Keraton Yogyakarta Tuntut PT KAI Rp 1.000, Ini Penjelasan Sri Sultan HB X
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Sri Sultan Hamengku Buwono
X turut berkomentar atas gugatan
Keraton Yogyakarta
ke PT KAI sebesar Rp 1.000.
Sultan mengatakan bahwa tanah yang berstatus Sultan Ground (SG) dicatat sebagai milik BUMN yakni PT KAI.
Dia juga menyebut bahwa Keraton dan BUMN dalam hal ini PT KAI telah bersepakat untuk mengembalikan status kepemilikan tanah, yang mulanya tercatat sebagai milik PT KAI menjadi milik Keraton Yogyakarta.
Namun, dalam melakukan pembatalan tidak serta merta bisa dilakukan dan harus melalui jalur meja hijau.
“Kami sepakat, mereka tidak bisa mengeluarkan itu. Harus dibatalkan lewat pengadilan. Makanya hanya Rp 1.000 rupiah. Jadi nanti yang terjadi itu kira-kira PT KAI punya aset, HGB di atas Sultan Ground. Sudah itu saja,” ujar Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (15/11/2024).
Dalam menempuh jalur hukum ini Sultan mengklaim bahwa Keraton Yogyakarta sudah melalui komunikasi dengan berbagai pihak seperti PT KAI, Kejaksaan, Mahkamah Agung, hingga Kementerian Keuangan.
“Tidak hanya PT KAI, Kejaksaan, Mahkamah Agung, keuangan semua sudah. Tapi tidak berani membatalin,” kata dia.
Oleh sebab itu, lanjut Sultan, untuk membatalkan status kepemilikan harus melalui pengadilan.
“Nah kan gitu (Harus dengan putusan pengadilan untuk pembatalan itu). Prosesnya sudah lama, kalau mereka
ndak
sepakat saya
ndak
ke pengadilan,” beber dia.
“Prosesnya itu kan dinyatakan tanah negara, tapi itu sudah dipisahkan bukan digunakan negara tapi BUMN. Karena itu dipisahkan ya sudah, saya minta ya dikembalikan (SG),” beber Sultan.
Saat disinggung soal tuntutan Rp 1.000, Sultan mengatakan bahwa jumlah tersebut hanya untuk bentuk formalitas.
“Ya harus ada kerugian, kalau tidak gimana, itu kan aspek hukumnya,” kata dia.
Sebelumnya, Kuasa hukum Keraton Yogyakarta Markus Hadi Tanoto mengungkapkan mengapa Keraton Yogyakarta hanya menuntut ganti rugi sebesar Rp 1.000 kepada PT KAI.
Markus mengatakan, sebenarnya Keraton Yogyakarta memikirkan kepentingan masyarakat.
“Seribu itu kan sewu, permisi. Kami sempat diskusi, Keraton masih mementingkan masyarakat. Ini memang untuk kepentingan masyarakat Yogyakarta, makanya kita tidak menggugat materiil yang besar,” ujar Markus saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Kamis (14/11/2024).
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/01/18/65a929855aed6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
3 Keraton Yogyakarta Tuntut PT KAI Rp 1.000, Ini Penjelasan Sri Sultan HB X Yogyakarta
-
/data/photo/2024/11/15/6736df631bbb8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Kasus Tom Lembong, Kejagung Buka Peluang Periksa Eks Mendag Lain Nasional
Kasus Tom Lembong, Kejagung Buka Peluang Periksa Eks Mendag Lain
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Kepala Pusat Penerangan Hukum
Kejaksaan Agung
(Kejagung) RI
Harli Siregar
menyatakan, penyidikan kasus impor gula yang menyeret eks
Menteri Perdagangan
(Mendag) Thomas Trikasih Lembong alias
Tom Lembong
masih terus dikembangkan.
Dia pun tak menutup kemungkinan akan mendalami keterlibatan Mendag lainnya, jika ditemukan alat bukti yang memadai dan mengarahkan ke pejabat-pejabat sebelum dan sesudah Tom Lembong.
“Iya, karena penyidikan itu kan membuat terang tindak pidana. Semua berpulang kepada bukti-bukti yang ada. Semua berpulang pada bukti yang ada,” ujar Harli saat ditemui di Gedung Kejagung RI, Jumat (15/11/2024).
Meski begitu, Harli menegaskan bahwa penyidik Kejagung masih fokus dalam proses penyidikan dugaan korupsi impor gula untuk periode 2015-2016 yang menjerat Tom Lembong.
Dia pun meminta semua pihak menunggu perkembangan penyidikan yang sedang dilakukan, untuk mengetahui ada atau tidaknya keterlibatan pihak-pihaknya lainnya dalam perkembangan tersebut.
“Sudah ditetapkan tersangkanya sebanyak 2 orang. Nah penyidikan itu harus fokus terhadap satu perkara, begitu. Apakah misalnya ada pihak-pihak lain yang media selalu pertanyakan, nanti kita lihat perkembangannya,” kata Harli.
Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengungkapkan keprihatinannya terhadap penetapan tersangka Tom Lembong oleh Kejagung (Kejagung) RI karena menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat.
Sebab, Kejagung sejauh ini hanya menjerat Tom Lembong dalam kasus impor gula, padahal mendag yang menjabat setelah Tom juga membuka impor gula yang dianggap menjadi sumber korupsi oleh Kejagung.
“Kasus Tom Lembong menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat, bahwa dia bukan satu-satunya
menteri perdagangan
. Ada banyak menteri perdagangan yang juga melakukan impor, dan tentu saja ada pimpinan yang di atas,” ujar Nasir dalam rapat kerja antara Komisi III DPR RI dan Kejagung, Rabu (13/11/2024).
Nasir menegaskan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan dan humanis, terutama dalam perkara yang melibatkan Tom Lembong.
Ia mengingatkan Kejagung bahwa asas pembuktian dalam pidana harus dijalankan secara tegas dan jelas untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Diketahui, Tom Lembong ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait impor gula pada 2015-2016. Kejagung menilai bahwa Tom Lembong bersalah karena mengizinkan impor gula saat stok gula dalam negeri sedang surplus.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/14/6735ceb9d0791.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 Cak Imin Diomeli Istri: Apa Gunanya Jadi Menteri kalau Enggak Bisa Atasi Judol! Megapolitan
Cak Imin Diomeli Istri: Apa Gunanya Jadi Menteri kalau Enggak Bisa Atasi Judol!
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar mengaku sering kena omel sang istri atas maraknya judi
online
di Indonesia.
Hal itu ia sampaikan usai mengunjungi pasien korban judi
online
yang dirawat di unit psikiatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2024).
“Saya sendiri kalau pulang kerja, istri saya marah-marah terus. Kata dia, ‘Apa gunanya kamu jadi menteri kalau judi
online
enggak bisa diatasi’,” ujar Muhaimin, sebagaimana dikutip
Kompas TV
.
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini melihat dampak dari judi
online
sangat merusak sendi kehidupan seseorang.
Selain itu, judi
online
juga menghambat seseorang meningkatkan taraf kesejahteraannya.
“Orang yang sudah terlibat dan menjadi korban judi
online
hancur seluruh sendi kehidupannya, baik sendi ekonomi, sosial, psikologis, maupun keluarganya,” lanjut dia.
Belum lagi kaitan yang erat antara judi
online
terhadap tingginya angka kriminalitas. Menurut Cak Imin, situasi seperti ini tidak bisa ditanggapi dengan biasa-biasa saja.
“Ini yang membuat saya terus berpikir dan mencari jalan keluar,” lanjut Cak Imin.
Ia pun berpendapat, fenomena judi
online
di Indonesia layak mendapat label bencana sosial. Sebab, telah menempatkan setidaknya 8,8 juta warga negara sebagai korban, di mana berdasarkan catatan intelijen 80 persen di antaranya adalah masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.
“Semua pihak saya harapkan untuk memulai kesadaran, kita sedang mengalami ancaman bencana sosial nasional, sehingga saya mengajak seluruh pihak. Ayo kita bahu-membahu,” ujar dia.
Dalam kunjungannya ke RSCM, Cak Imin mengunjungi unit rawat inap khusus psikiatri.
Didampingi beberapa pejabat kementeriannya serta Direktur Utama
RSCM
Supriyanto, ia membesuk pasien dengan gangguan psikologis yang merupakan korban dari judi
online
.
Cak Imin juga mendapatkan penjelasan mengenai aspek medis para pasien dari dokter Kristiana Siste Kurniati, Kepala Departemen Psikiatri RSC.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/14/6735eb8d6ae2b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 Manajemen Superstar Fitness Dilaporkan ke Polisi oleh Member atas Tuduhan Penipuan Megapolitan
Manajemen Superstar Fitness Dilaporkan ke Polisi oleh Member atas Tuduhan Penipuan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Manajemen
Superstar Fitness
dilaporkan ke
Polda Metro Jaya
atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan, Rabu (13/11/2024).
Laporan yang dibuat oleh salah satu korban berinisial YMSM (41) itu teregistrasi dengan nomor LP/B/6911/XI/2024/SPKT/
POLDA METRO JAYA
.
“Kami sudah melaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporannya dua hari yang lalu atas dugaan penipuan dan penggelapan,” kata kuasa hukum korban, Ferry Juan, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/11/2024).
Sejauh ini, sebanyak 10 korban telah memberikan kuasa terhadapnya, termasuk YMSM dan anak Ferry sendiri.
Ia menjelaskan, laporan ini berawal dari Superstar Fitness yang tiba-tiba saja mengumumkan penutupan cabang secara mendadak.
Padahal, tidak sedikit korban yang membayar sejumlah uang untuk menjadi member Superstar Fitness.
“Ada yang Rp 120 juta, ada yang Rp 40 juta, ada yang Rp 30 juta. Jadi, bervariasi. Kalau anak saya yang paling kecil, Rp 5,6 juta. Yang lainnya Rp 30 juta, Rp 40 juta. Pokoknya jumlahnya miliaran (total semuanya),” ungkap Ferry.
Dia tidak mengetahui secara pasti alasan manajemen Superstar Fitness menutup cabang secara mendadak.
Sebelum penutupan ini, manajemen Superstar Fitness disebut sempat beralasan atap bangunan pada tempat kebugaran mengalami kebocoran.
“Lagi mau diperbaiki. Tapi, masa semuanya bocor? Kan enggak mungkin. Mau perbaikan empat hari, nah sekarang sudah satu bulan, hampir satu bulan enggak dibuka-buka,” ujar Ferry.
Secara terpisah, perempuan berinisial CM (44) mengungkapkan, korban dugaan penipuan Superstar Fitness yang telah terdaftar berjumlah 750 orang dengan kerugian Rp 5,1 miliar.
“Korban banyak, ada ribuan sepertinya. Karena ada pada delapan cabang. Tapi, yang sudah didaftar oleh paguyuban sekitar 750 orang dengan total kerugian Rp 5,1 miliar,” kata CM saat dihubungi Kompas.com, Kamis (14/11/2024).
CM, yang merupakan salah satu korban dengan kerugian Rp 31 juta, berujar bahwa dia memang tergabung dalam paguyuban para korban dugaan penipuan Superstar Fitness.
“Kami ada paguyuban yang isinya para korban, total sekitar 1.025 member (per 14 November). Diduga anggota bisa sampai 2.000-an, tapi belum terjaring semua di paguyuban,” ungkap dia.
Pada paguyuban tersebut, setidaknya member yang tergabung meliputi delapan cabang Superstar Fitness yang berlokasi di:
Adapun CM mendaftar sebagai member biasa di Trans Studio Mall Cibubur dengan paket 6 bulan plus 3 bulan, dan dia melanjutkan ke paket 1 tahun plus 6 bulan.
Setelahnya, CM baru resmi menjadi member seumur hidup (
diamond
) pada September 2024 dengan merogoh uang senilai Rp 31 juta.
“Iya, karena menarik paketnya, bisa untuk berdua dengan suami, dapat
free personal trainer
(PT) 24 kali untuk suami istri. Terus, setelah tahun kedua, biaya member akan bisa balik 50 persen,” urai CM.
Namun, pil pahit rupanya harus ditelan CM secara mentah-mentah usai Superstar Fitness mengumumkan penutupan cabang.
CM menyebut, mulanya alasan manajemen Superstar Fitness menutup cabang karena ada kendala pada listrik mal tersebut.
“Ternyata, mereka tidak bisa membayar sewa sehingga listrik dimatikan oleh manajemen mal, dan karyawan instruktur juga banyak yang berbulan-bulan tidak dibayar,” ungkap dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/14/67351f8fdd2b8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
6 Rapat dengan Wapres Gibran, Penjabat Bupati Flores Timur Heran Data Pengungsi Erupsi Lewotobi di Sikka Lebih dari 3.000 Regional
Rapat dengan Wapres Gibran, Penjabat Bupati Flores Timur Heran Data Pengungsi Erupsi Lewotobi di Sikka Lebih dari 3.000
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– Penjabat Bupati Flores Timur, NTT, Sulastri HI Rasyid, mengaku heran dengan jumlah warga Flores Timur yang mengungsi ke Kabupaten Sikka mencapai lebih dari 3.000 orang.
Hal itu disampaikan Sulastri saat rapat bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di posko pengungsian Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores pada Kamis (14/11/2024).
Sulastri mengungkapkan ketika Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi dahsyat warga kelabakan sehingga sebagian dari mereka memilih mengungsi ke Kabupaten Sikka.
Saat pendataan awal, bebernya, warga yang mengungsi ke Sikka sebanyak 2.000 lebih orang.
Dirinya kemudian turun ke Sikka untuk memindahkan para pengungsi ke Desa Kobasoma dan Ile Gerong di Kabupaten Flores Timur.
Dengan begitu penanganan terhadap warga terdampak bisa dilakukan secara baik.
“Tapi terkait dengan data saya juga agak heran di sana (Sikka) juga datanya masih membengkak sampai dengan 3.000 lebih,” ujar Sulastri.
Ia mengatakan telah menginstruksikan staf mendata warganya yang mengungsi ke Sikka. Setelah didata mereka akan dipindahkan ke Flores Timur.
“Bukan berarti kami tidak percaya Pemkab Sikka tetapi saya hanya membutuhkan data untuk dipilah. Korban di Sikka berapa, korban di sini (Flores Timur) berapa,” kata dia.
“Sehingga pengalokasian dan pendistribusian segala bentuk bantuan bisa jelas,” tambahnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/13/67344cfec4f51.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Mengapa Anggota DPR Kompak Mencecar Jaksa Agung Terkait Kasus Tom Lembong? Nasional
Mengapa Anggota DPR Kompak Mencecar Jaksa Agung Terkait Kasus Tom Lembong?
Penulis
Penetapan eks Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong (
Tom Lembong
) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait
impor gula
pada tahun 2015-2016 menjadi sorotan dalam rapat kerja Komisi III
DPR
RI bersama Kejaksaan Agung (
Kejagung
).
Dalam rapat yang digelar pada Rabu, 13 November 2024, anggota DPR RI ramai-ramai mencecar
Jaksa Agung
Sanitiar Burhanuddin dan jajaran Kejagung untuk memberikan penjelasan terkait penanganan kasus impor gula karena menjadi sorotan publik.
Pada awal rapat, Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Al Fath langsung menyinggung soal penetapan tersangka terhadap Tom Lembong.
“Ada beberapa perkara yang memang sedang ditangani oleh Kejagung ini cukup menarik jadi publik benar-benar hari ini melihat kinerja dari Kejagung. Salah satunya dibicarakan oleh masyarakat itu perkara penetapan tersangka mantan menteri Tom Lembong,” ujar Rano.
Diketahui, Tom Lembong ditetapkan menjadi tersangka karena mengizinkan impor gula saat stok gula di dalam negeri tengah surplus.
Beberapa anggota Komisi III DPR RI kemudian menggali lebih dalam mengenai dugaan motif di balik penetapan tersangka terhadap Tom Lembong.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat, Hinca Panjaitan bahkan mendesak Kejagung memberikan penjelasan yang lebih rinci.
Hinca mengungkapkan bahwa penanganan kasus impor gula tersebut menimbulkan dugaan adanya balas dendam politik.
“Kami merasakan, mendengarkan percakapan di publik, penanganan penangkapan kasus Tom Lembong itu sarat dengan dugaan balas dendam politik,” ujar Hinca.
Hinca pun berharap Kejagung dapat memberikan penjelasan yang lebih komprehensif tentang penanganan kasus ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang semakin memperburuk citra hukum di mata publik.
“Karena anggapan itu yang kami dengarkan, itu yang kami rekam, karena itu kami sampaikan. Harus dijelaskan ini ke publik lewat Komisi III ini supaya betul-betul kita dapatkan,” kata Hinca.
Anggota DPR lainnya, Benny K Harman, ikut memberikan sorotan tajam. Dia berpendapat bahwa penetapan Tom Lembong sebagai tersangka jangan berhenti pada individu tersebut saja.
Dia menyebut, Kejagung harus menggunakan ini untuk menjadikan kasus ini sebagai jalan untuk membongkar kasus korupsi yang lebih luas di sektor impor gula.
“Itu pintu masuk, mudah-mudahan pintu masuk betul Pak Jaksa Agung. Jadi jangan sampai batas sampai di pintu masuk,” ujar Benny.
Benny juga menyarankan agar Kejagung tidak hanya sekadar membuka satu pintu kasus, tetapi juga menggali lebih dalam untuk mengungkap dugaan korupsi yang lebih besar.
“Masuk lebih dalam lagi, tapi bagaimana masuk lebih dalam kalau yang dangkal ini belum disentuh? Sentuh yang dangkal dulu baru masuk ke laut yang lebih dalam lagi. Kami menunggu,” ungkap Benny.
Tidak sedikit anggota DPR yang menilai bahwa penetapan Tom Lembong sebagai tersangka terlalu terburu-buru.
Politikus Partai Gerindra, Muhammad Rahul, mengungkapkan soal kekhawatirannya terkait cepatnya proses penetapan tersangka ini.
“Saya langsung saja, menurut saya itu terlalu terkesan terburu-buru Pak Jaksa Agung. Dalam artian, proses hukum publik harus dijelaskan dengan detail konstruksi hukum kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut,” ujar Rahul.
Dia khawatir bahwa ketergesaan dalam penetapan tersangka bisa menciptakan kesan bahwa hukum dipakai sebagai alat politik oleh pemerintah.
“Pak Jaksa Agung jangan sampai kasus ini menggiring opini yang negatif kepada publik dan beranggapan bahwa pemerintah menggunakan hukum sebagai alat politik,” kata Rahul.
Anggota Komisi III dari Fraksi PKS, Nasir Djamil lantas menyoroti masalah keadilan dalam penegakan hukum terkait kasus Tom Lembong. Dia mempertanyakan mengapa hanya Tom Lembong yang menjadi sorotan, padahal ada banyak Menteri Perdagangan lain yang juga terlibat dalam kebijakan impor.
“Kasus Tom Lembong menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat, bahwa dia bukan satu-satunya menteri perdagangan. Ada banyak menteri perdagangan yang juga melakukan impor, dan tentu saja ada pimpinan yang di atas,” ujar Nasir.
Nasir juga menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan humanis, tanpa pandang bulu.
Dia lalu mengingatkan Kejagung untuk memastikan bahwa proses hukum dilakukan dengan asas pembuktian yang jelas dan tegas.
“Jadi ini harapan kami mudah-mudahan bisa dijawab dengan baik, meskipun tidak memengaruhi proses hukum yang sedang dijalankan Kejagung,” katanya.
Menanggapi banyaknya pertanyaan dan kritik yang diajukan oleh anggota DPR, Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin dengan tegas membantah bahwa penanganan kasus ini memiliki motivasi politik.
“Untuk kasus Tom Lembong, kami sama sekali tidak pernah maksud soal politik. Kami hanya yuridis, dan itu yang kami punya,” kata Burhanuddin.
Burhanuddin juga menegaskan bahwa Kejagung mengusut kasus ini dengan sangat hati-hati, mengikuti prosedur yang berlaku.
“Untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka itu tidak mudah. Kami melalui proses-proses tahapan-tahapan yang sangat rigit dan tidak mungkin kami menentukan seseorang sebagai tersangka, ini akan melanggar HAM. Kami pasti hati-hati,” katanya lagi.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/15/67362ea1e7988.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
7 Survei Litbang Kompas Pilkada Jatim 2024: Elektabilitas Luluk Tertinggal, gara-gara Mesin Partai Mandek? Surabaya
Survei Litbang Kompas Pilkada Jatim 2024: Elektabilitas Luluk Tertinggal, gara-gara Mesin Partai Mandek?
Editor
KOMPAS.com –
Survei Litbang Kompas Pilkada Jawa Timur (Jatim) menunjukkan bahwa pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, unggul dari dua kontestan lainnya.
Menggunakan pertanyaan pertutup, sebanyak 52,5 persen responden memilih paslon nomor urut 2 itu.
Adapun paslon nomor urut 3, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta, dipilih 20,9 persen responden.
Sedangkan, paslon nomor urut 1,
Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim
, dipilih 3,8 persen reponden.
Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu mengatakan, tertinggal jauhnya elektabilitas Luluk-Lukmanul dengan dua paslon lain cenderung dipengaruhi faktor ketokohan.
“Mesin partai ekfektif, tapi kalau calon tidak begitu populer, orang enggak merasa kenal dengan orang itu, ya cenderung akan menghindari memilih,” ujarnya kepada
Kompas.com
dalam
Obrolan News Room,
Jumat (15/11/2024).
Luluk-Lukmanul diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, dalam pilkada, figur tokoh lebih menonjol dibanding partai-partai pengusungnya.
“Sosok yang kemudian sangat memengaruhi pemilih. Memengaruhi itu bisa dalam popularitas, rekam jejak,” ucapnya.
Ia mengibaratkan alasan pemilih mencoblos calon tertentu seperti memilih jodoh.
“Ini kan teori sederhana, kamu kenal, kamu sayang, kamu milih. Kalau enggak kenal, apalagi bisa meyanyangi, milih pun enggak mungkin,” ungkapnya.
Karena tak mengenal sosok tersebut, pemilih PKB goyah, sehingga cenderung beralih ke calon yang diusung parpol lain.
Jika dibandingkan dengan Khofifah-Emil, paslon petahana itu lebih dikenal publik karena memiliki modal sosial sebagai gubernur-wakil gubernur Jatim selama lima tahun.
“PKB belum (mengambil) keputusan pada saat itu untuk mencalonkan siapa.
Luluk-Lukman
hadir di
last minute
,” tuturnya.
Khofifah-Emil telah berada di garis start, sementara Luluk-Lukmanul belum.
“Sementara yang baru mulai,
social capital
-nya belum kelihatan. Dia harus bertarung dengan pasangan petahana dengan durasi waktu yang relatif sempit,” jelas Yohan.
Sebagai informasi, survei ini berlangsung pada 2-7 November 2024 melalui wawancara tatap muka. Survei ini melibatkan 800 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di Jatim.
Menggunakan metode ini pada tingkat kepercayaan 95 persen,
margin of error
penelitian +/- 3,46 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.
Survei
Pilkada Jatim
2024 ini dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara).
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/11/15/6736b471dcfe7.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/11/14/6735798ed27b3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)