Ridwan Kamil Janji Bangun Area Pemakaman di Pulau Panjang
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Calon gubernur Jakarta nomor urut 1,
Ridwan Kamil
berjanji akan membangun Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Pulau Panjang, Kepulauan Seribu, jika memenangi
Pilkada Jakarta
2024.
“Salah satu yang saya dengar dan saya perjuangkan adalah kebutuhan lahan pemakaman. Nanti, kalau jadi gubernur, saya akan memperjuangkan lahan pemakaman di Pulau Panjang,” ujar Ridwan Kamil saat kampanye di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Minggu (10/11/2024).
Mantan gubernur Jawa Barat ini mengatakan, Pulau Panjang memiliki lahan yang cukup besar dibandingkan pulau lainnya di Kepulauan Seribu. Luas lahan ini yang bakal dimanfaatkan sebagai area pemakaman.
“Pulau Panjang ini pulaunya besar, tapi manfaatya sedikit, kalau mubazir temannya setan. Kami akan manfaatkan pulau milik pemerintah Jakarta untuk melayani warga, salah satunya untuk lahan pemakaman,” ucapnya.
Selain menjanjikan area pemakaman, Ridwan Kamil juga mengaku akan melanjutkan program-program yang bermanfaat bagi warga jika menjadi gubernur Jakarta periode 2024-2029.
“Yang kurang kami sempurnakan, yang belum ada kami adakan,” tambahnya.
Salah satu yang akan dipertahankan bahkan ditingkatkan adalah program bantuan pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
“KJP akan diperpanjang, kartu lansia dipertahankan, datanya diperbaiki supaya adil,” ucapnya.
Ridwan Kamil juga menyinggung soal program sekolah swasta gratis di Jakarta yang saat ini masih dalam proses penggarapan oleh Pemprov dan DPRD Provinsi Jakarta.
Dia menjanjikan anak-anak yang tidak dapat sekolah di negeri dapat melanjutkan ke sekolah swasta tanpa memikirkan biaya.
“Yang akan dihadirkan, anak-anak yang sekolahnya di swasta akan dibayar,” ucapnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2023/05/13/645edba85f4d3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sebelum Tewas Gantung Diri, Pria di Pasar Minggu Pernah Lakukan Upaya Serupa Megapolitan 10 November 2024
Sebelum Tewas Gantung Diri, Pria di Pasar Minggu Pernah Lakukan Upaya Serupa
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Seorang pria berinisial AS (21) ditemukan tewas
gantung diri
di kamar kosnya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (9/11/2024). Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela mengungkapkan bahwa AS diketahui pernah mencoba
bunuh diri
sebelumnya.
“Saksi 3 menjelaskan bahwa korban pernah mencoba bunuh diri, perangai korban punya temperamen sendiri. Bila ada masalah, dia mencelakai diri sendiri,” kata Anggiat dalam keterangannya, Minggu (10/11/2024).
Sebelum ditemukan tewas, AS sempat mengirimkan pesan suara (
voice note
) kepada salah seorang saksi, berinisial ER, pada pukul 03.00 WIB. Pesan tersebut membuat ER khawatir.
“Namun ada
voice note
(VN) yang berisi, ‘Bang, bawa balik badan
gua
ke ibu
gua
ya, Bang. Assalamualaikum’” ujar Anggiat, mengutip pesan AS.
ER segera menuju kos AS yang berada di lantai atas bangunan. Sesampainya di sana, ia mendapati AS sudah tergantung dengan tali rafia merah di pintu kamar mandi.
“ER melihat korban sudah terikat oleh tali rafia di pintu kamar mandi, lalu saksi sempat berteriak minta tolong dan datang saksi 2. Bersama warga, mereka membantu dengan memotong tali rafia yang mengikat lehernya,” jelasnya.
Setelah menurunkan tubuh AS, ER masih merasakan denyut nadi lemah di leher korban dan segera memberikan napas buatan.
AS kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, namun upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Polisi saat ini masih menyelidiki latar belakang AS yang nekat mengakhiri hidupnya. Dugaan sementara, AS mengalami
depresi
akibat masalah asmara usai putus hubungan dengan kekasihnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2020/08/01/5f251724365b2.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pria di Tanjung Priok Ditemukan Tewas Dalam Kamar Mandi Megapolitan 10 November 2024
Pria di Tanjung Priok Ditemukan Tewas Dalam Kamar Mandi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Seorang pria berinisial CRY (27) ditemukan
tewas
di kamar mandi kosnya di Jalan Agung Utara V, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu malam (9/11/2024) sekitar pukul 19.30 WIB.
Korban diduga meninggal akibat penyakit asma yang dideritanya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa CRY pertama kali ditemukan oleh rekannya, ESG.
“Awal kejadian menurut keterangan saksi 1 (ESG), saksi 1 dan korban masih berkomunikasi via
online
, terakhir hari Selasa pukul 12.00 WIB. Setelah empat hari tidak ada respon dari korban, lalu saksi 1 mendatangi kos-kosan korban,” ujar Ade dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/11/2024).
Saat tiba di lokasi, ESG mengetuk pintu kamar kos korban, namun tidak ada jawaban. ESG kemudian memanggil saksi lainnya, IMS, untuk membantu memastikan keadaan korban. Karena tetap tidak ada respons, IMS membuka jendela kamar secara paksa.
“Saksi 2 mencongkel jendela samping kamar kos-kosan korban, dan menemukan korban di dalam kamar mandi dengan posisi duduk di atas kloset dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Ade.
Menurut ESG, CRY diketahui memiliki riwayat asma, dan di kamar kos korban juga ditemukan obat asma. Saat ini, jenazah CRY telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Kasus ini tengah ditangani oleh Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/10/67304b268cb77.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
8 Sejumlah Oknum TNI Serang Warga di Deli Serdang, 1 Tewas dan Puluhan Orang Terluka Medan
Sejumlah Oknum TNI Serang Warga di Deli Serdang, 1 Tewas dan Puluhan Orang Terluka
Tim Redaksi
MEDAN, KOMPAS.com
– Sejumlah warga di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten
Deli Serdang
, mengalami serangan oleh puluhan oknum TNI pada Jumat (8/11/2024) malam.
Akibat insiden tersebut, puluhan warga mengalami luka-luka, dan seorang di antaranya,
Raden Barus
(61), dilaporkan meninggal dunia diduga akibat penganiayaan.
Kepala Desa Selamat, Bahrun, mengonfirmasi kejadian ini dan menjelaskan bahwa Raden keluar dari rumahnya setelah mendengar keributan.
“Sewaktu keluar itu lah, diduga dia dipukuli puluhan oknum TNI. Ada beberapa luka lebam di bagian tubuhnya,” kata Bahrun saat diwawancarai di lokasi, Minggu (10/11/2024).
Lebih lanjut, Bahrun menyebutkan bahwa korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Korban ini meninggal dunia pas di jalan mau dibawa ke rumah sakit,” sambungnya.
Kepala Unit Reskrim Polsek Sibiru-biru, Ipda Natan Simatupang, juga membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan kondisi korban yang meninggal dunia dengan rincian sebagai berikut
kepala terluka parah,
wajah lebam dan Luka akibat benda tajam di punggung bagian kiri.
“Data korban yang luka-luka ada 10 orang. Terkait penyerang siapa dan apa motifnya masih diselidiki,” tutup Natan kepada
Kompas.com
melalui saluran telepon.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan di kalangan warga dan memicu perhatian dari berbagai pihak.
Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap fakta di balik serangan yang memicu ketegangan di desa tersebut.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/10/673037fecf6ec.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kepada Ridwan Kamil, Warga Pulau Untung Jawa Keluhkan Harga Alat Tangkap Ikan dan Lapangan Kerja Megapolitan 10 November 2024
Kepada Ridwan Kamil, Warga Pulau Untung Jawa Keluhkan Harga Alat Tangkap Ikan dan Lapangan Kerja
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Seorang nelayan
Pulau Untung Jawa
, Haji Ali Ardi, mengeluhkan mahalnya harga alat tangkap ikan kepada calon gubernur Jakarta nomor urut 1,
Ridwan Kamil
, yang mengunjungi pulau tersebut, Minggu (10/11/2024).
Pulau Untung Jawa, yang merupakan destinasi wisata di Kepulauan Seribu, sebagian besar dihuni oleh masyarakat yang bekerja sebagai nelayan.
“Sebetulnya masyarakat sini nelayan lagi susah. Yang lagi susah itu kayak (pembelian) alat nelayan, ini paling susah, Pak,” ungkap Ali kepada Ridwan Kamil.
Menanggapi keluhan ini, Ridwan Kamil bertanya apakah kesulitan nelayan dalam mendapatkan alat tangkap juga disebabkan oleh kenaikan harga.
“Bisa juga (karena itu), alat-alatnya sedang mahal. Harapannya pemerintah bisa membantu, di sini semua nelayan, Pak,” jawab Ali.
Ali menambahkan bahwa nelayan di Pulau Untung Jawa harus berlayar setiap hari, bahkan ada yang menginap hingga seminggu di laut untuk menangkap ikan merah dan ikan kerapu di perairan utara hingga Lampung.
Penghasilan nelayan setempat juga tidak menentu, bergantung pada hasil tangkapan. Ali menyebutkan, rata-rata pendapatan per bulannya sekitar Rp 2 juta.
“Enggak tentu, Pak, kira-kira paling Rp 2 jutaan kecil perbulan kalau dihitung-hitung,” ujar Ali.
Selain itu, seorang ibu rumah tangga bernama Rohyana, istri seorang nelayan, juga menyampaikan harapannya kepada Ridwan Kamil terkait lapangan pekerjaan bagi generasi muda di Pulau Untung Jawa.
Ia berharap anak-anak di pulau itu tidak menganggur meskipun mayoritas berasal dari keluarga nelayan.
“Masalah kerja untuk anak di Pulau Untung Jawa, Pak, kalau bisa anak-anak jangan sampai ada pengangguran. Sebagaian besar bapaknya nelayan, tapi alhamdulillah ada yang sarjana,” kata Rohyana.
Menurut Rohyana, sulitnya mendapatkan pekerjaan seringkali karena tidak adanya koneksi.
“Kalau kita tidak punya orang dalam, tidak masuk anak kita, ini yang saya utamakan, lapangan kerja untuk Pulau Untung Jawa,” katanya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/10/67302f5cb4459.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Massa Injak Stiker Bergambar Bendera Israel di Depan Kedubes AS, Serukan Pembebasan Palestina Megapolitan 10 November 2024
Massa Injak Stiker Bergambar Bendera Israel di Depan Kedubes AS, Serukan Pembebasan Palestina
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Sekelompok massa menginjak stiker bergambar bendera
Israel
yang ditempel di aspal Jalan Medan Merdeka Selatan, tepat di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Minggu (10/11/2024).
Aksi ini terjadi usai orator membubarkan demonstrasi yang digelar untuk memperingati 400 hari
genosida
Israel terhadap Palestina.
Pengamatan di lokasi menunjukkan stiker bergambar bendera Israel ditempel di salah satu sisi jalan dekat mobil pikap yang digunakan untuk berorasi. Pada stiker itu terdapat jejak kaki berwarna hitam yang menunjukkan simbol penolakan terhadap Israel.
Para peserta aksi secara bergiliran mengambil dokumentasi sambil berdiri di atas stiker tersebut. Seorang wanita bahkan merekam video sambil menyerukan dukungan untuk Palestina.
”
Free Palestine! Stop Genocide!
” teriaknya lantang, disusul dengan seruan, “
Israel, Amerika Serikat, the real terrorist!
” sambil mengentakkan kakinya ke arah stiker bendera Israel.
Majelis Ormas Islam (MOI) bersama Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar aksi yang diikuti ratusan orang dari berbagai ormas dan komunitas Islam.
Massa mulai memadati area depan Kedubes AS sejak pukul 06.00 WIB dan menyampaikan enam poin pernyataan sikap, termasuk desakan kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk bertindak tegas terhadap genosida Israel.
“Amerika Serikat tidak beda dengan Israel, sama-sama penjajah. Sementara Indonesia negara yang anti penjajahan, sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan Perikemanusiaan dan Perikeadilan,” ujar Sekretaris Umum FPI Buya Husein.
Ia menambahkan, “Saya ingatkan kepada Bapak Presiden Prabowo, tegaslah Anda. Jangan pernah bungkam, jangan pernah diam terhadap penjajah di manapun, termasuk negara AS yang ada perwakilannya di negeri kita.”
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/10/673032be16342.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pramono Anung Janji Tak Akan Gusur PKL jika Terpilih Jadi Gubernur Jakarta Megapolitan 10 November 2024
Pramono Anung Janji Tak Akan Gusur PKL jika Terpilih Jadi Gubernur Jakarta
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Calon gubernur Jakarta nomor urut 3,
Pramono Anung
, menegaskan komitmennya untuk tidak menggusur pedagang kaki lima (PKL) jika terpilih pada
Pilkada Jakarta
2024.
Pernyataan ini disampaikan Pramono saat berkampanye di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/11/2024).
“Nanti kalau saya jadi gubernur Jakarta bagi warga, saya akan menerapkan prinsip begini yang penting tertib, tidak ada penggusuran terutama untuk PKL,” kata Pramono dalam sambutannya.
Pramono menyatakan, fokus utamanya adalah pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memastikan para PKL mau diatur dan tertib.
Ia berjanji akan memberikan fasilitas bagi PKL agar dapat berdagang dengan baik dan teratur.
“Buat kaki lima yang penting pemberdayaan dan mau diatur dengan baik sehingga mereka kita fasilitasi dan mereka kita beri ruang untuk bisa bekerja dengan baik,” tambahnya.
Pramono juga menanggapi adanya kekhawatiran bahwa ia akan menyingkirkan PKL jika menjadi gubernur.
“Saya mendengar bahwa seakan-akan kalau kita memimpin (Jakarta), PKL akan dipinggirkan, itu enggak. Saya sudah menyampaikan secara terbuka,” tegas Pramono.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/10/67302f5cb4459.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ormas Islam Gelar Aksi Peringatan 400 Hari Genosida Israel di Palestina Megapolitan 10 November 2024
Ormas Islam Gelar Aksi Peringatan 400 Hari Genosida Israel di Palestina
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Majelis Ormas Islam (
MOI
) bersama Front Persaudaraan Islam (
FPI
) menggelar aksi peringatan 400 hari
genosida
Israel di Palestina, di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2024).
Aksi dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dengan zikir, doa, pembacaan ayat suci Al-Quran, dan lantunan selawat.
Pengamatan di lokasi menunjukkan ratusan peserta aksi kompak mengenakan pakaian muslim putih untuk pria dan hitam untuk wanita.
Mereka juga memakai selendang bermotif bendera Palestina di leher, sementara sebagian lainnya mengenakan sorban bermotif.
Polisi turut bersiaga di sekitar lokasi, dan sejumlah beton pengaman telah dipasang di belakang lokasi aksi. Salah seorang peserta yang berdiri di atas mobil pikap menyampaikan seruan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
“Menuntut Indonesia serius dalam dukungan kemerdekaan Palestina dengan ikut berperan aktif secara internasional menekan zionis Israel serta para sekutunya, untuk segera hentikan genosida khususnya di wilayah Gaza Utara pada saat ini dan merdekakan Palestina, bukan sekedar ‘
lips services
’ belaka,” ujarnya.
Setidaknya ada enam poin tuntutan yang dibacakan oleh para orator atas nama rakyat Indonesia. Selain itu, mereka juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Malaysia yang berencana mengajukan resolusi untuk mengusir Israel dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Setelah orasi, salah satu peserta mengingatkan massa untuk tak segan mengusir warga Israel yang ditemui di Indonesia.
“Jangan lupa, kalau jalan
ketemu
orang Israel, diusir. Setuju? Di Bali sudah ada orang Israel, kacau tidak?” ujarnya di depan massa.
Aksi diakhiri sekitar pukul 10.00 WIB dengan iringan nyanyian dari grup penampil.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/11/10/673063a56d71c.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/11/10/6730333762110.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)