Category: Kompas.com Metropolitan

  • 1 Dusun di Wonosobo Terisolasi Longsor, BPBD Targetkan Pembersihan Selesai Hari Ini 
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        11 Desember 2024

    1 Dusun di Wonosobo Terisolasi Longsor, BPBD Targetkan Pembersihan Selesai Hari Ini Regional 11 Desember 2024

    1 Dusun di Wonosobo Terisolasi Longsor, BPBD Targetkan Pembersihan Selesai Hari Ini
    Tim Redaksi
    WONOSOBO, KOMPAS.com –

    Hujan deras
    yang mengguyur Kabupaten
    Wonosobo
    pada Selasa (10/12/2024) malam, menyebabkan tanah longsor dan mengakibatkan akses jalan di Desa Campursari, Kecamatan Kejajar terputus.
    Longsor ini membuat satu dusun di desa tersebut terisolasi karena jalan tidak dapat dilalui kendaraan.
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Dudy Wardoyo mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan mengenai tanah longsor di Dusun Plemburan, Desa Campursari.
    Mengingat kondisi malam yang rawan longsor susulan, BPBD memutuskan untuk melakukan pembersihan material longsoran pada keesokan harinya.
    “Kami mendapat laporan di Dusun Plemburan, Desa Campursari, tapi di Dusun Tempuran ada longsor yang menutup jalan hingga mengisolasi satu dusun,” ungkap Dudy saat dihubungi pada Rabu (11/12/2024).
    Saat ini, BPBD tengah melakukan upaya pembersihan dan berusaha membuka kembali akses jalan yang tertutup.
    Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya korban jiwa jika longsor susulan kembali terjadi.
    “Saat ini sedang pembersihan lokasi dengan pihak-pihak terkait dan dibantu warga,” tambah Dudy.
    Dudy juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama di musim penghujan yang dapat memicu longsor dan sering kali menutup akses jalan.
    Selain tanah longsor, angin kencang dan
    hujan deras
    juga menyebabkan banyak pohon tumbang di wilayah tersebut.
    “Kami imbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati, jika dalam kondisi hujan sebaiknya di rumah saja,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Orangtua Panik Cari Ita sampai Dini Hari, Ternyata Dibunuh Teman Kerjanya di Kali Cisadane
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        11 Desember 2024

    Orangtua Panik Cari Ita sampai Dini Hari, Ternyata Dibunuh Teman Kerjanya di Kali Cisadane Megapolitan 11 Desember 2024

    Orangtua Panik Cari Ita sampai Dini Hari, Ternyata Dibunuh Teman Kerjanya di Kali Cisadane
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Orangtua Ita Kartika (22), perempuan yang ditemukan tewas di pinggir kali Cisadane, panik saat korban tak pulang ke rumah hingga malam hari.
    Ibu Ita, Karmini (50), menyebut suaminya, Amirudin (52), berkali-kali menghubungi anaknya, tetapi tak diangkat.
    Amirudin pun mencoba untuk mencari Ita ke lokasi yang pernah didatangi sang anak, tetapi hasilnya nihil.
    “Bapaknya cari-cari Ita sampai ke Kota Tangerang, nyamperin lokasi yang pernah didatangi Ita,” ujar Karmini kepada
    Kompas.com
    di kediamannya di Rajeg, Kabupaten Tangerang, Selasa (10/12/2024).
    “Dia cari Ita sampai 02.00 WIB (Selasa dini hari). Itu juga karena saya yang nyuruh bapaknya balik terus bilang siapa tahu besok Ita masuk kerja,” tambah dia.
    Akhirnya, sang ayah pulang dengan harapan bisa bertemu dengan Ita di tempat kerjanya. Lalu pada Selasa pagi, Amirudin pun langsung bergegas menuju tempat kerjanya dengan harapan bisa bertemu dengan sang anak.
    “Bapaknya Ita langsung ke tempat kerja, padahal belum jamnya masuk. Dia sudah jalan aja tuh lebih pagi, saking ingin ketemu dengan Ita,” kata Karmini.
    Sesampainya di sana, kata Karmini, Amirudin menunggu kehadiran anak keduanya di lokasi kerja.
    Namun, hingga pukul 08.00 WIB, dia tidak melihat sosok yang dinantikannya itu.
    Amirudin juga sempat menanyakan keberadaan Ita ke teman kerja, tetapi tidak ada yang tahu. Sampai akhirnya ada yang mengaku melihat Ita pukul 17.00 WIB di wilayah Cadas, Kabupaten Tangerang.
    “Sempat tanya-tanya ke teman kerjanya tapi enggak ada yang tahu. Teman kerjanya ada yang lihat ketika jam 17.00 WIB, Ita masih di Cadas sama temannya,” kata Karmini.
    Merasa khawatir, akhirnya Amirudin melaporkan hilangnya Ita ke Polsek Jatiuwung.
    Dia didesak oleh teman kerjanya agar bisa dibantu oleh pihak kepolisian.
    Kemudian, dia menelpon sang istri dan mengajaknya ke Polsek Jatiuwung untuk melaporkan Ita yang sudah hilang sejak Senin (2/12/2024).
    Laporannya pun diterima, tetapi belum bisa diproses karena Ita hilang belum 24 jam.
    “Saya sama suami saya pulang ke rumah. Nah pas sorenya, saya mau balik lagi ke Polsek Jatiuwung tapi saat itu kondisi cuaca hujan deras sehingga kami tidak bisa balik ke Polsek,” kata Karmini.
    “Hujannya lama dari jam 12.00 sampai jam 18.00 WIB. Jadi kami hanya bisa menunggu dengan harapan Ita bisa pulang,” tambah dia.
    Kemudian, pada Rabu (4/12/2024), sekitar pukul 16.00 WIB, Polsek Jatiuwung menghubungi keluarga korban dan mengatakan Ita sudah ditemukan. Pihak keluarga diminta datang ke Polsek Pakuhaji.
    Merasa bahagia karena anaknya ditemukan, Amirudin dan Karmini langsung menuju Polsek Pakuhaji. Namun, di sana, mereka tidak melihat sosok Ita. Mereka malah diminta menunggu di kantor polisi.
    “Kami berdua datang ke Polsek Pakuhaji dari jam 17.30 WIB dan diminta untuk tidak datang ke TKP (tempat kejadian perkara). Ketika saya dengar kata ‘TKP’, di situ saya sudah pasrah,” ucap Karmini.
    Polisi sempat meminta persetujuan mereka untuk dilakukan otopsi. Di saat itulah dia menyadari anaknya sudah tiada.
    Keduanya menunggu hingga pukul 23.30 WIB. Kemudian, mereka diminta untuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang untuk melihat kondisi jenazah sekaligus mengurus berkas-berkas pengambilan jenazah.
    “Di sana kami diminta untuk mengurus berkas untuk pengambilan jenazah. Paling saya dikasih lihat buat pastiin dan di situ saya sakit sekali melihat kondisi muka anak saya penuh dengan memar,” ucap Karmini.
    Diketahui, Ita pertama kali ditemukan tewas oleh dua pemancing, Basri dan Marsan, yang berjalan menyusuri pinggir Kali Cisadane.
    “Mereka melihat tubuh dalam posisi telungkup di semak-semak,” kata Kapolsek Pakuhaji, AKP Kuswadi, Kamis (5/12/2024).
    Keduanya segera melapor kepada Ketua RT setempat, yang kemudian menghubungi polisi. Jenazah dievakuasi dan dibawa ke RSU Tangerang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
    Di lokasi kejadian, polisi menemukan beberapa barang bukti, termasuk dua pasang sarung tangan, sepasang sepatu, sepotong kayu, kartu ATM, dan uang tunai Rp 2.000.
    Polisi menangkap Imam (27) yang merupakan teman kerja korban. Kini ia ditahan di Polres Metro Tangerang Kota bersama sejumlah barang bukti, termasuk motor korban.
    Dia dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
    Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati, seumur hidup, atau 20 tahun penjara.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pegawai Honorer Bobol Kantor Sendiri, Gasak Rp 67 Juta di Pemkot Solo
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        11 Desember 2024

    Pegawai Honorer Bobol Kantor Sendiri, Gasak Rp 67 Juta di Pemkot Solo Yogyakarta 11 Desember 2024

    Pegawai Honorer Bobol Kantor Sendiri, Gasak Rp 67 Juta di Pemkot Solo
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com –
    Sebuah aksi pencurian yang menghebohkan terjadi di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pemerintah Kota (Pemkot)
    Solo
    , Jawa Tengah.
    Pelaku yang berinisial AMS (27) merupakan tenaga kerja dengan perjanjian kontrak (TKPK) di dinas tersebut.
    Pencurian yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 67 juta ini terjadi pada Kamis (5/12/2024).

    AMS mengaku terdesak oleh kebutuhan ekonomi sehingga nekat mengambil uang tunai yang disimpan di laci meja bendahara DP3AP2KB.
    “Karena di situ meja bendahara. Jadi tahu di situ ada uang. Ini pertama kali (melakukan aksi pencurian). Setelah itu uang saya bawa pulang. Uang untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap AMS saat ditemui di Mapolresta Solo, pada Selasa (10/12/2024).
    Pengungkapan kasus ini dilakukan sehari setelah laporan diterima, berkat penelusuran rekaman CCTV di kantor.
    Meskipun pelaku berusaha menyembunyikan identitasnya, penyelidikan tetap berlangsung dengan keterangan saksi yang mengenali ciri-ciri AMS.
    “Kita lakukan pengeledahan dari rumah tersangka, akhirnya bisa kita ungkap. Di mana uang sebesar Rp 67 juta yang dicuri tersangka masih berada di rumah. Belum sempat digunakan tersangka,” jelas Iwan.
    Atas perbuatannya, kepolisian menjerat AMS dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang mengancamnya dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rumah di Mamasa Hangus Terbakar, Pemilik Selamat
                
                    
                        
                            Makassar
                        
                        11 Desember 2024

    Rumah di Mamasa Hangus Terbakar, Pemilik Selamat Makassar 11 Desember 2024

    Rumah di Mamasa Hangus Terbakar, Pemilik Selamat
    Tim Redaksi
    MAMASA, KOMPAS.com –
    Sebuah rumah permanen milik warga Desa Sepakuan, Kecamatan Balla, Kabupaten
    Mamasa
    , Sulawesi Barat, dilalap api hingga rata dengan tanah pada Rabu (11/12/2024) dini hari.
    Kebakaran terjadi secara tiba-tiba dan mengakibatkan pemilik rumah tidak dapat menyelamatkan barang berharga.
    Kejadian ini mengundang kepanikan warga setempat.
    Pemilik rumah yang sedang tidur lelap berhasil melarikan diri saat kobaran api sudah melahap seluruh bagian rumah, termasuk atapnya.
    “Banyak warga turun tangan melakukan pemadaman secara manual, tapi api sudah telanjur membesar,” ungkap Chris, salah satu saksi di lokasi kejadian.
    Kobaran api yang terekam oleh warga menunjukkan betapa cepatnya api menghanguskan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.
    Meskipun ratusan warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, usaha mereka sia-sia karena kobaran api terus membesar.
    Mobil pemadam kebakaran dari Mamasa terlambat tiba di lokasi karena jarak yang cukup jauh dari pusat kota.
    Akibat kebakaran ini, satu unit rumah beserta seluruh isinya ludes terbakar, dan tidak ada barang berharga yang dapat diselamatkan oleh pemilik rumah.
    Kepala Desa Sepakuan Balla, Herianto mengatakan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
    “Alhamdulillah, pemilik rumah selamat, hanya saja rumahnya terbakar rata dengan tanah dan harta bendanya tak bisa diselamatkan. Kasusnya sedang diselidiki polisi, termasuk penyebab terjadinya kebakaran,” jelas Herianto.
    Pihak kepolisian setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab kebakaran.
    Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran dipicu oleh korsleting arus pendek listrik.
    Kerugian materil
    akibat kejadian ini diperkirakan mencapai puluhan juta Rupiah.
    Pemilik rumah kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat sambil mencari cara untuk membangun kembali rumahnya yang telah rata dengan tanah.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tabrakan Sepeda Motor di NTT, 2 Anggota TNI dan 2 Pelajar Tewas
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        11 Desember 2024

    Tabrakan Sepeda Motor di NTT, 2 Anggota TNI dan 2 Pelajar Tewas Regional 11 Desember 2024

    Tabrakan Sepeda Motor di NTT, 2 Anggota TNI dan 2 Pelajar Tewas
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Sebuah
    kecelakaan lalu lintas
    yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Raya Oeteas, Desa Helebeik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten
    Rote Ndao
    , Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (7/12/2024) sekitar pukul 23.00 Wita.
    Akibat kecelakaan tersebut, empat orang dinyatakan tewas.
    Korban tewas
    terdiri dari dua anggota tentara nasional Indonesia (TNI) dan dua pelajar sekolah menengah atas (SMA).
    Ajun Komisaris Besar Polisi Mardiono, dalam keterangannya kepada Kompas.com pada Rabu (11/12/2024), mengidentifikasi dua anggota TNI yang meninggal sebagai Rialdy Welhelmus Bullu (23) dan Alfath Putra Dewantara (23).
    Sementara itu, dua pelajar yang tewas adalah Jeri Bessi (15) dan Rano Messakh (16).
    Mardiono menjelaskan, kecelakaan bermula ketika sepeda motor jenis Honda CRF (Trail) berpelat nomor DH 2420 GE yang dikendarai Rialdy Welhelmus Bullu, melaju dari arah Kuli menuju Ba’a, ibu kota Kabupaten Rote Ndao.
    Rialdy yang ditemani Alfath Putra Dewantara sebagai penumpang memacu motor dengan kecepatan tinggi.
    Pada saat bersamaan, sepeda motor jenis Honda Beat berpelat nomor DH 5572 GD yang dikendarai Jeri Bessi ditemani Rano Messakh sebagai penumpang, datang dari arah berlawanan. Mereka pun melaju kencang.
    Nah, dua motor yang sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi ini mengambil jalur tengah. Ini yang menyebabkan terjadinya tabrakan.
    “Empat pengendara ini terjatuh dan dalam kondisi luka parah. Pukul 23.20 Wita, para pengendara dan penumpang yang terlibat kecelakaan tiba di RSUD Ba’a dan langsung mendapatkan perawatan medis oleh petugas RSUD Ba’a,” ungkap Mardiono.
    Sayangnya, meskipun mendapatkan perawatan, kondisi keempat korban terus memburuk dan mereka akhirnya meninggal dunia.
    Kejadian tragis ini kembali menyoroti pentingnya
    keselamatan berkendara
    dan disiplin dalam berlalu lintas di jalan raya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1.091 Tenaga Honorer Berebut 158 Formasi PPPK di Tasikmalaya
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        11 Desember 2024

    1.091 Tenaga Honorer Berebut 158 Formasi PPPK di Tasikmalaya Bandung 11 Desember 2024

    1.091 Tenaga Honorer Berebut 158 Formasi PPPK di Tasikmalaya
    Tim Redaksi
    TASIKMALAYA, KOMPAS.com
    – Sebanyak 1.091
    tenaga honorer
    asal Kota
    Tasikmalaya
    , Jawa Barat, akan bersaing untuk memperebutkan 158 lowongan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024.
    Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya,
    Asep Sukmana
    , mengungkapkan bahwa jumlah formasi yang tersedia sangat tidak ideal, mengingat kuota yang diberikan kepada Kota Tasikmalaya sangat sedikit.
    “Kalau ideal saya rasanya belum, jumlahnya tak ideal. Cuma kan sekarang kita dengan keterbatasan formasi kita ikuti saja. Mungkin nanti suatu waktu, karena ini kan bertahap, suatu waktu bisa masuk dalam waktu ideal,” jelas Asep di salah satu gedung di Jalan Letnan Harun, Kota Tasikmalaya, pada Rabu (11/12/2024).
    Asep juga meminta semua peserta seleksi untuk berikhtiar sebaik mungkin dalam bersaing dengan rekan-rekan honorer lainnya.
    “Soalnya, perbandingan jumlah kuota formasi dengan peserta para honorer hanya 1 berbanding 10 orang. Kalau itu pun hasilnya ada yang lulus, ada yang tidak lulus, itu mah takdir yah. Yang penting mereka sudah berusaha dengan cara-cara positif,” tambahnya.
    Pemerintah Kota Tasikmalaya mengaku hanya memfasilitasi proses seleksi PPPK bagi tenaga honorer meskipun kuotanya terbatas.
    “Kami dari pemerintah daerah mungkin mempersiapkan sebagaimana aturan untuk pelaksanaan kegiatan seleksi ini. Tentunya kami memberikan motivasi kepada teman-teman,” kata Asep.
    Formasi kuota PPPK di Kota Tasikmalaya terdiri dari tenaga honorer bidang teknis sebanyak 47 orang, guru sebanyak 71 orang, dan tenaga kesehatan sebanyak 40 orang.
    Pelaksanaan seleksi PPPK di Kota Tasikmalaya ini juga akan dilakukan bersamaan dengan beberapa daerah lainnya di Priangan Timur, Jawa Barat.
    “Jumlah formasi (Kota Tasikmalaya) yang dibutuhkan belum ideal karena keterbatasan, tapi ini bertahap dan bakal membuka perekrutan kembali. Kota Tasikmalaya pun jadi tuan rumah seleksi PPPK bagi daerah se-Priangan Timur seperti tahun-tahun sebelumnya,” tutup Asep.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Nelayan Asal Jember Hilang Terseret Ombak di Pantai Payangan
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        11 Desember 2024

    Nelayan Asal Jember Hilang Terseret Ombak di Pantai Payangan Surabaya 11 Desember 2024

    Nelayan Asal Jember Hilang Terseret Ombak di Pantai Payangan
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Seorang nelayan bernama Asep (50) asal Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan hilang setelah
    terseret ombak
    di
    Pantai Payangan
    pada Selasa (10/12/2024).
    Kapolsek Ambulu AKP Suhartanto menjelaskan bahwa Asep berangkat melaut mencari ikan bersama rekannya, Bima (25), sekitar pukul 05.00 WIB.
    “Saat perahu hendak masuk ke parkir perahu, kena hantam
    ombak besar
    hingga terbalik,” kata Suhartanto kepada
    Kompas.com
    melalui telepon pada Rabu (11/12/2024).
    Akibat terbaliknya perahu, Asep dan Bima terseret arus ombak yang besar.
    Beruntung, Bima berhasil menyelamatkan diri. Ia berenang ke tepi pantai.
    “Namun, korban Asep sampai hari ini belum ditemukan,” tuturnya.
    Pihak kepolisian bersama SAR Lokal Rimba Laut dan nelayan setempat terus melakukan pencarian.
    “Kami melakukan berbagai penyisiran di Pantai Payangan, namun belum ketemu,” tambahnya.
    Suhartanto juga mengingatkan bahwa ombak di Pantai Payangan sedang besar, yang menjadi penyebab terbaliknya perahu yang ditumpangi Asep.
    Ia meminta para nelayan untuk tetap waspada, mengingat cuaca yang cukup ekstrem di tengah musim hujan ini.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kemenkes Tegaskan Praktik Medis di Klinik Kecantikan Hanya untuk Tenaga Medis
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        11 Desember 2024

    Kemenkes Tegaskan Praktik Medis di Klinik Kecantikan Hanya untuk Tenaga Medis Megapolitan 11 Desember 2024

    Kemenkes Tegaskan Praktik Medis di Klinik Kecantikan Hanya untuk Tenaga Medis
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa tindakan medis di klinik kecantikan hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis, seperti dokter umum atau dokter spesialis dermatologi dan venereologi. Penegasan ini disampaikan setelah temuan praktik ilegal di klinik kecantikan
    Ria Beauty
    .
    Pemilik Ria Beauty,
    Ria Agustina
    (33), diketahui melakukan perawatan medis tanpa memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP).
    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan pentingnya tenaga medis yang terlatih di klinik kecantikan.
    “Pelatihan atau kursus estetik kecantikan yang melibatkan tindakan langsung kepada pasien hanya bisa diikuti oleh tenaga medis yaitu dokter umum atau dokter spesialis dermatologi dan venereologi,” ujarnya saat dihubungi
    Kompas.com
    , Rabu (11/12/2024).
    Aji juga menjelaskan bahwa ahli kecantikan yang memiliki sertifikasi seperti Dipl. Cosme atau Dipl. Cidesco tidak berwenang melakukan tindakan medis. “Gelar tersebut bukanlah gelar akademik. Gelar itu ditulis untuk menunjukkan seseorang telah menempuh kursus kecantikan tertentu yang diakui di kalangan profesi ahli kecantikan,” tambahnya.
    Kemenkes meminta masyarakat lebih berhati-hati memilih layanan kecantikan. “Pastikan faskes memiliki izin operasional yang masih berlaku dan layak beroperasi, pastikan setiap dokter di klinik tersebut memiliki izin praktik sesuai kompetensi dan kewenangan,” kata Aji.
    Sebelumnya, penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap pemilik Ria Beauty, Ria Agustina, dan karyawannya, DN (58), di kamar salah satu hotel kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (1/12/2024).
    Ria dan DN ditangkap saat sedang memberikan layanan kecantikan kepada tujuh pasien di kamar hotel 2028.
    Alat yang digunakan untuk
    treatment derma roller
    diketahui tidak memiliki izin edar. Selain itu, krim anestesi dan serum yang diberikan kepada pelanggan tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
    Keduanya juga diketahui tidak memiliki STR dan SIP untuk melakukan tindakan medis. Ria dan DN kini dijerat Pasal 435 jo Pasal 138 ayat (2) dan/atau ayat (3), serta/atau Pasal 439 jo Pasal 441 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kebakaran Kebon Kosong Diduga Berasal dari Rumah Pengepul Rongsokan Plastik
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        11 Desember 2024

    Kebakaran Kebon Kosong Diduga Berasal dari Rumah Pengepul Rongsokan Plastik Megapolitan 11 Desember 2024

    Kebakaran Kebon Kosong Diduga Berasal dari Rumah Pengepul Rongsokan Plastik
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di
    Kebon Kosong
    , Kemayoran, Jakarta Pusat, diduga berasal dari rumah pengepul rongsokan plastik.
    “Dugaan penyebab diduga dari rumah Pak Juman yang bekerja sebagai pengepul rongsokan plastik,” ujar Kasudin Gulkarmat Jakarta Pusat Asril Rizal dalam keterangannya, Rabu (11/12/2024).
    Api cepat merambat dan membesar karena lokasi kebakaran merupakan kawasan permukiman padat penduduk semipermanen.
    “Pak Juman sedang tidur, terbangun sudah dikepung asap tebal kemudian melompat menyelamatkan diri dan minta tolong kepada tetangga,” kata Asril.
    “Tapi api cepat membesar serta merambat ke kanan kiri yang lokasinya padat penduduk rumah semi permanen,” sambung dia.
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta menyiapkan tiga lokasi yang menjadi posko pengungsian ratusan korban kebakaran Kebon Kosong. Salah satunya di SDN 09 Kebon Kosong.
    “Lokasi pengungsian ada di SDN 09 Kebon Kosong, Masjid Al Ihsan RT 02 RW 05, dan Lapangan Jusuf Hamka,” ujar Isnawa.
    Sebelumnya diberitakan, kebakaran melanda permukiman padat penduduk semipermanen di Jalan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Kebakaran di Kebon Kosong
    , kami terima peristiwa kebakaran pukul 12.25 WIB,” kata Asril.
    Begitu menerima laporan warga, sejumlah personel pemadam kebakaran langsung menuju lokasi kejadian.
    Sebanyak 1.800 warga terdampak kebakaran ini.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Duduk Perkara Bayi Diduga Tertukar di RS Wilayah Cempaka Putih
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        11 Desember 2024

    Duduk Perkara Bayi Diduga Tertukar di RS Wilayah Cempaka Putih Megapolitan 11 Desember 2024

    Duduk Perkara Bayi Diduga Tertukar di RS Wilayah Cempaka Putih
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kasus dugaan
    bayi
    tertukar di salah satu rumah sakit wilayah
    Cempaka Putih
    , Jakarta Pusat, mencuat setelah keluarga MR (27) merasa ada kejanggalan dalam proses kelahiran anaknya.
    Kecurigaan tersebut semakin menguat setelah pemakaman bayi yang meninggal pada 17 September 2024.
    Peristiwa bermula ketika istri MR, FS (27), melahirkan bayi mereka di rumah sakit tersebut pada 16 September 2024.
    Setelah kelahiran, MR berusaha mendokumentasikan momen tersebut, namun upayanya dihalangi oleh pihak rumah sakit.
    “Ketika lahir, saya azan. Terus pertama saya mau minta foto ke susternya, tapi tidak diizinkan. Lalu saya paksa, ‘Ini anak saya, saya mau foto, mau buat dokumentasi ke keluarga’. Akhirnya saya foto itu cepat, fotonya sama video,” kata MR saat dihubungi
    Kompas.com
    , Selasa (10/12/2024).
    Setelah mengazani bayi, MR merasa ada hal yang aneh karena ia tidak diberi kesempatan untuk melihat atau mengetahui lebih lanjut tentang kondisi anaknya.
    “Enggak diperlihatkan lagi jenis kelaminnya apa, enggak dibuka bedongnya, identitasnya ada atau enggak, gitu maksudnya,” ungkapnya.
    Kecurigaan MR semakin bertambah ketika teman-temannya menjelaskan bahwa prosedur kelahiran yang benar adalah orangtua dipertemukan terlebih dahulu dengan anaknya untuk memastikan kondisi fisik bayi.
    Pada sore harinya, bayi yang sebelumnya terlihat sehat tiba-tiba mengalami kondisi kritis. MR diminta menandatangani surat izin untuk pemasangan oksigen.
    “Katanya, ‘Pak tanda tangan dulu aja, Pak. Ini surat izin untuk memasang oksigen’,” ujar MR.
    Keesokan harinya, pada 17 September 2024, MR mendapat kabar bahwa bayinya telah meninggal dunia.
    Ketika jenazah bayi diserahkan, MR dan FS hanya diberi kesempatan melihat tubuh anaknya yang telah dibungkus kain kafan tanpa diperlihatkan secara rinci.
    Setelah melihat foto dokumentasi kelahiran, MR merasa ada yang tidak sesuai.
    “Setelah lihat foto dokumentasi, saya curiga. Badannya besar, panjangnya tidak sesuai dengan surat keterangan lahir yang menyebutkan 47 cm,” jelas MR.
    Merasa ada kejanggalan, MR meminta klarifikasi kepada pihak rumah sakit. Namun, rumah sakit membantah adanya kesalahan dan menyangkal dugaan bayi yang tertukar.
    “Pihak rumah sakit menyangkal ada bayi yang tertukar,” ungkap MR. Meski begitu, kecurigaan terus mengusik keluarga MR.
    Tiga kali mediasi telah dilakukan antara pihak rumah sakit dan keluarga MR, namun hingga kini belum ada kesepakatan yang tercapai.
    Sementara itu, Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menyatakan akan memfasilitasi tes DNA untuk memastikan kebenaran kasus dugaan
    bayi tertukar
    .
    “Kami akan memfasilitasi pemeriksaan DNA untuk mengungkap kebenaran,” kata Dr. Pradono Handojo, Direktur Utama RS Islam Cempaka Putih, dikutip melalui Instagram RS, Selasa (10/12/2024).
    Rumah sakit juga menyatakan akan menanggung seluruh biaya pemeriksaan DNA yang dilakukan oleh orangtua bayi, MR dan FS.
    “Kami akan menanggung biaya yang diperlukan di laboratorium yang dipilih oleh Pak MR dan Bu FS. Semoga ini dapat menjadi jalan kebaikan,” ucap Pradono.
    (Reporter: Febryan Kevin Candra Kurniawan | Editor: Irfan Maullana, Akhdi Martin Pratama)
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.