Category: Kompas.com Metropolitan

  • Klaim Menangkan Pilgub Kalteng, Karangan Bunga Prabowo sampai Kaesang Penuhi Posko Pemenangan Agustiar-Edy 
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        29 November 2024

    Klaim Menangkan Pilgub Kalteng, Karangan Bunga Prabowo sampai Kaesang Penuhi Posko Pemenangan Agustiar-Edy Regional 29 November 2024

    Klaim Menangkan Pilgub Kalteng, Karangan Bunga Prabowo sampai Kaesang Penuhi Posko Pemenangan Agustiar-Edy
    Tim Redaksi

    PALANGKA RAYA, KOMPAS.com
    – Calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur
    Kalimantan Tengah
    (Kalteng) nomor urut 3,
    Agustiar Sabran-Edy Pratowo
    , melaksanakan acara deklarasi kemenangan di posko pemenangannya di Jalan Antang, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, Kamis (28/11/2024) malam.
    Dalam acara deklarasi tersebut, karangan bunga dari para tokoh politik nasional sudah memenuhi halaman depan posko pemenangan. Mulai dari karangan bunga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
    Tak hanya itu, karangan bunga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Dasco Sufmi Achmad juga terpampang di posko pemenangan Agustiar-Edy.
    Sejak Kamis (28/11/2024) pukul 19.00 WIB, pendukung dari tim pemenangan, kader partai, relawan, sampai simpatisan juga memadati posko pemenangan Agustiar-Edy tersebut.
    Acara yang semula dijadwalkan pukul 18.30 WIB diundur karena cuaca yang hujan.
    Paslon Agustiar dan Edy baru tiba di posko pemenangan pukul 19.30 WIB lebih dengan menggunakan mobil Toyota Land Cruiser warna hitam.

    Kedatangan keduanya juga disambut dengan musik Oke Gas karya Richard Jersey, musik yang digunakan oleh Prabowo-Gibran dalam pilpres beberapa waktu lalu.
    Diketahui, paslon nomor urut 3 Agustiar-Edy diusung oleh empat partai, yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, PSI, dan PKN.
    Nama keduanya tinggi di beberapa hitung cepat oleh beberapa lembaga survei dan kerap bersaing dengan paslon Cagub-Cawagub Kalteng nomor urut 2,
    Nadalsyah-Supian Hadi
    .
    Cagub Kalteng Agustiar Sabran, dalam sambutannya pada acara deklarasi kemenangan itu meminta agar para pendukung tidak jemawa.
    Agustiar secara implisit lantas menyinggung kubu sebelah yang juga mengeklaim kemenangan. Diketahui, paslon nomor urut 2, Nadalsyah-Supian Hadi, juga mengeklaim kemenangan di Pilgub Kalteng. 
    “Tenang, tenang, tenang, jangan jemawa, nanti ada yang terlukai,” ucap Agustiar disambut sorakan oleh para simpatisan dan relawan. 
    Sementara itu, cawagub Kalteng Edy Pratowo juga berpendapat bahwa pihaknya menang karena sudah menerima data C1 dari setiap TPS.
    Menurut dia, kemenangan ini merupakan wujud antusiasme masyarakat untuk mendapatkan calon pemimpin yang bisa melanjutkan pembangunan daerah di Kalteng. 
    “Kami telah mengumpulkan C1 sebagai bukti konkret yang harus dipegang, kami sudah memenangkan delapan kabupaten se-Kalteng,” ujarnya.
    Tak hanya itu, dia juga berterima kasih kepada seluruh pendukung yang mendukung pasangan mereka.
    Dia lantas berjanji untuk mewujudkan seluruh janji program yang sudah pihaknya sampaikan di publik. 
    Perlu diketahui, KPU baru akan mengumumkan hasil resmi Pilkada serentak 2024 untuk tingkat kabupaten/kota pada 12 Desember 2024. Sementara hasil resmi pilkada tingkat provinsi akan diumumkan pada 15 Desember 2024.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Longsor, Jalur Medan-Berastagi di Sibolangit Masih Ditutup Jumat Siang
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        29 November 2024

    Longsor, Jalur Medan-Berastagi di Sibolangit Masih Ditutup Jumat Siang Medan 29 November 2024

    Longsor, Jalur Medan-Berastagi di Sibolangit Masih Ditutup Jumat Siang
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com –
    Jalur
    Medan

    Berastagi
    di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, masih ditutup pada Jumat (29/11/2024), akibat longsor.
    Seperti diketahui, jalur ini sudah ditutup pada Selasa (26/11/2024) malam.
    Kepala Unit Lantas Polsek Pancur Batu Iptu Rizal Purba, mengatakan, sejumlah personel dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD, dan pemerintah daerah, masih berada di lokasi longsor untuk membersihkan material.
    “Material longsor yang mengenai jalan masih dibersihkan pakai beberapa alat berat dan lainnya,” ujar Rizal saat dihubungi, Jumat.
    Rizal menyebut masih ada beberapa kendaraan yang belum dapat dipindahkan dari lokasi.
    Salah satunya adalah satu unit bus pariwisata yang terperosok ke jurang.
    “Ya, proses evakuasi masih sulit karena kondisi jalan dipenuhi lumpur,” sebut Rizal.
    Warga diimbau untuk mencari jalan alternatif lain. Misalnya, melalui jalur Medan-Binjai-Berastagi atau pun Medan-Pematangsiantar-Berastagi.
    “Kalau dari Medan ke Berastagi bisa juga lewat jalur sebelum jembatan Desa Sembahe, ada jalan sebelah kanan yang bisa tembus ke Bandar Baru. Nah, kalau dari Bandar Baru nanti sudah bisa lepas ke Berastagi,” ujar Rizal.
    Adpaun longsor mengakibatkan sembilan orang tewas.
    Sejauh ini, pihak Basarnas dan BPBD masih berupaya untuk mencari para korban lainnya yang kemungkinan terjebak di dalam kendaraan yang tertimbun.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Longsor Tutup Akses Jalan Utama di Gunungsitoli
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        29 November 2024

    Longsor Tutup Akses Jalan Utama di Gunungsitoli Medan 29 November 2024

    Longsor Tutup Akses Jalan Utama di Gunungsitoli
    Tim Redaksi
    KOTA GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com –
     Terjadi longsor di Dusun I, Desa Onowaembo, Kecamatan
    Gunungsitoli
    , Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Kamis (28/11/2024).
    Longsor menutup akses jalan utama yang menghubungkan Kota Gunungsitoli dengan Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa.
    Petugas gabungan dari TNI-Polri serta instansi pemerintah masih berupaya membersihkan longsor agar akses dapat kembali digunakan.
    “Personel kami bersama tim TNI dan instansi pemerintah langsung melakukan langkah-langkah penanganan di lokasi kejadian. Kami memastikan pengaturan keamanan, keselamatan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas agar masyarakat tetap dapat beraktivitas meskipun akses utama sementara terganggu,” ujar Kapolres Nias AKBP Revi Nurvelani saat dihubungi, Jumat (29/11/2024).
    Adapun masyarakat yang ingin menuju Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa atau sebaliknya dapat menggunakan jalur lain.
    “Kami mengarahkan masyarakat untuk melewati rute alternatif melalui Jalan Yos Sudarso – Jalan Beo – Desa Iraono Lase. Rute ini dapat digunakan sementara waktu hingga akses utama kembali normal,” tambahnya
    Tidak ada korban jiwa dari bencana ini.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pengungsi Erupsi Lewotobi di Posko Waigete Dipulangkan ke Desa Asal
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        29 November 2024

    Pengungsi Erupsi Lewotobi di Posko Waigete Dipulangkan ke Desa Asal Regional 29 November 2024

    Pengungsi Erupsi Lewotobi di Posko Waigete Dipulangkan ke Desa Asal
    Tim Redaksi
    SIKKA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kabupaten
    Sikka
    , Nusa Tenggara Timur (NTT), memutuskan memulangkan 1.116 pengungsi erupsi
    Gunung Lewotobi Laki-laki
    dari posko pengungsian Waigete, Kabupaten Sikka, Jumat (29/11/2024).
    Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Margaretha Movades da Maga mengatakan, pemulangan ratusan pengungsi ini setelah dilakukan kajian serta mempertimbangkan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki.
    “Setelah dilakukan kajian, hari ini kita akan pulangkan para pengungsi dari Waigete ke daerah asal,” ujar Movaldes saat dihubungi, Jumat.
    Adapun pengungsi yang ada Posko Waigete berasal dari lima desa di perbatasan Kabupaten Sikka dan Flores Timur seperti Hikong, Kringa, Timutawa, Udek Duen, Ojang, dan Timutawa.
    Movaldes menerangkan, lima desa ini sebetulnya tidak termasuk dalam kawasan rawan bencana (KRB)
    erupsi Gunung Lewotobi
    Laki-laki.
    Hanya dampak yang mereka rasakan seperti gangguan kesehatan serta kerusakan tanaman pertanian akibat abu vulkanik.
    Dia melanjutkan, pada Selasa (12/11/2024), pemerintah memutuskan mengevakuasi warga di beberapa desa itu karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
    “Pada saat letusan itu ada gemuruh yang membuat warga panik dan trauma, sehingga dilakukan evakuasi ke Posko Waigete,” kata dia.
    Selama lebih kurang dua pekan, kata Movaldes, pihaknya terus mengevaluasi dan memantau aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.
    Selain itu juga mempertimbangkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
    “Dari informasi dan kajian itu untuk saat ini wilayah di perbatasan masih cukup aman untuk masyarakat melakukan aktivitas seperti biasa. Sehingga kami memutuskan untuk memulangkan mereka,” ujarnya.
    Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau warga tetap mengenakan masker, mengingat gunung api tipe strato itu masih mengalami erupsi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ditanya Apakah Khawatir Nasibnya seperti Tom Lembong, Anies: Semoga Pak Prabowo Adil
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        29 November 2024

    Ditanya Apakah Khawatir Nasibnya seperti Tom Lembong, Anies: Semoga Pak Prabowo Adil Megapolitan 29 November 2024

    Ditanya Apakah Khawatir Nasibnya seperti Tom Lembong, Anies: Semoga Pak Prabowo Adil
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan yakin pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berlaku adil dan tidak bertindak berdasar rasa dendam.
    Hal ini disampaikan Anies menanggapi kasus hukum yang menjerat sahabat sekaligus mantan
    co-captain
     Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas Amin) pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024, Tom Lembong. 
    Dalam program 
    Rosi, Kompas TV,
    Kamis (28/11/2024), mulanya Anies ditanya, apakah ia khawatir nasibnya akan sama seperti Tom Lembong. 
    “Pak Anies, seberapa khawatir Pak Anies akan di-Tom Lembong-kan?” tanya Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosiana Silalahi, kepada Anies. 
    “Semoga tidak terjadi,” jawab Anies.
    Anies lantas menyinggung ucapan Prabowo yang meminta jajarannya untuk berlaku adil.
    “Dan kami percaya bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Pak Prabowo akan mengirimkan pesan kepada semua. Dan disampaikan Pak Prabowo untuk berlaku adil. Tidak ada, istilah yang beliau itu, balas dendam dan lain-lain atas semuanya,” ujar Anies.
    Atas perintah Prabowo itu, kata Anies, semestinya, tidak ada masalah yang dibuat-buat.
    “Saya yakin Presiden Prabowo akan mengirimkan pesan kepada semua. Sehingga, bila memang tidak ada masalah, ya tidak usah dibuat masalah. Kan kira-kira begitu,” kata dia.
    Anies pun berharap kasus yang dihadapi Tom Lembong bisa berujung pada keadilan yang sebenar-benarnya.
    “Saya berharap persoalan yang sedang dialami oleh Pak Tom lembong ini nantinya akan berujung pada ditemukannya keadilan,” ucap dia.
    Adapun permohonan praperadilan mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong ditolak dalam sidang pembacaan putusan praperadilan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi kebijakan impor gula tahun 2015-2016.
    “Menolak tuntutan provisi yang diajukan pemohon, menolak eksepsi pemohon untuk seluruhkan, menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya. Demikian diputuskan Selasa, 26 November 2024,” kata hakim tunggal Tumpanuli Marbun dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2024).
    Dengan putusan ini, penetapan tersangka Tom yang sebelumnya digugat tetap sah.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Berakhirnya Dominasi PKS di Jakarta dan Depok…
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        29 November 2024

    Berakhirnya Dominasi PKS di Jakarta dan Depok… Megapolitan 29 November 2024

    Berakhirnya Dominasi PKS di Jakarta dan Depok…
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai kekuatan dominan di sejumlah wilayah, menghadapi kenyataan pahit dalam Pilkada 2024.
    Di Depok dan Jakarta, dua kota penting yang menjadi barometer kekuatan politik PKS, partai ini gagal mempertahankan posisi mereka.
    Kekalahan pada hasil sementara berdasarkan hitung cepat atau
    quick count
    menandakan berakhirnya era kejayaan PKS di kedua wilayah tersebut, yang sebelumnya menjadi lumbung suara.
    “Hasil Pilkada kali ini memang menjadi awan kelabu bagi PKS. Kedigdayaan politik PKS tidak terlihat, bahkan sebaliknya, rontok di banyak tempat,” ujar pengamat politik dari Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak, saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Jumat (29/11/2024).
    Di Jakarta, PKS mendukung pasangan
    Ridwan Kamil
    dan
    Suswono
    dalam Pilkada 2024, bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
    Meskipun memiliki sosok Ridwan Kamil yang populer, mereka hanya mampu meraih 40,02 persen suara, jauh tertinggal dari pasangan Pramono Anung dan Rano Karno yang memperoleh 49,49 persen suara berdasarkan hasil
    quick count
    Litbang Kompas.
    “Di Jakarta juga demikian, kesaktian PKS tidak terlihat. Tampaknya banyak konstituen PKS yang kecewa dengan batalnya PKS mendukung Anies Baswedan. Bagi banyak pemilih Muslim Jakarta, Anies sudah dianggap sebagai maskot,” kata Zaki.
    Hasil ini berbeda dengan Pilkada 2017, ketika PKS bersama Partai Gerindra mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
    Anies-Sandi bersaing melawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat serta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.
    Ahok-Djarot diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Nasdem. Sementara Agus-Sylvi diusung oleh Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan.
    Pasangan Anies-Sandi, yang merupakan calon nomor urut tiga, memenangkan Pilkada dengan perolehan suara 57,96 persen. Sementara itu, pasangan Ahok-Djarot meraih 42,04 persen suara.
    Zaki menilai, ada beberapa faktor yang membuat hasil Pilkada Jakarta 2017 dan 2024 berbeda, salah satunya sosok yang menjadi calon orang nomor satu di Jakarta.
    “Sosok Ridwan Kamil, dengan PKS selama ini, juga tidak cukup dekat. Nama Suswono sendiri juga kurang populer di internal PKS dan sulit menjadi magnet politik yang mampu menggerakkan pemilih Muslim,” kata Zaki.
    Meskipun hasil Pilkada Jakarta 2024 belum final, karena masih menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), angka ini jelas menunjukkan dukungan PKS di Jakarta tidak sekuat yang diharapkan.
    Sementara itu, di Depok, PKS harus menerima kenyataan pahit lainnya. Calon wali kota dan wakil wali kota Depok yang diusung oleh PKS,
    Imam Budi Hartono
    dan Ririn Farabi A Rafiq, kalah telak dari pasangan Supian Suri dan Chandra Rahmanysah yang diusung oleh Koalisi Depok Perubahan Maju.
    Berdasarkan hasil
    quick count
    VoxPol Center,
    Imam-Ririn
    hanya memperoleh 46,81 persen suara, sedangkan Supian-Chandra meraih 53,19 persen. Kekalahan ini mengakhiri 18 tahun dominasi PKS di Kota Depok, yang sebelumnya menjadi basis kuat partai tersebut.
    “PKS dikenal sebagai partai petahana yang kuat di Depok, namun ternyata tidak mampu mempertahankan kekuasaannya,” kata Zaki.
    Kekalahan ini, lanjut Zaki, menjadi bukti bahwa dominasi PKS tidak lagi sekuat dulu, bahkan di wilayah yang secara historis dikuasai oleh mereka.
    Zaki Mubarak juga menyebutkan bahwa kekalahan PKS ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi partai tersebut.
    “Kekalahan di banyak tempat dalam pilkada harus menjadi pelajaran penting bagi survival PKS ke depan,” ungkapnya.
    PKS perlu melakukan peremajaan kepemimpinan dan menghadirkan sosok pemimpin muda yang lebih moderat, modern, dan inklusif agar bisa menjangkau pemilih Muslim lintas golongan dan ceruk pemilih yang lebih luas.
    Bagi PKS, kekalahan ini jelas menjadi tantangan besar. Tidak hanya di Depok dan Jakarta, namun juga di beberapa daerah lainnya.
    Kekalahan ini mengisyaratkan bahwa PKS harus merespons perubahan zaman dengan lebih adaptif agar tetap menjadi pemain penting dalam kancah politik nasional.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jalan Penghubung Sejumlah Desa di Seram Barat Maluku Diblokade OTK, Polisi Turun Tangan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        29 November 2024

    Jalan Penghubung Sejumlah Desa di Seram Barat Maluku Diblokade OTK, Polisi Turun Tangan Regional 29 November 2024

    Jalan Penghubung Sejumlah Desa di Seram Barat Maluku Diblokade OTK, Polisi Turun Tangan
    Tim Redaksi
    AMBON, KOMPAS.com
    – Akses jalan yang menghubungkan sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Huamual, Kabupaten
    Seram Bagian Barat
    ,
    Maluku
    , diblokade orang tak dikenal pada Jumat (29/11/2024).
    Para pelaku yang belum diketahui identitasnya itu memblokade ruas jalan tersebut dengan menggunakan sejumlah batang pohon yang ditebang.
    Mereka juga menaruh sejumlah bebatuan di atas badan jalan tersebut.
    Aksi blokade jalan itu menyebabkan warga yang hendak melintas dengan kendaraan harus tertahan di lokasi kejadian.
    Kapolsek Huamual Ipda Salim Balami yang dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut.
    Ia mengatakan, lokasi blokade jalan berada di petuanan hutan Desa Luhu, Kecamatan Huamual, tepatnya di dekat Jembatan Mamuru dan jalan menanjak di kawasan Gunung Malintang.
    “Itu dilalukan OTK (Orang Tak Dikenal). Lokasinya di dekat Jembatan Mamuru, pas mau naik-naik Gunung Malintang, itu masuk Desa Luhu tapi jauh dari perkampungan,” kata Salim kepada
    Kompas.com
    via sambungan telepon, Jumat.
    Ia menjelaskan, aksi blokade jalan di kawasan itu dilakukan di enam titik. Para pelaku memblokade jalan tersebut dengan menebang pohon di pinggir jalan hingga menutupi badan jalan.
    “Ada sekitar enam titik, itu dilakukan dengan menebang pohon lalu kemudian mereka menaruh batu dan kayu,” ujarnya.
    Salim mengakui ruas jalan yang diblokade itu merupakan akaes jalan yang menghubungkan desa-desa dan dusun di kecamatan Huamual dengan ibu kota kabupaten di Piru.
    Ia menduga aksi blokade jalan itu telah dilakukan sejak malam hari.
    “Sebab dari bekas potongan kayu menandakan itu bukan baru, jadi mungkin sudah dari tengah malam, karena kalau malam jam 9 biasanya tidak ada orang melintas lagi,” akunya.
    Saat disinggung soal motif pemasangan jalan tersebut apakah ada kaitannya dengan pilkada, Salim mengaku tidak mengetahuinya.
    Meski begitu ia menduga para pelaku yang memblokade ruas jalan tersebut sengaja ingin menciptakan keresahan di masyarakat.
    “Tidak tahu, tapi mungkin mereka sengaja ingin membuat keresahan, mau memancing situasi,” sebutnya.
    Salim mengaku menjelang pilkada hingga selesai pencoblosan pihaknya terus melakukan patroli di desa-desa dan dusun di wilayah itu.
    “Kita aktif melakukan patroli untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif jadi ini mereka lakukan malam hari,” ujarnya.
    Saat ini, batu dan batang kayu yang menutupi jalan itu telah dibersihkan oleh petugas Polsek Huamual dan anggota Brimob dibantu warga yang melintas di lokasi tersebut. Akaes jalan sudah bisa dilalui kendaraan.
    “Sudah dibersihkan tadi kita ke lokasi jam 7 pagi, batang-batang pohon sudah dipindahkan, tadi kita bersama Brimob dan pengguna jalan,” katanya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Lansia di Palmerah Tewas Usai Tertimpa Pagar Rumahnya 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        29 November 2024

    Lansia di Palmerah Tewas Usai Tertimpa Pagar Rumahnya Megapolitan 29 November 2024

    Lansia di Palmerah Tewas Usai Tertimpa Pagar Rumahnya
    Tim Redaksi
     
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Lansia berinisial Y (56), tewas usai tertimpa pagar rumahnya yang roboh di Jalan Anggrek Rosliana, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (27/11/2024).
    Peristiwa bermula saat saksi berinisial I tengah memesan taksi online untuk berangkat ke luar kota.
    Saat taksi online datang dan ingin memutar balik, I membuka gerbang rumahnya.
    Namun, saat ingin menutupnya, Y tiba-tiba bilang agar dia saja yang menutup gerbangnya karena ingin menyapu halaman rumah.
    “Ketika korban sedang menutup gerbang, tiba-tiba gerbang ambruk dan menimpa korban,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Polda Metro Jaya, Jumat (29/11/2024).
    Sontak saksi berinisial M yang melihat kejadian itu langsung membantunya.
    Karena tidak kuat, dia meminta tolong kepada warga setempat untuk mengangkat gerbang rumah.
    Alhasil, Y langsung dilarikan ke sebuah klinik di dekat lokasi rumahnya.
    “Setelah diperiksa oleh dokter dari klinik, dokter menyebutkan bahwa korban sudah meninggal dunia,” pungkas Ade.
    Namun, Ade Ary tak menjelaskan secara rinci mengapa pagar itu tiba-tiba roboh. Kapolsek Palmerah Kompol Sugiran juga tak merespons pesan yang dikirimkan
    Kompas.com
    saat ditanyai penyebab robohnya pagar itu.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Seekor Buaya Muncul di Pinggir Sungai Kota Yogyakarta, Liar?
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        29 November 2024

    Seekor Buaya Muncul di Pinggir Sungai Kota Yogyakarta, Liar? Yogyakarta 29 November 2024

    Seekor Buaya Muncul di Pinggir Sungai Kota Yogyakarta, Liar?
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com 
    – Warga Bener, Tegalrejo, RW 3, RT 11 Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dihebohkan dengan penemuan buaya berukuran 2,5 meter yang muncul di pinggir sungai dekat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bener, Jumat (29/11/2024) pagi.
    Kejadian ini langsung dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta.
     
    Komandan Regu Evakuasi, Petrilula, menjelaskan bahwa laporan mengenai buaya tersebut diterima pada Jumat (29/11/2024) sekitar pukul 07.25 WIB.
    “Ada warga yang datang ke kami laporan langsung ke Mako Mojo. Terus kita datang ke lokasi untuk evakuasi,” ujarnya Jumat (29/11/2024).
    Dia mengungkapkan buaya muncul di pinggir sungai yang dekat dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bener.
    Menurutnya kemungkinan buaya tersebut merupakan peliharaan.
    “Itu peliharaan kayaknya. Tapi belum tahu siapa yang punya,” kata dia.


    Proses evakuasi lanjut Petrilula membutuhkan waktu 30 menit dengan melibatkan 7 orang personel. 
    Sewaktu proses evakuasi, buaya sempat berontak dan kabur.
    “Sempat lari berontak. Tadi satu regu 7 orang. Evakuasi setengah jam,” kata dia.
    Saat ini, buaya tersebut ditempatkan di Mako Induk Damkarmat Kota Yogyakarta dan menunggu evakuasi dari pihak BKSDA.
    “Sudah ditelponkan BKSDA,” kata dia.
    Sementara itu, Anggota Damkarmat Kota Yogyakarta, Adik yang turut melakukan evakuasi mengatakan evakuasi buaya baru pertama kali dilakukan.
    “Proses evakuasi buaya memang begitu pakai tali, kita di Jogja belum pernah menangani,” kata dia.
    “Buaya sekitar 2,5 meter beratnya lebih dari 100 (kilogram), gendut itu buayanya sampai diangkut 4 orang,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • PDI-P Minta Polri Kembali ke TNI atau Kemendagri, Kapolri Irit Bicara, Panglima Bungkam
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        29 November 2024

    PDI-P Minta Polri Kembali ke TNI atau Kemendagri, Kapolri Irit Bicara, Panglima Bungkam Regional 29 November 2024

    PDI-P Minta Polri Kembali ke TNI atau Kemendagri, Kapolri Irit Bicara, Panglima Bungkam
    Tim Redaksi
    MAGELANG, KOMPAS.com
    – Kepala Kepolisian RI Jenderal
    Listyo Sigit Prabowo
    memberikan tanggapan terkait permintaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) agar Polri dikembalikan di bawah kendali TNI atau Kementerian Dalam Negeri.
    Dalam acara wisuda prabhatar Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) 2024 yang berlangsung di kompleks Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (29/11/2024), Listyo memaparkan tahapan pendidikan lanjutan untuk 325 lulusan Akpol.
    Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi oleh
    Panglima TNI
    Jenderal TNI
    Agus Subiyanto
    .
    Ketika ditanya mengenai dorongan PDI-P untuk mengembalikan Polri ke TNI atau Kemendagri, Listyo meminta wartawan bertanya kepada yang mengusulkan.
    “Tanya yang nanya,” ujar Listyo, sebelum meninggalkan sesi wawancara.
    Agus Subiyanto, yang hadir dalam acara tersebut, memilih untuk tidak memberikan komentar dan mengikuti langkah Listyo.
    Ketua DPP
    PDIP
    Deddy Yevri Sitorus mengungkapkan bahwa partainya sedang mempertimbangkan untuk mendorong Polri berada di bawah kendali TNI atau Kemendagri.
    Pertimbangan ini muncul setelah hasil pemilihan kepala daerah serentak 2024 di beberapa wilayah, di mana PDI-P merasa mengalami kekalahan akibat keterlibatan aparat kepolisian, yang mereka sebut sebagai “parcok” (partai cokelat).
    Deddy menegaskan bahwa “parcok” tidak terlepas dari pengaruh “Jokowisme,” yang dianggapnya masih mengintervensi proses elektoral dalam pilkada serentak, termasuk di Jawa Tengah.
    “Bagaimana politik ala Jokowisme yang merupakan sisi dalam demokrasi ini bisa bekerja? Dia tentu membutuhkan instrumen. Apa instrumen yang dipakai dengan politik pemilu ala Jokowisme ini? Tentu sesuatu yang sangat besar, berjalanan kuat, punya kemampuan untuk melakukan penggalangan dana, penggalangan kelompok-kelompok tertentu yang sudah menjadi pengetahuan publik. Sekarang kita mengenal partai cokelat,” kata dia dikutip Kompas.com.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.