Category: Kompas.com Metropolitan

  • Kasus KDRT di Gresik, Magdalena Tewas Dibunuh Suaminya, Ditemukan Tergeletak di Pekarangan
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        24 November 2024

    Kasus KDRT di Gresik, Magdalena Tewas Dibunuh Suaminya, Ditemukan Tergeletak di Pekarangan Surabaya 24 November 2024

    Kasus KDRT di Gresik, Magdalena Tewas Dibunuh Suaminya, Ditemukan Tergeletak di Pekarangan
    Editor
    KOMPAS.com
    – Magdalena Fallo, warga
    Gresik
    , Jawa Timur menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya sendiri, AL.
    Magdalena ditemukan dalam kondisi mengenaskan di pekarangan rumah tetangganya pada Sabtu (23/11/2024) siang.
    Aksi penganiayaan berujung tewasnya istri tersebut terjadi di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Gresik.
    Sebelum terjadi peristiwa tersebut, warga mendengar korban dan pelaku bertengkar dari rumahnya. Lalu korban diancam oleh pelaku yang membawa senjata tajam jenis badik.
    Ada tiga lokasi yang menjadi tempat kejadian perkara yakni di teras rumah, di jalan dan di pekarangan rumah warga.
    Saat itu korban dalam kondisi luka tusuk berusaha lari dan menyelamatkan diri. Sementara suaminya, AL kabur setelah menganiaya istrinya. Diduga korban dianiaya dengan pisau dan obeng.
    Hingga akhirnya korban di temukan tergeletak berlumuran darah di pekarangan rumah warga. Melihat itu, salah satu warga berteriak meminta tolong hingga tetangga sekitar pun geger.
    Kapolsek Driyorejo AKP Musihram membenarkan adanya aksi pembunuhan tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
    “Benar, kekerasan dalam rumah tangga, korban meninggal,” ujar Musihram.
    Ia mengatakan korban sempat dilarikan ke RS Petrokimia Gresik untuk menjalani perawatan. Namun, setelah menjalani perawatan korban dinyatakan meninggal dunia.
    “Korban meninggal setelah menjalani perawatan. Saat ini dilakukan visum untuk mengetahui luka penyebab kematian,” imbuhnya.
    Polisi sudah melakukan oleh TKP di lokasi kejadian dan memburu suami korban yang merupakan pelaku penganiayaan berujung tewasnya korban.
    Korban meninggalkan dua orang anak yang masih kecil.
    Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Geger KDRT Sadis di Gresik, Suami Habisi Istri Pakai Obeng dan Pisau hingga di Pekarangan Tetangga
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5 Alumni SMAN 3 Tasikmalaya Jalani Misi Pendakian Puncak Everest
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        24 November 2024

    5 Alumni SMAN 3 Tasikmalaya Jalani Misi Pendakian Puncak Everest Bandung 24 November 2024

    5 Alumni SMAN 3 Tasikmalaya Jalani Misi Pendakian Puncak Everest
    Tim Redaksi
    TASIKMALAYA, KOMPAS.com
    – Lima alumni
    SMAN 3 Tasikmalaya
    , Jawa Barat, bersiap untuk mendaki
    Puncak Everest
    , gunung tertinggi dunia di Pegunungan
    Himalaya
    .
    Ekspedisi ini dijadwalkan berlangsung dari 2-18 Desember 2024.
    Kelima pendaki tersebut adalah mantan anggota pecinta alam sekolah Gempala, yang bertekad mengukir sejarah di ketinggian level dunia.
    Pada Minggu (24/11/2024), Komandan Lanud Wiriadinata Tasikmalaya, Letnan Kolonel Pnb Taufik Agus Hidayat, melepas kelimanya sebagai bentuk dukungan terhadap ekspedisi itu.
    “Pendakian ke Himalaya merupakan langkah besar bagi para anggota Gempala maupun Ikatan Alumni Gempala (IAG).”
    “Selain menguji kemampuan fisik dan mental, ekspedisi ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri, kerja sama tim, dan semangat nasionalisme,” kata Taufik kepada
    Kompas.com
    .
    Ketua tim ekspedisi, Indra Cobra menyatakan, pendakian ini merupakan rangkaian dari perayaan Hari Ulang Tahun Gempala ke-33.
    Sebelumnya, mereka telah menggelar acara tasyakuran di Gunung Galunggung, Tasikmalaya, dan kegiatan arung jeram yang diikuti oleh ratusan anggota Gempala.

    Insha Allah
    ini adalah awal perjalanan kami. Semoga ini bisa menginspirasi anggota Gempala lainnya.”
    “Kami juga akan membawa almamater sekolah dan Kota Tasikmalaya menuju puncak dunia. Mohon doa dan dukungan dari berbagai pihak agar diberikan kelancaran dalam segala hal,” kata Indra Cobra.
    Kepala Sekolah SMAN 3 Tasikmalaya, Elin Yuliana menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan minat dan bakat siswa di berbagai bidang, termasuk kegiatan ekstrakurikuler pecinta alam.
    “Kami berharap kegiatan pendakian ke Gunung Himalaya oleh anggota Gempala SMA Negeri 3 Tasikmalaya ini dapat menginspirasi siswa lainnya untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banjir dan Longsor di Padanglawas, 5 Orang Tewas
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        24 November 2024

    Banjir dan Longsor di Padanglawas, 5 Orang Tewas Medan 24 November 2024

    Banjir dan Longsor di Padanglawas, 5 Orang Tewas
    Tim Redaksi
    PADANGLAWAS, KOMPAS.com

    Cuaca ekstrem
    dengan intensitas hujan tinggi menyebabkan banjir dan
    longsor
    di Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara, pada Sabtu (23/11/2024) kemarin.
    Peristiwa ini telah merenggut lima nyawa. Satu orang, Panjang Panggabean (52), ditemukan tewas tersangkut di pohon kelapa sawit muda di pinggiran aliran Sungai Barumun.
    “Banjir di Kecamatan Barumun menyebabkan satu orang warga tewas terseret banjir, dan ditemukan di pinggir aliran sungai pada Sabtu pagi.”
    Demikian ungkap Kepala Polisi Resor Padanglawas, AKBP Diari Astitika, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (24/11/2024).
    Diari menjelaskan, hujan dengan curah tinggi terjadi sejak Jumat (22/11/2024) malam. Saat itu, korban diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) dan pergi ke luar rumah.
    “Hasil identifikasi dan penelusuran Sat Reskrim Polres Padanglawas menemukan keluarga korban. Dari keterangan keluarga, korban atas nama Panjang Panggabean, usia 52 tahun, menderita gangguan kejiwaan,” kata Diari.
    Kapolres juga melaporkan, terdapat sekitar delapan titik lokasi banjir di Kecamatan Barumun.
    “Banjir juga merendam ratusan rumah warga, dan pada Sabtu sekitar pukul 10.00, banjir mulai perlahan surut. Banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Barumun,” kata dia.
    Di hari yang sama, dua rumah di perkebunan karet Desa Harang Julu, Kecamatan Ulu Sosa, juga tertimbun longsor.
    Dalam insiden tersebut, satu rumah yang dihuni oleh Dame Harahap, Rona Pasaribu (52), dan Mawar Pasaribu (60), berhasil menyelamatkan diri.
    Namun, satu rumah lainnya, yang dihuni oleh Hermadianto (40), istrinya Lila Siregar (32), serta dua anak mereka, Azra (7) dan Dwi (5 bulan), ditemukan tewas.
    Kondisi ini menunjukkan dampak serius dari bencana alam yang melanda wilayah tersebut, menuntut perhatian dan penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Cerita Saat Mahfud Batal Jadi Cawapres Jokowi, JK: Sudah Pakai Jabat Tangan dan Pelukan
                        Nasional

    3 Cerita Saat Mahfud Batal Jadi Cawapres Jokowi, JK: Sudah Pakai Jabat Tangan dan Pelukan Nasional

    Cerita Saat Mahfud Batal Jadi Cawapres Jokowi, JK: Sudah Pakai Jabat Tangan dan Pelukan
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI
    Jusuf Kalla
    atau karib disapa
    JK
    menceritakan saat
    Mahfud MD
    batal terpilih menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Joko Widodo (
    Jokowi
    ) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 silam.
    Menurut JK, Jokowi yang saat itu masih menjadi Presiden RI mendatanginya di kantor Wakil Presiden (Wapres) untuk berdikusi mengenai siapa sosok cawapres yang pas mendampinginya maju kembali pada
    Pilpres 2019
    .
    Setelah berbincang selama hampir dua jam, JK menyebut nama
    Mahfud
    MD sebagai calon yang cocok dengan kriteria yang dicari Jokowi untuk mendampinginya maju kedua kalinya pada pilpres.
    “(Jokowi bertanya) Jadi siapa ini. Saya bilang begini, jangan kita bicara orang, kita bicara kriteria dulu, bapak mau apa? (Dijawab Jokowi) Pertama tentu sebaiknya yang pintar. Saya kan perlu dukungan dari orang yang pnitar. Kedua sebaiknya orang NU (Nahdlatul Ulama). (Saya tanya) Apa lagi, (dijawab) baik pengalamannya dan tidak ada celah,” kata JK dalam Podcast bertajuk “Ruang Sahabat” dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, Minggu (24/11/2024).
    “Saya bilang, kalau begitu Pak Mahfud yang memenuhi syarat, pintar, dia orang NU.

    Kemudian, kariernya baik dan tidak ada celah,” ujarnya melanjutkan.
    JK mengungkapkan, saat itu dirinya dan Jokowi berjabat tangan sebagai tanda bahwa keputusan sudah diambil yakni Mahfud MD yang akan menjadi cawapres.
    Bahkan, JK mengatakan, dirinya dan Jokowi juga berpelukan setelah keputusan tersebut diambil.
    “Itu sejarahnya kenapa tidak jadi padahal saya yakin diputusan-12putusan terakhir itu di kantor saya, pakai jabat tangan, pakai pelukan,” kata JK.

    Namun, betapa terkejutnya Jusuf Kalla saat mendapat kabar bahwa bukan Mahfud MD yang akan diumumkan menjadi cawapres mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019.
    JK menceritakan, dirinya diajak untuk ikut serta saat Jokowi mengumumkan cawapres. Tetapi, dia menolak dan lebih memilih menyaksikannya melalui televisi.
    Kemudian, dia menghubungi salah seorang politikus yang dilihatnya di televisi untuk menanyakan perihal pengumuman tersebut yakni Abdul Kadir Karding.
    Saat itulah JK terkejut karena Karding menyebut bahwa cawapres yang akan mendampingi Jokowi adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin.
    “Saya telelon, ‘Karding bagaimana kau sudah tahu siapa calon wapres’. (Dijawab) ‘Menurut bapak siapa?’ (Saya jawab) ‘ya Pak Mahfud’. (Kata Karding) Berubah Pak. ‘Hah kenapa berubah? Tadi kita jabat tangan dengan Pak Jokowi’,” ujar JK menirukan pembicaraannya dengan Karding saat itu.
    “Jadi, dua jam itu bicara, setuju, dan Pak Mahfud saya kira sudah dikasih singnal juga kan. Rupanya ada beberapa partai atau beberapa orang, saya tidak tahu setelah itu, saya pikir sudah selesai toh Pak Mahfud jadi wapres, ya sudah. Eh ternyata Pak Kiai (Ma’ruf Amin),” katanya melanjutkan.
    Setelah benar Ma’ruf Amin yang diumumkan sebagai cawapres, JK pun sempat berpandangan bahwa wapres dari Jokowi jika terpilih pada Pilpres 2019, bakal tidak lincah.
    “Tetap NU, pintar juga, pintar dari sisi lain, bukan pemerintahan tapi sisi agama. Tetapi saya yakin nanti tidak lincah ini wapres ini membantu. Kita kan wapres tuh membantu mendampingi, kalau perlu juga menjaga jangan kena masalah,” ujarnya.
    Usai menceritakan peristiwa itu, JK lantas menghibur hati Mahfud MD dengan mengatakan bahwa mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu masih muda sehingga masih memiliki banyak kesempatan maju sebagai cawapres kembali.
    “Saya bilang ke Pak Mahfud, tenang lah Pak Prabowo keempat kalinya baru masuk (jadi Presiden). (Mahfud) baru dua kali dan masih muda. Ya begitu sejarahnya,” kata JK.
    Menanggapi cerita JK, Mahfud MD lantas menceritakan versinya. Menurut dia, Jokowi langsung memanggilnya untuk menghadap dan dijelaskan mengenai situasinya.
    Tak hanya itu, Mahfud mengatakan, Jokowi tetap menginginkannya membantu di pemerintahan.
    “Sesudah itu saya dipanggil Pak Jokowi. (Jokowi mengatakan) ‘bahwa Pak Mahfud tadi saya sudah memutuskan Pak Mahfud tapi menjelang keputusan itu partai-partai banyak yang tidak setuju. Saya kan tidak punya partai ya untuk memveto itu tapi nanti Pak Mahfud tetaplah bersama saya waktu itu’, malam itu juga. Ya sudah saya anggap sudah selesai, ini politik,” kata Mahfud.
    Dia juga mengatakan, JK adalah orang pertama yang menghubunginya saat nama Ma’ruf Amin yang ternyata diumumkan menjadi cawapres.
    Sebagaimana diberitakan
    Kompas.com
    , Jokowi mengumumkan Ma’ruf Amin sebagai cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 2019, dalam konferensi pers pada Kamis, 9 Agustus 2018.
    Pengumuman itu dilakukan usai Jokowi bertemu ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik pendukungnya di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis.
    “Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden adalah Profesor Kiai Haji Ma’ruf Amin,” ujar Jokowi.
    Menurut Jokowi, keputusan ini telah ditandatangani oleh sembilan ketua umum dari partai politik pendukungnya.
    Adapun tokoh partai politik yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.
    Selain itu, ada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono.
    Sedangkan sembilan sekjen yang hadir, yakni Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Paulus, Sekjen Partai Nasdem Johnny G Platte, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding.
    Kemudian, Sekjen Partai Hanura Herry Lontung, Sekjen PPP Asrul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9
                    
                        Banjir Bandang Terjang Deli Serdang, 3 Orang Tewas dan 9 Lainnya Terluka 
                        Medan

    9 Banjir Bandang Terjang Deli Serdang, 3 Orang Tewas dan 9 Lainnya Terluka Medan

    Banjir Bandang Terjang Deli Serdang, 3 Orang Tewas dan 9 Lainnya Terluka
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com

    Banjir bandang
    menerjang Desa Martelu dan Desa Sala Bulan di Kecamatan Sibolangit, Sumatera Utara, pada Sabtu (23/11/2024) malam.
    Dalam insiden tersebut, tercatat 3 korban tewas dan 9 orang lainnya mengalami luka-luka.
    Camat Sibolangit, Hesron T Girsang, menjelaskan bahwa peristiwa ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi.
    “Banjir datang tiba-tiba dari hulu sungai di sekitar lokasi kejadian,” ujar Hesron dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/11/2024).


    Ia menambahkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi berlangsung selama kurang lebih 2 jam.
    Hesron mengungkapkan bahwa dari dampak banjir ini, tiga warga tewas.
    Identitas korban tewas adalah Kartini br Sitepu (65) dari Desa Martelu, serta Elsie Nadinda Rahel (3) dan Serta Ginting (81) dari Desa Sala Bulan.
    Sementara itu, sembilan korban luka telah dilarikan ke Puskesmas Sibolangit, sedangkan korban meninggal dunia telah dibawa ke rumah duka.
    Saat ini, Hesron juga melaporkan bahwa masih ada tiga korban yang dinyatakan hilang, yaitu Budi Utama Simanjuntak (30), Gerge Barus (40), dan Pardamenta (35).
    Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap ketiga korban tersebut.
    Selain menelan
    korban jiwa
    ,
    banjir bandang
    ini juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan.
    “Empat rumah rusak berat dan satu rumah ibadah (gereja) juga mengalami kerusakan berat,” tambah Hesron.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Wapres Gibran Sambut Kembalinya Presiden Prabowo dari Kunjungan Kerja
                        Nasional

    6 Wapres Gibran Sambut Kembalinya Presiden Prabowo dari Kunjungan Kerja Nasional

    Wapres Gibran Sambut Kembalinya Presiden Prabowo dari Kunjungan Kerja
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyambut kedatangan
    Presiden Prabowo
    Subianto di Indonesia setelah menyelesaikan kunjungan kerja (kunker) ke enam negara.
    Kunjungan tersebut dimulai pada 8 November 2024 dan mencakup lawatan ke China, Amerika Serikat (AS), Peru, Brasil, dan Inggris.
    Gibran membagikan momen ketibaan Prabowo melalui akun Instagram resminya @gibran_rakabuming pada Minggu (24/11/2024), dengan menyampaikan, “Selamat datang kembali di Tanah Air, Bapak Presiden.”
    Pada unggahan tersebut, Gibran terlihat menyambut Presiden Prabowo yang baru turun dari pesawat Kepresidenan RI.
    Tampak pula sejumlah pejabat negara yang ikut menyambut, diantaranya Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Budi Gunawan.
    Selama kunjungannya, Prabowo melakukan serangkaian pertemuan penting, dimulai dengan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping, dilanjutkan dengan Presiden AS Joe Biden.
    Presiden juga menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Lima, Peru, di mana ia menerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Peru, yaitu “Grand Cross of the Order of the Sun of Peru” atau “El Sol del Perú”.
    Selain itu, Prabowo menghadiri KTT G20 di Brasil pada 17 November 2024. Di London, Inggris, ia juga bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
    Sebelum kembali ke Tanah Air, Prabowo dan rombongan singgah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), untuk memenuhi undangan Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Masyarakat Tetap Padati Jalan Sudirman-Thamrin meski CFD Ditiadakan untuk Masa Tenang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 November 2024

    Masyarakat Tetap Padati Jalan Sudirman-Thamrin meski CFD Ditiadakan untuk Masa Tenang Megapolitan 24 November 2024

    Masyarakat Tetap Padati Jalan Sudirman-Thamrin meski CFD Ditiadakan untuk Masa Tenang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau
    car free day
    (CFD) ditiadakan pada Minggu (24/11/2024), masyarakat tetap memadati Jalan
    Sudirman-Thamrin
    , Jakarta.
    Pantauan
    Kompas.com
    di sekitar Patung Jenderal Sudirman, terlihat banyak warga yang berlari, berjalan santai, atau bersepeda.
    Mereka menggunakan dua lajur jalan dan “memaksa” kendaraan melambat untuk menghindari potensi kecelakaan, mengingat tidak adanya pembatas antara pengendara dan pejalan kaki.
    Sejak pukul 07.45 WIB, kendaraan yang melintas didominasi oleh motor, mobil pribadi, dan Transjakarta. Tidak ada penutupan lalu lintas menuju Jalan Sudirman-Thamrin, sehingga pengendara dapat dengan leluasa memasuki area tersebut.
    Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta pun berkeliling untuk mengingatkan masyarakat agar tidak memenuhi ruas jalan.
    “Ayo bapak, ibu, jangan di jalan ya, hari ini HBKB ditiadakan, ada banyak motor melintas, hati-hati,” ucap petugas menggunakan pengeras suara di sekitar Patung Sudirman.
    Keputusan untuk meniadakan CFD tersebut diambil selama
    masa tenang
    Pilkada Jakarta, yang berlangsung dari 24 hingga 27 November 2024.
    Hal ini mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 2 Tahun 2024 dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016, yang menyatakan HBKB dapat dibatalkan jika ada kegiatan khusus yang memerlukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan.
    CFD di kawasan Sudirman-Thamrin biasanya berlangsung setiap minggu dari pukul 06.00-10.00 WIB.
    Namun, pada
    masa tenang Pilkada
    2024, semua aktivitas kampanye dan kegiatan massa dilarang untuk memastikan kelancaran proses pemilihan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Masa Tenang Pilkada 2024 Dimulai, Kampanye dan Iklan Dilarang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 November 2024

    Masa Tenang Pilkada 2024 Dimulai, Kampanye dan Iklan Dilarang Megapolitan 24 November 2024

    Masa Tenang Pilkada 2024 Dimulai, Kampanye dan Iklan Dilarang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com

    Masa tenang
    Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 resmi dimulai serentak sejak Minggu (24/11/2024) hingga Selasa (26/11/2024). Masa tenang menandai berakhirnya seluruh aktivitas kampanye jelang hari pencoblosan.
    Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2024, sejumlah larangan diberlakukan selama
    masa tenang
    , termasuk penyiaran iklan di media massa cetak, elektronik, media sosial, dan daring.
    “Media massa cetak, media massa elektronik, media sosial, dan media daring dilarang menyiarkan iklan, rekam jejak pasangan calon, atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kepentingan kampanye yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon selama masa tenang,” sebagaimana tertulis dalam PKPU tersebut.
    Larangan selama masa tenang
    Beberapa aturan yang wajib dipatuhi selama
    masa tenang Pilkada
    2024 antara lain:
    1. Dilarang melakukan aktivitas kampanye oleh partai politik, pasangan calon, atau tim kampanye, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    2. Menonaktifkan akun media sosial resmi sebelum masa tenang dimulai.

    3. Menghentikan penayangan iklan kampanye di media massa, elektronik, dan daring.
    Pencopotan APK
    Ciri khas masa tenang biasanya ditandai dengan pencopotan alat peraga kampanye (APK), seperti baliho, bendera, dan spanduk, di berbagai lokasi yang sebelumnya digunakan untuk promosi pasangan calon.
    Pemungutan suara Pilkada 2024 akan dilaksanakan pada Rabu (27/11/2024). Hari tersebut telah ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        KPK Benarkan OTT di Bengkulu, 7 Orang Diamankan
                        Nasional

    8 KPK Benarkan OTT di Bengkulu, 7 Orang Diamankan Nasional

    KPK Benarkan OTT di Bengkulu, 7 Orang Diamankan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Komisi Pemberantasan Korupsi (
    KPK
    ) membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat di Bengkulu, Sabtu (23/11/2024).
    “Aku baru dapat laporan dari staf yang membenarkan ada giat penindakan di Bengkulu,” kata Wakil Ketua KPK
    Alexander Marwata
    saat dikonfirmasi, Minggu (24/11/2024).
    Menurut Alexander, KPK mengamankan tujuh orang dalam operasi tersebut. Namun, ia belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas mereka ataupun kasus yang sedang ditangani.
    “Ada tujuh orang diamankan. Detailnya baru nanti sore,” ujarnya.

    Informasi mengenai OTT mulai beredar di media sosial sekitar pukul 11.30 WIB pada Sabtu. Disebutkan bahwa sejumlah pejabat yang terjaring OTT dibawa ke Mapolresta Bengkulu.
    Hingga saat ini, alasan penangkapan serta identitas mereka belum diungkap oleh pihak KPK.
    KPK dijadwalkan memberikan keterangan resmi terkait operasi tersebut pada Minggu sore.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tim Ridwan Kamil-Suswono Bantah Stiker "Mau Dipimpin Siapa?" sebagai Kampanye Hitam
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 November 2024

    Tim Ridwan Kamil-Suswono Bantah Stiker "Mau Dipimpin Siapa?" sebagai Kampanye Hitam Megapolitan 24 November 2024

    Tim Ridwan Kamil-Suswono Bantah Stiker “Mau Dipimpin Siapa?” sebagai Kampanye Hitam
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Tim hukum pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 1,
    Ridwan Kamil

    Suswono
    , membantah tuduhan bahwa stiker bertuliskan “Mau dipimpin siapa?” merupakan bentuk
    kampanye hitam
    .
    “Pemasangan stiker itu tidak ada pelanggaran kampanye dan bukan juga kampanye hitam,” ujar Rimhot Siagian, tim hukum paslon Ridwan Kamil-Suswono, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (23/11/2024).
    Rimhot memaparkan sembilan poin untuk menjelaskan bahwa stiker tersebut tidak termasuk kampanye hitam:
    Rimhot juga menyoroti tindakan persekusi yang dialami warga saat memasang stiker tersebut.
    “Menggeruduk, memukul, dan mengajak menangkap ini bentuk persekusi di luar koridor hukum,” tegasnya.
    Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk barbarisme politik yang melanggar nilai demokrasi dan Pancasila.
    “Tindakan pemburuan terhadap seseorang atau kelompok tanpa memikirkan keadilan adalah bentuk bar-bar politik dan merusak tatanan demokrasi,” ujarnya.
    Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan kegaduhan warga akibat stiker tersebut viral di media sosial. Salah satu akun yang mengunggah video tersebut adalah @gunromli di Instagram.
    Dalam video, terlihat seorang pria dengan jaket bertuliskan Ridwan Kamil-Suswono sedang menempelkan stiker di dinding rumah warga.
    Stiker tersebut terdiri dari dua bagian: biru untuk kubu Ridwan Kamil-Suswono (Rido) dan merah untuk kubu Pram-Rano. Pesan di bagian kubu Pram-Rano dituding mengandung provokasi, dengan tulisan seperti “Mau dipimpin siapa?”, “Gubernur pilihan Prabowo (Rido)”, dan “Gubernur pilihan Megawati (Pram-Rano)”.
    Stiker tersebut juga menampilkan foto Prabowo Subianto di kubu RIDO dan Megawati Soekarnoputri di kubu Pram-Rano, yang memicu perdebatan di masyarakat.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.