Category: Kompas.com Metropolitan

  • Adukan Kasus "Bullying", Siswa SMPN di Surabaya Malah Disebut Seperti "Hama"
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        13 Desember 2024

    Adukan Kasus "Bullying", Siswa SMPN di Surabaya Malah Disebut Seperti "Hama" Surabaya 13 Desember 2024

    Adukan Kasus “Bullying”, Siswa SMPN di Surabaya Malah Disebut Seperti “Hama”
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Siswa berinisial CW (14) di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, mengaku mengalami trauma usai laporkan kasus
    perundungan
    yang dialaminya.
    CW melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 1 Oktober 2024.
    Namun ia justru mendapat intimidasi dari pihak sekolah setelah keberaniannya melaporkan perundungan tersebut.
    Menurut pengacara CW, Johan Widjaja, setelah membuat laporan polisi, CW dipanggil oleh guru bimbingan konseling (BK) dan wakil kepala sekolah.
    Dalam pertemuan itu, CW diminta untuk mencabut laporan. Namun, ketika menolak, CW dituduh mencemarkan nama baik sekolah dan bahkan dicap sebagai “hama.”
    “Lebih mengejutkan lagi, sekolah menyebut kalau CW mencemarkan nama baik, sama saja seperti hama,” ujar Johan pada Minggu (8/12/2024).
    Selain tekanan verbal, pihak sekolah diduga mencoba menyuap CW dengan uang sebesar Rp 500.000 agar mencabut laporannya.
    CW diketahui telah menjadi korban perundungan sejak lama. Karena bicaranya yang gagap, ia sering diejek dan mengalami kekerasan fisik dari enam teman sekelasnya, yaitu MR, MIA, AP, KH, MU, dan DR.
    “MR dan kawan-kawannya kerap menghina CW dengan kata-kata kasar seperti babi dan anjing. Bahkan CW pernah diancam dengan pisau. Pukulan dan tendangan juga menjadi bagian dari siksaan yang dialaminya,” jelas Johan.
    CW sebelumnya sudah mengadukan kasus ini kepada para guru, namun tidak ada tindakan nyata. Selama tiga tahun, CW tetap berada di kelas yang sama dengan para pelaku sejak kelas VII hingga IX.

    Johan menyayangkan tindakan sekolah yang terkesan membiarkan dan tidak memberikan solusi bagi korban.

    Bullying
    ini sangat miris karena dilakukan di lingkungan sekolah. Saya berharap para pelaku diproses sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak, dan pihak sekolah, khususnya pimpinannya, diberi sanksi karena tidak ada solusi bagi korban,” tegas Johan.
    Polres Pelabuhan Tanjung Perak kini tengah menyelidiki laporan CW.
    Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP M Prasetyo, menyebut bahwa pihaknya telah memeriksa sembilan saksi terkait kasus tersebut, termasuk pelapor, terlapor, dan pihak sekolah.
    “Kami terus menyelidiki laporan ini. Penyidik juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk menyelesaikan kasus ini,” kata AKP M Prasetyo pada Jumat (14/12/2024).
    Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Siswa SMP Surabaya Mengaku Disebut Mirip Hama setelah Adukan Kasus Bully, Polisi Ungkap Cerita Lain
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6 Sepeda Motor di Magelang Dicuri dalam Semalam, Maling Rusak Gembok Gerbang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        13 Desember 2024

    6 Sepeda Motor di Magelang Dicuri dalam Semalam, Maling Rusak Gembok Gerbang Regional 13 Desember 2024

    6 Sepeda Motor di Magelang Dicuri dalam Semalam, Maling Rusak Gembok Gerbang
    Tim Redaksi
    MAGELANG, KOMPAS.com
    – Enam sepeda motor dilaporkan hilang diduga dicuri dari dua indekos berbeda dalam satu malam di Kota
    Magelang
    , Jawa Tengah.
    Kejadian ini berlangsung pada Jumat (13/12/2024) dini hari, dan semua korban merupakan mahasiswa.
    Pelaku pencurian diduga merusak gembok gerbang indekos menggunakan alat yang menyerupai kunci.
    Video yang merekam aksi pencurian tersebut telah beredar di media sosial, menunjukkan seseorang yang masuk ke halaman indekos dengan hati-hati sambil mengamati barisan sepeda motor yang terparkir.
    Salah satu akun Instagram yang mengunggah video tersebut hanya mencantumkan lokasi kejadian di Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, tanpa menyebutkan nama indekos.
    Penjabat sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Magelang Kota, Iptu Iwan Kristiana, membenarkan adanya pencurian sepeda motor di Potrobangsan.


    Ia menjelaskan bahwa enam sepeda motor dari enam pemilik berbeda hilang dan semua korban menyadari kehilangan mereka pada Jumat pagi.
    “(Korban) mahasiswa semua,” ungkap Iwan kepada
    Kompas.com
    melalui aplikasi perpesanan, Jumat malam.
    Di indekos pertama, dua sepeda motor hilang dengan total kerugian sekitar Rp 53,5 juta.
    Sementara di indekos kedua, empat sepeda motor hilang dengan taksiran kerugian mencapai Rp 68 juta.
    “Motor yang dicuri terdiri dari tiga Honda Beat, satu Yamaha Scorpio, satu Kawasaki KLX, dan satu Honda CRF,” jelasnya.
    Iwan menambahkan bahwa rekaman kamera pengawas hanya memperlihatkan satu pelaku, seperti yang ditampilkan dalam video yang beredar di media sosial.
    Ia belum dapat memastikan jumlah total pelaku yang terlibat dalam pencurian tersebut.
    Semua korban telah melapor ke Polres Magelang Kota pada hari ini.
    Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap
    kasus pencurian
    ini.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mengaku Khilaf, Pria 39 Tahun Cabuli Siswi SD Teman Anaknya
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        13 Desember 2024

    Mengaku Khilaf, Pria 39 Tahun Cabuli Siswi SD Teman Anaknya Regional 13 Desember 2024

    Mengaku Khilaf, Pria 39 Tahun Cabuli Siswi SD Teman Anaknya
    Tim Redaksi
    SUMBAWA, KOMPAS.com
    – Aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim
    Polres Sumbawa
    menangkap seorang pria berinisial J (39) di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
    Pria tersebut diduga terlibat dalam tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.
    Kasus ini terungkap ketika korban, seorang siswi SD berusia delapan tahun, menangis dan menceritakan apa yang dialaminya kepada sang ibu.  
    Keluarga korban merasa keberatan atas tindakan tersebut dan segera melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
    Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Dilia Pria Firmawan pun mengonfirmasi adanya penangkapan tersebut.
    “Benar, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan pada hari Senin, tanggal 9 Desember 2024, sekitar pukul 16.00 Wita,” kata Dilia saat ditemui pada Jumat (13/12/2024).
    Dijelaskan, peristiwa pencabulan terjadi pada hari Kamis, 14 November 2024, sekitar pukul 20.30 Wita, di kamar mandi rumah terduga pelaku di Dusun Muer, Desa Muer, Kecamatan Plampang.
    Saat kejadian, korban datang bermain ke rumah temannya, yang merupakan anak dari terduga pelaku.
    Korban kemudian diajak masuk ke dalam kamar mandi, di mana pelaku melakukan tindakan pencabulan.
    Setelah kejadian tersebut, korban pulang dan menceritakan apa yang dialami kepada ibunya.
    Menerima pengakuan tersebut, orangtua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. 
    Tak hanya itu, ibu korban yang panik segera mendatangi rumah tersangka, namun J tidak mau mengakui perbuatannya.
    Namuh, beberapa menit kemudian, tersangka dan istrinya yang datang untuk meminta maaf, dan mengakui bahwa tindakan tersebut terjadi karena khilaf.
    Mendengar pengakuan itu, ibu korban menangis histeris, dan tetangga yang mendengar langsung datang ke lokasi.
    “Setelah ibu korban menangis kencang, pelaku kabur dan bersembunyi di sawah belakang rumahnya. Keesokan harinya, petugas polisi dari Polsek Plampang langsung mengamankan pelaku,” kata Dilia.
    Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, terduga pelaku akhirnya dijemput dan diamankan di rumahnya tanpa perlawanan.
    Pihak kepolisian juga menyita beberapa barang bukti dari lokasi kejadian yang memperkuat dugaan tindak pidana pencabulan ini.
    Saat ini, terduga pelaku telah berada di Mapolres Sumbawa untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
    Pelaku dijerat dengan pasal pencabulan dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
    Halaman ini berisi konten sensitif untuk batasan usia tertentu.

    Usia kamu belum sesuai untuk melihat halaman ini

    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Usulan Kenaikan UMK Nganjuk 2025 Jadi Rp 2.405.255, Buruh Mau Demo
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        13 Desember 2024

    Usulan Kenaikan UMK Nganjuk 2025 Jadi Rp 2.405.255, Buruh Mau Demo Surabaya 13 Desember 2024

    Usulan Kenaikan UMK Nganjuk 2025 Jadi Rp 2.405.255, Buruh Mau Demo
    Tim Redaksi
    NGANJUK, KOMPAS.com
    – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Nganjuk, Jawa Timur, pada tahun 2025 diusulkan naik menjadi Rp 2.405.255, dari sebelumnya Rp 2.258.455.
    Usulan tersebut disampaikan oleh
    Dewan Pengupahan
    Nganjuk.
    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda, menjelaskan,
    kenaikan UMK
    ini merupakan hasil rekomendasi dari Dewan Pengupahan.
    “Ini usulan dari Dewan Pengupahan, Upah Minimum Kabupaten Nganjuk tahun 2025 diusulkan sebesar Rp 2.405.255,” ungkap Samsul saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Jumat (13/12/2024).
    Samsul menambahkan, usulan kenaikan
    UMK Nganjuk
    tahun 2025 mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2024 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2025.
    Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh Kimia Kesehatan dan Industri Umum (FSB Kikes) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Nganjuk, Kelik Widiwahyuno, menghormati usulan kenaikan UMK tersebut.
    “Secara pribadi saya tetap harus menghormati usulan dari Dewan Pengupahan Kabupaten Nganjuk,” kata Kelik.
    Namun, Kelik menegaskan, pihaknya mewakili elemen buruh akan memperjuangkan agar kenaikan UMK Nganjuk tahun 2025 bisa lebih dari 6,5 persen, bahkan jika memungkinkan mencapai 13 persen.
    “Usulan kami di Dewan Pengupahan Provinsi (Jawa Timur), kami
    kan
    mengusulkan kenaikan UMK 13 koma sekian persen untuk Kabupaten Nganjuk,” tutur dia.
    Sebagai langkah lanjutan, FSB Kikes KSBSI Kabupaten Nganjuk bersama elemen buruh lainnya berencana menggelar aksi demonstrasi di Kota Surabaya pada 17, 18, dan 19 Desember 2024 mendatang.
    “Kami mau mengadakan demonstrasi besar di Surabaya,” kata Kelik.
    Menurut Kelik, tujuan dari demonstrasi tersebut adalah untuk memperjuangkan agar kenaikan UMK Nganjuk tahun 2025 lebih signifikan, sehingga perbedaan dengan UMK daerah lain dapat dipangkas.
    “Karena untuk mengejar disparitas UMK dari Kabupaten Nganjuk dengan Kabupaten/Kota lain seperti Surabaya Raya yang meliputi Gersik, Pasuruan, Sidoarjo,” tegas dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ancaman Banjir Rob di Surabaya, Warga Pesisir Diimbau Waspada
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        13 Desember 2024

    Ancaman Banjir Rob di Surabaya, Warga Pesisir Diimbau Waspada Surabaya 13 Desember 2024

    Ancaman Banjir Rob di Surabaya, Warga Pesisir Diimbau Waspada
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (
    BMKG
    ) memprediksi terjadinya
    banjir rob
    di pesisir
    Surabaya
    , Jawa Timur. Masyarakat diimbau untuk waspada karena air pasang bisa masuk permukiman.
    Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno mengatakan, banjir rob tersebut disebabkan oleh fenomena bulan purnama atau
    full moon
    .
    “Masyarakat kawasan pesisir waspada, terutama para nelayan tambak, karena bisa menyebabkan kerugian akibat banjir rob,” kata Sutarno ketika dikonfirmasi, Jumat (13/12/2024).
    Banjir rob
    tersebut diprediksi akan terjadi mulai dari 14 sampai 18 Desember 2024 mendatang. Nantinya, air pasang bakal mulai mengalami kenaikan, sekitar pukul 19.00 hingga 23.00 WIB. 
    Sutarno mengungkapkan, banjir rob kali ini berisiko mengalami kenaikan lebih tinggi dari biasanya. Sebab, peristiwa tersebut berlangsung bersamaan dengan terjadinya hujan deras.
    “Apabila banjir robnya di musim hujan, maka akan menambah ketinggian airnya itu. Yang sangat terdampak itu Jalan Kalianak dan Krembangan, dekat pom bensin, bisa sampai tinggi,” ujarnya.
    Wilayah yang mengalami banjir rob paling parah adalah Pelabuhan Tanjung Perak setinggi 150 sentimeter, Surabaya timur setinggi 140 sentimeter, serta Surabaya barat dengan ketinggian 120 sentimeter.
    “Banjir rob ini akan mengganggu bongkar muat di pelabuhan, terutama kapal roro. Karena kan memuat mobil, nah itu membahayakan, ini bakal terjadi hampir seminggu,” jelasnya.
    Sementara itu, Kepala BPBD Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menyebut, bakal menerjunkan anggotanya untuk patroli setiap malam di kawasan pesisir, selama berlangsungnya ancaman banjir rob.
    “Biasanya banjir rob tertingginya pukul 22.00 WIB. Kita keliling mulai dari barat, Romokalisari, Tambak Sarioso, lanjut ke utara, Keputih Tegal, hingga menyusuri sungai-sungai, itu yang sisir,” kata Agus.
    Selain itu, kata Hebi, BPBD Surabaya juga menyiapkan peralatan untuk mengevakuasi warga terdampak. Seperti, tempat tidur dan pompa air untuk menyedot air yang masuk ke dalam rumah. 
    “Kita utamakan (evakuasi) kelompok rentan, seperti ibu hamil, lanjut usia (lansia), anak-anak, dan yang orang-orang yang sedang,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Galian Kabel di Bandung Dinilai Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Kapan Selesai?
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        13 Desember 2024

    Galian Kabel di Bandung Dinilai Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Kapan Selesai? Bandung 13 Desember 2024

    Galian Kabel di Bandung Dinilai Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Kapan Selesai?
    Editor
    KOMPAS.com
    – Proyek
    galian kabel
    bawah tanah di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), menjadi perhatian warga. Selain memperparah kemacetan, proyek ini dinilai telah menimbulkan korban kecelakaan.
    Dalam beberapa pekan terakhir, pemandangan Kota Bandung terasa tidak nyaman akibat tumpukan material proyek seperti gulungan kabel, karung tanah, dan batu yang dibiarkan di badan jalan.
    Kondisi ini menyebabkan penyempitan jalan dan permukaan tidak rata yang membahayakan pengendara.
    Proyek galian kabel di Kota Bandung ini dikerjakan di 143 jalan protokol dengan total panjang 204 kilometer.
    Pengerjaan tahap pertama di 29 ruas jalan ditargetkan selesai pada Desember 2024. Akan tetapi, hingga kini proyek itu baru berjalan sepanjang 16,3 kilometer dan 8,2 kilometer masih tahap persiapan.
    Untuk mengurangi dampak negatif, proyek galian kabel atau ducting ini akan dihentikan sementara mulai 15 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025.
    Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana menilai, pengerjaan proyek ini dilakukan secara sporadis dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Dia menyoroti dampak galian kabel yang meliputi kemacetan serta korban kecelakaan.
    “Seolah-olah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menutup mata akan hal tersebut, walaupun Pj wali kota sudah menyampaikan timeline-nya pekerjaan tersebut akan selesai pada 15 Desember ini,” kata Andri, Jumat (13/12/2024), dikutip dari
    TribunJabar.id
    .
    Tak hanya itu, Andri juga meminta pihak pelaksana untuk memperhatikan kualitas pengerjaan proyek ini.
    “Kualitasnya (jalan) malah menurun yang menimbulkan kecelakaan, bahkan ada yang sudah selesai tapi tambalannya langsung rusak lagi. Masih ada sisa 2 hari lagi, pengusaha harus memakai bahan aspal yang berkualitas,” ujar Andri.
    Dia juga mendesak pengembang bertanggung jawab kepada korban kecelakaan, termasuk memberikan santunan sebagai permintaan maaf.
    “Harusnya perusahaan bisa bertanggung jawab membiayai atau memberikan uang sebagai pengganti selama (korban) tidak bekerja atau istirahat di rumah,” tegasnya.
    Selain itu, Andri mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kondisi berbahaya di lokasi proyek.
    “Dan diharapkan Pemkot bergerak cepat menyelesaikan semua laporan agar tidak ada korban-korban lainnya lagi,” ucap Andri.
    Salah satu kecelakaan yang jadi perhatian terjadi di Jalan Tamansari, tepatnya di depan Kebun Binatang Bandung, pada Kamis (12/12/2024) malam.
    Seorang pengendara motor mengalami kecelakaan setelah
    menabrak beton penutup lubang galian kabel.
    Dalam video yang viral di media sosial, pengendara terlihat duduk di pinggir jalan dengan motor rusak di bagian depan.
    Beton penutup lubang tampak diletakkan sembarangan tanpa rambu peringatan, sedangkan kondisi jalan gelap tanpa penerangan.
    Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Arif Saepul Haris membenarkan perihal adanya kejadian tersebut.
    “Ini barusan, baru ada kakaknya membuat laporan ke kami, karena yang bersangkutan (korban) masih di rumah sakit,” tutur Arif, Jumat (13/12/2024).
    Pj Wali Kota Bandung, A Koswara menyatakan, pihaknya telah memberikan saran kepada pengembang, PT Bandung Infra Investama (BII), untuk meminimalkan dampak proyek, termasuk memasang rambu peringatan.
    “Termasuk dengan memberikan rambu-rambu lalu lintas di arah masuk dari ruas yang digali. Di ujungnya dikasih tahu bahwa di sini ada galian supaya pengguna lalu lintas mengambil arah lain, kami sudah sampaikan seperti itu,” paparnya.
    Dia pun meminta pengembang menyelesaikan pekerjaan sebelum Natal dan Tahun Baru serta memberikan santunan kepada korban kecelakaan.
    “Nah korban kemarin, tadi pagi saya sudah koordinasi, tolong alamatnya dicari supaya bisa diberikan santunan kepada korban,” ungkapnya.
    Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi menjelaskan, pihaknya telah memberikan masukan kepada pengembang untuk memperbaiki metode kerja, khususnya dalam proses pemadatan jalan.
    “Kemarin rapat secara keseluruhan, jadi yang pertama proses pemadatannya itu kan sekaligus setelah numpuk semua baru dipadatkan. Kami minta per layer, kemarin kami sampaikan,” beber Didi, Kamis (12/12/2024).
    Didi menambahkan, setiap lapisan proyek harus dipadatkan secara bertahap agar permukaan jalan tidak turun. Pada proses akhir,
    bekas lubang galian
    juga akan dipadatkan dengan metode berjenjang.
    Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pengembang untuk memastikan pengerjaan proyek berjalan dengan benar.
    “Kalau ada temuan nanti ditindaklanjuti, dibikin lebih simpel, daripada surat-menyurat, lebih cepat komunikasi langsung,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kronologi dan Identitas Korban Ledakan Kapal Basarnas Cilacap, 1 Tewas, 2 Luka-luka
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        13 Desember 2024

    Kronologi dan Identitas Korban Ledakan Kapal Basarnas Cilacap, 1 Tewas, 2 Luka-luka Regional 13 Desember 2024

    Kronologi dan Identitas Korban Ledakan Kapal Basarnas Cilacap, 1 Tewas, 2 Luka-luka
    Tim Redaksi
    CILACAP, KOMPAS.com
    – Sebuah ledakan terjadi pada kapal milik Basarnas di sekitar Pelabuhan Sleko, Kabupaten
    Cilacap
    , Jawa Tengah, pada Jumat (13/12/2024) sore.
    Akibat peristiwa tersebut, satu pekerja dilaporkan tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.
    Kapolsek Cilacap Tengah, AKP Agus Triyadi, mengungkapkan bahwa korban tewas berinisial TP (50), yang merupakan warga Sidanegara, Cilacap.


    Sementara itu, dua korban luka-luka adalah EM (42) dari Tambakreja, Cilacap, dan HP (38) dari Danasri, Cilacap.
    “Ketiga korban sedang melakukan pekerjaan perbaikan kapal RIB milik Basarnas,” kata Agus saat dihubungi.
    Ledakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, yang diduga berasal dari tangki bahan bakar kapal.
    “Tiba-tiba terjadi ledakan dari tangki BBM, ketiga korban sempat terpental. Kemudian warga datang menolong dengan memadamkan api, ketiga korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit,” tambah dia.
    Agus menjelaskan bahwa saat ledakan terjadi, korban TP sedang berada di atas tangki BBM.
    Sementara itu, EM sedang melakukan pengecatan badan kapal di sebelah kanan dengan menggunakan mesin kompresor, dan HP sedang memasang stiker pada badan kapal.
    Diberitakan sebelumnya, kapal milik
    Basarnas Cilacap
    meledak dan terbakar di sekitar Pelabuhan Sleko, Kabupaten Cilacap, Jumat (13/12/2024) sore.
    Peristiwa ini terjadi saat kapal Basarnas Cilacap sedang menjalani perawatan dan pemeliharaan rutin yang dimulai sejak Senin (9/12/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kronologi Balita di Jombang Meninggal akibat Dianiaya dan Diberi Racun Tikus
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        13 Desember 2024

    Kronologi Balita di Jombang Meninggal akibat Dianiaya dan Diberi Racun Tikus Surabaya 13 Desember 2024

    Kronologi Balita di Jombang Meninggal akibat Dianiaya dan Diberi Racun Tikus
    Tim Redaksi
    JOMBANG, KOMPAS.com
    – Kepolisian Resor (Polres)
    Jombang
    , Jawa Timur, mengungkap penyebab kematian KA, balita berusia 3,5 tahun asal Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
    Balita yang meninggal dunia pada Kamis (12/12/2024) dini hari tersebut diduga dianiaya dan dicekoki racun tikus.
    Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra mengungkapkan, terkait kasus tersebut, pihaknya telah meringkus dua orang yang diduga menjadi pelaku. Keduanya adalah JG (23) dan AZ (20).
    “Yang kami amankan ada dua terduga pelaku, yakni terduga dengan inisial JG (23) dan juga AZ (20),” kata Margono di Mapolres Jombang, Jumat (13/12/2024).
    Margono mengatakan, korban sehari-hari tinggal bersama ibu kandungnya, TIP (28), di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
    Margono menuturkan, kasus itu berawal dari hubungan antara ibu korban dengan JG. Itu terjadi setelah ibu dan ayah kandung korban pisah ranjang.
    Karena hubungan pernikahan yang sedang tidak baik, ibu korban didekati oleh JG, namun ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh JG.
    “Untuk kronologinya, ibu korban ini didekati oleh terduga JG, namun ibu korban menyampaikan persyaratan bahwa dia perlu mendekati anaknya dulu,” ungkap Margono.
    Menanggapi persyaratan tersebut, JG kemudian menyanggupi dengan melakukan pendekatan kepada kedua anak TIP.
    Hanya saja, kata Margono, upaya pendekatan yang dilakukan JG hanya bisa kepada anak pertama, atau kakak dari korban.
    “Pendekatan pada anak pertama berhasil, namun saat mendekati anak kedua, ternyata tidak berhasil,” ungkap dia.
    “Karena korban masih balita, sehingga banyak sekali tingkah yang membuat terduga pelaku (JG) ini menjadi emosi,” lanjut Margono.
    Luapan emosi JG kemudian dilampiaskan dengan menyusun rencana pembunuhan terhadap korban.
    Dalam rencananya, JG melibatkan AZ. Keduanya memesan racun tikus cair di toko
    online
    sebagai bagian dari rencana awal.
    “Setelah paket diterima, terduga (JG) dengan rekannya (AZ) ini menginap di rumah korban, atau rumah ibu dari korban,” beber Margono.
    Racun tikus tersebut kemudian diberikan pelaku saat keduanya menginap di rumah yang ditempati oleh korban dan ibu kandungnya.
    JG dan AZ, tutur Margono, menginap di rumah ibu kandung korban pada 6 hingga 9 Desember 2024.
    Kemudian, pada Rabu (11/12/2024), korban mengalami kejang-kejang hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
    Kemudian pada Kamis (12/12/2024) dini hari, korban dinyatakan meninggal dunia.
    “Modusnya terduga JG kalau malam tidur bersama ibu korban. Terduga AZ yang selalu meletakkan cairan racun tikus,” kata Margono.
    “Cairan (racun tikus) itu diteteskan ke dalam susu atau gelas sebanyak lima tetes, mulai dari hari Jumat, Sabtu, Minggu, hingga Senin,” lanjut dia.
    Margono menjelaskan, hasil pemeriksaan medis dan otopsi mengungkap jika korban meninggal dengan cara tidak wajar.
    Pada tubuh korban terdapat luka lebam akibat pukulan benda tumpul, serta bekas luka akibat gigitan.
    Selain itu, ungkap Margono, sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban telah dicekoki racun tikus oleh dua terduga pelaku.
    Sebelumnya diberitakan, KA, balita berusia 3,5 tahun, asal Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meninggal dunia diduga akibat dianiaya.
    Kasus tersebut kini ditangani Polres Jombang setelah ayah korban melaporkan dugaan kasus penganiayaan yang dialami korban.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Suami di Cengkareng Ancam Istri Saat Bertengkar Hebat, Berujung Membunuh lalu Gantung Diri
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        13 Desember 2024

    Suami di Cengkareng Ancam Istri Saat Bertengkar Hebat, Berujung Membunuh lalu Gantung Diri Megapolitan 13 Desember 2024

    Suami di Cengkareng Ancam Istri Saat Bertengkar Hebat, Berujung Membunuh lalu Gantung Diri
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Suami bernama
    Sobirin
    (35) sempat mengancam istrinya,
    Ida Haryati
    (41) saat keduanya terlibat pertengkaran hebat yang berujung pada pembunuhan di
    Cengkareng

    Kejadian ini terungkap setelah pasangan tersebut ditemukan tewas di rumah mereka pada Rabu (11/12/2024) sekitar pukul 08.00 WIB.
    Sementara pertengkaran hebat yang dimaksud terjadi di depan rumah pada Senin (9/12/2024).
    “Sobirin menarik korban atau istrinya ke dalam rumah. Suami mengatakan, ‘awas kalau enggak ikut’. Jadi, ada nada ancaman,” jelas Kapolsek Cengkareng, Kompol Abdul Jana, saat dikonfirmasi pada Jumat (13/12/2024).
    Setelah pertengkaran tersebut, Sobirin bertemu dengan seorang penjual kopi bernama Erna. Dia menyatakan tidak akan menandatangani surat perceraian yang diajukan oleh istrinya.
    “Sobirin mengatakan kepada penjual kopi, dia tidak akan menandatangani surat perceraian sebagaimana yang diajukan istrinya,” ujar Jana.
    Keesokan harinya, Sobirin terlihat membawa kursi milik tukang bubur yang biasanya disimpan di lantai dasar rumah mereka.
    Pada Rabu pagi, tukang bubur datang untuk mengambil kursi tersebut, namun ia menemukan Sobirin dan Ida tewas di lokasi.
    Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui bahwa Sobirin membunuh Ida dengan cara membekapnya menggunakan bantal.
    Setelah membunuh istrinya, Sobirin diduga menginap bersama jasad Ida selama dua hari sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.
    Kapolsek Cengkareng, Kompol Abdul Jana, menjelaskan bahwa hubungan Sobirin dan Ida telah mengalami ketegangan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
    “Berdasarkan keterangan keluarga, hubungan Sobirin dan Ida sudah tidak harmonis. Bahkan, Ida sudah tidak tinggal serumah dengan suaminya,” kata Jana.
    Sebelum kejadian tragis ini, Ida sempat menyatakan niatnya untuk berpisah dan menikah dengan pria lain.
    “Seorang saksi mata, tetangga korban, mengungkapkan bahwa malam sebelum peristiwa tragis, keduanya terlihat bertengkar hebat di depan rumah,” tambah Jana.
    Kejadian ini menggugah keprihatinan atas masalah kekerasan dalam rumah tangga dan pentingnya dukungan bagi mereka yang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Suami di Cengkareng Bunuh Istrinya karena Korban Ingin Nikah Lagi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        13 Desember 2024

    Suami di Cengkareng Bunuh Istrinya karena Korban Ingin Nikah Lagi Megapolitan 13 Desember 2024

    Suami di Cengkareng Bunuh Istrinya karena Korban Ingin Nikah Lagi
    Tim Redaksi
     
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Polisi mengungkapkan, motif suami di Cengkareng bernama Sobirin (35) membunuh istrinya, Ida Haryati (41), karena korban ingin menikah lagi dengan pria lain.
    “Motif adanya ingin untuk melaksanakan nikah lagi,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andri Kurniawan saat dikonfirmasi, Jumat (13/12/2024).
    Namun, status pernikahan Sobirin dan Ida belum bercerai. Hanya saja keduanya sudah pisah rumah pada pertengahan 2024.
    Tiga hari sebelum keduanya ditemukan tewas, tepatnya Senin (9/12/2024), Sobirin dan Ida sempat bertengkar hebat. Saat itu, Sobirin menarik tangan Ida sambil mengancamnya agar masuk ke dalam rumah.
    Kapolsek Cengkareng Kompol Abdul Jana menyampaikan, Sobirin keluar rumah satu hari kemudian lalu berbincang dengan seorang penjual kopi.
    “Sobirin mengatakan kepada penjual kopi, dia tidak akan menandatangani surat perceraian sebagaimana yang diajukan istrinya,” ujar Jana.
    Namun pada Rabu (11/12/2024), keduanya ditemukan tewas. Sobirin ditemukan dalam kondisi tergantung pada kayu plafon kamar, sedangkan Ida ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai kamar.
    Berdasarkan hasil penyelidikan, Sobirin membunuh Ida dengan cara membekapnya menggunakan bantal.
    Usai membunuh istrinya, dua hari setelahnya Sobirin mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.