Category: Kompas.com Metropolitan

  • 1
                    
                        Susunan Lengkap Kepengurusan MUI Periode 2025-2030
                        Nasional

    1 Susunan Lengkap Kepengurusan MUI Periode 2025-2030 Nasional

    Susunan Lengkap Kepengurusan MUI Periode 2025-2030
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi mengumumkan kepengurusan inti periode khidmat 2025-2030 dalam Musyawarah Nasional Ke-XI, di Mercure Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (22/11/2025).
    Pengumuman kepengurusan baru ini dibacakan oleh Sekretaris Jenderal terpilih periode 2025-2030, yang juga dijabat oleh petahana, Buya Amirsyah Tambunan.
    Berikut sejumlah kepengurusan inti 2025-2030 yang dibacakan di depan sidang pleno Munas XI MUI:
    Ketua Dewan Pertimbangan MUI: KH Ma’ruf Amin
    Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI: KH Zainut Tauhid Sa’adi
    Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI: KH Anwar Iskandar
    Wakil Ketua Umum MUI: KH Cholil Nafis, Buya Anwar Abbas, KH Marsudi Syuhud
    Sekretaris Jenderal MUI: Buya Amirsyah Tambunan
    Bendahara Umum: Misbahul Ulum.
    Ketua Bidang:
    Bidang Fatwa; KH Asrorun Ni’am Sholeh
    Bidang Fatwa Metodologi; Gusrizal Gazahar
    Bidang Infokom; Masduki Baidlowi
    Bidang Dakwah; Abdul Manan Ghani
    Budang Kerukunan; Abdul Moqits Ghozali
    Bidang Ekonomi; M Azrul Tanjung
    Bidang Luar Negeri; Sudarnoto Abdul Hakim
    Bidang Ekonomi Syariah; Sholahudin Al Aiyub
    Bidang Kesehatan; Fasli Jalal
    Bidang Seni Budaya; Pasni Rusli
    Bidang Pendidikan; Faisol Nasar Bin Madi
    Bidang PRK; Siti Ma’rifah
    Bidang Kajian; Utang Raniwijaya
    Bidang Hukum; Wahiduddin Adams
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Wanita Ditemukan Tewas di Puncak Bogor, Polisi: Luka Terbuka di Kepala
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        22 November 2025

    Wanita Ditemukan Tewas di Puncak Bogor, Polisi: Luka Terbuka di Kepala Bandung 22 November 2025

    Wanita Ditemukan Tewas di Puncak Bogor, Polisi: Luka Terbuka di Kepala
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Warga Kampung Cipari, Cisarua, Kabupaten Bogor, geger setelah seorang wanita berinisial N (59) ditemukan meninggal di dalam rumahnya pada Jumat (21/11/2025) malam.
    Penemuan jenazah tersebut dilaporkan warga ke Polsek
    Cisarua
    sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah menerima laporan, polisi langsung menuju lokasi dan memasang garis polisi.
    Kasat Reskrim Polres
    Bogor
    AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.
    “Tim menemukan sejumlah luka terbuka pada bagian kepala, wajah, dan leher. Ada juga indikasi kekerasan tumpul dan senjata tajam,” ujar Anggi dalam konferensi pers di Mapolres Bogor, Sabtu (22/11/2025) malam.
    Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta menyita sejumlah barang bukti, termasuk balok kayu, pisau, bantal, dan pakaian pelaku yang berlumur darah.
    Berdasarkan hasil autopsi sementara, korban mengalami patah tulang iga kanan dan kiri, luka tusuk di leher, serta sesak akibat tekanan pada wajah dengan bantal.
    “Simpulan sementara penyebab kematian adalah kekerasan tajam pada leher dan kekerasan tumpul pada wajah yang menyebabkan mati lemas,” kata Anggi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pasar Gratis Pakaian Bekas Komunitas Punk Medan Diserbu Warga
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        22 November 2025

    Pasar Gratis Pakaian Bekas Komunitas Punk Medan Diserbu Warga Medan 22 November 2025

    Pasar Gratis Pakaian Bekas Komunitas Punk Medan Diserbu Warga
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Aksi Pasar Gratis pakaian bekas yang digelar komunitas Punk Medan menarik perhatian warga di Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (22/11/2025) sore. Puluhan warga langsung menyerbu pakaian bekas yang dibawa dalam plastik besar atau Monza.
    Salah satu pelaksana
    Pasar Gratis

    Medan
    , Reza Tarigan, mengajak warga untuk mengambil pakaian yang dibutuhkan ketika tiba di lokasi.
    “Mari-mari, pilih bajunya, gratis,” kata Reza menggunakan pengeras suara setelah membentangkan tikar di halaman warga di Jalan Dr. Mansyur, Medan.
    Tidak butuh waktu lama, ibu-ibu, remaja, hingga anak-anak berebut memilih aneka baju dan celana. Beberapa warga bahkan sempat saling tarik memilih pakaian yang mereka incar.
    Rita, seorang ibu rumah tangga, mengaku senang atas kedatangan Pasar Gratis tersebut karena dapat membantu memenuhi kebutuhan sandang.
    “Baguslah, membantu pun. Senang aja kami. Biasanya kan kalau kami ke
    Monza
    itu bayar, ke sini kan nggak,” kata Rita sambil tertawa.
    Rita mengatakan dirinya mengambil cukup banyak pakaian.
    “Saya ambil banyak. Pakai orang dewasa dan juga anak-anak. Anak saya juga ikut itu milih-milih,” ucapnya.
    Warga lainnya, Ade, juga merasakan manfaat kegiatan itu. Ia menggambarkan suasana berebut baju terjadi begitu plastik dibuka.
    “Ramai tadi pas pertama dibuka. Udah capek milih-milih bang. Bagus lah ini ada,” ujar pedagang es tebu itu.
    Rosliana, warga lain yang membawa satu plastik penuh pakaian, menyampaikan rasa terima kasihnya.
    “Mudah-mudahan mereka ini banyak rezeki, dan ada lagi seperti ini,” tuturnya.
    Reza menjelaskan bahwa pakaian-pakaian tersebut dihimpun dari siapa saja yang ingin berdonasi. Setelah terkumpul dalam jumlah banyak, baru kemudian dibagikan kepada masyarakat.
    “Jadi ini kegiatan kita lah dari kawan-kawan Punk di Kota Medan. Kenapa gratis, karena kami melihat itu sangat menyenangkan. Hari ini apa saja memang bisa dijual, tapi kita memilih digratiskan,” ujar Reza sembari menunjuk warga yang masih memilih pakaian.
    Ia menambahkan bahwa komunitasnya memilih lokasi Pasar Gratis berdasarkan kondisi warga yang dinilai membutuhkan. Meski begitu, setiap orang boleh mengambil pakaian tanpa biaya apa pun.
    Reza menyebut, Pasar Gratis sering digelar di area yang ramai dilalui pengendara karena biasanya banyak yang ikut berhenti dan mengambil pakaian. Mulai dari pengendara ojek, supir becak motor, hingga warga yang hanya melintas.
    “Jadi kita ini untuk saling membantu,
    Mutual Aid
    , namanya. Gotong royong, murni untuk berbagi dan bersolidaritas. Ini akan terus kita upaya berjalan, walaupun skala kecil. Ini akan jadi pemantik bagi kawan-kawan yang lain untuk berbuat,” tukasnya.
    Menurut Reza, masyarakat yang datang selalu tampak senang, dan hal itu menjadi kepuasan tersendiri bagi mereka.
    “Kami senang saat orang mengucapkan terima kasih. Mendengar warga mengatakan terima kasih kepada kita, kami tersenyum, tertawa. Pastinya kita sangat senang,” ujar Reza.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        Kepalan Tangan Gibran di KTT G20…
                        Nasional

    2 Kepalan Tangan Gibran di KTT G20… Nasional

    Kepalan Tangan Gibran di KTT G20…
    Tim Redaksi
    JOHANNESBURG, KOMPAS.com
    – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming tampak beberapa kali mengepalkan tangan saat menyampaikan pidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Sabtu (22/11/2025).
    Gestur itu menekankan pesan-pesan pentingnya tentang pertumbuhan global yang adil, inklusif, dan pembiayaan berkelanjutan.
    Gibran mengepalkan satu tangannya saat menyebut bahwa
    KTT G20
    tahun 2025 merupakan momen bersejarah karena digelar di benua Afrika.
    “Ini adalah KTT G20 bersejarah, yang pertama kali diselenggarakan di benua Afrika,” katanya saat berpidato dalam bahasa Inggris. 
    Dia kembali mengepalkan tangan ketika menyinggung pertumbuhan global harus adil dan inklusif. 
    “Indonesia meyakini bahwa pertumbuhan global harus tidak hanya kuat, tetapi juga adil dan inklusif, untuk meningkatkan kesejahteraan setiap negara,” ujar Gibran. 
    Selanjutnya, Gibran mengepalkan tangan saat menyampaikan pembiayaan berkelanjutan yang adil dan seimbang.
    “Indonesia menyambut fokus G20 pada pembiayaan berkelanjutan, namun ambisi harus lebih jauh untuk menutup kesenjangan dan mengejar adaptasi, mitigasi, serta transisi yang adil dan seimbang,” katanya. 
    Menutup pidatonya, Gibran tampak mengepalkan kedua tangannya di dada. Kedua tangan dikepalkan dan diangkat ke depan dada saat menyebut kata ‘memberdayakan’ dan ‘mengangkat’.

    Kerja sama
    harus memberdayakan, bukan mendikte. Kerja sama harus mengangkat, bukan menciptakan ketergantungan,” tegas Gibran. 
    Diketahui, Gibran mewakili Presiden Prabowo yang berhalangan hadir karena sejumlah agenda di Tanah Air.
    KTT G20 yang digelar di Johannesburg, Afrika Selatan membahas sejumlah isu. 
    Pertama, membahas isu ekonomi berkelanjutan, peran perdagangan dan keuangan dalam pembangunan, serta masalah utang di negara-negara berkembang.
    Kedua, KTT akan berfokus pada pembangunan dunia yang tangguh (
    resilient world
    ), yang mencakup isu kebencanaan, perubahan iklim, transisi energi berkeadilan (just energy transition), serta sistem pangan.
    Sesi ketiga akan membahas isu pekerjaan layak (
    decent work
    ) dan tata kelola kecerdasan buatan (
    artificial intelligence
    ).
    Jurnalis Kompas.com Rahel Narda Chaterine ikut serta dalam kunjungan kerja rombongan Wapres Gibran di Afrika Selatan. Ikuti laporan langsung tentang kegiatan Wakil Presiden Gibran
    di sini.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Wanita Ditemukan Tewas di Puncak Bogor, Polisi: Luka Terbuka di Kepala
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        22 November 2025

    Wanita di Puncak Bogor Bunuh Pedagang Sekolah Bandung 22 November 2025

    Wanita di Puncak Bogor Bunuh Pedagang Sekolah
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Polisi menangkap wanita berinisial NAF (32) di Kampung Cipari, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, setelah diduga melakukan pembunuhan terhadap pedagang sekolah berinisial N (59).
    Kasat Reskrim Polres
    Bogor
    , AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi saat NAF berkunjung ke rumah korban sekitar pukul 11.00 WIB pada Kamis (20/11/2025). NAF datang untuk meminta kelonggaran waktu mengembalikan uang titipan korban sekitar Rp 12 juta.
    “Korban menyampaikan minta kelonggaran tapi terjadi cekcok,” kata Anggi kepada wartawan di Polres Bogor, Sabtu (22/11/2025) malam.
    Uang tersebut sebelumnya dititipkan korban kepada NAF untuk ditabung. Namun, uang itu justru digunakan tersangka untuk keperluan pribadi.
    “Jadi tersangka ini ibu rumah tangga yang beraktivitas di sekolah dan korban berjualan di sekolah tersebut. Ibu-ibu menitipkan uang, nabung ke si pelaku (uang korban) digelapkan oleh tersangka untuk kebutuhan ekonomi,” jelasnya.
    Cekcok kemudian terjadi hingga tersangka memukul korban menggunakan kayu, menusuk leher, dan membekap korban hingga meninggal dunia.
    “Barang bukti yang kami sita itu handphone, baju digunakan pelaku yang bersimbah darah, pisau, bantal dan kayu,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sertu Eko Ungkap Detik-detik Temukan 194.631 Ekstasi di Tol Lampung, Awalnya dari Kecelakaan Mobil
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        22 November 2025

    Sertu Eko Ungkap Detik-detik Temukan 194.631 Ekstasi di Tol Lampung, Awalnya dari Kecelakaan Mobil Regional 22 November 2025

    Sertu Eko Ungkap Detik-detik Temukan 194.631 Ekstasi di Tol Lampung, Awalnya dari Kecelakaan Mobil
    Editor
    KOMPAS.com – 
    Babinsa Koramil 411-11/Terbanggi Besar, Sertu Eko Wahyudi, menceritakan awal mula penemuan 194.631 butir ekstasi dalam bentuk pil dan 3.869,69 gram ekstasi dalam bentuk bubuk pasca kecelakaan di Jalan Tol Sumatera jalur B Terbanggi–Bakauheni KM 136, Provinsi Lampung, pada Kamis (20/11/2025).
    Kecelakaan terjadi di wilayah binaan Koramil 411-11/Terbanggi Besar, tepatnya di Kampung Karang Endah.
    Saat di wilayah tersebut, Eko mendapat informasi kecelakaan dari warga setempat.
    “Kamis pagi, saya melaksanakan monitoring wilayah Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Karang Endah. Saat di tengah perjalanan saya mendapat informasi dari warga masyarakat bahwa baru terjadi kecelakaan di atas jembatan tol wilayah tersebut. Di situlah saya langsung inisiatif bergerak menuju lokasi,” kata Eko, Sabtu (22/11/2025).
    Eko menjelaskan, saat menuju lokasi, ia berada di jalur A, sedangkan kecelakaan terjadi di jalur B, atau lajur Jalan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka) KM 136 arah Bakauheni.
    Eko kemudian menyeberang ke jalur B untuk mendatangi kendaraan tersebut.
    Keduanya lalu menyisir lokasi untuk mencari korban atau sopir kendaraan Nissan X-Trail bernopol D 1160 UN yang sudah ringsek.
    “Saat saya mendatangi kendaraan tersebut, sudah tidak ada orang. Saya berdua dengan Juntak lalu menyisir lokasi yang sudah berserakan puing-puing kendaraan. Penyisiran dilakukan sampai ke bawah jembatan sisi seberang,” ujar Eko.
    “Di bawah jembatan itulah saya dan Juntak menemukan enam buah tas. Saya di atas jembatan mendokumentasikan Juntak yang turun ke bawah jembatan,” tambahnya.
    Ia kemudian berkoordinasi dengan Dandim 411-11/Terbanggi Besar dan diteruskan ke Kodim 0411/KM.
    Petugas PJR Polda Lampung juga datang untuk membantu mengamankan barang bukti.
    “Setelah PJR datang, mereka kemudian turun untuk membantu mengangkat tas tersebut ke atas jembatan atau bahu jalan tol, lalu mengeluarkan isi tas yang seluruhnya berisi 34 paket dengan bentuk dan kemasan yang sama,” ujar Eko.
    “Setelah 6 tas dan 34 bingkisan paket narkotika itu diserahkan kepada jajaran Polda Lampung, berdasarkan berita acara serah terima barang bukti, terhitung ada 194.631 butir ekstasi dalam bentuk pil, dan 3.869,69 gram ekstasi dalam bentuk bubuk,” ungkap Noval.
    Rinciannya:
    Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Babinsa Kodim 0411/KM Ungkap Detik-detik Ditemukan 194 Ribu Pil Ekstasi di Tol Bakter
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Suami Siri Pembunuh Pemilik Warung di Jombang Ditangkap Polisi di Lampung
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        22 November 2025

    Suami Siri Pembunuh Pemilik Warung di Jombang Ditangkap Polisi di Lampung Surabaya 22 November 2025

    Suami Siri Pembunuh Pemilik Warung di Jombang Ditangkap Polisi di Lampung
    Tim Redaksi
    JOMBANG, KOMPAS.com
    – Kepolisian Resor Jombang, Jawa Timur, menangkap pria berinisial P, suami siri dari Tri Retno Jumilah (60), pemilik warung yang ditemukan meninggal di rumahnya di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Kamis (13/11/2025).
    Kasat Reskrim Polres
    Jombang
    , AKP Dimas Robin Alexander mengatakan bahwa P ditangkap di
    Lampung
    setelah sempat menjadi buronan. Polisi memastikan P merupakan pelaku
    pembunuhan
    terhadap istrinya.
    “Setelah melakukan aksinya, pelaku keluar dari rumah membawa motor Yamaha Vixion,” kata Dimas di Mapolres Jombang, Sabtu (22/11/2025).
    Pembunuhan dilakukan pada Minggu (9/11/2025) malam. Keesokan harinya, Senin (10/11/2025), pelaku kabur dari rumah. Dalam pelarian, pelaku menumpang bus menuju Lampung, sementara motor yang dibawa ditinggalkan di sebuah lokasi.
    Menurut Dimas, pelaku sebelumnya pernah bekerja di wilayah Lampung sehingga polisi menelusuri jejak tersebut hingga akhirnya menangkap P.
    “Pelaku kami amankan saat berada di wilayah Lampung,” ujar Dimas.
    Sebelumnya diberitakan, Tri Retno ditemukan meninggal di rumahnya dalam kondisi membusuk. Berdasarkan hasil otopsi, korban diperkirakan sudah meninggal empat hari sebelum ditemukan.
    Kasat Reskrim
    Polres Jombang
    , AKP Dimas Robin, saat itu menyampaikan bahwa korban mengalami kekerasan benda tumpul di bagian kepala, wajah, punggung, kedua tangan, serta dada kiri.
    “Juga ada luka di bagian dada sebelah kiri, yang diakibatkan kekerasan benda tumpul,” kata Dimas di Mapolres Jombang, Jumat (14/11/2025).
    Ia menjelaskan kekerasan di bagian kepala terjadi secara masif hingga menyebabkan perdarahan otak.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        A'wan PBNU Benarkan Risalah Rapat yang Minta Gus Yahya Mundur dari Ketua Umum
                        Nasional

    8 A'wan PBNU Benarkan Risalah Rapat yang Minta Gus Yahya Mundur dari Ketua Umum Nasional

    Awan PBNU Benarkan Risalah Rapat yang Minta Gus Yahya Mundur dari Ketua Umum
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kyai Abdul Muhaimin, membenarkan adanya risalah rapat yang meminta agar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mundur dari jabatannya.
    “Benar,” kata Kyai Abdul saat dihubungi awak media, Sabtu (22/11/2025).
    Namun, Kyai Abdul menyayangkan surat tersebut beredar, karena pembicaraan internal tak seharusnya disebarkan di luar forum Nahdlatul Ulama.
    Dia berharap, orang-orang yang menyebarkan hasil rapat tersebut berhenti menggunakan cara yang sama.
    “Itu kan kok kayak mereka-mereka yang punya kepentingan itu sedang mengkonsolidasikan pendukungnya, mbok manuver kayak gitu itu dihentikan,” kata Kyai Abdul.
    Dia mengatakan, tak seharusnya forum Nahdlatul Ulama menyelesaikan masalah seperti yang terjadi saat ini.
    Seharusnya, masalah internal
    PBNU
    bisa diselesaikan dengan cara yang seperti sering dikatakan Presiden Keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
    “Saya kira di kalangan NU itu kan biasa gegeran (berdebat) tapi nanti kan hasilnya ger-geran (tertawa bersama), itu kan kata Gus Dur,” imbuhnya.
    Sebagai informasi,
    risalah rapat
    harian Syuriyah yang ditetapkan pada 20 November 2025 memutuskan agar Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri.
    Edaran tersebut juga memberikan ultimatum, jika dalam waktu tiga hari tidak mengundurkan diri,
    Gus Yahya
    akan diberhentikan sebagai Ketua Umum PBNU.
    Dalam surat ini juga dijelaskan dua alasan yang menyebabkan permintaan pengunduran diri itu dikeluarkan.
    Pertama, terkait dengan narasumber zionisme internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional NU.
    Kegiatan ini dinilai melanggar Pasal 8 huruf a Peraturan NU Nomor 13 tahun 2025 tentang pemberhentian fungsionaris, pergantian antar waktu, dan pelimpahan fungsi jabatan.
    Alasan berikutnya terkait tata kelola keuangan di PBNU yang mengindikasikan pelanggaran hukum dan melanggar Pasal 97-99 Anggaran Rumah Tangga NU.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pria di Mamuju Ditangkap Usai Diduga Perkosa Temannya Dalam Kantor Pemkab
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        22 November 2025

    Pria di Mamuju Ditangkap Usai Diduga Perkosa Temannya Dalam Kantor Pemkab Regional 22 November 2025

    Pria di Mamuju Ditangkap Usai Diduga Perkosa Temannya Dalam Kantor Pemkab
    Tim Redaksi
    MAMUJU, KOMPAS.com
    – Seorang pria berinisial AS (25) ditangkap polisi usai diduga memerkosa teman perempuannya di salah satu kantor dinas di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (22/11/2025) dini hari.
    Kasi Humas Polresta
    Mamuju
    Ipda Herman Basir mengatakan pelaku dan korban berinisial MW (24) berkenalan di rumah temannya.
    Pemerkosaan
    ini bermula ketika AS menawarkan korban untuk beristirahat di kantor dinas yang berada di lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju.
    Herman menegaskan pelaku bukan aparatur sipil negara. Namun saban malam, AS kerap datang ke kantor tersebut.
    “Peristiwa tersebut terjadi saat pelaku menawarkan korban untuk beristirahat dan menginap di ruang kantor dinas tersebut,” ujar Herman, Sabtu (22/11/2025) malam.
    Korban menerima ajakan itu karena pelaku sebelumnya berjanji tidak akan menyentuh dirinya. Namun sesampainya di lokasi, AS justru memaksa korban melakukan tindakan asusila.
    Korban sempat melawan, tetapi pelaku mengancam akan membunuh korban apabila ajakannya tidak dipenuhi.
    “Korban mengaku sempat melakukan perlawanan, namun pelaku melakukan tindakan pemerkosaan sebagaimana yang dilaporkan,” ujar Herman.
    Tidak lama setelah laporan dibuat, AS ditangkap polisi. Saat ini penyidik
    Polresta Mamuju
    sedang memeriksa pelaku.
    “Penyidik memastikan bahwa hak-hak korban dilindungi sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Herman.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Antisipasi Banjir dan Cegah Air Meluber ke Pantura, BPBD Keruk Sungai Petung
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        22 November 2025

    Antisipasi Banjir dan Cegah Air Meluber ke Pantura, BPBD Keruk Sungai Petung Surabaya 22 November 2025

    Antisipasi Banjir dan Cegah Air Meluber ke Pantura, BPBD Keruk Sungai Petung
    Tim Redaksi
    PASURUAN, KOMPAS.com
    – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan, Jawa Timur, melakukan normalisasi Sungai Petung guna memitigasi bencana banjir. S
    etiap musim penghujan tiba dan wilayah hulu diguyur hujan deras, air sungai kerap meluber ke rumah warga serta jalan raya
    Pantura
    Surabaya-
    Pasuruan
    .
    Kasi Kedaruratan
    BPBD
    Kota Pasuruan, Anang Sururin, menjelaskan curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir berpotensi mengakibatkan
    banjir
    . Karena itu, pengerukan dilakukan di titik-titik pendangkalan.
    “Kalau dari hulu besar, lalu di hilir air laut pasang, itu selalu meluber,” kata Anang, Sabtu (22/11/2025).
    Di Kota Pasuruan terdapat tiga sungai yang rawan meluber saat hujan deras, yakni
    Sungai Petung
    , Sungai Gembong, dan Sungai Welang.
    Namun menurut kajian BPBD, normalisasi yang paling mendesak adalah Sungai Petung. Jika air sungai tersebut meluber, dampaknya tidak hanya ke perkampungan, tetapi juga menggenangi jalan raya sehingga mengganggu lalu lintas jalur Pantura.
    “Awal musim hujan ini saja sudah satu kali meluber. Dan itu mengganggu jalan raya Pantura,” tambahnya.
    Titik normalisasi Sungai Petung dimulai dari selatan Jembatan Bok Wedi sepanjang 500 meter, karena kawasan tersebut mengalami pendangkalan dan menyebabkan air meluber ke jalan raya serta permukiman.
    “Karena air tidak bisa lewat bawah jembatan. Bawah jembatan itu dangkal, nah itu yang biasa penyebab meluber ke jalan,” jelasnya.
    Proses normalisasi sepanjang 500 meter itu diperkirakan berlangsung selama sembilan hari. Untuk normalisasi lanjutan, rencananya akan dilakukan oleh UPT Balai Besar Wilayah Sungai pada Tahun 2026.
    “Sudah masuk rencana kerja Tahun 2026. Itu rencananya normalisasi lanjutan sama plengsengan,” katanya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.