Adukan Kasus “Bullying”, Siswa SMPN di Surabaya Malah Disebut Seperti “Hama”
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– Siswa berinisial CW (14) di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, mengaku mengalami trauma usai laporkan kasus
perundungan
yang dialaminya.
CW melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 1 Oktober 2024.
Namun ia justru mendapat intimidasi dari pihak sekolah setelah keberaniannya melaporkan perundungan tersebut.
Menurut pengacara CW, Johan Widjaja, setelah membuat laporan polisi, CW dipanggil oleh guru bimbingan konseling (BK) dan wakil kepala sekolah.
Dalam pertemuan itu, CW diminta untuk mencabut laporan. Namun, ketika menolak, CW dituduh mencemarkan nama baik sekolah dan bahkan dicap sebagai “hama.”
“Lebih mengejutkan lagi, sekolah menyebut kalau CW mencemarkan nama baik, sama saja seperti hama,” ujar Johan pada Minggu (8/12/2024).
Selain tekanan verbal, pihak sekolah diduga mencoba menyuap CW dengan uang sebesar Rp 500.000 agar mencabut laporannya.
CW diketahui telah menjadi korban perundungan sejak lama. Karena bicaranya yang gagap, ia sering diejek dan mengalami kekerasan fisik dari enam teman sekelasnya, yaitu MR, MIA, AP, KH, MU, dan DR.
“MR dan kawan-kawannya kerap menghina CW dengan kata-kata kasar seperti babi dan anjing. Bahkan CW pernah diancam dengan pisau. Pukulan dan tendangan juga menjadi bagian dari siksaan yang dialaminya,” jelas Johan.
CW sebelumnya sudah mengadukan kasus ini kepada para guru, namun tidak ada tindakan nyata. Selama tiga tahun, CW tetap berada di kelas yang sama dengan para pelaku sejak kelas VII hingga IX.
Johan menyayangkan tindakan sekolah yang terkesan membiarkan dan tidak memberikan solusi bagi korban.
”
Bullying
ini sangat miris karena dilakukan di lingkungan sekolah. Saya berharap para pelaku diproses sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak, dan pihak sekolah, khususnya pimpinannya, diberi sanksi karena tidak ada solusi bagi korban,” tegas Johan.
Polres Pelabuhan Tanjung Perak kini tengah menyelidiki laporan CW.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP M Prasetyo, menyebut bahwa pihaknya telah memeriksa sembilan saksi terkait kasus tersebut, termasuk pelapor, terlapor, dan pihak sekolah.
“Kami terus menyelidiki laporan ini. Penyidik juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk menyelesaikan kasus ini,” kata AKP M Prasetyo pada Jumat (14/12/2024).
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Siswa SMP Surabaya Mengaku Disebut Mirip Hama setelah Adukan Kasus Bully, Polisi Ungkap Cerita Lain
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2023/07/12/64ae78a4d5999.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
6 Sepeda Motor di Magelang Dicuri dalam Semalam, Maling Rusak Gembok Gerbang Regional 13 Desember 2024
6 Sepeda Motor di Magelang Dicuri dalam Semalam, Maling Rusak Gembok Gerbang
Tim Redaksi
MAGELANG, KOMPAS.com
– Enam sepeda motor dilaporkan hilang diduga dicuri dari dua indekos berbeda dalam satu malam di Kota
Magelang
, Jawa Tengah.
Kejadian ini berlangsung pada Jumat (13/12/2024) dini hari, dan semua korban merupakan mahasiswa.
Pelaku pencurian diduga merusak gembok gerbang indekos menggunakan alat yang menyerupai kunci.
Video yang merekam aksi pencurian tersebut telah beredar di media sosial, menunjukkan seseorang yang masuk ke halaman indekos dengan hati-hati sambil mengamati barisan sepeda motor yang terparkir.
Salah satu akun Instagram yang mengunggah video tersebut hanya mencantumkan lokasi kejadian di Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, tanpa menyebutkan nama indekos.
Penjabat sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Magelang Kota, Iptu Iwan Kristiana, membenarkan adanya pencurian sepeda motor di Potrobangsan.
Ia menjelaskan bahwa enam sepeda motor dari enam pemilik berbeda hilang dan semua korban menyadari kehilangan mereka pada Jumat pagi.
“(Korban) mahasiswa semua,” ungkap Iwan kepada
Kompas.com
melalui aplikasi perpesanan, Jumat malam.
Di indekos pertama, dua sepeda motor hilang dengan total kerugian sekitar Rp 53,5 juta.
Sementara di indekos kedua, empat sepeda motor hilang dengan taksiran kerugian mencapai Rp 68 juta.
“Motor yang dicuri terdiri dari tiga Honda Beat, satu Yamaha Scorpio, satu Kawasaki KLX, dan satu Honda CRF,” jelasnya.
Iwan menambahkan bahwa rekaman kamera pengawas hanya memperlihatkan satu pelaku, seperti yang ditampilkan dalam video yang beredar di media sosial.
Ia belum dapat memastikan jumlah total pelaku yang terlibat dalam pencurian tersebut.
Semua korban telah melapor ke Polres Magelang Kota pada hari ini.
Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap
kasus pencurian
ini.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2021/06/29/60dab84441ccd.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Usulan Kenaikan UMK Nganjuk 2025 Jadi Rp 2.405.255, Buruh Mau Demo Surabaya 13 Desember 2024
Usulan Kenaikan UMK Nganjuk 2025 Jadi Rp 2.405.255, Buruh Mau Demo
Tim Redaksi
NGANJUK, KOMPAS.com
– Upah Minimum Kabupaten (UMK) Nganjuk, Jawa Timur, pada tahun 2025 diusulkan naik menjadi Rp 2.405.255, dari sebelumnya Rp 2.258.455.
Usulan tersebut disampaikan oleh
Dewan Pengupahan
Nganjuk.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda, menjelaskan,
kenaikan UMK
ini merupakan hasil rekomendasi dari Dewan Pengupahan.
“Ini usulan dari Dewan Pengupahan, Upah Minimum Kabupaten Nganjuk tahun 2025 diusulkan sebesar Rp 2.405.255,” ungkap Samsul saat dikonfirmasi
Kompas.com
, Jumat (13/12/2024).
Samsul menambahkan, usulan kenaikan
UMK Nganjuk
tahun 2025 mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2024 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2025.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh Kimia Kesehatan dan Industri Umum (FSB Kikes) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Nganjuk, Kelik Widiwahyuno, menghormati usulan kenaikan UMK tersebut.
“Secara pribadi saya tetap harus menghormati usulan dari Dewan Pengupahan Kabupaten Nganjuk,” kata Kelik.
Namun, Kelik menegaskan, pihaknya mewakili elemen buruh akan memperjuangkan agar kenaikan UMK Nganjuk tahun 2025 bisa lebih dari 6,5 persen, bahkan jika memungkinkan mencapai 13 persen.
“Usulan kami di Dewan Pengupahan Provinsi (Jawa Timur), kami
kan
mengusulkan kenaikan UMK 13 koma sekian persen untuk Kabupaten Nganjuk,” tutur dia.
Sebagai langkah lanjutan, FSB Kikes KSBSI Kabupaten Nganjuk bersama elemen buruh lainnya berencana menggelar aksi demonstrasi di Kota Surabaya pada 17, 18, dan 19 Desember 2024 mendatang.
“Kami mau mengadakan demonstrasi besar di Surabaya,” kata Kelik.
Menurut Kelik, tujuan dari demonstrasi tersebut adalah untuk memperjuangkan agar kenaikan UMK Nganjuk tahun 2025 lebih signifikan, sehingga perbedaan dengan UMK daerah lain dapat dipangkas.
“Karena untuk mengejar disparitas UMK dari Kabupaten Nganjuk dengan Kabupaten/Kota lain seperti Surabaya Raya yang meliputi Gersik, Pasuruan, Sidoarjo,” tegas dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2012/10/29/1520524780x390.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ancaman Banjir Rob di Surabaya, Warga Pesisir Diimbau Waspada Surabaya 13 Desember 2024
Ancaman Banjir Rob di Surabaya, Warga Pesisir Diimbau Waspada
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (
BMKG
) memprediksi terjadinya
banjir rob
di pesisir
Surabaya
, Jawa Timur. Masyarakat diimbau untuk waspada karena air pasang bisa masuk permukiman.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno mengatakan, banjir rob tersebut disebabkan oleh fenomena bulan purnama atau
full moon
.
“Masyarakat kawasan pesisir waspada, terutama para nelayan tambak, karena bisa menyebabkan kerugian akibat banjir rob,” kata Sutarno ketika dikonfirmasi, Jumat (13/12/2024).
Banjir rob
tersebut diprediksi akan terjadi mulai dari 14 sampai 18 Desember 2024 mendatang. Nantinya, air pasang bakal mulai mengalami kenaikan, sekitar pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.
Sutarno mengungkapkan, banjir rob kali ini berisiko mengalami kenaikan lebih tinggi dari biasanya. Sebab, peristiwa tersebut berlangsung bersamaan dengan terjadinya hujan deras.
“Apabila banjir robnya di musim hujan, maka akan menambah ketinggian airnya itu. Yang sangat terdampak itu Jalan Kalianak dan Krembangan, dekat pom bensin, bisa sampai tinggi,” ujarnya.
Wilayah yang mengalami banjir rob paling parah adalah Pelabuhan Tanjung Perak setinggi 150 sentimeter, Surabaya timur setinggi 140 sentimeter, serta Surabaya barat dengan ketinggian 120 sentimeter.
“Banjir rob ini akan mengganggu bongkar muat di pelabuhan, terutama kapal roro. Karena kan memuat mobil, nah itu membahayakan, ini bakal terjadi hampir seminggu,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menyebut, bakal menerjunkan anggotanya untuk patroli setiap malam di kawasan pesisir, selama berlangsungnya ancaman banjir rob.
“Biasanya banjir rob tertingginya pukul 22.00 WIB. Kita keliling mulai dari barat, Romokalisari, Tambak Sarioso, lanjut ke utara, Keputih Tegal, hingga menyusuri sungai-sungai, itu yang sisir,” kata Agus.
Selain itu, kata Hebi, BPBD Surabaya juga menyiapkan peralatan untuk mengevakuasi warga terdampak. Seperti, tempat tidur dan pompa air untuk menyedot air yang masuk ke dalam rumah.
“Kita utamakan (evakuasi) kelompok rentan, seperti ibu hamil, lanjut usia (lansia), anak-anak, dan yang orang-orang yang sedang,” ucapnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/13/675c293332aa4.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kronologi dan Identitas Korban Ledakan Kapal Basarnas Cilacap, 1 Tewas, 2 Luka-luka Regional 13 Desember 2024
Kronologi dan Identitas Korban Ledakan Kapal Basarnas Cilacap, 1 Tewas, 2 Luka-luka
Tim Redaksi
CILACAP, KOMPAS.com
– Sebuah ledakan terjadi pada kapal milik Basarnas di sekitar Pelabuhan Sleko, Kabupaten
Cilacap
, Jawa Tengah, pada Jumat (13/12/2024) sore.
Akibat peristiwa tersebut, satu pekerja dilaporkan tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Kapolsek Cilacap Tengah, AKP Agus Triyadi, mengungkapkan bahwa korban tewas berinisial TP (50), yang merupakan warga Sidanegara, Cilacap.
Sementara itu, dua korban luka-luka adalah EM (42) dari Tambakreja, Cilacap, dan HP (38) dari Danasri, Cilacap.
“Ketiga korban sedang melakukan pekerjaan perbaikan kapal RIB milik Basarnas,” kata Agus saat dihubungi.
Ledakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, yang diduga berasal dari tangki bahan bakar kapal.
“Tiba-tiba terjadi ledakan dari tangki BBM, ketiga korban sempat terpental. Kemudian warga datang menolong dengan memadamkan api, ketiga korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit,” tambah dia.
Agus menjelaskan bahwa saat ledakan terjadi, korban TP sedang berada di atas tangki BBM.
Sementara itu, EM sedang melakukan pengecatan badan kapal di sebelah kanan dengan menggunakan mesin kompresor, dan HP sedang memasang stiker pada badan kapal.
Diberitakan sebelumnya, kapal milik
Basarnas Cilacap
meledak dan terbakar di sekitar Pelabuhan Sleko, Kabupaten Cilacap, Jumat (13/12/2024) sore.
Peristiwa ini terjadi saat kapal Basarnas Cilacap sedang menjalani perawatan dan pemeliharaan rutin yang dimulai sejak Senin (9/12/2024).
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/13/675bdf9596717.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kronologi Balita di Jombang Meninggal akibat Dianiaya dan Diberi Racun Tikus Surabaya 13 Desember 2024
Kronologi Balita di Jombang Meninggal akibat Dianiaya dan Diberi Racun Tikus
Tim Redaksi
JOMBANG, KOMPAS.com
– Kepolisian Resor (Polres)
Jombang
, Jawa Timur, mengungkap penyebab kematian KA, balita berusia 3,5 tahun asal Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Balita yang meninggal dunia pada Kamis (12/12/2024) dini hari tersebut diduga dianiaya dan dicekoki racun tikus.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra mengungkapkan, terkait kasus tersebut, pihaknya telah meringkus dua orang yang diduga menjadi pelaku. Keduanya adalah JG (23) dan AZ (20).
“Yang kami amankan ada dua terduga pelaku, yakni terduga dengan inisial JG (23) dan juga AZ (20),” kata Margono di Mapolres Jombang, Jumat (13/12/2024).
Margono mengatakan, korban sehari-hari tinggal bersama ibu kandungnya, TIP (28), di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Margono menuturkan, kasus itu berawal dari hubungan antara ibu korban dengan JG. Itu terjadi setelah ibu dan ayah kandung korban pisah ranjang.
Karena hubungan pernikahan yang sedang tidak baik, ibu korban didekati oleh JG, namun ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh JG.
“Untuk kronologinya, ibu korban ini didekati oleh terduga JG, namun ibu korban menyampaikan persyaratan bahwa dia perlu mendekati anaknya dulu,” ungkap Margono.
Menanggapi persyaratan tersebut, JG kemudian menyanggupi dengan melakukan pendekatan kepada kedua anak TIP.
Hanya saja, kata Margono, upaya pendekatan yang dilakukan JG hanya bisa kepada anak pertama, atau kakak dari korban.
“Pendekatan pada anak pertama berhasil, namun saat mendekati anak kedua, ternyata tidak berhasil,” ungkap dia.
“Karena korban masih balita, sehingga banyak sekali tingkah yang membuat terduga pelaku (JG) ini menjadi emosi,” lanjut Margono.
Luapan emosi JG kemudian dilampiaskan dengan menyusun rencana pembunuhan terhadap korban.
Dalam rencananya, JG melibatkan AZ. Keduanya memesan racun tikus cair di toko
online
sebagai bagian dari rencana awal.
“Setelah paket diterima, terduga (JG) dengan rekannya (AZ) ini menginap di rumah korban, atau rumah ibu dari korban,” beber Margono.
Racun tikus tersebut kemudian diberikan pelaku saat keduanya menginap di rumah yang ditempati oleh korban dan ibu kandungnya.
JG dan AZ, tutur Margono, menginap di rumah ibu kandung korban pada 6 hingga 9 Desember 2024.
Kemudian, pada Rabu (11/12/2024), korban mengalami kejang-kejang hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Kemudian pada Kamis (12/12/2024) dini hari, korban dinyatakan meninggal dunia.
“Modusnya terduga JG kalau malam tidur bersama ibu korban. Terduga AZ yang selalu meletakkan cairan racun tikus,” kata Margono.
“Cairan (racun tikus) itu diteteskan ke dalam susu atau gelas sebanyak lima tetes, mulai dari hari Jumat, Sabtu, Minggu, hingga Senin,” lanjut dia.
Margono menjelaskan, hasil pemeriksaan medis dan otopsi mengungkap jika korban meninggal dengan cara tidak wajar.
Pada tubuh korban terdapat luka lebam akibat pukulan benda tumpul, serta bekas luka akibat gigitan.
Selain itu, ungkap Margono, sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban telah dicekoki racun tikus oleh dua terduga pelaku.
Sebelumnya diberitakan, KA, balita berusia 3,5 tahun, asal Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meninggal dunia diduga akibat dianiaya.
Kasus tersebut kini ditangani Polres Jombang setelah ayah korban melaporkan dugaan kasus penganiayaan yang dialami korban.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/12/675a41e4aefe7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Suami di Cengkareng Ancam Istri Saat Bertengkar Hebat, Berujung Membunuh lalu Gantung Diri Megapolitan 13 Desember 2024
Suami di Cengkareng Ancam Istri Saat Bertengkar Hebat, Berujung Membunuh lalu Gantung Diri
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Suami bernama
Sobirin
(35) sempat mengancam istrinya,
Ida Haryati
(41) saat keduanya terlibat pertengkaran hebat yang berujung pada pembunuhan di
Cengkareng
.
Kejadian ini terungkap setelah pasangan tersebut ditemukan tewas di rumah mereka pada Rabu (11/12/2024) sekitar pukul 08.00 WIB.
Sementara pertengkaran hebat yang dimaksud terjadi di depan rumah pada Senin (9/12/2024).
“Sobirin menarik korban atau istrinya ke dalam rumah. Suami mengatakan, ‘awas kalau enggak ikut’. Jadi, ada nada ancaman,” jelas Kapolsek Cengkareng, Kompol Abdul Jana, saat dikonfirmasi pada Jumat (13/12/2024).
Setelah pertengkaran tersebut, Sobirin bertemu dengan seorang penjual kopi bernama Erna. Dia menyatakan tidak akan menandatangani surat perceraian yang diajukan oleh istrinya.
“Sobirin mengatakan kepada penjual kopi, dia tidak akan menandatangani surat perceraian sebagaimana yang diajukan istrinya,” ujar Jana.
Keesokan harinya, Sobirin terlihat membawa kursi milik tukang bubur yang biasanya disimpan di lantai dasar rumah mereka.
Pada Rabu pagi, tukang bubur datang untuk mengambil kursi tersebut, namun ia menemukan Sobirin dan Ida tewas di lokasi.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui bahwa Sobirin membunuh Ida dengan cara membekapnya menggunakan bantal.
Setelah membunuh istrinya, Sobirin diduga menginap bersama jasad Ida selama dua hari sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.
Kapolsek Cengkareng, Kompol Abdul Jana, menjelaskan bahwa hubungan Sobirin dan Ida telah mengalami ketegangan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
“Berdasarkan keterangan keluarga, hubungan Sobirin dan Ida sudah tidak harmonis. Bahkan, Ida sudah tidak tinggal serumah dengan suaminya,” kata Jana.
Sebelum kejadian tragis ini, Ida sempat menyatakan niatnya untuk berpisah dan menikah dengan pria lain.
“Seorang saksi mata, tetangga korban, mengungkapkan bahwa malam sebelum peristiwa tragis, keduanya terlihat bertengkar hebat di depan rumah,” tambah Jana.
Kejadian ini menggugah keprihatinan atas masalah kekerasan dalam rumah tangga dan pentingnya dukungan bagi mereka yang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/10/25/671b7491c7e9e.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/13/675bfc908447a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/13/675bd84801af8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2023/03/14/6410378e9d861.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)