Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota Cawang, Enam Sopir Sepakat Damai
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Sebanyak
enam sopir
yang terlibat dalam
kecelakaan beruntun
di
Tol Dalam Kota Cawang
arah Halim, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat (13/12/2024), sepakat untuk berdamai.
Kesepakatan ini diungkapkan oleh Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Darwis Yunarta, saat dikonfirmasi oleh Kompas.com pada Sabtu (14/12/2024).
“Para pihak sepakat kekeluargaan,” kata Darwis.
Kesepakatan
perdamaian
tersebut dituangkan dalam sebuah surat yang telah ditandatangani oleh masing-masing pihak.
“Mereka enggak mempermasalahkan (pengendara) L300,” kata Darwis.
Kecelakaan beruntun
terjadi di ruas Jalan Tol Dalam Kota Cawang arah Kuningan, KM 00+500, pada pukul 08.30 WIB.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), enam kendaraan terlibat dalam insiden ini, termasuk bus Hino Mayasari Bakti, mobil boks Hino, mobil Toyota Vellfire, mobil Toyota Kijang Innova, dan mobil Honda Mobilio.
“Ada satu lagi, kendaraan L300 yang pengemudinya tidak diketahui atau kabur,” ungkap Darwis.
Akibat kecelakaan ini, setidaknya tiga korban mengalami luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) UKI, Jakarta Timur.
“Pengemudi kendaraan mobil boks Hino, Dedek Aryanto (42), mengalami luka kaki kanan patah, tangan kanan lecet, dan pipi kanan lecet,” jelas Darwis.
Diduga, mobil L300 menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan beruntun ini.
Pengemudi mobil L300 yang identitasnya belum diketahui tiba-tiba memotong lajur, sehingga menyebabkan pengemudi Honda Mobilio mengerem mendadak.
“Kendaraan Mobilio mengarah dari barat ke timur. Setiba di lokasi, (lajur) dipotong kendaraan L300 yang belum diketahui identitasnya,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, saat dikonfirmasi pada hari yang sama.
Lebih lanjut, Hyundai Ioniq 5 yang berada di jalur contraflow ditabrak oleh Toyota Alphard yang sedang menuju Halim.
“Sopir Mobilio mendadak kaget, lalu terjadilah tabrakan beruntun,” tambah dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/12/13/675bd41f7607f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
4 Pramono Ingin Akomodasi Beberapa Gagasan RK-Suswono dan Dharma-Kun, tapi… Megapolitan
Pramono Ingin Akomodasi Beberapa Gagasan RK-Suswono dan Dharma-Kun, tapi…
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Calon gubernur nomor urut 3,
Pramono Anung
, menyatakan kesiapannya untuk mengakomodasi beberapa program yang pernah digagas oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK)-Suswono, dan paslon nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana.
Pramono menjelaskan bahwa meskipun ia akan melanjutkan beberapa program tersebut, secara prinsip, gagasan yang akan ditindaklanjuti tidak jauh berbeda dengan ide-ide yang ia sampaikan selama masa kampanye
Pilkada Jakarta
.
“Ya sebagai salah satu contohnya, program mengenai sarapan pagi gratis, kan saya sama dengan juga 01 maupun 02,
internet gratis
dan sebagainya,” ujar Pramono di Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu (14/12/2024).
Ia menekankan bahwa setiap inisiatif yang baik untuk warga Jakarta akan ia tindak lanjuti.
Namun, saat ditanya mengenai program Ridwan Kamil terkait tempat tinggal di atas stasiun dan transportasi sungai, Pramono tidak memberikan jawaban yang jelas.
“Saya lebih konsentrasi untuk Transjakarta,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta telah menetapkan pasangan calon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, sebagai pemenang dalam satu putaran Pilkada Jakarta dengan perolehan suara mencapai 50,07 persen.
Hasil rekapitulasi suara tersebut diumumkan oleh KPUD Jakarta pada Minggu, (8/11/2024).
Dalam rekapitulasi suara, Ridwan Kamil-Suswono memperoleh 1.718.160 suara, Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapatkan 459.230 suara, sedangkan Pramono Anung-Rano Karno meraih 2.183.239 suara.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/14/675d0276b44bf.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
1 Dokter Koas Unsri Babak Belur dan Syok akibat Dipukuli Sopir Rekannya Regional
Dokter Koas Unsri Babak Belur dan Syok akibat Dipukuli Sopir Rekannya
Editor
KOMPAS.com –
Dokter koas Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Muhammad Luthfi, terluka dan syok berat gara-gara dipukuli pria berinisial DT.
“Korban mengalami lebam di pelipis kiri, mata merah, dan cedera di bagian bawah wajah. Ini akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Sunarto, Jumat (13/12/2024).
Ayah korban, Wahyu Hidayat, mengatakan, korban sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah dirawat sejak Rabu (11/12/2024).
Kendati demikian, Luthfi masih harus beristirahat, terutama untuk memulihkan luka dan syoknya.
“Sudah diperbolehkan pulang hari ini, tapi masih proses pemulihan. Kondisi psikologisnya masih syok,” ucapnya di Rumah Sakit Bhayangkara
Palembang
, Jumat, dikutip dari
Tribun Sumsel.
Keluarga Luthfi sudah melaporkan kasus penganiayaan itu ke polisi. Pihak keluarga mendesak kepolisian agar pelaku dihukum.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke polisi dan berharap pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia,” ungkap Wahyu.
Pada Jumat, penganiaya dokter
koas Unsri
diperiksa Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan.
Terkait status hukum DT, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Sunarto belum bisa memastikannya.
“Untuk status belum, nanti diselesaikan pemeriksaan dulu,” tuturnya.
Dalam menangani kasus penganiayaan dokter koas Unsri ini, polisi telah mendatangi tempat kejadian perkara di sebuah rumah makan di Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Polisi juga sudah mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi.
“CCTV di tempat makan sudah kita ambil,” jelasnya.
Penganiayaan terhadap dokter koas Unsri itu terjadi pada Rabu (11/12/2024).
Pelaku berinisial DT merupakan sopir LD, rekan korban sesama koas. DT disebut berkerabat dengan LD.
Menurut kuasa hukum terduga pelaku, Titis Rachmawati, LD bersama ibunya, LN, beserta DT, bertemu korban di rumah makan tersebut untuk membahas jadwal piket koas LD saat malam tahun baru.
LN meminta Lutfhi mengatur ulang jadwal piket LD. Namun, karena Luthfi disebut tak merespons permintaan LN, membuat DT marah.
“Menurut dia (DT), korban itu tidak merespons seperti itu saja. Kalau orang tidak direspons, itu tidak ditanggapi, jadi dia (DT) terprovokasi,” terangnya, Jumat.
Titis menuturkan, saat itu LN mendampingi LD untuk mengomunikasikan soal pengubahan jadwal.
“Ibu LN bertujuan berkomunikasi (dengan korban), mungkin dia mengira anaknya (LD) tidak bisa berkomunikasi dengan sesama koas tersebut,” bebernya.
Adapun mengenai perubahan jadwal piket itu karena LD disebut mengalami stres.
“Mungkin dari LD ada beban terlalu berat, ada sesuatu yang tidak diperlakukan sama. Ada yang namanya tingkat stres anak-anak ini kan beda. Jadi kita harus sikapi dengan bijak tanpa berlebihan,” paparnya.
Mengenai penganiayaan itu, pihak DT mengaku siap bertanggung jawab atas biaya pengobatan Luthfi.
“Kami datang dengan niat baik, memohon maaf, dan bertanggung jawab menemui keluarga korban. Kami akan berusaha menyelesaikan masalah ini dengan bijak,” kata Titis.
Titis mengakui DT menganiaya korban. Di sisi lain, Titis berharap agar kasus ini bisa berakhir damai.
“Pasti kami akan lakukan upaya perdamaian. Kita ikuti proses hukum. Kalau dilakukan penahanan, kita ikut,” sebutnya.
Sementara itu, Rektor Unsri Taufiq Marwa menyesalkan terjadinya penganiayaan terhadap dokter koas tersebut.
Kendati insiden terjadi di luar kampus, Taufiq menyatakan bahwa tindak kekerasan tak dapat dibenarkan.
“Kami telah membentuk tim investigasi internal untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ini. Tim tersebut bertugas untuk mengidentifikasi permasalahan, mendalami fakta, dan mencari jalan penyelesaian yang terbaik,” tadasnya, Jumat.
Sumber: Kompas.com (Penulis: Aji YK Putra | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief, Reni Susanti, David Oliver Purba)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Curhat Orang Tua Dokter Koas FK Unsri yang Dianiaya, Anaknya Alami Syok, Minta Pelaku Diproses Hukum
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/06/67527b4655ff0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
8 Utang Rp 12 Juta di Balik Pembunuhan Satu Keluarga di Kediri Surabaya
Utang Rp 12 Juta di Balik Pembunuhan Satu Keluarga di Kediri
Editor
KOMPAS.com
– Yusa Cahyo Utama (36), warga Bangsongan, Kabupaten
Kediri
, Jawa Timur, ditangkap polisi atas kasus
pembunuhan satu keluarga
.
Yusa nekat membunuh nyawa kakak kandungnya, Kristina (38), karena terlilit utang Rp 12 juta. Tak hanya Kristina, Yusa juga menghabisi nyawa kakak iparnya, Agus Komarudin (38) dan dan keponakannya, Christian Agusta Wiratmaja Putra (9).
Sementara anak bungsu Kristina, SPY, ditemukan dalam kondisi hidup walaupun mengalami luka.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Kediri Iptu Endra Maret Setiyawan menjelaskan, Yusa memiliki utang sebesar Rp 12 juta di sebuah koperasi di Kabupaten Lamongan.
Selain itu, Yusa juga memiliki utang sebesar Rp 2 juta kepada kakaknya yang belum dilunasi.
“Dari keterangan pelaku, ia mempunyai utang Rp 12 juta di koperasi wilayah Lamongan,” kata Endra pada Kamis (12/12/2024).
Menurut Endra, Yusa tak memiliki pekerjaan dan juga aset untuk dijual. Karena terdesak dengan beban utang yang terus menumpuk, ia nekat melakukan kekerasan pada keluarganya sendiri.
Yusa sebelumnya datang ke rumah kakaknya pada Minggu (11/12/2024) untuk meminjam uang. Namun permintaannya ditolak karena utang yang belum dilunasi.
Penolakan ini memicu rasa sakit hati yang mendalam bagi Yusa.
“Pelaku merasa sakit hati setelah tidak diberi pinjaman uang, sehingga nekat merencanakan pembunuhan,” jelas Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto.
Puncaknya pada Rabu (4/12/2024) dini hari, ia kembali ke rumah kakaknya dan melakukan pembunuhan keji tersebut.
Terkait penggunaan uang tersebut, Iptu Endra masih terus melakukan penggalian informasi lebih jauh kepada Yusa.
Saat ini, Polres Kediri masih terus melakukan penyidikan dan melengkapi pemberkasan kasus.
“Setelah semua proses selesai, berkas akan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk penelitian lebih lanjut,” kata Iptu Endra.
Pria pengangguran ini juga dipastikan terbuang dari keluarga besarnya karena pihak keluarga kompak tidak akan menerima Yusa jika pulang ke rumah.
Marsudi (28), sepupu korban menuntut Yusa dihukum seberat-beratnya.
“Supaya dihukum seberat-beratnya. Kami menyerahkannya kepada polisi,” ujar Marsudi, kepada
Kompas.com
, Senin (9/12/2024).
Selain itu, Marsudi menambahkan, pihak keluarga juga sudah menutup pintu maaf bagi pelaku. Bahkan, semisal nantinya pelaku selesai menjalani hukuman, mereka akan menolak kepulangannya.
“Keluarga sudah enggak mau menerima (jika pelaku pulang),” kata Marsudi yang ikut merawat SPY di rumah sakit.
Yusa, kata Marsudi, merupakan kerabat yang sejak kecil diasuh oleh anggota keluarga yang lain yang tinggal di wilayah Bangsongan, Kecamatan Kayen, Kabupaten Kediri.
Selama itu, Yusa hampir tidak pernah mengunjungi keluarganya yang ada di Pandantoyo, Kecamatan Ngancar.
“Setahu saya dia berkunjung ya sekali pas kejadian itu,” lanjut Marsudi.
Priyanto, kakak Kristina mengatakan bahwa pihak keluarganya meminta pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya agar menimbulkan efek jera sekaligus agar peristiwa seperti tidak terulang lagi.
“Harapannya pelaku dihukum sesuai undang-undang yang ada. Sesuai perbuatannya,” kata Priyanto saat dihubungi
Kompas.com
, Senin (9/12/2024).
Yusa berhasil ditangkap dalam pelariannya di Kabupaten Lamongan.
Polisi memastikan akan menjerat dia dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal, mati.
Yusa mengaku menyesali semua perbuatannya.
“Saya menyesal,” ujar Yusa sambil menundukkan kepala.
“Secara fisik, kondisinya stabil. Namun, secara mental, si adik ini masih trauma berat karena menyaksikan langsung pembunuhan terhadap kedua orang tuanya dan kakaknya,” jelas Mas Dhito.
Mas Dhito menuturkan bahwa saat ia mendekati kamar tempat korban dirawat, korban menunjukkan respons defensif yang mencerminkan trauma mendalam.
“Begitu saya sampai di depan kamar, anak itu langsung memegang gagang tempat tidur dan diam. Itu menunjukkan betapa trauma ini masih sangat membekas. Wajar saja, karena kejadian ini meninggalkan luka mendalam,” imbuhnya.
Mas Dhito juga memastikan kebutuhan hidup dan pendidikan korban akan ditanggung oleh pemerintah. Saat ini, pihak keluarga dari almarhum ayah korban tengah dibicarakan untuk menjadi wali asuh.
“Pendampingan psikologis akan terus dilakukan. Selain itu, kebutuhan sekolah, kebutuhan hidup, semuanya akan kami tanggung. Kami ingin si adik ini tetap punya masa depan dan tidak kehilangan harapan hanya karena tragedi ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara, Kombes Pol. drg. Agung Hadi Wijanarko mengungkapkan bahwa kondisi fisik korban terus membaik. Luka di kepala akibat benturan benda tumpul telah ditangani, dan pendarahan maupun penggumpalan darah sudah tidak ditemukan.
“Alhamdulillah, kondisinya jauh lebih baik. Secara klinis, penyembuhannya sudah mencapai 90 persen. Pasien juga sudah bisa berinteraksi lebih baik dibandingkan saat pertama kali dirawat. Namun, trauma psikologisnya yang perlu mendapat perhatian serius,” jelasnya.
SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: M Agus Fauzul Hakim | Editor: Andi Hartik, Aloysius Gonsaga AE), Surya.co.id
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/13/675bd79132bc9.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
3 Dokter Koas Unsri Dipukuli Sopir Rekannya, Pelaku Ingin Berdamai Regional
Dokter Koas Unsri Dipukuli Sopir Rekannya, Pelaku Ingin Berdamai
Editor
KOMPAS.com –
Dokter koas Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri),
Palembang
, bernama Muhammad Luthfi, dipukuli pria berinisial DT.
DT merupakan kerabat sekaligus sopir rekan Lutfhi sesama koas berinisial LD.
Penganiayaan terjadi di sebuah tempat makan di kawasan Demang Lebar Daun, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (11/12/2024).
Dua hari setelah kejadian itu atau pada Jumat (13/12/2024), DT diperiksa di Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Ia datang bersama kuasa hukumnya, Titis Rachmawati.
“Kami sangat kooperatif menyerahkan calon tersangka. Memang dia melakukan suatu perbuatan yang sangat tidak dibenarkan secara hukum,” ujarnya, Jumat.
Titis menyatakan, keluarga LD akan bertanggung jawab dan meminta maaf kepada Luthfi atas perbuatan DT.
Namun, Titis juga berharap kasus ini bisa diselesaikan secara damai.
“Kita akan upayakan mediasi dan bertanggung jawab atas pembiayaan pengobatan. Kita juga akan menemui dekan dan kaprodi untuk meminimalisir masalah ini agar tidak melebar terlalu jauh,” ucapnya.
Lalu, apa yang memicu penganiayaan koas Unsri ini?
Titis mengatakan, awalnya terjadi pertemuan antara LD bersama ibunya, LS, dengan Lutfhi di sebuah tempat makan.
Pertemuan tersebut diadakan untuk membahas jadwal piket LD di malam tahun baru agar bisa diatur ulang.
“Ibu LN bertujuan berkomunikasi (dengan korban), mungkin dia mengira anaknya (LD) tidak bisa berkomunikasi dengan sesama koas tersebut,” ungkapnya.
Menurut Titis, LD ingin jadwal piket diubah karena sedang mengalami stres sebagai tenaga medis.
“Tingkat stres orang tidak bisa mengukurnya, apalagi baru diterjunkan ke masyarakat. Belum siap betul. Ada sesuatu yang tidak diperlakukan dengan yang sama,” tuturnya.
Namun, suasana berubah tegang saat Luthfi disebut tidak memberikan respons terhadap permintaan LN.
DT, yang mendampingi LS, terpancing emosi, lantas memukuli Luthfi.
Terkait pemukulan koas Unsri ini, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto membenarkan bahwa DT sedang menjalani pemeriksaan.
Akan tetapi, status hukum DT belum diputuskan.
“Untuk status belum, nanti diselesaikan pemeriksaan dulu,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Unsri Taufiq Marwa menyesalkan peristiwa penganiayaan tersebut.
Walau insiden terjadi di luar kampus, Taufiq menegaskan bahwa tindak kekerasan tak dapat dibenarkan.
“Kami telah membentuk tim investigasi internal untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ini. Tim tersebut bertugas untuk mengidentifikasi permasalahan, mendalami fakta, dan mencari jalan penyelesaian yang terbaik,” terangnya, Jumat.
Sumber: Kompas.com (Penulis: Aji YK Putra | Editor: David Oliver Purba, Reni Susanti)
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/14/675cc87b7664b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 BTM-YB Menang, Pilkada Papua Berakhir dengan Selisih Tipis Regional
BTM-YB Menang, Pilkada Papua Berakhir dengan Selisih Tipis
Tim Redaksi
JAYAPURA, KOMPAS.com
– Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi
Papua
nomor urut 1, Benhur Tommy Mano dan Yeremias Bisai (BTM-YB), unggul di
Pilkada Papua
.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua telah menetapkan BTM-YB sebagai pemenang, mengalahkan pasangan nomor urut 2, Mathius Derek Fakiri dan Ariyoko Rumaropen (MDF-AR).
Berdasarkan hasil rekapitulasi suara di 9 kabupaten/kota, BTM-YB meraih 269.970 suara atau 51 persen, sementara MDF-AR memperoleh 262.777 suara atau 49 persen.
Ketua KPU Papua, Steve Dumbon, mengesahkan hasil rekapitulasi tersebut dengan tiga ketukan palu dalam rapat pleno di Hotel Horison Ultima, Kota Jayapura, Sabtu (14/12/2024).
“Dengan ini saya mengesahkan seluruh rekapitulasi suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua,” ujar Steve.
Proses pengesahan dilakukan setelah masing-masing KPU di 9 kabupaten/kota membacakan hasil rekapitulasi suara.
Komisioner KPU Papua, Amijaya Halim, menjelaskan pasangan BTM-YB memperoleh 269.970 suara.
“Sementara paslon nomor urut 2, Markus Derek Fakiri dan Aryoko Rumaropen, memperoleh 262.777 suara,” kata Amijaya.
Dengan pengesahan ini, BTM-YB resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Papua.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/14/675c80ff5e054.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Mabuk Kecubung, Tiga Siswa SMP di Demak Ditemukan "Linglung" di Hutan Jepara Regional 14 Desember 2024
Mabuk Kecubung, Tiga Siswa SMP di Demak Ditemukan “Linglung” di Hutan Jepara
Tim Redaksi
JEPARA, KOMPAS.com
– Tiga pelajar SMP asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi
linglung
di kawasan hutan perbukitan Desa Somosari, Kecamatan Batealit,
Jepara
, Kamis (12/12/2024).
Ketiga remaja pria berusia 15 tahun tersebut adalah SP, IA, dan MA.
Kapolsek Batealit, Iptu Sri Raharjo, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula pada Kamis (12/12/2024) sore sekitar pukul 18.00 WIB.
Warga menemukan dua unit sepeda motor matik bernopol H 2092 AYE dan H 6813 CAE terparkir tidak jauh dari sebuah warung di wilayah hutan wisata Desa Somosari.
Selain itu, ditemukan pula jas hujan, tas sekolah, seragam sekolah, identitas, dan telepon seluler milik para siswa, termasuk surat izin sekolah dari salah satu SMP di Kabupaten Demak.
“Barang bukti itu ditemukan warga sekitar berceceran dan terpisah,” kata Sri Raharjo, Jumat (13/12/2024).
DOKUMEN POLRES JEPARA Tiga pelajar SMP di Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi linglung di kawasan hutan, perbukitan Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Jepara.
Peristiwa ini segera dilaporkan ke Pemerintah Desa Somosari dan diteruskan ke Mapolsek Batealit.
Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, PMI, Perhutani, ormas, TNI, Polri, dan masyarakat kemudian dikerahkan untuk melakukan penyisiran di kawasan hutan.
Sekitar pukul 21.30 WIB, SP ditemukan dalam keadaan hanya mengenakan celana dalam di jalan setapak di lereng bukit sebelah timur dari titik parkir.
Ia segera dilarikan ke Puskesmas Batealit untuk pemeriksaan medis.
Setelah dinyatakan membaik, SP dibawa ke Polsek Batealit untuk klarifikasi.
”
Ngomongnya ngelantur
. Jadi, sebelum ke Jepara, rombongannya mengonsumsi minuman buah kecubung, sehingga sulit dimintai keterangan,” ujar Sri Raharjo.
Camat Batealit, M Taufik, menambahkan bahwa pada Jumat (13/12/2024) dini hari sekitar pukul 02.00, korban kedua, MA, ditemukan di pinggir kawasan hutan Desa Lebuawu, Kecamatan Pecangaan.
Korban ketiga, IA, ditemukan pada Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIB di kawasan hutan Desa Somosari.
Keduanya juga dibawa ke Puskesmas Batealit untuk pemeriksaan kesehatan.
“Semuanya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Batealit dan dinyatakan dalam kondisi sehat secara fisik. Hanya saja, kulitnya lecet di beberapa bagian,” tutur Taufik.
Pada Jumat (13/12/2024) siang, ketiga siswa tersebut telah dijemput oleh keluarganya.
“Semula akan kami pulangkan, tapi keluarganya menjemputnya dan juga membawa motornya,” pungkas Taufik.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/13/675c50c2a9a47.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wisata Embung Jetis Suruh di Yogyakarta, Bisa Melihat Gunung Merapi Yogyakarta 13 Desember 2024
Wisata Embung Jetis Suruh di Yogyakarta, Bisa Melihat Gunung Merapi
Editor
KOMPAS.com
–
Embung Jetis Suruh
terletak di Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Embung Jetis Suruh merupakan wisata alam dengan fasilitas wisata lengkap dan latar belakang Gunung Merapi.
Tempat wisata ini dapat menjadi alternatif untuk mengisi liburan bersama keluarga maupun teman di alam terbuka.
Embung Jetis Suruh dikelilingi tanaman hijau dengan latar belakang Gunung Merapi, yang akan terlihat terutama saat cuaca cerah.
Pemandangan alam tersebut mampu mengusir kepenatan keseharian di tengah udara yang tidak terlalu panas.
Pengunjung dapat menikmati embung sambil duduk-duduk di gazebo.
Gazebo terletak di depan pintu masuk embung, di bawah pohon talok dan di atas rerumputan hijau.
Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati sensasi derasnya air mengalir dari pintu air menuju sungai di bawahnya.
Bagi Anda yang senang camping, tersedia area camping yang cukup luas terdapat di area kiri embung.
Pada di sisi kanan terdapat instalasi seni yang berbentuk rumah, taman, dan aliran sungai.
Pengunjung juga akan mendapati taman bunga dan miniatur kapal berkepala naga.
Pengelola membuat pavingblok di sekeliling embung, yang dapat digunakan untuk jogging.
Jika Anda merasa lapar dan haus tidak perlu khawatir, tersedia pendopo megah yang berfungsi sebagai
foodcourt
dengan daya tampung sekitar 75 orang.
Embung Jetis Suruh awalnya dibangun sebagai irigasi perkebunan dan sawah. Untuk itu, bangunan embung ini berada di titik paling tinggi di Desa Donorejo.
Pembangunan Embung Jetis Suruh dilakukan pada tahun 2014 oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan ESDM DIY. Volume daya tampung air embung mencapai 24 ribu m3.
Air yang tertampung berasal dari mata air gumuk Sicino, yang merembes melalui Sungai Gayam.
Melihat perkembangan pariwisata yang makin meningkat di Sleman.
Pada tahun 2018 pengelolaan embung difokuskan dalam bidang pariwisata dan pengelolaannya diserahkan oleh BUMDes Sri Taman Rejeki Desa Donoharjo.
Jarak tempuh Tugu Jogja menuju Embung Jetis Suruh sekitar 14,7 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 28 menit.
Perjalanan dapat melalui Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Magelang, Jalan Pandowoharjo, dan
Jalan Balong-Degolan.
Sumber:
mediacenter.slemankab.go.id
www.google.com/maps
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/13/675c316140490.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Telaga Blembeng di Kebumen Mengering Tiba-tiba, Apa yang Terjadi? Regional 13 Desember 2024
Telaga Blembeng di Kebumen Mengering Tiba-tiba, Apa yang Terjadi?
Tim Redaksi
KEBUMEN, KOMPAS.com
– Warga Desa Watukelir, Kecamatan Ayah, Kabupaten
Kebumen
, Jawa Tengah, dikejutkan oleh
fenomena alam
yang mengakibatkan air di
Telaga Blembeng
mengering secara tiba-tiba pada Senin (9/12/2024) malam.
Kejadian ini meninggalkan bekas lubang yang cukup dalam dan diiringi suara gemuruh yang mengkhawatirkan.
Purnomo, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa meskipun ada rasa khawatir, kejadian tersebut tidak membuat warga panik.
“Biasanya penuh airnya, biasanya buat pemancingan. Kalau ambles ini baru pertama, ya kekhawatiran si ada, cuman ini kan sudah ada dari dulu, jadi khawatir sih
nggak
begitu soalnya kembali ke asal semula, iya jauh dari pemukiman,” ujarnya pada Jumat (12/12/2024).
BPBD Kabupaten Kebumen Embung Blembeng yang terletak di salah satu desa tertinggi di Kebumen yaitu Desa Watukelir Kecamatan Ayah bagian dasarnya ambles pada minggu (8/12/2024) malam.
Purnomo menambahkan bahwa hanya beberapa warga yang mengetahui saat air telaga hilang.
Namun, suara keras yang terdengar pada malam kejadian membuat warga merasa cemas.
Mereka khawatir lubang di tengah telaga akan semakin meluas.
Telaga Blembeng yang memiliki luas satu hektar dan kedalaman normal hingga delapan meter itu biasanya digunakan oleh warga untuk memancing.
Namun, setelah kejadian tersebut, telaga menyisakan lubang besar dengan diameter sekitar 20 meter.
Kepala Desa Watukelir, Samijo, menjelaskan bahwa air telaga tiba-tiba mengering dan menyisakan lubang besar yang menyedot semua air dari kedalaman perut bumi.
“Awal terjadinya jebolnya embung ini sekitar jam sembilan malam. Warga Pakuran itu kaget karena tiba-tiba ada air, lalu salah satu warga menghubungi warga Watukelir bahwa barangkali Blembeng itu amblas. Setelah dicek, ternyata sedang proses pengamblasan dan pengasatan air,” kata Samijo.
“Normalnya kedalaman telaga sekitar tujuh sampai delapan meter dengan luas satu hektar. Kalau kita lihat ini, lebar 10 sampai 20 meter dengan kedalaman tujuh sampai 12 meter,” imbuhnya.
Kejadian ini menjadi perhatian warga setempat dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai penyebab hilangnya air di telaga.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/12/13/675ba932101c1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)