Category: Kompas.com Metropolitan

  • 9
                    
                        Kisah Iwan Terpaksa Tinggal di Kolong Tol JORR sejak Pandemi Hancurkan Ekonominya
                        Megapolitan

    9 Kisah Iwan Terpaksa Tinggal di Kolong Tol JORR sejak Pandemi Hancurkan Ekonominya Megapolitan

    Kisah Iwan Terpaksa Tinggal di Kolong Tol JORR sejak Pandemi Hancurkan Ekonominya
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Irwan (40), seorang pemulung di bawah kolong tol JORR, Cilandak, Jakarta Selatan, terpaksa tinggal di sana setelah pandemi Covid-19 melumpuhkan penghasilannya.
    Pria asal Tasikmalaya itu awalnya berjualan remote untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama anak dan istri di Jakarta.
    Pandemi membuat ekonomi lesu. Barang dagangan Irwan tak laku. Ia tak mampu lagi membayar kontrakan keluarganya di Jakarta.
    “Karena corona, (penjualan) gonjang-ganjing, sepi gitu. Akhirnya kontrakan enggak kebayar, luntang-lantung saya di jalan,” kata dia di Cilandak, Rabu (11/12/2024).
    Kini, Irwan tinggal bersama istri di bawah kolong tol. Anak mereka pulang ke Tasikmalaya, dititipkan kepada neneknya karena kondisi ekonomi tidak stabil.
    Pemkot Jakarta Selatan melarang Irwan dan istrinya tinggal di kolong tol. Mereka harus mencari tempat tinggal lain.
    Irwan berharap pemerintahan baru menyediakan lapangan pekerjaan agar bisa menghidupi keluarganya.
    “Saya berharap ke Presiden Prabowo, dari hati saya, tolong Bapak, saya minta kerjaan. Minimal saya dapat gaji untuk ngehidupin anak saya yang sekarang empat bulan di kampung,” harap Irwan.
    Pemkot Jakarta Selatan telah merelokasi empat orang yang tinggal di bawah kolong tol JORR di Jalan TB Simatupang, dekat RS Siloam, Cilandak, Rabu (11/12/2024).
    Relokasi dilakukan oleh Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan bersama Satpol PP dan Camat Cilandak.
    “Jadi di sini ditemukan empat warga yang tinggal di bawah kolong, satu suami-istri, sementara dua yang lain tidak punya KTP sama sekali, mereka dari daerah,” kata Djaharuddin, Camat Cilandak, saat ditemui di lokasi, Rabu.
    Djaharuddin menyebut satu pria lansia, satu pasang suami-istri, dan satu pria paruh baya tinggal di lokasi tersebut.
    Menurut Djaharuddin, koordinasi dilakukan dengan
    stakeholder
    terkait untuk mencari solusi tempat tinggal bagi mereka.
    “Kami akan mengarahkan mereka ke rusun atau kepada bos mereka agar tidak lagi tinggal di bawah kolong,” ujar dia.
    Lansia yang tinggal di kolong tersebut telah dipindahkan ke panti milik Dinas Sosial Jakarta.
    “Karena kondisi kesehatan dan umurnya sudah tua, 75 tahun, tadi kita sudah mengamankan dia ke panti Dinas Sosial,” kata Djaharuddin.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Cerita Warga yang Tinggalkan Jakarta, Kembali ke Magelang Jalani "Slow Living"
                        Regional

    1 Cerita Warga yang Tinggalkan Jakarta, Kembali ke Magelang Jalani "Slow Living" Regional

    Cerita Warga yang Tinggalkan Jakarta, Kembali ke Magelang Jalani “Slow Living”
    Tim Redaksi
    MAGELANG, KOMPAS.com
    – Kota
    Magelang
    , Jawa Tengah, dinilai sebagai salah satu kota yang ideal untuk melakukan gaya hidup tenang (
    slow living
    ) atau menjalani masa pensiun.
    Penilaian tersebut, bagi pemerintahan setempat, bak pisau bermata dua; dalam artian positif berarti kenyamanan tempat tinggal, sedangkan artian negatif menyiratkan laju perekonomian yang tidak menarik.
    Mengutip hasil analisis Tim Jurnalisme Data Harian
    Kompas
    , seperti diberitakan
    Kompas.id
    dalam artikel berjudul
    Kedu Raya Kawasan Terbaik untuk Jalani Hidup Tenang
    ada 10 kawasan di Indonesia yang dinilai paling ideal untuk
    slow living
    atau melakoni masa pensiun.
    Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.


    Kawasan Kedu Raya yang meliputi Kabupaten Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Magelang, dan Kota Magelang menduduki peringkat pertama kota ideal dengan skor 70,7.
    Menguntit Kedu Raya terdapat Tasikmalaya Raya (67,2) dan Banyumas Raya (63,3).
    Hasil ini berdasarkan penilaian terhadap 22 variabel yang mewakili biaya hidup, kesejahteraan, keamanan, transportasi, lingkungan, kesehatan, infrastruktur digital, dan tata kelola terhadap seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. 
    Kristianto Kwik (62) melabuhkan diri ke Kota Magelang berdasarkan alasan personal, yakni kembali ke tempat kelahiran.
    Keputusan ini turut dipicu lesunya industri periklanan dan merek yang Kris geluti sejak 1989 di Jakarta. Menurut dia, adanya media sosial mempengaruhi kondisi tersebut.
    Sehingga, pada 2019, Kris dan Winayu (38), istrinya, memutuskan pindah dari apartemen di bilangan Jakarta Timur ke rumah orangtuanya di Kecamatan Magelang Tengah.
    “Di Jakarta, suasananya, orang Jawa bilang,
    kemrungsung
    (buru-buru). Saya nyaman di Magelang,” tuturnya kepada
    Kompas.com
    di rumahnya, Rabu (11/12/2024).
    Udara sejuk menjadi daya tarik, meskipun tingkat kesejukannya antara lima tahun terakhir dan tahun 1982–periode Kris meninggalkan Kota Magelang–jelas berbeda.
    Biaya hidup murah juga menjadi variabel pertimbangan. Menurut Kris, mobilitas di Kota Magelang mudah dan jarak antarlokasi di perkotaan pun dekat.
    Kondisi tersebut tidak berlaku di Jakarta, sehingga akomodasi menjadi beban yang cukup menguras kantong.
    Kini, Kris masih mengerjakan periklanan dan merek ditambah melukis secara penuh waktu.
    Pada medio Agustus 2023, lulusan Desain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini menggelar pameran tunggal pertama di tanah kelahiran.
    “Di sini ada Museum OHD juga yang punya jejaring luas. Bayangan saya pasti komunitas seni di Magelang hidup,” ujarnya yang merujuk museum milik kolektor kenamaan Oei Hong Djien.
    Namun, Kris menekankan, alangkah baiknya seseorang mendapat alasan kuat sebelum memutuskan pindah, sehingga bukan sekadar ikut-ikutan.
    Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kota Magelang Handini Rahayu menyampaikan, penilaian wilayahnya ideal untuk
    slow living
    dan mengisi masa pensiun memunculkan kesan positif dan negatif.
    Positif, berarti menunjukkan kota yang hanya seluas 18,54 kilometer ini nyaman untuk tinggal.
    Negatif, artinya menyiratkan laju atau peluang ekonomi yang kurang menarik sehingga dapat membuat investor berpikir ulang untuk menanamkan uangnya di Kota Tidar.
    Kendati demikian, Handini menyatakan, Pemerintah Kota Magelang terus berupaya memberikan pelayanan dalam berbagai bidang, misalnya, sarana hunian, perekonomian, dan pariwisata.
    Dia mencontohkan, Kota Magelang sudah mengalami defisit luasan lahan permukiman lebih dari 150 hektare. Bahkan, lanjutnya, lebih dari 10.000 penduduk rumah tangga di Kota Magelang tidak punya rumah, belum lagi mereka yang pendatang.
    “Strategi kami adalah mengembangkan perumahan vertikal. Misalnya rumah susun yang di sini sudah ada lima (kompleks),” bebernya kepada
    Kompas.com
    di kantornya, Rabu (11/12/2024).
    Handini menyebutkan strategi antisipasi dampak pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen yang menghubungkan Yogyakarta dan Semarang melalui Magelang juga sedang dirumuskan.
    Nantinya, di pintu keluar tol di kawasan Canguk akan dikembangkan usaha perdagangan dan jasa yang terintegrasi dengan sarana transportasi.
    “Kami juga dekat dengan KSPN Borobudur. Oleh karena itu, kami mengembangkan sektor pariwisata, MICE (
    meeting, incentive, convention, exhibition
    ), serta ekonomi kreatif,” imbuhnya.
    Informasi lebih lengkap terkait artikel “slow living” dapat disimak di sini.
     
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        100 Warga Larang Ibadah Natal di Gereja Cibinong Bogor, Ini Kronologinya
                        Bandung

    2 100 Warga Larang Ibadah Natal di Gereja Cibinong Bogor, Ini Kronologinya Bandung

    100 Warga Larang Ibadah Natal di Gereja Cibinong Bogor, Ini Kronologinya
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com –
     Sebuah video yang menunjukkan aksi penolakan kegiatan peribadatan perayaan Natal di Perumahan Cipta Graha Permai, Kelurahan Sukahati, Kecamatan
    Cibinong
    , Kabupaten Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial.
    Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berbaju hitam bersama warga lainnya menyatakan keberatan atas perayaan Natal di perumahan itu.
    Pria tersebut menjelaskan bahwa ia dan sejumlah warga telah menyampaikan surat penolakan kepada lurah dan kapolsek setempat.
    Pada bagian lain video, seorang pendeta yang mengenakan jas tampak berorasi di depan portal jalan masuk yang telah ditutup oleh warga.
    Kapolsek Cibinong, Kompol Waluyo, membenarkan adanya aksi penolakan terhadap peribadatan Natal tersebut.
    Ia menjelaskan bahwa penolakan itu ditujukan kepada kegiatan ibadah yang akan diselenggarakan oleh Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Tegar di Komplek Perumahan Cipta Graha Permai.
    Aksi penolakan oleh sekelompok warga di perumahan itu terjadi pada Minggu (8/12/2024) sekitar pukul 13.00 WIB.
    “Benar, hari Minggu telah berlangsung aksi penolakan rencana kegiatan peribadatan perayaan Natal GPdI yang dipimpin oleh Pendeta NJW,” kata Waluyo melalui keterangan tertulis, Rabu (11/12/2024).
    Waluyo menjelaskan penolakan itu dilakukan warga setempat dengan cara menutup portal akses jalan menuju gereja.
    Ada kurang lebih 100 orang warga yang menolak dan menutup portal jalan perumahan tersebut.
    Atas penolakan itu, polisi, camat, dan Danramil turun tangan melakukan upaya mediasi dengan para pihak terkait seperti pendeta, pihak RT, hingga lurah.
    “(Penolakan) ini dilatarbelakangi adanya perubahan alih fungsi rumah tinggal menjadi gereja (GPdI) yang berlokasi di Perum Cipta Graha Permai Blok R-1 no. 2 milik Pendeta NJW,” ungkap Waluyo.
    Dalam mediasi, sambung Waluyo, warga tetap menolak alih fungsi rumah tinggal menjadi rumah ibadah maupun gereja.
    Warga menegaskan bahwa jemaat dan Pendeta NJW harus mengikuti prosedur pendirian rumah ibadah sesuai dengan aturan yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 Menteri..
    “Warga menghendaki dan mengizinkan kegiatan ibadah sementara hanya untuk warga Perumahan Cipta Graha Permai dan menolak warga dari luar perumahan masuk. Akhirnya, Pendeta NJW tetap melaksanakan kegiatan ibadah perayaan Natal tersebut dengan dalih toleransi umat beragama dan ternyata kegiatan tersebut sudah berlangsung lama,” ujarnya.
    Karena tidak adanya titik temu, Pendeta NJW meminta izin tetap melaksanakan ibadah dan disetujui untuk dilaksanakan di tempat terbuka, yakni di belakang kantor pemasaran Emerald City areal Perumahan Cipta Graha di lapangan terbuka sekitar pukul 16.00 WIB.
    “Selesai mediasi, (ternyata) Pendeta NJW melakukan orasi di depan portal yang ditutup warga,” ujarnya.
    Usai orasi, para jemaat pergi melakukan ibadah perayaan Natal di tempat yang telah disepakati tersebut dan selesai sekitar pukul 17.30 WIB.
    “Dan dilanjutkan ramah tamah di rumah Pendeta NJW sekitar pukul 18:30 WIB. Setelah itu, seluruh jemaat GPdI meninggalkan lokasi dan selama berlangsung situasi aman, tertib, dan kondusif,” ujar Waluyo.
    “Untuk rencana agenda hari ini akan ada mediasi dari kedua belah pihak yang difasilitasi FKUB dan Forkompincam Wilayah Kecamatan Cibinong untuk mencari penyelesaian,” kata Waluyo.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Mabes TNI Jelaskan Alasan Mayjen Achiruddin Kembali Jabat Komandan Paspampres
                        Nasional

    3 Mabes TNI Jelaskan Alasan Mayjen Achiruddin Kembali Jabat Komandan Paspampres Nasional

    Mabes TNI Jelaskan Alasan Mayjen Achiruddin Kembali Jabat Komandan Paspampres
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Markas Besar (Mabes) TNI menegaskan, penunjukan Mayjen TNI Achiruddin sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) sudah melalui berbagai aspek pertimbangan internal.
    Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Hariyanto merespons kembalinya Achiruddin sebagai Danpaspampres setelah sebelumnya mendapat promosi jabatan sebagai Pangdam VI/Mulawarman pada Surat Keputusan Panglima, 18 Oktober lalu.
    “Penunjukan jabatan dalam tubuh TNI, termasuk posisi Komandan Paspampres, adalah kewenangan internal TNI yang mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kebutuhan organisasi, pengalaman bertugas, prestasi, dan profesionalisme perwira yang bersangkutan,” kata Hariyanto kepada Kompas.com, Rabu (11/12/2024).
    Oleh karena itu, Hariyanto mengatakan bahwa penunjukan Achiruddin adalah hasil keputusan yang diambil dengan penuh pertimbangan.
    Dia menegaskan, penunjukan itu juga demi optimalisasi pengamanan presiden.
    “Mengenai Mayjen TNI Achiruddin, penugasan beliau sebagai Danpaspampres merupakan hasil dari keputusan yang diambil dengan penuh pertimbangan demi mendukung optimalisasi tugas pengamanan Presiden dan Wakil Presiden,” ungkap mantan Kepala Staf Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih ini.
    Sebelumnya, Achiruddin pernah menjabat sebagai Danpaspampres pada Desember 2023, saat Jokowi masih menjabat Presiden. 
    Ia lalu mendapatkan promosi menjadi Pangdam VI/Mulawarman melalui Surat Keputusan Panglima TNI pada 18 Oktober 2024 lalu.
    Namun baru dua bulan, Achirudin kini kembali jadi Danpaspamres untuk memimpin pasukan mengawal Presiden Prabowo Subianto. 
    Penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor 1545/XII/2024 yang diterima Kompas.com pada Senin (9/12/2024).

    “Mayjen Achiruddin, jabatan lama Pangdam VI/Mlw, jabatan baru Danpaspampres,” demikian bunyi dokumen Surat Keputusan Panglima yang telah dibenarkan oleh Pusat Penerangan (Puspen) TNI.
    Sebagai pengganti Achiruddin di Pangdam VI/Mulawarman, Panglima TNI menunjuk Mayjen Rudy Rachmat Nugraha, yang sebelumnya menjabat sebagai Asintel Panglima TNI.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Australia Peringatkan Warganya Tak Kunjungi Pulau Dewata, Pemprov Bali Tetap "Pede"
                        Denpasar

    7 Australia Peringatkan Warganya Tak Kunjungi Pulau Dewata, Pemprov Bali Tetap "Pede" Denpasar

    Australia Peringatkan Warganya Tak Kunjungi Pulau Dewata, Pemprov Bali Tetap “Pede”
    Tim Redaksi
    DENPASAR, KOMPAS.com
    – Pemerintah Australia memperingatkan warganya agar mempertimbangkan kembali rencana liburan ke
    Bali

    Peringatan ini diterbitkan setelah meningkatnya laporan kasus
    demam berdarah
    yang dialami oleh pelancong Australia yang kembali dari Bali.
    Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi Bali yakin tidak akan berdampak pada kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata.
    Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, mengatakan Australia masih mendominasi sebagai negara dengan jumlah kunjungan terbanyak ke Bali. Bahkan, jumlah kunjungan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
    “Saya yakin Australia tahu betul kondisi kita. Bali, karena Bali sebagai second home
    wisatawan Australia
    , apalagi sekarang Australia tetap nomor satu bahkan trennya meningkat terus,” kata dia pada Rabu (11/12/2024).
    Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali untuk mengatasi kasus demam berdarah dengue (DBD) tersebut.
    Selain itu, pihaknya juga telah mengimbau kepada pengelola wisata dan akomodasi wisata untuk menyampaikan kondisi Bali terkini kepada mitra kerja mereka di luar negeri, bahwa Bali masih layak untuk dikunjungi.
    “Kita Pemprov Bali sudah melakukan hal-hal penanggulangan yang memang dirasakan wisatawan,” kata dia.
    Dilansir dari Kompas.com, otoritas kesehatan Australia mencatat lonjakan kasus demam berdarah di berbagai wilayah negaranya, dengan sebagian besar kasus didapatkan dari pelancong yang baru kembali dari Indonesia, terutama Bali.
    Seorang juru bicara Kesehatan Queensland mengungkapkan bahwa demam berdarah sering terjadi di Indonesia, termasuk Bali, terutama selama musim hujan yang berlangsung dari November hingga Maret.
    Dalam dua minggu terakhir, terdapat lima kasus demam berdarah di Cairns yang semuanya berasal dari wisatawan yang kembali dari Bali.
    Atas hal tersebut, Pemerintah Australia mengingatkan warganya untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke daerah yang memiliki risiko tinggi penularan demam berdarah.
    Bagi yang tetap memilih bepergian, penting untuk memprioritaskan langkah pencegahan agar terhindar dari infeksi yang berbahaya ini.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5
                    
                        Harimau Berkeliaran di Perkebunan Lampung, Polisi: Diperkirakan Lebih dari 1 Ekor
                        Regional

    5 Harimau Berkeliaran di Perkebunan Lampung, Polisi: Diperkirakan Lebih dari 1 Ekor Regional

    Harimau Berkeliaran di Perkebunan Lampung, Polisi: Diperkirakan Lebih dari 1 Ekor
    Tim Redaksi
    LAMPUNG, KOMPAS.com
    – Keberadaan
    Harimau Sumatera
    (Panthera tigris sumatrae) di perkebunan warga Kabupaten
    Pesisir Barat
    terdeteksi setelah ditemukan sejumlah tapak jejak di area tersebut.
    Dugaan bahwa lebih dari satu ekor harimau berkeliaran muncul setelah warga menemukan jejak tersebut pada Selasa (10/12/2024).
    Kasat Binmas Polres Pesisir Barat, Inspektur Satu (Iptu) Totok Tri menjelaskan, tapak jejak harimau ditemukan di perkebunan yang terletak di Pekon Rawas dan Pekon Way Napal, Kecamatan Pesisir Selatan.
    “Dari pemeriksaan di lapangan, ditemukan sejumlah tapak khas harimau di beberapa titik. Tapak-tapak itu terdiri dari dua ukuran, besar, dan kecil,” ungkapnya saat dihubungi pada Rabu (11/12/2024).
    Totok menambahkan, dengan adanya dugaan harimau yang berkeliaran, masyarakat diimbau untuk tidak pergi ke kebun seorang diri.
    “Jangan pergi sendirian, harus bersama orang lain, begitu juga jika mengendarai sepeda motor,” tegasnya.
    Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mendekati atau melintasi area di mana jejak harimau ditemukan, karena diperkirakan harimau-harimau tersebut berkeliling di sekitar perkebunan.
    “Khusus malam hari, diimbau tidak melakukan aktivitas di luar maupun bepergian jika melintasi area tersebut,” tambah Totok.
    Dalam video amatir yang diterima, terlihat beberapa tapak jejak harimau tercetak di tanah, berada di beberapa titik yang berdekatan.
    Dalam video berdurasi lima menit tersebut, terlihat beberapa warga mencuri jejak itu.
    Setidaknya terdapat lima bekas tapak jejak harimau dengan ukuran sebesar kepalan pria dewasa, serta tapak lainnya berukuran kecil.
    Pihak berwenang terus memantau situasi dan meminta masyarakat untuk tetap
    waspada
    terhadap keberadaan satwa liar tersebut demi keselamatan bersama.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Motif Penculikan Wanita di Antapani Bandung: Pelaku Cemburu dan Pernah Punya Hubungan Dekat
                        Bandung

    10 Motif Penculikan Wanita di Antapani Bandung: Pelaku Cemburu dan Pernah Punya Hubungan Dekat Bandung

    Motif Penculikan Wanita di Antapani Bandung: Pelaku Cemburu dan Pernah Punya Hubungan Dekat
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Polisi mengungkapkan bahwa motif di balik penculikan seorang wanita di Antapani, Kota Bandung, adalah rasa sakit hati dan cemburu.
    Korban dan pelaku, yang diketahui memiliki
    hubungan dekat
    , terlibat dalam insiden ini.
    “Motifnya adalah sakit hati dan cemburu,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Polisi Abdul Rachman, dalam rilis di Mapolrestabes Bandung, Rabu (11/12/2024).
    Abdul menjelaskan bahwa hubungan antara pelaku dan korban dimulai pada tahun 2014, saat korban sedang dalam proses perceraian.
    “Prosesnya dimulai dari 2014 ketika korban ini dalam proses perceraian dengan suaminya, kemudian mengenal pelaku yang berinisial D,” ucap Abdul.
    Dari keterangan yang diperoleh, pelaku dan korban pernah menikah siri, meskipun hal ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
    “Keterangan yang kami peroleh dari korban menyatakan bahwa mereka pernah menikah siri, tetapi kami perlu memverifikasi dengan surat-surat pendukung,” tambahnya.
    Korban kemudian meminta untuk putus, yang menyebabkan pelaku merasa sakit hati dan cemburu.
    Pada Minggu (8/12/2024), pelaku DSA bersama tiga rekannya mendatangi kediaman korban dan memaksa korban, yang berinisial SA, masuk ke dalam mobil.
    “Selama kurang lebih delapan jam, pelaku dan korban berada di dalam mobil, dan informasi dari korban menyebutkan tidak ada kekerasan,” jelas Abdul.
    Selama di dalam mobil, pelaku hanya mencabut SIM card ponsel korban.
    “SIM card dicabut mungkin untuk menghapus komunikasi, atau alasan lain yang dipikirkan oleh pelaku,” ungkapnya.
    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa kasus penculikan ini bermula saat pelapor mendengar teriakan minta tolong dari ibunya, SA, yang diancam dan dibawa paksa oleh dua orang pelaku ke dalam mobil jenis Xenia.
    “Tersangka saat itu membawa senjata api,” kata Jules.
    Di dalam mobil, korban dibawa berkeliling di seputaran Kota Bandung selama kurang lebih delapan jam sebelum akhirnya diturunkan di daerah Pasir Impun.
    “Salah satu pelaku mencari ojek untuk mengantarkan korban kembali ke rumahnya,” ujarnya.
    Penyidik Polrestabes Bandung, bersama Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, berhasil menangkap empat pelaku berinisial AS (35), TA (51), AT (51), dan DAS (48) pada Selasa (10/12/2024).
    Barang bukti yang diamankan termasuk kendaraan Xenia yang digunakan pelaku dan sepucuk senjata api jenis Sig Sauer beserta amunisinya.
    “Para pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan diduga melanggar pasal 328 dan atau pasal 333 KUHP, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara untuk pasal 328 dan 8 tahun penjara maksimal untuk pasal 333,” jelas Jules.
    Sebelumnya, rekaman dugaan penculikan ini beredar di media sosial.
    Video berdurasi 43 detik menunjukkan momen saat penculikan terjadi, dengan mobil merah terparkir di depan rumah korban di Jalan Sukanagara Asri, Antapani, Kota Bandung.
    Dalam rekaman tersebut, seorang pria mengenakan jaket hoodie terlihat menodongkan senjata ke arah wanita dan menarik paksa korban ke dalam mobil.
    Setelah delapan jam berkeliling, korban akhirnya diturunkan di wilayah Pasir Impun dan diantarkan oleh tukang ojek ke kediamannya di Antapani, Bandung, sekitar pukul 20.30 WIB.
    Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami syok.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tawuran Pecah di Bogor Selatan, Satu Orang Dibacok
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        11 Desember 2024

    Tawuran Pecah di Bogor Selatan, Satu Orang Dibacok Megapolitan 11 Desember 2024

    Tawuran Pecah di Bogor Selatan, Satu Orang Dibacok
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com

    Tawuran
    antar dua kelompok pemuda terjadi di Jalan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (10/12/2024) sekitar pukul 02.00 WIB.
    Akibat bentrokan tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka bacok.
    “Betul ada
    tawuran
    di Jalan Genteng. Tapi belum diketahui apakah geng motor atau tawuran warga masih kita identifikasi. Dari rekaman CCTV memang ada satu orang korban,” ucap Kapolsek Bogor Selatan AKP Maman Firmansyah saat dihubungi Kompas.com, Rabu (11/12/2014).
    Mendapat laporan tawuran dari warga sekitar, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian.
    Dari keterangan saksi di sekitar TKP, satu orang korban mengalami luka luka bacok di bagian perut dan sempat mendapat perawatan di rumah sakit.
    Korban juga diketahui bukan warga sekitar dan polisi masih mendalami lebih lanjut identitas korban dan pelaku.
    “Ada kemungkinan korban juga terlibat sebagai pelaku sehingga merasa takut untuk melapor,” jelas Maman.
    Maman menambahkan, lokasi tawuran kemungkinan sudah direncanakan sebelumnya melalui media sosial.
    “Tidak ada warga sekitar kemungkinan modusnya saat ini, mereka janjian di lokasi tertentu melalui media sosial, lalu melakukan aksi pada dini hari. Lokasinya juga berpindah-pindah untuk menghindari penangkapan,” jelas dia.
    Polisi saat ini sedang melakukan pengejaran dan identifikasi terhadap para pelaku yang terlibat dalam tawuran tersebut.
    “Kami tetap menelusuri informasi lebih lanjut dan akan memproses kasus ini,” ucap Maman.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mayat Bayi Ditemukan di Lahan Warga Bali, Ada Surat Wasiat 
                
                    
                        
                            Denpasar
                        
                        11 Desember 2024

    Mayat Bayi Ditemukan di Lahan Warga Bali, Ada Surat Wasiat Denpasar 11 Desember 2024

    Mayat Bayi Ditemukan di Lahan Warga Bali, Ada Surat Wasiat
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Sesosok
    mayat bayi
    perempuan ditemukan di lahan milik warga di Jalan Nusa Indah 1, Banjar Negara Kaja, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (11/12/2024) pagi.
    Saat ditemukan, jasad bayi tersebut berada di dalam tas belanja berwarna abu-abu dan dilengkapi dengan sepucuk
    surat wasiat
    .

    Mayat bayi
    ini memiliki panjang 45 centimeter, berjenis kelamin perempuan, dengan tali pusar masih menempel,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Badung, Ipda I Putu Sukarma, pada Rabu.
    Penemuan mayat bayi ini bermula ketika saksi, I Nyoman Surada, yang sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja, melihat tas abu-abu yang tergeletak di bawah pohon sekitar pukul 07.30 Wita.
    Merasa curiga, ia memanggil warga lainnya untuk memeriksa isi tas tersebut.
    “Mereka pun sontak terkejut saat melihat isi tas tersebut ternyata mayat bayi,” kata Sukarma.
    Kejadian ini segera dilaporkan kepada aparat Polsek Mengwi.
    Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
    “Hasil olah TKP menunjukkan bahwa mayat bayi ditemukan dalam tas belanja plastik warna abu-abu, dibungkus dengan selimut, serta terdapat selembar surat wasiat di atas kertas karton,” tambahnya.
    Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku pembuangan mayat bayi tersebut.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5 Fakta Penculikan Wanita di Bandung, Korban Disekap 8 Jam Diduga karena Sakit Hati
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        11 Desember 2024

    5 Fakta Penculikan Wanita di Bandung, Korban Disekap 8 Jam Diduga karena Sakit Hati Bandung 11 Desember 2024

    5 Fakta Penculikan Wanita di Bandung, Korban Disekap 8 Jam Diduga karena Sakit Hati
    Editor
    KOMPAS.com
    – Seorang wanita bernama Santi (49) menjadi
    korban penculikan
    di kawasan Jalan Sakanagara Asri, Antapani, Kota
    Bandung
    , Minggu (8/12/2024).
    Kasus ini viral di media sosial setelah video berdurasi 43 detik detik-detik penculikan yang dilakukan sekelompok pria dengan senjata api.
    Korban berhasil selamat namun mengalami trauma usai kejadian tersebut.
    Berikut sederet fakta kasus penculikan wanita di Bandung:
    Penculikan ini bermula saat Santi baru pulang dari arisan tiba-tiba dihampiri sebuah mobil merah tanpa pelat nomor polisi.
    Lalu ada dua pria keluar dari mobil, salah satunya menodongkan benda yang diduga senjata. Santi kemudian dipaksa masuk ke dalam kendaraan tersebut.
    Berdasarkan keterangan awal, korban dibawa berkeliling di sekitar Kota Bandung selama sekitar delapan jam.
    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Abdul Rahman menduga bahwa orang yang memesan ojek untuk memulangkan korban ini adalah salah satu pelaku.
    “Tiba-tiba si tukang ojek ini diberhentikan oleh seseorang. Kami duga (seseorang) ini merupakan salah satu pelaku. (Tukang ojek) diberhentikan, bahwasanya ada yang butuh tumpangan,” kata Abdul.
    Menurut Abdul, terduga pelaku ini memarkirkan kendaraannya di sekitar PD Kantor Kebersihan, sehingga tukang ojek dan pelaku berboncengan menuju ke lokasi tersebut.
    “Mereka berboncengan antara tukang ojek dengan satu diduga pelaku, ke parkiran PD Kantor Kebersihan. Dari situ turunlah salah satu laki-laki dan perempuan yang diduga korban ini, yang (terduga pelaku) mengaku bahwasannya ini istri dia, dan minta diantarkan ke rumah yang bersangkutan,” ucap Abdul.
    Sekitar pukul 20.30 WIB, korban pun akhirnya tiba di kediamannya di wilayah Antapani, Kota Bandung.
    Tukang ojek bernama Gian (58) menceritakan saat dirinya mengantar pulang Santi.
    “Saat itu saya sedang di depan Bukit Pajajaran, tiba-tiba ada bapak-bapak yang menghentikan saya. Dia bilang, ‘Hayo ke atas,’ dan saya pun berhenti,” ujar Gian saat ditemui di Jalan Pasir Impun, Kota Bandung, Senin (9/12/2024).
    Meski tidak mengenal orang tersebut, Gian mengikuti permintaannya karena membutuhkan jasa ojek.
    Keduanya lalu berboncengan menuju lokasi yang dituju, yakni kantor PD Kebersihan Bandung Timur.
    “Saya enggak hafal (tidak tahu) siapa, karena saat itu juga gelap. Saya dibawa ke depan PD Kebersihan,” katanya.
    Setibanya di kantor PD Kebersihan Bandung Timur, orang tak dikenal itu meminta Gian berhenti. Gian menghentikan motornya tepat di depan sebuah mobil.
    “Saya berhentikan motor di depan mobilnya, lalu keluarlah si ibu sama bapaknya,” ujar Gian.
    Ia menambahkan, saat itu kondisi korban terlihat menangis. Setelah itu, orang tak dikenal tersebut meminta Gian untuk mengantarkan korban ke rumahnya.
    Sat di jalan, korban masih terlihat menangis dan mengatakan bahwa dirinya diculik.
    Gian mencoba menenangkan korban hingga sampai di depan rumah, kemudian dibayar ongkos Rp 67.000.
    “Sesampai di rumah ibunya, saya sama petugas kembali ke PD. Udah gitu saja,” tutupnya.
    Polisi berhasil menangkap empat pelaku berinisial AS AS (35), TA (51), AT (51), dan DAS (48) di sebuah kontrakan di Kawasan Arcamanik, Kota Bandung.
    Otak penculikan ini adalah DAS yang mengajak tiga rekannya untuk melakukan aksinya itu.
    Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, antara pelaku dan korban ternyata saling mengenal.
    “Untuk masing-masing dari pelaku tersebut, otak dari pelaku adalah DA yang mengajak ketiga orang tersangka lainnya,” ucapnya.
    Korban mengaku disekap dan dilakban selama di dalam mobil penculikan tersebut.
    “Dari keterangan korban, seharusnya diperiksa memang tidak ada kekerasan fisik. Hanya saja, korban disekap di dalam mobil dengan posisi duduk di tengah, mulutnya dilakban, dan tercium bau minuman keras,” ujar Budi di Mapolrestabes Bandung, Selasa (10/12/2024).
    Budi menambahkan bahwa kasus penculikan ini memiliki unsur pribadi yang dilatarbelakangi sakit hati.
    “Saya melihat untuk kasus ini memang ada unsur pribadi. Penculikan ini, berdasarkan keterangan sementara, terjadi karena korban dikenal oleh pelaku, yang merasa sakit hati terhadapnya,” jelas Budi.
    Namun, pihak kepolisian belum dapat merinci bentuk sakit hati tersebut dan masih melakukan pendalaman.
    “Ini masih kita dalami. Kita akan menjelaskan setelah para tersangka memberikan keterangan lebih lanjut,” tambahnya.
    Budi menyebut, DAS sebagai otak penculikan ternyata berprofesi sebagai pengusaha dan karyawan swasta.
    DAS mengajak tiga rekannya untuk menagih utang kepada korban dengan iming-iming uang. DAS ditangkap di sebuah kontrakan di Jalan Arcamanik, Bandung.
    “DAS membawa senjata api (diduga mainan), menodongkan ke korban, lalu memaksa korban masuk ke kendaraan,” ujar Budi di Mapolrestabes Bandung, Selasa (10/12/2024).
    AS membantu menarik korban ke dalam kendaraan, merental mobil, dan ikut dalam kendaraan dengan posisi duduk di belakang.
    AS ditangkap di rumahnya pukul 04.00 WIB. TA, yang duduk di kursi depan kendaraan, juga diajak DAS dengan janji uang.
    Pelaku diamankan di kontrakan sekitar pukul 04.30 WIB.
    Sementara itu, AT berperan mengemudikan kendaraan dan menghentikan ojek pangkalan untuk mengantar korban pulang.
    AT ditangkap di rumah saudaranya di Cibiru, Bandung.
    Polisi menyita barang bukti berupa senjata api yang diduga mainan dan mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi Z-1227-VA warna abu-abu.
    Para pelaku dijerat Pasal 328 KUHP dan Pasal 333 KUHP tentang penculikan dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.
    Sumber: Kompas.com (Agie Permadi, Teuku Muhammad Valdy Arief)
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.