Pramono Anung: Tak Ada Lagi 01, 02, 03, yang Ada Kemajuan Warga Jakarta
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com –
Calon gubernur Jakarta nomor urut 3,
Pramono Anung
, mengatakan, saat ini sudah tak ada lagi kubu 01, 02, dan 03, karena Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 sudah selesai.
“Sudah enggak ada lagi ego 01, 02, 03. Yang ada adalah kemajuan warga Jakarta,” kata Pramono saat mengunjungi RS Harapan Jayakarta, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (14/12/2024), dilansir
Antara
.
Pramono mengaku siap berdiskusi dengan semua pihak dan mencari jalan keluar bersama untuk kemajuan Jakarta.
Hal itu ia sampaikan menanggapi sejumlah partai politik di DPRD Jakarta yang menyatakan mendukung pemerintahan Pramono-Rano di Jakarta, salah satunya PKB.
“Saya adalah orang yang membuka ruang seluas-luasnya untuk duduk bersama, bersilaturahmi, memikirkan bersama, berdiskusi bersama, mencari jalan keluar bersama,” jelas Pramono.
Lebih lanjut, Pramono mengatakan dirinya sudah banyak berkomunikasi dengan sejumlah partai politik yang sebelumnya mendukung pasangan calon lain pada
Pilkada Jakarta 2024
, baik di kepengurusan maupun yang bekerja sebagai anggota DPRD.
“Saya juga sudah berkomunikasi dengan pimpinan-pimpinan parpol, ketua DPRD, wakil ketua, ketua-ketua fraksi, dan lain-lain,” tuturnya.
Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta telah menetapkan paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno sebagai pemenang satu putaran Pilkada Jakarta dengan perolehan suara 50,07 persen.
Hasil rekapitulasi suara tersebut ditetapkan oleh KPUD Jakarta pada Minggu, (8/11/2024), dengan rincian suara:
Ridwan Kamil-Suswono
memperoleh 1.718.160 suara,
Dharma Pongrekun-Kun Wardana
459.230 suara, dan Pramono Anung-Rano Karno 2.183.239 suara.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/12/14/675d044221ef1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pramono Anung: Tak Ada Lagi 01, 02, 03, yang Ada Kemajuan Warga Jakarta Megapolitan 14 Desember 2024
-
/data/photo/2024/12/14/675d4915a5308.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pedagang Muara Angke Mengeluh Sepi Pembeli akibat Banjir Rob Megapolitan 14 Desember 2024
Pedagang Muara Angke Mengeluh Sepi Pembeli akibat Banjir Rob
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Sejumlah pedagang di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, mengeluh
sepi pembeli
karena warungnya terkena air rob.
“Meghambat karena jadi sepi pembeli,” ujar Sri (24 tahun), seorang pedagang kopi saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Sabtu (14/12/2024).
Sri menuturkan, warung kopi miliknya sepi pembeli selama dua hari terakhir karena susah diakses.
Akses menuju warung kopi milik Sri terendam air rob setinggi 50 sentimeter.
Selain itu, banyak pelanggan Sri yang turut dibuk mengurus rumahnya masing-masing yang juga terendam banjir.
Akibatnya, pendapatan warung kopi milik Sri turun hampir 50 persen.
“Kira-kira Rp 1 juta, kalau banjir sekitar Rp 600 ribu,” kata Sri.
Kendati terendam banjir, perabotan dagangan Sri tidak rusak karena sudah diselamatkan terlebih dahulu.
Keluhan yang sama juga disampaikan Neni (38 tahun), pedagang warung nasi di Jalan Dermaga Ujung.
Senada dengan Sri, Neni juga mengeluh karena aktivitas dagangnya terhambat akibat adanya
banjir rob
.
“Menghambat banget, ya, susah untuk beraktivitas, masak juga susah,” kata Neni.
Selain sulit untuk menyiapkan dagangan, Neni juga mengeluh warung nasi miliknya tak seramai biasanya selama banjir.
Akibatnya, omset warung nasi milik Neni menurun hingga 30 persen saat banjir rob.
“Enggak ramai kaya biasanya. Sekitar 30 persenan untuk penurunan (omsetnya),” ujar Neni.
Meski begitu, Neni tetap membuka warungnya sejak pagi.
“Tetap beroperasi dari pagi jam 5.00 WIB sampai jam tutup 9.30 WIB,” kata Neni menjelaskan.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/14/675d27de13339.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kala Banjir Rob Dianggap "Atlantis Gratis" oleh Anak-anak Muara Angke… Megapolitan 14 Desember 2024
Kala Banjir Rob Dianggap “Atlantis Gratis” oleh Anak-anak Muara Angke…
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Puluhan anak di Jalan Dermaga Ujung,
Muara Angke
, Jakarta Utara, terlihat nekat berenang di tengah genangan banjir rob pada Sabtu (14/12/2024).
Mereka mengaku tidak memiliki uang untuk membayar tiket
kolam renang
.
“Biasanya kalau masuk ke kolam renang bayar, kan enggak punya uang, ya, udah berenang di sini aja,” kata Dirma (9) saat diwawancarai oleh
Kompas.com
di lokasi.
Dirma menjelaskan bahwa tidak setiap kali ia bisa membeli tiket kolam renang yang berkisar antara Rp 35.000 hingga Rp 40.000.
“Kadang-kadang bisa beli tiket kolam renang, kadang enggak, karena harganya Rp 35.000 – Rp 40.000 kalau berenang di Ancol,” tambahnya.
Lukman (9), salah satu teman Dirma, juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa berenang di tengah air rob.
Ia menyebutkan bahwa genangan air rob tersebut layaknya “Atlantis gratis”.
“Atlantis gratis” ungkap Lukman.
Lukman merasa lebih puas berenang di air rob karena tidak ada batasan waktu, berbeda dengan kolam renang berbayar yang sering kali membatasi durasi berenang pengunjung.
Berdasarkan pengamatan
Kompas.com,
ketinggian air di Jalan Dermaga Ujung mencapai 50 sentimeter.
Anak-anak tersebut berenang di sepanjang jalan yang dipenuhi air berwarna hijau dan banyak sampah.
Beberapa dari mereka memanfaatkan sampah karpet yang berserakan di jalan sebagai alas untuk mengambang.
Selain berenang, mereka juga terlihat bermain lari-larian dengan penuh kegembiraan.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2014/04/02/1956216ilustrasi-penganiayaan780x390.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Amarah Anak Bos Toko Roti di Cakung, Aniaya Pegawai gara-gara Menolak Antar Makanan ke Kamarnya Megapolitan 14 Desember 2024
Amarah Anak Bos Toko Roti di Cakung, Aniaya Pegawai gara-gara Menolak Antar Makanan ke Kamarnya
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com –
Seorang anak bos toko roti di Cakung, Jakarta Timur, berinisial GSH, diduga melakukan
penganiayaan
terhadap pegawainya, DAD.
Kasus ini viral usai video rekaman penganiayaan tersebut beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, tampak GSH melemparkan sebuah kursi ke arah DAD hingga menyebabkan kepala korban berdarah.
Kanit Reskrim Polsek Cakung AKP Kholid Abdi mengatakan, kejadian penganiayaan itu terjadi di tempat kerja korban pada 17 Oktober 2024 lalu.
“Kejadian diduga terjadi pada 17 Oktober 2024 dan dilaporkan sehari setelahnya. Berdasarkan keterangan saksi, korban bernama DAD diduga dianiaya oleh GSH,” ujar Kholid saat dikonfirmasi, Jumat (13/12/2024).
Kholid menyampaikan, Unit Reskrim Polsek Cakung langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna menindaklanjuti video yang viral.
Untuk saat ini, kasus penganiayaan masih dalam proses penyelidikan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Cakung.
“Kami sudah melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendalami kasus ini,” kata Kholid.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Lina Yuliana mengungkapkan, motif penganiayaan yang dilakukan oleh GSH terhadap DAD disebabkan karena korban menolak untuk mengantarkan makanan ke kamar pribadi pelaku.
“Awalnya, terlapor meminta tolong kepada korban untuk mengantar makanan ke kamar pribadi terlapor dan korban tidak mau karena itu bukan pekerjaannya,” jelas Lina saat dihubungi Jumat.
Kesal permintaannya ditolak, amarah GSH langsung meledak sampai akhirnya terjadi tindakan penganiayaan.
“Selanjutnya, terlapor marah dan mengambil satu buah kursi yang dilemparkan ke arah korban, mengenai kepala dan bahu korban,” tambah Lina.
Lebih lanjut, Lina menyampaikan, tim gabungan Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Cakung saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan ini.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap tiga orang saksi. Terkait terlapor, saat ini masih berstatus saksi karena perkara ini masih dalam proses lidik,” ungkap Lina.
(Penulis: Febryan Kevin Candra Kurniawan | Editor: Jessi Carina)
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/14/675d1e80470a5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
6 Peneliti BRIN Sebut Fenomena Hilangnya Air Telaga Blembeng Disebabkan "Sinkhole" Regional
Peneliti BRIN Sebut Fenomena Hilangnya Air Telaga Blembeng Disebabkan “Sinkhole”
Tim Redaksi
KOMPAS.com
–
Fenomena alam
yang mengejutkan terjadi di
Telaga Blembeng
, Desa Watukelir, Kecamatan Ayah, Kabupaten
Kebumen
, Jawa Tengah.
Air telaga yang biasanya penuh tiba-tiba menyusut hingga terlihat dasar telaga dan muncul lubang besar yang tidak pernah ada selama 28 tahun terakhir.
Kejadian ini menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Kebumen dan sekitarnya.
Dr Ir Chusni Ansori, Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Karangsambung, menanggapi fenomena tersebut.
Dalam wawancaranya via telepon pada Sabtu (14/12/2024), Chusni menjelaskan bahwa penyebab fenomena ini adalah terbentuknya
sinkhole
atau lubang pembuangan.
Sinkhole
terjadi karena tanah yang amblas akibat drainase eksternal, di mana permukaan tanah yang rapuh kemudian runtuh.
“
Sinkhole
yang terbentuk di dasar telaga ini menyebabkan air telaga mengalir ke sungai bawah tanah dan telaga menjadi kering. Mengalir ke sungai bawah tanah, larinya ke mana ya harus ditelusuri,” ungkap Chusni.
Lebih lanjut, Chusni menjelaskan bahwa telaga biasanya terbentuk dalam waktu yang lama.
Proses pembentukannya dimulai dari bukit-bukit karst yang membentuk lekukan besar, sehingga dapat menampung air dan membentuk telaga.
“Itu lokasi telaganya kan di Desa Watukelir. Kemudian kalau kita lihat dari peta geologi yang ada, itu berada di kawasan karst Gombong Selatan yang ciri khasnya kita sebut sebagai Conical Hills,” tambahnya.
Di bagian tengah bukit-bukit karst tersebut terdapat lekukan yang disebut Dolin.
Dolin ini terisi oleh tanah-tanah terrarosa atau tanah merah hasil pelapukan batuan gamping yang ada di sekitarnya, sehingga menutup dasar telaga.
“Nah pada saat sudah tertutup maka air akan tertampung sehingga terbentuk telaga,” sambungnya.
Chusni juga menjelaskan bahwa
sinkhole
yang terbentuk disebabkan oleh erosi di dasar telaga, yang akhirnya membentuk lubang yang semakin besar.
“Di bawah telaga itu kan ada saluran air atau sungai-sungai bawah tanah yang berkembang terus.”
“Bisa jadi bagian-bagian bawah telaga ada yang mengalami erosi, kan bawahnya gamping itu yang mudah larut. Akhirnya terbentuk lubang yang menyebabkan bocor,” pungkasnya.
Fenomena ini menjadi perhatian masyarakat setempat, yang berharap pihak berwenang dapat melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami penyebab dan dampak dari kejadian ini.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/14/675d205a3ff33.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Senangnya Dilan, Main Perahu Gabus bersama Ayah dan Disuapi Ibu di Tengah Banjir Rob Megapolitan 14 Desember 2024
Senangnya Dilan, Main Perahu Gabus bersama Ayah dan Disuapi Ibu di Tengah Banjir Rob
Tim Redaksi
J
AKARTA, KOMPAS.com
– Banjir rob yang kembali merendam Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, dimanfaatkan para orangtua untuk memberikan hiburan buat sang buah hati.
Salah satunya warga RW 22 Muara Angke bernama Wandi (38). Saat ditemui
Kompas.com,
Sabtu (14/12/2024), Wandi tengah asyik mengajak anaknya bermain
styrofoam
atau gabus yang seolah dijadikan perahu di tengah genangan air rob.
Dengan kreativitasnya, Wandi melengkapi gabus tersebut dengan tali sehingga “perahu” itu bisa ditarik.
Anak Wandi, Dilan (5), asyik duduk di atas perahu gabus tersebut. Sementara, Wandi mondar-mandir menarik perahu gabus itu.
Tawa lepas terpancar di wajah Dilan saat perahu gabus itu melaju perlahan ditarik sang ayah.
Sama seperti putranya, Wandi pun terlihat begitu gembira karena mampu menghibur putranya di tengah banjir.
Kehangatan keluarga kecil itu makin terlihat dengan kehadiran istri Wandi yang memanfaatkan momen tersebut untuk menyuapi Dilan.
Tanpa alas piring, istri Wandi menyuapi Dilan dengan nasi putih dan ayam goreng yang ia beli di pinggir jalan.
Sambil bermain air, Dilan pun lahap makan nasi dan ayam dari suapan ibunya.
Istri Wandi mengungkapkan, ketinggian banjir di rumahnya yang berlokasi di RW 22 sudah mencapai satu meter sehingga aliran listrik padam.
Kondisi rumah yang gelap membuat ia dan Wandi memutuskan keluar rumah mengajak Dilan bermain.
“Di rumah dimatiin lampunya, gelap. Jadi keluar rumah, mengajak anak main pakai gabus,” ujar istri Wandi saat diwawancarai
Kompas.com
di lokasi, Sabtu.
Sementara itu, Wandi menyebutkan, banjir rob kali ini lebih besar dibandingkan sebelumnya.
“Lebih gede ini dari awal Desember,” ujar Wandi.
Bahkan, dibandingkan hari kemarin, menurut Wandi, banjir rob hari ini juga lebih tinggi.
Diberitakan, banjir rob kembali merendam Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, sejak Jumat (13/12/2024).
Pada Jumat pagi, ketinggian air rob di Jalan Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional, Muara Angke, mencapai 25 sentimeter. Namun, pada siang hari, air rob semakin naik dan ketinggiannya mencapai 60-70 sentimeter.
Banjir rob ini bukan sekali dua kali terjadi di Muara Angke. Setiap kali terjadi fenomena bulan purnama, wilayah ini langganan banjir rob.
Aktivtas warga pun terganggu setiap banjir rob datang. Tak hanya itu, mobilitas warga menjadi sulit karena akses jalan terkendala.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2022/06/17/62ac673f71587.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Monas Buka sampai Malam Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Dimulai Hari Ini Megapolitan 14 Desember 2024
Monas Buka sampai Malam Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Dimulai Hari Ini
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menyambut libur Natal 2024 dan tahun baru 2025, kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) diperpanjang jam operasionalnya hingga malam hari terhitung mulai Sabtu, 14 Desember 2024.
“
Untuk menyambut Natal dan Tahun Baru, Monas kini kembali buka hingga malam
,” tulis keterangan dalam akun Instagram resmi Monas, @monumen.nasional.
Dengan perpanjangan jam operasional ini, pengunjung memiliki kesempatan untuk menikmati pemandangan Jakarta pada malam hari dari puncak Monas.
Berikut jadwal lengkap kunjungan ke Monas selama libur Nataru:
Selasa hingga Jumat
Sabtu dan Minggu
Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan “Air Mancur Menari Monas” yang digelar setiap Sabtu dan Minggu dalam dua sesi, yaitu:
Perpanjangan jam operasional ini diharapkan menjadi alternatif hiburan yang menarik bagi masyarakat selama liburan Natal dan tahun baru.
Dengan suasana malam yang berbeda, panorama kota dari ketinggian, dan atraksi air mancur yang indah, Monas bisa jadi pilihan untuk menghabiskan momen spesial di akhir tahun.
“Ajak keluarga dan teman untuk menikmati suasana malam yang berbeda di jantung kota. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat Monas dari sudut pandang baru,” lanjut keterangan tersebut.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/12/14/675d51c6590b8.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2023/10/31/6540f12467e21.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2012/12/27/1347351-tren-perkantoran-harga-sewa-2013--780x390.JPG?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)