Category: Kompas.com Metropolitan

  • Pramono Anung: Tak Ada Lagi 01, 02, 03, yang Ada Kemajuan Warga Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Desember 2024

    Pramono Anung: Tak Ada Lagi 01, 02, 03, yang Ada Kemajuan Warga Jakarta Megapolitan 14 Desember 2024

    Pramono Anung: Tak Ada Lagi 01, 02, 03, yang Ada Kemajuan Warga Jakarta
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Calon gubernur Jakarta nomor urut 3,
    Pramono Anung
    , mengatakan, saat ini sudah tak ada lagi kubu 01, 02, dan 03, karena Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 sudah selesai.
    “Sudah enggak ada lagi ego 01, 02, 03. Yang ada adalah kemajuan warga Jakarta,” kata Pramono saat mengunjungi RS Harapan Jayakarta, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (14/12/2024), dilansir
    Antara
    .
    Pramono mengaku siap berdiskusi dengan semua pihak dan mencari jalan keluar bersama untuk kemajuan Jakarta.
    Hal itu ia sampaikan menanggapi sejumlah partai politik di DPRD Jakarta yang menyatakan mendukung pemerintahan Pramono-Rano di Jakarta, salah satunya PKB.
    “Saya adalah orang yang membuka ruang seluas-luasnya untuk duduk bersama, bersilaturahmi, memikirkan bersama, berdiskusi bersama, mencari jalan keluar bersama,” jelas Pramono.
    Lebih lanjut, Pramono mengatakan dirinya sudah banyak berkomunikasi dengan sejumlah partai politik yang sebelumnya mendukung pasangan calon lain pada
    Pilkada Jakarta 2024
    , baik di kepengurusan maupun yang bekerja sebagai anggota DPRD.
    “Saya juga sudah berkomunikasi dengan pimpinan-pimpinan parpol, ketua DPRD, wakil ketua, ketua-ketua fraksi, dan lain-lain,” tuturnya.
    Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta telah menetapkan paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno sebagai pemenang satu putaran Pilkada Jakarta dengan perolehan suara 50,07 persen.
    Hasil rekapitulasi suara tersebut ditetapkan oleh KPUD Jakarta pada Minggu, (8/11/2024), dengan rincian suara:
    Ridwan Kamil-Suswono
    memperoleh 1.718.160 suara,
    Dharma Pongrekun-Kun Wardana
    459.230 suara, dan Pramono Anung-Rano Karno 2.183.239 suara.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • JPO Paledang Bogor Rusak, Atap Bolong Hingga Besi Karatan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Desember 2024

    JPO Paledang Bogor Rusak, Atap Bolong Hingga Besi Karatan Megapolitan 14 Desember 2024

    JPO Paledang Bogor Rusak, Atap Bolong Hingga Besi Karatan
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang yang terletak di Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mengalami
    kerusakan
    parah dan belum juga diperbaiki.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    pada Sabtu (14/12/2024), kanopi JPO yang seharusnya melindungi pengguna dari panas matahari dan hujan sudah banyak yang bolong.
    Saat hujan turun, air langsung jatuh ke pejalan kaki yang melintas di bawahnya, memaksa mereka untuk berlarian menghindari tetesan air hujan.
    “Cepat lari, hujan, nanti basah,” teriak salah satu pengguna yang terlihat terburu-buru.
    Selain kerusakan pada kanopi, besi pelindung di sisi kanan dan kiri jembatan juga sudah berkarat, bahkan beberapa bagian besi hilang.
    Tembok JPO tampak kusam, menunjukkan bahwa sarana umum ini tidak mendapatkan perawatan yang memadai dalam waktu lama.
    Kondisi semakin memburuk dengan adanya tangga yang sangat sempit dan curam, yang menjadi jalur utama untuk naik dan turun dari jembatan.
    Ini sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
    Selain itu, bagian jalan JPO juga digunakan sebagai lapak oleh pedagang kaki lima (PKL), seperti penjual tahu dan tukang charger handphone, yang membuat jalan semakin sesak dan mengganggu kenyamanan pengguna.
    Saat angin berhembus, tercium aroma tidak sedap dari area tersebut.
    Kamal (29) juga menyampaikan keluhannya, terutama saat harus membawa orangtuanya menyeberang melalui JPO.
    “Saya bawa ibu dan bapak, namanya orangtua pasti pas nanjak berhenti karena pengap. Sedangkan pijakannya sempit banget, repot apalagi kalau bawa barang-barang. Berbahaya banget,” keluhnya.
    Hasan (62), seorang lansia, menambahkan kekhawatirannya mengenai kondisi JPO yang tidak aman.
    “JPO ini sudah lama rusak, seharusnya segera diperbaiki agar lebih aman untuk semua. Kalau JPO nyaman, semua orang pasti menyeberang jalan lewat sini. Kalau rusak seperti ini pasti takut, apalagi di sini banyak copet juga,” ujarnya.
    Pengguna JPO berharap agar pihak berwenang segera melakukan
    perbaikan
    terhadap kerusakan yang ada demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang mengandalkan JPO tersebut untuk menyeberang.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pedagang Muara Angke Mengeluh Sepi Pembeli akibat Banjir Rob
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Desember 2024

    Pedagang Muara Angke Mengeluh Sepi Pembeli akibat Banjir Rob Megapolitan 14 Desember 2024

    Pedagang Muara Angke Mengeluh Sepi Pembeli akibat Banjir Rob
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Sejumlah pedagang di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, mengeluh
    sepi pembeli
    karena warungnya terkena air rob.
    “Meghambat karena jadi sepi pembeli,” ujar Sri (24 tahun), seorang pedagang kopi saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Sabtu (14/12/2024).
    Sri menuturkan, warung kopi miliknya sepi pembeli selama dua hari terakhir karena susah diakses.
    Akses menuju warung kopi milik Sri terendam air rob setinggi 50 sentimeter.
    Selain itu, banyak pelanggan Sri yang turut dibuk mengurus rumahnya masing-masing yang juga terendam banjir.
    Akibatnya, pendapatan warung kopi milik Sri turun hampir 50 persen.
    “Kira-kira Rp 1 juta, kalau banjir sekitar Rp 600 ribu,” kata Sri.
    Kendati terendam banjir, perabotan dagangan Sri tidak rusak karena sudah diselamatkan terlebih dahulu.
    Keluhan yang sama juga disampaikan Neni (38 tahun), pedagang warung nasi di Jalan Dermaga Ujung.
    Senada dengan Sri, Neni juga mengeluh karena aktivitas dagangnya terhambat akibat adanya
    banjir rob
    .
    “Menghambat banget, ya, susah untuk beraktivitas, masak juga susah,” kata Neni.
    Selain sulit untuk menyiapkan dagangan, Neni juga mengeluh warung nasi miliknya tak seramai biasanya selama banjir.
    Akibatnya, omset warung nasi milik Neni menurun hingga 30 persen saat banjir rob.
    “Enggak ramai kaya biasanya. Sekitar 30 persenan untuk penurunan (omsetnya),” ujar Neni.
    Meski begitu, Neni tetap membuka warungnya sejak pagi.
    “Tetap beroperasi dari pagi jam 5.00 WIB sampai jam tutup 9.30 WIB,” kata Neni menjelaskan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • BPBD Kota Bogor Bakal Dirikan 2 Posko, Antisipasi Bencana pada Natal-Tahun Baru
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Desember 2024

    BPBD Kota Bogor Bakal Dirikan 2 Posko, Antisipasi Bencana pada Natal-Tahun Baru Megapolitan 14 Desember 2024

    BPBD Kota Bogor Bakal Dirikan 2 Posko, Antisipasi Bencana pada Natal-Tahun Baru
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com –
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor akan mendirikan dua
    posko kesiapsiagaan
    untuk mengantisipasi potensi
    bencana alam
    selama liburan Natal 2024 dan tahun baru 2025.
    Kepala Pelaksana
    BPBD Kota Bogor
    Hidayatulloh mengatakan, dua posko tersebut akan ditempatkan di lokasi strategis, yakni di Simpang Yasmin dan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur.
    “Ada di dua titik, di Simpang Yasmin untuk menjangkau wilayah Kecamatan Bogor Barat, Tanah Sareal, dan Bogor Tengah, serta di titik Baranangsiang untuk wilayah Kecamatan Bogor Timur, Utara, dan Selatan,” ujar Hidayatulloh saat dihubungi
    Kompas.com
    , Sabtu (14/12/2024).
    Hidayatulloh menyebutkan, setiap posko akan dijaga oleh 14 personel BPBD yang siap siaga 24 jam.
    BPBD Kota Bogor juga menyiagakan petugas di Markas BPBD untuk menerima laporan dari masyarakat yang kemudian akan diteruskan kepada petugas yang sedang bertugas di posko.
    “Mereka
    stand by
    . Tetapi ada juga petugas yang berjaga di Mako BPBD untuk menerima laporan masyarakat, kemudian dilaporkan ke petugas yang
    stand by
    agar cepat bergerak,” kata Hidayatulloh.
    Selain petugas BPBD, kedua posko kesiapsiagaan ini juga akan diperkuat personel gabungan dari berbagai instansi, seperti TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pusat.
    Posko-posko ini diharapkan dapat mempercepat respons terhadap bencana yang mungkin terjadi selama periode liburan.
    Hidayatulloh menuturkan, pembangunan posko kesiapsiagaan ini tinggal menunggu pelaksanaan dari Forkopimda Kota Bogor.
    Hidayatulloh juga mengimbau kepada warga untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, seperti banjir, hujan disertai angin kencang, dan tanah longsor yang sering terjadi di wilayah Kota Bogor.
    BPBD Kota Bogor telah mengeluarkan surat edaran yang mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan segera menghubungi petugas jika ada kejadian bencana.
    BPBD Kota Bogor juga meminta pihak kelurahan untuk mendirikan posko tanggap darurat di wilayah masing-masing agar informasi tentang bencana dapat segera ditangani.
    “Pihak kelurahan bisa membangun posko tanggap darurat sehingga informasi apapun mengenai kebencanaan bisa cepat langsung ditangani. Masyarakat atau wisatawan yang datang ke Kota Bogor diminta untuk selalu waspada terhadap bencana alam,” kata Hidayatulloh.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kala Banjir Rob Dianggap "Atlantis Gratis" oleh Anak-anak Muara Angke…
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Desember 2024

    Kala Banjir Rob Dianggap "Atlantis Gratis" oleh Anak-anak Muara Angke… Megapolitan 14 Desember 2024

    Kala Banjir Rob Dianggap “Atlantis Gratis” oleh Anak-anak Muara Angke…
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Puluhan anak di Jalan Dermaga Ujung,
    Muara Angke
    , Jakarta Utara, terlihat nekat berenang di tengah genangan banjir rob pada Sabtu (14/12/2024).
    Mereka mengaku tidak memiliki uang untuk membayar tiket
    kolam renang
    .
    “Biasanya kalau masuk ke kolam renang bayar, kan enggak punya uang, ya, udah berenang di sini aja,” kata Dirma (9) saat diwawancarai oleh
    Kompas.com
    di lokasi.
    Dirma menjelaskan bahwa tidak setiap kali ia bisa membeli tiket kolam renang yang berkisar antara Rp 35.000 hingga Rp 40.000.
    “Kadang-kadang bisa beli tiket kolam renang, kadang enggak, karena harganya Rp 35.000 – Rp 40.000 kalau berenang di Ancol,” tambahnya.
    Lukman (9), salah satu teman Dirma, juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa berenang di tengah air rob.
    Ia menyebutkan bahwa genangan air rob tersebut layaknya “Atlantis gratis”.
    “Atlantis gratis” ungkap Lukman.
    Lukman merasa lebih puas berenang di air rob karena tidak ada batasan waktu, berbeda dengan kolam renang berbayar yang sering kali membatasi durasi berenang pengunjung.
    Berdasarkan pengamatan
    Kompas.com,
    ketinggian air di Jalan Dermaga Ujung mencapai 50 sentimeter.
    Anak-anak tersebut berenang di sepanjang jalan yang dipenuhi air berwarna hijau dan banyak sampah.
    Beberapa dari mereka memanfaatkan sampah karpet yang berserakan di jalan sebagai alas untuk mengambang.
    Selain berenang, mereka juga terlihat bermain lari-larian dengan penuh kegembiraan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • UMP Jakarta 2025 Naik, Pekerja Lajang Tetap Merasa Terbebani karena Biaya Hidup Tinggi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Desember 2024

    UMP Jakarta 2025 Naik, Pekerja Lajang Tetap Merasa Terbebani karena Biaya Hidup Tinggi Megapolitan 14 Desember 2024

    UMP Jakarta 2025 Naik, Pekerja Lajang Tetap Merasa Terbebani karena Biaya Hidup Tinggi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta tahun 2025 sebesar Rp 5,3 juta belum memuaskan sejumlah pekerja, termasuk yang masih lajang. 
    Meskipun pendapatan bakal meningkat, para pekerja menilai, kenaikan UMP belum cukup mengimbangi tingginya biaya hidup di Jakarta.
    Tingginya biaya hidup, dari sewa tempat tinggal hingga kebutuhan sehari-hari, memaksa para pekerja cermat mengatur keuangan agar bisa bertahan hingga akhir bulan.
    Dita (27), seorang pegawai ritel di Jakarta Selatan misalnya, mengaku khawatir jika peningkatan gaji dibarengi naiknya harga kebutuhan pokok.
    “Saya senang ada kenaikan gaji, tapi kalau harga kebutuhan pokok naik terus, tetap saja sulit. Gaji naik sedikit, tapi harga sembako, transportasi, dan listrik naik lebih cepat,” ucap Dita saat diwawancarai
    Kompas.com
    , Sabtu (14/12/2024).
    Dita tinggal seorang diri di Jakarta di rumah indekos, sementara keluarganya tinggal di Kabupaten Bogor.
    Oleh karenanya, Dita harus cermat mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sendiri.
    “Kenaikan UMP belum benar-benar membantu kalau semuanya serba mahal,” tambah dia.
    Senada dengan Dita, Efriza (26) juga menilai, kenaikan UMP belum bisa menutupi pengeluaran hidup di Jakarta.
    Setelah dipotong pajak dan dialokasikan untuk kebutuhan harian, gajinya cepat habis.
    “Kenaikan UMP itu kelihatannya besar, tapi setelah dipotong pajak dan ditambah biaya harian seperti sewa kos, transportasi, dan makan, gaji cepat habis. Setiap bulan, saya harus memikirkan cara bertahan sampai gajian berikutnya,” ungkap Efriza.
    Sementara itu, Syafiera (28) yang bekerja di Jakarta dengan penghasilan Rp 5,3 juta per bulan juga merasa belum cukup.
    Sebab, selain membiayai hidup pribadi, ia harus membantu keluarganya di Ciawi, Kabupaten Bogor.
    “Walau UMP naik, itu belum mencukupi kebutuhan saya sehari-hari, padahal saya masih lajang. Dari gaji Rp 5,3 juta, saya kirim ke orangtua Rp 1 juta, kos-kosan yang Rp 1,8 juta, lalu menabung untuk biaya kuliah adik sebesar Rp 500.000 sampai Rp 1 juta,” ujar dia.
    Sementara, untuk makan, Syafiera maksimal menghabiskan Rp 2.000.000 per bulan. Namun, ia kerap menekan biaya makan agar masih ada sisa untuk ongkos berangkat dan pulang kerja.
    Sebab, butuh Rp 500.000 per bulan jika Syafiera pulang-pergi kerja naik TransJakarta. Akan tetapi, Syafiera bisa berhemat ongkos transportasi karena berangkat dan pulang kerja diantar-jemput sang kekasih. 
    Jika pengeluarannya sedang banyak, gaji Syafiera habis tak bersisa. Namun, jika bisa berhemat, Syafiera bakal menabung sisa gajinya.
    “Kalau ada sisa, saya tabung buat beli emas,” tambah dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Amarah Anak Bos Toko Roti di Cakung, Aniaya Pegawai gara-gara Menolak Antar Makanan ke Kamarnya
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Desember 2024

    Amarah Anak Bos Toko Roti di Cakung, Aniaya Pegawai gara-gara Menolak Antar Makanan ke Kamarnya Megapolitan 14 Desember 2024

    Amarah Anak Bos Toko Roti di Cakung, Aniaya Pegawai gara-gara Menolak Antar Makanan ke Kamarnya
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Seorang anak bos toko roti di Cakung, Jakarta Timur, berinisial GSH, diduga melakukan
    penganiayaan
    terhadap pegawainya, DAD.
    Kasus ini viral usai video rekaman penganiayaan tersebut beredar di media sosial.
    Dalam video tersebut, tampak GSH melemparkan sebuah kursi ke arah DAD hingga menyebabkan kepala korban berdarah.
    Kanit Reskrim Polsek Cakung AKP Kholid Abdi mengatakan, kejadian penganiayaan itu terjadi di tempat kerja korban pada 17 Oktober 2024 lalu.
    “Kejadian diduga terjadi pada 17 Oktober 2024 dan dilaporkan sehari setelahnya. Berdasarkan keterangan saksi, korban bernama DAD diduga dianiaya oleh GSH,” ujar Kholid saat dikonfirmasi, Jumat (13/12/2024).
    Kholid menyampaikan, Unit Reskrim Polsek Cakung langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna menindaklanjuti video yang viral.
    Untuk saat ini, kasus penganiayaan masih dalam proses penyelidikan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Cakung.
    “Kami sudah melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendalami kasus ini,” kata Kholid.
    Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Lina Yuliana mengungkapkan, motif penganiayaan yang dilakukan oleh GSH terhadap DAD disebabkan karena korban menolak untuk mengantarkan makanan ke kamar pribadi pelaku.
    “Awalnya, terlapor meminta tolong kepada korban untuk mengantar makanan ke kamar pribadi terlapor dan korban tidak mau karena itu bukan pekerjaannya,” jelas Lina saat dihubungi Jumat.
    Kesal permintaannya ditolak, amarah GSH langsung meledak sampai akhirnya terjadi tindakan penganiayaan.
    “Selanjutnya, terlapor marah dan mengambil satu buah kursi yang dilemparkan ke arah korban, mengenai kepala dan bahu korban,” tambah Lina.
    Lebih lanjut, Lina menyampaikan, tim gabungan Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Cakung saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan ini.
    “Kami sudah melakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap tiga orang saksi. Terkait terlapor, saat ini masih berstatus saksi karena perkara ini masih dalam proses lidik,” ungkap Lina.
    (Penulis: Febryan Kevin Candra Kurniawan | Editor: Jessi Carina)
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Peneliti BRIN Sebut Fenomena Hilangnya Air Telaga Blembeng Disebabkan "Sinkhole"
                        Regional

    6 Peneliti BRIN Sebut Fenomena Hilangnya Air Telaga Blembeng Disebabkan "Sinkhole" Regional

    Peneliti BRIN Sebut Fenomena Hilangnya Air Telaga Blembeng Disebabkan “Sinkhole”
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com

    Fenomena alam
    yang mengejutkan terjadi di
    Telaga Blembeng
    , Desa Watukelir, Kecamatan Ayah, Kabupaten
    Kebumen
    , Jawa Tengah.
    Air telaga yang biasanya penuh tiba-tiba menyusut hingga terlihat dasar telaga dan muncul lubang besar yang tidak pernah ada selama 28 tahun terakhir.
    Kejadian ini menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Kebumen dan sekitarnya.
    Dr Ir Chusni Ansori, Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)  Karangsambung, menanggapi fenomena tersebut.
    Dalam wawancaranya via telepon pada Sabtu (14/12/2024), Chusni menjelaskan bahwa penyebab fenomena ini adalah terbentuknya
    sinkhole
    atau lubang pembuangan.
    Sinkhole
    terjadi karena tanah yang amblas akibat drainase eksternal, di mana permukaan tanah yang rapuh kemudian runtuh.

    Sinkhole
    yang terbentuk di dasar telaga ini menyebabkan air telaga mengalir ke sungai bawah tanah dan telaga menjadi kering. Mengalir ke sungai bawah tanah, larinya ke mana ya harus ditelusuri,” ungkap Chusni.
    Lebih lanjut, Chusni menjelaskan bahwa telaga biasanya terbentuk dalam waktu yang lama.
    Proses pembentukannya dimulai dari bukit-bukit karst yang membentuk lekukan besar, sehingga dapat menampung air dan membentuk telaga.
    “Itu lokasi telaganya kan di Desa Watukelir. Kemudian kalau kita lihat dari peta geologi yang ada, itu berada di kawasan karst Gombong Selatan yang ciri khasnya kita sebut sebagai Conical Hills,” tambahnya.
    Di bagian tengah bukit-bukit karst tersebut terdapat lekukan yang disebut Dolin.
    Dolin ini terisi oleh tanah-tanah terrarosa atau tanah merah hasil pelapukan batuan gamping yang ada di sekitarnya, sehingga menutup dasar telaga.
    “Nah pada saat sudah tertutup maka air akan tertampung sehingga terbentuk telaga,” sambungnya.
    Chusni juga menjelaskan bahwa
    sinkhole
    yang terbentuk disebabkan oleh erosi di dasar telaga, yang akhirnya membentuk lubang yang semakin besar.
    “Di bawah telaga itu kan ada saluran air atau sungai-sungai bawah tanah yang berkembang terus.”
    “Bisa jadi bagian-bagian bawah telaga ada yang mengalami erosi, kan bawahnya gamping itu yang mudah larut. Akhirnya terbentuk lubang yang menyebabkan bocor,” pungkasnya.
    Fenomena ini menjadi perhatian masyarakat setempat, yang berharap pihak berwenang dapat melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami penyebab dan dampak dari kejadian ini.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Senangnya Dilan, Main Perahu Gabus bersama Ayah dan Disuapi Ibu di Tengah Banjir Rob
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Desember 2024

    Senangnya Dilan, Main Perahu Gabus bersama Ayah dan Disuapi Ibu di Tengah Banjir Rob Megapolitan 14 Desember 2024

    Senangnya Dilan, Main Perahu Gabus bersama Ayah dan Disuapi Ibu di Tengah Banjir Rob
    Tim Redaksi
    J
    AKARTA, KOMPAS.com
    – Banjir rob yang kembali merendam Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, dimanfaatkan para orangtua untuk memberikan hiburan buat sang buah hati. 
    Salah satunya warga RW 22 Muara Angke bernama Wandi (38). Saat ditemui
    Kompas.com, 
    Sabtu (14/12/2024), Wandi tengah asyik mengajak anaknya bermain
    styrofoam 
    atau gabus yang seolah dijadikan perahu di tengah genangan air rob.
    Dengan kreativitasnya, Wandi melengkapi gabus tersebut dengan tali sehingga “perahu” itu bisa ditarik. 
    Anak Wandi, Dilan (5), asyik duduk di atas perahu gabus tersebut. Sementara, Wandi mondar-mandir menarik perahu gabus itu.
    Tawa lepas terpancar di wajah Dilan saat perahu gabus itu melaju perlahan ditarik sang ayah.
    Sama seperti putranya, Wandi pun terlihat begitu gembira karena mampu menghibur putranya di tengah banjir. 
    Kehangatan keluarga kecil itu makin terlihat dengan kehadiran istri Wandi yang memanfaatkan momen tersebut untuk menyuapi Dilan.
    Tanpa alas piring, istri Wandi menyuapi Dilan dengan nasi putih dan ayam goreng yang ia beli di pinggir jalan.
    Sambil bermain air, Dilan pun lahap makan nasi dan ayam dari suapan ibunya.
    Istri Wandi mengungkapkan, ketinggian banjir di rumahnya yang berlokasi di RW 22 sudah mencapai satu meter sehingga aliran listrik padam.
    Kondisi rumah yang gelap membuat ia dan Wandi memutuskan keluar rumah mengajak Dilan bermain.
    “Di rumah dimatiin lampunya, gelap. Jadi keluar rumah, mengajak anak main pakai gabus,” ujar istri Wandi saat diwawancarai
    Kompas.com
    di lokasi, Sabtu.
    Sementara itu, Wandi menyebutkan, banjir rob kali ini lebih besar dibandingkan sebelumnya.
    “Lebih gede ini dari awal Desember,” ujar Wandi.
    Bahkan, dibandingkan hari kemarin, menurut Wandi, banjir rob hari ini juga lebih tinggi.
    Diberitakan, banjir rob kembali merendam Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, sejak Jumat (13/12/2024).
    Pada Jumat pagi, ketinggian air rob di Jalan Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional, Muara Angke, mencapai 25 sentimeter. Namun, pada siang hari, air rob semakin naik dan ketinggiannya mencapai 60-70 sentimeter.
    Banjir rob ini bukan sekali dua kali terjadi di Muara Angke. Setiap kali terjadi fenomena bulan purnama, wilayah ini langganan banjir rob.
    Aktivtas warga pun terganggu setiap banjir rob datang. Tak hanya itu, mobilitas warga menjadi sulit karena akses jalan terkendala.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Monas Buka sampai Malam Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Dimulai Hari Ini
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Desember 2024

    Monas Buka sampai Malam Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Dimulai Hari Ini Megapolitan 14 Desember 2024

    Monas Buka sampai Malam Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Dimulai Hari Ini
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menyambut libur Natal 2024 dan tahun baru 2025, kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) diperpanjang jam operasionalnya hingga malam hari terhitung mulai Sabtu, 14 Desember 2024.

    Untuk menyambut Natal dan Tahun Baru, Monas kini kembali buka hingga malam
    ,” tulis keterangan dalam akun Instagram resmi Monas, @monumen.nasional.
    Dengan perpanjangan jam operasional ini, pengunjung memiliki kesempatan untuk menikmati pemandangan Jakarta pada malam hari dari puncak Monas.
    Berikut jadwal lengkap kunjungan ke Monas selama libur Nataru:
    Selasa hingga Jumat
    Sabtu dan Minggu
    Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan “Air Mancur Menari Monas” yang digelar setiap Sabtu dan Minggu dalam dua sesi, yaitu:
    Perpanjangan jam operasional ini diharapkan menjadi alternatif hiburan yang menarik bagi masyarakat selama liburan Natal dan tahun baru.
    Dengan suasana malam yang berbeda, panorama kota dari ketinggian, dan atraksi air mancur yang indah, Monas bisa jadi pilihan untuk menghabiskan momen spesial di akhir tahun.
    “Ajak keluarga dan teman untuk menikmati suasana malam yang berbeda di jantung kota. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat Monas dari sudut pandang baru,” lanjut keterangan tersebut.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.