Category: Kompas.com Metropolitan

  • 3 Orang Selewengkan 100 Ton Pupuk Subsidi di Lampung, Dijual ke Bengkulu hingga Jambi
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        7 Januari 2026

    3 Orang Selewengkan 100 Ton Pupuk Subsidi di Lampung, Dijual ke Bengkulu hingga Jambi Regional 7 Januari 2026

    3 Orang Selewengkan 100 Ton Pupuk Subsidi di Lampung, Dijual ke Bengkulu hingga Jambi
    Tim Redaksi
    LAMPUNG, KOMPAS.com
    – Sebanyak tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan pupuk bersubsidi di Lampung.
    Lebih dari 100 ton pupuk bersubsidi itu dijual ke provinsi lain seperti Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung dan Sumatera Selatan.
    Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda
    Lampung
    , Kombes Dery Agung Wijaya mengatakan, tiga orang yang menjadi tersangka adalah RDH, SP, dan S.
    “Para tersangka adalah RDH (pemilik kios), SP (pengepul) dan S (perantara) yang berada di Lampung Tengah,” kata Dery di Mapolda Lampung, Rabu (7/1/2026).
    Dery menjelaskan, kasus ini terungkap setelah kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat terkait distribusi pupuk bersubsidi di Lampung Tengah.
    Para petani yang hendak membeli di kios tersangka RDH justru tidak mendapatkan pupuk yang diperlukan.
    Kemudian beredar pupuk bersubsidi itu justru didistribusikan atau dijual ke wilayah lain yang tidak sesuai dengan ketentuannya.
    “Oleh tersangka dijual ke kabupaten lain bahkan ke provinsi lain seperti Bengkulu, Sumsel, Jambi dan Bangka Belitung sejak Februari 2025 lalu,” katanya.
    Dari hasil penyelidikan, para tersangka telah menjual lebih dari 100 ton atau sekitar 1.800 karung dengan total nilai mencapai Rp 500 juta.
    Dery menambahkan, selain menangkap tiga tersangka, pihaknya juga menyita barang bukti berupa satu unit truk dan 8 ton pupuk bersubsidi jenis NPK Ponska.
    Ketiga tersangka dijerat UU Nomor 7 Tahun 1955 Pasal 6 ayat 1 huruf D junto Pasal 1 sub 3e Undang-undang Nomor 7 Tahun 1955 tentang Tidak Pidana Ekonomi.
    “Kami juga menerapkan Undang-undang Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP khususnya Pasal 20 huruf C,” katanya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Uniknya Penumpang KRL Jogja–Solo, Berdiri Rapi Menghadap Depan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Uniknya Penumpang KRL Jogja–Solo, Berdiri Rapi Menghadap Depan Megapolitan 7 Januari 2026

    Uniknya Penumpang KRL Jogja–Solo, Berdiri Rapi Menghadap Depan
    Tim Redaksi
    JOGJA, KOMPAS.com –
    Sebuah video yang memperlihatkan penumpang KRL Jogja–Solo berdiri menghadap depan menjadi viral di media sosial.
    Dalam video yang diunggah akun TikTok bernama Stranger, penumpang yang tidak mendapat kursi terlihat berdiri rapi mengikuti arah laju kereta.
    Video berdurasi sekitar sembilan detik itu memperlihatkan gerbong dalam kondisi padat.
    Hampir semua penumpang yang berdiri memegang tali pegangan dan menghadap ke satu arah, seolah sedang berbaris ke belakang.
    Kondisi ini berbeda dengan KRL Jabodetabek, di mana penumpang yang berdiri biasanya saling berhadapan dengan penumpang yang duduk.
    Dalam video tersebut juga dinarasikan bahwa kebiasaan ini memang terjadi di KRL Jogja–Solo.
    “#krljogjasolo ternyata benar, pada hadap depan. Kompak banget,” tulis keterangan dalam video.
    VP Corporate Secretary
    KAI Commuter
    , Karina Amanda, menyebut tidak ada aturan khusus terkait posisi berdiri penumpang.
    “Tidak ada alasan khusus. Barangkali memang preferensi penumpang commuter line di Jogja–Solo seperti demikian,” ujar Karina saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
    Karina menambahkan, yang terpenting penumpang tetap tertib dan memperhatikan keselamatan di dalam kereta.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • TPS Pasar Induk Kramat Jati Menggunung, Warga Resah Bau dan Banyak Lalat
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    TPS Pasar Induk Kramat Jati Menggunung, Warga Resah Bau dan Banyak Lalat Megapolitan 7 Januari 2026

    TPS Pasar Induk Kramat Jati Menggunung, Warga Resah Bau dan Banyak Lalat
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com

    Tumpukan sampah
    setinggi sekitar enam meter di Tempat Penampungan Sementara (TPS)
    Pasar Induk Kramat Jati
    , Jakarta Timur, memicu keluhan warga sekitar.
    Selain
    bau menyengat
    , keberadaan sampah yang menggunung itu membuat
    lalat berdatangan
    hingga ke permukiman warga.
    Syahrul (50), warga yang tinggal di sekitar Pasar Induk Kramat Jati, mengatakan kondisi tersebut semakin terasa terutama saat musim buah.
    Menurut dia, lalat paling banyak berkumpul di area depan rumahnya yang berbatasan langsung dengan kawasan pasar.
    “Sudah lama lah, sudah bukan lama lagi, sudah tahuna, tapi hampir ada sebulan terakhir lah yang tinggi,” ungkap Syahrul.
    Syahrul menjelaskan, persoalan tumpukan sampah di pasar tersebut sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir dan sangat meresahkan warga.
    “Sangat mengganggu, sangat mengganggu, apalagi anak-anak kecil kan. Bau menyengat begini kan sampah ya, tahu sendiri sampah apa aja ini kan,” tuturnya.
    Meski terganggu, Syahrul menyebutkan, warga sekitar sejauh ini enggan menyampaikan protes secara resmi, baik kepada pengelola Pasar Induk Kramat Jati maupun kepada Dinas Lingkungan Hidup.
    “Ya kalau untuk masalah protes cuma merasakan-merasakan aja, enggak ada yang berani ngomong gitu aja. Enggak ada yang berani demo, enggak ada yang berani cuma hanya parah sendiri-sendiri aja ngomong begini, entar cerita begini begini begini gitu,” tuturnya.
    Sebelumnya, tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati dikeluhkan warga pada Rabu (7/1/2026). Sampah yang berada di TPS pasar tersebut menimbulkan bau busuk menyengat hingga mencemari lingkungan sekitar.
    Berdasarkan pemantauan
    Kompas.com
    di lokasi, sampah terlihat menggunung di area TPS Pasar Induk Kramat Jati. Tingginya diperkirakan mencapai lebih dari enam meter, bahkan melampaui tinggi truk pengangkut sampah yang melintas di kawasan pasar.
    Selain bau tak sedap, kondisi jalan di sekitar TPS juga tampak becek. Air bercampur sisa-sisa sampah mengalir dan menggenangi badan jalan, membuat lingkungan pasar terlihat kumuh serta licin.
    Di lokasi, terlihat satu truk sampah berukuran besar serta sebuah alat berat yang tengah melakukan pengangkutan. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk mengatasi volume sampah yang terus bertambah setiap harinya.
    Penelusuran
    Kompas.com
    di area luar pasar yang berbatasan langsung dengan TPS juga menemukan kondisi yang tak kalah memprihatinkan. Sebuah tembok pembatas di bagian belakang TPS tampak jebol, diduga akibat tekanan tumpukan sampah yang telah melebihi kapasitas.
    Akibat kejadian tersebut, sejumlah bagian tembok dan tiang runtuh dan masuk ke dalam saluran air yang berada tepat di belakang TPS.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Pimpinan KPK: BPK Sepakat Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji Bisa Dihitung 
                        Nasional

    1 Pimpinan KPK: BPK Sepakat Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji Bisa Dihitung Nasional

    Pimpinan KPK: BPK Sepakat Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji Bisa Dihitung
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto mengatakan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sepakat kerugian keuangan negara akibat kasus korupsi kuota haji 2024 bisa dihitung dengan metode tersebut.
    Dia mengatakan,
    KPK
    segera mengumumkan tersangka dalam perkara tersebut.
    “Yang pasti sudah ada komunikasi di teman tim (KPK) dengan tim
    BPK
    yang Insya Allah sudah ada kesepakatan bersama bahwa itu bisa dihitung,” kata Fitroh di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
    “Ini bisa dihitung dengan metode tertentu, begitu saja,” sambungnya.
    Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan, penghitungan
    kerugian negara
    yang dilakukan bersama BPK untuk memastikan penanganan kasus sudah memenuhi syarat.
    “Bukan menunggu secara final, bukan seperti itu. Tetapi ada hal-hal yang ingin memastikan bahwa segala sesuatunya itu secara pembuktian, secara pemeriksaan, itu semuanya sudah memang memenuhi syarat,” kata Setyo.
    Diketahui, KPK tengah menyidik kasus dugaan korupsi terkait penentuan kuota haji tahun 2023-2024 di Kementerian Agama yang terjadi pada masa Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
    Dalam perkara ini, KPK menduga terdapat penyelewengan dalam pembagian 20.000 kuota tambahan yang diberikan pemerintah Arab Saudi.
    Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan, berdasarkan Pasal 64 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, diatur bahwa kuota haji khusus ditetapkan sebesar 8 persen, sedangkan kuota haji reguler ditetapkan sebesar 92 persen.
    Dengan demikian, 20.000 kuota tambahan haji itu harusnya dibagi menjadi 18.400 atau setara 92 persen untuk haji reguler dan 1.600 atau setara 8 persen untuk haji khusus.
    Namun, dalam perjalanannya, aturan tersebut tidak dilakukan Kementerian Agama.
    “Tetapi kemudian, ini tidak sesuai, itu yang menjadi perbuatan melawan hukumnya, itu tidak sesuai aturan itu, tapi dibagi dua (yaitu) 10.000 untuk reguler, 10.000 lagi untuk kuota khusus,” ujar Asep.
    “Jadi kan berbeda, harusnya 92 persen dengan 8 persen, ini menjadi 50 persen, 50 persen. Itu menyalahi aturan yang ada,” imbuh dia.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Butuh 98 Hari Kerja
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Butuh 98 Hari Kerja Megapolitan 7 Januari 2026

    Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Butuh 98 Hari Kerja
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan, pembongkaran 98 tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akan memakan waktu selama 98 hari kerja.
    Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, pembongkaran akan dilakukan oleh tim Dinas Bina Marga, dengan estimasi setiap satu tiang membutuhkan satu hari pengerjaan.
    “Kita awali besok, ya taruhlah kalau satu tiang satu hari, ya hitung saja (98 tiang 98 hari kerja). Kira-kira seperti itu. Diawali oleh kita yang bongkar,” ujar Heru saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2026).
    Bina Marga menjadwalkan pembongkaran akan mulai dilakukan pada Rabu pekan depan.
    Usai pembongkaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menata ulang Jalan HR Rasuna Said agar tampak seragam seperti sisi barat.
    Jalur cepat dan jalur lambat di sisi timur akan dihilangkan dan diganti dengan penataan jalan serta trotoar yang lebih rapi.
    “Rasuna Said sisi barat sudah selesai, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi timur jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata,” kata dia.
    Saat ini, pembongkaran baru akan dilakukan untuk tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said.
    Sementara itu, tiang monorel yang berada di wilayah Senayan, Jakarta Pusat, masih dalam tahap pembahasan.
    “Ada 98 (tiang) yang di sepanjang Rasuna Said. Kita mau nata yang di Rasuna Said dulu,” lanjut dia.
    Heru menambahkan,
    pembongkaran tiang monorel
    sekaligus penataan jalan dan trotoar dibiayai sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
    “Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp 100 miliar,” ujar Heru.
    Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut tidak ada penutupan jalan saat proses pembongkaran berlangsung.
    Ia menjelaskan, di kawasan tersebut terdapat dua lajur, yakni jalur lambat dan jalur cepat. Saat pekerjaan berlangsung, alat berat akan ditempatkan di jalur lambat.
    Kendaraan yang biasanya melintas di jalur tersebut akan dialihkan ke jalur cepat sehingga arus lalu lintas tetap berjalan tanpa ada penutupan.
    “Jadi kan lalu lintasnya kita akan lakukan semacam pengalihan arus. Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kronologi Ojol Dianiaya Karyawan Showroom di Penjaringan Usai Diberi Bintang 1
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Kronologi Ojol Dianiaya Karyawan Showroom di Penjaringan Usai Diberi Bintang 1 Megapolitan 7 Januari 2026

    Kronologi Ojol Dianiaya Karyawan Showroom di Penjaringan Usai Diberi Bintang 1
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Seorang pengemudi ojek
    online
     (ojol) berinisial MA dianiaya seorang karyawan 
    showroom
    mobil berinisial JW di Jalan Pluit Selatan Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (6/1/2026).
    Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady menjelaskan, mulanya MA menerima orderan pesanan makanan dari JW.
    “MA menerima pesanan tersebut dan sudah menjelaskan bahwa nantinya akan ada biaya parkir sepeda motor, kemudian JW pun sudah menyetujuinya,” kata Agus saat dikonfirmasi
    Kompas.com, 
    Rabu (6/1/2026).
    Setelah pesanan diantar dan biaya parkir sebesar Rp 3.000 diberikan, MA meninggalkan lokasi.
    Namun, ketika mengecek aplikasi, MA melihat bahwa JW memberikan penilaian bintang 1 kepadanya, yang mana hal itu membuat dirinya tidak bisa mendapatkan orderan.
    “Jadi dikasih bintang 1 dan
    driver
    ojol ini dateng lagi mau mengklarifikasi permasalahan tersebut,” jelas Agus.
    Saat MA datang kembali, JW diketahui tengah makan. MA kemudian meminta klarifikasi kepada JW mengenai penilaian bintang 1.
    “Kemudian si
    driver
    ojol melempar makanan ke arah karyawan. Akhirnya sempat berantem dan direlai oleh satpam,” ungkap Agus.
    Tak lama setelah itu, JW mengambil sebuah botol dan memukulkannya ke kepala MA. Akibatnya, MA mengalami luka di bagian kepala sebelah kiri.
    “Korban dibawa ke Rumah Sakit Pluit untuk dilakukan penanganan medis dengan jahitan sebanyak delapan,” tutur Agus.
    Seusai kejadian, sekitar 30 pengemudi ojol datang ke lokasi untuk menunjukkan solidaritas terhadap MA. Aksi tersebut dapat diantisipasi oleh anggota Polsek Metro Penjaringan dengan menerjunkan 10 personel.
    Korban dan terduga pelaku kemudian dibawa ke Polsek Metro Penjaringan untuk dimintai keterangan. Korban diarahkan untuk membuat laporan polisi terkait insiden tersebut.
    Agus menyampaikan, kedua belah pihak berencana menyelesaikan masalah ini melalui mekanisme keadilan restoratif.
    “Katanya hari ini mau bertemu karena keduanya sudah selesai dan mau mediasi. Masuknya ke
    restorative justice
    ini,” ungkap Agus.
    Hingga saat ini polisi masih mendalami keterangan dari kedua pihak terkait penyebab pasti terjadinya permasalahan tersebut.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pengambilan Air Tanah Jadi Biang Kerok Penurunan Tanah Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Pengambilan Air Tanah Jadi Biang Kerok Penurunan Tanah Jakarta Megapolitan 7 Januari 2026

    Pengambilan Air Tanah Jadi Biang Kerok Penurunan Tanah Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Jakarta terus mengalami penurunan muka tanah (
    land subsidence
    ) yang signifikan, terutama di wilayah pesisir utara.
    Fenomena ini bukan sekadar angka dalam laporan teknis, tetapi nyata terasa oleh warga yang setiap musim hujan harus berhadapan dengan banjir yang semakin sering dan intens.
    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai salah satu penyebab utama
    penurunan tanah
    Jakarta adalah
    pengambilan air tanah dalam
    secara berlebihan.
    “Kalau kita perhatikan hasil pengukuran Balai Konservasi Air Tanah (BKAT), penyebab utama adalah pengambilan air tanah dalam, bukan air tanah permukaan. Air tanah dalam ini diambil menggunakan pompa besar hingga kedalaman 100 meter lebih, dan itu faktor utama yang mempercepat penurunan muka tanah,” jelas Peneliti Ahli Madya pada Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, BRIN, Dr. Yus Budiyono saat dihubungi
    Kompas.com
    , Selasa (6/1/2026).
    Menurut Dr. Yus, laju penurunan muka tanah di Jakarta bervariasi. Rata-rata di seluruh Jakarta bagian utara adalah 3,5 cm per tahun,
    Titik-titik terparah penurunan tanah di Pantai Mutiara dan Cengkareng Barat, mencapai 28 cm per tahun.
    Secara umum, penurunan tanah berlangsung linear sejak beberapa dekade terakhir, mirip dengan kota besar lain di dunia seperti Tokyo dan Bangkok.
    Fenomena ini juga tecermin pada Tugu Penurunan Tanah yang berdiri di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
    Monumen setinggi beberapa meter ini dilengkapi papan penanda yang menunjukkan posisi tanah pada 1974.
    Pengamatan Kompas.com menunjukkan bahwa papan penanda untuk Jakarta Utara berada jauh di atas permukaan lantai saat ini, memberikan gambaran nyata seberapa dalam tanah telah ambles dalam 50 tahun terakhir.
    “Sejak pengamatan tahun 1974 hingga 2020, tanah di beberapa titik Jakarta telah turun hingga 4,5 meter,” terang papan informasi di kaki tugu, yang juga mencatat penyebab utamanya adalah pengambilan air tanah berlebihan.
    Penurunan tanah Jakarta
    bukan hanya soal permukaan yang ambles, tetapi berdampak langsung pada
    risiko banjir
    .
    Dr. Yus menuturkan, penurunan muka tanah berkontribusi paling besar terhadap risiko banjir meningkatkan potensi banjir hingga lebih dari 40 persen.
    Hal ini mencakup banjir rob akibat pasang laut, banjir akibat luapan sungai, maupun banjir yang muncul langsung dari hujan ekstrem.
    “Kalau banjir dari laut itu banjir rob, sementara banjir akibat presipitasi langsung, seperti tiga peristiwa besar sepanjang 2025 Maret, Juli, dan Oktober didominasi hujan lokal yang ekstrem,” kata Dr. Yus.
    Selain itu,
    perubahan iklim
    juga memengaruhi frekuensi kejadian ekstrem.
    BMKG mencatat tren peningkatan curah hujan ekstrem di Jakarta selama beberapa dekade terakhir.
    Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut bahwa suhu permukaan Jakarta telah meningkat signifikan dalam 100 tahun terakhir, dan curah hujan harian tertinggi terus memecahkan rekor.
    “Pada banjir Januari 2020, tercatat curah hujan 377 mm per hari, tertinggi sejak era kolonial,” ujar Ardhasena saat dihubungi.
    BMKG menekankan bahwa kontribusi perubahan iklim tidak hanya berupa kenaikan presipitasi rata-rata, tetapi terutama intensitas dan frekuensi peristiwa ekstrem.
    Peningkatan curah hujan ekstrem sebesar 2–3 persen meningkatkan risiko banjir berulang, seperti yang terjadi pada 2014, 2015, 2020, dan sepanjang 2025.
    Kawasan pesisir utara Jakarta memiliki kerentanan tinggi akibat kombinasi beberapa faktor fisik dan cuaca.
    Penurunan muka tanah membuat elevasi wilayah lebih rendah dari permukaan laut, menciptakan efek “mangkuk” permanen yang menyulitkan sistem drainase alami.
    Selain itu, fenomena angin utara atau
    Seruakan Dingin
    (
    Cold Surge
    ) mendorong air laut ke Teluk Jakarta, meningkatkan tekanan pada tanggul laut.
    “Ditambah anomali hujan dini hari di pesisir utara Jakarta, curah hujan ekstrem sering terjadi tepat saat pasang laut maksimum. Kondisi ini menimbulkan banjir gabungan (
    compound flooding
    ), di mana air hujan tidak bisa keluar ke laut, melumpuhkan sistem drainase, dan menyebabkan genangan dalam dan lama,” jelas Dr. Ardhasena.
    Dr. Yus menekankan, langkah krusial untuk menekan dampak penurunan tanah adalah memastikan ketersediaan air bersih bagi seluruh warga, sehingga pengambilan air tanah dalam bisa dihentikan.
    “Kalau air bersih sudah terpenuhi, masyarakat tidak perlu lagi menyedot air tanah dalam yang menjadi penyebab utama penurunan,” kata dia.
    Selain itu, vegetasi juga memiliki peran mitigatif.
    Menurut Dr. Yus, jika setiap keluarga menanam setidaknya satu pohon, Jakarta dapat memiliki tambahan sekitar 3 juta pohon, yang membantu menurunkan suhu permukaan, memperbaiki mikroklimat, dan mengurangi kejadian ekstrem.
    Dari sisi infrastruktur, pemerintah DKI Jakarta telah merencanakan penguatan tanggul pantai melalui program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dan pembangunan 66 sistem polder.
    Setiap sistem polder akan dilengkapi kolam retensi untuk menyalurkan air banjir ke laut, dengan pompa sebagai pengendali.
    Namun, Dr. Yus mengingatkan, semua infrastruktur akan sia-sia jika penurunan tanah tidak dihentikan.
    “Kalau
    land subsidence
    tidak dihentikan, percuma bikin tanggul. Rumah bisa miring, retak, dan infrastruktur tetap terdampak. Penyediaan air baku 100 persen bagi seluruh kebutuhan warga dan industri adalah syarat utama mengatasi banjir,” ujar Yus.
    Tugu Penurunan Tanah menjadi simbol edukasi yang menghubungkan data ilmiah dengan pengalaman warga.
    Slamet (62), warga yang telah tinggal di sekitar Kali Besar sejak 1980, menyebut bahwa fenomena ini terasa nyata.
    “Tahun-tahun awal saya tinggal di sini, permukaan jalan dan selokan masih tinggi dan air tidak mudah naik. Tapi mulai tahun 1990-an, tiap musim hujan air makin sering meluap. Rumah-rumah juga mulai miring dan retak,” ujar dia.
    Slamet menyebut bahwa tugu membantu masyarakat menyadari fenomena yang selama ini mereka rasakan.
    “Orang-orang jadi sadar, banyak yang foto-foto dan membaca keterangannya. Jadi bukan cuma cerita warga, tapi ada buktinya,” kata Slamet.
    Ia berharap pemerintah tidak berhenti pada penandaan, tetapi melanjutkan tindakan nyata, termasuk pengendalian air tanah, perbaikan drainase, dan penanganan banjir rob.
    “Kalau tanah terus turun tanpa solusi, makin sulit hidup di sini. Tugu ini seharusnya jadi pengingat untuk pemerintah bertindak,” ujar Slamet.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Diperiksa sebagai Tersangka, Richard Lee Penuhi Panggilan Polda Metro
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Diperiksa sebagai Tersangka, Richard Lee Penuhi Panggilan Polda Metro Megapolitan 7 Januari 2026

    Diperiksa sebagai Tersangka, Richard Lee Penuhi Panggilan Polda Metro
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Dokter kecantikan, Richard Lee, memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (7/1/2026).
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com,
     
    Richard Lee
    tiba di area parkir gedung Ditreskrimsus
    Polda Metro Jaya
    sekitar pukul 12.58 WIB dengan mobil Alphard hitam bernopol B 707 PHS.
    Richard Lee turun dari mobil di depan pintu masuk. Dia langsung berjalan cepat masuk melewati pintu kaca.
    Ia mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadukan dengan celana jeans. Dia tidak berbicara saat ditanya awak media mengenai pemeriksaan hari ini.
    Kasubdit Indag Polda Metro Jaya, AKBP Ardila Amry mengatakan 
    Richard Lee diperiksa sebagai tersangka mengenai
    perlindungan konsumen
    .
    “(Pemeriksaan) terkait pasal yang dipersangkakan, tentang tindak pidana bidang
    kesehatan
    dan atau perlindungan konsumen,” jelas Kasubdit Indag Polda Metro Jaya, AKBP Ardila Amry kepada wartawan, Rabu.
    Lebih lanjut, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Reonald Simanjuntak, mengatakan setelah pemeriksaan ini, penyidik akan mempertimbangkan untuk menahan Richard atau tidak.
    Sebab penyidik belum memiliki kekhawatiran Richard kabur atau menghilangkan barang bukti, menghalangi ataupun menghalangi penyidikan.
    “Belum dilakukan penahanan karena dari penyidik belum melihat adanya kekhawatiran itu. Nah nanti dilihat setelah pemeriksaan ini bagaimana,” jelas dia dihubungi terpisah.
    Adapun Richard ditetapkan sebagai tersangka kasus pelanggaran perlindungan konsumen dari produk dan layanan kecantikan.
    Ia dilaporkan dokter kecantikan, Samira atau dikenal sebagai Dokter Detektif ke Polda Metro Jaya. Laporan teregistrasi LP/B/7317/XII/2024/SPKT Polda Metro Jaya.
    Saat ini perkara yang dilaporkan ini telah mencapai tahap penyidikan.
    “Kami sampaikan perkara tersebut sudah dalam penyidikan, dan kami sampaikan penetapan tersangka itu dilakukan penetapan pada 15 Desember 2025 pada saudara RL,” jelas Reonald.
    Sebaliknya, Samira pun telah lebih dulu menjadi tersangka atas kasus pencemaran nama baik yang dilayangkan Richard Lee di Polres Jakarta Selatan pada 12 Desember 2025.
    “Penanganan dengan terlapor Samira dan pelapornya Richard Lee sudah naik ke tahap penyidikan, Dokter Samira sudah jadi tersangka terkait pencemaran nama baik,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Dwi Manggalayudha, Rabu (24/12/2025).
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Daftar Konser Gratis di Bekasi Januari 2026, Ada for Revenge dan Juicy Luicy
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Daftar Konser Gratis di Bekasi Januari 2026, Ada for Revenge dan Juicy Luicy Megapolitan 7 Januari 2026

    Daftar Konser Gratis di Bekasi Januari 2026, Ada for Revenge dan Juicy Luicy
    Penulis

    BEKASI, KOMPAS.com –
    Warga Bekasi akan disajikan dengan dua konser musik gratis sepanjang Januari 2026.
    Sejumlah musisi Tanah Air, mulai dari
    for Revenge
    hingga
    Juicy Luicy
    , dijadwalkan tampil dalam rangkaian acara hiburan dan festival kuliner yang terbuka untuk umum.
    Konser gratis
    ini digelar di dua lokasi berbeda, yakni kawasan Transera Waterpark Bekasi dan Pakuwon Mall Bekasi, dengan beragam kegiatan pendukung selain penampilan musik.
    Grup musik for Revenge dijadwalkan tampil dalam acara Jelajah Rasa Teajus yang akan digelar di area Parkir Transera Waterpark Bekasi, pada Sabtu, 10 Januari 2026, mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB.
    Sebuah kiriman dibagikan oleh Teajus (@teajus.id)
    Selain penampilan for Revenge, acara ini juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan hiburan dan komunitas, antara lain:
    Acara ini terbuka untuk umum dan dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat.
    Konser gratis berikutnya menghadirkan Juicy Luicy dalam rangkaian acara Ichiban Sushi Matsuri 2026 yang digelar di Pakuwon Mall Bekasi pada 23–25 Januari 2026.
    Khusus penampilan Juicy Luicy, konser akan berlangsung pada Minggu, 25 Januari 2026, dan dapat disaksikan secara gratis oleh pengunjung.
    Sebuah kiriman dibagikan oleh Teajus (@teajus.id)
    Selain konser musik, Ichiban Sushi Matsuri 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan hiburan bertema budaya pop, seperti:
    Rangkaian acara ini dirancang sebagai festival hiburan keluarga yang memadukan musik, kuliner, dan komunitas kreatif.
    Informasi lengkap terkait jadwal, rangkaian acara, dan ketentuan pengunjung dapat diakses melalui situs resmi ichibansushi.co.id.
    Dengan hadirnya konser-konser gratis tersebut, masyarakat Bekasi memiliki alternatif hiburan akhir pekan tanpa biaya sepanjang Januari 2026.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Bikin Tembok Pembatas Jebol
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

    Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Bikin Tembok Pembatas Jebol Megapolitan 7 Januari 2026

    Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Bikin Tembok Pembatas Jebol
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Gunungan sampah setinggi sekitar enam meter di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, disebut menyebabkan tembok pembatas antarperkampungan warga jebol.
    Syahrul (50), warga sekitar
    Pasar Induk Kramat Jati
    , menduga tembok tersebut roboh akibat tekanan sampah yang menumpuk berlebihan.
    “Penyebabnya karena tertingginya sampah aja. Tingginya sampah dia terlalu mendorong, mendorong tembok, akhirnya mengenai beban tembok rubuh gitu,” ungkap Syahrul saat ditemui, Rabu (7/1/2026).
    Ia menjelaskan, peristiwa jebolnya tembok pembatas terjadi sekitar sebulan terakhir. Akibatnya, bagian beton dan tiang tembok masuk ke saluran air.
    “Belum lama, ada berapa bulan belum lama. Paling masih ada sebulanan itu mah. Tembok jebol ini mah,” tutur Syahrul.
    Ia menambahkan, hingga kini pihak pengelola Pasar Induk Kramat Jati belum melakukan perbaikan. Warga pun enggan melaporkan kondisi tersebut ke pihak terkait.
    “Ini (jalan) kalau dilalui warga ini cuman, bukan jalan umum sebenernya, jalan terobosan ke pasar aja gitu ya. Jadi ya enggak ada yang berani komen (kalau roboh),” jelas Syahrul.
    “Cuman kalau masalah warga kebauan ini banyak yang ngomong cuman enggak berani lapor atau gimana enggak berani. Cuman hanya cerita-cerita gitu aja,” tambahnya.
    Sebelumnya, tumpukan sampah menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dikeluhkan warga, Rabu (7/1/2026).
    Tumpukan sampah yang berada di tempat penampungan sementara (TPS) pasar tersebut menimbulkan bau busuk menyengat hingga mencemari lingkungan sekitar.
    Berdasarkan pemantauan
    Kompas.com
    di lokasi, sampah tampak menggunung di area TPS Pasar Induk Kramat Jati. Tingginya diperkirakan mencapai lebih dari enam meter, bahkan melampaui tinggi truk pengangkut sampah yang melintas di pasar.
    Selain bau tak sedap, kondisi jalan di sekitar TPS juga terlihat becek. Air bercampur sisa-sisa sampah mengalir dan menggenangi badan jalan, membuat lingkungan pasar tampak kumuh dan licin.
    Di lokasi, terlihat satu truk sampah berukuran besar serta sebuah alat berat yang tengah melakukan pengangkutan.
    Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup mengatasi volume sampah yang terus bertambah.
    Penelusuran
    Kompas.com
    di area luar pasar yang berbatasan langsung dengan TPS mendapati kondisi yang tak kalah memprihatinkan.
    Sebuah tembok pembatas di belakang TPS tampak jebol, diduga akibat tekanan tumpukan sampah yang melebihi kapasitas.
    Akibatnya, sejumlah bagian tembok dan tiang runtuh dan masuk ke dalam saluran air yang berada tepat di balik TPS.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.