Category: Kompas.com Metropolitan

  • Relawan Andika-Hendi Kecelakaan di Semarang, Mobil sampai Ringsek
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        16 November 2024

    Relawan Andika-Hendi Kecelakaan di Semarang, Mobil sampai Ringsek Regional 16 November 2024

    Relawan Andika-Hendi Kecelakaan di Semarang, Mobil sampai Ringsek
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com –
    Mobil relawan pasangan calon kepala daerah Jawa Tengah nomor urut 1, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, mengalami
    kecelakaan
    di Jalan Veteran, Kota Semarang, Sabtu (16/11/2024).
    Mobil Brio putih bertuliskan
    Andika-Hendi
    tersebut ringsek di bagian depan akibat menabrak pohon.
    Kasubnit Gakkum Polrestabes Semarang, Ipda Agus Tri Handoko, membenarkan insiden itu.
    “Pengemudi bernama Dicky Ananda,” ujar Handoko saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu.
    Dicky mengalami luka robek pada lutut kiri dan saat ini dirawat di RS Hermina Pandanaran, Kota Semarang.
    Penumpang lainnya, Fahid Nugraha, juga mendapatkan perawatan di rumah sakit yang sama.
    Kecelakaan
    terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Mobil melaju dari arah timur ke barat. Diduga pengemudi mengantuk sehingga kendaraan menabrak pohon di pinggir jalan.
    “Diduga pengemudi mengantuk saat mengemudi,” jelas Handoko.
    Mobil relawan itu kini menjadi sorotan setelah foto kondisi kendaraan yang ringsek beredar luas di media sosial. Polisi masih menyelidiki lebih lanjut kejadian tersebut.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Keliling Naik Jip di Purwokerto, Jokowi Bersama Luthfi Disambut Ribuan Warga
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        16 November 2024

    Keliling Naik Jip di Purwokerto, Jokowi Bersama Luthfi Disambut Ribuan Warga Regional 16 November 2024

    Keliling Naik Jip di Purwokerto, Jokowi Bersama Luthfi Disambut Ribuan Warga
    Tim Redaksi
    PURWOKERTO, KOMPAS.com –
    Calon gubernur nomor urut 2
    Ahmad Luthfi
    -Taj Yasin menggelar
    kampanye
    di
    Purwokerto
    , Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (16/11/2024).
    Kampanye
    ini dihadiri langsung Presiden ke-7 Joko Widodo (
    Jokowi
    ). Mereka bertiga pawai keliling kota menggunakan kendaraan terbuka.
    Pawai mengambil start dari Hotel Aston Purwokerto sekitar pukul 09.00 WIB. Awalnya, ketiganya berjalan kaki untuk menyapa ribuan warga yang telah menunggu di pinggir jalan.
    Setelah berjalan sekitar 500 meter, kemudian menaiki jip terbuka. Pawai menyusuri jalan dr Angka, Jalan Ahmad Yani, hingga finis di Hetero Space, Jalan Gatot Soebroto, dengan jarak sekitar 5 kilometer.
    Meski tak terlalu jauh, waktu tempuh pawai tersebut hampir dua jam karena saking banyaknya warga yang berjubel di kanan kiri jalan.
    Di sepanjang jalan, ketiganya disambut ribuan warga yang telah menunggu sejak pagi di pinggir jalan. Dalam kesempatan ini, Jokowi juga membagi-bagikan kaus.
    Ada dua jenis kaus yang dibagikan. Kaus putih bergambar siluet Ahmad Luthfi dan kaus hitam bertuliskan capaian-capaian Jokowi selama pemerintahannya.
    Di sepanjang jalan, banyak yang mengelu-elukan Jokowi dan meminta foto bersama. Warga juga membawa sejumlah spanduk antara lain bertuliskan “Terimakasih Pak Jokowi” dan “Selamat Datang Jokowi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin”.
    Dalam kampanye ini juga digelar bazar murah sembako di beberapa titik.
    Salah satu warga, Yulia (41), mengatakan, beras dijual dengan harga Rp 2.500 per kantung, sedangkan daging dijual Rp 5.000 per kemasan.
    “Belinya pakai kupon, setiap orang dapat 1. Saya tahu ada bazar murah ini dari saudara,” kata warga Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, ini usai membeli beras dan daging di bazar murah yang digelar di Hetero Space, Purwokerto.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Atasi Masalah Sampah, Menteri LH Wajibkan Produsen Retail dan Industri Makanan Kelola Daur Ulang
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        16 November 2024

    Atasi Masalah Sampah, Menteri LH Wajibkan Produsen Retail dan Industri Makanan Kelola Daur Ulang Bandung 16 November 2024

    Atasi Masalah Sampah, Menteri LH Wajibkan Produsen Retail dan Industri Makanan Kelola Daur Ulang
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com –
    Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mewajibkan produsen makanan siap saji, retail, hingga industri jasa makanan dan minuman menyusun peta jalan pengurangan
    sampah
    .
    Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, kebijakan ini didasari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan
    Sampah
    oleh Produsen.
    Menurut Hanif, tantangan pengelolaan sampah di Indonesia semakin besar. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat total timbulan sampah dari 368 kabupaten/kota mencapai 38,4 juta ton pada 2023.
    “Dari total tersebut, sampah yang dikelola melalui pengurangan di sumber dan penanganan di tempat pembuangan akhir (TPA) mencapai 23,7 juta ton atau 61,6 persen. Sementara 14,8 juta ton atau 38,4 persen belum terkelola,” ujar Hanif di Kota
    Bogor
    , Jumat (15/11/2024).
    Pemerintah menargetkan pengurangan sampah hingga 30 persen dari total timbulan pada 2029. Target ini akan dicapai melalui
    daur ulang
    , pembatasan timbulan sampah, dan pemanfaatan kembali.
    “Kebijakan ini menjadi dasar operasional bagi produsen sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 15 UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Pasal 12-15 PP Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga,” ungkap Hanif.
    Direktur Pengurangan Sampah KLH Vinda Damayanti memaparkan, lima jenis sampah berpotensi didaur ulang: plastik (19,21 persen), kertas (10,83 persen), logam (3,24 persen), kain (2,91 persen), dan kaca (2,46 persen).
    Potensi sampah yang dapat didaur ulang mencapai 14,7 juta ton atau 38 persen dari total timbulan sampah.
    “Pemerintah telah melayangkan surat kepada 613 perusahaan di Asosiasi Produsen Bidang Usaha Manufaktur. Harapannya, tingkat daur ulang nasional meningkat dari 10 persen menjadi 38 persen secara bertahap,” tutup Vinda.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Viral Foto Ivan Sugianto dengan Kolonel, TNI: Hanya Teman, Bukan Beking
                        Nasional

    3 Viral Foto Ivan Sugianto dengan Kolonel, TNI: Hanya Teman, Bukan Beking Nasional

    Viral Foto Ivan Sugianto dengan Kolonel, TNI: Hanya Teman, Bukan Beking
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Pusat Penerangan
    TNI
    Mayjen Hariyanto mengatakan tak ada anggotanya yang menjadi beking
    Ivan Sugianto
    , tersangka kasus perundungan di
    Surabaya
    .
    Ia mengungkapkan, foto salah satu anggota TNI berpangkat kolonel dengan Ivan yang viral di media sosial tak berarti anggota itu punya hubungan bisnis dengan Ivan.
    “Hanya teman biasa, enggak ada hubungan bisnis apalagi beking,” ujar Hariyanto dalam keterangannya, Sabtu (16/11/2024).
    Ia mengungkapkan, anggota TNI itu sudah berteman lama dengan Ivan.
    Bahkan, foto yang tersebar itu diambil pada 18 September 2018, jauh sebelum insiden perundungan di Surabaya yang menjerat Ivan.
    “Ivan dan pamen TNI tersebut sudah bersahabat sejak lama. Sekitar 11 November 2024, kasus Ivan viral, dikaitkan dengan adanya foto dalam kendaraan, di mana Ivan berfoto dengan seorang perwira menengah TNI,” kata Hariyanto.
    Diketahui, Ivan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur buntut kasus dugaan intimidasi pada seorang bocah SMA berinisial EN.
    Perkara ini menjadi perhatian publik karena video Ivan membentak-bentak EN dan memintanya bersujud sembari menggonggong viral di media sosial.
    Setelah itu, foto Ivan dengan anggota TNI pun muncul di jagat dunia maya yang menimbulkan tudingan bahwa Ivan mempunyai bekingan dari TNI.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        Tanda Love yang Apiti "Kaka, Mama, Papa" di Dinding Rumah Jadi Tulisan Terakhir Bocah Korban Pembunuhan di Banyuwangi
                        Surabaya

    4 Tanda Love yang Apiti "Kaka, Mama, Papa" di Dinding Rumah Jadi Tulisan Terakhir Bocah Korban Pembunuhan di Banyuwangi Surabaya

    Tanda Love yang Apiti “Kaka, Mama, Papa” di Dinding Rumah Jadi Tulisan Terakhir Bocah Korban Pembunuhan di Banyuwangi
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – DCN (7), bocah perempuan di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten
    Banyuwangi
    , Jawa Timur ditemukan tewas pada Rabu (13/11/2024).
    Diduga siswi kelas 1 MI itu adalah korban pembunuhan dan pemerkosaan.
    Sehari sebelum ditemukan meninggal, DCN sempat menulis namanya, kakak, mama dan papa dengan tambahan tanda “love” di tembok luar rumahnya.
    “Ini yang nulis cucu saya sehari sebelum meninggal,” kata kakek korban, S, saat ditemui di rumah duka, Jumat (15/11/2024).
    Saat menceritakan cucu perempuannya, S tampak terpukul dan matanya sembab karena menangis. Menurut dia, DCN adalah anak ceria yang rajin membantu keluarga.
    Selain itu, DCN sangat menyayangi keluarganya dan kerap membantu pekerjaan rumah sang ibu yang sedang hamil 8 bulan.
    Sehari-hari, DCN tinggal bersama ayah, ibu, kakek, nenek, kakak serta sang paman.
    “Anaknya enggak pernah
    neko-neko
    . Biasanya pulang sekolah jam 10 ya langsung pulang enggak mampir-mampir. Dia sayang sekali dengan keluarga,” kata S sambil menghapus air matanya.
    Ia megatakan pada hari kejadian, DCN yang biasa pulang sekolah jam 10.00 WIB tak kunjung pulang.
    Kemudian, sang ibu menghubungi pihak sekolah dan mendapatkan informasi bahwa DCN sudah pulang ke rumah mengendarai sepeda.
    Jarak antara sekolah dan rumah sekitar 1,5 kilometer. Aksesnya jalan tanah dan melewati areal kebun yang cukup luas.
    Biasanya, sang ibu akan menjemput di selatan rumah karena cenderung sepi dan jauh dari pemukiman.
    Saat tahu anaknya tak pulang, sang ibu mencari dibantu pihak sekolah menyusuri jalan yang dilewati korban.
    “Saya di kebun langsung ke sekolahnya. Karena tidak ada, saya langsung mencari ke jalan besar,” ujar Sutrisno.
    Tak disangka, sang ibu dan pihak sekolah menemukan sepeda korban berwarna pink di sungai kecil yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.
    Sementara DCN ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan dan luka di kepala tak jauh dari lokasi sepeda ditemukan.
    “Kok tega pelakunya melakukan itu ke cucu saya, dia masih kecil,” kata S.
    Korban sempat dilarikan ke klinik terdekat, namun kondisinya sudah meninggal dunia.
    Sementara itu ayah korban, AD (35) saat bertemu Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra meminta agar ditemukan dengan pelaku jika sudah tertangkap.
    “Izinkan saya jika pelaku bertemu, hadapkan mukanya pada saya. Saya hanya ingin bertemu dengan pelakunya. Sangat sadis sekali yang sudah dilakukan ke anak saya,” kata AD sambil menangis terisak.
    Kematian korban membuat keluarga syok dan sang ibu yang hamil tua mengurung diri di dalam kamar sambil terus menyebut nama anak perempuannya.
    Sementara itu Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra mengatakan telah memeriksa 10 saksi dan mengamankan barang bukti.
    “Hingga saat ini kami sudah memeriksa hampir 10 saksi dan masih berproses. Saksi dari pihak sekolah, keluarga, warga sekitar. Kami mohon doa seluruh warga masyarakat.”
    “Informasi sekecil apapun kami butuhkan. Bisa disampaikan agar membantu, mempermudah dan mempercepat proses pengungkapan perkara ini,” kata Rama.
    Ia juga mengatakan telah mengamankan beberapa bukti berupa barang milik korban yang ada di tempat kejadian perkara. Barang bukti tersebut ditemukan di beberapa titik di sekitar tempat kejadian perkara.
    “Barang bukti yang kami amankan adalah milik almarhum seperti sepeda, sepatu, permen lolipop. Tidak kami temukan dalam satu tempat, tapi ada di beberapa titik,” kata dia.
    “Selain itu kami sedang identifikasi perhiasan korban yang masih melekat seperti cincin. Kami temukan juga liontin di lokasi. Kami identifikasi juga barang milik korban mana yang hilang,” tambah dia.
    Saat ditanya kapan target pelaku ditangkap, Rama tidak memberikan jawaban pasti.
    “Target kami masih bekerja, semakin cepat semakin bagus. Tim gabungan dari polda (Jatim) sudah turun,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ahok Ungkap Anies Tak Pernah Masuk Bursa DPP PDI-P untuk Pilkada Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 November 2024

    Ahok Ungkap Anies Tak Pernah Masuk Bursa DPP PDI-P untuk Pilkada Jakarta Megapolitan 16 November 2024

    Ahok Ungkap Anies Tak Pernah Masuk Bursa DPP PDI-P untuk Pilkada Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua DPP
    PDI-P

    Basuki Tjahaja Purnama
    alias
    Ahok
    mengungkapkan, mantan Gubernur Jakarta
    Anies Baswedan
    tidak pernah masuk bursa calon gubernur Jakarta dari PDI-P.
    Ahok mengatakan, DPP PDI-P tidak pernah membahas kemungkinan Anies dicalonkan sebagai calon gubernur Jakarta pada
    Pilkada Jakarta
    2024.
    “Enggak pernah dibawa dalam rapat DPP bahwa seorang Anies akan dicalonkan, nggak pernah. Namanya enggak pernah dibahas,” ujar Ahok dalam program
    Gaspol! Kompas.com
    , Jumat (15/11/2024).
    Ahok menuturkan, Ketua Umum PDI-P
    Megawati Soekarnoputri
    sejak awal ingin mengusung kader internal untuk maju sebagai calon gubernur Jakarta.
    Oleh karena itu, ia memastikan bahwa kabar yang menyebut Anies bakal dideklarasikan sebagai calon gubernur Jakarta dari PDI-P adalah hoaks.
    Seperti diketahui, pada 26 Agustus 2024, sempat tersiar kabar bahwa Anies bakal dideklarasikan oleh PDI-P.
    Bahkan, muncul pula foto pertemuan antara Anies dengan kader PDI-P Rano Karno yang disebut-sebut bakal menjadi calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
    Padahal, hari itu DPP PDI-P hanya membahas kandidat yang akan diusung dari beberapa provinsi lain di luar Jakarta, yaitu Banten, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Tengah.
    “Hari itu suratnya tidak mengumumkan yang Jakarta. Yang orang heboh itu, Anies akan diumumkan, itu hoaks. Belum dibahas,” kata Ahok.
    Pada akhirnya, PDI-P mencalonkan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
    Ia mengungkapkan, Pramono Anung pun sempat menolak untuk dicanlonkan meski pada akhirnya ia bersedia.
    “Tadinya Pram (Pramono Anung) menolak. Sebelum dibawa rapat, Pram dari awal udah nolak. Saya nggak tahu (alasannya), ini kan internal,” kata Ahok.

    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bukan Ahok yang Tolak Anies Maju pada Pilkada Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 November 2024

    Bukan Ahok yang Tolak Anies Maju pada Pilkada Jakarta Megapolitan 16 November 2024

    Bukan Ahok yang Tolak Anies Maju pada Pilkada Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Politikus PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, dirinya sama sekali tidak menolak nama Anies Baswedan dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta dari partainya.
    “(Anies) dicoret itu bukan gara-gara gua,” ungkap Ahok dalam program
    Gaspol! Kompas.com
    yang tayang di YouTube, Jumat (15/11/2024) malam.
    Sejak awal, Ketua Umum PDI Perjuangan
    Megawati Soekarnoputri
    selalu menekankan bahwa partainya adalah partai kader. Oleh sebab itu, sebisa mungkin para calon kepala daerah yang diusung bersumber dari kader sendiri.
    Dalam proses politik Pilkada Jakarta, Ahok mengungkapkan, ada pihak di internal partai yang mendorong Anies dicalonkan sebagai cagub dari PDI-P. 
    Akan tetapi, Ahok menekankan, dalam setiap rapat tingkat Dewan Pengurus Pusat (DPP), hal itu tidak pernah menjadi pembahasan.
    “Jadi kalau ada yang kubu pro dan kontra (dengan Anies), itu cuma dari luar. Enggak pernah dibawa dalam rapat di DPP bahwa seorang Anies akan dicalonkan,” ujar dia.
    Pada hari di mana Anies ramai diberitakan akan ditunjuk PDI-P menjadi cagub DKI Jakarta, Ahok pun menyebut Megawati sebenarnya sudah memutuskan bahwa Pramono Anung dan Rano Karno yang maju pada Pilkada Jakarta.
    Pasalnya, pada siang hari itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu bertemu dengan Megawati dan berdiskusi empat mata.
    “Karena gua lihat WA, ‘Hah? Anies sudah pamitan, sudah ada di kantor DPP (PDI-P) nih. Enggak salah nih?’ ‘Apa benar Ibu setuju Anies’?” ujar Ahok. 
    Ahok akhirnya mendapat jawaban yang lugas dari Megawati.
    “Ibu (Megawati) bilang apa tahu enggak? ’Sudah saya coret tadi,’ Dia bilang begitu. Artinya, sebelum ketemu saya mungkin sudah dicoret,” lanjut dia. 

    Ahok pun menghormati dan menaati keputusan Megawati itu. Keputusan Megawati merupakan amanah dari kongres partai yang mesti ditaati setiap kader. 
    Di sisi lain, Ahok juga tidak mempersoalkan seandainya Megawati menunjuk Anies sekalipun untuk menjadi cagub di DKI Jakarta. Ia menekankan bahwa tak memiliki persoalan apa pun dengan Anies.
    “Kalau itu sih masa lalu, enggak ada masalah. Cuma kalau (PDI-P) enggak sesuai dengan omongannya (mengusung kader sendiri), kita ini (PDI-P) jualannya akan susah,” ujar Ahok.
    “Kami kalah pun harus dapat poin untuk 2029, partai ideologi, partai kader, nasionalis, cuma PDI Perjuangan. Ibu selalu bilang, Presiden itu cuma 10 tahun. Sementara partai ini harus tetap ada ketika bumi ada,” lanjut dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Megawati Sadar Ahok Akan Dibantai kalau Maju pada Pilkada Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 November 2024

    Megawati Sadar Ahok Akan Dibantai kalau Maju pada Pilkada Jakarta Megapolitan 16 November 2024

    Megawati Sadar Ahok Akan Dibantai kalau Maju pada Pilkada Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Mantan Gubernur DKI Jakarta
    Basuki Tjahaja Purnama
    alias
    Ahok
    mengungkapkan, ia batal dicalonkan
    PDI-P
    pada
    Pilkada Jakarta 2024
    karena Ketua Umum PDI-P
    Megawati Soekarnoputri
    khawatir Ahok bakal kalah telak.
    Ahok menyebutkan, kekhawatiran itu muncul karena adanya potensi pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada Pilkada 2024.
    “Ibu Mega itu pertama mau saya (maju Pilkada Jakarta), dia mau
    fight
    , namun kemudian hasil TSM yang seperti itu, beliau putuskan enggak boleh, sudah pasti dibantai,” ujar Ahok dalam program 
    Gaspol! Kompas.com
    , Jumat (15/11/2024).
    Sebagai gantinya, Megawati meminta Ahok untuk fokus membenahi partai dan menjalankan tugas lain di luar politik elektoral.
    “Makanya ibu langsung bilang, ‘Udah kamu urusin partai aja supaya ada darah segar, perbaiki, terus urus yayasan’,” kata Ahok.
    Ketua DPP PDI-P ini bercerita, saat ini ia ditugaskan sebagai Ketua Yayasan Mega Gotong Royong. 
    “Saya baru tanda tangan notaris, saya ketua Yayasan Mega Gotong Royong yang membawahi kapal dan segala macam di sekolah, pelatihan, advokasi,” ujar dia.
    Meski begitu, Megawati tetap menyemangati Ahok untuk kembali bertarung di masa mendatang.
    “Pak Ahok masih muda kok, lima tahun lagi masih bisa. Kita
    fight
    lagi lima tahun,’ kata Ibu Mega,” ucap dia.
    Pada akhirnya, PDI-P mengusung Pramono Anung dan Rano Karno sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta pada Pilkada Jakarta 2024.

    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemotor di Lenteng Agung Lempar Batu ke Transjakarta karena Merasa Dipepet 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 November 2024

    Pemotor di Lenteng Agung Lempar Batu ke Transjakarta karena Merasa Dipepet Megapolitan 16 November 2024

    Pemotor di Lenteng Agung Lempar Batu ke Transjakarta karena Merasa Dipepet
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pria berinisial HE (49) melempar batu ke kaca depan
    Transjakarta
    di
    Lenteng Agung
    karena merasa dipepet oleh kendaraan umum tersebut.
    “Pengemudi
    bus Transjakarta
    dengan HE sempat cekcok mulut karena sepeda motor yang dikendarainya dipepet bus tersebut,” kata Kapolsek
    Jagakarsa
    AKP Iwan Gunawan dalam keterangannya, Jumat (15/11/2024).
    Dengan begitu, HE merusak kaca depan bus Transjakarta bernomor polisi B 7597 TGC rute D21 itu dengan melempar sebuah batu.
    Setelah kejadian ini, pihak Transjakarta membuat laporan polisi yang membuat Polsek Jagakarsa akhirnnya menangkap HE pada Jumat (15/11/2024) siang kemarin.
    “Telah diamankan seorang laki laki yang diduga melakukan pengerusakan kaca depan bus Transjakarta,” ucap dia.
    Diberitakan sebelumnya, kaca bus Transjakarta pecah akibat dilempar batu pengendara motor di Jalan Moch Kahfi II, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024).
    “Kerusakan kaca depan pecah, tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujar Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani saat dikonfirmasi, Kamis (14/11/2024).
    PT Transjakarta
    sangat menyesalkan adanya peristiwa tersebut dan tidak akan tinggal diam terhadap aksi pengerusakan.
    PT Transjakarta kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Jagakarsa.
    Ayu mengatakan, perlu mengambil sikap tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
    “Transjakarta sangat fokus terhadap keamanan dan keselamatan pelanggan,” ujar dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Hindari Pengendara Motor Diduga Mabuk dan Jatuh di Tengah Jalan, Bus Sumber Selamat Terbalik di Magetan
                        Surabaya

    7 Hindari Pengendara Motor Diduga Mabuk dan Jatuh di Tengah Jalan, Bus Sumber Selamat Terbalik di Magetan Surabaya

    Hindari Pengendara Motor Diduga Mabuk dan Jatuh di Tengah Jalan, Bus Sumber Selamat Terbalik di Magetan
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – PO Sumber Rahayu mengalami kecelakaan di jalan Raya Maospati–Ngawi tepatnya masuk Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (16/11/2024) dini hari.
    Bus dengan nomor polisi W 7122 UP tersebut terguling karena menghindari pengendara sepeda motor yang diduga mabuk dan terjatuh di tengah jalan.
    Akibatnya, bus mengalami kerusakan parah. Namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, penumpang dan sopir hanya mengalami luka.
    Kanit Laka Satlantas Polres Magetan, Ipda Sulanjar Tri S, mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut.
    Ia mengatakan, kejadian berawal ketika sopir bus berusaha menghindari pengendara motor yang terjatuh di tengah jalan. Sopir membanting stir ke kanan hingga bus terbalik.
    “Kejadiaannya hari Sabtu pukul 03.15 WIB ketika sopir bus berusaha menghindari pemotor yang jatuh ditengah jalan sehingga membanting stir ke kanan yang membuat bus terguling dan terbalik,” ujarnya ditemui di loaski kejadiaan Sabtu (16/11/2024),
    Kondisi bus yang dikemudikan IA (30) warga Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah, Kabupaten  Blora, Jawa Tengah rusak parah.
    Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penumpang yang berjumlah 20 orang hanya mengalami luka ringan.
    “Sopir hanya luka ringan, tidak ada korban jiwa. Jumlah penumpang 20 semua, hanya luka rungan,” imbuh Sulanjar.
    Ia mengatakan saat ini pihaknya masih berupaya memindahkan bus yang terguling di sisi Timur Jalan Raya Maospati–Ngawi.
    “Ini masih menunggu mobil derek untuk evakuasi dari Madiun. Saat ini kami masih mengupayakan evakuasi,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.