Category: Kompas.com Metropolitan

  • 7
                    
                        Jokowi ke Jakarta di Tengah Isu Jadi Kader Golkar, Ini Kata Bahlil
                        Nasional

    7 Jokowi ke Jakarta di Tengah Isu Jadi Kader Golkar, Ini Kata Bahlil Nasional

    Jokowi ke Jakarta di Tengah Isu Jadi Kader Golkar, Ini Kata Bahlil
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Ketua Umum
    Partai Golkar

    Bahlil Lahadalia
    mengatakan, tak ada yang perlu dipersoalkan terkait kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jakarta.
    Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat ditanya oleh awak media mengenai spekulasi bahwa kunjungan Presiden ke-7 RI tersebut berkaitan dengan kemungkinan bergabungnya dia ke Partai Golkar.
    “Pak
    Jokowi
    kalau ke Jakarta, kan enggak apa-apa kan kalau ke Jakarta,” ujar Bahlil saat ditemui di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (7/11/2024).
    Bahlil juga membantah isu yang beredar mengenai Joko Widodo yang akan bergabung dengan Partai Golkar.
    Kabar tersebut muncul di tengah persiapan konferensi pers Partai Golkar yang membahas penyusunan pengurus baru. Adapun konferensi pers ini akan digelar sore ini di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta.
    “Jadi saya sampai hari ini, meyakinkan kepada teman-teman bahwa isu itu enggak benar,” kata Bahlil.
    Meski demikian, Bahlil menyatakan bahwa akan ada kejutan yang disampaikan dalam pengumuman pengurus Partai Golkar nanti.
    Ia menegaskan bahwa nama Jokowi atau Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak termasuk dalam daftar anggota baru Partai Golkar.
    “Kejutannya saya membuat pengurus baru. Sekarang ini kan pengurusnya baru sembilan orang. Nanti sebentar DPP Partai Golkar akan mengumumkan pengurus lengkapnya,” jelas Bahlil.
    “Yang saya tahu enggak ada (nama Jokowi dan Gibran). Nanti sebentar saya akan umumkan secara resmi,” tambahnya.
    Sebagai informasi, Joko Widodo dan istrinya, Iriana Joko Widodo, terbang ke Jakarta pada Kamis.
    Dalam unggahannya di Instagram, Jokowi menjelaskan bahwa mereka melakukan perjalanan tersebut untuk menengok cucu mereka.
    “Setelah lebih dua minggu tinggal di Solo, kami berangkat ke Jakarta untuk menengok cucu, Bismillah,” tulis Jokowi.
    A post shared by Joko Widodo (@jokowi)
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Fenomena Lubang Misterius di Blitar, Pakar Geologi ITS Beri Penjelasan
                        Surabaya

    8 Fenomena Lubang Misterius di Blitar, Pakar Geologi ITS Beri Penjelasan Surabaya

    Fenomena Lubang Misterius di Blitar, Pakar Geologi ITS Beri Penjelasan
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Pakar Geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Amien Widodo mengungkapkan,
    lubang misterius
    yang ditemukan di
    Blitar
    , Jawa Timur disebabkan oleh pelarutan
    batuan kapur
    akibat air.
    Amien menyebut, kondisi geologi di sisi selatan Blitar didominasi oleh batu gamping atau kapur, yang mirip dengan daerah Wonosari di Gunung Kidul, DI Yogyakarta.
    “Daerah Blitar selatan itu kalau geologinya didominasi oleh batu gamping atau kapur seperti di daerah Wonosari. Karena itu satu deretan dengan Wonosari,” kata Amien, di Surabaya, Kamis (7/11/2024).
    Amien menambahkan, struktur batuan gamping sering kali memiliki goa di bawahnya. Proses pelarutan ini dapat menyebabkan penipisan tanah yang berujung pada amblesnya permukaan tanah.
    “Batu gamping itu biasanya di bawahnya ada goa. Gua itu bisa semakin menipis, sehingga bisa ambles atau
    sinkhole
    . (Fenomena) alami, jadi goa di daerah batu gamping itu dia larut oleh air,” sebut Amien.
    Dia juga menjelaskan, seiring pembesaran goa, lubang yang terbentuk akan semakin mendekati permukaan tanah, sehingga meningkatkan risiko ambles.
    “Sehingga goa tadi lubangnya semakin membesar. Berarti
    kan
    mendekati permukaan makin tipis, goanya semakin membesar, sehingga semakin bolong,” tambah dia.
    Amien lalu memperingatkan, ukuran lubang yang terus meluas dapat mengakibatkan hilangnya aliran sungai, karena air akan berpindah ke dalam goa yang terbentuk.
    Meskipun fenomena ini biasa terjadi di daerah batu gamping, pembentukan goa tetap berpotensi membahayakan manusia yang tinggal di sekitarnya.
    “Salah satu fenomena di daerah batu gamping itu sungainya bisa menghilang karena masuk di goa. Fenomena itu (bisa menyebabkan) sungainya hilang. Kalau
    nggak
    ada orang,
    nggak
    masalah,” ujar dia.
    Dia juga meminta pejabat terkait segera melakukan penelitian terhadap ukuran goa yang tersembunyi di bawah tanah, dan menyarankan agar lubang tersebut ditambal jika sungai diperlukan oleh masyarakat.
    “Saya menyarankan kalau bisa di-
    mapping,
    dipetakan, jadi lubang tadi apakah hanya sekecil itu atau jangan-jangan luas. Kalau hanya sekecil itu
    ya
    bisa ditambal, kalau mau memanfaatkan sungai,” ucap Amien.
    Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar melaporkan adanya lubang dengan diameter 1,5 meter di aliran Sungai Kalisat Tenggong yang melintas di Dusun Kaliandong, Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan.
    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttryanto menjelaskan, pihaknya telah melakukan kajian cepat di lokasi lubang misterius tersebut.
    “Berdasarkan hasil asesmen cepat yang kami lakukan, lubang tersebut memiliki kedalaman lebih dari 10 meter,” ujar Ivong kepada
    Kompas.com
    melalui sambungan telepon, kemarin.
    Ivong juga menambahkan, tim yang melakukan kajian mencoba mengarahkan semua aliran air sungai ke lubang tersebut.
    Hasilnya, aliran air sungai seolah tertelan tanpa diketahui pasti ke mana perginya. “Air sungai diarahkan masuk seluruhnya ke lubang itu. Kemudian ditunggu sampai lima jam, bablas (habis) semua airnya,” ungkap Ivong.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bali Masuk Daftar 10 Daerah Rawan Praktik Mafia Peradilan
                
                    
                        
                            Denpasar
                        
                        7 November 2024

    Bali Masuk Daftar 10 Daerah Rawan Praktik Mafia Peradilan Denpasar 7 November 2024

    Bali Masuk Daftar 10 Daerah Rawan Praktik Mafia Peradilan
    Tim Redaksi
    DENPASAR, KOMPAS.com

    Komisi Yudisial
    (KY) menyebutkan bahwa Provinsi
    Bali
    masuk dalam 10 daerah yang terindikasi menjadi lahan praktik para
    mafia peradilan
    .
    Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Komisi Yudisial, Mukti Fajar Nur Dewata, mengungkapkan bahwa Bali masuk 10 besar daerah yang diawasi berdasarkan jumlah
    laporan
    mengenai badan peradilan dan pengadilan.
    “Yang kami laporkan bahwa juga di Bali ini laporan ke KY masuk dalam 10 besar. Jadi karena 10 besar tentu mendapat perhatian,” kata dia kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali pada Kamis (7/11/2024).
    Menurutnya, persoalan tersebut tidak berarti menandakan bahwa lembaga peradilan dan pengadilan di Bali dalam kondisi tidak sehat.
    Namun, ada beberapa jenis kasus yang berpotensi menyebabkan penyalahgunaan kekuasaan atau kewenangan yang dimiliki hakim dan aparat pengadilan.
    “Tadi ada laporan di urutan 10 ya, laporan itu tidak mengindikasikan langsung bahwa di sini jelek, tapi ada potensi-potensi yang cukup. Kalau dari jumlah provinsi di urutan 10 besar kan cukup menjadi perhatian lah, sehingga KY ke sini,” kata dia.
    Mukti mengatakan pihaknya terus mendorong kolaborasi dengan lembaga penegak hukum lainnya untuk mengawasi perilaku para hakim.
    “Contohnya banyak ada mafia tanah, ada yang kemarin macam-macamlah, tapi angkanya 10 besar Bali ini, sehingga kita perlu bersinergi dengan lembaga lain karena kalau kita sendiri kita enggak mampu,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Sulap Parkiran Kampus Unnes seperti Diler Motor hingga Viral, Sujatmiko Punya Cita-cita Terpendam
                        Regional

    10 Sulap Parkiran Kampus Unnes seperti Diler Motor hingga Viral, Sujatmiko Punya Cita-cita Terpendam Regional

    Sulap Parkiran Kampus Unnes seperti Diler Motor hingga Viral, Sujatmiko Punya Cita-cita Terpendam
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Sebuah video yang menampilkan
    parkiran
    sepeda motor dengan penataan unik viral di media sosial.
    Di tempat parkir ini, motor-motor tampak tersusun rapi layaknya sebuah
    showroom
    , dengan pengelompokan berdasarkan merek, model, dan warna.
    Video terkait parkiran ini viral setelah diunggah pada Sabtu (2/11/2024).
    Dari penelusuran, video parkiran yang viral tersebut ternyata berada di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (
    Unnes
    ).
    Dalam video berdurasi 24 detik tersebut, terlihat bagaimana motor-motor seperti Honda Scoopy dan BeAT diparkir dengan teratur, bahkan dikelompokkan berdasarkan warna, mulai dari krem, hitam, hingga merah.
    Hasilnya, parkiran tersebut terlihat malah mirip dengan pameran motor di diler.
    Sujatmiko (28), juru parkir Fakultas Kedokteran, mengatakan, ide tersebut berawal dari kebiasaannya melihat banyak motor dengan warna yang sama diparkir di tempat yang sama.
    “Awalnya kok banyak yang pakai motor warnanya sama semua, makanya coba iseng diatur biar rapi,” ujar Sujatmiko saat ditemui di lokasi parkir, Kamis (7/11/2024).
    Sejak 2023, Sujatmiko menata motor-motor di parkiran fakultas tersebut dengan mengelompokkan motor berdasarkan warna dan mereknya.

    “Saya menata ini bareng teman-teman. Kalau kayak gini butuh waktu sekitar dua jam, karena harus ambil motor satu per satu dari belakang dan menatanya ulang sesuai warna,” kata Sujatmiko.
    Meskipun membutuhkan waktu ekstra dan tenaga, Sujatmiko mengaku mempunyai kepuasan tersendiri jika parkiran rapi.
    “Saya yang ambil motor-motor itu, mahasiswa enggak peduli. Mereka lebih suka melihat parkiran yang rapi dan bagus dilihat,” ujar dia.
    Sujatmiko, yang sudah menghabiskan waktu delapan tahun di Unnes, menyebutkan bahwa impiannya sejak kecil adalah memiliki diler motor.
    “Cita-cita saya dulu pingin punya diler motor. Melihat motor yang tertata dengan rapi seperti ini, rasanya seperti lewat di
    showroom
    motor. Jadi termotivasi,” tambah Sujatmiko.
    Ternyata, usaha Sujatmiko membuahkan hasil. Mahasiswa Unnes kini lebih mudah menemukan motor mereka, dan banyak di antaranya yang tertarik untuk berfoto di parkiran unik tersebut.
    Setiap hari, parkiran itu menjadi tempat favorit bagi mahasiswa yang ingin membuat konten di TikTok.
    “Banyak yang foto di sini, apalagi kalau pulang, mereka merasa lebih mudah karena motor sudah tertata dengan baik,” ungkap Sujatmiko.
    Parkiran
    viral di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah, Kamis (7/11/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Sulap Parkiran Kampus Unnes seperti Diler Motor hingga Viral, Sujatmiko Punya Cita-cita Terpendam
                        Regional

    Sulap Parkiran Kampus Unnes Seperti Dealer Motor hingga Viral, Sujatmiko Punya Cita-cita Terpendam Regional 7 November 2024

    Sulap Parkiran Kampus Unnes seperti Diler Motor hingga Viral, Sujatmiko Punya Cita-cita Terpendam
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Sebuah video yang menampilkan
    parkiran
    sepeda motor dengan penataan unik viral di media sosial.
    Di tempat parkir ini, motor-motor tampak tersusun rapi layaknya sebuah
    showroom
    , dengan pengelompokan berdasarkan merek, model, dan warna.
    Video terkait parkiran ini viral setelah diunggah pada Sabtu (2/11/2024).
    Dari penelusuran, video parkiran yang viral tersebut ternyata berada di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (
    Unnes
    ).
    Dalam video berdurasi 24 detik tersebut, terlihat bagaimana motor-motor seperti Honda Scoopy dan BeAT diparkir dengan teratur, bahkan dikelompokkan berdasarkan warna, mulai dari krem, hitam, hingga merah.
    Hasilnya, parkiran tersebut terlihat malah mirip dengan pameran motor di diler.
    Sujatmiko (28), juru parkir Fakultas Kedokteran, mengatakan, ide tersebut berawal dari kebiasaannya melihat banyak motor dengan warna yang sama diparkir di tempat yang sama.
    “Awalnya kok banyak yang pakai motor warnanya sama semua, makanya coba iseng diatur biar rapi,” ujar Sujatmiko saat ditemui di lokasi parkir, Kamis (7/11/2024).
    Sejak 2023, Sujatmiko menata motor-motor di parkiran fakultas tersebut dengan mengelompokkan motor berdasarkan warna dan mereknya.

    “Saya menata ini bareng teman-teman. Kalau kayak gini butuh waktu sekitar dua jam, karena harus ambil motor satu per satu dari belakang dan menatanya ulang sesuai warna,” kata Sujatmiko.
    Meskipun membutuhkan waktu ekstra dan tenaga, Sujatmiko mengaku mempunyai kepuasan tersendiri jika parkiran rapi.
    “Saya yang ambil motor-motor itu, mahasiswa enggak peduli. Mereka lebih suka melihat parkiran yang rapi dan bagus dilihat,” ujar dia.
    Sujatmiko, yang sudah menghabiskan waktu delapan tahun di Unnes, menyebutkan bahwa impiannya sejak kecil adalah memiliki diler motor.
    “Cita-cita saya dulu pingin punya diler motor. Melihat motor yang tertata dengan rapi seperti ini, rasanya seperti lewat di
    showroom
    motor. Jadi termotivasi,” tambah Sujatmiko.
    Ternyata, usaha Sujatmiko membuahkan hasil. Mahasiswa Unnes kini lebih mudah menemukan motor mereka, dan banyak di antaranya yang tertarik untuk berfoto di parkiran unik tersebut.
    Setiap hari, parkiran itu menjadi tempat favorit bagi mahasiswa yang ingin membuat konten di TikTok.
    “Banyak yang foto di sini, apalagi kalau pulang, mereka merasa lebih mudah karena motor sudah tertata dengan baik,” ungkap Sujatmiko.
    Parkiran
    viral di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah, Kamis (7/11/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2 Kali Mangkir dari Undangan Pansus Pilkada DPRD, Bawaslu Jember Klarifikasi
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        7 November 2024

    2 Kali Mangkir dari Undangan Pansus Pilkada DPRD, Bawaslu Jember Klarifikasi Surabaya 7 November 2024

    2 Kali Mangkir dari Undangan Pansus Pilkada DPRD, Bawaslu Jember Klarifikasi
    Tim Redaksi
    JEMBER, KOMPAS.com
    – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyampaikan alasannya tak menghadiri undangan
    Rapat Dengar Pendapat
    (RDP) Pansus DPRD Jember pada Kamis (7/11/2024).
    Undangan RDP tersebut sudah dikirim sebanyak dua kali. Undangan pertama, Bawaslu meminta agar dijadwalkan kembali.  Namun, pada undangan kedua, Bawaslu kembali tidak hadir.
    Ketua
    Bawaslu Jember
    ,
    Sanda Aditya Pradana
    , menjelaskan pihaknya tidak bisa menghadiri undangan karena masih berada di luar kota, yakni Jakarta. Sementara, dua komisioner lainnya sedang berada di Malang dan Surabaya.
    “Saya dan tiga komisioner di luar kota, saya di Jakarta acara sama Kemendagri,” kata Sanda pada Kompas.com via telepon.
    Ada dua komisioner yang masih di Jember, namun sedang menangani perkara dugaan pelanggaran.
    “Saya dan tiga komisioner di luar kota, saya di Jakarta acara sama Kemendagri,” ucap dia.
    Sanda berjanji akan berkirim surat secara resmi ke
    Pansus Pilkada
    terkait dengan ketidakhadirannya tersebut.
    Selain itu, ia akan menghadiri undangan dari Pansus Pilkada Jember untuk undangan selanjutnya.
    Sebelumnya diberitakan, Panitia Khusus (Pansus) Pilkada DPRD Jember memanggil Bawaslu Jember untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis (7/11/2024).
    Namun, Bawaslu tidak hadir memenuhi undangan Pansus Pilkada DPRD Jember tersebut. Padahal, sudah dua kali diundang untuk menghadiri RDP.
    Ketua Pansus Pilkada DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, menjelaskan pihaknya sudah mengundang Bawaslu sebanyak dua kali untuk menghadiri.
    “Undangan pertama, Bawaslu Jember mengaku masih ada kegiatan sehingga minta dijadwalkan ulang,” kata dia di DPRD Jember.
    Namun, ketika dijadwalkan ulang, Bawaslu juga tetap tidak hadir dalam kegiatan tersebut.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Debat Ke-2 Pilkada Sumut, Ketika Bobby Lempar Pertanyaaan ke Edy
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        7 November 2024

    Debat Ke-2 Pilkada Sumut, Ketika Bobby Lempar Pertanyaaan ke Edy Regional 7 November 2024

    Debat Ke-2 Pilkada Sumut, Ketika Bobby Lempar Pertanyaan ke Edy
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) nomor urut 1
    Bobby Nasution-Surya
    melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan Cagub dan Cawagub Sumut nomor urut 2 Edy Rahmayadi-Hasan Basri 
    Pertanyaan itu dilontarkan dalam debat publik kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumut yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut di Hotel Santika Dyandra, Medan, Rabu (6/11/2024) malam.
    Salah satu pertanyaan Bobby adalah Edy lebih memilih membangun teras Rumah Dinas Gubernur Sumut sebesar Rp 2 miliar daripada membangun jalan provinsi di daerah. 
    Dalam debat pertama, Bobby juga menyinggung Edy lebih memilih membeli aset eks Medan Club sebesar Rp 457 miliar daripada meningkatkan pelayanan kesehatan atau melaksanakan program
    universal health coverage
    (UHC).
    Pertanyaan tajam juga dilontarkan Bobby ketika menanyakan kabar program pembangunan tol dalam kota yang sudah dilakukan peletakan batu pertama. Namun, saat ini, dia tidak tahu batu pertama itu di mana. 
    “Saya sudah cari ke mana-mana, Pak. Di mana batu itu,” tanyanya. 
    Edy menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan kondisi pandemi Covid -19 sehingga dia fokus pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Oleh karenanya, pertanyaannya peletakan batu pertama itu belum terjawab. 
    Lebih lanjut, Bobby dan Surya juga memberikan jawaban yang detail dan spesifik ketika mendapatkan pertanyaan, salah satunya terkait Blok Medan. 
    Bobby mempersilakan dirinya dilaporkan ke aparat penegak hukum apabila memang terlibat dalam hal tersebut.
    Adapun Blok Medan merujuk pada kasus izin tambang di Maluku Utara (Malut) yang melibatkan mantan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba dan menyeret Bobby dan istrinya, Kahiyang Ayu.
    Bobby juga bisa menjelaskan ketika ditanya tentang penanganan sampah yang belum maksimal dengan mengatakan bahwa Medan sebagai kota terjorok. 
    Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menanggapi dengan menjelaskan bahwa Medan pernah menyandang status sebagai kota terjorok. Namun, saat itu, dirinya belum menjabat sebagai Wali Kota (Walkot) Medan.
    Setelah Bobby menjabat, Kota Medan berhasil meraih Adipura. Hal ini dilakukan karena pengelolaan sampah dan tempat pemrosesan akhir (TPA) diubah sesuai arahan pemerintah pusat.
    “Kami juga sudah menyiapkan lahan untuk TPA bersama sesuai arahan Pak Edy yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Sumut, tetapi kami kena
    prank
    ,” katanya. 
    Menurutnya, jika pengerukan drainase menjadi penyumbang sampah, artinya anggaran infrastruktur sebesar Rp 2,7 triliun di Pemprov Sumut juga menjadi penyumbang sampah. 
    Pengamat Politik asal Universitas Sumatera Utara (USU) Indra Fauzan menilai, penampilan Bobby-Surya mengungguli Pasangan Edy-Hasan. 
    “Secara strategi, Bobby dari awal, bahkan dari debat pertama, sudah mengambil inisiatif menyerang terlebih terkait dengan isu isu pembangunan infrastruktur,” ujarnya. 
    Dalam konteks itu, kata dia, Bobby terlihat unggul dalam penyajian data yang baik, terutama soal jalan, Balai Latihan Kerja (BLK), dan anggaran yang digunakan lawan politiknya. 
    Indra mengatakan, debat kedua secara umum sudah baik dan publik ingin melihat program-program yang lebih nyata.
    “Jadi, tidak hanya soal saling menguliti atau men-
    downgrade
    lawan, malah program-programya sendiri tidak begitu menonjol,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kalut, Perempuan di Balikpapan Bunuh Bayi yang Dilahirkan, Jasad Korban Disembunyikan di Lemari
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        7 November 2024

    Kalut, Perempuan di Balikpapan Bunuh Bayi yang Dilahirkan, Jasad Korban Disembunyikan di Lemari Regional 7 November 2024

    Kalut, Perempuan di Balikpapan Bunuh Bayi yang Dilahirkan, Jasad Korban Disembunyikan di Lemari
    Editor
    KOMPAS.com
    – KH (21), wanita asal
    Balikpapan
    , Kalimantan Timur membunuh bayi perempuan yang baru dilahirkan.
    Lalu jasad korban dibungkus plastik dalam baskom dan disembunyikan ke lemari. Setelah melahirkan, KH mengeluh pendarahan ke orangtuanya.
    KH kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Saat itu lah KH diketahui baru saja melahirkan. Keluarga KH terkejut karena perempuan 21 tahun itu belum menikah.
    KH kemudian diminta keterangan soal kondisi bayinya. Polisi kemudian ke rumah orangtua KH dan menemukan jasad bayi dalam lemari.
    Diketahui tubuh bayi dalam kondisi memar dan diduga mati lemas karena tekanan dari luar yang menghalangi pernapasannya.
    Saat diperiksa, KH mengaku kalut dan takut serta malu jika kehamilannya diketahui oleh tetangga. Dia hamil setelah melakukan hubungan dengan seorang pria berinisial MR.
    Menurut KH, ia melahirkan dan membunuh bayinya sendiri pada Jumat (23/8/2024).
    Kanit PPA Polresta Balikpapan, Ipda Futuhatul Laduniyah mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait pria berinisial MR yang disebut-sebut mengenal KH.
    “Untuk teman prianya yang diduga sebagai ayah dari korban bayi tersebut, kami masih melakukan penyelidikan, apakah memang benar seseorang dengan inisial MR tersebut atau bukan,” ujar Futuhatul, Rabu (6/11/2024).
    Ia mengatakan polisi juga menelusuri kaitan MR dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan KH.
    “Kami masih mencari tahu posisinya, di mana asalnya, dan siapa dia,” katanya.
    Menurut keterangan KH, ia hanya mengenal MR selama tiga bulan dan terakhir berkomunikasi antara akhir tahun 2023 hingga awal 2024.
    “Terakhir kali mereka berkomunikasi antara Desember 2023 dan Januari 2024, di antara periode itu juga mereka melakukan hubungan badan yang terakhir kalinya,” tandas Futuhatul.
    Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Soal Bayi di Balikpapan yang Dihabisi Ibunya, Polisi Kini Buru Jejak sang Ayah
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hilang 2 Hari Saat Melaut, Nelayan di Situbondo Ditemukan Tewas
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        7 November 2024

    Hilang 2 Hari Saat Melaut, Nelayan di Situbondo Ditemukan Tewas Surabaya 7 November 2024

    Hilang 2 Hari Saat Melaut, Nelayan di Situbondo Ditemukan Tewas
    Tim Redaksi
    SITUBONDO, KOMPAS.com
    – Subakri (58), warga Pesisir Selatan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten
    Situbondo
    , Provinsi Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia pada Kamis (7/11/2024).
    Korban sebelumnya dinyatakan hilang saat mencari ikan di laut.
    Koordinator Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono, menyatakan bahwa penemuan mayat dilakukan oleh sesama nelayan di Perairan Kalbut Situbondo. Lokasinya sekitar 2 mil dari garis bibir pantai.
    “Kami dihubungi via WhatsApp oleh warga bahwa ada penemuan mayat di sekitar kapal tanker, sehingga Tim SAR langsung menuju lokasi,” katanya pada Kamis (7/11/2024).
    Pada pukul 09.30, mayat sampai di Pantai Gelung dan langsung dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Panarukan. Setelah itu, mayatnya dibawa ke RSUD Abdoer Rahem.
    “Pihak keluarga datang bersama Kepala Desa Kilensari untuk memastikan mayat, dan ternyata benar pihak keluarga mengakui bahwa yang bersangkutan adalah Subakri yang hilang kemarin,” katanya.
    Informasi sebelumnya menyebutkan bahwa korban dinyatakan hilang saat melaut pada Selasa (5/11/2024).
    Sehingga dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Selama sehari semalam, proses pencarian sulit dilakukan.
    “Alhamdulillah sudah ditemukan, dan pada pukul 11.00 WIB 7 November 2024, Basarnas Pos SAR Jember menutup operasi SAR Gabungan pencarian nelayan yang hilang,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cekcok soal Kasbon Harian, Pimpinan dan Karyawan Koperasi di Purworejo Saling Tikam
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        7 November 2024

    Cekcok soal Kasbon Harian, Pimpinan dan Karyawan Koperasi di Purworejo Saling Tikam Regional 7 November 2024

    Cekcok soal Kasbon Harian, Pimpinan dan Karyawan Koperasi di Purworejo Saling Tikam
    Tim Redaksi
    PURWOREJO, KOMPAS.com
    – Seorang pimpinan dan karyawan sebuah koperasi simpan pinjam (KSP) di
    Purworejo
    , terlibat perkelahian yang mengakibatkan luka serius.
    Perkelahian tersebut terjadi di kantor koperasi yang terletak di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Purworejo, pada Rabu (6/11/2024) malam.
    Keduanya dilarikan ke rumah sakit setelah insiden tersebut, yang diduga dipicu oleh kekecewaan karyawan terkait penolakan permintaan kenaikan kasbon harian.
    Kapolsek Purworejo, AKP Bruyi Rohman, mengatakan, kejadian bermula pada pukul 17.00 WIB.
    Karyawan bernama Pendi (27) kembali ke kantor setelah menemui nasabah.
    Setelah menyelesaikan administrasi dan menyetorkan uang kepada bendahara kantor, Maorin, Pendi kemudian menghadap Purwanto (42),
    pimpinan koperasi
    , untuk meminta kenaikan kasbon harian.
    Permintaan ini ditolak, yang memicu pertengkaran antara keduanya.
    Salah satu karyawan, Amel, yang melihat pertengkaran tersebut merasa ketakutan dan keluar dari kantor.
    “Karena emosi, Pendi langsung berdiri dari tempat duduknya dan mendorong Purwanto hingga terdorong ke tembok. Setelah itu, Pendi membalikkan meja di depan Purwanto,” ungkap Bruyi, pada Kamis (7/11/2024).
    Dalam keadaan emosional, Purwanto mengambil sebilah badik dari dalam laci mejanya yang terbalik dan mengacungkannya kepada Pendi untuk menakut-nakuti.
    Melihat situasi semakin memanas, Maorin berteriak untuk mencegah, namun ia akhirnya berlari keluar karena ketakutan.
    Dari luar kantor, Maorin dan Amel meminta pertolongan.
    Tidak lama kemudian, warga setempat datang untuk melerai perkelahian.
    Saat warga masuk ke kantor, mereka melihat Pendi keluar dengan kondisi terluka sambil membuang badik, sementara Purwanto terduduk di lantai dengan luka yang sama.
    Petugas dari Polsek Purworejo segera mengevakuasi kedua orang tersebut ke RSUD Tjitrowardojo setelah menerima laporan dari warga.
    Akibat perkelahian ini, Purwanto mengalami luka robek pada kepala bagian atas dan dahi, lecet pada lengan tangan sebelah kiri, patah tulang pada jari kelingking tangan kanan.
    Sementara itu, Pendi mengalami luka tusuk pada perut sebelah kanan, kepala sebelah kiri.
    Saat ini, keduanya sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Tjitrowardojo.
    Kasus ini sedang dalam penyelidikan Polsek Purworejo bersama Polres Purworejo.
    “Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap sabar dalam menghadapi permasalahan. Selesaikanlah masalah jangan dengan emosi,” imbau Bruyi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.