Klaim Menangkan Pilgub Kalteng, Karangan Bunga Prabowo sampai Kaesang Penuhi Posko Pemenangan Agustiar-Edy
Tim Redaksi
PALANGKA RAYA, KOMPAS.com
– Calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur
Kalimantan Tengah
(Kalteng) nomor urut 3,
Agustiar Sabran-Edy Pratowo
, melaksanakan acara deklarasi kemenangan di posko pemenangannya di Jalan Antang, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, Kamis (28/11/2024) malam.
Dalam acara deklarasi tersebut, karangan bunga dari para tokoh politik nasional sudah memenuhi halaman depan posko pemenangan. Mulai dari karangan bunga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
Tak hanya itu, karangan bunga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Dasco Sufmi Achmad juga terpampang di posko pemenangan Agustiar-Edy.
Sejak Kamis (28/11/2024) pukul 19.00 WIB, pendukung dari tim pemenangan, kader partai, relawan, sampai simpatisan juga memadati posko pemenangan Agustiar-Edy tersebut.
Acara yang semula dijadwalkan pukul 18.30 WIB diundur karena cuaca yang hujan.
Paslon Agustiar dan Edy baru tiba di posko pemenangan pukul 19.30 WIB lebih dengan menggunakan mobil Toyota Land Cruiser warna hitam.
Kedatangan keduanya juga disambut dengan musik Oke Gas karya Richard Jersey, musik yang digunakan oleh Prabowo-Gibran dalam pilpres beberapa waktu lalu.
Diketahui, paslon nomor urut 3 Agustiar-Edy diusung oleh empat partai, yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, PSI, dan PKN.
Nama keduanya tinggi di beberapa hitung cepat oleh beberapa lembaga survei dan kerap bersaing dengan paslon Cagub-Cawagub Kalteng nomor urut 2,
Nadalsyah-Supian Hadi
.
Cagub Kalteng Agustiar Sabran, dalam sambutannya pada acara deklarasi kemenangan itu meminta agar para pendukung tidak jemawa.
Agustiar secara implisit lantas menyinggung kubu sebelah yang juga mengeklaim kemenangan. Diketahui, paslon nomor urut 2, Nadalsyah-Supian Hadi, juga mengeklaim kemenangan di Pilgub Kalteng.
“Tenang, tenang, tenang, jangan jemawa, nanti ada yang terlukai,” ucap Agustiar disambut sorakan oleh para simpatisan dan relawan.
Sementara itu, cawagub Kalteng Edy Pratowo juga berpendapat bahwa pihaknya menang karena sudah menerima data C1 dari setiap TPS.
Menurut dia, kemenangan ini merupakan wujud antusiasme masyarakat untuk mendapatkan calon pemimpin yang bisa melanjutkan pembangunan daerah di Kalteng.
“Kami telah mengumpulkan C1 sebagai bukti konkret yang harus dipegang, kami sudah memenangkan delapan kabupaten se-Kalteng,” ujarnya.
Tak hanya itu, dia juga berterima kasih kepada seluruh pendukung yang mendukung pasangan mereka.
Dia lantas berjanji untuk mewujudkan seluruh janji program yang sudah pihaknya sampaikan di publik.
Perlu diketahui, KPU baru akan mengumumkan hasil resmi Pilkada serentak 2024 untuk tingkat kabupaten/kota pada 12 Desember 2024. Sementara hasil resmi pilkada tingkat provinsi akan diumumkan pada 15 Desember 2024.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/11/28/67486c82369bd.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Klaim Menangkan Pilgub Kalteng, Karangan Bunga Prabowo sampai Kaesang Penuhi Posko Pemenangan Agustiar-Edy Regional 29 November 2024
-
/data/photo/2024/11/28/6748356456821.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Longsor, Jalur Medan-Berastagi di Sibolangit Masih Ditutup Jumat Siang Medan 29 November 2024
Longsor, Jalur Medan-Berastagi di Sibolangit Masih Ditutup Jumat Siang
Tim Redaksi
MEDAN, KOMPAS.com –
Jalur
Medan
–
Berastagi
di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, masih ditutup pada Jumat (29/11/2024), akibat longsor.
Seperti diketahui, jalur ini sudah ditutup pada Selasa (26/11/2024) malam.
Kepala Unit Lantas Polsek Pancur Batu Iptu Rizal Purba, mengatakan, sejumlah personel dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD, dan pemerintah daerah, masih berada di lokasi longsor untuk membersihkan material.
“Material longsor yang mengenai jalan masih dibersihkan pakai beberapa alat berat dan lainnya,” ujar Rizal saat dihubungi, Jumat.
Rizal menyebut masih ada beberapa kendaraan yang belum dapat dipindahkan dari lokasi.
Salah satunya adalah satu unit bus pariwisata yang terperosok ke jurang.
“Ya, proses evakuasi masih sulit karena kondisi jalan dipenuhi lumpur,” sebut Rizal.
Warga diimbau untuk mencari jalan alternatif lain. Misalnya, melalui jalur Medan-Binjai-Berastagi atau pun Medan-Pematangsiantar-Berastagi.
“Kalau dari Medan ke Berastagi bisa juga lewat jalur sebelum jembatan Desa Sembahe, ada jalan sebelah kanan yang bisa tembus ke Bandar Baru. Nah, kalau dari Bandar Baru nanti sudah bisa lepas ke Berastagi,” ujar Rizal.
Adpaun longsor mengakibatkan sembilan orang tewas.
Sejauh ini, pihak Basarnas dan BPBD masih berupaya untuk mencari para korban lainnya yang kemungkinan terjebak di dalam kendaraan yang tertimbun.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/29/67492eb26b687.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Longsor Tutup Akses Jalan Utama di Gunungsitoli Medan 29 November 2024
Longsor Tutup Akses Jalan Utama di Gunungsitoli
Tim Redaksi
KOTA GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com –
Terjadi longsor di Dusun I, Desa Onowaembo, Kecamatan
Gunungsitoli
, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Kamis (28/11/2024).
Longsor menutup akses jalan utama yang menghubungkan Kota Gunungsitoli dengan Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa.
Petugas gabungan dari TNI-Polri serta instansi pemerintah masih berupaya membersihkan longsor agar akses dapat kembali digunakan.
“Personel kami bersama tim TNI dan instansi pemerintah langsung melakukan langkah-langkah penanganan di lokasi kejadian. Kami memastikan pengaturan keamanan, keselamatan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas agar masyarakat tetap dapat beraktivitas meskipun akses utama sementara terganggu,” ujar Kapolres Nias AKBP Revi Nurvelani saat dihubungi, Jumat (29/11/2024).
Adapun masyarakat yang ingin menuju Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa atau sebaliknya dapat menggunakan jalur lain.
“Kami mengarahkan masyarakat untuk melewati rute alternatif melalui Jalan Yos Sudarso – Jalan Beo – Desa Iraono Lase. Rute ini dapat digunakan sementara waktu hingga akses utama kembali normal,” tambahnya
Tidak ada korban jiwa dari bencana ini.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/29/6749350c1015f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pengungsi Erupsi Lewotobi di Posko Waigete Dipulangkan ke Desa Asal Regional 29 November 2024
Pengungsi Erupsi Lewotobi di Posko Waigete Dipulangkan ke Desa Asal
Tim Redaksi
SIKKA, KOMPAS.com
– Pemerintah Kabupaten
Sikka
, Nusa Tenggara Timur (NTT), memutuskan memulangkan 1.116 pengungsi erupsi
Gunung Lewotobi Laki-laki
dari posko pengungsian Waigete, Kabupaten Sikka, Jumat (29/11/2024).
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Margaretha Movades da Maga mengatakan, pemulangan ratusan pengungsi ini setelah dilakukan kajian serta mempertimbangkan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Setelah dilakukan kajian, hari ini kita akan pulangkan para pengungsi dari Waigete ke daerah asal,” ujar Movaldes saat dihubungi, Jumat.
Adapun pengungsi yang ada Posko Waigete berasal dari lima desa di perbatasan Kabupaten Sikka dan Flores Timur seperti Hikong, Kringa, Timutawa, Udek Duen, Ojang, dan Timutawa.
Movaldes menerangkan, lima desa ini sebetulnya tidak termasuk dalam kawasan rawan bencana (KRB)
erupsi Gunung Lewotobi
Laki-laki.
Hanya dampak yang mereka rasakan seperti gangguan kesehatan serta kerusakan tanaman pertanian akibat abu vulkanik.
Dia melanjutkan, pada Selasa (12/11/2024), pemerintah memutuskan mengevakuasi warga di beberapa desa itu karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
“Pada saat letusan itu ada gemuruh yang membuat warga panik dan trauma, sehingga dilakukan evakuasi ke Posko Waigete,” kata dia.
Selama lebih kurang dua pekan, kata Movaldes, pihaknya terus mengevaluasi dan memantau aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.
Selain itu juga mempertimbangkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Dari informasi dan kajian itu untuk saat ini wilayah di perbatasan masih cukup aman untuk masyarakat melakukan aktivitas seperti biasa. Sehingga kami memutuskan untuk memulangkan mereka,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau warga tetap mengenakan masker, mengingat gunung api tipe strato itu masih mengalami erupsi.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/22/67403135b3df1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ditanya Apakah Khawatir Nasibnya seperti Tom Lembong, Anies: Semoga Pak Prabowo Adil Megapolitan 29 November 2024
Ditanya Apakah Khawatir Nasibnya seperti Tom Lembong, Anies: Semoga Pak Prabowo Adil
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Gubernur Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan yakin pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berlaku adil dan tidak bertindak berdasar rasa dendam.
Hal ini disampaikan Anies menanggapi kasus hukum yang menjerat sahabat sekaligus mantan
co-captain
Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas Amin) pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024, Tom Lembong.
Dalam program
Rosi, Kompas TV,
Kamis (28/11/2024), mulanya Anies ditanya, apakah ia khawatir nasibnya akan sama seperti Tom Lembong.
“Pak Anies, seberapa khawatir Pak Anies akan di-Tom Lembong-kan?” tanya Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosiana Silalahi, kepada Anies.
“Semoga tidak terjadi,” jawab Anies.
Anies lantas menyinggung ucapan Prabowo yang meminta jajarannya untuk berlaku adil.
“Dan kami percaya bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Pak Prabowo akan mengirimkan pesan kepada semua. Dan disampaikan Pak Prabowo untuk berlaku adil. Tidak ada, istilah yang beliau itu, balas dendam dan lain-lain atas semuanya,” ujar Anies.
Atas perintah Prabowo itu, kata Anies, semestinya, tidak ada masalah yang dibuat-buat.
“Saya yakin Presiden Prabowo akan mengirimkan pesan kepada semua. Sehingga, bila memang tidak ada masalah, ya tidak usah dibuat masalah. Kan kira-kira begitu,” kata dia.
Anies pun berharap kasus yang dihadapi Tom Lembong bisa berujung pada keadilan yang sebenar-benarnya.
“Saya berharap persoalan yang sedang dialami oleh Pak Tom lembong ini nantinya akan berujung pada ditemukannya keadilan,” ucap dia.
Adapun permohonan praperadilan mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong ditolak dalam sidang pembacaan putusan praperadilan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi kebijakan impor gula tahun 2015-2016.
“Menolak tuntutan provisi yang diajukan pemohon, menolak eksepsi pemohon untuk seluruhkan, menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya. Demikian diputuskan Selasa, 26 November 2024,” kata hakim tunggal Tumpanuli Marbun dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2024).
Dengan putusan ini, penetapan tersangka Tom yang sebelumnya digugat tetap sah.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/29/67493277430eb.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Jalan Penghubung Sejumlah Desa di Seram Barat Maluku Diblokade OTK, Polisi Turun Tangan Regional 29 November 2024
Jalan Penghubung Sejumlah Desa di Seram Barat Maluku Diblokade OTK, Polisi Turun Tangan
Tim Redaksi
AMBON, KOMPAS.com
– Akses jalan yang menghubungkan sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Huamual, Kabupaten
Seram Bagian Barat
,
Maluku
, diblokade orang tak dikenal pada Jumat (29/11/2024).
Para pelaku yang belum diketahui identitasnya itu memblokade ruas jalan tersebut dengan menggunakan sejumlah batang pohon yang ditebang.
Mereka juga menaruh sejumlah bebatuan di atas badan jalan tersebut.
Aksi blokade jalan itu menyebabkan warga yang hendak melintas dengan kendaraan harus tertahan di lokasi kejadian.
Kapolsek Huamual Ipda Salim Balami yang dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut.
Ia mengatakan, lokasi blokade jalan berada di petuanan hutan Desa Luhu, Kecamatan Huamual, tepatnya di dekat Jembatan Mamuru dan jalan menanjak di kawasan Gunung Malintang.
“Itu dilalukan OTK (Orang Tak Dikenal). Lokasinya di dekat Jembatan Mamuru, pas mau naik-naik Gunung Malintang, itu masuk Desa Luhu tapi jauh dari perkampungan,” kata Salim kepada
Kompas.com
via sambungan telepon, Jumat.
Ia menjelaskan, aksi blokade jalan di kawasan itu dilakukan di enam titik. Para pelaku memblokade jalan tersebut dengan menebang pohon di pinggir jalan hingga menutupi badan jalan.
“Ada sekitar enam titik, itu dilakukan dengan menebang pohon lalu kemudian mereka menaruh batu dan kayu,” ujarnya.
Salim mengakui ruas jalan yang diblokade itu merupakan akaes jalan yang menghubungkan desa-desa dan dusun di kecamatan Huamual dengan ibu kota kabupaten di Piru.
Ia menduga aksi blokade jalan itu telah dilakukan sejak malam hari.
“Sebab dari bekas potongan kayu menandakan itu bukan baru, jadi mungkin sudah dari tengah malam, karena kalau malam jam 9 biasanya tidak ada orang melintas lagi,” akunya.
Saat disinggung soal motif pemasangan jalan tersebut apakah ada kaitannya dengan pilkada, Salim mengaku tidak mengetahuinya.
Meski begitu ia menduga para pelaku yang memblokade ruas jalan tersebut sengaja ingin menciptakan keresahan di masyarakat.
“Tidak tahu, tapi mungkin mereka sengaja ingin membuat keresahan, mau memancing situasi,” sebutnya.
Salim mengaku menjelang pilkada hingga selesai pencoblosan pihaknya terus melakukan patroli di desa-desa dan dusun di wilayah itu.
“Kita aktif melakukan patroli untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif jadi ini mereka lakukan malam hari,” ujarnya.
Saat ini, batu dan batang kayu yang menutupi jalan itu telah dibersihkan oleh petugas Polsek Huamual dan anggota Brimob dibantu warga yang melintas di lokasi tersebut. Akaes jalan sudah bisa dilalui kendaraan.
“Sudah dibersihkan tadi kita ke lokasi jam 7 pagi, batang-batang pohon sudah dipindahkan, tadi kita bersama Brimob dan pengguna jalan,” katanya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2023/12/04/656dd4c479430.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Lansia di Palmerah Tewas Usai Tertimpa Pagar Rumahnya Megapolitan 29 November 2024
Lansia di Palmerah Tewas Usai Tertimpa Pagar Rumahnya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Lansia berinisial Y (56), tewas usai tertimpa pagar rumahnya yang roboh di Jalan Anggrek Rosliana, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (27/11/2024).
Peristiwa bermula saat saksi berinisial I tengah memesan taksi online untuk berangkat ke luar kota.
Saat taksi online datang dan ingin memutar balik, I membuka gerbang rumahnya.
Namun, saat ingin menutupnya, Y tiba-tiba bilang agar dia saja yang menutup gerbangnya karena ingin menyapu halaman rumah.
“Ketika korban sedang menutup gerbang, tiba-tiba gerbang ambruk dan menimpa korban,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Polda Metro Jaya, Jumat (29/11/2024).
Sontak saksi berinisial M yang melihat kejadian itu langsung membantunya.
Karena tidak kuat, dia meminta tolong kepada warga setempat untuk mengangkat gerbang rumah.
Alhasil, Y langsung dilarikan ke sebuah klinik di dekat lokasi rumahnya.
“Setelah diperiksa oleh dokter dari klinik, dokter menyebutkan bahwa korban sudah meninggal dunia,” pungkas Ade.
Namun, Ade Ary tak menjelaskan secara rinci mengapa pagar itu tiba-tiba roboh. Kapolsek Palmerah Kompol Sugiran juga tak merespons pesan yang dikirimkan
Kompas.com
saat ditanyai penyebab robohnya pagar itu.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/29/674928c784dab.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Seekor Buaya Muncul di Pinggir Sungai Kota Yogyakarta, Liar? Yogyakarta 29 November 2024
Seekor Buaya Muncul di Pinggir Sungai Kota Yogyakarta, Liar?
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Warga Bener, Tegalrejo, RW 3, RT 11 Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dihebohkan dengan penemuan buaya berukuran 2,5 meter yang muncul di pinggir sungai dekat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bener, Jumat (29/11/2024) pagi.
Kejadian ini langsung dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta.
Komandan Regu Evakuasi, Petrilula, menjelaskan bahwa laporan mengenai buaya tersebut diterima pada Jumat (29/11/2024) sekitar pukul 07.25 WIB.
“Ada warga yang datang ke kami laporan langsung ke Mako Mojo. Terus kita datang ke lokasi untuk evakuasi,” ujarnya Jumat (29/11/2024).
Dia mengungkapkan buaya muncul di pinggir sungai yang dekat dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bener.
Menurutnya kemungkinan buaya tersebut merupakan peliharaan.
“Itu peliharaan kayaknya. Tapi belum tahu siapa yang punya,” kata dia.
Proses evakuasi lanjut Petrilula membutuhkan waktu 30 menit dengan melibatkan 7 orang personel.
Sewaktu proses evakuasi, buaya sempat berontak dan kabur.
“Sempat lari berontak. Tadi satu regu 7 orang. Evakuasi setengah jam,” kata dia.
Saat ini, buaya tersebut ditempatkan di Mako Induk Damkarmat Kota Yogyakarta dan menunggu evakuasi dari pihak BKSDA.
“Sudah ditelponkan BKSDA,” kata dia.
Sementara itu, Anggota Damkarmat Kota Yogyakarta, Adik yang turut melakukan evakuasi mengatakan evakuasi buaya baru pertama kali dilakukan.
“Proses evakuasi buaya memang begitu pakai tali, kita di Jogja belum pernah menangani,” kata dia.
“Buaya sekitar 2,5 meter beratnya lebih dari 100 (kilogram), gendut itu buayanya sampai diangkut 4 orang,” kata dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/11/27/674708d579a56.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/11/29/67492d63755fd.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)