Category: Kompas.com Metropolitan

  • 5
                    
                        Gaji Guru Naik Mulai 2025, Honorer Sudah Lulus PPG Naik Rp 2 Juta
                        Nasional

    5 Gaji Guru Naik Mulai 2025, Honorer Sudah Lulus PPG Naik Rp 2 Juta Nasional

    Gaji Guru Naik Mulai 2025, Honorer Sudah Lulus PPG Naik Rp 2 Juta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan, gaji guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN bakal naik.
    Pengumuman kenaikan kesejahteraan guru tersebut bakal disampaikan pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2024 di Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2024).
    Adapun peningkatan tersebut sebesar satu kali gaji untuk guru ASN dan Rp 2 juta untuk guru non-ASN yang telah ikut sertifikasi/Pendidikan Profesi Guru (PPG).
    “Dalam acara tersebut, nanti akan disampaikan peningkatan kesejahteraan guru. Non ASN sebesar Rp 2 juta rupiah dan peningkatan gaji guru ASN sebesar gaji pokok yang mereka miliki. Nanti akan disampaikan pada saat puncak peringatan hari guru,” kata Abdul Mu’ti di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/11/2024).
    Mu’ti menyampaikan, kenaikan gaji guru ASN mencapai satu kali gaji pokok, yang jumlahnya berbeda sesuai dengan kepangkatan.
    Sementara itu, tambahan gaji Rp 2 juta untuk gaji guru honorer di luar dari pendapatannya di sekolah asal.
    Peningkatan berlaku untuk yang telah tersertifikasi, sehingga peningkatan kesejahteraan ini mengikuti peningkatan kualifikasi.
    “Jadi dia sudah punya gaji di sekolah asalnya yang gaji itu bervariasi menurut kemampuan sekolah. Tapi dengan dia sertifikasi, maka dia akan dapat tunjangan sertifikasi Rp 2 juta itu,” tuturnya.
    Peningkatan gaji ini pun berlaku untuk semua guru, baik guru swasta maupun guru sekolah negeri.
    Kenaikan gaji bakal berlaku mulai tahun depan atau tahun 2025.
    “(Berlakunya) 2025. Teorinya Januari tahun anggaran kan Januari. Tapi realisasinya tergantung pencairan dana dari Kementerian Keuangan,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5
                    
                        Tom Lembong Kalah Praperadilan, Status Tersangka Sah
                        Nasional

    5 Tom Lembong Kalah Praperadilan, Status Tersangka Sah Nasional

    Tom Lembong Kalah Praperadilan, Status Tersangka Sah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Permohonan praperadilan mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong ditolak dalam sidang pembacaan putusan praperadilan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi kebijakan impor gula tahun 2015-2016.
    “Menolak tuntutan profisi yang diajukan pemohon, menolak eksepsi pemohon untuk seluruhkan, menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya. Demikian diputusakan selasa 26 nov 2024,” kata hakim tunggal Tumpanuli Marbun dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2024).
    Dengan putusan ini, penetapan tersangka Tom yang sebelumnya digugat tetap sah.
    Sebelumnya, kedua kubu optimistis memenangkan sidang praperadilan ini.
    Dari kubu
    Tom Lembong
    , melalui kuasa hukumnya, Ari Yusuf Amir mengaku optimis bahwa putusan hakim pasca sidang praperadilan akan memenangkan kliennya.
    “Kalau kita melihat tentang proses persidangan dari fakta-fakta yang ada dalam persidangan, kami sangat optimis bahwa permohonan kami akan dikabulkan,” kata Kuasa hukum Tom Lembong, Ari Yusuf Amir dalam konferensi pers, Senin (25/11/2024).
    Hal yang sama juga disampaikan oleh Kejaksaan Agung (
    Kejagung
    ) melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar.
    Harli mengatakan, pihaknya optimis gugatan praperadilan dari Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong akan ditolak oleh majelis hakim.
    “Optimis permohonan praperadilan dari pemohon akan ditolak. Karena penyidik selama dalam persidangan telah menunjukkan ketaatannya akan pemenuhan prosedural-prosedural hukum dalam penanganan perkara ini sebagaimana disyaratkan dalam Pasal 183 dan 184 KUHAP, serta ketentuan hukum lainnya,” kata Harli kepada
    Kompas.com,
    Senin (25/11/2024).
    Seperti diketahui, Tom Lembong ditetapkan sebagai tersangka pada 29 Oktober 2024.
    Tom lembong
    menjadi tersangka bersama Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia 2015-2016 berinisial CS.
    “Terhadap dua orang menjadi tersangka karena telah memenuhi alat bukti karena yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana korupsi, yaitu TTL Menteri Perdagangan periode 2015-2016 ” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Abdul Qohar dalam konferensi pers, Selasa (29/10/2024) malam.
    Dalam konstruksi perkara ini, Abdul Qohar mengungkapkan bahwa pada tahun 2015, berdasarkan rapat koordinasi antar kementerian, telah disimpulkan Indonesia mengalami surplus gula, sehingga tidak diperlukan impor gula
    Akan tetapi di tahun yang sama, Menteri Perdagangan memberikan izin impor gula kristal mentah tersebut.
    Oleh Kemendag, PT AP diberikan izin mengimpor 105.000 ton gula kristal mentah yang diolah menjadi gula kristal putih.
    “Pemberian izin ini tidak melalui rapat koordinasi atau tanpa ada rekomendasi dari Kementerian Perindustrian,” kata Abdul Qohar
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Slipi Bertambah Jadi 2 Orang, Seluruhnya Pemotor
                        Megapolitan

    7 Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Slipi Bertambah Jadi 2 Orang, Seluruhnya Pemotor Megapolitan

    Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Slipi Bertambah Jadi 2 Orang, Seluruhnya Pemotor
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Jumlah korban jiwa
    kecelakaan beruntun
    yang melibatkan truk tronton di lampu merah Slipi, Jakarta Barat, Selasa (26/11/2024) pagi bertambah menjadi dua orang. Seluruh korban meninggal merupakan pengendara sepeda motor.
    “Iya (yang meninggal dunia menjadi dua), yang luka berat (dan dirawat) di Rumah Sakit Pelni akhirnya meninggal dunia,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani saat dikonfirmasi, Selasa.
    Korban kecelakaan yang meninggal dunia itu yakni AL (31), pengendara sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi B 6022 PYA.
    Berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP), AL beralamat di Baktijaya, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.
    “Kaki korban AL terpisah dari badan,” ujar Ojo.
    Sementara, korban kedua yang meninggal dunia yakni AR (36), pengendara sepeda motor dengan nomor polisi B 5136 TCD. AR merupakan warga Setu, Cipayung, Jakarta Timur.
    “Korban AR meninggal dunia di Rumah Sakit Pelni dengan luka di bagian kepala dan kaki,” kata Ojo.
    Adapun truk yang menjadi penyebab kecelakaan beruntun di lampu merah Slipi disebut melanggar jam operasional.
    Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Latif Usman mengungkapkan, kecelakaan lalu lintas itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.
    “Sebetulnya ini pelanggaran yang sudah dilakukan oleh sopir, berawal dari pembatasan kendaraan yang jelas untuk angkutan berat, angkutan barang,” ujar Latif saat dikonfirmasi, Selasa.
    Aturan pembatasan jam operasional untuk angkutan berat atau angkutan barang menetapkan bahwa kendaraan tersebut tidak boleh melintas di tol dalam kota dan jalan arteri mulai pukul 05.00 WIB.
    “Nah ini kejadiannya pukul 07.00 WIB. Berarti dia jelas-jelas sudah melanggar daripada peraturan tersebut,” kata Latif.
    Polisi telah menangkap sopir truk berinisial AZ (44) dan membawa pelaku ke Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Setelah dilakukan tes urine, sopir dinyatakan negatif narkoba.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Disebut Anggota Gangster oleh Polisi, Siswa SMK yang Tewas Ditembak adalah Paskibraka yang Berprestasi
                        Regional

    7 Disebut Anggota Gangster oleh Polisi, Siswa SMK yang Tewas Ditembak adalah Paskibraka yang Berprestasi Regional

    Disebut Anggota Gangster oleh Polisi, Siswa SMK yang Tewas Ditembak adalah Paskibraka yang Berprestasi
    Editor
    KOMPAS.com
    – GR (17), seorang pelajar SMK Negeri 4 Semarang, Jawa Tengah meninggal dunia setelah
    ditembak polisi
    .
    Kapolrestabes
    Semarang
    Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan korban diduga merupakan anggota kelompok gangster “Pojok Tanggul” yang terlibat bentrokan dengan gangster “Seroja.”
    Tawuran itu terjadi di depan kawasan Perumahan Paramount, Semarang Barat, pada Minggu (24/11/2024) sekitar pukul 01.00 WIB.
    Menurut Irwan, saat tawuran berlangsung, seorang anggota penyidik Polrestabes Semarang kebetulan melintas saat hendak pulang ke rumah.
    Anggota polisi tersebut mencoba melerai bentrokan namun justru mendapatkan serangan.
    “Saat anggota melintas, melihat dua kelompok tawuran, ia mencoba melerai. Namun, anggota itu malah diserang hingga akhirnya mengambil tindakan tegas,” kata Irwan.
    GR selama ini tinggal bersama neneknya di Kembangarum, Semarang Barat setelah sang ibu meninggal dunia beberapa waktu lalu. Sementara ayahnya tinggal di Kabupaten Sragen.
    Di sekolah GR juga dikenal sebagai sosok yang mempunyai prestasi dan ia juga tergabung dalam kelompok paskibraka.
    Staf kesiswaan SMKN 4 Semarang, Nanang Agus B mengatakan kaget adanya kejadian ini.
    “Kami hanya mau menegaskan korban itu ada prestasi dan nilai akademisnya bagus. Catatan sehari-hari dia anak yang baik serta berprestasi,” bebernya.
    Ia mengatakan pihak sekolah ragu jika korban GR adalah anggota gangster.
    “Kalau korban tergabung gangster kami tidak tahu. Namun, rekam jejak mereka (korban) itu baik dan berprestasi. Jadi dihubungkan ke gangster kesimpulan kami ya tidak,” kata dia.
    “Kalau tawuran kok bertiga, terus mereka dari organisasi baik. Apa mungkin tertembak salah sasaran. Katanya yang melakukan oknum polisi atau siapapun itu belum tahu,” tambah dia.
    Ternyata tak hanya GR yang ditembak, tapi ada dua rekannya yang juga ditembak dan masih mengalami trauma. Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala SMKN 4 Semarang Bidang Kesiswaan, Agus Riswantini
    “Benar, tapi kejadiannya seperti apa tidak tahu. Saya ke rumah duka belum dapat info. Ada tiga siswa, satu meninggal dunia, dua selamat. Inisial S masih di rumah sakit, dan satunya A di rumah, belum bisa dikunjungi, masih trauma,” ungkap dia.
    Ia menyebut GR dan dua temannya dikenal sebagai siswa berprestasi.
    Menurutnya, korban adalah anggota ekstrakurikuler paskibraka yang baru saja membawa pulang piala dari Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa, Pelajar, dan Taruna Akademi Kepolisian (Porsimaptar) 2024 tingkat SMA/SMK se-Jawa Tengah pada Oktober lalu.
    “Anak-anak baik yang terpilih karena mereka ikut ekstra paskibra, itu anak-anak pilihan. Tidak ada indikasi terlibat tawuran. Yang kita tahu anak-anak baik. Tidak ada catatan kenakalan,” kata dia.
    Salah satu sahabat GR, ABD saat takziah ke rumah duka mengaku kaget saat polisi menyebut GR adalah anggota gangster.
    “Dia (korban) orangnya baik tidak bersikap aneh-aneh,” kata dia saat bertakziah ke rumah nenek korban di Kembangarum, Semarang Barat, Senin (25/11/2024) malam.
    Dia mengaku, korban sempat bermain ke rumahnya selepas pulang sekolah di daerah Ngaliyan, Jumat (22/11/2024).
    “Makanya saya kaget ketika hari Minggu (24/11/2024) dikabari korban meninggal dunia,” ungkapnya.
    SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Titis Anis Fauziyah | Editor: Sari Hardiyanto, Krisiandi), Tribun Jateng
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Surat Prabowo Ajak Warga Pilih RK-Suswono Viral di Masa Tenang, Ini Penjelasan Gerindra
                        Nasional

    3 Surat Prabowo Ajak Warga Pilih RK-Suswono Viral di Masa Tenang, Ini Penjelasan Gerindra Nasional

    Surat Prabowo Ajak Warga Pilih RK-Suswono Viral di Masa Tenang, Ini Penjelasan Gerindra
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra membenarkan bahwa
    Prabowo Subianto
    mengajak masyarakat untuk mendukung Ridwan Kamil-Suswono (Rido) di
    Pilkada Jakarta
    2024.
    Dukungan Prabowo terhadap pasangan calon tersebut disampaikan secara tertulis. Surat tersebut pun kini telah beredar luas di media sosial.
    “Iya itu suratnya jelas,” ujar Muzani saat ditemui wartawan di Gedung MPR RI, Selasa (26/11/2024).
    Namun, Muzani menegaskan bahwa dukungan dan ajakan kepada untuk mencoblos pasangan Rido disampaikan Prabowo dengan kapasitasnya sebagai pimpinan partai.
    “Itu surat cukup jelas dan tegas dalam kedudukan beliau sebagai ketua umum dan ketua dewan pembina Partai Gerindra begitu,” kata Muzani.
    Namun, ia menampik bahwa surat tersebut baru diterbitkan pada masa tenang Pilkada serentak 2024 yakni 24-26 November 2024.
    “Enggak ah, sudah kemarin-kemarin. eh kemarin apa kapan gitu lho, sebelum masa tenang itu,” ujar Muzani.
    Adapun dalam foto surat yang beredar di media, terdapat gambar pangkat jenderal bintang empat di bagian atas surat.
    Kemudian di bawahnya tertera tanda tangan Prabowo.
    Tak ada kop surat kenegaraan ataupun atribusi Prabowo sebagai Presiden RI dalam surat dukungan dan ajakan mencoblos pasangan Rido tersebut.
    Tak ada pula keterangan pasti kapan surat itu dibuat. Namun, surat itu baru viral setelah masa tenang Pilkada yang jatuh pada 24-26 November. 
    Salah satu pihak yang mengunggah surat itu adalah mantan Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 lalu, Arief Rosyid.
    Sebuah kiriman dibagikan oleh Muhammad Arief Rosyid Hasan (@ariefrosyid.id)

    Berikut bunyi surat tersebut:
    Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
    Saudaraku yang saya hormati, pada hari Rabu, 27 November 2024 ini, kesempatan rakyat Jakarta memilih pemimpin yang baik, pilihan saudara sekalian Insya Allah tidak hanya untuk Jakarta yang kita cintai, tetapi juga untuk masa depan Bangsa Indonesia.
    Saudaraku Anda adalah ujung tombak bangsa dan negara sekarang, apa yang terjadi di Jakarta akan mempengaruhi seluruh Indonesia.
    Saya yakin bahwa saudara kita, pasangan H. M. RIDWAN KAMIL – H. SUSWONO [RID0), adalah dua putera Indonesia yang terbaik. Mereka punya rekam jejak dalam kehidupan mereka yang begitu gemilang, yang sudah menunjukkan dan menghasilkan karya-karya dan pemikiran-pemikiran besar untuk Rakyat Indonesia.
    Karena itu saya H.Prabowo Subianto selaku Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai GERINDRA menghimbau,menganjurkan dan memohon kepada saudaraku yang kuhormati dan kubanggakan untuk menggunakan kekuasaan, kedaulatan yang ada di tanganmu. Bantulah negaramu, bantulah bangsamu, gunakan hak pilihmu untuk memenangkan pasangan nomor urut 1 (satu), H. M. RIDWAN KAMIL – H. SUSWONO [RID0] sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta 5 tahun mendatang.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Jenderal TNI [Purn) H. Prabowo Subianto.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Slipi Bertambah Jadi 2 Orang, Seluruhnya Pemotor
                        Megapolitan

    9 Sopir Truk Tronton Sempat Teriak Histeris Usai Hantam Sejumlah Kendaraan di Slipi Megapolitan

    Sopir Truk Tronton Sempat Teriak Histeris Usai Hantam Sejumlah Kendaraan di Slipi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sopir truk tronton yang menabrak sejumlah kendaraan di simpang Slipi, Jakarta Barat, Selasa (26/11/2024) pagi sempat berteriak histeris sesaat setelah tabrakan terjadi.
    “Ngomong ‘Astaghfirullah, astaghfirullah’, tapi dia udah dipegang polisi,” kata seorang saksi bernama Ali (60) saat ditemui di lokasi, Selasa. 
    Ali menyebut, sopir yang belum diketahui identitasnya itu sempat berusaha kabur. Namun, upaya pelarian tersebut gagal lantaran petugas kepolisian yang berjaga di lokasi langsung mengamankan pelaku.
    “Kabur dulu (sopir), (lalu) dipegang,” ujar Ali.
    Usai diamankan polisi, sopir sempat diminta memundurkan kendaraannya karena salah seorang korban terjebak di bawah ban truk. 
    “Terus ditarik ke sini, suruh mundurin (truk) karena orang kegencet,” kata dia.
    Untuk diketahui, sebuah truk besar menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Letjen S Parman, tepatnya di persimpangan lampu lalu lintas Slipi yang mengarah ke Grogol, Jakarta Barat, Selasa (26/11/2024) pagi.
    Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menyebut, kecelakaan itu melibatkan tujuh kendaraan.
    “Kendaraan yang terlibat satu truk wing box Mitsubishi Fuso, lima sepeda motor, dan satu roda empat,” tegas Ojo saat dikonfirmasi, Selasa.
    Akibat kecelakaan ini, satu orang dinyatakan meninggal dunia. Sejauh ini, polisi menemukan fakta bahwa truk mengalami rem blong sehingga tidak bisa mengendalikan kecepatan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9
                    
                        Siswa SD Korban "Bullying" di Subang Meninggal, Kepala Sekolah Dinonaktifkan
                        Bandung

    9 Siswa SD Korban "Bullying" di Subang Meninggal, Kepala Sekolah Dinonaktifkan Bandung

    Siswa SD Korban “Bullying” di Subang Meninggal, Kepala Sekolah Dinonaktifkan
    Tim Redaksi
    KARAWANG, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, menonaktifkan kepala sekolah tempat ARO (9) bersekolah buntut perundungan yang dialami siswa itu hingga meninggal.
    Pj Bupati Subang, Imran menyebut, sejak awal Pemkab Subang berkomitmen jika
    bullying
    terjadi, maka kepala sekolah akan dipecat atau anak pelaku pindah dari Kabupaten Subang.
    “Dan hari ini saya buktikan kepala sekolah itu saya nonaktifkan sampai selesai pemberkasan pemeriksaan,” kata Imran usai mendatangi RSUD Ciereng Subang, Senin (25/11/2024) malam.
    Imran menegaskan, tidak boleh lagi ada perilaku perundungan di sekolah. Pihaknya akan langsung melakukan upacara di sekolah tempat ARO bersekolah di Blanakan, Subang.
    “Saya akan undang orangtua dan seluruh kepala sekolah di Subang untuk hadir di sana, untuk melihat ini, jangan sampai terulang lagi,” kata Imran.
    Imran pun meminta kepolisian menindak tegas kasus perundungan yang menimpa ARO. Ia mengaku sudah melakukan sosialisasi dan advokasi anti perundungan.
    “Tapi ini tetap terjadi berarti ini sekarang harus ada penegakkan hukum,” beber Imran.
    Siswa Sekolah Dasar (SD) di Subang yang diduga menjadi korban
    bullying
    atau perundungan kakak kelasnya meninggal dunia, Senin (25/11/2024) sekitar pukul 16.10 WIB.
    Korban sempat menjalani perawatan di ICU selama 3 hari.
    Dikutip dari Tribun Jabar, korban berinisial ARO (9). Korban kekerasan 3 kakak kelasnya ini meninggal dunia di ruang ICU anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang, Jawa Barat.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Sebelum Masalah Pipa Paralon, Pilot di Tangsel Sempat Konflik dengan Tetangganya soal Parkiran
                        Megapolitan

    3 Sebelum Masalah Pipa Paralon, Pilot di Tangsel Sempat Konflik dengan Tetangganya soal Parkiran Megapolitan

    Sebelum Masalah Pipa Paralon, Pilot di Tangsel Sempat Konflik dengan Tetangganya soal Parkiran
    Tim Redaksi
    TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
    – Pilot bernisial LPW (40), sempat berkonflik dengan tetangganya, IT (65), di Perumahan Emerald Garden, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) karena permasalahan lahan parkir.
    Ketua RT 003/011, Yan Permana mengatakan, keduanya sudah berkonflik sebelum adanya perkelahian karena permasalahan pipa paralon.
    “Jadi sebenarnya kejadian ini klimaks dari beberapa rentetan kejadian sebelumnya, khususnya perihal konflik antara LPW dan IT, termasuk masalah parkir,” ujar Yan Permana saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu (26/11/2024).
    Yan mengaku, pernah menerima laporan dari LPW soal IT yang melarang tamunya parkir di lokasi fasilitas umum (Fasum) yang berada tepat diseberang rumah IT.
    Tidak hanya LPW, warga Perumahan Emerald Garden lainnya juga dilarang memarkirkan mobilnya di depan rumah IT.
    “Jadi IT merasa yang parkir di depan rumahnya seolah-olah itu sebuah gangguan, sehingga dia meminta untuk jangan parkir di seberang rumahnya, sedangkan yang di seberang rumahnya itukan fasum,” kata dia.
    Persoalan lahan parkir menjadi awal mula terjadinya perselisihan antara LPW dan IT yang berujung pada konflik yang lebih besar, salah satunya terkait pipa paralon.
    Oleh sebab itu, Yan berusaha untuk memediasi keduanya, tetapi upaya itu gagal lantaran salah satu pihak memilih menyelsaikan permasalahan ini lewat jalur hukum.
    “Jadi hanya pihak LPW saja yang mau menyelesaikan. Sedangkan IT memilih untuk jalur hukum,” ucap dia.
    Yan mengatakan, IT sudah berjanji untuk bertemu dengan dirinya dan pengurus komplek untuk menyelsaikan masalah ini.
    Namun, tiba-tiba IT membatalkan janji itu dan lebih memilih jalur hukum dengan melaporkan ke Polsek Pondok Aren.
    “Jadi awalnya itu janjian pada Senin (7/10/2024) siang tapi dia bilang sedang mengerjakan pengecatan pagar, dia minta setelah magrib. Setalah itu kami datangi setelah maghrib tapi dia langsung menghubungi saya via chat bahwa dia tidak bisa hadir dan mengatakan akan diselesaikan lewat laporan polisi,” kata dia.
    Meski begitu, Yan akan terus berusaha untuk mengajak keduanya mediasi agar masalah diantara keduanya bisa selasai secara kekeluargaan.
    “Kami terus berusaha dengan datang dan mencoba mengajak keduanya berbicara untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” ucap dia.
    Sebelumnya diberitakan, IT dan V terlibat perkelahian dengan LPW akibat pipa paralon jatuh dan pecah di sekitar rumah LPW.
    “Paralon yang pecah kemudian diangkat berdua ke dalam rumah. Kejadian itu berlangsung antara sekitar pukul 08.08-08.10 WIB,” kata IT kepada Kompas.com, Senin (18/11/2024).
    V segera mengambil pengki untuk membersihkan pecahan pipa tersebut. Namun, LPW mendatangi mereka dan menuduh keduanya telah merusak paralon miliknya.
    IT mencoba menjelaskan bahwa paralon tersebut adalah miliknya, bukan milik LPW.
    “Saya menjelaskan baik-baik bahwa itu paralon milik saya yang pecah, jatuh, bukan milik dia,” ujar IT.
    Tanpa menghiraukan penjelasan tersebut, LPW memaksa IT membersihkan pecahan pipa.
    Namun, ketika V datang membawa pengki dan sapu untuk membantu, LPW tiba-tiba memukul V dan melarangnya ikut campur. IT mencoba melerai dan meminta LPW menghentikan aksinya.
    “Saya bilang jangan, jangan, jangan!” ungkap IT.
    Namun, situasi semakin memanas ketika istri LPW turut terlibat dalam perkelahian. IT menyebut, LPW mencekik V hingga seorang sopir tetangga datang dan menghentikan tindakan tersebut. Setelah cekikan terlepas, LPW menghantam V hingga jatuh.
    Setelah perkelahian berakhir, IT membawa V ke Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro untuk mendapatkan perawatan. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pondok Aren.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Pemilik Kafe di Malang Bunuh Diri Setelah Unggah Status Putus Asa
                        Surabaya

    1 Pemilik Kafe di Malang Bunuh Diri Setelah Unggah Status Putus Asa Surabaya

    Pemilik Kafe di Malang Bunuh Diri Setelah Unggah Status Putus Asa
    Tim Redaksi
    MALANG, KOMPAS.com
    – FRD, seorang pemilik kafe berusia 30 tahun, ditemukan tewas di kafenya yang terletak di Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, pada Senin (25/11/2024) pagi kemarin.
    FRD yang adalah warga Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, diduga mengakhiri hidupnya dengan cara
    bunuh diri
    .
    Temannya, Mat Sholeh, yang menemukan FRD mengatakan, ia menemukan FRD dalam keadaan tengkurap dan kaku di kamar kafe sekitar pukul 10.00 WIB.
    Mat Sholeh langsung melaporkan penemuan tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Donomulyo.
    Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Donomulyo, Aipda Murbito, membenarkan dugaan bunuh diri tersebut.
    “Diduga korban bunuh diri dengan cara menenggak racun. Namun, jenis racun yang digunakan masih dalam penyelidikan,” ungkap dia melalui sambungan telepon.
    Informasi yang dihimpun menunjukkan, FRD tidak pulang ke rumahnya selama dua hari.
    Mat Sholeh, yang khawatir, telah berusaha menghubungi FRD tetapi tidak mendapatkan respons.
    “Lantas, Mat Sholeh mendatangi kafe korban dan menemukan korban sudah tewas,” lanjut Murbito.
    Sebelum mengakhiri hidupnya, FRD diketahui sempat mengunggah status di aplikasi
    WhatsApp
    yang bernada putus asa, dengan tulisan ‘
    Jibek Pol
    ‘ dan ‘
    Cukup Gusti
    ‘, disertai simbol gambar bunga layu.
    “Ada kemungkinan status itu ada hubungannya dengan keputusan korban melakukan bunuh diri. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan dengan menghadirkan beberapa saksi,” kata dia.
    Kontak bantuan
    Bunuh diri
    bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
    Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
    Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website
    Into the Light Indonesia

    Halaman ini berisi konten sensitif untuk batasan usia tertentu.

    Usia kamu belum sesuai untuk melihat halaman ini

    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Siswa SD Korban Bullying Kakak Kelas di Subang Meninggal Dunia
                        Bandung

    10 Siswa SD Korban Bullying Kakak Kelas di Subang Meninggal Dunia Bandung

    Siswa SD Korban Bullying Kakak Kelas di Subang Meninggal Dunia
    Editor
    SUBANG, KOMPAS.com
    – Siswa Sekolah Dasar (SD) di
    Subang
    yang diduga menjadi korban
    bullying
     atau perundungan kakak kelasnya meninggal dunia, Senin (25/11/2024) sekitar pukul 16.10 WIB. Korban sempat menjalani perawatan di ICU selama 3 hari.
    Dikutip dari TribunJabar, korban berinisial ARO (9). Korban kekerasan 3 kakak kelasnya ini meninggal dunia di ruang ICU anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang, Jawa Barat. 
    Pj Bupati Subang, Imran, sudah berada di ruang Jenazah RSUD Subang untuk melihat langsung jenazah korban.
    Jenazah korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Polri Losarang Indramayu untuk proses autopsi, guna memastikan kematian korban yang sesungguhnya.
    Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu, melalui Kasatreskrim AKP Gilang Indra Friyana Rahmat, membenarkan korban siswa kelas 3 SDN Jayamukti tersebut meninggal dunia.
    “Korban dugaan kekerasan kakak kelas tersebut, meninggal dunia sekitar pukul 16.10 WIB dan saat ini jenazah sudah berada di kamar Jenazah RSUD Subang,” kata Kasatreskrim Polres Subang, AKP Gilang Indra Friyana Rahmat, Senin (25/11/2024) malam.
    Selanjutnya, jenazah korban akan dibawa RS Bhayangkara Indramayu untuk diautopsi.
    “Autopsi ini dilakukan untuk memastikan penyebab korban meninggal dunia, sekaligus untuk proses penyelidikan kasus ini,” ucapnya
    Kasatreskrim juga menegaskan proses penyidikan kasus ini masih terus berlangsung.
    “Kami sudah lakukan pemeriksaan sejumlah saksi baik dari pihak keluarga, teman korban hingga pihak sekolah. Karena korban meninggal, kami akan menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab korban meninggal,” tutur dia.
    Sementara itu pihak RSUD Subang belum bisa memastikan penyebab kematian korban dugaan kekerasan kakak kelasnya tersebut.
    “Sejak masuk RSUD Subang 3 hari lalu, korban langsung di ICU, kami pihak Rumah Sakit belum bisa memeriksa korban saat itu karena kondisi tidak stabil dan tak sadarkan diri,” kata dr Syamsul Riza, wakil Direktur RSUD Subang.
    Diberitakan sebelumnya, sebelum koma tak sadarkan diri, Albi Ruffi Ozara (9) mengalami sakit kepala berat dan muntah-muntah, hingga langsung tak sadarkan diri.
    Berdasarkan pengakuan pihak keluarga, sebelum koma, Albi sempat cerita dirinya sering dipukuli oleh kakak kelasnya baik di sekolah maupun di tempat pengajian.
    Dari pengakuan korban tersebut akhirnya pihak keluarga membuat laporan ke Polisi dan sampai meninggalnya Albi, Polres Subang masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus perundungan di SDN Jayamukti Blanakan Subang ini.
    Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul BREAKING NEWS: Siswa SD Korban Bullying di Subang Meninggal Dunia, Setelah Koma 3 Hari di RSUD
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.