Category: Kompas.com Metropolitan

  • KJP 146.094 Pelajar Dicabut, Komisi E Minta yang Masih Layak Diberikan Kembali
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        13 Desember 2024

    KJP 146.094 Pelajar Dicabut, Komisi E Minta yang Masih Layak Diberikan Kembali Megapolitan 13 Desember 2024

    KJP 146.094 Pelajar Dicabut, Komisi E Minta yang Masih Layak Diberikan Kembali
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jakarta, Agustina Hermanto, meminta
    Dinas Pendidikan
    menghidupkan kembali
    Kartu Jakarta Pintar
    (KJP) Plus untuk siswa yang masih layak mendapatkannya. 
    “Kami ingin yang kemarin dicabut atau dimatikan yang memang layak dapat dihidupkan kembali,”ujar Agustina dalam rapat bersama Disdik yang berlangsung di Gedung DPRD Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/12/2024).
    Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi penyebab pencabutan 146.094 status kepemilikan KJP yang dilakukan berdasarkan pemadanan data dan verifikasi pada Tahap II Tahun 2024.
    Komisi E pun akan memantau evaluasi Dinas Pendidikan (Disdik) terkait
    verifikasi data
    penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.
    “Setelah itu nanti kami lihat (hasilnya), kami evaluasi beberapa hari ke depan itu dijalankan enggak sama Dinas Pendidikan,” 
    Agustina menyoroti bahwa banyak penerima KJP Plus yang statusnya dicabut tidak sesuai dengan kriteria dan masih layak untuk menerima kembali bantuan tersebut.
    Namun, ia juga menekankan pentingnya penjelasan dari Disdik jika terdapat pelajar yang memang tidak layak menerima KJP.
    “Tapi kalau memang pendataan ternyata memang faktanya punya mobil atau salah sasaran, kalau begitu silakan dijelaskan,” kata Agustina.
    Pemadanan data dan verifikasi pendaftar KJP Plus pada tahap II Tahun 2024 telah dilakukan terhadap 669.716 pendaftar, dengan anggaran yang disesuaikan untuk menampung maksimal 523.622 penerima KJP Plus.
    Akibatnya, 146.094 pelajar terpaksa kehilangan akses ke program bantuan ini.
    Setelah rapat, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Sarjoko, menjelaskan penyebab terputusnya KJP bagi sejumlah pelajar.
    “Kalau itu pasti hanya kasuistik. Kami tetap ingin harus tepat sasaran. Tapi tepat sasarannya harus seleksi dengan parameter-parameter,” ungkap Sarjoko.
    Sarjoko menambahkan bahwa Disdik akan melakukan verifikasi untuk menentukan apakah siswa memenuhi syarat sebagai penerima KJP atau tidak.
    “Kami memverifikasi dengan data sekunder tadi. Datanya dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), Bapenda (Badan Pendapatan Daerah), Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) sebagai alat untuk meyakini supaya tepat sasaran,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Cari Mahasiswi UI yang Dilaporkan Hilang 2 Hari Lalu
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        13 Desember 2024

    Polisi Cari Mahasiswi UI yang Dilaporkan Hilang 2 Hari Lalu Megapolitan 13 Desember 2024

    Polisi Cari Mahasiswi UI yang Dilaporkan Hilang 2 Hari Lalu
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Polisi tengah mencari mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) bernama Cut Febilia Darra Salwa yang dilaporkan hilang sejak Rabu (12/12/2024).
    Kapolres Metro Depok Kombes (Pol) Arya Perdana mengatakan, keluarga Cut Febilia Darra Salwa sudah membuat laporan terkait hilangnya mahasiswi itu.
    “Sudah (buat laporan) kemarin (Rabu 12 Desember 2024),” kata Arya saat dikonfirmasi, Jumat (13/12/2024).
    Saat ini polisi tengah mencari keberadaan mahasiswi tersebut.
    “Lagi kami upayakan cari,” ungkapnya.
    Berdasarkan edaran yang tersebar di media sosial, Febilia terakhir dilihat di gedung Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI dengan hasil deteksi terakhir dari ponselnya berada di Pesona Square Mall.
    Ciri-ciri fisik Febilia diperkirakan memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter, dengan pakaian terakhir mengenakan kerudung hitam, sweater biru tua berpola kuning, dan jins biru.
    “Mohon bantuannya untuk menginformasikan apabila ada yang melihat dan mengetahui informasi mengenai Cut Febilia Darra Salwa (FH UI 2023) yang sudah
    lost contact
    dari teman dan keluarganya sejak hari Rabu, 11 Desember 2024 pukul 10.30 pagi,” isi dalam edaran tersebut.
    Bagi pihak yang mengetahui informasi atau keberadaan Febilia dapat menghubungi 081212623848 atas nama Rindu.
    Edaran pencarian Febilia sempat diunggah dalam akun media sosial Instagram Letnan Jenderal (Mar) Suhartono @suhartono323 yang merupakan mantan ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Usai Membunuh, Suami di Cengkareng Menginap Dua Hari Bersama Jasad Istri
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        13 Desember 2024

    Usai Membunuh, Suami di Cengkareng Menginap Dua Hari Bersama Jasad Istri Megapolitan 13 Desember 2024

    Usai Membunuh, Suami di Cengkareng Menginap Dua Hari Bersama Jasad Istri
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Seorang pria bernama Sobirin (35) di Cengkareng, Jakarta Barat, menginap bersama jasad istrinya, Ida Haryati (41), selama dua hari setelah melakukan pembunuhan.
    “Iya, diperkirakan begitu (Sobirin menginap bersama jasad istrinya),” ujar Kapolsek Cengkareng, Kompol Abdul Jana pada Jumat (13/12/2024).
    Setelah dua hari bersembunyi, Sobirin ditemukan tewas gantung diri di dekat jasad istrinya.
    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa Ida diperkirakan telah meninggal dunia selama dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan.
    “Sedangkan yang laki-lakinya, (diperkirakan sudah meninggal dunia selama) 2 jam hingga 12 jam sebelum akhirnya ditemukan,” tambah Andri.
    Keduanya ditemukan tewas di rumah mereka di Kapuk, Cengkareng, pada Rabu (11/12/2024) pukul 08.00 WIB.
    Sobirin ditemukan dalam kondisi tergantung pada kayu plafon kamar, sementara Ida tergeletak tak bernyawa di lantai kamar.
    Kapolsek Cengkareng, Kompol Abdul Jana, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, hubungan Sobirin dan Ida telah tidak harmonis selama beberapa bulan terakhir.
    “Bahkan, Ida sudah tidak tinggal serumah dengan suaminya,” kata Jana.
    Sebelum kejadian, Ida sempat meminta izin untuk berpisah dan menyatakan niatnya untuk menikah dengan pria lain.
    Seorang saksi mata, yang merupakan tetangga korban, mengungkapkan bahwa malam sebelum peristiwa tragis tersebut, keduanya terlihat bertengkar hebat di depan rumah.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        Tolak Berdamai, Orangtua Dokter Koas Unsri yang Dianiaya Minta Pelaku Diproses Hukum
                        Regional

    2 Tolak Berdamai, Orangtua Dokter Koas Unsri yang Dianiaya Minta Pelaku Diproses Hukum Regional

    Tolak Berdamai, Orangtua Dokter Koas Unsri yang Dianiaya Minta Pelaku Diproses Hukum
    Tim Redaksi
    PALEMBANG, KOMPAS.com
    – Keluarga Muhammad Luthfi, dokter koas Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) yang menjadi korban penganiayaan, mendesak agar pelaku berinisial DT diproses sesuai hukum oleh Polda Sumatera Selatan.
    Peristiwa tersebut menyebabkan Luthfi mengalami luka memar di wajah dan syok berat setelah dipukul secara berulang oleh DT, yang saat ini masih menjalani pemeriksaan di Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel.
    “Kami sudah melaporkan kejadian ini ke polisi dan berharap pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia,” kata Wahyu Hidayat, ayah Luthfi, saat ditemui di RS Bhayangkara M Hasan Palembang, Jumat (13/12/2024).
    Wahyu menyayangkan peristiwa penganiayaan tersebut karena pendidikan seorang dokter memerlukan perjuangan yang tidak mudah. Ia berharap agar keadilan ditegakkan atas kejadian ini.
    “Kami merasa kecewa dengan peristiwa ini, dan keadilan harus ditegakkan,” ujarnya.
    Sejak peristiwa tersebut mencuat ke publik, Wahyu mengaku belum ada perwakilan keluarga DT yang menemui mereka.
    Meski demikian, ia mengatakan bahwa keluarga Luthfi juga belum bersedia menemui pihak pelaku karena lebih fokus pada pemulihan anaknya.
    “Belum ada yang menemui, dan kami juga belum bersedia. Biarkan saja proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Kami serahkan seluruhnya kepada polisi,” ungkapnya.
    Sementara itu, DT, pelaku penganiayaan Luthfi, mengungkapkan keinginannya untuk berdamai.
    Kuasa hukum DT, Titis Rachmawati, menyatakan bahwa pihak keluarga pelaku siap bertanggung jawab dan menanggung seluruh biaya pengobatan Luthfi.
    “Saya datang ke sini (Mapolda Sumsel) membawa DT dengan niat baik, memohon maaf, dan bertanggung jawab menemui keluarga korban. Kami akan berusaha sebijak mungkin. LD (pelaku) juga terganggu secara emosional akibat kejadian ini,” kata Titis saat berada di Mapolda Sumsel, Jumat (13/12/2024).
    Titis menegaskan bahwa kekerasan dalam dunia pendidikan, terutama terhadap calon dokter, tidak dapat dibenarkan.
    Ia menyebutkan bahwa tindakan penganiayaan tersebut dipicu oleh emosi sesaat.
    Sebagai kuasa hukum, Titis berjanji akan berusaha mencari solusi damai dan akan menemui pihak fakultas untuk meminimalisir permasalahan ini.
    “Kami akan upayakan mediasi dan bertanggung jawab atas biaya pengobatan. Kami juga akan menemui dekan dan kaprodi untuk mengurangi dampak masalah ini,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Fahira Idris Salurkan Bantuan Pangan dan Sandang kepada Korban Kebakaran Kawasan Kebon Kosong
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        13 Desember 2024

    Fahira Idris Salurkan Bantuan Pangan dan Sandang kepada Korban Kebakaran Kawasan Kebon Kosong Megapolitan 13 Desember 2024

    Fahira Idris Salurkan Bantuan Pangan dan Sandang kepada Korban Kebakaran Kawasan Kebon Kosong
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI)
    Jakarta

    Fahira Idris
    memberikan bantuan sosial berupa kebutuhan pangan dan sandang kepada korban
    kebakaran
    kawasan pemukiman padat Kebon Kosong.
    Bantuan tersebut disalurkan di tenda posko korban Jalan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2024).
    “Beberapa aspirasi warga yang menurut saya perlu segera ditindaklanjuti adalah kemudahan dalam mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan dan dokumen penting lainnya yang ikut terbakar,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat.
    Fahira mengungkapkan, tenda pengungsian harus dilengkapi fasilitas penanganan medis yang optimal dan ramah anak-anak, lansia, serta ibu hamil.
    “Pemerintah perlu segera mengambil langkah jangka pendek, misalnya penyediaan tempat tinggal sementara untuk warga, sekaligus segera menyusun rencana rekonstruksi atau membangun kembali rumah warga yang terbakar,” lanjutnya.
    Selain itu, Fahira turut menilai bahwa penataan lokasi kebakaran juga harus diperhatikan dengan cara membangun berbagai fasilitas, seperti
    septic tank
    komunal, sumur resapan, dan fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan bersama.
    “Saya berharap Pemerintah Daerah Khusus Jakarta juga sudah mulai memikirkan dan merancang pembangunan kembali permukiman warga baik rumah yang lebih layak huni, sekaligus penataan lingkungan agar lebih tertata baik,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banjir Rob di Muara Angke Ganggu Akses ke Pelabuhan Kali Adem
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        13 Desember 2024

    Banjir Rob di Muara Angke Ganggu Akses ke Pelabuhan Kali Adem Megapolitan 13 Desember 2024

    Banjir Rob di Muara Angke Ganggu Akses ke Pelabuhan Kali Adem
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com

    Banjir rob di Muara Angke
    , Jakarta Utara menganggu akses menuju Pelabuhan Kali Adem, Jumat (13/12/2024).
    “Itu sangat menghambat untuk kunjungan, jangankan untuk wisatawan, kami sendiri sangat terhambat,” ucap Andy Irham Kepala Satuan Laksana Lalu Lintas Angkutan Laut dan Pelayanan Jasa Unit Penyelenggara Pelabuhan Daerah Kali Adem Muara Angke, saat diwawancarai, Jumat.
    Bahkan, kendaraan milik Dinas Perhubungan (Dishub) yang ada di Pelabuhan Kali Adem juga tidak bisa beroperasi.
    “Bahkan, kendaraan kami pun tidak bisa lewat, banyak anggota kami karena sampai malam rob-nya sehingga menginap di sini,” tambah Andy.
    Akibat banjir rob ini banyak masyarakat yang kesulitan menuju ke Pelabuhan Kali Adem.
    Pasalnya, satu-satunya akses menuju ke Pelabuhan Kali Adem sendiri harus melewati RW 22, Penjaringan, Jakarta Utara.
    Namun, wilayah RW 22 sendiri sudah menjadi langganan banjir rob bertahun-tahun.
    Andy mengungkapkan, sebenarnya ada akses lain untuk menuju ke Pelabuhan Kali Adem selain dari RW 22.
    Namun, akses itu milik Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta.
    Dinas Perhubungan juga sudah mengajukan agar lahan itu bisa dijadikan akses menuju Pelabuhan Kali Adem.
    “Sebetulnya ada, akses kita di ujung sana. Cuma belum jalan karena lahannya punya KPKP bukan Dinas Perhubungan. Sudah mengajukan semenjak pembangunan ini, akses itu dipinta,” tambah Andy.
    Di sisi lain, Andy mengungkapkan, sudah ada perbaikan saluran sehingga genangan banjir rob di sekeliling Pelabuhan Kali Adem Muara Angke tidak terlalu dalam lagi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Terima Hasil Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil: Pengabdian kepada Bangsa dan Negara Tidak Berakhir
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        13 Desember 2024

    Terima Hasil Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil: Pengabdian kepada Bangsa dan Negara Tidak Berakhir Megapolitan 13 Desember 2024

    Terima Hasil Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil: Pengabdian kepada Bangsa dan Negara Tidak Berakhir
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1
    Ridwan Kamil
    menegaskan, pengumuman hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta bukanlah akhir pengabdian. 
    Gubernur Jawa Barat (Jabar) periode 2018-2023 itu menyampaikan, akan terus mengisi ruang-ruang pengabdian untuk bangsa dan negara. Dia juga akan terus memberikan sebanyak-banyaknya manfaat kepada masyarakat. 
    ”Bagi kami berdua (Ridwan Kamil-Suswono), tidak ada kata akhir dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya pria yang akrab disapa Kang Emil  pada Jumat (13/12/2024),
    Kang Emil menegaskan, pihaknya selalu mempunyai cita-cita, rasa pengabdian, dan akan selalu berada di ruang-ruang itu dalam bentuk apa pun. 
    “Karena pintu mengabdi kepada bangsa dan negara itu banyak,” ungkapnya dalam siaran persnya.
    Kang Emil meyakini bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang hidupnya bermanfaat untuk masyarakat. 
    Dia menegaskan, idealisme itu akan terus dibawa dalam perjalanan-perjalanan Ridwan Kamil-Suswono (
    RIDO
    ) berikutnya. Keduanya percaya, hasil
    Pilkada Jakarta
    merupakan yang terbaik untuk semua, khususnya masyarakat Jakarta. 
    ”Dengan penuh keikhlasan dan kelegowoan, dengan penuh banyak pertimbangan, untuk kepentingan yang lebih besar, kami menyatakan menerima hasil Pilkada Jakarta dan menyampaikan selamat kepada Mas Pram dan Bang Rano. Saya kira itu. Terima kasih,” katanya. 
    Ridwan Kamil juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jakarta, khususnya yang sudah menitipkan aspirasi dan kepercayaan kepada pasangan RIDO. 
    Dia juga berterima kasih kepada partai pengusung dan pendukung, organisasi masyarakat, relawan, serta seluruh tim pemenangan, termasuk awak media yang terus membersamai pasangan RIDO.
    ”Walaupun materi gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sudah siap. Kami menemukan banyak sekali fakta, banyak sekali substansi dan temuan-temuan yang perlu diklarifikasi dan konfirmasi,” katanya. 
    Namun, kata dia, pihaknya bermusyawarah bersama dengan masukan-masukan dari para tokoh, para ahli, pimpinan-pimpinan untuk membatalkan gugatan tersebut.
    “Akhirnya, pasangan RIDO memutuskan untuk menerima hasil Pilkada Jakarta yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD),” terangnya.
    Hal tersebut, kata Ridwan Kamil, juga dilakukan demi pembelajaran demokrasi yang damai dan simpati kepada warga Jakarta yang dikhawatirkan lelah dengan rentetan proses pemilu yang panjang. 
    Selain ucapan selamat kepada Pramono Anung-Rano Karno, Ridwan Kamil turut menyampaikan terima kasih kepada Dharma Pongrekun-Kun Wardana atas kompetisi di Pilkada Jakarta.  
    Dia menegaskan, semua hal dalam kontestasi tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi pasangan Ridwan Kamil-Suswono. 
    Ridwan Kamil berharap, pemenang Pilkada Jakarta dapat menunaikan amanah dan bekerja dengan baik. 
    ”Kami izin menitipkan aspirasi-aspirasi yang datang kepada pasangan RIDO. Karena kurang lebih hampir 40 persen suara kami, yang tentu itu sangat besar dan harus diperhatikan aspirasinya dalam pembangun Jakarta lima tahun ke depan,” katanya. 
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Remaja Pembunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Sempat Pamit Tidur, lalu Tikam Keluarganya
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        13 Desember 2024

    Remaja Pembunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Sempat Pamit Tidur, lalu Tikam Keluarganya Megapolitan 13 Desember 2024

    Remaja Pembunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Sempat Pamit Tidur, lalu Tikam Keluarganya
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – MAS (14), remaja pembunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, sempat berpamitan ke keluarganya untuk tidur sebelum menikam ayah, ibu, dan neneknya pada Sabtu (30/11/2024) dini hari.
    Sebelum berpamitan untuk tidur, MAS juga sempat bercanda dan bercengkrama bersama ayah dan ibunya, APW (40) dan AP (40).
    “Bahkan pelaku pamit terlebih dahulu mau tidur. Jadi jam 23.00 WIB, dia masuk kamar ibu bapaknya (untuk berpamitan). Dia tidur di atas, dia masuk dulu, ‘Mama, aku tidur dulu’,” kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, saat ditemui di Lebak Bulus, Jumat (13/12/2024).
    Tak lama setelah itu, MAS menikam ayah, ibu, dan neneknya saat ketiganya terlelap. 
    Nurma mengatakan, hingga saat ini, ibu MAS, AP, masih belum percaya dengan peristiwa yang terjadi pada malam itu. Sebab, beberapa jam sebelumnya, suasana keluarga begitu hangat.
    “Jadi dia (AP), sampai diperiksa masih membayangkan bahwa pada malam itu, situasi keluarga sangat bahagia. Itu maka ibunya sampai detik ini tidak percaya kalau anaknya yang melakukan,” kata Nurma.
    Diberitakan sebelumnya, MAS membunuh ayahnya, APW (40), dan neneknya, RM (69) di kediaman mereka di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024).
    Bukan hanya ayah dan nenek, MAS juga berupaya membunuh ibundanya, AP (40), menggunakan sebilah pisau yang dia ambil dari dapur rumah.
    Pisau itu sudah lebih dulu MAS gunakan untuk menghabisi nyawa APW dan RM.
    Dengan kondisi bersimbah darah akibat luka tusuk, AP berhasil selamat setelah melompat dari pagar rumah demi menghindari kejaran anak kandungnya.
    Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati.
    Sementara RM dan APW, sudah terkapar di lantai dasar rumah dua lantai itu.
    Usai pembunuhan ini, MAS meninggalkan rumah dengan berjalan cepat. Dia juga membuang pisau di tengah perjalanan.
    Seorang petugas keamanan memanggil MAS. Hanya saja, dia ketakutan hingga akhirnya lari ke arah lampu merah Karang Tengah.
    Namun, upaya melarikan diri ini gagal karena MAS berhasil ditangkap oleh petugas keamanan perumahan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Buruh Bekasi Setuju Kenaikan Upah 6,5 Persen, Bakal Jadi UMK Tertinggi di Indonesia
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        13 Desember 2024

    Buruh Bekasi Setuju Kenaikan Upah 6,5 Persen, Bakal Jadi UMK Tertinggi di Indonesia Megapolitan 13 Desember 2024

    Buruh Bekasi Setuju Kenaikan Upah 6,5 Persen, Bakal Jadi UMK Tertinggi di Indonesia
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com
    – Sekretaris DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Fajar Winarno mengungkapkan, buruh di Kota Bekasi telah sepakat untuk menaikkan Upah Minimum Kota (UMK) sebesar 6,5 persen untuk tahun 2025.
    Dengan persentase ini, UMK di Kota Bekasi akan meningkat sebesar Rp 347.322, dari Rp 5.343.430 menjadi Rp 5.690.752.
    Kenaikan ini akan menjadikan
    UMK Bekasi
    sebagai yang tertinggi di Indonesia.
    “Iya, untuk UMK-nya tertinggi, karena kan rata-rata semua 6,5 persen kan,” kata Fajar kepada wartawan pada Jumat (13/12/2024).
    Sebagai perbandingan, UMK Bekasi masih lebih tinggi daripada UMP Jakarta yang sebesar Rp 5.396.760. 
    Meskipun telah mencapai kesepakatan mengenai kenaikan UMK, buruh Kota Bekasi masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan pada 18 Desember 2024 terkait kesepakatan
    kenaikan upah
    tersebut.
    Selain itu, setelah menyepakati kenaikan UMK, buruh Kota Bekasi juga menantikan keputusan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi mengenai
    kenaikan Upah
    Minimum Sektoral Kota (UMSK) untuk tahun 2025.
    Meskipun UMK Bekasi menjadi yang tertinggi, Fajar menegaskan bahwa hal ini tidak sejalan dengan besaran UMSK di Kota Bekasi yang masih berada di bawah upah di beberapa kabupaten di Jawa Barat.
    “Upah sektoralnya bisa nomor dua atau nomor tiga, di bawah kabupaten maupun di bawah Karawang,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dharma Pongrekun Ikhlas Kalah pada Pilkada Jakarta, Beri Selamat ke Pramono-Rano
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        13 Desember 2024

    Dharma Pongrekun Ikhlas Kalah pada Pilkada Jakarta, Beri Selamat ke Pramono-Rano Megapolitan 13 Desember 2024

    Dharma Pongrekun Ikhlas Kalah pada Pilkada Jakarta, Beri Selamat ke Pramono-Rano
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) Jakarta nomor urut 2,
    Dharma Pongrekun
    -Kun Wardana mengaku ikhlas kalah pada Pilkada Jakarta 2024. 
    Keduanya juga menyampaikan ucapan selamat untuk cagub-cawagub nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, yang memenangi Pilkada Jakarta 2024 dalam satu putaran.
    “Selamat kepada Bapak Pramono Anung dan Bang Doel yang telah memenangkan kontestasi ini,” ucap Dharma di Bale Gotong Royong Dharma-Kun, Jumat (13/12/2024).
    Meski gagal, Dharma mengaku tetap merasa senang karena bisa ikut berkontestasi.
    “Kami ikhlas dan kami juga
    happy
    , karena selama 10 bulan yang menjadi tujuan utama kami adalah bagaimana kami menyampaikan selama dua bulan penuh, masalah bahaya pandemi dan yang menjadi agenda asing,” ucapnya.
    Dharma pun berpesan agar Pramono dan Rano sungguh-sungguh memperhatikan keselamatan rakyat jika telah resmi menjadi gubernur dan wakil gubernur Jakarta. 
    “Pandemi ini bisa dicegah kalau mau, rakyat sudah cukup tahu dengan apa yang kami sampaikan, dan saya rasa rakyat juga akan melihat apakah sungguh-sungguh para pemimpin nantinya,” ucapnya.
    Untuk diketahui, KPUD Jakarta telah menetapkan paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno menang satu putaran Pilkada Jakarta dengan perolehan suara 50,07 persen.
    Adapun hasil rekapitulasi suara tersebut ditetapkan KPUD Jakarta pada Minggu, (8/11/2024).
    Dari hasil rekapitulasi, Ridwan Kamil-Suswono memperoleh 1.718.160 suara, Dharma Pongrekun-Kun Wardana 459.230 suara, Pramono Anung-Rano Karno 2.183.239 suara.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.