Category: Kompas.com Metropolitan

  • 6
                    
                        Diantar Ojek, Korban Penculikan di Antapani Bandung Telah Kembali ke Rumah
                        Bandung

    6 Diantar Ojek, Korban Penculikan di Antapani Bandung Telah Kembali ke Rumah Bandung

    Diantar Ojek, Korban Penculikan di Antapani Bandung Telah Kembali ke Rumah
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – S (43), wanita yang diduga menjadi korban penculikan di wilayah Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat, kini telah kembali ke rumahnya.
    Perempuan S diantar ojek dari wilayah Pasir Impun.
    “Pukul 20.43 ada info sudah kembali diantar ojek,” ucap Ketua RW 9, Dwi Budi (61) di lokasi, Minggu (8/12/2024).
    Budi mengaku mendapatkan informasi tersebut dari sebuah grup RT.
    Namun, pihaknya belum mengetahui kondisi korban lantaran belum bertemu pasca-penculikan.
    Meski begitu, berdasarkan informasi yang didapatkan Budi, korban diantarkan pengendara ojek dari kawasan Pasir Impun Bandung.
    “Saya tidak tahu yang jelas yang nganter ke sini tukang ojek. Infonya dari Pasir Impun,” tuturnya.
    Perihal soal kejadian, Budi hanya menjelaskan berdasarkan rekaman CCTV yang dilihatnya.
    Bahwasanya, dalam peristiwa itu, korban sempat mendapatkan ancaman sebelum akhirnya dibawa paksa pelaku tak dikenal.
    “Dari CCTV mah dua orang (terduga pelaku),” ujarnya.
    Pantauan di lokasi, rumah korban tampak ramai dikunjungi warga hingga kerabat.
    Seperti diketahui, rekaman dugaan tindakan penculikan ini beredar di media sosial.
    Video berdurasi 43 detik itu memperlihatkan rekaman kamera pengawas atau closed circuit television yang memutar detik-detik dugaan penculikan.
    Dalam rekaman tersebut terlihat sebuah mobil merah terparkir di depan sebuah rumah yang diketahui berlokasi di Jalan Sukanagara Asri, Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat.
    Seorang wanita berkerudung dan berbaju hitam keluar dari mobil merah itu.
    Sebelum mendekati pagar, wanita tersebut sempat menegok ke belakang.
    Tiba-tiba, mobil tanpa pelat nomor terlihat mundur mendekati mobil korban; terlihat satu orang pria mengenakan jaket hoodie keluar dari mobilnya sambil menodongkan diduga senjata ke arah wanita tersebut.
    Pria itu kemudian menarik paksa korban ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan lokasi.
    Kapolsek Antapani Kompol Yusuf Tojiri mengatakan bahwa saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terkait video viral seorang perempuan berinisial S yang dibawa secara paksa oleh seorang pria yang belum diketahui identitasnya.
    “Sampai saat ini tim masih bekerja melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini,” kata Yusuf.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Diantar Ojek, Korban Penculikan di Antapani Bandung Telah Kembali ke Rumah
                        Bandung

    3 Ibu yang Diduga Diculik di Bandung Sudah Pulang, Diantar Tukang Ojek Bandung

    Ibu yang Diduga Diculik di Bandung Sudah Pulang, Diantar Tukang Ojek
    Editor
    KOMPAS.com –
    Ibu berinisial S (43) yang diduga menjadi korban
    penculikan di Antapani
    ,
    Kota Bandung
    , Jawa Barat, sudah pulang ke rumahnya di Jalan Sukanagara.
    Kasus dugaan penculikan itu terjadi pada Minggu (8/12/2024) sekitar pukul 12.30 WIB. S kembali ke rumah sekitar pukul 20.43 WIB.
    Ketua RW setempat, Dwi Budi, mengatakan, S pulang diantar tukang ojek.
    “Informasi yang saya dapatkan sih diantar tukang ojek kawasan Pasir Impun. Tapi, alasan korban ada di sana masih pendalaman kepolisian,” ujarnya, Minggu, dikutip dari
    Tribun Jabar.
    Usai mengetahui S telah kembali, keluarganya berdatangan ke rumah S.

    Ketua RT setempat, Herman, menuturkan, S diduga diculik sepulang dari arisan.
    “Jadi, sebelum pulang,
    nganterin
    dulu ibu-ibu lainnya itu. Pas pulang dan mau masuk ke rumah, ada mobil lain mundur, diduga sudah diikuti,” ucapnya, Minggu.
    Detik-detik penculikan itu terekam kamera pengawas di depan rumah S. Video itu kemudian viral di media sosial.
    Dalam video tersebut, tampak S hendak masuk rumah usai keluar dari mobil berwarna merah.
    Sebelum S membuka pagar, sebuah mobil tanpa pelat nomor berjalan mundur. Satu orang keluar dari mobil itu sambil menodongkan sebuah benda mirip pistol ke S.
    Orang yang memakai jaket itu menarik S lalu memasukkannya dalam mobil. Mobil itu kemudian pergi.
    Usai peristiwa tersebut, polisi mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan.
    Kapolsek Antapani Kompol Yusuf Tojiri mengungkapkan, polisi masih menyelidiki kasus dugaan penculikan ini.
    “Sampai saat ini tim masih bekerja melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini,” ungkapnya.
    Sumber: Kompas.com (Penulis: Agie Permadi | Editor: Farid Assifa)
    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Wanita di Antapani yang Dikabarkan Diculik Akhirnya Pulang Diantar Ojeg dari Pasir Impun
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Kehebohan Pendukung Pramono-Rano Deklarasi Kemenangan di Bundaran HI, Ada Anggota Jakmania
                        Megapolitan

    1 Kehebohan Pendukung Pramono-Rano Deklarasi Kemenangan di Bundaran HI, Ada Anggota Jakmania Megapolitan

    Kehebohan Pendukung Pramono-Rano Deklarasi Kemenangan di Bundaran HI, Ada Anggota Jakmania
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Para pendukung calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung dan Rano Karno, mendeklarasikan kemenangan pasangan tersebut di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2024) malam.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com,
    pendukung yang berasal dari warga Jakarta dan anggota The Jakmania itu berkumpul di bahu jalan, tepatnya di pinggiran Bundaran HI.
    Dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, mereka melakukan iring-iringan sambil mengibarkan bendera The Jakmania dan
    Pramono-Rano
    .
    Kemudian, asap
    flare
    berwarna merah dan bunyi klakson motor juga mengiringi perjalanan mereka yang berawal dari rumah pemenangan Pramono-Rano menuju Bundaran HI.
    Di Bundaran HI, mereka melakukan deklarasi kemenangan Pramono-Rano bersama dengan Tim Pemenangan Pramono-Rano, Charles Honoris.
    “Malam ini kita hadir di sini dengan teman-teman, khususnya dari Jakmania, tepuk tangan dulu,” ujar Charles di lokasi.
    Dia pun berterima kasih kepada warga Jakarta yang telah memercayakan sosok Pramono-Rano untuk memimpin daerah tempat tinggal mereka.
    “Terima kasih kepada seluruh warga Jakarta yang sudah mempercayakan kepada Mas Pram dan Bang Doel dan kami. Mas Pram dan Bang Doel begitu dilantik akan langsung bekerja keras menyelesaikan permasalahan Jakarta,” kata dia.
    Di sisi lain, Koordinator Pencinta Sepakbola Jakarta, Yanuar Prabowo, menyebut aksi deklarasi itu dilakukan secara spontan tanpa adanya paksaan dari siapapun.
    “Ini aksi kita spontanitas ya, enggak ada pengerahan massa sama sekali dan ini juga murni teman-teman karena merasa suara mereka terwakili,” kata Yanuar.
    Yanuar berharap kemenangan Pramono-Rano pada
    Pilkada Jakarta
    2024 dapat memajukan dunia sepak bola Jakarta.
    “Harapannya enggak muluk-muluk, Persija juara, Persija main di Jakarta serta saran dan prasarana sepakbola di Jakarta untuk segera diperbaiki,” ucap dia.
    Sebelumnya, KPU Jakarta telah mengumumkan pasangan Pramono-Rano menang satu putaran pada Pilkada Jakarta 2024 dengan perolehan suara sebanyak 50,07 persen.
    Berikut hasil rekapitulasi tingkat provinsi yang sudah ditetapkan KPU Jakarta:
    •Ridwan Kamil-Suswono: 1.718.160 suara
    •Dharma Pongrekun-Kun Wardana: 459.230 suara.
    •Pramono Anung-Rano Karno: 2.183.239 suara
    Namun, Pramono-Rano belum ditetapkan sebagai pemimpin Jakarta selanjutnya.
    Masih ada proses yang perlu dilalui jika ada pasangan calon yang menggugat hasil Pilkada Jakarta ke Mahkamah Konstitusi (MK).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3 Warga Lombok Tengah Tewas Saat Gali Sumur Diduga karena Gas Beracun
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        8 Desember 2024

    3 Warga Lombok Tengah Tewas Saat Gali Sumur Diduga karena Gas Beracun Regional 8 Desember 2024

    3 Warga Lombok Tengah Tewas Saat Gali Sumur Diduga karena Gas Beracun
    Tim Redaksi
    MATARAM, KOMPAS.com
    – Tiga orang pekerja ditemukan meninggal dunia saat menggali sebuah
    sumur
    di Dusun Semalun Montong Tanggak, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah,
    Lombok Tengah
    , Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (8/12/2024).
    Kepala Kantor SAR Mataram, Lalu Wahyu Efendi, mengatakan ketiga korban meninggal dunia diduga akibat menghirup
    gas beracun
    metana yang keluar dari dalam sumur yang digali.
    “Sebelum proses evakuasi, kami melakukan pengecekan menggunakan alat gas detector, hasilnya terdapat gas metana di dalam sumur itu,” kata Lalu Wahyu Efendi dalam keterangan resminya, Minggu.
    Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 10.00 Wita.
    Ketiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal setelah terjebak di dalam sumur sedalam belasan meter.
    Ketiga korban merupakan warga Desa Pengadang, bernama Nasri (40), Sukandi (27), dan Ijal (19).
    Lalu Wahyu Efendi mengatakan, tim rescue Kantor SAR Mataram yang mendapat laporan langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan evakuasi.
    Proses evakuasi menggunakan berbagai peralatan khusus seperti mountaineering, SCBA, dan peralatan medis.
    “Para rescuer diwajibkan menggunakan SCBA untuk menghindari paparan gas beracun, khususnya yang turun ke dalam sumur,” kata Wahyu.
    Tim SAR bersama TNI, Polri, Damkar Lombok Tengah, BPBD Lombok Tengah, dan warga setempat turut membantu proses evakuasi ketiga korban.
    Wahyu menyebutkan, proses evakuasi korban berlangsung hingga pukul 15.30 Wita.
    Setelah berhasil dievakuasi dari dalam sumur, jenazah ketiga korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KPU Tetapkan Dinar Kelnea-Yoas Beon Pemenang Pilkada Nduga
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        8 Desember 2024

    KPU Tetapkan Dinar Kelnea-Yoas Beon Pemenang Pilkada Nduga Regional 8 Desember 2024

    KPU Tetapkan Dinar Kelnea-Yoas Beon Pemenang Pilkada Nduga
    Tim Redaksi
    JAYAPURA, KOMPAS.com
    – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nduga menetapkan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nduga, nomor urut 2,
    Dinar Kelnea
    dan
    Yoas Beon
    , sebagai pemenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) periode 2024–2029 dalam pleno rekapitulasi Kabupaten yang berlangsung di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (7/12/2024).
    Hasil pleno penetapan itu tertuang dalam Keputusan KPU Kabupaten Nduga Nomor 829 Tahun 2024 tentang penetapan hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nduga 2024.
    Paslon Dinar Kelnea dan Yoas Beon memperoleh 51.815 suara, sehingga unggul dari dua paslon lainnya, yakni paslon nomor urut 1, Namia Gwijangge-Obed Gwijangge, yang memperoleh 46.167 suara.
    Paslon Dinar Kelnea dan Yoas Beon unggul selisih 5.648 suara dari paslon Namia Gwijangge-Obed Gwijangge, dari total jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 97.982 di Kabupaten Nduga.
    Ketua
    KPU Nduga
    , Yoseka Kogoya, menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan kedua saksi masing-masing paslon yang telah menjaga situasi Pilkada Serentak Tahun 2024, sehingga berjalan dengan aman di tanah Nduga.
    “Penetapan suara yang dilakukan di tingkat kabupaten bisa berubah apabila ada gugatan laporan ke MK, namun kami terus mengawal suara rakyat Nduga yang memilih pemimpin di tanah Nduga,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (8/12/2024).
    Yoseka juga meminta maaf atas nama pihak penyelenggara jika ada kesalahan dan berharap tidak ada balas dendam di antara masyarakat.
    “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024 yang berjalan dengan aman dan kondusif di Kabupaten Nduga,” ucapnya.
    Setelah sambutan, dilakukan penyerahan dan penandatanganan berita acara dari pihak KPU Kabupaten Nduga kepada Bawaslu Kabupaten Nduga dan kedua saksi masing-masing paslon.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pabrik Garmen di Magelang Terbakar, Pakaian Siap Dikirim Pun Ludes
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        8 Desember 2024

    Pabrik Garmen di Magelang Terbakar, Pakaian Siap Dikirim Pun Ludes Yogyakarta 8 Desember 2024

    Pabrik Garmen di Magelang Terbakar, Pakaian Siap Dikirim Pun Ludes
    Tim Redaksi
    MAGELANG, KOMPAS.com
    – Pakaian produksi
    PT Anugerah Abadi

    Magelang
    (AAM) turut dilumat api bersamaan dengan kebakaran yang menghanguskan pabrik garmen itu pada Minggu (8/12/2024).
    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Magelang, Kompol Muhammad Fachrur Rozi, menyatakan, berdasarkan keterangan manajemen, pakaian tersebut padahal tinggal dikirim besok.
    “Hasil produksi siap dikirim besok. Tapi, kami belum tahu jumlahnya,” ungkapnya di lokasi kejadian, Minggu sore.
    Kebakaran di PT AAM dilaporkan pada pukul 12.15 WIB.
    Rozi mengatakan,
    tidak ada korban
    luka ataupun jiwa akibat insiden itu.
    Terlebih, berdasarkan keterangan manajemen kepada polisi, pabrik libur beroperasi pada Sabtu dan Minggu.
    Rozi menyampaikan, olah tempat kejadian perkara baru akan dilaksanakan ketika api benar-benar sudah padam.
    “Karena api masih berkobar, sehingga tidak bisa kami laksanakan olah TKP. Dugaan penyebab belum bisa diketahui,” jelasnya.
    Kepala Unit Pelaksana Teknis Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Magelang, Edy Priyanta, mengatakan, api sudah padam pukul 17.00 dan kini sedang berlangsung proses pendinginan.
    Dengan demikian, hampir lima jam api menyala-nyala di PT AAM.
    “Kesulitan kami, sumber air jauh, ada sungai di sekitar sini. Hujan deras tidak terlalu membantu (pemadaman),” cetusnya di lokasi, Minggu sore.
    Pantauan
    Kompas.com
    di waktu yang sama, kepulan asap masih tampak meski tidak sebesar pada pukul 14.00.
    Edy menyampaikan, pihaknya mengerahkan 13 mobil pemadam kebakaran ditambah tiga unit dari Kota Magelang.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pasutri Kisahkan Dahsyatnya Banjir Bandang di Sukabumi, Rumah Terseret 150 Meter
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        8 Desember 2024

    Pasutri Kisahkan Dahsyatnya Banjir Bandang di Sukabumi, Rumah Terseret 150 Meter Bandung 8 Desember 2024

    Pasutri Kisahkan Dahsyatnya Banjir Bandang di Sukabumi, Rumah Terseret 150 Meter
    Tim Redaksi
    SUKABUMI, KOMPAS.com
    – Sepasang suami istri, Parman (55) dan Aminah (55), selamat dari terjangan
    banjir bandang
    yang melanda Sungai Cikaso di Kampung Warungnangka, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten,
    Sukabumi
    , Jawa Barat, pada Rabu (4/12/2024).
    Banjir tersebut menyebabkan rumah panggung milik mereka, bersama dengan satu rumah dan bengkel tambal ban milik anaknya, terbawa hanyut sejauh 150 meter.
    Bangunan-bangunan tersebut berakhir di aliran Sungai Cilimus, yang hanya beberapa meter bermuara di Sungai Cikaso.
    “Saya dan suami sehari sebelum banjir bandang pergi ke rumah ibu saya. Karena ibu saya sakit dan harus menjaganya,” ungkap Aminah saat melihat-lihat sisa rumahnya yang tersangkut di aliran Sungai Cilimus, Minggu (8/12/2024).
    Aminah menjelaskan bahwa rumah ibunya terletak tidak jauh dari lokasi kejadian, namun berada di desa yang berbeda, yaitu Kampung Cilimus, Desa Mekarsari.
    Ketika rumahnya terbawa banjir, informasi tersebut cepat tersebar di antara warga setempat.
    “Dapat cerita dari tetangga yang lihat, rumah saya dan anak saya itu terbawa hanyut banjir bandang Sungai Cikaso, hingga ke persawahan, lalu berakhir ke sungai ini,” tuturnya sambil menunjuk ke bangunan rumah yang tersangkut.
    Ia menambahkan bahwa bagian genting rumah yang masih utuh merupakan milik anaknya, sementara rumah miliknya sudah hancur, hanya menyisakan balok-balok kayu.
    “Pakaian dan perlengkapan rumah tangga semuanya tidak ada yang bisa diselamatkan, pakaian hanya yang dipakai ini saja,” ujar Aminah.
    “Pakaian dan perlengkapan rumah tangga semuanya tidak ada yang bisa diselamatkan, pakaian hanya yang dipakai ini saja,” sambungnya.
    Aminah berharap dapat membongkar sisa-sisa rumah miliknya dan milik anaknya untuk mencari perlengkapan rumah tangga dan peralatan bengkel yang mungkin masih bisa digunakan.
    “Mudah-mudahan masih ada yang bisa digunakan lagi, dan ada yang bantu,” harapnya.
    Saat ini, Aminah dan suaminya sementara menempati rumah anaknya yang berada di Jakarta.
    “Ke depan kami mengharapkan kembali mempunyai rumah yang aman. Mudah-mudahan saja pemerintah memberikan bantuan,” tutup Aminah.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KPU Sebut Legitimasi Penetapan Suara Pilkada Jakarta Tak Bermasalah meski Tanpa Tanda Tangan Saksi 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        8 Desember 2024

    KPU Sebut Legitimasi Penetapan Suara Pilkada Jakarta Tak Bermasalah meski Tanpa Tanda Tangan Saksi Megapolitan 8 Desember 2024

    KPU Sebut Legitimasi Penetapan Suara Pilkada Jakarta Tak Bermasalah meski Tanpa Tanda Tangan Saksi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Komisioner KPU Provinsi DKI Jakarta
    Dody Wijaya
    menegaskan bahwa legitimasi penetapan perolehan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta 2024 tidak akan terganggu meskipun saksi dari pasangan calon nomor urut 01 dan 02 memilih untuk tidak menandatangani berita acara penetapan.
    “Legitimasi hari ini tidak ada masalah ya (kalau saksi tidak tanda tangan),” ujar Dody Wijaya di Hotel Sari Pan Pacific, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (8/12/2024).
    Dody menjelaskan bahwa sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku, tanda tangan yang diperlukan untuk mengesahkan berita acara penetapan hasil rekapitulasi minimal harus ditandatangani oleh Ketua KPUD dan dua hingga tiga komisioner KPUD.
    “Alhamdulillah, hari ini tujuh orang ketua dan anggota KPU, Bawaslu tingkat Jakarta, semua menandatangani. Terhadap paslon yang tidak tanda tangan kami menghormati saja,” jelas Dody.
    Lebih lanjut, berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 dan Peraturan KPU Nomor 18 Tahun 2004 tentang rekapitulasi hasil perolehan suara, Dody menegaskan bahwa rapat pleno tetap dapat dinyatakan sah meskipun saksi pasangan calon tidak hadir.
    Pasal tersebut menyebutkan bahwa kehadiran saksi paslon bersifat tidak wajib.
    “Nah, justru sebenarnya kami menyayangkan pada saksi pasangan calon untuk
    walk out
    karena hak mereka untuk mengajukan keberatan, untuk protes atau terkait dengan mengoreksi hasil itu menjadi terhambat. Nah ini tentu, tapi apapun itu kami hormati, kalau itu bagian dari sikap pasangan calon,” tambah Dody.
    Dalam rapat pleno tersebut, saksi dari pasangan calon Dharma Pongrekun dan Kun Wardhana Abyoto menolak untuk menandatangani berita acara dan sertifikat penetapan hasil perolehan suara.
    “Kami menolak. Kami tidak akan menandatangani,” tegas saksi dari paslon 02, Anthony James Harahap, saat rapat pleno penetapan hasil Pilkada Jakarta.
    Sementara itu, saksi dari tim pemenangan pasangan calon 01 Ridwan Kamil dan Suswono memutuskan untuk
    walk out
    atau keluar dari ruang rapat pleno penetapan hasil perolehan suara Pilkada Jakarta 2024.
    Momen ini terjadi saat saksi dari para pasangan calon tengah menyampaikan keberatan atau tanggapan mereka terkait dengan kejadian khusus yang dirasa terjadi selama Pilkada Jakarta.
    Salah satu yang dipermasalahkan adalah kejadian di TPS 28 Pinang Ranti, Jakarta Timur.
    Namun, karena keberatan ini tak digubris, akhirnya tim Rido memutuskan untuk
    walk out
    dari ruangan sidang.
    “Izin ketua, kami mundur dari sidang,” ujar Koordinator Tim Pemenangan Rido Ramdan Alamsyah sebelum mengajak anggotanya keluar.
    Setelah itu, KPUD Jakarta menetapkan pasangan Pramono-Rano sebagai pemenang satu putaran pada Pilkada Jakarta 2024 dengan perolehan suara sebanyak 50,07 persen.
    “Berita acara dan sertifikasi hasil perhitungan suara dari setiap kabupaten kota dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta saya nyatakan sah,” ujar Ketua KPUD Wahyu Dinata saat menetapkan hasil Pilkada Jakarta di Hotel Sari Pan Pacific, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu siang.
    Berikut hasil rekapitulasi tingkat provinsi yang sudah ditetapkan KPU Jakarta:
     
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cemburu Diselingkuhi, Suami di Tanimbar Tusuk Istri hingga Tewas
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        8 Desember 2024

    Cemburu Diselingkuhi, Suami di Tanimbar Tusuk Istri hingga Tewas Regional 8 Desember 2024

    Cemburu Diselingkuhi, Suami di Tanimbar Tusuk Istri hingga Tewas
    Tim Redaksi
    AMBON, KOMPAS.com
    – MM, seorang pria berusia 30 tahun menghabisi nyawa istrinya, MU (21), dengan cara menusuknya berulang kali menggunakan sebilah pisau.
    Pelaku berasal dari Desa Lorwembun, Kecamatan Kormomolim, Kabupaten Kepulauan Tanimbar,
    Maluku
    .
    Insiden ini terjadi pada Jumat (6/12/2024) di Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan.
    Kepala Polres Kepulauan Tanimbar, AKBP Umar Wijaya mengungkapkan, motif pelaku adalah
    cemburu
    .
    “Pelaku melakukan perbuatannya tersebut karena dilanda rasa cemburu. Korban ditusuk dengan menggunakan pisau lebih dari empat kali,” kata Umar kepada wartawan pada Minggu (8/12/2024).
    Sebelum melakukan
    pembunuhan
    , pelaku yang baru saja tiba dari Papua menghubungi ibunya pada 4 Desember untuk menanyakan keberadaan istrinya.
    Sang ibu memberitahukan bahwa MU sudah dua hari tidak pulang ke rumah. “Saat tiba di Saumlaki, pelaku langsung menuju ke Desa Lorwembun untuk menemui keluarganya,” sambung Umar.
    Setelah bertemu keluarganya, pelaku yang mendengar isu
    perselingkuhan
    istrinya segera mencari MU.
    Ia mendapat informasi dari saudara iparnya bahwa MU berada di Saumlaki.
    “Setelah tiba di Saumlaki, pelaku menghubungi korban dan meminta agar korban menemuinya di depan deretan toko di perempatan pintu masuk terminal atas Pasar Omele,” tambah Umar.
    MU datang untuk menemuinya dengan diantar seorang lelaki yang diduga merupakan selingkuhannya, berinisial IK.
    “Ketika bertemu dengan korban, saudara IK terus menelepon korban sehingga membuat pelaku semakin curiga,” sebut Umar.
    Pelaku kemudian mengajak MU pergi ke rumah saudaranya. Dalam perjalanan, pelaku terus mempertanyakan hubungan MU dengan IK.
    Meskipun MU membantah memiliki hubungan spesial dengan IK, dan menolak kembali ke Desa Lorwembun, pelaku tetap curiga.
    Setibanya di belakang Toko Tanjung Dua, tepatnya di Lorong Dua Desa Sifnana, pelaku memegang tangan korban dan mengeluarkan pisau.
    “Pelaku sempat bertanya tentang HP yang dipegang korban, dan korban menjawab bahwa HP tersebut milik saudara IK,” kata dia.
    Umar melanjutkan, pelaku kembali mempertanyakan isu perselingkuhan, dan saat MU mengakui bahwa ia telah berselingkuh dengan IK, pelaku langsung menikamnya.
    “Mendengar jawaban dari korban, pelaku langsung menikam korban dengan pisau sebanyak satu kali,” tambah dia.
    Meskipun MU sempat memohon agar pelaku tidak menikamnya lagi, permohonan tersebut tidak dihiraukan, dan pelaku kembali menikamnya sebelum melarikan diri. Akibatnya, MU tewas di tempat.
    Kasat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar, AKP Handry Dwi Azhar mengungkapkan, pelaku ditangkap pada Sabtu (7/12/2024), sehari setelah insiden tersebut.
    “Setelah ditangkap, pelaku diperiksa penyidik dan ditetapkan sebagai tersangka. Sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata dia.
    Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHPidana.
    Halaman ini berisi konten sensitif untuk batasan usia tertentu.

    Usia kamu belum sesuai untuk melihat halaman ini

    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Keracunan Masal di Ponpes Kediri Lombok Barat, Pengurus Bungkam
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        8 Desember 2024

    Keracunan Masal di Ponpes Kediri Lombok Barat, Pengurus Bungkam Regional 8 Desember 2024

    Keracunan Masal di Ponpes Kediri Lombok Barat, Pengurus Bungkam
    Tim Redaksi
    LOMBOK BARAT, KOMPAS.com 
    – Santriwati di salah satu
    pondok pesantren
    di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat mengalami
    keracunan
    massal.
    Peristiwa terjadi setelah para santri melaksanakan ibadah shalat maghrib, Sabtu (7/12/2024) kemarin.
    “Teman-teman dari Reskrim sedang melakukan penyelidikan,” kata Kepala Polsek Kediri, AKP Jahyadi Sibawaih, Minggu (8/12/2024).
    Menurut Jahyadi,
    keracunan massal
    tersebut diduga dipicu makanan yang dibawa orangtua para santri, atau pun makanan yang dijual di sekitar asrama pondok pesantren.
    “Dugaannya kuat seperti itu, makanan yang dibawa orangtua dan jajanan di luar. Mereka boleh keluar
    kan
    saat kunjungan,” ujar Jahyadi.
    Terdapat 58 santri yang mengalami keracunan. Sebanyak 12 santri dilarikan ke Puskesmas Labu Api, 26 orang ke Rumah Sakit Gerung, 12 orang ke Narmada, dan sembilan orang ke Puskesmas Kediri.
    Seluruhnya kini sudah kembali ke
    Pondok Pesantren
    , tersisa hanya dua di antara sembilan santriwati yang berada di Puskesmas Kediri.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    di lokasi asrama putri itu, Minggu siang, terlihat bergantian para orangtua santri menjemput anak-anaknya.
    Sementara, para pengurus pondok pesantren duduk tepat di depan pintu keluar asrama. Beberapa kali mereka terlihat adu argumentasi dengan orangtua santri yang khawatir akan keadaan anaknya.
    Salah satu santriwati inisial W (16) yang baru saja keluar dengan muka lemas menenteng dua tasnya berisi pakaian dan sepatu.
    “Tidak tahu (sebab penyakitnya), tiba-tiba sakit perut, mual, terus pusing,” ujar W yang ditemani ayahnya.
    Rasa sakit tersebut mulai terasa sewaktu W shalat berjamaah di mushala. Tidak hanya dia, teman-temannya juga merasakan hal yang sama. “Kami dibawa ke rumah sakit sehabis isya,” kata W.
    Sejak kejadian tersebut sampai berita ini diunggah, pengurus pondok pesantren bungkam dan tak bersedia buka suara terkait kejadian tersebut. 
    Sejumlah pengurus yang coba ditanya mengenai insiden ini menyebut hal itu menjadi kewenangan pimpinan ponpes.
    Namun, saat ditanya apakah pimpinan bisa ditemui, mereka selalu menjawab pimpinan sedang tak berada di tempat.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.