Gagal “Nyalip”, Warga Jember Tewas Terlindas Truk Tronton
Tim Redaksi
JEMBER, KOMPAS.com
–
Nafisatul Fitriah
(24), warga Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tewas setelah mengalami kecelakaan di Jalan Brawijaya, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates pada Rabu (20/11/2024).
Kasatlantas Polres Jember AKP Achmad Fahmi Adiatma menjelaskan kecelakaan tersebut melibatkan
sepeda motor
Honda Scoopy bernomor polisi P 5088 HT dan
truk tronton
Hino bernomor polisi N 8976 UK.
Menurut dia, kronologi kecelakaan berawal saat truk Hino yang dikendarai oleh Susilo (35), warga Kabupaten Malang, melaju dari arah barat ke timur.
Sementara sepeda motor Scoopy yang dikendarai oleh Dwi Novita (20) dengan membonceng Nafisatul Fitriah melaju dari arah barat ke timur.
“Sesampainya di tempat kejadian, di depan Mitra Tani, sepeda motor menyalip truk dari sisi kiri,” kata dia pada Kompas.com via telepon.
Saat menyalip dari sisi kiri, lanjut dia, sepeda motor tersebut berpapasan dengan motor lain yang melaju dari arah berlawanan.
Akhirnya, motor Honda Scoopy itu menghindar ke kanan dan membentur sisi kiri kendaraan truk Hino.
Akibatnya, Nafisatul Fitriah yang dibonceng terjatuh hingga terlindas kendaraan tersebut.
“Korban meninggal dunia di tempat kejadian dengan kondisi perut hancur,” jelas dia.
Sedangkan Dwi Novita mengalami patah kaki sebelah kanan dan langsung dibawa ke RSU Kaliwates untuk mendapatkan perawatan.
Fahmi menduga kecelakaan tersebut terjadi karena kelalaian pengendara motor Honda Scoopy yang mendahului kendaraan lain melewati sisi kiri.
Sebab, sisi sebelah itu kurang cukup ruang gerak sehingga mengakibatkan kecelakaan.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/11/20/673d7e668e88f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
4 Gagal "Nyalip", Warga Jember Tewas Terlindas Truk Tronton Surabaya
-
/data/photo/2024/11/15/67368b654f8cf.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tim Dharma-Kun Diduga Tempel Stiker Kampanye Tanpa Izin di Rumah Warga Megapolitan 20 November 2024
Tim Dharma-Kun Diduga Tempel Stiker Kampanye Tanpa Izin di Rumah Warga
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Tim pasangan calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur (cawagub) Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, diduga melanggar karena menempel alat peraga kampanye (APK) berupa stiker di rumah warga tanpa izin.
“Kemarin ada dari (paslon) 02, biasa (pelanggarannya) dari stiker ada di kaca rumah orang tempel,” ucap Muh Iqbal Absal, anggota Panwascam Pademangan Divisi Penanganan Pelanggaran, saat dijumpai di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa malam (19/11/2024).
APK itu disebut melanggar karena orang yang punya rumah merasa keberatan dan melapor ke petugas Panwascam.
Akhirnya,
Bawaslu Jakarta Utara
pun memanggil pihak paslon untuk mengklarifikasi masalah tersebut.
“Padahal orangnya enggak mau, cuma dia takut buat mencabut, akhirnya dia lapor ke kita, kita yang cabut, tapi kita panggil paslonnya karena tidak ada izin sama yang punya rumah,” terang Iqbal.
Iqbal juga menjelaskan, pelanggaran APK tersebut memang tidak ada sanksi hukumnya.
Namun, petugas Panwascam diberikan wewenang oleh Bawaslu untuk mencabut APK-APK yang melanggar serta menyelesaikannya dengan cepat.
Proses penyelesaian masalah tersebut dilakukan dengan mempertemukan antara pelapor dan yang dilaporkan.
“Sanksi hukumnya enggak ada, tapi Panwascam diberikan wewenang untuk pendamaian dengan cara sengketa cepat. Saat melapor, dua-duanya kita panggil, dan kita selesaikan. Saat ini sudah selesai,” ucap Iqbal.
Pelanggaran APK lain yang terjadi di kawasan Pademangan adalah saling timpa spanduk paslon.
“Bahkan, juga ada beberapa paslon saling menyatakan bahwa sengketa cepat, bahwa spanduknya ditimpa oleh spanduk lain. Ini kita selesaikan secara damai dan tepat,” pungkas Iqbal.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/20/673d68dd38837.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Banjir Rob Ancam Pesisir Jawa pada 21 November 2024, Simak Perinciannya Berikut… Regional 20 November 2024
Banjir Rob Ancam Pesisir Jawa pada 21 November 2024, Simak Perinciannya Berikut…
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com
– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (
BMKG
) memberikan peringatan mengenai potensi banjir pesisir di wilayah utara Jawa Tengah yang akan terjadi pada Kamis (21/11/2024).
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, Sediyanto, menjelaskan bahwa potensi banjir pesisir ini dipengaruhi oleh dinamika pesisir di kawasan Pantai Utara Jawa Tengah.
“Masyarakat diimbau untuk waspada,” kata Sediyanto dalam keterangannya pada Rabu (20/11/2024).
KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf Banjir rob di Kawasan Tanjung Emas Semarang karena tanggul jebol. Senin (20/6/2022).
BMKG memprediksi bahwa pasang air laut maksimum akan berpotensi menyebabkan fenomena banjir rob, yang diperkirakan akan terjadi antara pukul 00.00 hingga 03.00 WIB.
”
Banjir rob
tersebut dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir,” ucapnya.
Dampak lebih lanjut dari banjir rob ini termasuk gangguan pada aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
“Masyarakat diimbau untuk selalu siaga untuk mengantisipasi dampak dari banjir pesisir, serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” tambah dia.
Fenomena banjir rob ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya yang dapat mengganggu berbagai sektor kegiatan masyarakat di pesisir.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/20/673d6bb32d11a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Bayi Berusia 3 Tahun di Musi Rawas Tewas Dianiaya Bapak Kandung Regional 20 November 2024
Anak Balita di Musi Rawas Tewas Dianiaya Bapak Kandung
Tim Redaksi
MUSI RAWAS, KOMPAS.com
– Seorang anak bayi berusia di bawah lima tahun berinisial DT tewas di tangan bapak kandungnya sendiri, yakni Sumari (41), setelah dianiaya menggunakan tangan dan batu ketika sedang terlelap tidur.
Akibat kejadian tersebut, EW (38), yang merupakan istri pelaku, mengalami syok berat mengetahui anak laki-laki mereka telah tewas usai dianiaya oleh bapak kandungnya.
Kasi Humas Polres
Musi Rawas
AKP Hendriansyah mengatakan, kejadian berlangsung pada Selasa (19/11/2024) sekitar pukul 02.00 WIB di Dusun 1 Punjung Jaya, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Mulanya, EW bersama anaknya DT sedang terlelap tidur.
Namun, istri pelaku pun terbangun dan melihat suaminya Sumari ternyata sedang mencekik korban yang masih bayi.
“Istrinya menjerit ketakutan dan meminta tolong kepada warga sekitar,” kata Hendriansyah, Rabu (20/11/2024).
Hendriansyah menjelaskan, setelah mencekik korban, Sumari ternyata juga memukul bayi malang itu dengan menggunakan batu.
Pukulan itu membuat anak kandungnya langsung tak sadarkan diri.
Setelah melakukan aksinya, pelaku pun langsung keluar rumah dan dikejar warga sampai akhirnya tertangkap.
“Pukulan itu tiga kali dilakukan pelaku. Kondisi korban saat itu masih bernapas sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.
Usai mendapatkan perawatan, beberapa saat kemudian korban dinyatakan tewas.
Sementara pelaku langsung dibawa ke Polres Musi Rawas untuk menjalani pemeriksaan.
Menurut Kasi Humas, dari pemeriksaan sementara, pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa.
Ia pun baru sepekan tinggal di rumah setelah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Soeprapto Bengkulu sejak 2 Oktober 2024 lalu.
“Keterangan istri pelaku, suaminya itu sudah lama mengumpulkan batu di rumah. Katanya ada orang yang berniat jahat. Kami sekarang masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku,” jelasnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/20/673d65c51bba3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Anies Baswedan Kembali Terima Pramono-Rano di Rumahnya, Berpose Salam 3 Jari Megapolitan 20 November 2024
Anies Baswedan Kembali Terima Pramono-Rano di Rumahnya, Berpose Salam 3 Jari
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Mantan Gubernur Jakarta
Anies Baswedan
kembali menerima calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3,
Pramono Anung
dan Rano Karno, di kediamannya di Lebak Bulus, Rabu (20/11/2024) pagi.
Pertemuan tersebut diposting di Instagram resmi @pramonoanungw sekitar pukul 10.00 WIB.
Pramono menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga dihadiri oleh para ulama dan habib.
“Alhamdulillah. Mengawali pagi dengan khidmat. Saya dan Bang Doel dapat kesempatan sarapan dan bersilaturahmi bersama dengan para ulama dan habib di kediaman Mas @aniesbaswedan,
” tulis Pramono Anung dalam Instagram resminya, dikutip Rabu (20/11/2024).
Dalam postingan Instagram tersebut, tampak pula Pramono Anung mengenakan pakaian berwarna krem dengan celana hitam.
Sementara itu, Rano mengenakan kemeja bergaris biru dengan celana putih.
Dalam postingan itu, Anies Baswedan yang mengenakan pakaian batik juga sempat berpose ‘salam tiga jari’ bersama Pramono Anung, Rano Karno, ulama, dan habib yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Anies Baswedan dalam postingan akun X @aniesbaswedan juga mengunggah foto pertemuan yang sama.
Anies menyebut bahwa pertemuan tersebut juga untuk berdiskusi, menyamakan derap langkah, dan berjuang untuk warga Jakarta.
“Membersamai terbitnya matahari, berlangsung
silaturahmi
Forum Ulama Habaib (FUHAB) bersama Mas @PramonoAnung dan Bang Doel di pendopo Lebak Bulus. Dipimpin Ketua DPP FUHAB, K.H. Luthfi Zawawi, berdiskusi santai dan menyamakan derap langkah: berjuang untuk warga Jakarta. Diakhiri dengan doa dan sarapan nasi uduk Betawi, plus soto Betawi,” tulis Anies dalam postingan X-nya, dikutip Rabu (20/11/2024).
Akan tetapi, belum terang isi pertemuan ketiga tokoh tersebut bersama ulama dan habib, sebab tidak ada awak media yang meliput pertemuan tersebut.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/20/673d65ecee334.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Viral, Foto Pengendara Pelat Merah Tempeleng Operator SPBU di Semarang, Ini Penjelasan Pertamina Regional 20 November 2024
Viral, Foto Pengendara Pelat Merah Tempeleng Operator SPBU di Semarang, Ini Penjelasan Pertamina
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com
– Unggahan foto pengendara sepeda motor pelat merah yang melakukan kekerasan fisik ke
operator SPBU
di Jalan Sultan Agung Semarang, Jawa Tengah viral di media sosial.
Berdasarkan unggahan foto yang beredar, pengendara sepeda motor pelat merah itu terlihat antre di jalur pengisian Pertalite atau BBM bersubsidi.
Pengendara tersebut tampak mengendarai sepeda motor CBR dengan pelat nomor H 6279 XH.
Peristiwa tersebut ramai setelah diunggah oleh akun Instagram @beritasemarang*** belum lama ini
”
Pria tersebut memukul kepala operator SPBU
,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?Saat dikonfirmasi, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Kejadian itu terjadi kemarin (Selasa, Red) sekitar pukul 8.40 WIB di SPBU depan Akpol Semarang,” kata Brasto kepada
Kompas.com
melalui pesan singkat, Rabu (20/11/2024).
Infomasi yang dia dapatkan, pengendara sepeda motor pelat merah tersebut hendak mengisi Pertalite.
Mengetahui sepeda motor yang dikendarai pelat merah, operator SPBU mengarahkan agar pengendara tersebut mengisi BBM yang nonsubsidi.
“Operator mengarahkan untuk mengisi BBM nonsubsidi namun justru mendapatkan penganiayaan di kepala oleh oknum pengendara sepeda motor tersebut,” ungkap dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/11/14/6735253aaed9c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/10/27/671e03666c8c7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2023/10/11/652626a5786a6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/11/18/673b5ad2215ac.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)