Pegawai Kantor Love Scamming di Sleman Digaji Rp 3,5 Juta, Bonus Bisa Capai Rp 5 Juta
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Kantor PT Altairs Trans Service, yang merupakan operator
Love Scamming
di Sleman, Yogyakarta digerebek polisi beberapa waktu lalu.
Perusahaan ini diketahui mempekerjakan sekitar 200 orang. Mereka mendapatkan gaji sekitar Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 3,5 juta dan
bonus
yang bisa mencapai hingga Rp 5 juta.
Kasatreskrim Polresta
Yogyakarta
Kompol Rizky Adrian mengatakan, kantor ini sudah beroperasi sejak tahun lalu.
Para pegawai mendapatkan gaji pokok sekitar Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 3,5 juta.
Selain itu, juga ada bonus sesuai dengan performa masing-masing karyawan dengan nominal antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta.
“Gaji pokok sekitar Rp2.500.000 sampai Rp3.500.000, kalau bonus dilihat dari
performance
itu Rp1.000.000 sampai Rp5.000.000,” ujarnya.
Rizky menjelaskan, PT Altair Trans Service juga memiliki cabang di Lampung dan melakukan modus
love scamming
dengan cara yang sama.
“Ada di Lampung, kita juga sudah berkomunikasi dengan Polda Lampung untuk melakukan penindakan lebih lanjut,” ujar, Rabu (7/1/2026).
Rizky menyampaikan kantor operator
love scamming
di Sleman, memiliki karyawan kurang lebih 200 orang.
Sementara kantor cabang yang berada di Lampung juga memiliki karyawan ratusan. “Hampir sama (jumlah pegawai),” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sindikat ini meraup keuntungan hingga Rp 10 miliar per shift setiap bulan dengan modus mendekati konsumen dari luar negeri, kemudian meminta pembayaran melalui koin di
aplikasi kencan
daring.
Kompol Rizky Adrian, menjelaskan setiap shift disebut mampu mengumpulkan hingga 2 juta koin per bulan, di mana setiap 16 koin dihargai lima dollar AS.
“Secara kalkulasi per shift itu dapat Rp 10 miliar lebih satu bulannya. Sedangkan dalam pekerjaannya mereka dibagi menjadi 3 shift,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Rizky menjelaskan, sindikat menggunakan aplikasi kloningan asal China bernama WOW, sementara PT Altair Trans Service berperan sebagai penyedia karyawan untuk menjalankan praktik tersebut.
Perusahaan ini juga bertugas mencari konsumen melalui aplikasi kencan daring.
Setiap karyawan mendekati pengguna dari Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Inggris, kemudian mengirim konten pornografi.
Setiap kali konsumen membuka konten tersebut, mereka diwajibkan membayar menggunakan koin dalam aplikasi.
“Baik video atau foto porno sudah disiapkan perusahaan, sudah ada di setiap hp dan laptop yang disediakan. Bahkan, kita coba buka aplikasi WOW di situ sudah disiapkan tapi terbatas, lalu perusahaan dari Indonesia menambahkan secara manual,” jelas Rizky.
“Konten yang disebar download dari internet,” tambahnya.
Kini, polisi telah mengamankan enam tersangka. Mereka adalah inisial R 35, sebagai CEO.
Kemudian, inisial H sebagai HRD, inisial P selaku project manager, inisial V sebagai tim leader, inisial G yang berperan sebagai tim leader, dan M berperan sebagai project manager.
Sindikat juga melibatkan
Warga Negara Asing
(WNA) asal China.
Polresta Yogyakarta telah mengantongi identitas mereka dan menghubungi Hubinter untuk komunikasi dengan Interpol.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2026/01/07/695de887691fe.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pegawai Kantor Love Scamming di Sleman Digaji Rp 3,5 Juta, Bonus Bisa Capai Rp 5 Juta Yogyakarta 8 Januari 2026
-
/data/photo/2026/01/08/695f226270297.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Viral Seorang Pria di Sikka Pamer Kemaluan di Depan Apotek, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa Regional 8 Januari 2026
Viral Seorang Pria di Sikka Pamer Kemaluan di Depan Apotek, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Tim Redaksi
SIKKA, KOMPAS.com
– Sebuah video seorang pria sedang menunjukkan alat kelamin viral di media sosial.
Dalam video yang beredar tampak pria tersebut mendekati apotek lalu memperlihatkan alat kelaminnya.
Kepala Seksi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, mengatakan peristiwa itu terjadi di depan salah satu apotek yang terletak di Kelurhan Kota Uneng, Kecamatan Alok,
Kabupaten Sikka
, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kejadiannya Rabu (7/1/2026) kemarin. Pelaku berinisial M,” ujar Leonardus di Maumere, Kamis (8/1/2026).
Leonardus menjelaskan setelah video tersebut beredar, aparat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk meminta keterangan dari pelapor dan pelaku.
Namun saat diperiksa pelaku tidak bisa memberikan keterangan kepada petugas.
Selanjutnya Polres Sikka berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Satpol PP untuk melakukan penanganan terhadap M.
“Berdasarkan hasil keterangan sementara, pelaku diduga mengalami
gangguan mental
dan psikologi,” ungkapnya.
Leonardus menambahkan M sudah dipulangkan ke keluarga.
Keluarga dan instansi terkait akan melakukan pengawasan secara ketat agar menghindari hal serupa terulang kembali.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/11/03/69084e37e22e7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pilkada Dipilih DPRD Jadi Polemik, Sultan HB X: Bukan Wewenang Saya Regional 8 Januari 2026
Pilkada Dipilih DPRD Jadi Polemik, Sultan HB X: Bukan Wewenang Saya
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com –
Sultan HB X menyerahkan polemik pilkada dipilih DPRD ke pemerintah pusat
Wacana
pemilihan kepala daerah
(Pilkada) kembali dipilih oleh DPRD atau dilakukan secara tidak langsung kembali menuai polemik.
Sejumlah partai politik menyatakan dukungan, sementara partai lain menolak wacana tersebut.
Menanggapi hal itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa keputusan mengenai mekanisme Pilkada bukan merupakan kewenangannya.
Ia menyampaikan bahwa kebijakan tersebut sepenuhnya menjadi ranah
pemerintah pusat
dan meminta masyarakat untuk menunggu keputusan resmi yang akan diambil.
“Itukan bukan wewenangku itu kan wewenangnya pemerintah pusat ya kita tunggu aja (keputusan),” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Sebelumnya, wacana agar pemilihan kepala daerah dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali disuarakan oleh Presiden Prabowo Subianto dan
Partai Golkar
.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan agar mekanisme pemilihan kepala daerah pada pemilu mendatang cukup dilakukan melalui DPRD.
Usulan tersebut disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat perayaan HUT ke-61 Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025) malam.
“Khusus menyangkut pilkada, setahun lalu kami menyampaikan kalau bisa pilkada dipilih lewat DPRD saja. Banyak pro kontra, tapi setelah kita mengkaji, alangkah lebih baiknya memang kita lakukan sesuai dengan pemilihan lewat DPR kabupaten/kota biar tidak lagi pusing-pusing. Saya yakin ini perlu kajian mendalam,” kata Bahlil.
Meski demikian, Bahlil menegaskan pentingnya pembahasan yang komprehensif sebelum kebijakan tersebut ditetapkan.
“RUU ini harus melalui kajian yang mendalam,” ucap dia.
Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait potensi uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) meskipun regulasi tersebut telah melalui kajian mendalam.
“Saya khawatir jangan sampai UU sudah jadi, sampai di MK, MK membuat yang lain, bahkan bisa mengubah, bahkan bisa membuat norma baru lagi,” kata Bahlil.
Menanggapi usulan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan mempertimbangkannya. Menurutnya, pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat menjadi solusi agar proses politik tidak hanya ditentukan oleh kekuatan modal.
“Jadi, saya sendiri condong, saya akan mengajak kekuatan politik, ayo marilah kita berani, berani memberi solusi kepada rakyat kita, demokratis tapi jangan buang-buang uang,” kata Prabowo.
Prabowo menilai, karena DPRD telah dipilih langsung oleh rakyat, lembaga tersebut memiliki legitimasi untuk sekaligus memilih gubernur, bupati, dan wali kota.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/24/694bda1007704.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Taat Bayar Pajak, Pengguna Kendaraan di Kalteng Bisa Dapat Doorprize Sepeda Motor, Bagaimana Ketentuannya? Regional 8 Januari 2026
Taat Bayar Pajak, Pengguna Kendaraan di Kalteng Bisa Dapat Doorprize Sepeda Motor, Bagaimana Ketentuannya?
Tim Redaksi
PALANGKA RAYA, KOMPAS.com –
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memberikan apresiasi kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang taat membayar pajak melalui program doorprize berupa sepeda motor baru.
Program ini ditujukan bagi wajib pajak yang konsisten memenuhi kewajibannya selama bertahun-tahun tanpa keterlambatan.
Pengundian hadiah doorprize tersebut digelar oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Kantor
Bapenda Kalteng
, Rabu (7/1/2026).
Kepala Bapenda Kalteng Anang Dirjo menjelaskan, terdapat sejumlah kriteria bagi wajib pajak yang berkesempatan memenangkan
hadiah sepeda motor
.
“Data wajib pajak calon penerima doorprize didapatkan berdasarkan server wajib pajak kendaraan yang ada di Kantor Bapenda Kalteng. Total ada 15 unit sepeda motor untuk wajib pajak calon penerima doorprize yang beruntung,” beber Anang dalam paparannya.
Ia menyebutkan, syarat utama penerima doorprize adalah pengguna kendaraan yang taat membayar pajak kendaraan bermotor sejak pembelian hingga Desember 2025 selama 10 tahun berturut-turut tanpa keterlambatan.
Anang menjelaskan, hadiah sepeda motor tersebut akan dibagikan kepada wajib pajak dari 13 kabupaten dan satu kota di wilayah Kalteng, dengan total peserta undian sebanyak 569 wajib pajak.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang undian doorprize, terima kasih karena telah taat membayarkan pajak kendaraan bermotor anda sekalian. Semoga bentuk apresiasi kami dapat memotivasi wajib pajak lainnya agar selalu membayarkan pajak kendaraannya tepat waktu,” tutur Anang Dirjo.
Menurut Anang, program pemberian doorprize ini merupakan agenda tahunan Bapenda Kalteng sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang patuh pajak.
“Wajib pajak diharapkan membayarkan pajak kendaraan tepat waktu guna keberlangsungan infrastruktur dan peningkatan kualitas pembangunan di Kalteng,” imbuh dia.
Pengundian hadiah dilakukan langsung oleh Kepala Bapenda Kalteng bersama mitra kerja terkait, serta disaksikan seluruh Kepala UPT Samsat se-Kalimantan Tengah.
“Administrasi pengambilan hadiah akan diserahkan kepada masing-masing UPT Samsat di wilayah kabupaten/kota penerima hadiah,” tutur Anang.
Di sisi lain, Anang Dirjo mengungkapkan bahwa kepatuhan pajak kendaraan di Kalteng masih menjadi tantangan besar. Dari sekitar 1,8 juta unit kendaraan terdaftar, sebanyak 61 persen di antaranya masih menunggak pajak.
“Maka dari itu, lebih dari separuh kendaraan di Kalteng saat ini dalam kondisi menunggak. Ini menjadi tantangan serius bagi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD),” ujar Anang Dirjo, Kamis (5/6/2025).
Ia menyebutkan, jika dihitung bersama denda, total nilai tunggakan pajak kendaraan tersebut telah mencapai lebih dari Rp 1,8 triliun.
“Angka tersebut menunjukkan potensi pendapatan besar yang belum tergarap secara optimal oleh pemerintah daerah,” tutur Anang.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bapenda Kalteng menggulirkan program
Pemutihan Pajak Kendaraan
Bermotor sebagai upaya mendorong kepatuhan masyarakat.
“Dari program ini, kami berharap dapat memberikan penghapusan denda keterlambatan dan keringanan lainnya bagi masyarakat yang ingin melunasi tunggakan pajaknya,” tutur Anang.
Ia optimistis, kebijakan pemutihan pajak dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan.
“Jika minimal 30 persen dari kendaraan yang menunggak itu kembali aktif membayar pajak, maka diperkirakan daerah bisa memperoleh tambahan penerimaan sekitar Rp 149 miliar,” ungkapnya.
Selain berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, Anang menilai pemutihan pajak juga penting untuk memperbaiki basis data kendaraan bermotor.
“Validitas data ini penting sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan fiskal maupun teknis di lapangan. Selain itu, kepatuhan pajak yang meningkat juga akan berdampak pada penurunan biaya operasional petugas dalam melakukan penagihan maupun razia,” tandas Anang.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/30/6953ae380a633.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Tolak Pilkada via DPRD: Pemilih Prabowo hingga Anies, Boomers hingga Gen Z Nasional
Tolak Pilkada via DPRD: Pemilih Prabowo hingga Anies, Boomers hingga Gen Z
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memotret suara responden, hasilnya pemilih Prabowo Subianto hingga Anies Baswedan dan warga lintas generasi kompak menolak wacana kepala daerah dipilih DPRD.
Dilansir
ANTARA
, Rabu (7/1/2026),
LSI Denny JA
menanyai langsung 1.200 responden secara acak berjenjang (multistage random sampling) mengenai wacana
pilkada via DPRD
.
Survei soal isu yang terus ada sejak tahun lalu itu digelar pada 19 dan 20 Oktober 2025. Margin of error survei itu 2,9 persen.
Mayoritas responden menolak wacana itu, tak peduli siapapun yang mereka pilih di Pilpres 2024 silam. Baik pemilih Prabowo, Anies, maupun Ganjar Pranowo, semuanya menolak wacana pilkada lewat DPRD.
Warga lintas generasi, baik itu generasi Baby Boomer atau Boomers yang lahir di era Bung Karno sampai Generasi Z, semuanya emoh bila kepala daerah dipilih oleh anggota dewan di daerah masing-masing.
Dari 1.200 responden yang ditemui secara tatap muka dan diberi kuesioner survei LSI Denny JA, sebanyak 66,1 persen menyatakan kurang setuju, tidak setuju, atau tidak setuju sama sekali ide pilkada via DPRD.
“Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif juga sistemik,” kata peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, Rabu (7/1/2025), dikutip dari ANTARA.
Hanya 28,6 persen responden yang setuju atau sangat setuju dengan ide
pilkada tak langsung
.
Penolakan terhadap wacana perubahan sistem Pilkada itu juga datang dari lintas gender, baik laki-laki maupun perempuan, di desa maupun kota.
Di samping itu, penolakan juga datang dari kalangan “wong cilik”, yakni masyarakat berpenghasilan rendah maupun masyarakat berpenghasilan lebih tinggi.
Gen Z merupakan generasi yang paling keras menolak wacana pilkada via DPRD dibandingkan generasi lainnya.
Ardian Sopa mengatakan segmen Gen Z sebanyak 84 persen menolak,
Generasi Milenial yang menolak ide pilkada tak langsung sebanyak 71,4 persen.
Responden dari Generasi X (kelahiran 1965 sampai 1980), 60 persen dari mereka menolak ide itu.
63 Persen responden dari generasi paling tua yakni Baby Boomer, juga menyatakan penolakannya terhadap wacana itu.
“Secara sistemik tidak hanya di sebuah generasi saja penolakan ini berlangsung, tapi di semua generasi yang ada, mayoritas menolak Pilkada DPRD,” kata Ardian.
Ardian Sopa mengatakan bahwa 67,1 persen responden pemilih Prabowo Subianto menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali, terhadap pertanyaan “apakah Ibu/Bapak setuju atau tidak setuju wacana pilkada tidak langsung (dipilih oleh DPRD)?”
Ada 29,9 persen dari pemilih Prabowo setuju pilkada tak langsung, dan 3 persen tidak tahu.
Ardian menyebutkan, mayoritas pemilih calon presiden lain pada Pilpres 2024 juga menolak wacana pilkada via DPRD.
Survei menunjukkan, 60,9 persen pemilih Anies Baswedan menolak pilkada tidak langsung, sedangkan 77,5 persen pemilih Ganjar Pranowo punya sikap serupa.
“Siapapun pilihan capresnya, mayoritas menolak Pilkada lewat DPRD,” kata Ardian.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/07/695e416d4cbed.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
1 Ayah Prada Lucky Ditahan, Kuasa Hukum: Saya Tidak Diizinkan Masuk untuk Dampingi Regional
Ayah Prada Lucky Ditahan, Kuasa Hukum: Saya Tidak Diizinkan Masuk untuk Dampingi
Tim Redaksi
KUPANG, KOMPAS.com
– Ayah mendiang Prada Lucky Namo, Pelda Christian Namo, ditahan Polisi Militer Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/1/2026) petang.
“Betul, ditahan di Denpom kemarin sore sekitar pukul 16.40 Wita,” kata kuasa hukum Pelda Christian Namo, Cosmas Jo Oko, kepada Kompas.com, Kamis (8/1/2026).
Cosmas menjelaskan, setelah sempat menolak dijemput di Pelabuhan Tenau Kupang oleh sejumlah personel TNI Angkatan Darat, Pelda Christian akhirnya mengalah.
Cosmas juga ikut bersama Christian ke markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kupang.
“Saya juga ikut ke Denpom maksudnya biar jangan ribut dan mengganggu situasi dan kondisi penumpang pelabuhan,” kata dia.
Namun, ketika tiba di Denpom, Christian malah langsung digiring ke dalam dan langsung ditahan.
Melihat itu, Cosmas lalu meminta klarifikasi alasan Christian ditahan.
Tetapi dari pihak Denpom tidak memberikan jawaban.
“Sebagai kuasa hukum, kami tidak diizinkan masuk dan kami belum tahu situasi terkini. Kami juga belum tahu ditahan atas dasar tindak pidana apa. Yang jelas ini upaya menjegal agar klien kami besok tanggal 9 Januari 2026, tidak bisa mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kupang,”ungkap Cosmas.
Cosmas menyebut, sidang di pengadilan itu terkait gugatan Christian terhadap Dandim Rote Ndao, Danrem Kupang, KSAD hingga Panglima TNI, terkait pencemaran nama baik terhadap Chrisian.
Cosmas pun menilai penahanan ini adalah bukti rendahnya moralitas Danrem Kupang dan Dandim Rote Ndao.
Saat ini kata dia, kliennya sedang memperjuangkan keadilan bagi anaknya dan masih berproses.
“Penahanan yang dilakukan menjelang sidang gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Kupang adalah bukti Danrem dan Dandim alergi hukum karena merasa diri militer punya hukum sendiri namun dia lupa ini bukan perkara pidana namun perkara perdata,” tegasnya.
“Ini sangat memalukan Indonesia di mata negara lain. Mungkin mereka juga sakit hati karena upaya untuk melindungi beberapa terdakwa yang membunuh
Prada Lucky
belum berhasil,” tambah Cosmas.
Terkait hal itu, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, belum memberikan tanggapan, saat dihubungi
Kompas.com
melalui sambungan telepon.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695f3123755a3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10 Sempat Menolak, Ayah Mendiang Prada Lucky Akhirnya Ditahan Polisi Militer Kupang Regional
Sempat Menolak, Ayah Mendiang Prada Lucky Akhirnya Ditahan Polisi Militer Kupang
Tim Redaksi
KUPANG, KOMPAS.com
– Ayah mendiang Prada Lucky Namo, Pelda Christian Namo, ditahan Polisi Militer Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/1/2026) petang.
“Betul, ditahan di Denpom kemarin sore sekitar pukul 16.40 Wita,” kata Kuasa hukum
Pelda Christian Namo
, Cosmas Jo Oko, kepada Kompas.com, Kamis (8/1/2026).
Cosmas menjelaskan, setelah sempat menolak dijemput di Pelabuhan Tenau Kupang oleh sejumlah personel TNI Angkatan Darat, Pelda Christian akhirnya mengalah.
Cosmas juga ikut bersama Christian ke markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kupang.
“Saya juga ikut ke Denpom maksudnya biar jangan ribut dan mengganggu situasi dan kondisi penumpang pelabuhan,” kata dia.
Namun, ketika tiba di Denpom, Christian malah langsung digiring ke dalam dan langsung ditahan.
Melihat itu, Cosmas lalu meminta klarifikasi alasan Christian ditahan. Tetapi dari pihak Denpom tidak memberikan jawaban.
“Sebagai kuasa hukum, kami tidak diizinkan masuk dan kami belum tahu situasi terkini. Kami juga belum tahu ditahan atas dasar tindak pidana apa.”
“Yang jelas ini upaya menjegal agar klien kami besok tanggal 9 Januari 2026, tidak bisa mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kupang,” ungkap Cosmas.
Cosmas menyebut, sidang di pengadilan itu terkait gugatan Christian terhadap Dandim Rote Ndao, Danrem Kupang, KSAD hingga Panglima TNI, terkait pencemaran nama baik terhadap Christian.
Cosmas pun menilai penahanan ini adalah bukti rendahnya moralitas Danrem Kupang dan Dandim Rote Ndao.
Saat ini, kata dia, kliennya sedang memperjuangkan keadilan bagi anaknya dan masih berproses.
“Penahanan yang dilakukan menjelang sidang gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Kupang adalah bukti Danrem dan Dandim alergi hukum karena merasa diri militer punya hukum sendiri namun dia lupa ini bukan perkara pidana namun perkara perdata,” tegasnya.
“Ini sangat memalukan Indonesia di mata negara lain. Mungkin mereka juga sakit hati karena upaya untuk melindungi beberapa terdakwa yang membunuh Prada Lucky belum berhasil,” tambah Cosmas.
Terkait hal itu, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, belum memberikan tanggapan, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695f2cb138e0f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sempat Macet, Lalin di Flyover Ciputat Kembali Normal Usai Kecelakaan Truk Tronton Megapolitan 8 Januari 2026
Sempat Macet, Lalin di Flyover Ciputat Kembali Normal Usai Kecelakaan Truk Tronton
Tim Redaksi
KOMPAS.com –
Arus lalu lintas di Flyover Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (8/2/2026), kembali normal usai truk tronton mengangkut pipa besi mengalami kecelakaan pada Kamis pagi.
Sebelumnya, kecelakaan truk mengakibatkan kemacetan di Flyover Ciputat arah Jakarta menuju Ciputat.
Pantauan Kompas.com pukul 11.14 WIB, truk sudah dipindahkan ke sisi kiri jalan.
Kendaraan roda dua dan empat sudah bisa melintas dengan normal.
Sebelumnya, truk kecelakaan menabrak truk lainnya yang berada di depannya yang rem mendadak.
Kaca depan truk pecah dan ban belakang naik ke atas pembatas jalan.
Badan truk sempat melintang dan menutup satu jalur dari Jakarta menuju Ciputat serta membuat kemacetan.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2026/01/08/695f3d7dbc827.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2021/09/11/613c24ab99e7d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)