Category: Kompas.com Metropolitan

  • Pria Bawa Cairan Pembersih Masuk Kamar Kos Sebelum Terapis Ditemukan Tewas di Bekasi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    Pria Bawa Cairan Pembersih Masuk Kamar Kos Sebelum Terapis Ditemukan Tewas di Bekasi Megapolitan 10 Januari 2026

    Pria Bawa Cairan Pembersih Masuk Kamar Kos Sebelum Terapis Ditemukan Tewas di Bekasi
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com –
    Seorang pria diduga membawa cairan pembersih masuk kamar kos di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kota Bekasi sebelum perempuan berinisial SM (23) ditemukan tewas.
    Dalam video
    rekaman CCTV
    diunggah akun Instagram @gobekasi.official, pria tersebut mengenakan baju hitam dan celana pendek terlihat berjalan di area kos.
    Pria itu sempat memperhatikan sekitar area kos sebelum membuka pintu kamar kos atau tempat korban ditemukan tewas, Rabu (7/1/2026) malam.
    Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan rekaman CCTV tersebut.
    Namun ia belum menjelaskan identitas pria tersebut dan termasuk hubungan dengan korban.
    “Iya (benar seorang pria masuk ke dalam kos),” ujar Braiel saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Sabtu (10/1/2026).
    Namun, Braiel menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menyimpulkan keterkaitan langsung antara pria tersebut dengan kematian korban.
    “Masih kami dalami, ada perkembangan signifikan saya infokan,” kata Braiel.
    Diberitakan sebelumnya, SM (23) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Jalan Letnan Arsyad Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu (7/1/2026) malam.
    Korban ditemukan dalam posisi telentang di atas ranjang setelah pihak keluarga dan pengelola kos membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan.
    Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
    “Korban seorang wanita SM (23). Dari hasil pengecekan TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban,” ujar Braiel saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Kamis (8/1/2026).
    Jenazah SM kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani otopsi guna memastikan penyebab kematian.
    Polisi juga mengungkap bahwa korban merupakan perempuan asal Cianjur yang bekerja sebagai terapis spa.
    Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat tidak dapat dihubungi oleh orangtuanya sejak siang hari, sehingga keluarga meminta kerabat untuk mengecek kondisi korban di kos.
    Dalam olah TKP, penyidik menemukan muntahan berwarna hijau di bawah kasur korban serta botol cairan pembersih lantai.
    Temuan tersebut kini diamankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari proses penyelidikan.
    “Karena harus ada uji lab, cairannya masih kami dalami. Sudah kami amankan dan kami teliti,” ujar Braiel.
    Hingga kini, Polres Metro Bekasi Kota masih menunggu hasil otopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta Megapolitan 10 Januari 2026

    JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
    JPO ini nantinya akan terhubung dengan layanan
    Transjakarta
    untuk memudahkan mobilitas warga.

    JPO Sarinah
    akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik,” ujar Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza, Sabtu (10/1/2026).
    Menurut Welfizon, pembangunan kembali JPO Sarinah dilakukan untuk memberikan pilihan penyeberangan yang aman dan nyaman, terutama bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
    Meskipun begitu, Welfizon memastikan pembangunan JPO tidak akan menghilangkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada.
    Pelican crossing di kawasan Sarinah tetap beroperasi seperti biasa.
    Dengan begitu, masyarakat memiliki dua pilihan untuk menyeberang, yakni melalui JPO atau pelican crossing di permukaan jalan.
    “Pelican crossing tetap beroperasi normal. JPO Sarinah menjadi pilihan tambahan yang terhubung dengan transportasi publik,” ujarnya.
    Selain untuk meningkatkan keselamatan, pembangunan kembali JPO Sarinah juga bertujuan mengembalikan nilai sejarah JPO tersebut sebagai jembatan penyeberangan orang pertama di Indonesia.
    Sebagai informasi, JPO Sarinah dibongkar pada 2022 saat Gubernur DKI Jakarta
    Anies Baswedan
    sebagai bagian dari penataan kawasan Thamrin-Sudirman.
    Saat itu, penyeberangan pejalan kaki dialihkan ke pelican crossing.
    Kini, di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta
    Pramono Anung
    , Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membangun JPO Sarinah dengan konsep yang lebih ramah bagi semua pengguna jalan dan terhubung dengan layanan Transjakarta.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Lakukan Evakuasi, Tengkuk Leher serta Wajah Petugas Damkar dan Warga Disengat Tawon Vespa
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        10 Januari 2026

    Lakukan Evakuasi, Tengkuk Leher serta Wajah Petugas Damkar dan Warga Disengat Tawon Vespa Surabaya 10 Januari 2026

    Lakukan Evakuasi, Tengkuk Leher serta Wajah Petugas Damkar dan Warga Disengat Tawon Vespa
    Tim Redaksi
    BANGKALAN, KOMPAS.com
    – Seorang warga dan petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur menjadi korban sengatan tawon vespa. Tengkuk leher dan wajah diserang saat melakukan evakuasi.
    Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Keselamatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP)
    Kabupaten Bangkalan
    , Moh Arifin Mahmud mengatakan, peristiwa itu terjadi saat petugas melakukan evakuasi tawon vespa di Jalan Kaoman, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh.
    “Jadi kami dapat laporan itu pukul 12.30 siang. Namun kami baru evakuasi jam 19.30 malam. Karena kelemahan tawon vespa itu di penglihatan, jadi malam hari kami evakuasi,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
    Setibanya di area rumah warga itu, petugas melihat sarang tawon cukup besar sehingga, pihaknya juga menerjunkan banyak personel.
    “Ini koloni terbanyak dari yang pernah kamu evakuasi. Ini sarangnya besar dan tawonnya banyak sekali,” imbuhnya.
    Proses evakuasi dilakukan dengan mengamankan sarang tawon lalu dibakar sehingga tawon tersebut tidak lagi menempati area tersebut.
    “Malam itu sarangnya sudah kami bakar, namun paginya koloni tawonnya datang,” jelasnya.
    Petugas lalu kembali datang ke tempat itu. Tawon yang kehilangan sarangnya itu lalu menyerang petugas dan pemilik rumah.
    “Saat itu petugas sudah menggunakan alat pelindung diri. Namun masih tetap tembus. Pemilik rumah juga disengat,” jelasnya.
    Akibat sengatan itu, pemilik rumah mengalami bengkak di bagian wajahnya. Sedangkan petugas damkar mengalami bengkak di tengkuk lehernya.
    “Korbannya dua, yakni petugas dan pemilik rumah. Namun saat ini kondisinya sudah membaik,” pungkasnya.
    Meski mengalami insiden itu petugas tetap melakukan pembersihan area itu dari tawon vespa hingga tuntas.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Utang Pembangunan Rp 621 Miliar di Jabar Dibayar dari DAU dan Pajak Kendaraan
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        10 Januari 2026

    Utang Pembangunan Rp 621 Miliar di Jabar Dibayar dari DAU dan Pajak Kendaraan Bandung 10 Januari 2026

    Utang Pembangunan Rp 621 Miliar di Jabar Dibayar dari DAU dan Pajak Kendaraan
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, utang pekerjaan pembangunan senilai Rp 621 miliar yang belum terbayarkn pada 2025 akan dilunasi menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) serta penerimaan pajak kendaraan bermotor.
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, Pemprov Jabar memiliki kecukupan dana untuk melunasi pekerjaan pembangunan.
    Pelunasan tersebut akan bersumber dari DAU serta penerimaan
    pajak kendaraan bermotor
    yang setiap hari masuk ke kas daerah. 
    Mantan Bupati Purwakarta itu menerangkan, arus kas dari pajak kendaraan terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak.
    “Terima kasih kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang bersemangat membayar pajak,” kata Dedi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (10/1/2026).
    Meski demikian, ia menjelaskan pelunasan tidak akan dilakukan secara langsung. Pemprov Jabar akan lebih dulu mengaudit seluruh hasil pekerjaan pembangunan yang masuk dalam daftar utang tersebut.
    Setelah hasil audit keluar, kata Dedi, akan diketahui kualitas pekerjaan itu termasuk sangat baik, baik atau kurang baik.
    “Pekerjaan yang kurang baik, kami tidak akan membayarkan semuanya,” ucap Dedi.
    Menurut Dedi, kebijakan ini diambil untuk memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan akuntabel dan memberikan hasil pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
    Ia juga mengajak warga Jawa Barat ikut mengawasi kualitas pembangunan. Masyarakat dipersilakan menyampaikan kritik dan saran melalui media sosial jika menemukan pekerjaan yang dinilai tidak sesuai standar.
    “Masyarakat Jawa Barat untuk menyampaikan kritik dan saran melalui media sosial mengenai pekerjaan pembangunan.”
    “Dengan begitu, Pemda Provinsi Jawa Barat dapat melakukan kontrol untuk menjamin hasil pembangunan berkualitas baik,” pungkas Dedi.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kronologi Taksi Listrik Mundur Tabrak Rumah Makan di Tangerang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    Kronologi Taksi Listrik Mundur Tabrak Rumah Makan di Tangerang Megapolitan 10 Januari 2026

    Kronologi Taksi Listrik Mundur Tabrak Rumah Makan di Tangerang
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com –
    Taksi listrik menabrak rumah makan di Jalan Raya Raden Saleh, Karang Tengah, Tangerang, Jumat (9/1/2026) siang.
    Taksi listrik
    tersebut menabrak tiang lampu penerangan, tembok, dan jendela kaca rumah makan hingga pecah.
    Kasi Humas Polres Metro
    Tangerang
    Kota AKP Prapto Lasono menjelaskan,
    kecelakaan
    bermula saat taksi listrik yang dikemudikan berinisial SH (25) keluar dari area parkir rumah makan.
    “Taksi listrik tersebut datang dari parkiran rumah makan dan hendak berbelok ke kanan menuju arah Kembangan,” ujar Lasono dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
    Namun saat kendaraan melakukan manuver keluar parkiran, bagian depan samping kiri taksi listrik tertabrak kendaraan lain yang datang dari arah Ciledug menuju Kembangan.
    “Pada saat keluar dan berbelok, bodi samping kiri depan kendaraan ditabrak oleh kendaraan lain yang berjalan di lajurnya,” kata Lasono.
    Akibat benturan tersebut, pengemudi taksi listrik kehilangan kendali. Kendaraan kemudian bergerak mundur kembali ke area parkir rumah makan.
    “Setelah tertabrak kendaraan tak dikenal, taksi listrik berjalan mundur ke belakang masuk ke area parkir. Karena kurang hati-hati dan kurang konsentrasi, bodi belakang kendaraan menabrak tiang lampu penerangan, tembok, serta jendela kaca gerai Rumah Makan Ayam Goreng Almaz,” jelas dia.
    Benturan keras membuat kaca depan restoran pecah dan menyebabkan kerusakan pada tembok bangunan.
    Selain itu, bodi depan sebelah kiri dan bagian belakang taksi listrik juga mengalami kerusakan cukup parah.
    Sementara itu, kendaraan lain yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut langsung melanjutkan perjalanan dan hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.
    Peristiwa kecelakaan ini juga sempat terekam dan beredar di media sosial.
    Dalam video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info, terlihat taksi listrik berwarna hijau toska melaju mundur dengan kecepatan cukup tinggi sebelum menghantam bagian depan restoran.
    Suasana di dalam restoran yang semula normal mendadak panik akibat benturan tersebut.
    Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu unit taksi listrik beserta STNK dan SIM A atas nama pengemudi. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih didalami.
    “Dugaan sementara penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” ujar Lasono.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Berusaha Kabur, Pengemudi Ford Everest Ditembak saat Bawa 26 Kg Ganja di Labusel
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        10 Januari 2026

    Berusaha Kabur, Pengemudi Ford Everest Ditembak saat Bawa 26 Kg Ganja di Labusel Medan 10 Januari 2026

    Berusaha Kabur, Pengemudi Ford Everest Ditembak saat Bawa 26 Kg Ganja di Labusel
    Tim Redaksi
    MEDAN,KOMPAS.com
    – Polisi menangkap kurir 26 kg ganja inisial DAS (40) di Lingkungan Labuhan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, Jumat (9/1/2025).
    Dalam pengungkapannya polisi terpaksa menembak kaki DAS (40) karena dia berusaha melarikan diri.
    Kasat Narkoba Polres
    Labuhanbatu Selatan
    , AKP Sahat Marulam Lumban Gaol mengatakan pengungkapan terjadi pukul 12.00 WIB.
    Mulanya polisi mendapat informasi DAS sering melintasi lokasi kejadian dengan membawa narkoba jenis ganja.
    Lalu dalam proses penyelidikan polisi mencurigai satu unit mobil Ford Everest warna silver yang melintas di kawasan tersebut.
    Polisi mencegatnya. Pada momen tersebut, pelaku berusaha melarikan diri sehingga ditembak.
    “Setelah dilakukan upaya penghentian secara paksa, petugas mengamankan pengemudi yang diketahui sebagai DAS. Saat proses pengamanan tersangka berusaha melarikan diri (dengan mobilnya),” ujar Sahat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1/2026).
    Polisi kemudian langsung menembak kaki DAS, namun Sahat belum merinci di kaki bagian mana DAS ditembak.
    Kini DAS dan sejumlah barang bukti diamankan di Mapolres Labuhanbatu Selatan untuk proses penyidikan dan hukum lebih lanjut.
    Polisi juga masih mendalami jaringan DAS dan juga sudah berapa kali dia beraksi.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2 Penusuk Pengemudi Mobil di Mampang Selalu Berpindah Lokasi Selama Diburu Polisi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    2 Penusuk Pengemudi Mobil di Mampang Selalu Berpindah Lokasi Selama Diburu Polisi Megapolitan 10 Januari 2026

    2 Penusuk Pengemudi Mobil di Mampang Selalu Berpindah Lokasi Selama Diburu Polisi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Dua pelaku penusukan terhadap pengendara mobil RHM (29) di Jalan Raya Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, selalu berpindah-pindah lokasi selama diburu polisi.
    Kedua pelaku berinisial HW dan TM diringkus di Surabaya saat hendak kabur ke wilayah Indonesia timur.
    “Para pelaku menghindari kejaran Polisi dengan berpindah pindah kota dari Depok, Tangerang, Jakarta, sampai Surabaya bahkan ingin kabur ke wilayah Indonesia timur melalui kapal laut,” kata Kapolsek Mampang Prapatan Kompol S. Aba Wahid Key saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
    Wahid mengatakan, keduanya berpindah-pindah kota untuk menghindari kejaran usai mengetahui rekaman video kejadian penusukan viral di media sosial.
    Selama masa pelarian, para pelaku tercatat sempat berada di Depok, Tangerang, Jakarta, hingga Surabaya.
    Menurut Wahid, penyidik juga mendapati adanya rencana dari kedua pelaku untuk melarikan diri ke wilayah Indonesia timur dengan memanfaatkan jalur transportasi laut.
    Hingga akhirnya, dua pelaku berinisial HW dan TM berhasil dilacak keberadaannya di Surabaya.
    Sebelumnya diberitakan, pengemudi mobil berinisial RHM (29) menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal di Jalan Raya Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Kamis (1/1/2026) dini hari.
    Peristiwa tersebut dipicu senggolan kendaraan di jalan yang berujung cekcok.
    “Ya dugaan sementara seperti itu, senggolan di jalan. Dari pihak pengemudi roda empat ini tidak terima,” ujar Kompol S. Aba Wahid Key, kepada wartawan, Minggu (4/1/2026).
    Setelah kedua kendaraan berhenti, korban bersama rekannya sempat terlibat adu mulut dengan pelaku yang berboncengan tiga orang dan diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.
    Korban sempat berupaya menyelesaikan masalah secara damai, namun pelaku justru mengeluarkan pisau dan menusuk korban di bagian perut.
    Korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD Mampang sebelum akhirnya dirujuk ke RS Polri Kramat Jati karena luka yang dialami cukup parah.
    Namun setelah lima hari dirawat, RHM dinyatakan meninggal dunia pada Senin (5/1/2026) malam.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang Sudah Beroperasi Dua Bulan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang Sudah Beroperasi Dua Bulan Megapolitan 10 Januari 2026

    Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang Sudah Beroperasi Dua Bulan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar pabrik narkotika rumahan memproduksi tembaku sintetis di perumahan, Tangerang, Banten, Jumat (9/1/2026).
    Pabrik
    tembakau sintetis
    tersebut membeli bahan-bahan secara online. Pabrik itu juga sudah beroperasi selama dua bulan.
    “Dari hasil interogasi, pelaku mengaku bahwa bahan-bahan utama prekursor narkotika, bahan kimia, dan alat lab dibeli melalui online. Kasus ini akan dikembangkan dan diproses secara hukum di kantor
    BNN
    RI,” ujar Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Aldrin Marihot dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).
    Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan laboratorium narkotika tersembunyi atau clandestine laboratory yang memproduksi narkotika Golongan I jenis MDMB-4en-Pinaca.
    Tiga orang pelaku ditangkap. Mereka adalah ZD yang berperan sebagai pelaku utama sekaligus peracik narkotika, FH sebagai penguji hasil produksi, dan Fir yang bertugas sebagai kurir.
    Dari lokasi kejadian, petugas menyita barang bukti berupa 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram MDMB-4en-Pinaca dalam bentuk padatan, serta sisa residu produksi.
    “Tim juga menyita berbagai bahan kimia dan alat laboratorium yang digunakan untuk produksi narkotika,” kata dia.
    Para tersangka dijerat Pasal 610 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan/atau denda maksimal Rp500 juta.
    BNN RI memperkirakan pengungkapan kasus ini telah menyelamatkan sekitar 8.000 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
    “BNN RI terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika dan melindungi masyarakat dari bahaya
    narkoba
    ,” ujar Aldrin.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang Sudah Beroperasi Dua Bulan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    BNN Gerebek Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang, 3 Orang Ditangkap Megapolitan 10 Januari 2026

    BNN Gerebek Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang, 3 Orang Ditangkap
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com –
    Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek pabrik narkotika rumahan yang memproduksi tembakau sintetis di  perumahan, Tangerang, Banten, Jumat (9/1/2026).
    Pabrik tersebut diketahui sudah beroperasi selama sekitar dua bulan.
    “Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa rumah tersebut telah dijadikan tempat produksi
    tembakau sintetis
    selama kurang lebih dua bulan,” ujar Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Aldrin Marihot dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).
    Pada penggerebekan itu, petugas menemukan laboratorium narkotika tersembunyi atau
    clandestine laboratory
    yang digunakan untuk memproduksi narkotika Golongan I jenis MDMB-4en-Pinaca atau tembakau sintetis.
    BNN RI
    mengamankan tiga orang pelaku. Mereka adalah ZD sebagai pelaku utama sekaligus peracik narkotika, FH yang bertugas menguji hasil produksi, serta Fir yang berperan sebagai kurir.
    Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan selama kurang lebih dua bulan.
    Dari lokasi kejadian, petugas menyita barang bukti berupa 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram MDMB-4en-Pinaca dalam bentuk padatan, serta sisa residu produksi.
    Selain itu, turut diamankan berbagai bahan kimia dan alat laboratorium yang digunakan untuk membuat narkotika.
    “Barang bukti yang disita antara lain 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram MDMB-4en-Pinaca dalam bentuk padatan, dan MDMB Inaca (sisa residu). Selain itu, tim juga menyita berbagai bahan kimia dan alat laboratorium yang digunakan untuk produksi narkotika,” kata Aldrin.
    Berdasarkan pemeriksaan awal, para pelaku mengaku mendapatkan bahan kimia dan peralatan laboratorium dengan cara membeli secara
    online
    .
    Seluruh bahan tersebut kemudian digunakan untuk memproduksi tembakau sintetis di rumah tersebut.
    Ketiga pelaku dijerat Pasal 610 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda hingga Rp500 juta.
    “Dari pengungkapan kasus ini BNN RI berhasil menyelamatkan sekitar 8.000 jiwa anak bangsa,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tangki Pengendara Tetap Kosong Usai Isi Bensin, SPBU di Senayan Langgar SOP
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    Tangki Pengendara Tetap Kosong Usai Isi Bensin, SPBU di Senayan Langgar SOP Megapolitan 10 Januari 2026

    Tangki Pengendara Tetap Kosong Usai Isi Bensin, SPBU di Senayan Langgar SOP
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    PT Pertamina Patra Niaga menyatakan SPBU di dekat Senayan City telah melanggar standar operasional prosedur (SOP) saat pengisian bahan bakar minyak (BBM) kepada pengendara motor.
    Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria mengatakan operator SPBU tidak menyalakan pompa 
    nozzle 
    dan tidak mengecek ulang pompa 
    dispenser.
    “Operator secara tidak sadar belum menyalakan pompa
    nozzle
    dan tidak melakukan pengecekan ulang di
    display
    pompa
    dispenser
    di akhir pengisian,” ujar Susanto saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (10/1/2026).
    Susanto menyatakan insiden tersebut terjadi di SPBU 34.10206 karena
    kelalaian operator
    , bukan tindakan kesengajaan.
    “Berdasarkan hasil pengecekan internal, kejadian ini merupakan kelalaian operator SPBU yang tidak menjalankan SOP pengisian BBM secara benar,” kata Susanto.
    Atas
    pelanggaran SOP
    tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat telah memberikan teguran keras kepada pengelola SPBU.
    Pihak SPBU juga menjatuhkan peringatan keras kepada operator yang bersangkutan.
    Selain itu, SPBU telah menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen dan melakukan pengisian ulang BBM sesuai dengan nominal yang dibeli.
    “SPBU sudah meminta maaf dan mengisikan kembali BBM kepada konsumen sesuai dengan pembelian,” ujar Susanto.
    Pertamina juga mengapresiasi laporan masyarakat melalui media sosial yang dinilai membantu evaluasi dan peningkatan kualitas layanan di lapangan.
    “Apabila masyarakat menemukan keluhan atau ingin menyampaikan masukan, dapat menghubungi Pertamina Call Centre 135,” kata Susanto.
    Sebelumnya, video pengendara motor mengeluhkan membeli Petralite Rp 30.000 di SPBU dekat Senayan City, namun tangkinya tidak terisi BBM.
    Video tersebut diunggah akun Threads @agungmysquad pada Kamis (9/1/2026). Perekam video menyebut kejadian itu membuatnya terlambat masuk kerja.
    “Parah Pertamina, kalau mau cari duit jangan kayak gitu dong. Lokasinya di Pertamina dekat Senayan City. Kalau kayak gini gue jadi telat masuk kerja,” ujar perekam dalam video.
    Dalam video lanjutan, perekam menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya sekitar pukul 08.00 WIB.
    Ia mengaku mengisi BBM jenis Pertalite senilai Rp 30.000 dan melihat indikator pada
    dispenser
    berjalan dari nol hingga nominal tersebut.
    Namun, setelah pengisian selesai, ia mendapati BBM tidak masuk ke tangki motornya.
    Hal itu ditunjukkan dengan membuka lubang tangki serta memperlihatkan jarum indikator BBM yang tidak mengalami kenaikan.
    “Tadi gua ngisi bensin Rp 30.000, tapi ini enggak keisi. Jarumnya juga enggak naik. Kosong,” kata dia.
    Merasa dirugikan, pengendara tersebut kemudian mendatangi petugas SPBU dan meminta penjelasan.
    Dalam video lain, terlihat dua petugas SPBU berseragam hitam dengan garis putih dan logo Pertamina tengah melayani keluhan tersebut.
    Perekam juga meminta pihak SPBU untuk mengecek rekaman kamera pengawas (CCTV) guna memastikan transaksi yang telah ia lakukan.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.