Category: Kompas.com Metropolitan

  • Murni Karena Emosi, Motif Tersangka Pukuli Penabrak Mobilnya di Pulogadung Hingga Tewas
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 November 2024

    Murni Karena Emosi, Motif Tersangka Pukuli Penabrak Mobilnya di Pulogadung Hingga Tewas Megapolitan 24 November 2024

    Murni Karena Emosi, Motif Tersangka Pukuli Penabrak Mobilnya di Pulogadung Hingga Tewas
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – YTZ (46), pria yang memukuli U (53) hingga tewas di Jalan Metrojaya III, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, mengaku tega melakukan hal itu murni karena tersulut emosi.
    Pelaku emosi karena korban menabrak mobilnya.
    “Pelaku melakukan pemukulan dengan sadar karena emosi,” kata Kasat Reskrim Jakarta Timur AKBP Armunanto Hutahaean saat dikonfirmasi, Minggu (24/11/2024).
    Insiden itu berawal ketika korban menabrak mobil Toyota Calya yang sedang dikendarai YTZ di Jalan Mahoni, Jumat (22/11/2024) sekitar pukul 12.20 WIB.
    “Awal kejadian saat terjadi kecelakaan lalu lintas mobil yang dikendarai korban minibus Wuling nopol B 2891 FKI dengan mobil Toyota Calya nopol BH 1566 NS yang dikendarai pelaku,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam dalam keterangannya, Sabtu (23/11/2024).
    Emosi yang terus menguasai diri YTZ akhirnya membuat ia spontan mengejar mobil U sampai akhirnya berada di lokasi kejadian.
    “Terjadi kejar-kejaran sesampainya di TKP, korban berhenti, kemudian cekcok mulut,” tutur Ade Ary.
    Cekcok itu kian memanas sebab pelaku langsung melayangkan pukulan terhadap korban berulang kali menggunakan tangan kosong.
    “Pelaku marah memukul korban berulang kali dari luar mobil. Posisi korban masih di dalam mobil,” terang Ade Ary.
    Warga sekitar yang berada di dekat TKP lantas melerai dan menolong korban. Namun, korban sudah dalam keadaan lemas hingga harus segera dilarikan ke RS Pertamina Jaya.
    Dokter menyatakan korban meninggal dunia setelah memeriksa dan menemukan sejumlah luka memar dan luka terbuka di sekujur tubuhnya.
    “Korban mengalami luka-luka memar di dahi kiri, pipi kanan dan kiri, dada lecet, rahang bawah dan telinga mengeluarkan darah,” jelas Ade Ary.
    Kini, YTZ sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan yang menyebabkan luka berat dan kematian.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Masa Tenang, Pram-Doel Sibuk Pastikan Warga Jakarta Dapat Hak Memilih
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 November 2024

    Masa Tenang, Pram-Doel Sibuk Pastikan Warga Jakarta Dapat Hak Memilih Megapolitan 24 November 2024

    Masa Tenang, Pram-Doel Sibuk Pastikan Warga Jakarta Dapat Hak Memilih
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Juru Bicara paslon cagub dan cawagub DKI Jakarta
    Pramono Anung

    Rano Karno
    , Aris Setiawan mengungkapkan, aktivitas Pram dan Doel di masa tenang yaitu memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak memilih dengan bebas di hari pencoblosan pada Rabu (27/11/2024) mendatang.
    “Dan terkait dengan apa yang dilakukan Mas Pram, Bang Doel, dan tim di masa tenang, yang pertama dan paling utama adalah menjaga dan menjamin masyarakat Jakarta agar hak-haknya dalam memilih itu dapat memilih dengan baik dan bebas terjaga,” kata Aris dalam jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2024).
    Poin ini yang terus diawasi Aris dan timnya, beriringan dengan harapan mereka agar KPU dan Bawaslu juga sama-sama berkomitmen memastikan tidak ada intervensi hingga hari H pencoblosan Pilkada 2024.
    Selain itu, Aris juga menyoroti aplikasi Sirekap atau penghitungan suara yang sempat menjadi hambatan pada pemilu sebelumnya.
    “Khususnya yang menjadi perhatian banyak pihak, nanti saat penghitungan aplikasi Sirekap, KPU itu, kami percaya akan melakukan tugasnya dengan baik,” ujar Aris.
    “Kami harap, kesalahan itu tidak terulang karena satu saja suara masyarakat Indonesia, itu satu suara yang menjamin konstitusi,” sambungnya.
    Masih terkait agenda di masa tenang, Ketua Tim Pemenangan Pram-Doel, Lies Hartono (Cak Lontong) menjelaskan, pihaknya menyediakan hotline pengaduan dugaan pelanggaran untuk warga.
    Masyarakat turut diajak menjadi pengawas Pilkada dan dibebaskan melaporkan dalam bentuk apa pun yang bisa menjadi bukti laporan dugaan tersebut
    “Layanan pengaduan dugaan pelanggaran Pilkada, jadi apa pun bisa jadi bukti ya. Tinggal menghubungi ke 082188890003 hotline tim pemenangan,” ujar Cak Lontong.
    Langkah ini menjadi upaya dalam mencegah money politik yang disebut rentan terjadi di masa tenang selama tiga hari ke depan ini.
    “Hal ini untuk menghindari money politik karena indikasinya atau kebiasaannya akan terjadi di masa-masa tenang ini,” terang Cak Lontong.
    “Karena hari-hari tenang ini yang kelihatannya tenang namun bisa sangat menghanyutkan, makanya kita harus tetap waspada, tetap kompak,” sambungnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bawaslu Jakarta Patroli ke Gang dan Kampung Cegah Politik Uang pada Masa Tenang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 November 2024

    Bawaslu Jakarta Patroli ke Gang dan Kampung Cegah Politik Uang pada Masa Tenang Megapolitan 24 November 2024

    Bawaslu Jakarta Patroli ke Gang dan Kampung Cegah Politik Uang pada Masa Tenang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Badan Pengawas Pemilihan Umum (
    Bawaslu
    ) Jakarta patroli mengawasi dan mencegah politik uang pada masa tenang Pilkada 2024.
    “Mulai malam ini kita menggelar patroli politik uang mulai masuk ke gang-gang, lorong-lorong dan semua perkampungan,” kata komisioner Bawaslu Jakarta Benny Sabdo saat ditemui di Kantornya, Minggu (24/11/2024).
    Bawaslu sendiri akan menggandeng Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) ketika melakukan patroli politik uang.
    “Kalau misalkan ada yang melakukan ya praktik-praktik politik uang membagikan sembako, amplop, voucher dan seterusnya. Kami tidak segan-segan untuk melakukan penindakan,” ucap Benny.
    Menurut Benny, politik uang bisa berdampak buruk untuk demokrasi di Jakarta, sehingga ia meminta masyarakat harus bijak dalam menentukan pilihan.
    Pemberi dan penerima bisa dikenakan sanksi pidana, oleh sebab itu masyarakat harus menjauhi politik uang.
    “Kalau kita bicara politik uang ini kan sanksinya itu berat. Pertama, dia bisa dipenjara dihukum, Itu minimal 36 bulan, maksimal 72 bulan. Lalu masih dikenakan denda minimal Rp 200 juta maksimal Rp 1 miliar,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        5 Fakta Gubernur Bengkulu Kena OTT KPK, Barang Bukti Uang Tunai dan Respons Simpatisan
                        Medan

    4 5 Fakta Gubernur Bengkulu Kena OTT KPK, Barang Bukti Uang Tunai dan Respons Simpatisan Medan

    5 Fakta Gubernur Bengkulu Kena OTT KPK, Barang Bukti Uang Tunai dan Respons Simpatisan
    Editor
    KOMPAS.com
    – Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menjadi sorotan. 
    Rohidin ditangkap bersama sejumlah pejabat pemerintahan pada Sabtu (23/11/2024) malam. 
    Berikut ini fakta yang diperoleh Kompas.com terkait
    OTT Gubernur Bengkulu
    tersebut:
    Selain Gubernur Rohidin Mersyah, tujuh orang pejabat lainnya juga ikut diperiksa. 
    Kapolresta Bengkulu, Kombespol Deddy Nata, membenarkan bahwa Rohidin, yang juga merupakan calon gubernur nomor urut 2 pada Pilkada Bengkulu, tengah menjalani pemeriksaan.
    “Ya benar, petahana Rohidin Mersyah ikut menjalani pemeriksaan KPK,” ujar Deddy.
    Namun, Kapolresta tidak mengetahui detail terkait kasus yang sedang diperiksa oleh KPK.
    Dalam operasi ini, KPK menemukan sejumlah uang tunai yang dicurigai berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi. Hingga saat ini, jumlah uang yang ditemukan masih dalam proses penghitungan oleh tim KPK.
    Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, mengonfirmasi penangkapan ini dan menyatakan bahwa penyitaan uang menjadi salah satu bagian dari barang bukti.
    “Benar KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu,” jelasnya.
    Setelah menjalani pemeriksaan di Mapolresta Bengkulu pada Sabtu malam, Rohidin Mersyah bersama beberapa pejabat lain dijadwalkan diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Fatmawati Bengkulu pada Minggu siang. 
    Di Jakarta, KPK akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap detail kasus ini.
    Kabar pemeriksaan terhadap Rohidin menjelang masa tenang Pilkada memicu reaksi dari simpatisannya. Sejumlah massa mendatangi Mapolresta Bengkulu untuk meminta kejelasan terkait pemeriksaan tersebut.
    Karena tingginya jumlah massa di sekitar lokasi, Rohidin akhirnya dikawal keluar gedung dengan mengenakan rompi polisi lalu lintas (Polantas) dan diangkut menggunakan mobil Inafis.
    Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, menyatakan bahwa KPK akan segera merilis kasus ini secara resmi. Hal ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan kejelasan terkait uang yang disita serta dugaan tindak pidana yang terjadi.
    Seperti diberitakan sebelumnya, OTT dilakukan di tengah Pilkada, yang menambah dinamika politik di daerah tersebut. 
    Dengan barang bukti berupa uang tunai yang masih dihitung jumlahnya, KPK berkomitmen untuk membuka kasus ini secara terang benderang dalam waktu dekat.
    Masyarakat Bengkulu kini menantikan hasil pemeriksaan KPK untuk mengetahui apakah kasus ini akan berdampak pada stabilitas pemerintahan dan dinamika politik di provinsi tersebut.
     
     
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Timses Pramono-Doel Sebut Pinggiran Jakarta Jadi Wilayah Rawan Jelang Pencoblosan Pilkada 2024
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 November 2024

    Timses Pramono-Doel Sebut Pinggiran Jakarta Jadi Wilayah Rawan Jelang Pencoblosan Pilkada 2024 Megapolitan 24 November 2024

    Timses Pramono-Doel Sebut Pinggiran Jakarta Jadi Wilayah Rawan Jelang Pencoblosan Pilkada 2024
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sekretaris Tim Pemenangan Pramono-Doel, Aria Bima mengungkapkan, titik-titik yang berbatasan dengan penyangga Jakarta menjadi wilayah rawan yang dapat mengganggu hasil suara pada pemilihan nanti.
    “Untuk wilayah yang kita anggap rawan, kecenderungan seperti pemilu sebelumnya, yaitu wilayah-wilayah yang terkait dengan wilayah perbatasan Jakarta seperti wilayah Bekasi,” kata Aria dalam jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2024).
    Menurutnya, variabel jumlah suara di wilayah perbatasan sangat mungkin untuk tidak sesuai dengan data sesungguhnya.
    “Karena tetangga sebelah bisa ikut nyoblos yang sebenarnya bukan warga daerah Jakarta saat ini,” ungkap Aria.
    Hal inilah yang menurut politikus PDI-Perjuangan itu, menjadi titik perhatian tim sukses Pramono-Doel melalui strategi penebalan penjagaan dalam jumlah saksi.
    “Terkait dengan jumlah kertas suara, kita akan hitung betul dan kartu suara yang ikut atau kartu yang sudah tercoblos dan yang tidak tercoblos atau tidak dimanfaatkan itu akan kita hitung betul,” terang Aria.
    “Informasinya ada kecenderungan seperti pemilu-pemilu sebelumnya. Jadi memang di wilayah perbatasan, saksi dalam dan saksi luar kita pertebal (untuk berjaga),” sambung Aria.
    Sementara Ketua Tim Pemenangan Calon Gubernur Jakarta
    Pramono Anung-Rano Karno
    , Lies Hartono atau Cak Lontong menegaskan pihaknya tidak akan membedakan seluruh wilayah.
    “Terlepas rawan atau enggak, kita kawal semaksimal dan sedetail mungkin,” tutur Cak Lontong.
    Cak Lontong melanjutkan, saksi banyak berasal dari partai pendukung (PDI Perjuangan, Hanura, Ummat), tim pemenangan, relawan, komunitas FBR, FORKABI, FKPIl, dan Warga Kota Relawan Mas.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bawaslu DKI Akan Patroli untuk Pastikan APK Ditertibkan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 November 2024

    Bawaslu DKI Akan Patroli untuk Pastikan APK Ditertibkan Megapolitan 24 November 2024

    Bawaslu DKI Akan Patroli untuk Pastikan APK Ditertibkan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta akan melakukan patroli terkait alat peraga kampanye (
    APK
    ) Pilkada 2024.
    “Nah ini yang kita pastikan juga, bahwa hari ini kita juga memastikan patroli terkait penertiban alat peraga kampanye (APK),” kata komisioner
    Bawaslu DKI
    Jakarta Sakhroji di Jakarta, Minggu (24/11/2024).
    Jika ditemukan masih ada APK terpasang maka pihaknya segera berkoordinasi dengan Satpol PP.
    “Sehingga memang 24, 25, 26 November 2024 semua APK sudah diterbitkan, termasuk di posko-posko milik pasangan calon Itu juga harus diterbitkan,” ucap Sakhroji.
    Mengenai jumlah APK yang ditertibkan, ia mengaku belum menerima laporannya. 
    “Belum. Kami (patroli) sampai jam 03.00 WIB. Tapi nanti akan kami
    update
    kira-kira berapa banyak APK yang sudah ditertibkan,” katanya.
    Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi turun ke jalan untuk ikut mencopot APK di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
    Hal ini sebagai pertanda berakhirnya aktivitas kampanye sekaligus masuknya masa tenang selama tiga hari, yakni sejak Minggu (24/11/2024) hingga Selasa (26/11/2024).
    Teguh memastikan, pencopotan alat peraga kampanye secara serentak ini diberlakukan  di seluruh wilayah Jakarta.
    “Begitu juga di kawasan lainnya, juga telah diinstruksikan kepada petugas kelurahan dan kecamatan untuk membersihkan seluruh atribut kampanye di Jakarta,” kata Teguh dalam keterangannya, Minggu (24/11/2024) dinihari.
    Masa tenang di Jakarta resmi dilangsungkan setelah pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan dan Doa Bersama dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024 di Lapangan Silang Monas Sisi Selatan, Sabtu (23/11/2024) malam.
    Di sana, Teguh juga menegaskan agar aparatur sipil negara (ASN) tetap netral dan menjaga kondusifitas di masa tenang jelang hari pencoblosan Pilkada.
    “(Kepada) jajaran ASN Pemprov DKI Jakarta, serta jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, untuk terus menjaga netralitas selama rangkaian Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2024,” ungkap Teguh.
    Tak hanya itu, Teguh menyebutkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi bersama
    stakeholder
    dalam kelancaran pelaksanaan di tanggal 27 November 2024.
    “Kami jajaran Pemprov DKI Jakarta, Forkopimda, dan penyelenggara pemilu (juga) akan terus meningkatkan sinergi, terutama dalam pendistribusian logistik, pemungutan suara, dan penghitungan suara,” ujar Teguh.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kawasan Padat Penduduk di Jatinegara Kebakaran, Diduga karena Ledakan Tabung Gas
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 November 2024

    Kawasan Padat Penduduk di Jatinegara Kebakaran, Diduga karena Ledakan Tabung Gas Megapolitan 24 November 2024

    Kawasan Padat Penduduk di Jatinegara Kebakaran, Diduga karena Ledakan Tabung Gas
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com

    Kebakaran
    yang terjadi di Bendungan, Rawa Bunga,
    Jatinegara
    , Jakarta Timur, Minggu (24/11/2024) pagi menghanguskan 40 rumah semipermanen.
    Diduga, penyebab
    kebakaran
    tersebut yakni ledakan kompor gas milik salah seorang warga.
    “40 Rumah semipermanen, api diduga disebabkan oleh kompor gas dari salah satu rumah warga,” kata Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid, kepada wartawan di lokasi, Minggu (24/11/2024).
    Wahid menyampaikan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Petugas pemadam kebakaran mulai melakukan pemadam pada pukul 10.00 WIB.
    “Kami berhasil melokalisir dengan luncurkan sekitar totalnya 16 unit unit mobil pemadam kebakaran, pukul 11.13 WIB tadi, kita sudah mulai memasuki pendinginan,” ucap Wahid.

    Wahid menceritakan bahwa pihaknya kesulitan mencapai lokasi kebakaran karena berada di dalam gang sempit sehingga mobil tidak bisa masuk.
    “Dengan akses yang sama-sama kita ketahui, dengan kondisi yang sempit, maka unit saya harus berhenti sekitar kurang lebih 300 sampai 400 meter dari titik api yang paling awal,” ujar Wahid.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Masa Tenang Pilkada, PJ Gubernur Jakarta Ikut Copot Spanduk Kampanye di Cempaka Putih
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 November 2024

    Masa Tenang Pilkada, PJ Gubernur Jakarta Ikut Copot Spanduk Kampanye di Cempaka Putih Megapolitan 24 November 2024

    Masa Tenang Pilkada, PJ Gubernur Jakarta Ikut Copot Spanduk Kampanye di Cempaka Putih
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi turun ke jalan untuk ikut mencopot Alat Peraga Kampanye (APK) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
    Hal ini sebagai pertanda berakhirnya aktivitas kampanye sekaligus masuknya masa tenang selama tiga hari, yakni sejak Minggu (24/11/2024) hingga Selasa (26/11/2024).
    Teguh memastikan, pencopotan alat peraga kampanye secara serentak ini diberlakukan  di seluruh wilayah Jakarta.
    “Begitu juga di kawasan lainnya, juga telah diinstruksikan kepada petugas kelurahan dan kecamatan untuk membersihkan seluruh atribut kampanye di Jakarta,” kata Teguh dalam keterangannya, Minggu (24/11/2024).
    Masa tenang di Jakarta resmi dilangsungkan setelah pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan dan Doa Bersama dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024 di Lapangan Silang Monas Sisi Selatan, Sabtu (23/11/2024) malam.
    Di sana, Teguh juga menegaskan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap netral dan menjaga kondusifitas di masa tenang jelang hari pencoblosan Pilkada.
    “(Kepada) jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI Jakarta, serta jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, untuk terus menjaga netralitas selama rangkaian Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2024,” ungkap Teguh.
    Tak hanya itu, Teguh juga menyebutkan pihaknya akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi bersama stakeholder dalam kelancaran pelaksaan di tanggal 27 November 2024 mendatang.
    “Kami jajaran Pemprov DKI Jakarta, Forkopimda, dan penyelenggara Pemilu (juga) akan terus meningkatkan sinergi, terutama dalam pendistribusian logistik, pemungutan suara, dan penghitungan suara,” ujar Teguh.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Terungkap Detik-detik AKP Dadang Tembak Mati AKP Ryanto Ulil, Diduga Incar Kapolres Juga
                        Regional

    8 Terungkap Detik-detik AKP Dadang Tembak Mati AKP Ryanto Ulil, Diduga Incar Kapolres Juga Regional

    Terungkap Detik-detik AKP Dadang Tembak Mati AKP Ryanto Ulil, Diduga Incar Kapolres Juga
    Editor
    KOMPAS.com
    – Polisi mengungkap motif sementara Kabag Ops Polres Solok Selatan
    AKP Dadang Iskandar
    menembak Kasat Reskrim
    AKP Ryanto Ulil
    Anshar.
    Penembakan AKP Dadang ini diduga karena ia tidak senang AKP Ryanto Ulil menangkap penambang ilegal galian C di Solok Selatan.
    Terungkap detik-detik penembakan, AKP Dadang sempat menghubungi korban AKP Ryanto, namun tidak direspons.
    “Ketika yang bersangkutan (AKP Dadang) mencoba meminta tolong kemudian tidak ada respons, selanjutnya yang bersangkutan melakukan penembakan,” kata Dirkrimum Polda Sumbar Kombes Pol Andry Kurniawan saat jumpa pers di Mapolda Sumbar, Sabtu (23/11/2024) siang.
    Namun keterangan tersangka masih didalami Polda Sumbar.
    “Jadi sementara keterangan tersangka kami dapatkan. Tentu kami penyidik mendalami. Iya (beking), ini akan kami dalami kembali terkait perannya dalam tambang ini,” ujar Andry.
    Sebelum insiden penembakan, AKP Dadang diketahui sempat mendatangi Mapolres Solok Selatan dan menemui korban.
    Pelaku mengikuti AKP Ryanto dari belakang hingga ke tempat parkir ketika korban hendak mengambil handphone di mobil.
    AKP Dadang langsung menembak mati AKP Ryanto dari deket tempat parkir.
    Setelah itu ia menaiki mobil ke rumah dinas Kapolres Solok Selatan berjarak 20-25 meter dari lokasi kejadian.
    Kombes Andry Kurniawan menjelaskan, usai menembak AKP Ryanto Ulil, ia melepaskan tembakan ke rumah dinas Kapolres Solok Selatan yang dihuni AKBP Arief Mukti.
    “Kalau kita melihat jumlah lubang ada sembilan, dua di korban, kemudian tujuh di rumah Kapolres,” kata Andry Kurniawan saat jumpa pers di Mapolda Sumbar, Sabtu (23/11/2024) siang.
    Beberapa kaca kamar di rumah dinas tersebut berlubang dan ditemukan enam selongsong peluru.
    Saat kejadian, Kapolres Solok Selatan sedang berada di dalam rumah, beruntung tidak terkena tembakan.
    “Motif) itu yang sedang di dalami. Pemeriksaan masih berjalan,” ucapnya.
    Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polisi Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) Dwi Sulistyawan mengatakan kondisi mental Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar, yang merupakan pelaku penembakan Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Anshar, dalam kondisi baik.
    “Sampai pagi ini, kondisi mental dari AKP Dadang dalam kondisi baik-baik saja. Tidak ada mengalami gangguan mental,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar Dwi Sulistyawan, Sabtu (23/11/2024), dalam jumpa pers.
    Lebih jauh dijelaskan Dwi bahwa AKP Dadang Iskandar sudah menjalani tes urine narkoba dan hasilnya negatif.
    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Motif AKP Dadang Iskandar Tembak Mati AKP Ryanto Ulil dan Incar Kapolres, Minta Tolong Tak Direspons
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Penyebab Kecelakaan yang Tewaskan 7 WNI di Malaysia, Kabur dari Pemeriksaan 
                        Regional

    10 Penyebab Kecelakaan yang Tewaskan 7 WNI di Malaysia, Kabur dari Pemeriksaan Regional

    Penyebab Kecelakaan yang Tewaskan 7 WNI di Malaysia, Kabur dari Pemeriksaan
    Tim Redaksi
    KUCHING, KOMPAS.com
    – Kecelakaan tragis yang terjadi di Jalan Jalan Betong, Sarikei, Meradong, Sarawak,
    Malaysia
    , pada Kamis (21/11/2024), mengakibatkan tujuh
    warga negara Indonesia
    (WNI) tewas.
    Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching menduga bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh upaya pengemudi untuk melarikan diri dari patroli polisi setempat.
    “Dugaan awal menunjukkan bahwa pengemudi Perodua Alza, yang membawa tujuh WNI, mencoba menghindari pemeriksaan petugas,” ungkap Konjen RI di Kuching, Raden Sigit Witjaksono, dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (24/11/2024).
    Sigit menjelaskan bahwa seluruh penumpang WNI di dalam mobil diduga tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.
    “Mereka diduga masuk ke Malaysia melalui jalur tidak resmi di daerah Lundu-Sematan,” tambahnya.
    KJRI Kuching
    berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan bantuan maksimal kepada keluarga korban.
    “Kami mengimbau kepada WNI di Malaysia untuk selalu memastikan kelengkapan dokumen perjalanan dan mematuhi peraturan yang berlaku demi keselamatan bersama,” kata Sigit.


    Dalam peristiwa kecelakaan tersebut, delapan orang dilaporkan tewas, di mana tujuh di antaranya adalah WNI yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
    Ketujuh korban tersebut adalah Masirah, Sarapudin, Agus Muliadi, Suandi Putra Kedaro, Jumahir, Rumintang, dan Ridoan.
    Kecelakaan terjadi pada Kamis (21/11/2024) sekitar pukul 15.15 waktu setempat, ketika mobil Perodua Alza yang dikemudikan oleh Adam Tony Kung Yew Bin Abdullah (39 tahun) mencoba melarikan diri dari pemeriksaan petugas Sarawak yang sedang melakukan patroli.
    Saat pemeriksaan, petugas menemukan bahwa asuransi kendaraan tersebut telah kedaluwarsa.
    Ketika petugas berusaha menghentikan kendaraan, pengemudi malah melaju kencang dan melawan arus, mengarah ke jalan yang salah.
    Kejar-kejaran pun terjadi hingga kendaraan tersebut bertabrakan dengan Toyota Hilux yang datang dari arah berlawanan.
    “Pihak berwenang menyatakan bahwa kecelakaan ini berawal dari kelalaian pengemudi Perodua Alza yang melawan arus dan melarikan diri dari petugas, meskipun sudah diberikan peringatan,” jelas Sigit.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.