Sempat Viral Disebut Gagal, Ladang Jagung Hasil Tanam Gibran di Tangerang Akhirnya Dipanen
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com
– Ladang jagung program Ketahanan Pangan Nasional di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, akhirnya dipanen pada Kamis (8/1/2026). Panen ini sekaligus menjawab keraguan publik setelah sebelumnya lahan ini sempat diterpa isu gagal panen.
Direktur PT MSD Corpora Internasional selaku pengelola lahan, Made Swardika Dwipayana, mengungkapkan bahwa panen dilakukan di lahan seluas sekitar 1,5 hektar. Dari luasan tersebut, total hasil panen yang didapat mencapai sekitar 2 hingga 3 ton jagung.
“Target panen hari ini di luasan 1,5 hektare. Hasilnya sekitar 2 sampai 3 ton,” ujar Made di lokasi panen Desa Bantarpanjang, Kamis.
Made menjelaskan, ladang jagung yang sempat diresmikan oleh Wakil Presiden
Gibran Rakabuming Raka
pada Oktober 2025 lalu ini memang memiliki tantangan berat. Lahan di
Tigaraksa
tersebut merupakan bekas galian dengan kondisi tanah yang ekstrem dan tidak produktif.
“Lahan di Tigaraksa ini bekas galian.
Top soil
-nya sudah hilang, tanahnya sangat tipis, bercampur batuan, dan itu menjadi tantangan utama,” kata Made.
Selain kondisi tanah, curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa bulan terakhir menjadi kendala serius. Made memastikan seluruh proses budidaya telah dilakukan sesuai prosedur dari Kementerian Pertanian, mulai dari penyemprotan herbisida, pembajakan, hingga pemupukan intensif.
Karena keterbatasan nutrisi tanah, pihak pengelola menerapkan perlakuan tambahan berupa pemberian
booster
nutrisi. Langkah ini dilakukan agar tanaman tetap dapat tumbuh dan menghasilkan buah di tengah kondisi media tanam yang tidak ideal.
“
Booster
ini memacu tanaman supaya bisa berbuah. Dan hasilnya bisa dilihat hari ini, jagungnya berbuah,” ujarnya.
Mengenai kondisi ladang yang sempat terlihat dipenuhi rumput, Made menjelaskan bahwa hal itu merupakan strategi teknis. Rumput sengaja dibiarkan tumbuh untuk menahan tanah agar tidak tergerus air hujan, mengingat posisi lahan yang miring dan rawan erosi.
Hasil
panen jagung
pakan ini rencananya akan disalurkan terlebih dahulu ke Bulog. Jika tidak terserap seluruhnya, jagung akan didistribusikan ke pabrik pakan ternak di wilayah sekitar. Made menilai hasil 2 hingga 3 ton pada masa tanam pertama di lahan ekstrem ini sudah masuk dalam kategori wajar.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2025/12/24/694bda1007704.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Taat Bayar Pajak, Pengguna Kendaraan di Kalteng Bisa Dapat Doorprize Sepeda Motor, Bagaimana Ketentuannya? Regional 8 Januari 2026
Taat Bayar Pajak, Pengguna Kendaraan di Kalteng Bisa Dapat Doorprize Sepeda Motor, Bagaimana Ketentuannya?
Tim Redaksi
PALANGKA RAYA, KOMPAS.com –
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memberikan apresiasi kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang taat membayar pajak melalui program doorprize berupa sepeda motor baru.
Program ini ditujukan bagi wajib pajak yang konsisten memenuhi kewajibannya selama bertahun-tahun tanpa keterlambatan.
Pengundian hadiah doorprize tersebut digelar oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Kantor
Bapenda Kalteng
, Rabu (7/1/2026).
Kepala Bapenda Kalteng Anang Dirjo menjelaskan, terdapat sejumlah kriteria bagi wajib pajak yang berkesempatan memenangkan
hadiah sepeda motor
.
“Data wajib pajak calon penerima doorprize didapatkan berdasarkan server wajib pajak kendaraan yang ada di Kantor Bapenda Kalteng. Total ada 15 unit sepeda motor untuk wajib pajak calon penerima doorprize yang beruntung,” beber Anang dalam paparannya.
Ia menyebutkan, syarat utama penerima doorprize adalah pengguna kendaraan yang taat membayar pajak kendaraan bermotor sejak pembelian hingga Desember 2025 selama 10 tahun berturut-turut tanpa keterlambatan.
Anang menjelaskan, hadiah sepeda motor tersebut akan dibagikan kepada wajib pajak dari 13 kabupaten dan satu kota di wilayah Kalteng, dengan total peserta undian sebanyak 569 wajib pajak.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang undian doorprize, terima kasih karena telah taat membayarkan pajak kendaraan bermotor anda sekalian. Semoga bentuk apresiasi kami dapat memotivasi wajib pajak lainnya agar selalu membayarkan pajak kendaraannya tepat waktu,” tutur Anang Dirjo.
Menurut Anang, program pemberian doorprize ini merupakan agenda tahunan Bapenda Kalteng sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang patuh pajak.
“Wajib pajak diharapkan membayarkan pajak kendaraan tepat waktu guna keberlangsungan infrastruktur dan peningkatan kualitas pembangunan di Kalteng,” imbuh dia.
Pengundian hadiah dilakukan langsung oleh Kepala Bapenda Kalteng bersama mitra kerja terkait, serta disaksikan seluruh Kepala UPT Samsat se-Kalimantan Tengah.
“Administrasi pengambilan hadiah akan diserahkan kepada masing-masing UPT Samsat di wilayah kabupaten/kota penerima hadiah,” tutur Anang.
Di sisi lain, Anang Dirjo mengungkapkan bahwa kepatuhan pajak kendaraan di Kalteng masih menjadi tantangan besar. Dari sekitar 1,8 juta unit kendaraan terdaftar, sebanyak 61 persen di antaranya masih menunggak pajak.
“Maka dari itu, lebih dari separuh kendaraan di Kalteng saat ini dalam kondisi menunggak. Ini menjadi tantangan serius bagi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD),” ujar Anang Dirjo, Kamis (5/6/2025).
Ia menyebutkan, jika dihitung bersama denda, total nilai tunggakan pajak kendaraan tersebut telah mencapai lebih dari Rp 1,8 triliun.
“Angka tersebut menunjukkan potensi pendapatan besar yang belum tergarap secara optimal oleh pemerintah daerah,” tutur Anang.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bapenda Kalteng menggulirkan program
Pemutihan Pajak Kendaraan
Bermotor sebagai upaya mendorong kepatuhan masyarakat.
“Dari program ini, kami berharap dapat memberikan penghapusan denda keterlambatan dan keringanan lainnya bagi masyarakat yang ingin melunasi tunggakan pajaknya,” tutur Anang.
Ia optimistis, kebijakan pemutihan pajak dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan.
“Jika minimal 30 persen dari kendaraan yang menunggak itu kembali aktif membayar pajak, maka diperkirakan daerah bisa memperoleh tambahan penerimaan sekitar Rp 149 miliar,” ungkapnya.
Selain berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, Anang menilai pemutihan pajak juga penting untuk memperbaiki basis data kendaraan bermotor.
“Validitas data ini penting sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan fiskal maupun teknis di lapangan. Selain itu, kepatuhan pajak yang meningkat juga akan berdampak pada penurunan biaya operasional petugas dalam melakukan penagihan maupun razia,” tandas Anang.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/30/6953ae380a633.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Tolak Pilkada via DPRD: Pemilih Prabowo hingga Anies, Boomers hingga Gen Z Nasional
Tolak Pilkada via DPRD: Pemilih Prabowo hingga Anies, Boomers hingga Gen Z
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memotret suara responden, hasilnya pemilih Prabowo Subianto hingga Anies Baswedan dan warga lintas generasi kompak menolak wacana kepala daerah dipilih DPRD.
Dilansir
ANTARA
, Rabu (7/1/2026),
LSI Denny JA
menanyai langsung 1.200 responden secara acak berjenjang (multistage random sampling) mengenai wacana
pilkada via DPRD
.
Survei soal isu yang terus ada sejak tahun lalu itu digelar pada 19 dan 20 Oktober 2025. Margin of error survei itu 2,9 persen.
Mayoritas responden menolak wacana itu, tak peduli siapapun yang mereka pilih di Pilpres 2024 silam. Baik pemilih Prabowo, Anies, maupun Ganjar Pranowo, semuanya menolak wacana pilkada lewat DPRD.
Warga lintas generasi, baik itu generasi Baby Boomer atau Boomers yang lahir di era Bung Karno sampai Generasi Z, semuanya emoh bila kepala daerah dipilih oleh anggota dewan di daerah masing-masing.
Dari 1.200 responden yang ditemui secara tatap muka dan diberi kuesioner survei LSI Denny JA, sebanyak 66,1 persen menyatakan kurang setuju, tidak setuju, atau tidak setuju sama sekali ide pilkada via DPRD.
“Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif juga sistemik,” kata peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, Rabu (7/1/2025), dikutip dari ANTARA.
Hanya 28,6 persen responden yang setuju atau sangat setuju dengan ide
pilkada tak langsung
.
Penolakan terhadap wacana perubahan sistem Pilkada itu juga datang dari lintas gender, baik laki-laki maupun perempuan, di desa maupun kota.
Di samping itu, penolakan juga datang dari kalangan “wong cilik”, yakni masyarakat berpenghasilan rendah maupun masyarakat berpenghasilan lebih tinggi.
Gen Z merupakan generasi yang paling keras menolak wacana pilkada via DPRD dibandingkan generasi lainnya.
Ardian Sopa mengatakan segmen Gen Z sebanyak 84 persen menolak,
Generasi Milenial yang menolak ide pilkada tak langsung sebanyak 71,4 persen.
Responden dari Generasi X (kelahiran 1965 sampai 1980), 60 persen dari mereka menolak ide itu.
63 Persen responden dari generasi paling tua yakni Baby Boomer, juga menyatakan penolakannya terhadap wacana itu.
“Secara sistemik tidak hanya di sebuah generasi saja penolakan ini berlangsung, tapi di semua generasi yang ada, mayoritas menolak Pilkada DPRD,” kata Ardian.
Ardian Sopa mengatakan bahwa 67,1 persen responden pemilih Prabowo Subianto menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali, terhadap pertanyaan “apakah Ibu/Bapak setuju atau tidak setuju wacana pilkada tidak langsung (dipilih oleh DPRD)?”
Ada 29,9 persen dari pemilih Prabowo setuju pilkada tak langsung, dan 3 persen tidak tahu.
Ardian menyebutkan, mayoritas pemilih calon presiden lain pada Pilpres 2024 juga menolak wacana pilkada via DPRD.
Survei menunjukkan, 60,9 persen pemilih Anies Baswedan menolak pilkada tidak langsung, sedangkan 77,5 persen pemilih Ganjar Pranowo punya sikap serupa.
“Siapapun pilihan capresnya, mayoritas menolak Pilkada lewat DPRD,” kata Ardian.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/07/695e416d4cbed.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
1 Ayah Prada Lucky Ditahan, Kuasa Hukum: Saya Tidak Diizinkan Masuk untuk Dampingi Regional
Ayah Prada Lucky Ditahan, Kuasa Hukum: Saya Tidak Diizinkan Masuk untuk Dampingi
Tim Redaksi
KUPANG, KOMPAS.com
– Ayah mendiang Prada Lucky Namo, Pelda Christian Namo, ditahan Polisi Militer Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/1/2026) petang.
“Betul, ditahan di Denpom kemarin sore sekitar pukul 16.40 Wita,” kata kuasa hukum Pelda Christian Namo, Cosmas Jo Oko, kepada Kompas.com, Kamis (8/1/2026).
Cosmas menjelaskan, setelah sempat menolak dijemput di Pelabuhan Tenau Kupang oleh sejumlah personel TNI Angkatan Darat, Pelda Christian akhirnya mengalah.
Cosmas juga ikut bersama Christian ke markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kupang.
“Saya juga ikut ke Denpom maksudnya biar jangan ribut dan mengganggu situasi dan kondisi penumpang pelabuhan,” kata dia.
Namun, ketika tiba di Denpom, Christian malah langsung digiring ke dalam dan langsung ditahan.
Melihat itu, Cosmas lalu meminta klarifikasi alasan Christian ditahan.
Tetapi dari pihak Denpom tidak memberikan jawaban.
“Sebagai kuasa hukum, kami tidak diizinkan masuk dan kami belum tahu situasi terkini. Kami juga belum tahu ditahan atas dasar tindak pidana apa. Yang jelas ini upaya menjegal agar klien kami besok tanggal 9 Januari 2026, tidak bisa mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kupang,”ungkap Cosmas.
Cosmas menyebut, sidang di pengadilan itu terkait gugatan Christian terhadap Dandim Rote Ndao, Danrem Kupang, KSAD hingga Panglima TNI, terkait pencemaran nama baik terhadap Chrisian.
Cosmas pun menilai penahanan ini adalah bukti rendahnya moralitas Danrem Kupang dan Dandim Rote Ndao.
Saat ini kata dia, kliennya sedang memperjuangkan keadilan bagi anaknya dan masih berproses.
“Penahanan yang dilakukan menjelang sidang gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Kupang adalah bukti Danrem dan Dandim alergi hukum karena merasa diri militer punya hukum sendiri namun dia lupa ini bukan perkara pidana namun perkara perdata,” tegasnya.
“Ini sangat memalukan Indonesia di mata negara lain. Mungkin mereka juga sakit hati karena upaya untuk melindungi beberapa terdakwa yang membunuh
Prada Lucky
belum berhasil,” tambah Cosmas.
Terkait hal itu, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, belum memberikan tanggapan, saat dihubungi
Kompas.com
melalui sambungan telepon.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695f3123755a3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10 Sempat Menolak, Ayah Mendiang Prada Lucky Akhirnya Ditahan Polisi Militer Kupang Regional
Sempat Menolak, Ayah Mendiang Prada Lucky Akhirnya Ditahan Polisi Militer Kupang
Tim Redaksi
KUPANG, KOMPAS.com
– Ayah mendiang Prada Lucky Namo, Pelda Christian Namo, ditahan Polisi Militer Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/1/2026) petang.
“Betul, ditahan di Denpom kemarin sore sekitar pukul 16.40 Wita,” kata Kuasa hukum
Pelda Christian Namo
, Cosmas Jo Oko, kepada Kompas.com, Kamis (8/1/2026).
Cosmas menjelaskan, setelah sempat menolak dijemput di Pelabuhan Tenau Kupang oleh sejumlah personel TNI Angkatan Darat, Pelda Christian akhirnya mengalah.
Cosmas juga ikut bersama Christian ke markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kupang.
“Saya juga ikut ke Denpom maksudnya biar jangan ribut dan mengganggu situasi dan kondisi penumpang pelabuhan,” kata dia.
Namun, ketika tiba di Denpom, Christian malah langsung digiring ke dalam dan langsung ditahan.
Melihat itu, Cosmas lalu meminta klarifikasi alasan Christian ditahan. Tetapi dari pihak Denpom tidak memberikan jawaban.
“Sebagai kuasa hukum, kami tidak diizinkan masuk dan kami belum tahu situasi terkini. Kami juga belum tahu ditahan atas dasar tindak pidana apa.”
“Yang jelas ini upaya menjegal agar klien kami besok tanggal 9 Januari 2026, tidak bisa mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kupang,” ungkap Cosmas.
Cosmas menyebut, sidang di pengadilan itu terkait gugatan Christian terhadap Dandim Rote Ndao, Danrem Kupang, KSAD hingga Panglima TNI, terkait pencemaran nama baik terhadap Christian.
Cosmas pun menilai penahanan ini adalah bukti rendahnya moralitas Danrem Kupang dan Dandim Rote Ndao.
Saat ini, kata dia, kliennya sedang memperjuangkan keadilan bagi anaknya dan masih berproses.
“Penahanan yang dilakukan menjelang sidang gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Kupang adalah bukti Danrem dan Dandim alergi hukum karena merasa diri militer punya hukum sendiri namun dia lupa ini bukan perkara pidana namun perkara perdata,” tegasnya.
“Ini sangat memalukan Indonesia di mata negara lain. Mungkin mereka juga sakit hati karena upaya untuk melindungi beberapa terdakwa yang membunuh Prada Lucky belum berhasil,” tambah Cosmas.
Terkait hal itu, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, belum memberikan tanggapan, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695f2cb138e0f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sempat Macet, Lalin di Flyover Ciputat Kembali Normal Usai Kecelakaan Truk Tronton Megapolitan 8 Januari 2026
Sempat Macet, Lalin di Flyover Ciputat Kembali Normal Usai Kecelakaan Truk Tronton
Tim Redaksi
KOMPAS.com –
Arus lalu lintas di Flyover Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (8/2/2026), kembali normal usai truk tronton mengangkut pipa besi mengalami kecelakaan pada Kamis pagi.
Sebelumnya, kecelakaan truk mengakibatkan kemacetan di Flyover Ciputat arah Jakarta menuju Ciputat.
Pantauan Kompas.com pukul 11.14 WIB, truk sudah dipindahkan ke sisi kiri jalan.
Kendaraan roda dua dan empat sudah bisa melintas dengan normal.
Sebelumnya, truk kecelakaan menabrak truk lainnya yang berada di depannya yang rem mendadak.
Kaca depan truk pecah dan ban belakang naik ke atas pembatas jalan.
Badan truk sempat melintang dan menutup satu jalur dari Jakarta menuju Ciputat serta membuat kemacetan.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695f2cb138e0f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Truk Tronton Kecelakaan di Flyover Ciputat, Lalin Arah Jakarta Macet Megapolitan 8 Januari 2026
Truk Tronton Kecelakaan di Flyover Ciputat, Lalin Arah Jakarta Macet
Tim Redaksi
KOMPAS.com –
Sebuah truk tronton mengangkut pipa besi mengalami kecelakaan di Flyover Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (8/2/2026).
Adapun truk menabrak truk lainnya yang berada di depannya yang rem mendadak.
Kaca depan truk pecah dan ban belakang naik ke atas pembatas jalan.
Badan truk sempat melintang dan menutup satu jalur dari Jakarta menuju Ciputat serta membuat kemacetan.
Namun, pantauan Kompas.com pukul 10.59 WIB, truk sudah dipindahkan oleh pihak kepolisian ke sisi kiri jalan dan lalu lintas kembali normal.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/10/20/68f5c257006f5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tiang Monorel Dibongkar Hari Rabu, Pramono: Biar Pejabat Naik Transportasi Umum Megapolitan 8 Januari 2026
Tiang Monorel Dibongkar Hari Rabu, Pramono: Biar Pejabat Naik Transportasi Umum
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembongkaran deretan tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dimulai pada Rabu (14/1/2026).
Hari Rabu dipilih karena ia ingin para pejabat yang datang ke lokasi menggunakan transportasi umum, sesuai Instruksi Gubernur DKI
Jakarta
Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan ASN Pemprov DKI naik angkutan publik.
“Kenapa hari Rabu? Supaya pejabat siapapun yang datang ke situ gak pakai kendaraan pribadi, supaya enggak membuat macet,” ucap Pramono saat ditemui di Pejempongan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Pembongkaran tiang dimaksimalkan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas di Jalan Rasuna Said.
“Untuk pembongkaran harus maksimal dilakukan malam hari, supaya tidak mengganggu transportasi yang ada di Rasuna Said,” lanjut dia.
Untuk diketahui, pembongkaran
tiang monorel
ini sebelumnya direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Januari 2026. Namun, jadwal dimajukan setelah rapat pimpinan di Balai Kota.
“Minggu ketiga mau dibongkar. Tapi Pak Gubernur kemarin, pada saat rapat pimpinan (rapim), menyampaikan minta minggu depan dibongkar. Jadi rencana minggu depan kita akan mulai. Insyaallah hari Rabu, kalau enggak berubah,” ucap Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Menurut Heru, percepatan bisa dilakukan karena proses administrasi dan pembahasan dengan PT Adhi Karya selaku pemilik tiang sudah rampung.
“Kalau kita mah sudah siap saja. Jadi karena permintaan Pak Gub untuk dibongkar hari Rabu, ya kita jalankan hari Rabu. Karenakan sudah dipenuhi semua aturannya,” lanjut dia.
Setelah pembongkaran, Pemprov DKI akan menata ulang Jalan HR Rasuna Said agar tampil seragam dengan sisi barat jalan yang sudah lebih dulu ditata.
Di sisi bekas tiang monorel, jalur cepat dan jalur lambat akan dihilangkan, lalu diganti dengan pengaturan ulang badan jalan dan trotoar.
“Rasuna Said sisi barat sudah selesai, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur; jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata,” kata dia.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan pembongkaran tidak akan disertai penutupan jalan.
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan disiapkan agar kendaraan tetap bisa melintas.
“Jadikan lalu lintasnya kita akan lakukan
semacam pengalihan arus,” ujar Syafrin saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Syafrin menjelaskan di kawasan Jalan HR Rasuna Said terdapat jalur cepat dan jalur lambat.
Ketika pekerjaan dimulai, alat berat akan ditempatkan di jalur lambat. Kendaraan lain bisa melintas di jalur cepat.
Dengan cara ini, arus lalu lintas tetap berjalan tanpa penutupan jalan.
“Di sanakan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” kata Syafrin.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2026/01/08/695f3d7dbc827.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2021/09/11/613c24ab99e7d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/31/6954a94f2810d.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)