Polisi Tangkap Dua Tersangka Baru Kasus Judi “Online” Komdigi, Kini Total Tersangka 26 Orang
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka baru dalam kasus situs judi
online
(judol) yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Kedua tersangka, yaitu AA dan F alias W alias A, ditangkap pada 26 dan 28 November 2024.
“Penyidik saat ini telah menangkap dua tersangka baru, yaitu AA dan tersangka F alias W alias A,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary dalam keterangan yang diterima
Kompas.com
, Sabtu (30/11/2024).
Dalam aksinya, AA berperan dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil operasional situs judi
online
.
Sementara itu, F bertindak sebagai agen yang mengelola 40 situs web judi
online
.
Dalam penangkapan kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.
Dari tangan AA ditemukan satu unit ponsel, sembilan buku rekening, dan uang tunai dalam berbagai mata uang senilai Rp 720 juta.
Adapun dari F, polisi menyita satu unit ponsel dan uang tunai senilai Rp 720 juta.
Dengan penangkapan ini, total jumlah tersangka dalam kasus judi
online
Komdigi kini mencapai 26 orang.
Namun, polisi masih memburu empat tersangka lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dengan inisial J, JH, F, dan C.
“Kami juga masih menunggu hasil analisa dari PPATK, sehingga diharapkan kami bisa melakukan pengembangan guna menangkap tersangka lainnya, termasuk melakukan
tracing
aset maupun uang hasil kejahatan para tersangka untuk dilakukan penyitaan, serta pengembalian kepada negara,” kata Ade Ary.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/11/19/673c401a9c7f8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Polisi Tangkap Dua Tersangka Baru Kasus Judi “Online” Komdigi, Kini Total Tersangka 26 Orang
-
/data/photo/2024/11/30/674ac1515ebaa.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Remaja Pembunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Jalani Tes Urine
Remaja Pembunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Jalani Tes Urine
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– MAS (14), remaja pembunuh ayah dan nenek, APW (40) dan RM (60) di
Lebak Bulus
, Jakarta Selatan, menjalani tes urine usai ditangkap petugas Polsek Cilandak.
“Sekarang dilakukan cek urine untuk sementara ini,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi kepada wartawan, Sabtu (30/11/2024).
Saat ini, kasus pembunuhan tersebut sudah dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan, dan ditangani langsung oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).
Pelibatan Unit PPA dalam penanganan kasus ini lantaran pelaku masih di bawah umur.
“Pelaku anak berurusan dengan hukum (ABH) karena memang di bawah umur, 14 tahun usianya sekarang,” ungkap dia.
Hingga kini, petugas kepolisian masih memeriksa pelaku secara intensif. Kepolisian juga masih mendalami motif pelaku membunuh kedua korban.
“Ini sudah diamankan, lagi digali dan dimintai keterangan kenapa, mengapa dan bagaimana kejadian terjadi,” pungkas dia.
Diberitakan sebelumnya, MAS membunuh ayah dan neneknya di kediaman mereka di Perumahan Taman Bona Indah, Blok B6, Lebak Bulus, Cilandask, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024).
“Hari ini ada peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang yang sementara diduga oleh anak dari korban. Korban ada dua, yang meninggal dunia bapaknya dan neneknya,” ujar Kapolsek Cilandak Kompol Febriman Sarlase saat dikonfirmasi.
Pelaku didiga membunuh ayah dan neneknya menggunakan senjata tajam jenis pisau. Keduanya meninggal akibat beberapa tusukan di tubuhnya.
Saat petugas tiba di TKP, kedua korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa di lantai dasar rumah.
“Dua-duanya ada di lantai dasar,” ujar Febriman.
Pelaku juga menusuk ibunya, AP (40). Namun, sang ibu selamat dalam kondisi luka berat.
“Untuk ibu sementara sudah kita bawa ke Rumah Sakit Fatmawati dalam keadaan luka berat,” ujar dia.
Pelaku saat ini sudah ditangkap dan tengah diperiksa di Polsek Cilandak.
“Untuk data-data sedang kita susun oleh anggota. Untuk pelaku atau tersangka sudah diamankan di Polsek Cilandak,” pungkas dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/28/6747e4c91d73a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Belum Ucapkan Selamat ke Paslon Lain, Dharma Pongrekun: Tunggu Hasil Resmi KPU
Belum Ucapkan Selamat ke Paslon Lain, Dharma Pongrekun: Tunggu Hasil Resmi KPU
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Dharma Pongrekun belum memberi ucapan untuk pasangan cagub dan cawagub, Pramono Anung-Rano Karno, yang telah mendeklarasikan kemenangan.
Dharma juga belum memberikan ucapan kepada pasangan calon lainnya Ridwan Kamil – Suswono.
“Sama sekali tidak benar dan belum pernah. Jadi kembali lagi saya tegaskan bahwa kami belum berpikir untuk hal-hal tersebut,” kata Dharma di Bale Gotong Royong Dharma-Kun, Jumat (29/11/2024).
Dharma masih menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal kepastian putaran kedua.
“Saya tidak mau kira-kira. Silakan biar kita tunggu hasil dari KPU,” ungkap Dharma.
Tak hanya itu, Dharma juga belum ingin mengagendakan pertemuan dengan paslon lain, karena masih menunggu keputusan resmi.
“Karena pada prinsipnya kami berjuang ini hanya untuk kepentingan menyelamatkan jiwa manusia kok. Bukan sekadar ingin menikmati bagi-bagi kue, itu tujuan kami,” ucap Dharma.
Sebelumnya, hasil hitung cepat atau quick count Litbang Kompas Pilkada Jakarta 2024 menunjukkan, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur RK-Suswono memperoleh 40,02 persen, Dharma-Kun memperoleh 10,49 persen, dan Pramono-Rano memperoleh 49,49 persen.
Hasil tersebut diperoleh dari perhitungan data yang masuk sebesar 100 persen dari 400 sampling TPS.
Quick count Litbang Kompas pada Pilkada Jakarta 2024 menggunakan metode systematic random sampling, dengan margin of error sebesar 1 persen.
Sumber pembiayaan hitung cepat berasal dari Harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara). Quick count ini bukanlah hasil resmi.
KPU akan melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dari Rabu (27/11/2024) hingga Senin (16/12/2024). Hasil resmi Pilkada Jakarta 2024 akan menunggu penghitungan suara secara manual oleh KPU.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/30/674abf27c86b3.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Fakta-fakta Remaja Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus, Pelaku Tusuk Para Korban Tengah Malam
Fakta-fakta Remaja Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus, Pelaku Tusuk Para Korban Tengah Malam
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com –
Seorang remaja berinisial MAS (14) membunuh ayahnya, APW (40), dan neneknya, RM (69), di rumahnya di daerah Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024) pukul 01.00 WIB.
MAS tega membunuh ayah dan neneknya dengan cara menusuk keduanya menggunakan senjata tajam jenis pisau.
“Hari ini ada peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang yang sementara diduga oleh anak dari korban. Korban ada dua, yang meninggal dunia bapaknya dan neneknya,” ujar Kapolsek Cilandak Kompol Febriman Sarlase saat dikonfirmasi, Sabtu.
Saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), APW dan RM ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lantai dasar rumah. Setelah itu, polisi membawa Jasad keduanya ke Rumah Sakit Polri Kramatjati.
Febriman mengatakan, MAS juga menusuk ibunya, AP (40). Namun, sang ibu berhasil selamat, tetapi mengalami luka berat.
“Untuk ibu sementara sudah kita bawa ke Rumah Sakit Fatmawati dalam keadaan luka berat,” ujar Febriman.
Sementara itu, seorang pengurus RW 8 Lebak Bulus bernama Irwan mengatakan, AP kabur dengan cara meloncat pagar rumahnya usai ditusuk sang anak.
“Ibunya keluar dari rumah, loncat pagar, manjat,” ujar Irwan, saat ditemui di lokasi, Sabtu.
Irwan mengatakan, MAS sempat mengejar ibunya sembari membawa pisau sebelum membuangnya di tengah jalan yang tak jauh dari rumah mereka.
“Anaknya ngejar, tapi mungkin karena darahnya (berceceran di situ), dikira udah meninggal,” ujar Irwan.
Kepala Sekuriti RW 6 Lebak Bulus, Sulaiman mengatakan, MAS sempat melarikan diri ke jalan raya depan kompleks usai menusuk ayah, ibu, dan neneknya.
Mengetahui remaja itu kabur, anak buah Sulaiman langsung mengejar pelaku menggunakan sepeda motor dan menangkapnya.
“Ada anggota saya langsung mengejar pakai motor ke jalan raya sebelum sampai lampu merah ketangkapnya di situ,” ujar Sulaiman.
Usai ditangkap, MAS diserahkan ke polisi yang mendatangi TKP. Pelaku lalu dibawa ke Polsek Cilandak dan masih diperiksa petugas.
“Untuk pelaku atau tersangka sudah diamankan di Polsek Cilandak,” ujar Febriman.
Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan menggelar olah TKP kasus pembunuhan yang dilakukan MAS terhadap ayah dan neneknya di kediaman korban pada Sabtu siang ini.
Pantauan
Kompas.com
, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mulai menggelar olah TKP pada pukul 14.05 WIB. Kepolisian menyebut kegiatan tersebut merupakan olah TKP lanjutan.
“Kita laksanakan cek (olah) TKP lanjutan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Gogo Galesung di lokasi.
Saat ini, petugas masih memeriksa area dalam rumah korban. Beberapa petugas juga terlihat menandai lokasi bercak darah korban menggunakan pilox berwarna putih.
Dalam olah TKP ini, Polres Metro Jakarta Selatan juga menerjunkan Tim Inafis.
(Penulis: Achmad Nasrudin Yahya, Baharudin Al Farisi | Editor: Ambaranie Nadia Kemala Movanita)
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/08/06/66b1c39b4903b.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Soal Isu Partai Coklat di Pilkada, MKD Bakal Panggil Anggota DPR yang Terlibat
Soal Isu Partai Coklat di Pilkada, MKD Bakal Panggil Anggota DPR yang Terlibat
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Nazaruddin Dek Gam memastikan akan memeriksa siapa pun anggota Dewan yang dilaporkan dan terbukti untuk dimintai keterangannya.
“Intinya begini, siapa pun yang masuk laporan ke MKD pasti kita periksa,” kata Nazaruddin kepada
Kompas.com
, Sabtu (30/11/2024).
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman sebelumnya mengungkap bahwa ada seorang anggota DPR yang dilaporkan usai melontarkan tudingan terkait pengerahan
partai coklat
(
parcok
) atau pengerahan aparat kepolisian pada Pilkada 2024.
Namun, politikus Gerindra itu enggan mengungkap identitas anggota DPR yang dimaksud.
Sementara itu, Nazaruddin menegaskan, pihaknya tak memandang latar belakang partai politik anggota Dewan yang dilaporkan. Menurutnya, siapa pun anggota Dewan yang dilaporkan, akan dimintai keterangannya jika memang terbukti terlibat.
“Siapa pun dia, dari partai apa pun, kasus apa pun, pasti akan kita undang untuk kita minta klarifikasinya. Jadi kita enggak mandang apakah dari partai PDI-P, Gerindra, atau siapa pun,” ujar dia.
Sebelumnya, anggota DPR yang juga Ketua DPP PDI-P Deddy Sitorus mengatakan bahwa wilayah kekuasaan mereka atau yang dijuluki “Kandang Banteng” kini sudah bukan lagi di Jawa Tengah selepas Pilkada 2024.
Dia bilang, di Jawa Tengah, calon gubernur-wakil gubernur usungan PDI-P, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, diprediksi kalah dari Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang diusung 14 partai politik.
“Sekarang rekan-rekan wartawan semua mulai hari ini bisa menyebut Jawa Tengah bukan sebagai kandang banteng lagi, tapi sebagai kandang bansos dan parcok,” kata Deddy dalam jumpa pers di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Kamis (28/11/2024).
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/30/6749f48f54d9c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Soal “Partai Coklat”, PKB Minta Polri Koreksi Internal
Soal “Partai Coklat”, PKB Minta Polri Koreksi Internal
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid meminta institusi Polri mengoreksi diri terkait munculnya istilah “Partai Coklat” (Parcok) atau pengerahan aparat kepolisian pada pemilihan umum (pemilu), baik pilpres, pileg, maupun pilkada.
“Kalau hari ini kemudian tidak dipercaya atau publik banyak dugaan berpolitik, ada sebutan parcok-lah, parpol-lah, itu menurut saya itu koreksi, harus didengar ini oleh institusi kepolisian,” kata Jazilul usai acara Musyawarah Nasional (Munas) V Perempuan Bangsa yang digelar di Jakarta, Jumat (29/11/2024) malam.
Menurut dia, ada kemungkinan istilah Partai Coklat tidak terbukti. Meski begitu, Polri diminta mengoreksi diri lantaran isu ini kerap muncul.
Jazilul mengakui tak menemukan bukti konkret juga soal tudingan keterlibatan Polri dalam pemilu. Namun, Jazilul mengaku pernah mendengar isu terkait hal ini.
“Bahkan saya pernah dengar langsung ada seorang kepala desa begitu untuk memenangkan tertentu itu dipanggil, ditakut-takuti dengan kasus. Katanya begitu yang disampaikan ke saya,” kata dia.
Anggota Komisi III DPR RI ini menilai Polri perlu melakukan koreksi di internal agar ke depannya isu tersebut tidak menjadi kegaduhan publik.
Dia berpandangan, jangan sampai Polri yang seharusnya menjaga keamanan ketertiban, justru membuat ketidaktertiban publik.
“Hari ini mungkin bisa ditangani, suatu saat enggak bisa ditangani akan terjadi masalah,” kata Jazilul.
“Lebih baik menurut saya koreksi saja secara internal perbaiki, lakukan evaluasi supaya tidak lagi berpolitik, ini domainnya partai-partai dan juga partai-partai jangan ditarik-tarik institusi itu menjadi institusinya partai,” imbuh dia.
PKB dalam posisi menghormati profesionalitas kepolisian.
Menurutnya, PKB juga mengapresiasi jajaran kepolisian yang telah memastikan pilkada tahun ini berjalan lancar.
“Meskipun ada dugaan penggunaan aparat dan semacam dugaan-dugaan seperti itu, tetapi pada umumnya sukseslah kerja yang dilakukan kepolisian,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, isu soal “Partai Coklat” pernah disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto. Ia menyinggung soal pergerakan “partai coklat” yang perlu diantisipasi.
Hasto menyampaikan ini ketika menegaskan seluruh jajaran PDI-P memantau pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak 2024, Rabu (27/11/2024).
Menurut Hasto, Pilkada di sejumlah daerah, misalnya Jawa Timur, berlangsung kondusi.
“Di Jawa Timur relatif kondusif, tetapi tetap kami mewaspadai pergerakan partai coklat ya, sama dengan di Sumatera Utara juga,” ujar Hasto di kediaman Megawati Soekarnoputri, Rabu (27/11/2024).
Berdasarkan hasil pemantauan internal PDI-P, kata Hasto, pelaksanaan Pilkada serentak di beberapa wilayah menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya, hujan deras dan banjir di wilayah Sumatera Utara.
Selain itu, dia mengaku mendapatkan laporan adanya ketegangan antarkelompok masyarakat di tengah pelaksanaan Pilkada 2024 di wilayah Surakarta dan Boyolali, Jawa Tengah.
Meski begitu, Hasto berharap seluruh rakyat Indonesia bisa menggunakan hak suaranya pada Pilkada Serentak 2024, tanpa intervensi dari pihak mana pun.
“Kami berharap agar rakyat betul-betul dapat menggunakan hak miliknya secara bebas, merdeka. Tanpa intimidasi dan juga tanpa suatu pengaruh dari bansos yang akan digunakan sebagai bagian dari
money politics
yang terjadi,” kata dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2018/03/22/803123697.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Anak Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus, Ibu Selamat dengan Luka Parah
Anak Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus, Ibu Selamat dengan Luka Parah
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Seorang anak yang belum diketahui identitasnya menusuk ayah, ibu, dan nenek di rumahnya di daerah Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.
Akibat penusukan ini, ayah dan neneknya meninggal dunia. Sementara sang ibu selamat dan kini dirawat di rumah sakit karena terluka parah.
“Untuk ibu sementara sudah kita bawa ke Rumah Sakit Fatmawati dalam keadaan luka berat,” ujar Kapolsek Cilandak Kompol Febriman Sarlase saat dikonfirmasi, Sabtu (30/11/2024).
Pelaku diduga menusuk ketiga korban dengan pisau.
Akibat tindakan pelaku, ayah dan nenek meninggal di tempat karena luka tusuk di beberapa bagian tubuh.
Kedua korban ditemukan sudah dalam kondisi terkapar di lantai dasar rumahnya.
“Dua-duanya ada di lantai dasar,” ungkap dia.
Tak lama setelah menusuk ketiga korban, polisi langsung menangkap pelaku yang kini sedang diperiksa di Polsek Cilandak.
“Untuk pelaku atau tersangka sudah diamankan di Polsek Cilandak,” imbuh dia.
Saat ini, polisi masih mendata ketiga korban dan tersangka.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/29/67492f5e73540.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ibu di Pangkalpinang Ditemukan Tewas dan Jasad Bayinya Terapung di Bak Kamar Mandi, Sang Suami Ditangkap Regional 30 November 2024
Ibu di Pangkalpinang Ditemukan Tewas dan Jasad Bayinya Terapung di Bak Kamar Mandi, Sang Suami Ditangkap
Editor
KOMPAS.com
– Warga Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota
Pangkalpinang
,
Bangka
Belitung dihebohkan dengan penemuan mayat seorang perempuan pada Kamis (28/11/2024) malam.
Korban, Indah Wati (34) ditemukan dalam kondisi penuh luka di rumahnya yang ada di Perumahan Ayra 3, Pasir Padi, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Tak hanya Indah Wati, bayinya yang masih berusia 18 bulan juga ditemukan tewas terapung di bak kamar mandi. Diduga korban anak yang bernama Febri itu sengaja ditenggelamkan oleh pelaku.
Penemuan jasad Indah Wati dan bayinya berawal saat ibu kandung korban, Asia datang dari Jelutung, Bangka Tengah pada Kamis malam.
Asia datang bersama anak laki-lakinya untuk menjenguk Indah Wati. Namun kondisi rumah Indah Wati terkunci dan gelap karena lampunya tak dinyalakan.
“Tadi sampai sini (rumah korban) sekitar jam 9, saya bersama anak laki-laki saya satunya. Jadi, ketika sampai rumah ini gelap semua tidak ada lampu. Kata anak saya besok saja ke sini dan mencari lagi mungkin ayuk (korban) lagi keluar sama temannya karena motornya ada satu,” ungkap Asia, Kamis malam
Kala itu Asia sempat meminta nomor ponsel anaknya kepada sejumlah tetangga. Namun nomor tersebut taak aktif.
Hingga akhirnya mereka memutuskan masuk lewat pintu belakang dan menemukan korban dan anakanya sudah tak bernyawa.
“Saya bilang ke anak laki-laki saya, ayuk kamu ada di dalam dan dia pun langsung ke pintu belakang (dapur) dan ketika diintip hingga disenterin menggunakan lampu
handphone
, kondisi korban tergeletak dan banyak darah di ruang tengah,” kata Asia.
Asia mengaku saat itu belum sempat masuk rumah dan melihat kondisi korban. Ia langsung meminta pertolongan warga sekitar.
“Anaknya masih kecil baru mau merangkak, tadi ada yang bilang dibawa oleh ayahnya pergi dan sempat jam 3 sore main di depan rumah. Kami tidak masuk rumah, tapi melihat dari luar, jadi saya tidak tahu kalau anak korban ada tidak di dalam,” jelasnya Asia menceritakan detik-detik awal mereka menemukan korban.
Asia menduga Indah Wati dan anaknya menjadi korban
pembunuhan
.
“Minggu kemarin saya ke sini dan korban curhat, kalau suaminya tidak suka jika anak dari mantan suami keduanya datang ke sini (rumah korban). Suami korban ini kemarin sempat membawa lari motor korban dan kembali ke rumah,” ungkap Asia.
Asia mendengar informasi dari warga sekitar bahwa korban dan suaminya sering ribut. Tetapi Asia tidak mengetahui penyebabnya.
“Sering berkelahi tapi saya kan jauh sesekali ke sini. Korban ini ada bilang suaminya malas kerja dan mudah marah, apalagi kalau anak-anaknya ke sini,” kata Asia.
Asia terlihat syok dan menangis, setelah anak laki-lakinya bernama Sudiri menghampirinya seusai dipanggil pihak Kepolisian untuk masuk ke dalam rumah korban.
Sementara itu tetangga korban, Alpa mengatakan bahwa Indah Wati terlihat masih bersama anaknya saat hari pencoblosan pilkada pada Rabu (27/11/2024).
Menurut dia, korban dikenal sebagai pekerja keras dan memiliki usaha penjualan elpiji 3 kilogram eceran.
Hal senada juga diungkapkan Ketua RT 01 Kelurahan Tamberan, Heri. Ia mengatakan korban dan keluarganya tinggal di perumahan sekitar setahun terakhir.
“Dia (korban) kurang lebih satu tahun tinggal disini, setahu saya dia tinggal bersama satu orang anak dan suaminya. Akan tetapi, saya kurang tahu pasti apa kerjaan suaminya. Korban menjual gas elpiji,” ungkap Heri.
Ia mengaku mendapatkan informasi pertama kali setelah menerima laporan dari masyarakat dan keluarga korban.
“Tadi saya ditelepon warga ada penemuan mayat, terus saya telepon pak Bhabinkhamtibmas tapi belum respon dan saya minta wakil ketua RT ke TKP untuk melihat kondisi korban karena saya waktu itu ada kerjaan,” ucapnya.
“Ketika sampai TKP kami langsung telepon polisi, memang kondisi korban (ibu) tergeletak bersimbah darah dan sudah meninggal dunia,” tambah Heri.
Ia juga membenarkan anak dari Indah Wati juga ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
“Ada anaknya satu masih balita atau kecil kurang lebih satu tahun, tapi saya kurang tahu karena mereka selama di sini jarang kumpul bersama tetangga dan ketika ketemu ketika korban ngantar gas elpiji,” sebut Heri.
“Belum-belum dapat info siapa diduga pelaku, tapi suami korban sudah tidak ada dirumah dan kondisi rumah ketika kita datang gelap lampu mati dan semua pintu terkunci,” bebernya.
Sehari setelahnya, polisi mengamankan R (26), terduga pelaku pembunuhan Indah Wati dan bayinya yakni.
R adalah suami dari korban. Ia berhasil ditangkap oleh Tim Jatanras Polda di Poskamling, Merawang, Bangka pada Jumat (29/11/2024) sekitar pukul 19.00 WIB.
“Pelaku baru ditangkap tim Polda di Poskamling dekat jembatan Baturusa,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pangkalpinang, AKP M Riza Rahman, saat dihubungi, Jumat malam.
Dugaan sementara, pelaku berusaha kabur dan mencari tempat bermalam di sekitar lokasi penangkapan. R kemudian dibawa ke Polresta Pangkalpinang untuk menjalani pemeriksaan.
“Motif dan lainnya belum bisa disampaikan karena masih pemeriksaan awal, pelaku baru ditangkap,” ujar Riza.
SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Heru Dahnur | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief, Farid Assifa, David Oliver Purba), Bangkapos.com
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2022/10/17/634cdac4eafdd.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/09/02/66d52010459fd.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)