Category: Kompas.com Metropolitan

  • Ridwan Kamil Janji Bangun Area Pemakaman di Pulau Panjang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 November 2024

    Ridwan Kamil Janji Bangun Area Pemakaman di Pulau Panjang Megapolitan 10 November 2024

    Ridwan Kamil Janji Bangun Area Pemakaman di Pulau Panjang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Calon gubernur Jakarta nomor urut 1,
    Ridwan Kamil
    berjanji akan membangun Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Pulau Panjang, Kepulauan Seribu, jika memenangi
    Pilkada Jakarta
    2024.
    “Salah satu yang saya dengar dan saya perjuangkan adalah kebutuhan lahan pemakaman. Nanti, kalau jadi gubernur, saya akan memperjuangkan lahan pemakaman di Pulau Panjang,” ujar Ridwan Kamil saat kampanye di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Minggu (10/11/2024).
    Mantan gubernur Jawa Barat ini mengatakan, Pulau Panjang memiliki lahan yang cukup besar dibandingkan pulau lainnya di Kepulauan Seribu. Luas lahan ini yang bakal dimanfaatkan sebagai area pemakaman.
    “Pulau Panjang ini pulaunya besar, tapi manfaatya sedikit, kalau mubazir temannya setan. Kami akan manfaatkan pulau milik pemerintah Jakarta untuk melayani warga, salah satunya untuk lahan pemakaman,” ucapnya.
    Selain menjanjikan area pemakaman, Ridwan Kamil juga mengaku akan melanjutkan program-program yang bermanfaat bagi warga jika menjadi gubernur Jakarta periode 2024-2029.
    “Yang kurang kami sempurnakan, yang belum ada kami adakan,” tambahnya.
    Salah satu yang akan dipertahankan bahkan ditingkatkan adalah program bantuan pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
    “KJP akan diperpanjang, kartu lansia dipertahankan, datanya diperbaiki supaya adil,” ucapnya.
    Ridwan Kamil juga menyinggung soal program sekolah swasta gratis di Jakarta yang saat ini masih dalam proses penggarapan oleh Pemprov dan DPRD Provinsi Jakarta.
    Dia menjanjikan anak-anak yang tidak dapat sekolah di negeri dapat melanjutkan ke sekolah swasta tanpa memikirkan biaya.
    “Yang akan dihadirkan, anak-anak yang sekolahnya di swasta akan dibayar,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sebelum Tewas Gantung Diri, Pria di Pasar Minggu Pernah Lakukan Upaya Serupa
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 November 2024

    Sebelum Tewas Gantung Diri, Pria di Pasar Minggu Pernah Lakukan Upaya Serupa Megapolitan 10 November 2024

    Sebelum Tewas Gantung Diri, Pria di Pasar Minggu Pernah Lakukan Upaya Serupa
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Seorang pria berinisial AS (21) ditemukan tewas
    gantung diri
    di kamar kosnya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (9/11/2024). Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela mengungkapkan bahwa AS diketahui pernah mencoba
    bunuh diri
    sebelumnya.
    “Saksi 3 menjelaskan bahwa korban pernah mencoba bunuh diri, perangai korban punya temperamen sendiri. Bila ada masalah, dia mencelakai diri sendiri,” kata Anggiat dalam keterangannya, Minggu (10/11/2024).
    Sebelum ditemukan tewas, AS sempat mengirimkan pesan suara (
    voice note
    ) kepada salah seorang saksi, berinisial ER, pada pukul 03.00 WIB. Pesan tersebut membuat ER khawatir.
    “Namun ada
    voice note
    (VN) yang berisi, ‘Bang, bawa balik badan
    gua
    ke ibu
    gua
    ya, Bang. Assalamualaikum’” ujar Anggiat, mengutip pesan AS.
    ER segera menuju kos AS yang berada di lantai atas bangunan. Sesampainya di sana, ia mendapati AS sudah tergantung dengan tali rafia merah di pintu kamar mandi.
    “ER melihat korban sudah terikat oleh tali rafia di pintu kamar mandi, lalu saksi sempat berteriak minta tolong dan datang saksi 2. Bersama warga, mereka membantu dengan memotong tali rafia yang mengikat lehernya,” jelasnya.
    Setelah menurunkan tubuh AS, ER masih merasakan denyut nadi lemah di leher korban dan segera memberikan napas buatan.
    AS kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, namun upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
    Polisi saat ini masih menyelidiki latar belakang AS yang nekat mengakhiri hidupnya. Dugaan sementara, AS mengalami
    depresi
    akibat masalah asmara usai putus hubungan dengan kekasihnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pria di Tanjung Priok Ditemukan Tewas Dalam Kamar Mandi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 November 2024

    Pria di Tanjung Priok Ditemukan Tewas Dalam Kamar Mandi Megapolitan 10 November 2024

    Pria di Tanjung Priok Ditemukan Tewas Dalam Kamar Mandi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Seorang pria berinisial CRY (27) ditemukan
    tewas
    di kamar mandi kosnya di Jalan Agung Utara V, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu malam (9/11/2024) sekitar pukul 19.30 WIB.
    Korban diduga meninggal akibat penyakit asma yang dideritanya.
    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa CRY pertama kali ditemukan oleh rekannya, ESG.
    “Awal kejadian menurut keterangan saksi 1 (ESG), saksi 1 dan korban masih berkomunikasi via
    online
    , terakhir hari Selasa pukul 12.00 WIB. Setelah empat hari tidak ada respon dari korban, lalu saksi 1 mendatangi kos-kosan korban,” ujar Ade dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/11/2024).
    Saat tiba di lokasi, ESG mengetuk pintu kamar kos korban, namun tidak ada jawaban. ESG kemudian memanggil saksi lainnya, IMS, untuk membantu memastikan keadaan korban. Karena tetap tidak ada respons, IMS membuka jendela kamar secara paksa.
    “Saksi 2 mencongkel jendela samping kamar kos-kosan korban, dan menemukan korban di dalam kamar mandi dengan posisi duduk di atas kloset dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Ade.
    Menurut ESG, CRY diketahui memiliki riwayat asma, dan di kamar kos korban juga ditemukan obat asma. Saat ini, jenazah CRY telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.
    Kasus ini tengah ditangani oleh Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kampanye di Kepulauan Seribu, Ridwan Kamil Tegaskan Dapat Dukungan dari Presiden Prabowo
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 November 2024

    Kampanye di Kepulauan Seribu, Ridwan Kamil Tegaskan Dapat Dukungan dari Presiden Prabowo Megapolitan 10 November 2024

    Kampanye di Kepulauan Seribu, Ridwan Kamil Tegaskan Dapat Dukungan dari Presiden Prabowo
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Calon gubernur Jakarta nomor urut 1,
    Ridwan Kamil
    , menyatakan bahwa ia bersama calon wakil gubernurnya, Suswono, mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto pada kontestasi
    Pilkada Jakarta
    2024.
    Hal ini disampaikan Ridwan saat berkampanye di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Minggu (10/11/2024).
    “Kalau yang dicari gubernurnya yang didukung Pak Prabowo Subianto ya pasangan Rido (Ridwan Kamil-Suswono),” kata Ridwan Kamil di hadapan para pendukungnya.
    Ridwan menjelaskan bahwa pasangan Rido dibentuk atas permintaan dan dukungan langsung dari Prabowo.
    “Pasangan Rido ini hadir karena dilahirkan oleh permintaan Pak Prabowo Subianto, nomor satu,” ujarnya.
    Dalam kampanye itu, Ridwan Kamil juga memaparkan pengalamannya selama 10 tahun sebagai pemimpin Jawa Barat dan tujuh tahun bekerja di luar negeri sebagai penasihat dalam proyek-proyek desain kota internasional.
    “Kalau dicari gubernur yang paham dunia internasional, saya tujuh tahun kerjanya di luar negeri di Hongkong, di Amerika, mendesain kota global,” tambahnya.
    Ridwan berjanji akan meningkatkan kesejahteraan warga Kepulauan Seribu, termasuk Pulau Untung Jawa, yang mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan.
    “Jadi insya Allah saya sulap banyak hal luar biasa termasuk nanti kita bikin Untung Jawa ini makin untung,” katanya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Sejumlah Oknum TNI Serang Warga di Deli Serdang, 1 Tewas dan Puluhan Orang Terluka
                        Medan

    8 Sejumlah Oknum TNI Serang Warga di Deli Serdang, 1 Tewas dan Puluhan Orang Terluka Medan

    Sejumlah Oknum TNI Serang Warga di Deli Serdang, 1 Tewas dan Puluhan Orang Terluka
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Sejumlah warga di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten
    Deli Serdang
    , mengalami serangan oleh puluhan oknum TNI pada Jumat (8/11/2024) malam.
    Akibat insiden tersebut, puluhan warga mengalami luka-luka, dan seorang di antaranya,
    Raden Barus
    (61), dilaporkan meninggal dunia diduga akibat penganiayaan.
    Kepala Desa Selamat, Bahrun, mengonfirmasi kejadian ini dan menjelaskan bahwa Raden keluar dari rumahnya setelah mendengar keributan.
    “Sewaktu keluar itu lah, diduga dia dipukuli puluhan oknum TNI. Ada beberapa luka lebam di bagian tubuhnya,” kata Bahrun saat diwawancarai di lokasi, Minggu (10/11/2024).
    Lebih lanjut, Bahrun menyebutkan bahwa korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
    “Korban ini meninggal dunia pas di jalan mau dibawa ke rumah sakit,” sambungnya.
    Kepala Unit Reskrim Polsek Sibiru-biru, Ipda Natan Simatupang, juga membenarkan peristiwa tersebut.
    Ia menjelaskan kondisi korban yang meninggal dunia dengan rincian sebagai berikut 
    kepala terluka parah, 
    wajah lebam dan Luka akibat benda tajam di punggung bagian kiri.
    “Data korban yang luka-luka ada 10 orang. Terkait penyerang siapa dan apa motifnya masih diselidiki,” tutup Natan kepada
    Kompas.com
    melalui saluran telepon.
    Insiden ini menimbulkan keprihatinan di kalangan warga dan memicu perhatian dari berbagai pihak.
    Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap fakta di balik serangan yang memicu ketegangan di desa tersebut.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kampanye di Kepulauan Seribu, Ridwan Kamil Tegaskan Dapat Dukungan dari Presiden Prabowo
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 November 2024

    Kepada Ridwan Kamil, Warga Pulau Untung Jawa Keluhkan Harga Alat Tangkap Ikan dan Lapangan Kerja Megapolitan 10 November 2024

    Kepada Ridwan Kamil, Warga Pulau Untung Jawa Keluhkan Harga Alat Tangkap Ikan dan Lapangan Kerja
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Seorang nelayan
    Pulau Untung Jawa
    , Haji Ali Ardi, mengeluhkan mahalnya harga alat tangkap ikan kepada calon gubernur Jakarta nomor urut 1,
    Ridwan Kamil
    , yang mengunjungi pulau tersebut, Minggu (10/11/2024).
    Pulau Untung Jawa, yang merupakan destinasi wisata di Kepulauan Seribu, sebagian besar dihuni oleh masyarakat yang bekerja sebagai nelayan.
    “Sebetulnya masyarakat sini nelayan lagi susah. Yang lagi susah itu kayak (pembelian) alat nelayan, ini paling susah, Pak,” ungkap Ali kepada Ridwan Kamil.
    Menanggapi keluhan ini, Ridwan Kamil bertanya apakah kesulitan nelayan dalam mendapatkan alat tangkap juga disebabkan oleh kenaikan harga.
    “Bisa juga (karena itu), alat-alatnya sedang mahal. Harapannya pemerintah bisa membantu, di sini semua nelayan, Pak,” jawab Ali.
    Ali menambahkan bahwa nelayan di Pulau Untung Jawa harus berlayar setiap hari, bahkan ada yang menginap hingga seminggu di laut untuk menangkap ikan merah dan ikan kerapu di perairan utara hingga Lampung.
    Penghasilan nelayan setempat juga tidak menentu, bergantung pada hasil tangkapan. Ali menyebutkan, rata-rata pendapatan per bulannya sekitar Rp 2 juta.
    “Enggak tentu, Pak, kira-kira paling Rp 2 jutaan kecil perbulan kalau dihitung-hitung,” ujar Ali.
    Selain itu, seorang ibu rumah tangga bernama Rohyana, istri seorang nelayan, juga menyampaikan harapannya kepada Ridwan Kamil terkait lapangan pekerjaan bagi generasi muda di Pulau Untung Jawa.
    Ia berharap anak-anak di pulau itu tidak menganggur meskipun mayoritas berasal dari keluarga nelayan.
    “Masalah kerja untuk anak di Pulau Untung Jawa, Pak, kalau bisa anak-anak jangan sampai ada pengangguran. Sebagaian besar bapaknya nelayan, tapi alhamdulillah ada yang sarjana,” kata Rohyana.
    Menurut Rohyana, sulitnya mendapatkan pekerjaan seringkali karena tidak adanya koneksi.
    “Kalau kita tidak punya orang dalam, tidak masuk anak kita, ini yang saya utamakan, lapangan kerja untuk Pulau Untung Jawa,” katanya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Massa Injak Stiker Bergambar Bendera Israel di Depan Kedubes AS, Serukan Pembebasan Palestina
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 November 2024

    Massa Injak Stiker Bergambar Bendera Israel di Depan Kedubes AS, Serukan Pembebasan Palestina Megapolitan 10 November 2024

    Massa Injak Stiker Bergambar Bendera Israel di Depan Kedubes AS, Serukan Pembebasan Palestina
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sekelompok massa menginjak stiker bergambar bendera
    Israel
    yang ditempel di aspal Jalan Medan Merdeka Selatan, tepat di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Minggu (10/11/2024).
    Aksi ini terjadi usai orator membubarkan demonstrasi yang digelar untuk memperingati 400 hari
    genosida
    Israel terhadap Palestina.
    Pengamatan di lokasi menunjukkan stiker bergambar bendera Israel ditempel di salah satu sisi jalan dekat mobil pikap yang digunakan untuk berorasi. Pada stiker itu terdapat jejak kaki berwarna hitam yang menunjukkan simbol penolakan terhadap Israel.
    Para peserta aksi secara bergiliran mengambil dokumentasi sambil berdiri di atas stiker tersebut. Seorang wanita bahkan merekam video sambil menyerukan dukungan untuk Palestina.

    Free Palestine! Stop Genocide!
    ” teriaknya lantang, disusul dengan seruan, “
    Israel, Amerika Serikat, the real terrorist!
    ” sambil mengentakkan kakinya ke arah stiker bendera Israel.
    Majelis Ormas Islam (MOI) bersama Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar aksi yang diikuti ratusan orang dari berbagai ormas dan komunitas Islam.
    Massa mulai memadati area depan Kedubes AS sejak pukul 06.00 WIB dan menyampaikan enam poin pernyataan sikap, termasuk desakan kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk bertindak tegas terhadap genosida Israel.
    “Amerika Serikat tidak beda dengan Israel, sama-sama penjajah. Sementara Indonesia negara yang anti penjajahan, sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan Perikemanusiaan dan Perikeadilan,” ujar Sekretaris Umum FPI Buya Husein.
    Ia menambahkan, “Saya ingatkan kepada Bapak Presiden Prabowo, tegaslah Anda. Jangan pernah bungkam, jangan pernah diam terhadap penjajah di manapun, termasuk negara AS yang ada perwakilannya di negeri kita.”
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pramono Anung Janji Tak Akan Gusur PKL jika Terpilih Jadi Gubernur Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 November 2024

    Pramono Anung Janji Tak Akan Gusur PKL jika Terpilih Jadi Gubernur Jakarta Megapolitan 10 November 2024

    Pramono Anung Janji Tak Akan Gusur PKL jika Terpilih Jadi Gubernur Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Calon gubernur Jakarta nomor urut 3,
    Pramono Anung
    , menegaskan komitmennya untuk tidak menggusur pedagang kaki lima (PKL) jika terpilih pada
    Pilkada Jakarta
    2024.
    Pernyataan ini disampaikan Pramono saat berkampanye di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/11/2024).
    “Nanti kalau saya jadi gubernur Jakarta bagi warga, saya akan menerapkan prinsip begini yang penting tertib, tidak ada penggusuran terutama untuk PKL,” kata Pramono dalam sambutannya.
    Pramono menyatakan, fokus utamanya adalah pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memastikan para PKL mau diatur dan tertib.
    Ia berjanji akan memberikan fasilitas bagi PKL agar dapat berdagang dengan baik dan teratur.
    “Buat kaki lima yang penting pemberdayaan dan mau diatur dengan baik sehingga mereka kita fasilitasi dan mereka kita beri ruang untuk bisa bekerja dengan baik,” tambahnya.
    Pramono juga menanggapi adanya kekhawatiran bahwa ia akan menyingkirkan PKL jika menjadi gubernur.
    “Saya mendengar bahwa seakan-akan kalau kita memimpin (Jakarta), PKL akan dipinggirkan, itu enggak. Saya sudah menyampaikan secara terbuka,” tegas Pramono.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Ibu dan Anak Histeris saat Terjebak Banjir di Puncak Bogor…
                        Bandung

    10 Ibu dan Anak Histeris saat Terjebak Banjir di Puncak Bogor… Bandung

    Ibu dan Anak Histeris saat Terjebak Banjir di Puncak Bogor…
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Sebuah video yang beredar menunjukkan satu keluarga terjebak di tengah banjir yang melanda Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (9/11/2024) sore.
    Dalam video tersebut, seorang ibu terlihat menggendong anaknya dan berteriak histeris saat banjir menerjang, sementara sang ayah berdiri di belakang, berusaha menahan istri dan anaknya agar tidak terbawa arus.
    Sang ayah berjuang sekuat tenaga dengan menggunakan tumpuan kakinya untuk memegang istri dan anaknya.
    Suara teriakan istighfar terdengar dari warga yang merekam kejadian tersebut.
    Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengonfirmasi kejadian tersebut.
    Menurutnya, peristiwa itu terjadi di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (9/11/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.
    “Iya betul (di video itu ibu, anak, dan ayahnya) dan itu kejadiannya di Kampung Pensiunan RT.03/01, Desa Tugu Selatan,” kata Adam saat dihubungi Kompas.com, Minggu (10/11/2024).
    Adam menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula dari hujan deras yang mengguyur wilayah Puncak Bogor sejak siang hari.
    Hujan dengan intensitas tinggi yang terus menerus menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) jebol.
    “Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi dan sudah ada rembesan air di TPT, sehingga mengakibatkan TPT anak kali jebol,” ujarnya.
    Akibatnya, lima unit rumah diterjang banjir dari anak kali tersebut, dengan ketinggian air mencapai 45 centimeter.
    Dari lima rumah yang terendam, satu unit mengalami kerusakan.
    Rumah yang mengalami kerusakan tersebut dihuni oleh satu keluarga yang kini terpaksa
    mengungsi
    ke rumah orangtua mereka.
    “Ini korban yang ada di video, mengungsi di rumah orang tuanya di kampung sebelah. Alhamdulillah mereka selamat,” ucap Adam.
    Sementara itu, Jalaludin, Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, menambahkan bahwa
    ibu dan anak
    yang terlihat dalam video hanya mengalami luka ringan.
    “Korban yang ada di video awal, lukanya ringan, hanya lecet biasa,” ucap Jalal.
    Hingga saat ini, rumah yang mengalami kerusakan belum diperbaiki, sedangkan rumah yang terendam banjir kini dipenuhi lumpur dan sudah dibersihkan secara gotong royong.
    Dari hasil analisis, BPBD Kabupaten Bogor mengingatkan perlunya penanganan lebih lanjut dari dinas terkait, mengingat potensi hujan kembali yang dapat mengakibatkan banjir serupa.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Massa Injak Stiker Bergambar Bendera Israel di Depan Kedubes AS, Serukan Pembebasan Palestina
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 November 2024

    Ormas Islam Gelar Aksi Peringatan 400 Hari Genosida Israel di Palestina Megapolitan 10 November 2024

    Ormas Islam Gelar Aksi Peringatan 400 Hari Genosida Israel di Palestina
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Majelis Ormas Islam (
    MOI
    ) bersama Front Persaudaraan Islam (
    FPI
    ) menggelar aksi peringatan 400 hari
    genosida
    Israel di Palestina, di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2024).
    Aksi dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dengan zikir, doa, pembacaan ayat suci Al-Quran, dan lantunan selawat.
    Pengamatan di lokasi menunjukkan ratusan peserta aksi kompak mengenakan pakaian muslim putih untuk pria dan hitam untuk wanita.
    Mereka juga memakai selendang bermotif bendera Palestina di leher, sementara sebagian lainnya mengenakan sorban bermotif.
    Polisi turut bersiaga di sekitar lokasi, dan sejumlah beton pengaman telah dipasang di belakang lokasi aksi. Salah seorang peserta yang berdiri di atas mobil pikap menyampaikan seruan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
    “Menuntut Indonesia serius dalam dukungan kemerdekaan Palestina dengan ikut berperan aktif secara internasional menekan zionis Israel serta para sekutunya, untuk segera hentikan genosida khususnya di wilayah Gaza Utara pada saat ini dan merdekakan Palestina, bukan sekedar ‘
    lips services
    ’ belaka,” ujarnya.
    Setidaknya ada enam poin tuntutan yang dibacakan oleh para orator atas nama rakyat Indonesia. Selain itu, mereka juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Malaysia yang berencana mengajukan resolusi untuk mengusir Israel dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
    Setelah orasi, salah satu peserta mengingatkan massa untuk tak segan mengusir warga Israel yang ditemui di Indonesia.
    “Jangan lupa, kalau jalan
    ketemu
    orang Israel, diusir. Setuju? Di Bali sudah ada orang Israel, kacau tidak?” ujarnya di depan massa.
    Aksi diakhiri sekitar pukul 10.00 WIB dengan iringan nyanyian dari grup penampil.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.