PKB: Faktanya Ridwan Kamil-Suswono Tidak Menarik…
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com –
Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 1,
Ridwan Kamil
–
Suswono
, memperoleh hasil yang tak diharapkan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
Berdasarkan hasil hitung cepat atau
quick count
sejumlah lembaga survei, Ridwan Kamil-Suswono menempati posisi kedua pada
Pilkada Jakarta 2024
, di bawah paslon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno.
Hasil yang didapat oleh Ridwan Kamil-Suswono pun menjadi tanda tanya besar lantaran pasangan ini diusung oleh koalisi gemuk yang terdiri dari belasan partai politik.
Terkait hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (
PKB
) Jazilul Fawaid secara terang-terangan mengungkapkan beberapa penyebab yang membuat Ridwan Kamil-Suswono selaku paslon yang diusung oleh partainya tak mampu unggul pada Pilkada Jakarta 2024.
Jazilul mengungkapkan, paslon yang diusung oleh PKB di Jakarta tidak berhasil menarik perhatian publik lebih luas. Ia menilai pencalonan gubernur Jakarta tidak melalui proses yang ideal di tingkat akar rumput.
Akibatnya, warga Jakarta merasa pilihan calon gubernur dan wakil gubernur yang tersedia tidak menarik.
“Faktanya, pasangan RK-Suswono tidak menarik. Ini adem-ayem,” ujar Jazilul di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (29/11/2024).
Menurut Jazilul, rendahnya daya tarik Ridwan Kamil-Suswono juga disebabkan absennya sosok yang mampu menjadi figur nasional.
Ia mencatat, biasanya Pilkada Jakarta menghadirkan tokoh yang bisa menjadi pemimpin skala nasional, tetapi kondisi tahun ini berbeda.
“Untuk DKI saja, warganya tidak antusias,” ucap Jazilul.
Jazilul membantah tudingan bahwa partainya tidak maksimal untuk memenangkan Ridwan Kamil-Suswono.
Menurutnya, PKB telah bekerja keras. Bahkan, seluruh struktur, termasuk anggota DPRD DKI Jakarta dari PKB sudah mengerahkan upaya maksimal.
“Teman-teman bekerja, bahkan mengeluarkan uang. Kalau yang dijual tidak laku, apa mau dikata?” ungkap Jazilul.
Jazilul mengungkapkan, terfapat perbedaan antara pemilu legislatif (pileg) dan pilkada.
Ia menekankan, faktor figur kandidat sangat menentukan dalam pilkada, sesuatu yang menurutnya menjadi tantangan besar dalam memenangkan Ridwan Kamil-Suswono.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, diketahui bahwa partisipasi pemilih di Pilkada 2024 hanya mencapai 53,05 persen, terendah sepanjang sejarah Pilkada Jakarta.
Dengan lebih dari 8 juta orang dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), sekitar 3,8 juta orang memilih untuk tidak menggunakan hak suara.
Jazilul menilai angka golput tinggi ini disebabkan oleh latar belakang masyarakat Jakarta yang terpelajar, cenderung kritis, dan sulit merasa puas dengan kandidat yang ada.
Ketua tim pemenangan Ridwan Kamil-Suswono, Ahmad Riza Patria, menegaskan seluruh partai pengusung tetap solid. Ia membantah adanya partai yang tidak bekerja.
“Setiap hari, mesin partai bergerak. Semua kompak, hadir, bekerja dari pagi sampai pagi lagi,” kata Riza di Kantor DPD Golkar, Jakarta.
Sebagai informasi, Pramono Anung-Rano Karno meraih 49,46 persen dalam hitung cepat (
quick count
) Litbang
Kompas
dengan perolehan data masuk mencapai 100 persen, Rabu (27/11/2024).
Data akhir
quick count
Litbang Kompas itu dirilis pada pukul 18.18 WIB.
Sementara itu, pasangan Ridwan Kamil-Suswono mendapatkan 40,06 persen suara. Kemudian, Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapatkan 10,48 persen suara.
Perolehan suara tersebut diperoleh dari penghitungan yang masuk dari total 400 TPS sampel di Jakarta.
Quick count
Litbang Kompas dalam Pilkada Jakarta 2024 menggunakan metode sistematik
random sampling
dan memiliki
sampling error
sebesar persen ± 1 persen.
Quick count
ini dibiayai sepenuhnya oleh harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara).
Hasil
quick count i
ni bukanlah hasil resmi. Hasil resmi akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setelah melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dari Kamis (28/11/ 2024) hingga Senin (16/12/2024).
(Penulis: Aryo Putranto Saptohutomo)
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/11/23/6741bb3546b34.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 PKB: Faktanya Ridwan Kamil-Suswono Tidak Menarik… Megapolitan
-
/data/photo/2022/11/10/636c70b53332a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Connie Bakrie Dipanggil Polda Metro Jaya Terkait Hoaks, PDI-P Tuding Ada Kriminalisasi Nasional
Connie Bakrie Dipanggil Polda Metro Jaya Terkait Hoaks, PDI-P Tuding Ada Kriminalisasi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Ketua DPP
PDI-PRonny Talapessy
mengungkapkan, pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie bakal diperiksa oleh
Polda Metro Jaya
sebagai terlapor kasus penyebaran berita bohon atau hoaks pada Senin (2/12/2024) hari ini.
“Ya, kami mendapatkan berita dari Mbak Connie bahwa Mbak Connie ini tanggal 2 Desember akan dipanggil oleh ke Polda Metro Jaya. Beritanya ini kasus yang lama,” ujar Ronny kepada wartawan, Minggu (1/12/2024).
Ronny beranggapan, pemanggilan itu merupakan bentuk kriminalisasi berkaitan dengan kritiknya terhadap pelaksanaan Pilkada serentak 2024.
Sebab, rencana pemeriksaan terhadap Connie muncul setelah sebelumnya menjadi narasumber, dan memberikan pandangan terhadap situasi politik saat ini.
Sementara itu, tidak ada kejelasan dari kepolisian terkait kelanjutan dugaan kasus yang dituduhkan terhadap Connie.
Oleh karena itu, PDI-P bakal memberikan pendampingan hukum terhadap Connie dalam perkara ini.
“Tentunya kami dari partai melihat bahwa Kami menduga ini adalah bagian dari kriminalisasi. Sehingga, kami perlu untuk mendampingi karena ini kasus lama di Maret 2024 ya,” kata Ronny.
“Kasus yang lama sudah tidak ada lagi panggilan, kemudian tiba tiba sekarang dipanggil ketika beliau melakukan kritik terhadap situasi saat ini, terkait dengan Pemilu di
podcast
saudara Bang Faisal,” ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, Connie Rahakundini Bakrie dilaporkan seseorang berinisial AK (24) ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial.
Laporan ini teregistrasi dengan nomor LP/B/860/III/2023/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya tertanggal 22 Maret 2024.
Melalui Instagram pribadinya, Connie disinyalir menyebarkan hoaks terkait Pemilu 2024. Connie disebut membuat pernyataan bahwa Polri memiliki akses ke Sirekap dan bisa menyunting Formulir C1 melalui polres-polres.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/01/674c6721c2904.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10 Massa Rusak Pondok Pesantren di Serang, Dipicu Kasus Pencabulan Regional
Massa Rusak Pondok Pesantren di Serang, Dipicu Kasus Pencabulan
Tim Redaksi
SERANG, KOMPAS.com
– Sebuah aksi perusakan terjadi di
Pondok Pesantren
(Ponpes) di Kampung Badak, Desa Gembor Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten
Serang
, Banten, Minggu (1/1/2024) siang.
Aksi tersebut dipicu dugaan
pencabulan
yang dilakukan pimpinan Ponpes berinisial KH terhadap santriwatinya.
Kepala Desa Gembor Udik, Arsyad menjelaskan, perusakan berlangsung antara pukul 14.00 hingga 15.00 WIB.
“Kejadian itu diduga terkait pencabulan yang dilakukan pimpinan ponpes dan sudah dilaporkan ke Polres Serang,” ujarnya kepada wartawan.
Massa yang berasal dari luar kampung merusak berbagai fasilitas Ponpes, termasuk dua gazebo yang berusaha dibakar, pagar, relief, serta atap bangunan yang hancur berantakan.
Arsyad menambahkan, saat aksi berlangsung, KH sudah meninggalkan Ponpes dan bersembunyi di plafon rumah warga.
“Pukul 17.00 WIB, Pak Kapolres Serang berhasil mengamankan terduga KH saat bersembunyi di rumah warga,” kata Arsyad.
Ia menyebutkan, pimpinan Ponpes tersebut dikenal sangat tertutup. Bahkan aparat desa setempat pun tidak mengenalnya.
Saat ini, situasi di lokasi kejadian sudah aman, meskipun warga masih berkumpul di sekitar
pondok pesantren
.
Puluhan personel dari Polres Serang dan Polsek Cikande masih berjaga untuk mencegah insiden serupa.
Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, membenarkan peristiwa perusakan yang dilakukan sekelompok warga sebagai buntut dari dugaan tindakan asusila yang dilakukan pimpinan Ponpes.
“Benar telah terjadi perusakan bangunan Ponpes oleh sejumlah warga,” ungkap Condro melalui grup WhatsApp.
Ia menambahkan, pimpinan Ponpes berinisial KH telah ditangkap saat bersembunyi di atas plafon rumah warga tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Saat ini KH masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Serang,” tutup Condro.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2019/06/10/1376291521.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
7 Houthi Yaman Serang Israel dengan Rudal Hipersonik Internasional
Houthi Yaman Serang Israel dengan Rudal Hipersonik
Penulis
SANAA, KOMPAS.com –
Kelompok
HouthiYaman
menembakkan
rudal hipersonik
ke
Israel
tengah pada Minggu (1/12/2024).
Serangan itu dilakukan saat pasukan Israel mengumumkan bahwa mereka telah mencegat sebuah proyektil.
Sebagaimana diberitakan
AFP
, dalam pernyataan Houthi, kelompk yang didukung Iran tersebut melaksanakan operasi penargetan terhadap target vital di wilayah Tel Aviv Israel dengan rudal hipersonik.
“Satu proyektil yang diluncurkan dari Yaman dicegat oleh IAF sebelum melintasi wilayah Israel,” bunyi pernyataan angkatan bersenjata Israel.
Diketahui, proyektil itu ditembak jatuh setelah sirene berbunyi di berbagai wilayah Israel tengah pada dini hari.
Houthi mengatakan mereka meluncurkan rudal Palestine 2, yang mereka gambarkan sebagai rudal balistik hipersonik yang diproduksi di Yaman.
Kelompok yang disebut bagian dari “poros perlawanan” Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat, secara berkala menembakkan pesawat nirawak dan rudal ke Israel sejak pecahnya
perang di Gaza
.
Kelompok Houthi juga telah melancarkan serangan teror terhadap pengiriman di Laut Merah dan Teluk Aden selama perang Gaza.
Akibat serangan di Laut Merah yang secara serius itu dapat mengganggu rute perdagangan penting bagi dunia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/01/674c54363f785.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Remaja Pembunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Menyesal, Pertanyakan Kondisi Ibu
Remaja Pembunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Menyesal, Pertanyakan Kondisi Ibu
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– MAS (14), remaja terduga pelaku
pembunuhan ayah dan nenek di Lebak Bulus
, Jakarta Selatan disebut menyesali perbuatannya.
Kepada polisi, MAS juga mempertanyakan kondisi sang ibu kandung yang sempat dia tusuk pada Sabtu (30/11/2024) dini hari.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Rahmat Idnal setelah melakukan pemeriksaan terhadap MAS di Polres Jaksel.
“Ya dia sendiri mempertanyakan ya bagaimana kondisi ibunya. Dia sangat menyesal mengenai kejadian ini,” kata Ade saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Minggu (1/12/2024).
Selain itu, Ade menyebut, kondisi MAS sudah cukup stabil. Remaja tersebut sudah mulai bisa diajak bicara dan menjawab beberapa pertanyaan polisi.
Nantinya, polisi bakal melibatkan psikolog forensik, psikolog anak, hingga psikiater untuk mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan MAS.
“Kita akan gunakan juga psikolog anak dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor), kemudian juga sampai tahap, mungkin ada pendalaman, psikiater juga untuk mencari motif apa sampai yang bersangkutan melakukan (pembunuhan),” tambah Ade.
Diberitakan sebelumnya, MAS membunuh ayah dan neneknya, APW (40) dan RM (69) di kediaman mereka di Perumahan Taman Bona Indah, Blok B6, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024).
“Hari ini ada peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang yang sementara diduga oleh anak dari korban. Korban ada dua, yang meninggal dunia bapaknya dan neneknya,” ujar Kapolsek Cilandak Kompol Febriman Sarlase saat dikonfirmasi.
Pelaku diduga membunuh ayah dan nenek menggunakan senjata tajam jenis pisau. Keduanya meninggal akibat menerima beberapa tusukan di tubuhnya.
Saat petugas tiba di TKP, kedua korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa di lantai dasar rumah.
“Dua-duanya ada di lantai dasar,” ujar Febriman.
Pelaku juga menusuk ibunya, AP (40). Namun, sang ibu selamat dalam kondisi luka berat.
“Untuk ibu sementara sudah kita bawa ke Rumah Sakit Fatmawati dalam keadaan luka berat,” ujar dia.
Pelaku saat ini sudah ditangkap dan tengah diperiksa di Polsek Cilandak.
“Untuk data-data sedang kita susun oleh anggota. Untuk pelaku atau tersangka sudah diamankan di Polsek Cilandak,” pungkas dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/01/674c43572e94c.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
3 Penyebab Kericuhan di Yogyakarta, Berawal dari Bendera Bintang Kejora Yogyakarta
Penyebab Kericuhan di Yogyakarta, Berawal dari Bendera Bintang Kejora
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Kericuhan terjadi antara
massa aksi
dan
polisi
di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, Minggu (1/12/2024).
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma menjelaskan kronologis insiden tersebut.
Awalnya, massa demonstrasi di Jalan Kusumanegara membubarkan diri dan menuju asrama di lokasi yang sama. Namun di perjalanan, massa tiba-tiba mengibarkan
Bendera Bintang Kejora
.
“Mereka tadi sudah kembali, kemudian ada yang mengibarkan, berusaha mengibarkan Bendera Bintang Kejora. Itu yang kita berusaha amankan, namun mereka langsung melakukan penyerangan kepada kami,” ujarnya.
Aditya menekankan, fokus massa aksi adalah menyerang petugas yang berusaha mengamankan situasi.
“Karena kita mengamankan, berusaha untuk tidak ada pengibaran Bendera Bintang Kejora,” imbuhnya.
Sebelumnya, kericuhan ini juga membuat warga Semaki Gede, Kota Yogyakarta, menutup portal gang.
Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, kerusuhan berlangsung sangat cepat.
“Bahkan kursi milik tetangganya yang terbuat dari kayu jati rusak parah karena ricuh yang terjadi,” ujarnya.
“Warga tutup portal. Kursi tamu di luar rusak pas rusuh diuncalke (dilempar) atau gimana remuk,” kata warga tersebut saat ditemui di lokasi.
Warga tersebut juga menceritakan, massa yang berjalan dari barat Jalan Kusumanegara dipukul mundur ke arah timur Kota Yogyakarta.
“Dari barat didesak ke timur sampai asrama. Kejadian cepat banget, kursi rusak. Kursi jati e,” ungkapnya.
Dalam situasi ini, warga sekitar diminta untuk menutup portal gang yang menuju Jalan Kusumanegara.
Sebelumnya, massa aksi yang mengusung isu
Free West Papua
terlibat bentrokan dengan polisi.
Pantauan Kompas.com menunjukkan bahwa demo yang awalnya berlangsung damai di simpang tiga Jalan Kusumanegara, dekat Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, berubah menjadi ricuh setelah massa membubarkan diri dan berjalan ke timur saat azan Maghrib.
Saat ini, water cannon, rantis Brimob, dan truk dalmas masih diparkir di Jalan Kusumanegara, sementara warga sekitar tampak berjaga di gang-gang dan memperingatkan pengendara yang hendak menuju Kusumanegara agar putar arah.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/01/674c4ee7584a1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sambil Tahan Tangis, Menteri PPPA Sebut Remaja Pembunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus Anak Baik
Sambil Tahan Tangis, Menteri PPPA Sebut Remaja Pembunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus Anak Baik
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menahan tangis menyebut MAS (14), remaja yang diduga membunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, adalah anak baik.
Hal itu disampaikan Arifa usai bertemu MAS di Polres Metro Jakarta Selatan, Minggu (1/12/2024) sore.
“Tadi kami memang bertemu dengan Ananda A. Ya pasti sedih ya saya karena (MAS) anak baik, anak baik,” kata Arifa dengan suara lembut.
Arifa sempat terdiam selama beberapa detik, lalu berkata, “Jangan ditanya itu deh”.
Dia tak memerinci pembicaraannya dengan MAS. Namun, Arifa berulang kali menekankan bahwa remaja itu merupakan anak baik.
“Kalau saya tadi melihat sebagai seorang ibu, saya bisa membaca bahwa ananda A ini baik. Sangat baik kalau menurut saya,” ujarnya.
Arifa juga mengaku belum mengetahui motif MAS diduga menikam ayah, nenek, dan ibunya.
Pasalnya, kata dia, kondisi psikologis MAS masih belum stabil, sehingga belum dapat ditanya perihal tersebut.
“Pastinya dia sekarang dalam kondisi yang belum bisa ditanya lebih jauh karena kami juga menjaga secara psikologis untuk tidak bertanya kepada hal-hal yang mengingatkan kembali gitu,” tambah dia.
Diberitakan sebelumnya, MAS membunuh ayah dan neneknya, APW (40) dan RM (69) di kediaman mereka di Perumahan Taman Bona Indah, Blok B6, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024).
“Hari ini ada peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang yang sementara diduga oleh anak dari korban. Korban ada dua, yang meninggal dunia bapaknya dan neneknya,” ujar Kapolsek Cilandak Kompol Febriman Sarlase saat dikonfirmasi.
Pelaku diduga membunuh ayah dan nenek menggunakan senjata tajam jenis pisau. Keduanya meninggal akibat menerima beberapa tusukan di tubuhnya.
Saat petugas tiba di TKP, kedua korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa di lantai dasar rumah.
“Dua-duanya ada di lantai dasar,” ujar Febriman.
Pelaku juga menusuk ibunya, AP (40). Namun, sang ibu selamat dalam kondisi luka berat.
“Untuk ibu sementara sudah kita bawa ke Rumah Sakit Fatmawati dalam keadaan luka berat,” ujar dia.
Pelaku saat ini sudah ditangkap dan tengah diperiksa di Polsek Cilandak.
“Untuk data-data sedang kita susun oleh anggota. Untuk pelaku atau tersangka sudah diamankan di Polsek Cilandak,” pungkas dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/06/672b8881cb215.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
KPU Tetapkan Endah Subekti–Joko Parwoto Pemenang Pilkada Gunungkidul Yogyakarta 1 Desember 2024
KPU Tetapkan Endah Subekti–Joko Parwoto Pemenang Pilkada Gunungkidul
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, telah menyelesaikan pleno
rekapitulasi suara
untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Pasangan calon (Paslon) 01, Endah Subekti Kuntariningsih–Joko Parwoto, meraih kemenangan dengan total suara 179.460.
Paslon 02, Sutrisna Wibawa–Sumanto, berada di urutan kedua dengan perolehan suara 131.122, sedangkan Paslon 03, Sunaryanta–Mahmud Ardi Widanto, mengumpulkan 129.716 suara.
Ketua
KPU Gunungkidul
, Asih Nuryanti menyatakan, proses rekapitulasi berjalan lancar tanpa kendala.
“Lancar tidak ada kendala dari rekap TPS hingga ke Kapanewon,” ungkapnya saat dihubungi wartawan melalui telepon pada Minggu (1/12/2024).
Asih menjelaskan, pleno dilakukan setelah rekap di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Kotak hasil rekap dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) diserahkan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk direkap di tingkat kapanewon.
Rekap di kapanewon untuk wilayah Playen dilaksanakan pada Sabtu (28/11/2024), sementara untuk 17 kapanewon lainnya dilakukan pada Minggu (29/11/2024).
“Aplikasi Sirekap juga lancar dalam proses pengunggahan data, sehingga data terunggah 100 persen,” tambah Asih.
Dari hasil pleno, semua perwakilan Paslon menyatakan persetujuannya.
Jika ada pihak yang kurang puas, Asih menyebutkan, tim paslon dapat mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
“Tapi kalau melihat pleno tadi, perwakilan tim paslon juga sudah menandatangani berita acara. Jadi sudah setuju,” tuturnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/01/674c48f4210be.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kondisi Terkini Kericuhan di Yogyakarta, Polisi Longgarkan Keamanan Yogyakarta 1 Desember 2024
Kondisi Terkini Kericuhan di Yogyakarta, Polisi Longgarkan Keamanan
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
–
Kapolresta Yogyakarta
Kombes Pol Aditya Surya Dharma mengumumkan, Kepolisian telah mengendurkan pengamanan di kawasan
Jalan Kusumanegara
untuk memberikan ruang bagi masyarakat agar dapat beraktivitas dengan nyaman.
Keputusan ini diambil untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif setelah sebelumnya terjadi
kericuhan
.
“Kami masih berjaga di sini karena tadi kami mengamankan warga Yogyakarta,” ujar Aditya pada Minggu (1/12/2024).
Aditya menambahkan, massa aksi telah memasuki asrama dan pihaknya sedang berusaha bernegosiasi agar perwakilan massa aksi dapat keluar untuk menjaga ketertiban.
“Jadi, ini kami masih berusaha bernegosiasi dengan mereka, meminta perwakilan mereka untuk keluar dulu. Demi kondusivitas Kota Yogyakarta,” jelasnya.
Aditya juga menekankan pentingnya menjaga suasana agar tidak mencekam, sehingga masyarakat bisa berlalu-lalang dengan aman.
Ia meminta warga Yogyakarta untuk mempercayakan penanganan kericuhan ini kepada pihak kepolisian.
Dalam insiden tersebut, Aditya mengalami luka pada tangan kanan akibat lemparan batu.
“Ya, batu, pukulan segala macam kayak gitu. Biasa lah,” tuturnya.
Sebelumnya, kericuhan antara massa aksi dan polisi terjadi di Jalan Kusumanegara, tepatnya di wilayah Semaki Gede, Kota Yogyakarta.
Warga setempat sempat menutup portal gang sebagai bentuk protes.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kejadian kerusuhan berlangsung sangat cepat.
“Warga tutup portal. Kursi tamu di luar rusak pas rusuh diuncalke (dilempar) atau gimana remuk,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Pihak kepolisian terus berupaya meredakan situasi dan menjaga keamanan di wilayah tersebut.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/01/674c4cdedc808.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Banjir di Kabupaten Kapuas, 19.307 Jiwa Terdampak Regional 1 Desember 2024
Banjir di Kabupaten Kapuas, 19.307 Jiwa Terdampak
Tim Redaksi
PALANGKA RAYA, KOMPAS.com
– Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi
Kalimantan Tengah
(Kalteng) dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan dampak signifikan, terutama di Kabupaten Kapuas.
Banjir saat ini menggenangi 21 desa di 5 kecamatan. Jumlah warga yang terdampak mencapai 19.307 jiwa.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kapuas, Saribi mengungkapkan, banjir mulai terjadi sepekan lalu.
Pantauan Kompas.com pada Minggu (1/12/2024) sore, kondisi banjir cenderung meningkat.
“Tanggal awal banjir terjadi sejak 26 November lalu, pertama kali di daerah Kecamatan Pasak Talawang, kemudian berangsur bertambah untuk wilayah-wilayah desa di kecamatan lainnya,” jelas Saribi kepada Kompas.com melalui aplikasi pesan.
Berdasarkan data dari Pusdalops-PB Kapuas, kelima kecamatan yang terendam banjir adalah Pasak Talawang dengan 10 desa, Timpah 4 desa, Kapuas Tengah 7 desa, dan Mantangai 1 desa.
Kelima kecamatan tersebut berada di wilayah hulu Sungai Kapuas.
“Daerah-daerah ini memang merupakan wilayah limpahan air dari hulu sungai, kondisi ini juga diperparah dengan debit curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini,” tuturnya.
Banjir di lima kecamatan tersebut berdampak pada 7.331 kepala keluarga (KK) atau 19.307 jiwa.
Sebanyak 4.298 bangunan rumah terendam dan sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir.
“Banjir juga merendam ratusan sarana publik, di antaranya 47 rumah ibadah, 52 sarana pendidikan, 10 sarana kesehatan, 46 fasilitas umum, dan 63 titik akses jalan,” sebut Saribi.
Menyikapi potensi penambahan banjir akibat curah hujan yang tinggi, Saribi menyatakan, pihaknya berencana mengadakan rapat lintas sektor untuk penanganan bencana.
“Besok kami rencana rapat dengan perangkat daerah terkait dan kepolisian serta TNI untuk penanganan bencana,” ujarnya.
Untuk meminimalkan dampak banjir,
BPBD Kapuas
telah mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat yang wilayahnya terendam.
“Kami membantu warga dalam hal distribusi bantuan logistik seperti sembako, selain itu juga membantu memfasilitasi kesehatan dan memastikan proses pendidikan untuk anak sekolah tetap berjalan,” tutur Saribi.
Salah satu desa yang terdampak adalah Kayu Bulan di Kecamatan Kapuas Tengah. Warga setempat, Basri Darun (60) mengungkapkan, banjir telah menjadi bencana langganan di desanya.
“Saya pindah rumah ke pinggir jalan sekarang, karena kalau di dalam (masuk wilayah desa), akan kena banjir terus,” ungkap Basri saat dihubungi awak media dari Palangka Raya.
Meski Basri tidak mengetahui pasti penyebab datangnya bencana banjir setiap tahunnya, ia menduga, hal itu terkait dengan kerusakan ekologis akibat maraknya eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA).
“
Bencana tahunan
itu ada hubungannya dengan hutan yang selalu hilang juga aktivitas tambang ilegal. Hutan sendiri berperan penting dalam menyerap kelebihan air dari hujan yang terjadi,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.