomor 2/TK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wirakarya.
    Para penerima dianggap berjasa di bidang tertentu yang bermanfaat bagi bangsa.
    “Menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa sebagai penghargaan atas jasanya yang besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan kesejahteraan dan kebesaran bangsa dan negara,” kata Sekretaris Militer Presiden membacakan Keppres tersebut, Rabu.
    “Serta Satya Lencana Wirakarya sebagai penghargaan atas jasanya dalam memberikan Darma baktinya yang besar kepada negara dan bangsa sehingga dapat dijadikan teladan bagi yang lainnya,” jelasnya.
    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjadi salah satu yang mendapat penghargaan.
    Presiden Prabowo Subianto memberikannya tanda kehormatan Bintang Jasa Utama.
    Tak cuma itu, Prabowo juga memberikan Bintang Jasa Pratama kepada Petani pada Poktan Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo, Heri Sunarto.
    Kemudian, ada pula dua orang lain yang diberikan Bintang Jasa Nararya dan puluhan orang lainnya termasuk Bupati Bojonegoro dan Bupati Karawang yang diberikan Satyalancana Wirakarya.
    Sementara itu, jumlah penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya yang hadir langsung mencapai 11 orang.
    Mereka mewakili 91 penerima lainnya.
    “Mewakili 91 penerima lainnya masing-masing dianugerahi tanda kehormatan Satya Lancana Wirakarya,” jelas Sekretaris Militer Presiden.
    Berikut ini nama-nama penerima tanda kehormatan tersebut:
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pengosongan Lahan Perumahan Puri Asih Bekasi Ricuh, Warga-Polisi Saling Dorong 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Pengosongan Lahan Perumahan Puri Asih Bekasi Ricuh, Warga-Polisi Saling Dorong Megapolitan 7 Januari 2026

    Pengosongan Lahan Perumahan Puri Asih Bekasi Ricuh, Warga-Polisi Saling Dorong
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com
    – Pengosongan lahan di Perumahan Puri Asih Sejahtera, RT 07/RW 01, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (7/1/2026) pagi, berlangsung ricuh.
    Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri
    Bekasi
    melalui surat Nomor 6551 tentang pengosongan dan penyerahan tanah serta bangunan terhadap 12 unit rumah di perumahan tersebut untuk diserahkan kepada PT Taman Puri Indah.
    Ketua RT 07 Perumahan Puri Asih Sejahtera, Deny Sas, menyatakan warga menolak eksekusi karena menilai proses hukum masih menyisakan banyak kejanggalan, termasuk dugaan kesalahan objek sengketa.
    “Kami enggak tahu historisnya. Yang kami tahu, tiba-tiba ada lelang berupa tanah kosong. Padahal di sini ada sekitar 100 unit rumah yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an, lengkap dengan izin,” ujar Deny di lokasi.
    Menurut dia, sesepuh dari warga yang bermukim di sana telah menempati kawasan tersebut sejak 1983–1984.
    Menurut dia, apabila memang terjadi pelelangan, seharusnya warga yang telah lama tinggal di kawasan itu turut dilibatkan.
    “Kami ini bukan menempati tanah orang atau tanah negara. Kalau memang ada pelelangan, seharusnya warga juga punya kesempatan. Ini tiba-tiba muncul eksekusi, padahal masih ada proses hukum yang berjalan,” kata Deny.
    Deny juga menyoroti eksekusi hanya menyasar 12 unit rumah, sementara kawasan tersebut merupakan satu hamparan lahan dengan satu sertifikat.
    “Di sini ada sekitar 100 rumah, tapi kenapa hanya 12 yang dieksekusi? Ini kan jadi pertanyaan. Apalagi alamat yang tertulis di surat eksekusi pun berbeda dengan lokasi rumah warga,” ujar dia.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, Sejak sekitar pukul 08.00 WIB, ratusan warga telah berkumpul di depan portal perumahan.
    Mereka memblokade akses masuk dengan berdiri berjejer sambil membawa spanduk dan poster penolakan.
    Teriakan penolakan terdengar bergantian dari massa. Sejumlah warga tampak emosional, bahkan ada yang menangis sambil memeluk anggota keluarganya.
    Situasi semakin memanas ketika aparat kepolisian mulai memasuki kawasan perumahan untuk melakukan pengamanan.
    Warga berulang kali menyuarakan keberatan mereka sambil menunjukkan salinan surat eksekusi.
    Mereka menilai pelaksanaan eksekusi tidak sah karena adanya dugaan kesalahan penulisan alamat dalam putusan pengadilan.
    “Ini rumah kami, sudah puluhan tahun kami tinggal di sini,” teriak seorang warga.
    Aksi dorong-dorongan sempat terjadi antara warga dan aparat, hingga menyebabkan beberapa orang terjatuh.
    Seorang perempuan terlihat menangis dan mengaku dipukul saat berada di barisan massa.
    Di tengah ketegangan tersebut, Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Bayu Pratama Hubungi turun langsung menemui warga.
    Ia berdialog dengan perwakilan massa untuk menenangkan situasi dan mengimbau warga agar tidak bertindak anarkis.
    Meski dialog dilakukan, penolakan warga masih terus berlangsung.
    Hingga pukul 10.00 WIB, ratusan personel kepolisian dan Satpol PP masih bersiaga di sekitar lokasi untuk mengamankan situasi yang belum sepenuhnya kondusif.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pembongkaran Tiang Monorel Dipercepat, Dimulai Minggu Depan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Pembongkaran Tiang Monorel Dipercepat, Dimulai Minggu Depan Megapolitan 7 Januari 2026

    Pembongkaran Tiang Monorel Dipercepat, Dimulai Minggu Depan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com 
    – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga mempercepat rencana pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Rabu (14/1/2026).
    Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, awalnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pembongkaran dilakukan pada minggu ketiga.
    Namun, jadwal itu kemudian dimajukan.
    “Pak Gubernur kemarin, pada saat rapat pimpinan (rapim), menyampaikan minta minggu depan dibongkar. Jadi rencana minggu depan kita akan mulai. Insya Allah hari Rabu, kalau enggak berubah,” ucap Heru saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).
    Pembongkaran bisa dipercepat karena proses administrasi dan pembahasan dengan PT Adhi Karya selaku pemilik
    tiang monorel
    sudah selesai.
    Setelah tiang-
    tiang monorel dibongkar
    , Pemprov DKI akan menata ulang Jalan HR Rasuna Said agar tampil seragam seperti sisi barat jalan.
    Nantinya, di sisi bekas tiang monorel, jalur cepat dan jalur lambat akan dihilangkan, lalu diganti dengan penataan ulang jalan dan trotoar.
    “Rasuna Said sisi barat sudah selesai, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur; jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata,” kata dia.
    Secara keseluruhan, terdapat 98 tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang koridor Rasuna Said.
    Sementara itu, pembahasan untuk sisa tiang yang berada di kawasan Senayan masih terus dilakukan.
    “Ada 98 (tiang) yang di sepanjang Rasuna Said. Kita mau menata yang di Rasuna Said dulu,” ujar Heru.
    Pembongkaran tiang monorel
    sekaligus penataan jalan dan trotoar dibiayai sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta dengan total anggaran sekitar Rp 100 miliar.
    “Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp 100 miliar,” ujar Heru.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        KPK Bandingkan Kewajaran Penghasilan Ridwan Kamil dengan Aset-asetnya
                        Nasional

    10 KPK Bandingkan Kewajaran Penghasilan Ridwan Kamil dengan Aset-asetnya Nasional

    KPK Bandingkan Kewajaran Penghasilan Ridwan Kamil dengan Aset-asetnya
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – KPK akan membandingkan penghasilan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) dengan aset-aset yang dimilikinya.
    “Semua itu nanti disandingkan, antara penghasilan resmi, kemudian apakah ada penghasilan lain, kemudian terkait dengan
    aset
    -aset yang dimiliki, semuanya itu disandingkan, kewajarannya seperti apa,” kata Budi kepada wartawan pada Selasa (6/1/2026).
    Budi mengatakan penyidik
    KPK
    juga mendalami dugaan aliran-aliran uang ke pihak-pihak lain.
    “Kita kaitkan lagi, kita sandingkan, apakah dengan penghasilan ini, kemudian dengan aliran uang ini, apakah
    make sense
    , apakah sesuai, nah itu yang kemudian menjadi materi yang didalami oleh penyidik,” ujarnya.
    Budi mengatakan aset yang didalami KPK berupa aset tidak bergerak di beberapa lokasi, salah satunya di Bandung, Jawa Barat.
    “Ada sejumlah aset, di antaranya aset-aset tidak bergerak yang berada di sejumlah lokasi dan itu juga sudah terdeteksi oleh penyidik KPK,” kata Budi di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (24/12/2025).
    Budi mengatakan, aset-aset tersebut salah satunya tempat usaha milik
    Ridwan Kamil
    di Bandung.
    Namun, dia tak mengungkapkan secara detail nama tempat usaha milik RK tersebut.
    “Iya, di antaranya ada beberapa apa namanya, tempat-tempat usaha yang dimiliki oleh Pak RK. Ada di sejumlah tempat. Ya, di antaranya di Bandung, di luar Bandung juga ada,” ujarnya.
    Budi mengatakan, penyidik akan mendalami bagaimana Ridwan Kamil mendapatkan aset-aset tersebut khususnya saat ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
    Dia juga mengatakan, KPK membuka peluang untuk kembali memeriksa RK untuk memperdalam informasi mengenai aset-aset tersebut.
    “Tentu nanti masih akan dilakukan pendalaman terkait dengan dugaan aset-aset yang tidak dilaporkan di
    LHKPN
    nanti akan ditelusuri, ini sumber perolehannya dari mana saja karena setiap aset ataupun harta seorang penyelenggara negara itu wajib dilaporkan di LHKPN pada ranah pencegahan,” ucap dia.
    Sebelumnya, KPK sudah memeriksa Ridwan Kamil sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB pada Selasa (2/12/2025).
    KPK mencecar RK terkait aliran dana non-budgeter yang dikelola Divisi Corporate Secretary Bank BJB.
    Selain itu, KPK juga mendalami keterangan RK terkait aset-aset yang belum dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
    Sementara itu, RK mengaku tidak mengetahui kasus dugaan korupsi pengadaan iklan yang terjadi di Bank BJB.
    Pengakuan tersebut disampaikan Ridwan Kamil usai diperiksa selama 6 jam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Diusir dan Rumah Dibongkar Paksa, Nenek Elina Mengaku Sudah 3 Kali Laporan ke Polda Jatim
                        Surabaya

    8 Diusir dan Rumah Dibongkar Paksa, Nenek Elina Mengaku Sudah 3 Kali Laporan ke Polda Jatim Surabaya

    Diusir dan Rumah Dibongkar Paksa, Nenek Elina Mengaku Sudah 3 Kali Laporan ke Polda Jatim
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Setelah diusir dan rumahnya dibongkar paksa, Elina Widjajanti, nenek 80 tahun di Surabaya sudah mengajukan 3 kali pelaporan ke Polda Jawa Timur (Jatim).
    Kasus ini bermula rumah
    Nenek Elina
    di Dukuh Kuwukan RT 005/RW 006 Nomor 27, Kelurahan Lontar, Sambikerep, Surabaya diduga dibongkar paksa Samuel (SAK) dan kawan-kawan (dkk) pada 6 Agustus 2025.
    Samuel mengaku membeli tanah dan bangunan tersebut sejak 2014 dari pemilik sebelumnya Elisa Irawati, kakak Elina yang sudah meninggal sejak 2017.
    Tapi sebagai ahli waris, Nenek Elina membantah.
    Nenek Elina pun memperjuangkan keadilan dengan melapor ke
    Polda Jatim
    .
    Setidaknya, sejak Oktober 2025 lalu hingga kini sudah ada 3 kali laporan yang diajukan.
    Nenek Elina pertama kali melaporkan Samuel dkk ke Polda Jatim atas dugaan pengusiran dan pembongkaran paksa rumahnya.
    Pihak Elina kemudian melaporkan Samuel dkk ke Polda Jatim melalui nomor LP: LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tanggal 29 Oktober 2025.
    Dalam perkara tersebut, sudah ada 4 tersangka yang ditahan Polda Jatim. Samuel (SAK), Yasin (MY), Klowor (SY) dan WE.
    Mereka diduga terlibat dalam kekerasan kepada orang dan atau barang yang dialami Nenek Elina.
    “Melakukan secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan barang,” kata Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Widi Atmoko, Senin (29/12/2025).
    Samuel bersama rekannya, MY, YS, dan WE ditetapkan tersangka dan ditahan Polda Jatim atas dugaan kekerasan bersama-sama sebagaimana Pasal 170 KUHP dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara.
    Keluarga Nenek Elina sempat mengadu ke Polsek Lakarsantri saat rumahnya digruduk Samuel dkk, tetapi tidak ditanggapi oleh personel kepolisian setempat.
    Pihaknya kemudian mengadukan ke Propam Polda Jatim sejak 2 minggu lalu.
    “Iya (sudah melapor), kan sudah diproses, sudah ditaruh sama Propam,” kata kuasa hukum Nenek Elina, Wellem Mintarja, saat ditemui
    Kompas.com
    di Mapolda Jatim pada Selasa (6/1/2026).
    Laporan tersebut bermula pada kejadian 5 Agustus 2025 ketika rombongan Samuel dkk mendatangi rumah Nenek Elina dan mengusir paksa dengan cara diangkat.
    “Jadi pada waktu itu di rumah ini terdapat 20-30 orang terus kemudian pada waktu itu kita berdebat, bersitegang terutama sama nenek,” jelas Wellem.
    Karena merasa terancam, keluarga Nenek Elina pun melapor ke Polsek Lakarsantri untuk meminta perlindungan hukum agar tidak terjadi bentrokan tetapi ditolak.
    Keluarga Nenek Elina pun kecewa karena keesokan harinya rumahnya sudah hancur rata dengan tanah setelah Samuel dkk mengerahkan alat berat.
    “Kita bukan melaporkan tapi meminta perlindungan. Di sini (rumah) sudah ramai, wajar dong masyarakat mengadu,” ungkapnya.
    Pihak Nenek Elina Widjajanti kembali melaporkan Samuel Ardi Kristanto (SAK) ke Polda Jawa Timur atas dugaan pemalsuan dokumen akta jual beli tanah.
    “Terkait perkara dugaan pemalsuan dokumen yang mengenai obyek tanah yang ada di Kuwukan yang sekarang rata dengan tanah,” kata kuasa hukum Nenek Elina, Wellem Mintarja, Selasa.
    Wellem mengatakan, laporan dugaan pemalsuan dokumen akta jual beli tersebut tidak hanya ditujukan kepada Samuel tetapi pihak lain yang diduga ikut terlibat.
    “Kita melaporkan beberapa orang. Kita gak bisa menunjukkan semua (nama terlapor) karena masih dugaan. Ada inisial S (Samuel),” ujarnya.
    Lebih lanjut, Wellem menjelaskan duduk perkara dugaan pemalsuan dokumen yang dilaporkan berkaitan dengan klaim Samuel yang mengaku membeli sejak 2014.
    Keluarga Nenek Elina tidak pernah menjual obyek tanah tersebut kepada siapapun.
    Tiba-tiba, terdapat surat keterangan tanah dengan pencoretan Letter C atas nama orang lain (Samuel).
    Seharusnya, Letter C tersebut masih atas nama Elisa Irawati (kakak Elina pemilik tanah). Penerbitan keterangan tanah tersebut bersandar pada akta jual beli.
    “Akta jual beli itu posisinya 2025, sedangkan akte jual beli tersebut berdasar pada surat kuasa menjual 2014. Sedangkan Bu Elisa sendiri meninggal 2017. Orang meninggal kok bisa melakukan jual beli? Kan nggak mungkin itu,” terangnya.
    Laporan tersebut tertera dalam Nomor: LP/B/18//2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan atau pemalsuan akta autentik dan atau keterangan palsu dalam akta autentik UU Nomor 1 Tahun 2023 sebagaimana Pasal 391 KUHP, 392 KUHP, dan 394 KUHP.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.