Category: Kompas.com Metropolitan

  • Debat Perdana Pilkada Blora: Isu Bandara Ngloram Jadi Sorotan Utama
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        4 November 2024

    Debat Perdana Pilkada Blora: Isu Bandara Ngloram Jadi Sorotan Utama Regional 4 November 2024

    Debat Perdana Pilkada Blora: Isu Bandara Ngloram Jadi Sorotan Utama
    Tim Redaksi
    BLORA, KOMPAS.com
    – Komisi Pemilihan Umum (KPU)
    Blora
    menggelar debat perdana pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di Gedung Graha Larasati, Senin (4/11/2024).
    Debat ini mengusung tema “Pembangunan Ekonomi yang Berkualitas untuk Meningkatkan Kemakmuran Masyarakat Blora” dan dihadiri oleh kedua pasangan calon (paslon) yang duduk di atas panggung.
    Pasangan nomor urut 01, Arief Rohman-Sri Setyorini (ASRI) mengenakan baju berwarna putih, sementara pasangan nomor urut 02, Abu Nafi-Andika Adikrishna Gunarjo (ABDI), tampil dengan pakaian batik.
    Salah satu isu yang mencuat dalam debat adalah pembangunan
    Bandara Ngloram
    , yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di Blora.
    Arief Rohman menjelaskan, kebijakan untuk mengembangkan potensi ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Blora.
    “Tentunya kita berterima kasih kepada Pak Jokowi yang sudah banyak sekali membantu Kabupaten Blora dalam hal akses, salah satunya lewat Bandara Ngloram,” kata Arief.


    KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANA Kondisi pesawat saat akan terbang dari Bandara Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (16/12/2023)
    Ia juga menambahkan bahwa terdapat stasiun kereta api dan terminal bus yang menjadi akses pintu gerbang menuju Blora.
    Arief berkomitmen untuk mengadakan berbagai event guna menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
    “Kuncinya adalah kita harus sering mengadakan event skala lokal, nasional, atau internasional,” terangnya.
    Pernyataan Arief Rohman kemudian ditanggapi oleh Abu Nafi, yang menilai Bandara Ngloram sebagai bandara yang mangkrak.
    “Saya kadang berpikir, kemarin ketika awal dibuka sudah jalan tiba-tiba tutup lagi. Jadi, harapan saya, semoga Bandara Ngloram tidak menjadi sesuatu yang mangkrak lagi,” ujar Abu Nafi.
    Menanggapi kritik tersebut, Arief Rohman, yang saat ini sedang cuti kampanye sebagai bupati, menjelaskan bahwa Bandara Ngloram telah melalui proses konsultasi dengan pemerintah pusat untuk diaktifkan kembali.
    “Beberapa kali bandara ini bisa melayani penumpang dan diresmikan oleh presiden. Kendala yang ada adalah bandara ini merupakan aset pusat, dan dana pembangunannya sepenuhnya berasal dari kementerian pusat, jadi kita hanya menerima manfaat,” jelasnya.
    Arief juga mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada investor yang berminat untuk membuka sekolah penerbangan di Bandara Ngloram.
    “Informasi terbaru menunjukkan bahwa sudah ada pesawat yang ditempatkan di sana untuk mencetak anak-anak Blora menjadi penerbang,” tambahnya.
    “Jadi ini soal kebijakan yang kita tunggu saja. Tidak sepenuhnya ini mangkrak; ini soal waktu saja, dan pemerintah akan mendukung untuk mengaktifkan Bandara Ngloram lagi,” imbuh Arief.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5 Korban Erupsi Gunung Lewotobi Dimakamkan Seadanya di 1 Liang Lahat
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        4 November 2024

    5 Korban Erupsi Gunung Lewotobi Dimakamkan Seadanya di 1 Liang Lahat Regional 4 November 2024

    5 Korban Erupsi Gunung Lewotobi Dimakamkan Seadanya di 1 Liang Lahat
    Tim Redaksi
    FLORES TIMUR, KOMPAS.com
    – Lima jenazah
    korban

    erupsi
    Gunung Lewotobi
    Laki-laki di Kabupaten
    Flores Timur
    , Nusa Tenggara Timur (NTT), dimakamkan dalam satu liang lahat, Senin (4/11/2024).
    Kelima korban tersebut merupakan satu keluarga yang berasal dari Dusun Goliriang, Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang.
    Proses pemakaman dibantu oleh keluarga dan aparat TNI dari Kodim 1624/Flores Timur serta Koramil Wulanggitang.
    Danramil Wulanggitang, Kapten Inf Paulus Pehan Kedang menyampaikan, kelima korban diangkat pada pagi hari sebelum pemakaman.
    Sementara itu, korban yang selamat langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
    Paulus menjelaskan, keputusan untuk mengubur kelima korban dalam satu liang lahat diambil dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada.
    Mengingat, daerah tersebut termasuk dalam zona merah erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
    “Memang kondisinya tidak bisa kami kubur masing-masing. Kami penguburan di zona merah, sehingga dengan darurat ini kami lakukan seadanya,” ujar Paulus.
    Dia juga menambahkan, aparat terus bersiaga di lokasi terdampak erupsi dan mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada.
    Gunung Lewotobi Laki-laki kembali meletus pada Minggu (3/11/2024) malam.
    Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Fredy Moat Aeng menyebut, jumlah korban meninggal akibat erupsi ini mencapai 10 orang.
    Korban
    tersebut terdiri dari sembilan orang dewasa dan satu anak-anak.
    “Sembilan korban adalah warga Desa Klatanlo dan satu korban berasal dari Desa Dulipali. Lima korban laki-laki, sisanya perempuan,” sambung dia.
    Hingga saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada level IV awas.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Malam Ini Debat Kedua Pilkada Kabupaten Blitar, Paslon Dilarang Bawa Contekan Materi
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        4 November 2024

    Malam Ini Debat Kedua Pilkada Kabupaten Blitar, Paslon Dilarang Bawa Contekan Materi Surabaya 4 November 2024

    Malam Ini Debat Kedua Pilkada Kabupaten Blitar, Paslon Dilarang Bawa Contekan Materi
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Pasangan calon kepala daerah (paslon) Pilkada Kabupaten Blitar 2024 tidak diperbolehkan membawa contekan dalam bentuk apa pun pada debat publik kedua malam ini, Senin (4/11/2024).
    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar, Sugino, mengatakan bahwa masing-dua paslon yang berkompetisi dalam Pilkada Kabupaten Blitar 2024 dilarang membawa contekan selama debat kedua berlangsung.
    “Iya. Kesepakatannya demikian. Jadi larangan membawa catatan atau pun contekan ini didasarkan pada kesepakatan dari dua pihak paslon yang ada,” ujar Sugino, Senin.
    Terdapat dua paslon yang bertarung dalam Pilkada Kabupaten Blitar 2024, yakni paslon nomor Urut 01 Rijanto-Beky Herdihansah (Rijanto-Beky) dan paslon nomor urut 02 Rini Syarifah-Abdul Ghoni (Rini-Ghoni).
    Debat kedua tersebut akan berlangsung di Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar pukul 19.00 WIB.
    Menurut Sugino, setiap paslon tetap boleh membawa kertas dan pulpen ke panggung debat. Namun kertas dan pulpen itu disediakan KPU.
    Kertas dan pulpen tersebut, ujarnya, terutama digunakan oleh paslon, baik itu calon bupati atau pun calon wakil bupati, untuk mencatat pertanyaan panelis.
    “Jadi tidak boleh paslon membawa kertas yang mungkin berisi catatan data dan lainnya di luar kertas yang disediakan panitia,” tandasnya.
    Sugino berjanji pihaknya akan lebih ketat mengawasi kemungkinan paslon menerima “selundupan” kertas berisi catatan atau pun contekan dari tim pemenangan selama berlangsungnya debat.
    Ia juga membenarkan bahwa rapat koordinasi tentang aturan debat sempat mengalami jalan buntu ketika paslon Rini-Ghoni menghendaki agar paslon diperbolehkan membawa catatan.
    Isu kertas contekan ini sempat menjadi sorotan pada debat publik pertama Pilkada Kabupaten Blitar 2024 yang berlangsung Jumat (18/10/2024).
    Sebab, petahana Rini Syarifah membawa dan membaca beberapa lembar kertas berisi catatan dan data.
    Pada konferensi pers usai debat, calon bupati Rijanto menyampaikan kekecewaannya karena sebelum debat telah disepakati bahwa setiap paslon tidak boleh membawa kertas berisi catatan atau pun contekan.
    Rijanto juga menyayangkan pihak KPU Kabupaten Blitar yang tidak mengambil sikap apa pun ketika sepanjang debat berlangsung Rini terlihat beberapa kali membaca catatan di kertas yang ia pegang.
    Isu contekan pada debat ini memberikan dampak cukup signifikan karena Rini yang selama menjabat sebagai Bupati Blitar sejak 2020 mengambil sikap tertutup pada awak media.
    Puncaknya, puluhan wartawan menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Blitar memprotes sulitnya mewawancarai Rini secara doorstop.
    Bagi pihak oposisi, Rini kerap dianggap sebagai boneka politik yang tidak sepenuhnya mengendalikan kewenangannya sebagai kepala daerah. 
    Sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Blitar sempat menggulirkan hak angket dan hak interpelasi sebagai upaya mengungkap keberadaan orang-orang terdekatnya yang diduga menjadi pengendali kebijakan Bupati Rini Syarifah.
    Namun, upaya ini gembos di tengah jalan. Rini tetap aman dan kini maju lagi sebagai calon bupati dalam Pilkada Kabupaten Blitar 2024.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gunung Lewotobi Laki-laki Berstatus Awas, 1.403 Warga Mengungsi
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        4 November 2024

    Gunung Lewotobi Laki-laki Berstatus Awas, 1.403 Warga Mengungsi Regional 4 November 2024

    Gunung Lewotobi Laki-laki Berstatus Awas, 1.403 Warga Mengungsi
    Tim Redaksi
    FLORES TIMUR, KOMPAS.com
    – Ribuan
    warga mengungsi
    setelah status
    Gunung Lewotobi Laki-laki
    di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (
    NTT
    ) naik dari level III siaga ke level IV awas.
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, hingga Senin (4/11/2024) pukul 17.00 Wita, jumlah warga yang mengungsi sebanyak 1.403 orang.
    Mereka tersebar di dua lokasi pengungsian, yakni Desa Bokang dan Desa Konga.
    “Di Desa Bokang 616 orang dan Desa Konga 787 orang,” ujar Kalak BPBD Flores Timur, Fredy Moat Aeng, di Flores Timur, Senin.
    Fredy mengatakan pemerintah telah menetapkan tiga lokasi pengungsian, yakni Desa Bokang, Desa Konga, dan Desa Lewolaga di Kecamatan Titehena.
    Tiga lokasi ini berdasarkan rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, yaitu di luar radius bahaya erupsi, yakni 7 kilometer.
    “Warga yang mengungsi ke tiga lokasi berasal dari desa yang paling terdampak erupsi, yaitu Klantanlo, Dulipali, dan Hokeng Jaya,” ungkapnya.
    Fredy menambahkan BPBD telah membangun dapur umum dan tenda darurat untuk para pengungsi.
    Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status gunung api Lewotobi Laki-laki dari level III siaga ke level IV awas mulai 3 November 2024 pukul 24.00 Wita.
    Kepala PVMBG Prihatin Hadi Wijaya menjelaskan, keputusan tersebut berdasarkan hasil evaluasi perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki sejak 23 Oktober sampai 3 November 2024.
    “Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan, sehingga tingkat aktivitas gunung api Lewotobi Laki-laki dinaikkan dari level III siaga menjadi level IV awas, terhitung mulai tanggal 3 November 2024 pukul 24.00 Wita,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Perwira Polisi Aniaya Sopir Taksi Online di Jakarta, Polda Maluku Minta Maaf
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        4 November 2024

    Perwira Polisi Aniaya Sopir Taksi Online di Jakarta, Polda Maluku Minta Maaf Regional 4 November 2024

    Perwira Polisi Aniaya Sopir Taksi Online di Jakarta, Polda Maluku Minta Maaf
    Tim Redaksi
    AMBON, KOMPAS.com
    – Kepolisian Daerah Maluku menyampaikan permohonan maaf terkait aksi penganiayaan yang dilakukan salah seorang perwira
    Polda Maluku
    ,
    Kompol Bambang
    Surya Wiharga, terhadap seorang sopir taksi
    online,
    yang lalu viral di media sosial.
    Aksi penganiayaan terhadap korban bernama Rizki Fitrianda terjadi di Jakarta pada Kamis (31/10/2024) lalu.
    Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Aries Aminullah, mengakui bahwa pelaku
    penganiayaan sopir
    taksi online merupakan salah satu anggota Polda Maluku.
    “Menyikapi video viral di media sosial terkait pemukulan sopir transportasi
    online
    yang dilakukan salah satu oknum bernama Kompol Bambang, memang benar Kompol Bambang adalah anggota kami di Polda Maluku.”
    Demikian kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Aries Aminullah, kepada wartawan, Senin (4/11/2024).
    Aries mengaku sangat prihatin dengan insiden tersebut. Ia lantas menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarganya serta seluruh masyarakat Indonesia, yang telah menyaksikan aksi penganiayaan itu melalui video yang viral di media sosial.
    “Mohon maaf kepada korban, keluarga korban, dan masyarakat Indonesia seluruhnya terkait kejadian yang terjadi,” ujar dia.
    Ada pun setelah kejadian itu, kata dia, korban dan pelaku telah menyelesaikan kasus tersebut secara damai.
    Kedua belah pihak membuat surat pernyataan bersama. Meski begitu, lanjut Aries, kasus itu akan tetap diproses sesuai aturan yang berlaku.
    “Untuk penanganan kasus pemukulan, akan ditangani oleh Polda Metro sesuai TKP kejadian,” kata dia.
    Sementara, untuk masalah kode etik dan pelanggaran disiplin akan ditangani oleh Polda Maluku.
    Aries menambahkan, Kepala Polda Maluku, Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan, telah menunjukkan komitmen untuk menindak tegas pelanggaran yang dilakukan oleh setiap anggota.
    “Bapak Kapolda sudah memerintahkan Kabid Propam untuk melakukan penyidikan dan memproses kejadian yang terjadi,” tegas dia.
    Ia lantas menegaskan, bagi setiap anggota yang berbuat pelanggaran pasti akan ditindak tegas dan tidak ada kompromi.
    “Saya sampaikan kembali lagi bahwa Bapak Kapolda Maluku akan menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan anggota dan terkait hal tersebut, Bapak Kapolda akan memproses kejadian yang terjadi,” tegas dia.
    Diberitakan sebelumnya, seorang sopir taksi
    online
    di Jakarta dipukuli oleh penumpangnya pada Kamis (31/10/2024) lalu.
    Pelaku penganiayaan diketahui merupakan perwira polisi yang menjabat sebagai Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lantas Polda Maluku.
    Aksi penganiayaan yang dilakukan Bambang terhadap sopir taksi
    online
    itu terekam kamera pribadi milik korban. Video penganiayaan Bambang itu lalu dibagikan di media sosial dan menyebar.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Warga di Gresik Rugi Rp 1,722 Miliar akibat Arisan Bermasalah
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        4 November 2024

    Warga di Gresik Rugi Rp 1,722 Miliar akibat Arisan Bermasalah Surabaya 4 November 2024

    Warga di Gresik Rugi Rp 1,722 Miliar akibat Arisan Bermasalah
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Warga Dusun Brak, Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, beramai-ramai mendatangi Mapolres Gresik, Jawa Timur.
    Mereka melaporkan
    arisan bermasalah
    sehingga kerugian mencapai Rp 1,722 miliar.
    Salah seorang warga, Nikmaroh (55) mengatakan, dirinya bersama beberapa orang lain mendatangi Mapolres Gresik lantaran uang arisan yang seharusnya diterima tidak kunjung diberikan pengelola.
    Bahkan, ada kesan pengelola sengaja tidak memberikan hak mereka dengan alasan tidak mampu membayar.
    “Peserta arisan ada sekitar 181 orang, suami saya yang ikut. Dari total jumlah peserta, ada sebanyak 82 orang yang belum menerima (hasil arisan),” ujar Nikmaroh kepada awak media di Mapolres Gresik, Senin (4/11/2024).
    Nikmaroh menjelaskan, arisan dimulai sejak 2021. Periode pertama dan kedua berlangsung lancar dan aman.
    Namun memasuki periode ketiga, arisan yang diikuti sudah mulai menunjukkan tanda-tanda tidak beres. Kendati sempat tersendat, pengelola mampu melunasi hak semua peserta arisan.
    “Tapi kalau yang ini sudah kelewatan, dijanjikan akan selesai Bulan Juli 2024. Namun hingga kini, ada sebanyak 82 anggota yang tidak terbayar,” kata Nikmaroh.
    Menurut Nikmaroh, setiap anggota yang mengikuti arisan tersebut dikenakan biaya Rp 150.000 per slot. Setiap penarikan arisan yang dilakukan bakal mendapat Rp 21 juta.
    Jadi, bila dijumlahkan, sebanyak 82 orang peserta yang tidak menerima dikalikan Rp 21 juta maka muncul nominal Rp 1,722 miliar.
    “Selama ini (dari Juli 2024), kami hanya dijanjikan, dijanjikan terus. Tidak pernah dicicil, tidak ada,” ucap peserta arisan yang lain, Rukaini (41).
    Ia menuturkan, permasalahan tersebut sudah pernah dilaporkan dan Polsek Sidayu melakukan mediasi dua kali bertempat di Balai Desa Wadeng.
    Namun tidak ada tanda-tanda mereka bakal menerima kembali haknya.
    Padahal saat dihadirkan dalam mediasi, pengelola arisan berinisial RW (35) dan MT (43) sudah sempat membuat surat pernyataan siap melunasi dana arisan yang menjadi hak peserta.
    Bahkan, pengelola memberikan garansi harta benda mereka sebagai jaminan.
    “Sudah sempat dimediasi Kapolsek, dua kali. Tiga bulan lalu (Juli), juga akhir bulan kemarin (Oktober) di Balai Desa Wadeng, tapi ya tetap saja,” tutur Rukaini.
    Sementara itu Kepala Dusun Brak, Abdul Rohman (40) yang turut mendampingi ke Mapolres Gresik, menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh RW dan MT.
    “Coba dibayangkan, semua yang di sini masih tetangganya sendiri, kok tega ditipu. Padahal, mereka ini kebanyakan juga cari duit tidak mudah, ada buruh tani, kuli panggul,” kata Abdul Rohman.
    Peserta anggota arisan tersebut tidak hanya warga Dusun Brak. Ada juga yang berasal dari dusun bahkan kecamatan lain di Gresik.
    Hingga berita ini ditulis, para peserta arisan yang menjadi korban masih menjalani proses pelaporan di Mapolres Gresik.
    Mereka berharap akan ada keadilan. Uang arisan yang seharusnya menjadi hak mereka bisa didapat kembali.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Seorang Pria di Lombok Tengah Diduga Cabuli 2 Anak Tirinya
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        4 November 2024

    Seorang Pria di Lombok Tengah Diduga Cabuli 2 Anak Tirinya Regional 4 November 2024

    Seorang Pria di Lombok Tengah Diduga Cabuli 2 Anak Tirinya
    Tim Redaksi
    LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com 
    – Seorang pria di Janapria,
    Lombok Tengah
    , Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisial MY (35), diduga mencabuli dua anak tirinya, NJ (13) dan TA (19). 
    “Iya benar, sudah dilakukan penahan dan saat ini perkara sudah tahap pertama,” ungkap Kepala Satuan Reserse (Kasatreskrim) Polres Lombok Tengah, Iptu Luk Luk il Maqnun ketika dimintai konfirmasinya, Senin (4/11/2024) sore.
    Menurut Luk Luk, MY melakukan tindakan bejat tersebut karena tergoda, kala melihat kedua anak tirinya telah besar. “Pelaku (MY) ini terangsang saat melihat korban sudah besar dan cantik,” kata Luk Luk.
    Awalnya, pelaku mengintip NJ saat sedang mandi melalui lubang pintu pada 28 September 2024.
    Kemudian, NJ yang menyadari hal itu bergegas memakai pakaian dan pergi ke kamar. Namun pelaku masih terus mengintip, sehingga NJ marah dan mengadu ke ibunya.
    “Saat menceritakan, ibu korban langsung meminta anaknya untuk tinggal bersama kakaknya,” ujar Luk Luk.
    Setelah tinggal bersama kakaknya TA, NJ kembali menceritakan kejadian yang dialaminya. TA sempat tidak percaya, dan memaksa NJ untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya.
    Setelah dipaksa, NJ akhirnya mengakui bahwa dirinya telah disetubuhi oleh MY. TA terkejut karena ia pun telah disetubuhi oleh pelaku yang sama sampai tiga kali, ketika masih duduk di kelas dua SMA.
    “Atas dasar hal tersebut, kakaknya (TA) menyampaikan ke keluarga di Kopang, kemudian keluarga di Kopang mendatangi pelaku dan ibu korban,” ungkap Luk Luk.
    Menghindari amukan warga, keluarga korban hanya melaporkan kejadian tersebut pada kepala dusun setempat. Kemudian, kepala dusun n ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lombok Tengah.
    MY kini terjerat Pasal 76D juncto Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 
    Halaman ini berisi konten sensitif untuk batasan usia tertentu.

    Usia kamu belum sesuai untuk melihat halaman ini

    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Makelar Judi Online di Malang Ditangkap, Omzetnya Rp 500.000 Per Hari
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        4 November 2024

    Makelar Judi Online di Malang Ditangkap, Omzetnya Rp 500.000 Per Hari Regional 4 November 2024

    Makelar Judi Online di Malang Ditangkap, Omzetnya Rp 500.000 Per Hari
    Tim Redaksi
    MALANG, KOMPAS.com
    – Pelaku
    judi online
    berinisial PO (45), warga Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten
    Malang
    , diamankan polisi pada Jumat (1/11/2024) lalu.
    Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ponsen Dadang Martianto, mengatakan pelaku bertindak sebagai
    makelar judi
    online togel dari beberapa orang.
    “Jadi modusnya, pelaku mengajak orang untuk taruhan judi togel. Uang taruhannya ia kumpulkan, kemudian ia memasang taruhan judi togel itu di situs judi online Hongkong dan Sydney,” ungkapnya saat ditemui, Senin (4/11/2024).
    Saat ditangkap di kediamannya, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti dari tangan PO, berupa uang tunai sebesar Rp 50.000, kartu ATM, slip pembayaran elektronik, dan ponsel yang digunakan untuk memasang taruhan.
    “Saat ditangkap, pelaku tengah melakukan rekapan hasil judi melalui sebuah situs online yang dikelolanya,” tuturnya.
    Dadang menyebut, PO ditangkap berdasarkan laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas perjudian di lingkungannya.
    “Dari hasil pemeriksaan, PO ini telah beroperasi selama beberapa bulan dengan omzet harian berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000,” ujarnya.
    “Artinya, jika dihitung omzetnya bisa mencapai jutaan rupiah setiap bulannya,” imbuh Dadang.
    Saat ini, PO telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polsek Lawang.
    Ia dijerat dengan pasal-pasal terkait perjudian sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat 2 UU RI No 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU No 11 tahun 2008 terkait larangan mendistribusikan informasi elektronik bermuatan perjudian, serta Pasal 303 KUHP juncto Pasal 2 ayat (1) UU RI No. 7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian.
    “Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp 10 miliar,” pungkas Dadang.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gondongan Mewabah, Dinkes Kota Yogyakarta Imbau Penderita Tak Keluar Rumah
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        4 November 2024

    Gondongan Mewabah, Dinkes Kota Yogyakarta Imbau Penderita Tak Keluar Rumah Yogyakarta 4 November 2024

    Gondongan Mewabah, Dinkes Kota Yogyakarta Imbau Penderita Tak Keluar Rumah
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Dinas Kesehatan Kota
    Yogyakarta
    mengungkapkan, masyarakat yang terkena parotitis atau
    gondongan
    hanya membutuhkan istirahat.
    Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Waryono mengatakan bahwa penderita parotitis hanya membutuhkan istirahat dan makan banyak.
    Waryono mengatakan, banyak mitos tumbuh di masyarakat terkait penyakit gondongan. Salah satunya adalah mengobati dengan mengalungkan buah mengkudu.
    Tujuan dari mengalungkan buah mengkudu atau dikenal pace di Yogyakarta adalah untuk mencegah pasien tidak bepergian.

    Gondongan
    di rumah mbahnya minta dikalungi pace aja. Sebetulnya itu disuruh istirahat dan makan yang banyak, karena virus mati saat tubuh kuat dengan banyak makan,” kata Waryono Senin (4/11/2010).
    “Makan banyak tubuh kuat, Insya Allah tubuh kuat,” kata dia.
    Menurut Waryono sampai saat ini belum ada kasus penderita gondongan sampai rawat inap.
    “Sampai sekarang tidak ditemukan gondongan mondok (rawat inap). Semoga tidak jadi wabah,” ujarnya.

    Kasi pengendalian penyakit menular (P2M) dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu menyampaikan, Dinkes Kota Yogyakarta juga melakukan edukasi kepada penderita agar tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran, selain itu juga mengedukasi warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
    “Jika terjadi di sekolah, saran untuk yang sakit tidak boleh masuk sekolah,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (1/10/2024).
    Endang menuturkan, Dinkes telah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah agar lebih peka terhadap penyakit Parotitis mengingat penyebarannya sangat mudah.
    “Hindari orang yang terkena gondongan, memakai masker, dan usahakan yang sakit untuk tidak keluar rumah,” kata dia.
    Selain itu Dinkes Kota Yogyakarta juga meminta masyarakat agar melakukan vaksinasi.
    “Imbauan untuk vaksin di faskes swasta, karena vaksin untuk gondongan belum disiapkan pemerintah,” kata dia.
    Endang menuturkan, selama 2024 hingga Oktober terdapat 169 paparan Parotitis.
    “Ada sekitar 169 kasus Gondongan di Kota Yogyakarta, sebagian besar merupakan anak-anak SD,” ujar Endang.
    Di sejumlah daerah, gondongan juga mewabah, misalnya di Kota dan Kabupaten Malang, lalu Kota Batu, Kabupaten Tangerang, dan sejumlah daerah lain. 
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Kenapa Negara Arab Tidak Membantu Palestina atau Bersatu Melawan Israel?
                        Internasional

    10 Kenapa Negara Arab Tidak Membantu Palestina atau Bersatu Melawan Israel? Internasional

    Kenapa Negara Arab Tidak Membantu Palestina atau Bersatu Melawan Israel?
    Tim Redaksi
    GAZA, KOMPAS.com
    – “Di mana orang-orang Arab?! Di mana orang-orang Arab?!”
    Pertanyaan itu dilontarkan seseorang yang muncul dari puing-puing seraya menggendong anak-anak yang sudah meninggal. Dia berteriak tanpa daya ke arah kamera yang menyorotnya.
    Pertanyaan ini terus diulang oleh warga Gaza yang keheranan mengapa orang-orang di negara kawasan Arab tidak melindungi mereka dari pengeboman Israel.
    Setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 menewaskan 1.200 warga Israel terbunuh dan 250 orang lainnya diculik, semua mata langsung tertuju pada Timur Tengah.
    Seberapa jauh pembalasan yang akan dilakukan Israel? Bagaimana penduduk dan pemerintah Arab menanggapi guncangan kemanusiaan yang terjadi di wilayah tersebut?
    Pertanyaan pertama masih belum terjawab: Pengeboman Israel telah menghancurkan Jalur Gaza, merenggut nyawa lebih dari 42.500 warga Palestina, tetapi belum ada titik terang.
    Yang kedua adalah benar: Jika ada orang yang mengharapkan adanya protes besar di ibu kota utama dunia Arab, mereka akan kecewa.
    Adapun pemerintah negara-negara itu, “tanggapannya suam-suam kuku atau tidak sama sekali,” menurut Walid Kazziha, profesor ilmu politik di American University in Cairo (AUC), kepada
    BBC Mundo
    .
    Di luar kritik retoris terhadap Israel atau peran mediasi yang diadopsi oleh pemerintah seperti Qatar atau Mesir yang “murni sebagai perantara dan tidak mendukung Palestina,” kata Kazziha, tak satu pun negara-negara Arab memutuskan hubungan dengan Israel atau melakukan tindakan diplomatik dan tekanan ekonomi apa pun untuk mengakhiri perang.
    Mengapa perjuangan Palestina kehilangan relevansinya di antara pemerintah-pemerintah Arab di wilayah ini? Seperti hampir semua hal di Timur Tengah, jawabannya cukup rumit.
    Wilayah Timur Tengah tidak pernah benar-benar menjadi blok yang utuh dan homogen.
    Sepanjang sejarah, masyarakat Arab telah berbagi rasa identitas, bahasa, dan sebagian besar agama, serta kekhawatiran yang timbul dari pengaruh kolonial Eropa di wilayah tersebut.
    Namun, kepentingan pemerintah mereka terkadang berseberangan.
    Hubungan antara Palestina dan negara-negara Arab juga tidak mudah, terutama dengan negara-negara yang menerima sejumlah besar pengungsi setelah proklamasi Negara Israel pada 1948.
    Namun, perjuangan Palestina juga merupakan faktor pemersatu negara-negara Arab selama beberapa dekade.
    Selama periode ini, negara Israel dipandang “sebagai perpanjangan tangan dari kekuatan kolonial sebelumnya, yang telah menarik diri dari Timur Tengah,” menurut profesor kebijakan publik di Institut Pascasarjana Doha, Tamer Qarmout.
    “Israel sengaja ditempatkan di sana sebagai agen untuk melindungi kepentingan mereka, yang sebelumnya merupakan kepentingan Inggris dan Perancis, dan sekarang kepentingan Amerika Serikat,” ujar Tamer Qarmout kepada
    BBC Mundo
    .
    Perang yang dilancarkan terhadap Israel di masa lalu oleh negara-negara seperti Mesir, Suriah, dan Yordania tidak hanya untuk membela kepentingan nasional mereka, tetapi juga kepentingan Palestina, kata para analis.
    Namun, perang tersebut kini telah berlalu. Mesir dan Yordania telah menandatangani perjanjian damai dengan Israel beberapa dekade yang lalu.
    Maroko, Uni Emirat Arab dan Bahrain telah menormalisasi hubungan dengan Israel—negara yang hingga beberapa tahun lalu merupakan negara paria di wilayah tersebut.
    Bahkan Arab Saudi pun hampir melakukan hal yang sama sebelum 7 Oktober dan serangan Hamas.
    Bagi Dov Waxman, direktur Y&S Nazarian Center for Israel Studies di University of California, sejak awal konflik hingga hari ini, selama beberapa dekade terakhir, “masing-masing negara Arab mengikuti kepentingannya sendiri”.
    “Mereka berbicara tentang mendukung Palestina dan solidaritas, dan bukan berarti perasaan itu tidak tulus, tetapi pada akhirnya mereka mengikuti kepentingan nasional mereka.”
    “Ada banyak simpati terhadap bencana kemanusiaan yang dihadapi warga Gaza, dan mereka ingin pemerintah mereka berbuat lebih banyak. Mereka ingin hubungan diplomatik diputus. Mereka ingin para duta besar diusir, setidaknya ada tanggapan semacam itu,” ujar Fakhro.
    Namun, hal ini tidak terjadi.
    Menurut Imad K. Harb, direktur Riset dan Analisis di lembaga riset Arab Center di Washington, DC, “Pemerintah Arab telah lama meninggalkan Palestina.”
    Bagi Tamer Qarmout, ada sebuah titik balik yang telah mengubah seluruh dinamika di kawasan ini: pemberontakan rakyat yang mengguncang Timur Tengah dan Afrika Utara antara tahun 2010 dan 2012, yang dikenal dengan sebutan Kebangkitan Arab
    (Arab Spring).
    “Sejak saat itu, gelombang telah berubah sepenuhnya dan kegagalan pemberontakan ini telah membuat kawasan ini berada dalam ketidakpastian: banyak negara yang masih terbenam dalam konflik sipil, seperti Yaman, Suriah, atau Irak,” kata profesor dari universitas di Qatar ini.
    “Dua negara terakhir, yang merupakan negara sentral dan kuat dengan ide-ide politik yang dapat menantang AS, telah lenyap.”
    Di tengah keadaan krisis permamen ini, kendati bersimpati kepada Palestina, masyarakat Arab “merasa tak berdaya”, menurut Qarmout.
    “Mereka sendiri hidup di bawah tirani, otokrasi, dan kediktatoran. Dunia Arab berada dalam kondisi yang menyedihkan, orang-orang tidak memiliki kebebasan atau kemampuan dan aspirasi untuk hidup bermartabat,” kecam Qarmout.
    Meski begitu, respons sosial jauh lebih kuat daripada respons pemerintah, meskipun hal ini berkembang terutama di media sosial.
    Sejak
    Arab Spring
    , jalan-jalan di banyak negara di kawasan ini, seperti Mesir, menjadi terlarang bagi aktivisme.
    Jika dulu pemerintah otoriter mengizinkan masyarakat untuk melampiaskan rasa frustasi mereka dalam aksi demonstrasi membela Palestina, kini mereka khawatir protes semacam itu akan berujung pada hal yang lebih besar.
    Namun, itu bukan satu-satunya hal yang berubah dalam tahun-tahun penuh gejolak ini, ketika jutaan orang Arab turun ke jalan di negara-negara seperti Tunisia, Mesir, Libya, Suriah, Bahrain, dan Maroko untuk menuntut demokrasi dan hak-hak sosial.

    Arab Spring
    benar-benar merupakan guncangan dan mengubah dinamika dan prioritas banyak negara,” kata Qarmout.
    “Beberapa rezim lama tidak ada lagi dan yang lainnya berpikir bahwa mereka akan tertinggal, sehingga mereka panik, melihat ke kiri dan ke kanan dan mencari perlindungan.”
    “Banyak yang percaya pada gagasan yang dijual oleh Amerika Serikat bahwa Israel, sekutunya di kawasan itu, dapat melindungi mereka,” ujarnya.
    Perjanjian itu menjadi kesepakatan hubungan Barhain dan Uni Emirat Arab dengan Israel—perjanjian ini kemudian diikuti oleh Maroko dan Sudan.
    Lalu, dampak perjanjian ini kemudian datang. Washington, misalnya, mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, yang membuat referendum penentuan nasib sendiri menjadi tidak mungkin.
    “Ketika kita melihat hubungan yang telah dibangun oleh negara-negara ini dengan Israel, kita melihat bahwa pada dasarnya bermuara pada Israel yang menjual sistem untuk memata-matai penduduk mereka sendiri,” kata Walid Kazziha.
    Dugaan kasus spionase menggunakan program Pegasus—yang dikembangkan oleh perusahaan Israel NSO Group—telah mempengaruhi Maroko, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan bahkan Arab Saudi, meskipun tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel.
    Menurut
    The New York Times
    , Riyadh membeli program tersebut pada 2017 dan kehilangan akses ke program tersebut setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada tahun berikutnya.
    Namun, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berhasil memulihkan layanan setelah menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang melakukan intervensi untuk mengizinkan Saudi menggunakan perangkat lunak itu lagi, demikian laporan surat kabar Amerika tersebut.
    Hubungan Hamas dan Hizbullah dengan Iran juga menimbulkan kecurigaan di negara-negara Arab.
    Bagi negara-negara Teluk, misalnya, Iran adalah ancaman yang lebih besar daripada Israel. Banyak pemerintah Arab “telah mengadopsi narasi Israel dan Amerika bahwa gerakan-gerakan ini adalah perpanjangan tangan Iran di wilayah tersebut, dan bahwa mereka diciptakan untuk menyabotase proyek perdamaian regional dengan mengabaikan Palestina,” kata Qarmout.
    Ini adalah narasi yang didorong oleh sebagian besar media resmi di dunia Arab—sebuah wilayah di mana hampir tidak ada media independen, menurut para analis.
    “Bagi media Saudi, misalnya, perhatian utama bukanlah Palestina, tetapi bagaimana Iran mendapatkan tempat,” Kazziha berpendapat.
    Akan tetapi, negara-negara ini kemudian menjadi waspada terhadap kekuatan gerakan yang terus meningkat.
    “Ketika pintu-pintu tertutup bagi mereka dan tidak ada yang mau memberi mereka senjata untuk melawan Israel, mereka bersedia membantu penjahat untuk mendapatkannya,” tambahnya.
    Hal yang sama berlaku untuk Hizbullah dan kelompok-kelompok lain yang menerima dukungan dari Iran, tetapi juga ingin membela Palestina,
    Menurut Kazziha, ketika Iran dikedepankan sebagai promotor, maka orang-orang Arab tidak lagi menjadi tokoh utama.
    “Saya pikir ada beberapa gerakan Arab yang benar-benar tertarik untuk mendukung Palestina dan bahkan mati untuk mereka, seperti Hizbullah, Houthi di Yaman, dan beberapa gerakan Syiah di Irak,” ujar peneliti AUC tersebut.
    Selain kepentingan geostrategis dan krisis di negara-negara Arab, perjuangan Palestina telah dilupakan seiring berlalunya waktu.
    Konsep-konsep yang pernah membuat jantung Timur Tengah berdegup kencang, seperti pan-Arabisme, kini hanya menjadi gema masa lalu.
    “Sebagian besar generasi muda di wilayah ini bersimpati kepada Palestina, tetapi mereka tidak mengetahui dinamika konflik karena hal-hal tersebut tidak lagi diajarkan di sekolah-sekolah,” jelas Qarmout.
    “Pada 1960-an dan 1970-an, banyak negara Arab yang memiliki kurikulum sekolah yang lengkap tentang Palestina, namun saat ini masyarakat telah berubah dengan kekuatan globalisasi, bahkan identitas,” jelas Qarmout,” katanya.
    Hal yang sama juga terjadi pada para pemimpin baru.
    “Di negara-negara Teluk, misalnya, ada generasi pemimpin baru seperti Mohamed Bin Salman dari Arab Saudi, yang sebagian besar berpendidikan Barat, yang tidak pan-Arab dan tidak melihat Palestina sebagai sebuah isu,” jelas Qarmout.
    “Prioritas mereka berbeda dan begitu pula ambisi mereka,” cetusnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.