Category: Kompas.com Metropolitan

  • Hampir Sebulan Usai Dicuri, Pompa Air di "Underpass" Senen dan Kemayoran Belum Terpasang Semua
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Desember 2024

    Hampir Sebulan Usai Dicuri, Pompa Air di "Underpass" Senen dan Kemayoran Belum Terpasang Semua Megapolitan 4 Desember 2024

    Hampir Sebulan Usai Dicuri, Pompa Air di “Underpass” Senen dan Kemayoran Belum Terpasang Semua
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pompa air di
    underpass
    Senen dan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat belum beroperasi secara optimal.
    Pompa belum terpasang seluruhnya usai dicuri hampir sebulan lalu.
    “(Di
    underpass
    Senen) Tiga (pompa) terpasang. Angkasa, dua terpasang,” ujar Koordinator Pompa Sudin Bina Marga Jakarta Pusat, Teguh Iwan saat dihubungi
    Kompas.com,
     Rabu (4/12/2024).
    Diketahui, ada empat pompa di masing-masing
    underpass.
    Proses perbaikan pompa ini memakan waktu karena onderdilnya harus didatangkan dari luar negeri.
    “Ada onderdilnya (tapi menunggu) karena barang dari luar negeri,” imbuh dia.
    Teguh memperkirakan, onderdil yang akan dipasang tiba dalam waktu dekat. Targetnya, pada 7 Desember 2024, pompa air bisa dipasang lagi di
    underpass
    Senen dan Angkasa, Kemayoran.
    Sementara kamera CCTV, baik di Senen maupun Angkasa, yang sempat dirusak oleh komplotan maling juga sudah kembali berfungsi dengan baik per hari ini.
    Sebelumnya, dua maling kabel pompa air tertangkap saat beraksi di
    underpass
    Angkasa pada Rabu (13/11/2024).
    Tersangka berinisial SL (34) dan SK (30) ditangkap setelah mereka melakukan pemotongan kabel di underpass Angkasa. Kejadian ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.15 WIB.
    Sementara
    pencurian kabel pompa air
    di
    underpass
    Senen terjadi pada Sabtu (9/11/2024).
    Saat itu, sekitar pukul 03.00 WIB, ketika petugas Bina Marga memeriksa ke lokasi, kabel di keempat pompa sudah diputus dan raib dibawa maling.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • “Anak Abah dan Ahokers Sepakat Tidak Mau Lagi Dipecah Belah” 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Desember 2024

    “Anak Abah dan Ahokers Sepakat Tidak Mau Lagi Dipecah Belah” Megapolitan 4 Desember 2024

    “Anak Abah dan Ahokers Sepakat Tidak Mau Lagi Dipecah Belah”
    Tim Redaksi
     
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Relawan ”
    Anak Abah
    Plus” bernama Nova, membantah adanya perpecahan antara pendukung Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama ketika sama-sama mendukung Pramono Anung-Rano Karno pada
    Pilkada Jakarta
    .
    “Kami (Anak Abah dan
    Ahokers
    ) sudah sepakat untuk tidak mau lagi dipecah belah. Kami sudah merasakan bagaimana sulitnya membangun Jakarta ketika kami dipecah belah,” ujar Nova dalam jumpa pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).
    Nova berpendapat, Ahokers dan Anak Abah merupakan relawan yang berisi oleh orang-orang progresif serta memperjuangkan nasib kaum marjinal.
    “Dan itu yang mau ditutupi oleh oligarki. Sehingga dengan adanya kejadian ini, bagi kami, ini adalah sebuah karunia Tuhan untuk Indonesia bahwa ternyata kami disatukan kembali dengan niat untuk membangun Jakarta,” kata dia.
    Di sisi lain, Nova memastikan, Anak Abah Plus bertekad mengawal proses rekapitulasi yang kini sudah sampi di tingkat kota administrasi.
    “Tidak ada dua putaran. Karena kami sudah lihat rekapitulasi kecamatan. Hasilnya 50,07 persen dan kami akan kawal itu sampai pelantikan pada 7 Februari 2025,” tegas dia.
    Untuk diketahui, Ahokers merupakan relawan eks Gubernur Jakarta periode 2014-2017 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sedangkan Anak Abah merupakan relawan eks Gubernur Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan.
    Ahok dan Anies bertarung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017. Akar rumput relawan mereka sempat bersitegang setelah Ahok tersandung kasus penistaan agama.
    Pada Pilkada Jakarta 2024 ini, Ahokers dan Anak Abah bersatu setelah Anies Baswedan menyatakan dukungan kepada Pramono Anung dan Rano Karno.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tanggul Laut Muara Baru Dikabarkan Jebol! Bagaimana Faktanya?
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Desember 2024

    Tanggul Laut Muara Baru Dikabarkan Jebol! Bagaimana Faktanya? Megapolitan 4 Desember 2024

    Tanggul Laut Muara Baru Dikabarkan Jebol! Bagaimana Faktanya?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Beredar video di media sosial yang menarasikan bahwa tanggul laut di Muara Baru, Jakarta Utara, mengalami jebol. 
    Video itu diunggah akun TikTok @Boasbokar pada 19 November 2024. 
    “Laut Jakarta jebol di Muara Baru. Muara Baru banjir, laut jebol, laut jebol,” ujar perekam video itu. 
    Video itu menunjukkan air laut mengalir deras dari arah tanggul laut menuju daratan. Air laut itu memenuhi daratan di balik tanggul laut.  
    Lantas, bagaimana fakta sebenarnya? 
    Berdasarkan pengamatan
    Kompas.com
    di titik tanggul  laut yang berada di dalam video, Rabu (4/12/2024), memang terdapat genangan air laut di balik tanggul.
    Tetapi genangan air itu tidak mengalir deras seperti yang tampak di dalam video. 
    Genangan air berasal dari lubang kecil pada tanggul laut. Air laut pun masuk  ke area daratan secara perlahan. 
    Pemilik warung dekat lokasi  bernama Tiara (24) memastikan, tidak ada tanggul laut di Muara Baru yang jebol. 
    Aliran deras air laut seperti yang ada di dalam
    video viral
    disebut terjadi saat kawasan pesisir Jakarta mengalami banjir rob. 
    “Kalau banjir rob, memang  pasti meluber. Jadi, itu bukan jebol, meluap aja,” ujar Tiara, Rabu siang. 
    Genangan air laut yang berada di balik tanggul disebut disebabkan oleh bocoran halus pada tanggul. Air semakin banyak masuk ketika muka air laut naik.
    Tiara  menduga pembuat video ingin mencari perhatian publik dan pemerintah saja sehingga menyampaikan bahwa
    tanggul laut Muara Baru
    Jebol.
    “Itu kayaknya cari
    viewers
    saja, kalau jebol ada penanganan dari pemerintah,” ungkap dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Usai Diamuk Massa, Tukang Telur Gulung Diikat Tali dan Ditinggal Tidur Bos dalam Kondisi Babak Belur
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Desember 2024

    Usai Diamuk Massa, Tukang Telur Gulung Diikat Tali dan Ditinggal Tidur Bos dalam Kondisi Babak Belur Megapolitan 4 Desember 2024

    Usai Diamuk Massa, Tukang Telur Gulung Diikat Tali dan Ditinggal Tidur Bos dalam Kondisi Babak Belur
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com

    – Tukang telur gulung berinisial MR (32) sempat diikat pakai tali lalu ditinggal  dalam keadaan babak belur oleh bosnya, AS, Selasa (3/12/2024) pukul 04.40 WIB.
    Momen itu terjadi usai MR diamuk massa di dekat Stasiun Bekasi akibat dituding maling motor milik AS pada hari sebelumnya.
    “Saksi AS dan saksi MF membawa korban ke kontrakan AS di Tebet. Kemudian korban diamankan di halaman kontrakan dalam keadaan sudah luka berdarah bagian kepala,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya, Rabu (4/12/2024).
    “Dengan keadaan kaki tangan diikat tali rafia oleh saksi AS, lalu saksi AS tinggal tidur di dalam kontrakan dan saksi MF pulang ke rumah,” tambah dia.
    Diberitakan sebelumnya, MR tewas usai diamuk massa karena dituding mencuri sepeda motor milik bosnya, AS.
    Peristiwa bermula saat AS meminta MR belanja telur untuk keperluan berjualan sehari-hari pada Senin (25/11/2024) pukul 14.30 WIB.
    MR pun bertolak menggunakan sepeda motor milik AS. Namun, MR tidak kembali.
    Oleh karena itu, AS menginformasikan perihal ini ke sebuah grup ojek online (ojol). Seminggu setelahnya, MR diketahui tengah berada di Stasiun Bekasi.
    Berangkat dari informasi tersebut, AS bersama temannya berinisial MF bertolak ke Stasiun Bekasi pada Senin (2/12/2024) pukul 22.30 WIB.
    “Saat di lokasi, kedua saksi bertemu dengan korban, tapi korban melarikan diri. Kemudian, saksi AS teriak ‘Maling motor’,” kata Ade Ary.
    Mendengar teriakan itu, pengemudi ojol yang berada di TKP seketika mengejar MR. Tak lama, korban ditangkap lalu diamuk massa.
    Setelah kejadian ini, pada Selasa (3/12/2024) pukul 04.40 WIB, MR dibawa ke kontrakan AS di Jalan Asem Baris Raya, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.
    “Kemudian korban diamankan di halaman kontrakan dalam keadaan sudah luka berdarah pada bagian kepala dengan keadaan kaki dan tangan diikat tali rafia oleh AS,” ucap Ade Ary.
    Setibanya di rumah kontrakan, AS tidur. Sementara, MF pulang ke rumahnya.
    Pada pukul 09.00 WIB, MF kembali datang ke rumah kontrakan AS dan membangunkan bos telur gulung tersebut. Keduanya lalu melihat kondisi MR.
    “Tetapi korban tidak terbangun. Atas kejadian tersebut, dilakukan penyelidikan guna tindakan lebih lanjut,” pungkas Ade Ary.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Relawan "Anak Abah Plus" Klaim Pramono-Rano Menang Satu Putaran pada Pilkada Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Desember 2024

    Relawan "Anak Abah Plus" Klaim Pramono-Rano Menang Satu Putaran pada Pilkada Jakarta Megapolitan 4 Desember 2024

    Relawan “Anak Abah Plus” Klaim Pramono-Rano Menang Satu Putaran pada Pilkada Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sejumlah warga yang tergabung dalam Relawan “Anak Abah Plus” mengeklaim, pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno menang satu putaran pada
    Pilkada Jakarta 2024
    .
    Hal itu diklaim berdasarkan hasil hitungan internal para saksi Pramono-Rano yang tersebar di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) pada hari pencoblosan, 27 November 2024. 
    “Itu kemudian kami konfirmasi dengan apa yang dilakukan oleh KPUD dengan nilai 50,07 persen,” ujar anggota Relawan Anak Abah Plus, Muhammad Isnaini, dalam jumpa pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).
    “Itulah yang kemudian membuat kami sangat yakin bahwa Mas Pram dan Bang Doel memenangkan kontestasi Pilkada DKI Jakarta dalam satu putaran,” tambah dia.
    Oleh karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta yang telah menyelenggarakan Pilkada Jakarta 2024.
    Relawan “Anak Abah Plus” juga masih menunggu KPU menetapkan pemenang Pilkada Jakarta 2024. 
    “Kami akan menunggu, insya Allah, karena kami yakin bahwa 16 Desember, KPUD DKI Jakarta akan memutuskan Mas Pram dan Bang Doel menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur,” tegasnya.
    Sebagai informasi, Pramono Anung-Rano Karno meraih 49,46 persen menurut hitung cepat (
    quick count
    ) Litbang Kompas dengan perolehan data masuk mencapai 100 persen, Rabu (27/11/2024) pukul 18.18 WIB.
    Sementara itu, pasangan Ridwan Kamil-Suswono mendapatkan 40,06 persen suara. Kemudian, Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapatkan 10,48 persen suara.
    Perolehan suara tersebut didapat dari penghitungan yang masuk dari total 400 TPS sampel di Jakarta.
    Quick count
    Litbang Kompas pada Pilkada Jakarta 2024 menggunakan metode sistematik
    random sampling
    dan memiliki
    sampling error
    sebesar persen ± 1 persen.
    Quick count
    ini dibiayai sepenuhnya oleh harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara). Hasil
    quick count
    ini bukanlah hasil resmi.
    Hasil resmi akan diumumkan oleh KPU setelah melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dari Kamis (28/11/ 2024) hingga Senin (16/12/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Momen Sunhaji Penjual Es Teh Berpelukan dengan Miftah di Ponpes Ora Aji, Sleman
                        Yogyakarta

    3 Momen Sunhaji Penjual Es Teh Berpelukan dengan Miftah di Ponpes Ora Aji, Sleman Yogyakarta

    Momen Sunhaji Penjual Es Teh Berpelukan dengan Miftah di Ponpes Ora Aji, Sleman
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com 
    – 
    Sunhaji
    , penjual es teh warga Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (4/12/2024) siang, berkunjung ke tempat tinggal Miftah Maulana Habiburrahman.
    Sekitar pukul 14.00 WIB, Sunhaji bersama rombongan tiba di Pondok Pesantren Ora Aji di Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman.
    Sunhaji datang bersama dengan lurah dan dukuh tempatnya tinggal.
    Tampak Miftah Maulana Habiburrahman atau dikenal
    Gus Miftah
    menyambut Sunhaji dan rombongan. Saat bertemu, Miftah dan Sunhaji langsung saling berpelukan.
    “Mau diparani, sekarang gantian moro (tadi saya berkunjung sekarang gantian berkunjung),” ujar Miftah, saat pertemuan tersebut, Rabu.
    Dalam perbincangan yang berlangsung santai, Miftah menanyakan kepada Sunhaji tentang frekuensi kehadirannya di pengajian di Pondok Pesantren Ora Aji.
    Sunhaji menjawab bahwa ia sudah mengikuti pengajian sebanyak dua kali.
    “Beliau ini jemaah pengajian malam Ahad Paing, sudah dua kali ke sini (ikut pengajian),” ujar Miftah.
    Setelah berbincang di halaman, Miftah mengundang Sunhaji dan rombongan untuk masuk ke ruang tamu, di mana mereka duduk berdampingan dan melanjutkan obrolan dengan penuh canda tawa.
    Sebelumnya Miftah mengunjungi Sunhaji seorang penjual es teh pada Rabu (4/12/2024) di Dusun Gesari, Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. 
    Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan permintaan maaf dan memberikan uang sebagai bentuk kompensasi. 
    Sunhaji mengatakan, Miftah datang untuk meminta maaf atas ucapanya yang menyakitkan saat salawatan di Lapangan drh Soepardi, Kecamatan Mungkid, pada Rabu (20/11/2024) malam. 
    “Tadi pagi sudah ke sini dan sempat bertatap muka. Intinya maaf memaafkan, antara saya dan abah sudah tidak ada masalah,” ungkap Sunhaji.
    Sebagai bagian dari kunjungan tersebut, Miftah juga menjanjikan akan mengadakan acara pengajian di lingkungan tempat tinggal Sunhaji pada 17 Desember 2024.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Ambulans Tertabrak Kereta Api di Kediri, Pengemudi Tewas
                        Surabaya

    10 Ambulans Tertabrak Kereta Api di Kediri, Pengemudi Tewas Surabaya

    Ambulans Tertabrak Kereta Api di Kediri, Pengemudi Tewas
    Tim Redaksi
    KEDIRI, KOMPAS.com
    – Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api di Desa Nyawangan, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (4/12/2024) siang.
    Sebuah kereta api menabrak ambulans yang diketahui berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri. Akibatnya, sopir ambulans tewas di lokasi kejadian.
    Hingga saat ini, identitas korban dan kronologi lengkap peristiwa belum dapat dipastikan, karena proses penanganan masih berlangsung.
    “Petugas sementara masih di lokasi kejadian perkara. Informasi awal sopir MD,” ungkap Kepala Kepolisian Sektor Kras, Ajun Komisaris Polisi (AKP) I Nyoman Sugita, dalam keterangan kepada
    Kompas.com
    .
    Menurut laporan awal dari Nyoman, ambulans yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dalam keadaan kosong, karena baru saja mengantar jenazah. “Pas baliknya itu insiden,” lanjut dia.
    Jurubicara
    RSUD Gambiran
    Kota Kediri, Nitrasari menyatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah ambulans yang terlibat merupakan milik rumah sakitnya. “Kami pastikan dulu,” ujar Nitrasari.
    Saat ini berita ini diunggah, pihak RSUD Gambiran sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Ini kami masih menuju lokasi,” ungkap Nitra.
    Kecelakaan ini menyisakan duka dan keprihatinan bagi masyarakat setempat, sementara pihak kepolisian dan rumah sakit berupaya mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9
                    
                        Video Dihina Miftah Viral, Penjual Es Teh di Magelang Dapat Banyak Bantuan
                        Yogyakarta

    9 Video Dihina Miftah Viral, Penjual Es Teh di Magelang Dapat Banyak Bantuan Yogyakarta

    Video Dihina Miftah Viral, Penjual Es Teh di Magelang Dapat Banyak Bantuan
    Tim Redaksi
    MAGELANG, KOMPAS.com –

    Sunhaji
    , seorang penjual es teh berusia 37 tahun, menjadi sorotan setelah video dirinya diolok-olok oleh
    Miftah Maulana Habiburrahman
    di acara pengajian di Magelang, Jawa Tengah, viral di media sosial.
    Sejak kejadian tersebut, Sunhaji menerima berbagai bentuk bantuan dari masyarakat yang merasa empati terhadapnya.
    “Saya tidak menyangka akan viral. Terus, tadi malam banyak orang ke sini. Saya bilang, ‘
    iki 
    (ini) kenapa kok rame-rame’,” ujar Sunhaji saat ditemui pada Rabu (4/12/2024).
    Sejak Selasa (3/12/2024) malam, rumah Sunhaji di Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, dipenuhi oleh pengunjung.
    Beberapa tetangganya bahkan berinisiatif mendirikan tenda untuk menampung tamu yang ingin bertemu langsung dengan Sunhaji, termasuk wartawan dari Kompas.com.
    Sunhaji mengaku mendapatkan banyak bantuan, mulai dari uang, pembuatan rekening bank, hingga tawaran untuk berangkat umrah.
    Salah satu donatur yang menonjol adalah YouTuber Willie Salim, yang memberikan uang sebesar Rp 100 juta untuk modal usaha dan melunasi tunggakan biaya sekolah dua anak Sunhaji yang masing-masing bersekolah di SMP dan SD.
    Selain itu, pengusaha keramik bernama Winarno juga menyumbang Rp 2 juta.
    “Saya bersyukur dan terima kasih telah memberikan
    support
    kepada saya,” tutur Sunhaji.
    Setelah menerima berbagai kunjungan, Sunhaji berencana untuk melanjutkan usaha kulinernya, baik dengan cara berkeliling maupun menetap.
    Meskipun demikian, dia masih ingin kembali berjualan es teh, pekerjaan yang telah dilakoni selama lebih kurang setahun terakhir.
    “Saya mau berkumpul lagi dengan teman-teman yang sudah jadi satu sama saya (selama) setahun,” pungkasnya.
    Kejadian yang memicu viralnya video tersebut terjadi saat Sunhaji sedang berjualan es teh di antara ribuan orang yang menyaksikan acara salawatan di lapangan drh Soepardi pada Rabu (20/11/2024).
    Di tengah aktivitasnya, Miftah menegur dan menghina Sunhaji dengan kata-kata kasar, yang membuatnya merasa tersinggung.
    “Saya tersinggung. Wong saya lagi masuk ada suara kaya gitu,” ungkap Sunhaji, yang merasa tidak nyaman dengan perlakuan Miftah.
    Dia juga merasa kecewa karena beberapa tokoh yang disebut sebagai ulama, yang berada di panggung bersamaan dengan Miftah, turut menertawakan dirinya.
    Meskipun mengalami perlakuan yang menyakitkan, Sunhaji tetap melanjutkan aktivitas berdagangnya.
    “Saya tetap berjualan. Saya mencari sangu buat pulang,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Curhat Dihina Miftah di Pengajian Magelang, Penjual Es Teh: Saya Tersinggung Ada Suara Begitu
                        Yogyakarta

    1 Curhat Dihina Miftah di Pengajian Magelang, Penjual Es Teh: Saya Tersinggung Ada Suara Begitu Yogyakarta

    Curhat Dihina Miftah di Pengajian Magelang, Penjual Es Teh: Saya Tersinggung Ada Suara Begitu
    Tim Redaksi
    MAGELANG, KOMPAS.com –

    Sunhaji
    , seorang
    penjual es teh
    , merasa tersinggung setelah diolok-olok oleh Miftah Maulana Habiburrahman saat acara pengajian di Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (20/11/2024) malam.
    Kejadian tersebut berlangsung di lapangan drh. Soepardi, di mana ribuan orang hadir untuk menyaksikan selawat.
    Saat berjualan es teh keliling, Sunhaji yang berusia 37 tahun “ditegur” oleh Miftah dan menerima hinaan kasar.
    Video olok-olok tersebut telah menyebar luas di berbagai platform media sosial dan ramai diperbincangkan.
    “Saya tersinggung. Wong saya lagi masuk ada suara kayak gitu,” ungkap Sunhaji saat ditemui di rumahnya di Dusun Gesari, Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, pada Rabu (4/12/2024).
    Ia menyatakan kekecewaannya terhadap Miftah, seorang tokoh yang memiliki Pondok Pesantren Ora Aji di Daerah Istimewa Yogyakarta.
    Momen tersebut semakin menyakitkan bagi Sunhaji karena sejumlah tokoh yang hadir dan dikenal sebagai ulama turut menertawakan dirinya.
    Acara selawat malam itu dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Habib Zaidan, Muhammad Yusuf Chudlori (Ketua DPW PKB Jateng), dan Usman Ali, pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Al Huda.
    Meski merasa tertekan, Sunhaji memilih untuk tetap melanjutkan aktivitas berjualannya.
    “Saya tetap berjualan. Saya mencari sangu buat pulang,” ujarnya.
    Pria yang memiliki dua anak ini mencatat mendapatkan uang sebesar Rp 35.000 dari tujuh gelas yang terjual.
    “Uang itu buat beli bensin Rp 15.000 dan Rp 20.000 saya bawa pulang untuk sangu anak-anak,” jelasnya, sambil mengungkapkan bahwa salah satu anaknya masih berstatus pelajar SMP dan yang lainnya di SD.
    Sunhaji telah berjualan es teh selama lebih kurang setahun setelah beralih dari pekerjaannya sebagai tukang kayu akibat cedera pada tangan kirinya.
    “Jadinya, untuk angkat yang berat-berat tidak kuat. Makanya, saya jualan seperti ini,” imbuhnya.
    Ia berharap dapat terus berjuang di acara-acara besar yang menarik banyak pengunjung, seperti pengajian akbar, untuk mencari nafkah bagi keluarganya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Prabowo Kaget Banyak Kader-Alumni Muhammadiyah di Kabinetnya, Termasuk Budiman Sudjatmiko
                        Nasional

    6 Prabowo Kaget Banyak Kader-Alumni Muhammadiyah di Kabinetnya, Termasuk Budiman Sudjatmiko Nasional

    Prabowo Kaget Banyak Kader-Alumni Muhammadiyah di Kabinetnya, Termasuk Budiman Sudjatmiko
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Presiden RI
    Prabowo Subianto
    takjub dengan banyaknya kader
    Muhammadiyah
    di Kabinet Merah Putih yang ia pimpin saat ini. 
    Prabowo bahkan baru tahu bahwa Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
    Budiman Sudjatmiko
    merupakan alumni SMA Muhammadiyah di Yogyakarta.
    “Hari ini saya hitung, woah, ini Muhammadiyah-nya saya juga baru tahu Budiman Sudjatmiko ini alumni SMA Muhammadiyah Yogyakarta. Memang Muhammadiyah ada di mana-mana,” kata Prabowo dalam Pembukaan Sidang Tanwir dan Resepsi Milad Muhammadiyah ke-112 di Kupang, NTT, Rabu (4/12/2024)
    “Ada yang di kiri, ada yang di kanan. Ada yang di tengah. Pak Jeffrie Geovanie Muhammadiyah juga rupanya? Sponsor ya sponsor,” ujar dia melanjutkan.
    Prabowo lantas mengungkit Presiden Soekarno dan Soeharto yang juga merupakan warga Muhammadiyah.
    Ia menuturkan, saat Soeharto masih memimpin, banyak orang non-Muhammadiyah yang bingung dengan Soeharto karena memilih kader Muhammadiyah sebagai menteri.
    “Pak Harto juga warga Muhammadiyah, lulusan SD dan SMP Muhammadiyah. Bahkan waktu beliau Presiden, kabinet banyak kawan-kawan non-Muhammadiyah yang mengeluh, ‘kok Pak Harto itu kok milihnya Muhammadiyah banyak sekali’,” kata Prabowo.
    Prabowo pun menyatakan tidak ingin dianggap banyak memilih kader Muhammadiyah untuk masuk kabinet.
    Ia menegaskan, pemilihan anggota tidak didasari oleh latar belakang para menteri, termasuk kader Muhammadiyah atau bukan.
    Namun, Prabowo menilai Muhammadiyah sukses membesarkan kader-kadernya sehingga ada di mana-mana, termasuk di Kabinet Merah Putih.
    “Mungkin karena keberhasilan Muhammadiyah, mendidik, membesarkan kader-kader. Sehingga Muhammadiyah ada di mana-mana,” kata Prabowo.
    Ia pun mengaku terkejut ketika ada beberapa anggota kabinet yang ternyata punya latar belakang sebagai kader Muhammadiyah.
    “Kalau saya undang partai untuk koalisi, saya minta calon-calon terbaik mereka, mereka ajukan nama-nama, saya enggak tanya ‘ini Muhammadiyah atau bukan?’. Ternyata setelah dilantik, ada yang bisik-bisik, ‘itu Muhammadiyah, Pak’,” ujar Prabowo.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.