Relawan Andika-Hendi Kecelakaan di Semarang, Mobil sampai Ringsek
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com –
Mobil relawan pasangan calon kepala daerah Jawa Tengah nomor urut 1, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, mengalami
kecelakaan
di Jalan Veteran, Kota Semarang, Sabtu (16/11/2024).
Mobil Brio putih bertuliskan
Andika-Hendi
tersebut ringsek di bagian depan akibat menabrak pohon.
Kasubnit Gakkum Polrestabes Semarang, Ipda Agus Tri Handoko, membenarkan insiden itu.
“Pengemudi bernama Dicky Ananda,” ujar Handoko saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu.
Dicky mengalami luka robek pada lutut kiri dan saat ini dirawat di RS Hermina Pandanaran, Kota Semarang.
Penumpang lainnya, Fahid Nugraha, juga mendapatkan perawatan di rumah sakit yang sama.
Kecelakaan
terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Mobil melaju dari arah timur ke barat. Diduga pengemudi mengantuk sehingga kendaraan menabrak pohon di pinggir jalan.
“Diduga pengemudi mengantuk saat mengemudi,” jelas Handoko.
Mobil relawan itu kini menjadi sorotan setelah foto kondisi kendaraan yang ringsek beredar luas di media sosial. Polisi masih menyelidiki lebih lanjut kejadian tersebut.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/11/16/67381c8423175.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Relawan Andika-Hendi Kecelakaan di Semarang, Mobil sampai Ringsek Regional 16 November 2024
-
/data/photo/2024/11/16/6738210c560e2.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Keliling Naik Jip di Purwokerto, Jokowi Bersama Luthfi Disambut Ribuan Warga Regional 16 November 2024
Keliling Naik Jip di Purwokerto, Jokowi Bersama Luthfi Disambut Ribuan Warga
Tim Redaksi
PURWOKERTO, KOMPAS.com –
Calon gubernur nomor urut 2
Ahmad Luthfi
-Taj Yasin menggelar
kampanye
di
Purwokerto
, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (16/11/2024).
Kampanye
ini dihadiri langsung Presiden ke-7 Joko Widodo (
Jokowi
). Mereka bertiga pawai keliling kota menggunakan kendaraan terbuka.
Pawai mengambil start dari Hotel Aston Purwokerto sekitar pukul 09.00 WIB. Awalnya, ketiganya berjalan kaki untuk menyapa ribuan warga yang telah menunggu di pinggir jalan.
Setelah berjalan sekitar 500 meter, kemudian menaiki jip terbuka. Pawai menyusuri jalan dr Angka, Jalan Ahmad Yani, hingga finis di Hetero Space, Jalan Gatot Soebroto, dengan jarak sekitar 5 kilometer.
Meski tak terlalu jauh, waktu tempuh pawai tersebut hampir dua jam karena saking banyaknya warga yang berjubel di kanan kiri jalan.
Di sepanjang jalan, ketiganya disambut ribuan warga yang telah menunggu sejak pagi di pinggir jalan. Dalam kesempatan ini, Jokowi juga membagi-bagikan kaus.
Ada dua jenis kaus yang dibagikan. Kaus putih bergambar siluet Ahmad Luthfi dan kaus hitam bertuliskan capaian-capaian Jokowi selama pemerintahannya.
Di sepanjang jalan, banyak yang mengelu-elukan Jokowi dan meminta foto bersama. Warga juga membawa sejumlah spanduk antara lain bertuliskan “Terimakasih Pak Jokowi” dan “Selamat Datang Jokowi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin”.
Dalam kampanye ini juga digelar bazar murah sembako di beberapa titik.
Salah satu warga, Yulia (41), mengatakan, beras dijual dengan harga Rp 2.500 per kantung, sedangkan daging dijual Rp 5.000 per kemasan.
“Belinya pakai kupon, setiap orang dapat 1. Saya tahu ada bazar murah ini dari saudara,” kata warga Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, ini usai membeli beras dan daging di bazar murah yang digelar di Hetero Space, Purwokerto.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/16/673816e8828c8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
3 Viral Foto Ivan Sugianto dengan Kolonel, TNI: Hanya Teman, Bukan Beking Nasional
Viral Foto Ivan Sugianto dengan Kolonel, TNI: Hanya Teman, Bukan Beking
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kepala Pusat Penerangan
TNI
Mayjen Hariyanto mengatakan tak ada anggotanya yang menjadi beking
Ivan Sugianto
, tersangka kasus perundungan di
Surabaya
.
Ia mengungkapkan, foto salah satu anggota TNI berpangkat kolonel dengan Ivan yang viral di media sosial tak berarti anggota itu punya hubungan bisnis dengan Ivan.
“Hanya teman biasa, enggak ada hubungan bisnis apalagi beking,” ujar Hariyanto dalam keterangannya, Sabtu (16/11/2024).
Ia mengungkapkan, anggota TNI itu sudah berteman lama dengan Ivan.
Bahkan, foto yang tersebar itu diambil pada 18 September 2018, jauh sebelum insiden perundungan di Surabaya yang menjerat Ivan.
“Ivan dan pamen TNI tersebut sudah bersahabat sejak lama. Sekitar 11 November 2024, kasus Ivan viral, dikaitkan dengan adanya foto dalam kendaraan, di mana Ivan berfoto dengan seorang perwira menengah TNI,” kata Hariyanto.
Diketahui, Ivan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur buntut kasus dugaan intimidasi pada seorang bocah SMA berinisial EN.
Perkara ini menjadi perhatian publik karena video Ivan membentak-bentak EN dan memintanya bersujud sembari menggonggong viral di media sosial.
Setelah itu, foto Ivan dengan anggota TNI pun muncul di jagat dunia maya yang menimbulkan tudingan bahwa Ivan mempunyai bekingan dari TNI.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/13/673439a670b97.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Bukan Ahok yang Tolak Anies Maju pada Pilkada Jakarta Megapolitan 16 November 2024
Bukan Ahok yang Tolak Anies Maju pada Pilkada Jakarta
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Politikus PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, dirinya sama sekali tidak menolak nama Anies Baswedan dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta dari partainya.
“(Anies) dicoret itu bukan gara-gara gua,” ungkap Ahok dalam program
Gaspol! Kompas.com
yang tayang di YouTube, Jumat (15/11/2024) malam.
Sejak awal, Ketua Umum PDI Perjuangan
Megawati Soekarnoputri
selalu menekankan bahwa partainya adalah partai kader. Oleh sebab itu, sebisa mungkin para calon kepala daerah yang diusung bersumber dari kader sendiri.
Dalam proses politik Pilkada Jakarta, Ahok mengungkapkan, ada pihak di internal partai yang mendorong Anies dicalonkan sebagai cagub dari PDI-P.
Akan tetapi, Ahok menekankan, dalam setiap rapat tingkat Dewan Pengurus Pusat (DPP), hal itu tidak pernah menjadi pembahasan.
“Jadi kalau ada yang kubu pro dan kontra (dengan Anies), itu cuma dari luar. Enggak pernah dibawa dalam rapat di DPP bahwa seorang Anies akan dicalonkan,” ujar dia.
Pada hari di mana Anies ramai diberitakan akan ditunjuk PDI-P menjadi cagub DKI Jakarta, Ahok pun menyebut Megawati sebenarnya sudah memutuskan bahwa Pramono Anung dan Rano Karno yang maju pada Pilkada Jakarta.
Pasalnya, pada siang hari itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu bertemu dengan Megawati dan berdiskusi empat mata.
“Karena gua lihat WA, ‘Hah? Anies sudah pamitan, sudah ada di kantor DPP (PDI-P) nih. Enggak salah nih?’ ‘Apa benar Ibu setuju Anies’?” ujar Ahok.
Ahok akhirnya mendapat jawaban yang lugas dari Megawati.
“Ibu (Megawati) bilang apa tahu enggak? ’Sudah saya coret tadi,’ Dia bilang begitu. Artinya, sebelum ketemu saya mungkin sudah dicoret,” lanjut dia.Ahok pun menghormati dan menaati keputusan Megawati itu. Keputusan Megawati merupakan amanah dari kongres partai yang mesti ditaati setiap kader.
Di sisi lain, Ahok juga tidak mempersoalkan seandainya Megawati menunjuk Anies sekalipun untuk menjadi cagub di DKI Jakarta. Ia menekankan bahwa tak memiliki persoalan apa pun dengan Anies.
“Kalau itu sih masa lalu, enggak ada masalah. Cuma kalau (PDI-P) enggak sesuai dengan omongannya (mengusung kader sendiri), kita ini (PDI-P) jualannya akan susah,” ujar Ahok.
“Kami kalah pun harus dapat poin untuk 2029, partai ideologi, partai kader, nasionalis, cuma PDI Perjuangan. Ibu selalu bilang, Presiden itu cuma 10 tahun. Sementara partai ini harus tetap ada ketika bumi ada,” lanjut dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/13/6734397c0ecf6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Megawati Sadar Ahok Akan Dibantai kalau Maju pada Pilkada Jakarta Megapolitan 16 November 2024
Megawati Sadar Ahok Akan Dibantai kalau Maju pada Pilkada Jakarta
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Mantan Gubernur DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama
alias
Ahok
mengungkapkan, ia batal dicalonkan
PDI-P
pada
Pilkada Jakarta 2024
karena Ketua Umum PDI-P
Megawati Soekarnoputri
khawatir Ahok bakal kalah telak.
Ahok menyebutkan, kekhawatiran itu muncul karena adanya potensi pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada Pilkada 2024.
“Ibu Mega itu pertama mau saya (maju Pilkada Jakarta), dia mau
fight
, namun kemudian hasil TSM yang seperti itu, beliau putuskan enggak boleh, sudah pasti dibantai,” ujar Ahok dalam program
Gaspol! Kompas.com
, Jumat (15/11/2024).
Sebagai gantinya, Megawati meminta Ahok untuk fokus membenahi partai dan menjalankan tugas lain di luar politik elektoral.
“Makanya ibu langsung bilang, ‘Udah kamu urusin partai aja supaya ada darah segar, perbaiki, terus urus yayasan’,” kata Ahok.
Ketua DPP PDI-P ini bercerita, saat ini ia ditugaskan sebagai Ketua Yayasan Mega Gotong Royong.
“Saya baru tanda tangan notaris, saya ketua Yayasan Mega Gotong Royong yang membawahi kapal dan segala macam di sekolah, pelatihan, advokasi,” ujar dia.
Meski begitu, Megawati tetap menyemangati Ahok untuk kembali bertarung di masa mendatang.
“Pak Ahok masih muda kok, lima tahun lagi masih bisa. Kita
fight
lagi lima tahun,’ kata Ibu Mega,” ucap dia.
Pada akhirnya, PDI-P mengusung Pramono Anung dan Rano Karno sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta pada Pilkada Jakarta 2024.Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
-
/data/photo/2024/11/13/6734beab3ef5c.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pemotor di Lenteng Agung Lempar Batu ke Transjakarta karena Merasa Dipepet Megapolitan 16 November 2024
Pemotor di Lenteng Agung Lempar Batu ke Transjakarta karena Merasa Dipepet
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pria berinisial HE (49) melempar batu ke kaca depan
Transjakarta
di
Lenteng Agung
karena merasa dipepet oleh kendaraan umum tersebut.
“Pengemudi
bus Transjakarta
dengan HE sempat cekcok mulut karena sepeda motor yang dikendarainya dipepet bus tersebut,” kata Kapolsek
Jagakarsa
AKP Iwan Gunawan dalam keterangannya, Jumat (15/11/2024).
Dengan begitu, HE merusak kaca depan bus Transjakarta bernomor polisi B 7597 TGC rute D21 itu dengan melempar sebuah batu.
Setelah kejadian ini, pihak Transjakarta membuat laporan polisi yang membuat Polsek Jagakarsa akhirnnya menangkap HE pada Jumat (15/11/2024) siang kemarin.
“Telah diamankan seorang laki laki yang diduga melakukan pengerusakan kaca depan bus Transjakarta,” ucap dia.
Diberitakan sebelumnya, kaca bus Transjakarta pecah akibat dilempar batu pengendara motor di Jalan Moch Kahfi II, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024).
“Kerusakan kaca depan pecah, tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujar Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani saat dikonfirmasi, Kamis (14/11/2024).
PT Transjakarta
sangat menyesalkan adanya peristiwa tersebut dan tidak akan tinggal diam terhadap aksi pengerusakan.
PT Transjakarta kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Jagakarsa.
Ayu mengatakan, perlu mengambil sikap tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Transjakarta sangat fokus terhadap keamanan dan keselamatan pelanggan,” ujar dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/16/6737e04d34b64.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
7 Hindari Pengendara Motor Diduga Mabuk dan Jatuh di Tengah Jalan, Bus Sumber Selamat Terbalik di Magetan Surabaya
Hindari Pengendara Motor Diduga Mabuk dan Jatuh di Tengah Jalan, Bus Sumber Selamat Terbalik di Magetan
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– PO Sumber Rahayu mengalami kecelakaan di jalan Raya Maospati–Ngawi tepatnya masuk Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (16/11/2024) dini hari.
Bus dengan nomor polisi W 7122 UP tersebut terguling karena menghindari pengendara sepeda motor yang diduga mabuk dan terjatuh di tengah jalan.
Akibatnya, bus mengalami kerusakan parah. Namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, penumpang dan sopir hanya mengalami luka.
Kanit Laka Satlantas Polres Magetan, Ipda Sulanjar Tri S, mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut.
Ia mengatakan, kejadian berawal ketika sopir bus berusaha menghindari pengendara motor yang terjatuh di tengah jalan. Sopir membanting stir ke kanan hingga bus terbalik.
“Kejadiaannya hari Sabtu pukul 03.15 WIB ketika sopir bus berusaha menghindari pemotor yang jatuh ditengah jalan sehingga membanting stir ke kanan yang membuat bus terguling dan terbalik,” ujarnya ditemui di loaski kejadiaan Sabtu (16/11/2024),
Kondisi bus yang dikemudikan IA (30) warga Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah rusak parah.
Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penumpang yang berjumlah 20 orang hanya mengalami luka ringan.
“Sopir hanya luka ringan, tidak ada korban jiwa. Jumlah penumpang 20 semua, hanya luka rungan,” imbuh Sulanjar.
Ia mengatakan saat ini pihaknya masih berupaya memindahkan bus yang terguling di sisi Timur Jalan Raya Maospati–Ngawi.
“Ini masih menunggu mobil derek untuk evakuasi dari Madiun. Saat ini kami masih mengupayakan evakuasi,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/10/23/67181fdd18ee1.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/11/16/6737ec0c9e73b.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/11/13/6734398942c6d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)