Category: Kompas.com Metropolitan

  • 3
                    
                        Yasonna Ingatkan Natalius Pigai: Jangan Sampai Beda Pendapat dengan Menko Yusril
                        Nasional

    3 Yasonna Ingatkan Natalius Pigai: Jangan Sampai Beda Pendapat dengan Menko Yusril Nasional

    Yasonna Ingatkan Natalius Pigai: Jangan Sampai Beda Pendapat dengan Menko Yusril
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI-P
    Yasonna Laoly
    mengingatkan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM)
    Natalius Pigai
    soal koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, khususnya terkait penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu.
    Yasonna meminta Pigai selaku Menteri HAM jangan sampai berbeda pendapat dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum dan HAM
    Yusril Ihza Mahendra
    .
    “Ini nanti barangkali jangan sampai berbeda pendapat dengan Pak menko, menko hukum Pak Yusril, karena ada statement beliau juga kemarin antara bapak dengan beliau harus duduk bersama dulu supaya ada kesepakatan, jangan nanti tidak harmoni,” kata Yasonna dalam rapat Komisi XIII DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/10/2024).

    Sebagai eks Menteri Hukum dan HAM periode sebelumnya, Yasonna mencontohkan adanya kerja sama antara kementerian/lembaga terkait.
    Salah satunya dalam hal penyelesaian pelangaran HAM nonyudisial.
    Dia mencontohkan salah satu kasus yang diselesaikan secara nonyudisial pada pemerintah era Presiden ke-7 Joko Widodo adalah tragedi Talangsari 1989.
    “Sehingga model penyelesaian Talangsari kita lakukan dalam pendekatan nonyudisial, diberikan pendidikan bahkan ada waktu itu PNS yang sudah dipecat karena dituduh kita pulihkan kembali, hak-haknya diberikan,” ujarnya.

    Dalam rapat Komisi XIII, ia meminta Pigai mencari pendekatan-pendekatan yang akan dilakukan oleh Kementerian HAM terkait penyelesaian 13 pelanggaran HAM.
    Menurutnya, dalam hal melakukan penyelesaian pelanggaran HAM, Pigai harus melibatkan kementerian/lembaga lain.
    “Anggarannya tidak perlu hanya dari kementerian hukum dan HAM, BUMN dilibatkan, kementerian pendidikan (dilibatkan) untuk keperluan pendidikan bagi keluarga korban, perumahan menteri perumahan soal bantuan perumahan,” kata Yasonna.
    “Jadi bagaimana koordinasi sinergitas antar lembaga dan antar kementerian lembaga bisa digunakan sehingga anggaran yang diharapkan 20 triliun, ya mungkin melalui pendekatan-pendekatan lintas sektoral bisa dilakukan,” imbuhnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Tom Lembong Didorong Jadi "Justice Collaborator", Bongkar Kans Adanya Mafia Impor Gula
                        Nasional

    7 Tom Lembong Didorong Jadi "Justice Collaborator", Bongkar Kans Adanya Mafia Impor Gula Nasional

    Tom Lembong Didorong Jadi “Justice Collaborator”, Bongkar Kans Adanya Mafia Impor Gula
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo mendorong agar Thomas Trikasih Lembong (TTL) yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait
    impor gula
    di Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 2015, berani membongkar dugaan
    mafia
    di balik importasi gula.
    Diketahui,
    Tom Lembong
    adalah Menteri Perdagangan (Mendag) pada periode 2015-2016. Saat itu, dia disebut memberikan izin impor gula kepada Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI berinisial CS yang juga merupakan tersangka dalam kasus dugaan
    korupsi impor gula
    ini.
    “Tom Lembong harus jadi
    justice collaborator
    (saksi pelaku),” kata Yudi dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (31/10/2024).
    Menurut Yudi, kasus importasi gula itu sudah terjadi cukup lama yakni sekitar sembilan tahun. Oleh karenanya, bisa saja ada mafia di balik kebijakan impor gula tersebut.
    Di sisi lain, Yudi menyebut, Tom Lembong sebagai orang yang mengeluarkan izin impor gula pasti mengetahui orang-orang yang terlibat di balik keluarnya kebijakan tersebut.
    “Sehingga, ketika berani mengeluarkan kebijakan tersebut, tentu Tom Lembong tahu siapa saja yang terlibat dalam proses keluarnya ijin impor gula olehnya selaku Mendag,” ujarnya.
    Oleh karena itu, Yudi mendorong agar Tom Lembong berani membongkar kemungkinan ada mafia di balik kebijakan importasi gula tersebut. Sehingga, kasus tersebut tidak terulang.
    Apalagi, dari dibukanya keran impor gula terhadap sekitar delapan perusahaan itu membuat negara dirugikan sekitar Rp 400 miliar.
    “Tom Lembong mau buka bukaan bukan sekedar hanya membuktikan dia tidak bersalah, tetapi juga mau membongkar siapa saja
    mafia impor
    terutama gula yang bermain selama ini sehingga menyeretnya menjadi tersangka,” kata Yudi.
    Lebih lanjut, aktivis antikorupsi ini juga mendorong Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak hanya berpuas dengan penetapan Tom Lembong dan Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI berinisial CS sebagai tersangka.
    Yudi menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi importasi gula ini harus tuntas sampai ke akarnya.
    “Kejaksaan harus mengembangkan perkara impor gula ini, bukan sekedar puas dengan penetapan dua tersangka tetapi harus tuntas dengan diberantasnya mafia impor. Termasuk juga apakah kebijakan impor gula oleh menteri berikutnya sesuai prosedur atau tidak yang berpotensi pidana juga,” ujarnya.
    Sebagaimana diberitakan, Kejagung menetapkan eks Mendag Tom Lembong dan Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) berinisial CS sebagai tersangka.
    Keduanya ditetapkan sebagai tersangka terkait importasi gula pada 2015. Tom Lembong sebagai Mendag disebut memberikan izin impor gula kepada CS.
    Padahal, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) antar Kementerian pada 12 Mei 2015, menyimpulkan bahwa Indonesia dalam kondisi surplus gula dan tidak membutuhkan impor.
    Pemberian izin impor gula tersebut berawal dari penerbitan surat izin
    impor Gula
    Kristal Mentah (GKM) sebanyak 105.000 ton pada 2015.
    “Pada 2015, Tom Lembong sebagai Mendag memberikan izin Persetujuan Impor (PI) gula kristal mentah sebanyak 105.000 ton kepada PT AP untuk mengolah GKM menjadi Gula Kristal Putih (GKP),” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Abdul Qohar dalam konferensi pers yang berlangsung pada Selasa (29/10/2024) malam.
    Menurut Qohar, berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Nomor 527 tahun 2004, hanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berhak melakukan impor GKP.
    “Berdasarkan Persetujuan Impor yang dikeluarkan oleh Tersangka TTL, dilakukan oleh PT AP dan impor GKM tersebut tidak melalui rakor dengan instansi terkait,” ujar Qohar.
    “Padahal, dalam rangka pemenuhan stok dan stabilisasi harga seharusnya diimpor adalah gula impor putih secara langsung dan yang boleh melakukan impor tersebut hanya BUMN,” katanya lagi.
    Qohar juga menyebut bahwa izin impor tersebut tidak melibatkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memastikan kebutuhan gula dalam negeri.
    Dari dugaan korupsi ini, Qohar menyebut, negara mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 400 miliar.
    Atas perbuatannya, Tom Lembong dan CS disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal mencapai seumur hidup.
    Kemudian, keduanya juga sudah ditahan selama 20 hari ke depan oleh Kejagung. Tom Lembong ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sedangkan CS ditempatkan di Rutan Salemba cabang Kejagung.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan 3 Rombongan TV One di Pemalang
                        Regional

    10 Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan 3 Rombongan TV One di Pemalang Regional

    Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan 3 Rombongan TV One di Pemalang
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Tiga
    korban tewas
    dan dua selamat dalam peristiwa kecelakaan rombongan jurnalis
    TV One
    dengan truk di Tol Jakarta-
    Pemalang
    Km 315+900 pada Kamis (31/10/2024).
    Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengatakan, kejadian bermula saat truk boks melaju dari arah Jakarta menuju Semarang.
    “Laka lantas tersebut diduga disebabkan oleh
    driver
    kendaraan mobil boks yang berusaha menghindari kendaraan yang oleng di depannya dan akibatnya menabrak mobil yang sedang berhenti di bahu jalan tol,” kata Artanto saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis.
    Saat ini, petugas kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab kecelakaan yang menewaskan tiga orang itu.
    “Kronologi dan lain-lain, sementara ini informasi awal,” ucap dia.
    Artanto menyebutkan, penumpang mobil Avanza (rombongan jurnalis
    TV One
    ) yang selamat, saat ini dalam kondisi sadar.
    “Sedang dirawat di RSI Al Ikhlas Taman Pemalang,” kata Artanto.
    Penumpang yang selamat bernama Felicia Amelinda Deqi Priatna (24).
    Posisi Felicia saat itu berada di samping sopir.
    “Korban mengalami luka cedera kepala ringan (CKR), sobek kepala belakang, kondisi sadar,” ucap dia.
    Penumpang lain yang selamat bernama Gege.
    Posisi dia berada di sebelah kiri pada baris kedua di mobil Avanza tersebut.
    “Korban mengalami luka cedera kepala ringan (CKR), gejala dada, lecet di wajah, kondisi sadar,” ungkap Artanto.
    Dia mengatakan, saat ini anggota kepolisian masih berada di lokasi kejadian dan RSI Al Ikhlas Taman Pemalang untuk melakukan penanganan.
    “Anggota masih melakukan penanganan,” ujar dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Maut Kru TV One, Felicia: Mau "Ngelap" Kacanya yang Burem Berdebu
                        Regional

    1 Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Maut Kru TV One, Felicia: Mau "Ngelap" Kacanya yang Burem Berdebu Regional

    Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Maut Kru TV One, Felicia: Mau “Ngelap” Kacanya yang Burem Berdebu
    Tim Redaksi
    PEMALANG, KOMPAS.com
    – Felicia Amelinda Dewi Priatna (24), presenter
    TV One
    , salah satu korban selamat kecelakaan di Tol
    Pemalang
    -Batang Km 315 A, memberikan kesaksiannya terkait insiden yang dialaminya.
    Sebelum mobil yang ditumpanginya terlibat kecelakaan pada hari ini, Kamis (31/10/2024), menurut dia, mobil tersebut minggir ke bahu jalan.
    Felicia menuturkan, sebelum peristiwa kecelakaan terjadi, mobil yang ditumpanginya itu mengurangi laju kendaraannya dan berhenti di bahu jalan untuk membersihkan kaca yang kotor dengan air.
    “Karena mau
    ngelap
    kacanya yang
    burem
    , berdebu, dan air di wiper-nya
    gak
    nyala, jadi harus manual. Pas berhenti, pas sopirnya lagi
    nyiram-nyiram
    , udah kejadian itu,” kata Felicia saat menjalani perawatan di rumah sakit Islam Al Ikhlas, Jalan Kolonel Sugiono Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (31/10/2024).

    Sebelum terjadi kecelakaan, dirinya dan kru yang lain menyempatkan istirahat di
    rest area
    tidak jauh dari tempat kecelakaan, dan selama perjalanan tidak ada kendala apa pun.
    “Lancar-lancar saja, tadi sempat subuhan dulu di
    rest area gak
    jauh dari TKP itu sekitar setengah tujuh,” kata Felicia.
    Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan operasional TV One dan truk ekspedisi terjadi di Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, tepatnya di Km 315 A, Kamis (31/10/2024).
    Tiga orang penumpang mobil TV One disebutkan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya mengalami luka-luka.
    “Ada dua mobil yang terlibat kecelakaan. Pertama Avanza dan truk paket boks Rosalia Ekspres. Korban ada lima. Tiga meninggal dunia, dua masih sadar,” ucap Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo, Kamis.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9
                    
                        Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Tanpa Kepala di Muara Baru
                        Megapolitan

    9 Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Tanpa Kepala di Muara Baru Megapolitan

    Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Tanpa Kepala di Muara Baru
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Polisi menangkap seorang pria berinisial FF terkait penemuan mayat wanita tanpa kepala berinisial SH (40) di Jalan Tuna, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.
    “Tersangka mutilasi sudah tertangkap,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Kamis (31/10/2024).
    Namun, Ade Ary belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kronologi penangkapan maupun motif FF dalam kasus ini.
    Saat ini, penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih melakukan interogasi terhadap FF untuk menggali informasi lebih lanjut.
    Sebelumnya, mayat wanita tanpa kepala ditemukan dalam karung di dermaga kapal di belakang SPBU di Jalan Tuna, Muara Baru, Selasa (29/10/2024) sekitar pukul 10.29 WIB.
    Petugas SPBU, Denni Zaelani (34), menyatakan bahwa mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang buruh kapal pencari ikan.
    “(Si buruh) mau bongkaran ikan, mau
    ngopi
    terus
    ngadem
    di sini melihat ke arah air, (dia lihat) ada buntalan mencurigakan di pinggir, terus lapor ke saya,” ujar Denni saat diwawancarai di lokasi, Selasa.
    Denni kemudian mengangkat karung yang mengambang di air itu ke daratan namun tidak berani membukanya.
    Dia memutuskan untuk menghubungi polisi karena merasa curiga.
    “Setelah ada polisi baru dibuka, pas dibuka (mayat wanita) kepalanya enggak ada. Tapi, badannya utuh,” kata Denni.
    Menurut Denni, mayat tersebut dibungkus dalam lima lapisan yang terdiri dari kardus, karung, selimut, kardus lagi, dan kasur, sebelum akhirnya ditemukan di dalamnya.
    Mayat wanita itu terbungkus sangat rapi, meskipun sudah mengeluarkan bau tak sedap saat ditemukan.
    Mayat ditemukan dalam keadaan setengah telanjang, hanya mengenakan baju tanpa celana.
    Pada hari yang sama, polisi menemukan bagian kepala korban sekitar pukul 24.00 WIB di Jalan Inspeksi Waduk Pluit Utara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan 3 Rombongan TV One di Pemalang
                        Regional

    4 Kecelakaan Maut Rombongan Kru TV One di Pemalang-Batang, 3 Meninggal, 2 Luka-luka Regional

    Kecelakaan Maut Rombongan Kru TV One di Pemalang-Batang, 3 Meninggal, 2 Luka-luka
    Tim Redaksi
    PEMALANG, KOMPAS.com

    Kecelakaan maut
    yang melibatkan kendaraan operasional
    TV One
    dan truk ekspedisi terjadi di Tol
    Pemalang
    -Batang, Jawa Tengah, tepatnya di Km  315 A, Kamis (31/10/2024).
    Tiga orang penumpang mobil TV One disebutkan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya mengalami luka-luka.
    Saat dikonfirmasi, Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo membenarkan peristiwa tersebut.
    Jenazah korban meninggal, imbuhnya, masih di RS Islam Al-Ikhas di Jalan, Kolonel Sugiono, Kecamatan Pemalang, Jawa Tengah.
    “Ada dua mobil yang terlibat kecelakaan. Pertama Avanza dan truk paket boks Rosalia Ekspres. Korban ada lima. Tiga meninggal dunia, dua masih sadar,” katanya, Kamis.
    Saat ini, kasus kecelakaan tersebut sedang ditangani polisi lalu lintas Polres Pemalang.
    “Kami masih cek di lapangan ya, masih kami lakukan penyelidikan di lapangan oleh petugas. Kalau sudah selesai, kami informasikan lebih lanjut,” ungkapnya.


    Data yang diperoleh
    Kompas.com,
    berikut korban yang meninggal:
    Korban luka-luka kondisi sadar masih penumpang mobil operasional TV One yaitu:
    Adapun dua penumpang truk ekspedisi masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Al Ikhlas, Kecamatan  Pemalang, Jawa Tengah.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Daftar Korban Meninggal Kecelakaan Rombongan Jurnalis TV One di Pemalang
                        Regional

    6 Daftar Korban Meninggal Kecelakaan Rombongan Jurnalis TV One di Pemalang Regional

    Daftar Korban Meninggal Kecelakaan Rombongan Jurnalis TV One di Pemalang
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Tiga korban tewas dalam peristiwa kecelakaan rombongan jurnalis
    TV One
    dengan truk di tol Jakarta-
    Pemalang
    Km 315+900 jalur pada Kamis (31/10/2024). 
    Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengatakan, korban meninggal dunia sudah dibawa ke RSI Al Ikhlas Taman Pemalang, Jawa Tengah.
    “Satu pengemudi dan dua penumpang (tewas),” kata Artanto kepada
    Kompas.com
    , Kamis. 
    Korban kecelakaan meninggal dunia ada yang terluka di bagian kepala dan ada juga yang mendapatkan luka di bagian dada. 
    “Semuanya (korban yang meninggal merupakan) rombongan mobil Xenia (jurnalis
    TV One
    ),” ungkap dia. 
    Sementara itu, dua korban kecelakaan masih dirawat di RSI Al Ikhlas Taman Pemalang. 
    “Dalam kondisi sadar (korban yang selamat),” tambah Artanto. 


    Berikut daftar korban tewas dalam kecelakaan tersebut: 
    1. Pengemudi KBM Avanza, Nama:
    Sunardi
    . Alamat: Jln. Taman Asri II No. 2, RT 01 RW 016, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. 
    Korban mengalami luka cedera kepala berat (CKB), fraktur tulang hidung, sobek tidak beraturan kaki kanan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
    2. Penumpang KBM Avanza baris kedua belakang kemudi,
    Marwan

    Korban mengalami luka gejas dada, cedera abdomen lecet dagu korban meninggal dunia di lokasi kejadian kemudian dievakuasi ke RSI Al Ikhlas Taman Pemalang.
    3. Penumpang KBM Avanza baris ketiga, Nama:
    Alwan Syahmidi
    . Alamat: Jln. Joglo Raya, RT 03 RW 03, Kembangan, Jakarta Barat.
    Korban mengalami luka fraktur telapak kaki kanan, gejas dada cedera abdomen korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ditemukan 169 Kasus Penyakit Parotitis di Kota Yogyakarta, Rata-rata Menyerang Anak SD
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        31 Oktober 2024

    Ditemukan 169 Kasus Penyakit Parotitis di Kota Yogyakarta, Rata-rata Menyerang Anak SD Yogyakarta 31 Oktober 2024

    Ditemukan 169 Kasus Penyakit Parotitis di Kota Yogyakarta, Rata-rata Menyerang Anak SD
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Angka kasus penyebaran
    penyakit Parotitis
    , atau lebih akrab dikenal dengan Gondongan, meningkat di
    Kota Yogyakarta
    .
    Penyakit Parotitis
    ini disebabkan oleh infeksi virus dari golongan paramyxovirus.
    Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, mengatakan, pada tahun 2024 hingga Oktober terdapat 169 paparan Parotitis.
    “Ada sekitar 169 kasus Gondongan di Kota Yogyakarta, sebagian besar merupakan anak-
    anak SD
    ,” ujar Endang, Kamis (31/10/2024).
    Endang menyebutkan, gondongan ditandai dengan pembengkakan di sekitar rahang atau leher akibat peradangan kelenjar parotis.
    Gejala awal yang muncul antara lain demam, sakit kepala, nyeri saat mengunyah atau menelan, dan nyeri otot.
    “Penyakit ini sangat mudah menular, terutama di lingkungan sekolah, melalui percikan air liur atau kontak dengan benda yang terkontaminasi,” kata dia.
    Endang mengimbau kepada anak-anak yang terpapar Parotitis agar tidak masuk sekolah untuk sementara waktu guna mencegah penyebaran.
    “Penderita cenderung pada kurangnya kebersihan, dan penyakit ini sangat mudah menular. Karena itu, imbauan kami untuk yang sakit, sebaiknya tidak masuk sekolah,” ungkapnya.
    Dia melanjutkan, orangtua diminta agar memastikan anak-anak mereka telah mendapatkan vaksinasi Measles, Mumps, Rubella (MMR).
    “Pemberian
    vaksin MMR
    ini dapat mencegah terjadinya gondongan,” katanya.
    Dia mengatakan, apabila kasus terus meningkat, pihak sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas setempat dalam memantau dan menangani kasus gondongan tersebut.
    Ketua Tim Kerja Surveilans Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan yang juga selaku Epidemiolog di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Solikhin Dwi, menyebutkan, bahwa
    penyakit parotitis
    atau gondongan termasuk dalam kategori kejadian luar biasa secara epidemiologis.
    Menurutnya, penyakit tersebut sangat meningkat dibandingkan tahun lalu, di mana pada tahun 2023 tidak ada kasus ditemukan.
    Sementara, di tahun 2024 hingga tanggal 30 Oktober 2024, ditemukan 169 kasus.
    “Periode akhir September hingga minggu ketiga Oktober 2024 tidak terdeteksi kasus. Namun, pekan ini naik lagi dan jumlah penderitanya 169 orang yang rata-rata diderita oleh anak SD,” kata dia.
    Ia berharap, para orangtua dan sekolah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga angka penderita gondongan semakin berkurang di Kota Yogyakarta.
    “Pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir secara rutin sebelum makan atau setelah berada di tempat atau lingkungan yang berisiko, tidak berbagi peralatan mandi atau makan dengan penderita gondongan, dan menerapkan etika batuk seperti menutup mulut dan hidung,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 12.000 Tikus Berkeliaran di Karawang, Ini Upaya Pemda untuk Mengatasinya
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        31 Oktober 2024

    12.000 Tikus Berkeliaran di Karawang, Ini Upaya Pemda untuk Mengatasinya Bandung 31 Oktober 2024

    12.000 Tikus Berkeliaran di Karawang, Ini Upaya Pemda untuk Mengatasinya
    Tim Redaksi
    KARAWANG, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kabupaten
    Karawang
    , Jawa Barat, mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah
    hama tikus
    di
    Desa Kutamakmur
    , Kecamatan Tirtajaya, yang diperkirakan memiliki populasi lebih dari 12.000 tikus.
    Langkah ini diambil setelah munculnya video viral yang menunjukkan kawanan tikus berkeliaran di sekitar pemukiman warga.
    Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Yuris Tiyanto menjelaskan bahwa pihaknya, bersama Dinas Pertanian Karawang, telah melakukan dua upaya utama untuk mengendalikan populasi tikus.
    “Supaya tikus tidak menyerang tanaman dan masuk rumah, kami akan melakukan dua cara untuk penurunan populasi tikus. Pertama, melalui bimbingan teknis (bimtek)
    pengendalian tikus
    untuk memberikan pengetahuan kepada petani tentang cara yang efektif. Kedua, pelaksanaan pengendalian tikus secara serentak bersama petani,” ungkap Yuris melalui sambungan telepon, Kamis (31/10/2024).
    Bimbingan teknis tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Direktorat Perlindungan Pangan Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Karawang, Kepala Desa Kutamakmur, serta petugas POPT dan penyuluh.
    Materi yang disampaikan mencakup kemampuan berkembang biak tikus, potensi kehilangan hasil, dan teknologi pengendalian tikus.
    Gerakan pengendalian dilakukan dengan dua metode.
    Pertama, pengemposan menggunakan belerang sebanyak 30 kilogram dari Dinas Pertanian Karawang dan tujuh semawar dari petani.
    Kedua, metode gropyokan, di mana lubang aktif yang telah diempos dengan belerang kemudian ditutup, dan tikus yang keluar akan dikendalikan dengan dipukul menggunakan bambu atau alat pukul lainnya.
    “Pada hari pertama, tikus yang tertangkap sebanyak 1.080 ekor,” tambah Yuris.
    Yuris juga menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan pengamatan lubang aktif di area persawahan seluas 210 hektar.
    “Kami menghitung lubang aktif di tempat yang menjadi sumber populasi, seperti di batas sawah dengan kampung dan pematang. Dari hasil pengamatan, kami menemukan 6.485,5 lubang tikus aktif, atau rata-rata 1,19 lubang per meter. Dengan rata-rata dua ekor setiap lubangnya, maka jumlah populasi tikus diperkirakan mencapai 12.971 ekor,” jelasnya.
    Beberapa faktor yang menyebabkan migrasi tikus ke permukiman pada malam 25 Oktober 2024 antara lain pengendalian yang tidak intensif di lokasi tersebut, kurangnya sumber makanan karena lahan telah panen, serta habitat tikus yang terganggu akibat hujan deras yang merendam lubang-lubang mereka.
    “Upaya sudah dilakukan oleh petani, termasuk penggunaan umpan beracun, tetapi pengendalian belum dilakukan secara serempak,” tambah Yuris.
    Sebelumnya, pada Jumat (25/10/2024), kawanan tikus menyerbu pemukiman di Desa Kutamakmur, yang menyebabkan kepanikan di kalangan warga.
    Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rachmat, mengonfirmasi bahwa tim gabungan telah turun ke lapangan untuk mengecek kondisi.
    “Sumber tikus berasal dari semak belukar, jalur irigasi, kebun, dan tanggul,” jelas Rachmat.
    Hujan deras pada malam yang sama menyebabkan lubang-lubang tikus terendam, sehingga mereka keluar ke daerah pemukiman.
    Sebagai respons, sekitar 45 warga Desa Kutamakmur melakukan kalagumarang untuk membasmi hama tikus di wilayah mereka pada Senin (28/10/2024).
    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, Rochman, berharap masyarakat, khususnya petani, dapat melakukan pengendalian hama tikus secara rutin untuk mencegah masalah serupa di masa depan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cerita Nando, Bocah Madiun Bermata Biru Mirip Karakter Anime
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        31 Oktober 2024

    Cerita Nando, Bocah Madiun Bermata Biru Mirip Karakter Anime Surabaya 31 Oktober 2024

    Cerita Nando, Bocah Madiun Bermata Biru Mirip Karakter Anime
    Tim Redaksi
    MADIUN, KOMPAS.com

    Fernando Pratama
    , seorang bocah berusia 10 tahun dari Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menjadi
    viral
    di media sosial dengan dua matanya yang berwarna biru.
    Warganet menyebut dia mirip dengan karakter Gojo Satoru dari
    anime Jepang
    “Jujutsu Kaisen”.
    Kepopuleran Fernando dimulai setelah sebuah video yang diunggah oleh akun
    Instagram @sunan_kaligojo.
    A post shared by R. Ahmad Namora (@sunan_kaligojo)
    Dalam video terlihat Fernando mengenakan blankon menceritakan bahwa ia telah memiliki
    mata biru
    sejak lahir, meskipun kedua orangtuanya tidak bermata biru.
    Wasit, orangtua Fernando, saat dikonfirmasi
    Kompas.com, 
    Kamis (31/10/2024), menyatakan, Nando, panggilan akrabnya, memang memiliki mata biru sejak lahir.
    “Kami sempat khawatir dengan kondisi mata Nando. Tetapi setelah diperiksakan ke dokter, ternyata sehat,” kata Wasit.
    Awalnya, orangtua Fernando merasa khawatir bahwa kondisi mata birunya menandakan adanya masalah kesehatan.
    Namun, setelah pemeriksaan medis, Nando dinyatakan dalam keadaan sehat. “Setelah diperiksa dokter, matanya normal,” tambah Wasit.
    Fernando sering menarik perhatian orang-orang di sekitarnya saat bermain, karena matanya itu. Banyak yang mengira bahwa ia mengenakan
    softlens
    .
    Selain itu, popularitasnya di sekolah juga meningkat, dengan banyak teman yang ingin berfoto bersamanya.
    Wasit menyatakan, meskipun Nando memiliki mata biru, penglihatannya normal. Nando juga aktif bermain dengan teman-temannya di lingkungan sekolah dan desanya.
    “Kami merasa bersyukur dengan anugerah mata biru yang dimiliki Nando. Keluarga tak menyangka Nando bakal memiliki mata berwarna biru,” ungkap Wasit.
    Saat lahir, orangtua Nando sempat mengira bahwa ia mengalami kebutaan karena warna matanya yang putih pucat.
    Namun, setelah pemeriksaan dokter, mereka merasa lega mengetahui bahwa kondisi mata Nando baik-baik saja.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.