PMI Jakut Kerahkan 1 Mobil “Rescue” di Lokasi Banjir Rob Muara Angke
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara mengerahkan satu unit mobil
rescue
di lokasi
banjir rob
di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (15/12/2024).
“Ya kita siagakan satu unit
rescue
di lokasi ini untuk mengantisipasi apabila ada warga yang membutuhkan pertolongan,” ujar Kepala Seksi Penanggulangan Bencana PMI Jakarta Utara, Agus Riyanto di lokasi.
Kehadiran unit
rescue
ini berdasarkan perintah pimpinan PMI Jakarta Utara.
Petugas akan bertahan di lokasi banjir rob di Muara Angke hingga menunggu perintah dari pimpinan untuk menarik diri.
“Paling tiga sampai lima jam lagi, kebetulan ini sudah surut,” ujar dia.
Staf PMI Jakarta Utara, Irwan, memastikan unit bantuan PMI Jakarta Utara siap dikerahkan apabila sewaktu-waktu banjir rob kembali melanda Muara Angke dan beberapa wilayah lainnya.
“Iya siap diturunkan, ada mobil ambulans, mobil gawat darurat tiga unit,” kata dia.
Pantauan
Kompas.com,
unit rescue PMI Jakarta dilengkapi dengan sebuah pelampung berukuran 1,3 meter x 3 meter.
Di lokasi banjir rob juga telah siaga mobil ambulans dari Puskesmas Penjaringan, Tim Tagana, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara.
Diberitakan sebelumnya, banjir rob kembali merendam beberapa wilayah di Jakarta Utara sejak Jumat (13/12/2024).
Salah satu wilayah yang terdampak, yakni Muara Angke. Sejak dua hari lalu, banjir di lokasi ini mengalami pasang surut. Kondisi ini disebabkan karena musim pasang surut ekstrem.
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada sekitar 10 wilayah di Jakarta Utara yang rentan terandam banjir rob pada periode 11-20 Desember 2024, yaitu Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, dan Muara Angke.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/08/15/66bd8cfbb01fe.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Anak Bos Roti di Cakung yang Aniaya Pegawainya Mengklaim Kebal Hukum Megapolitan 15 Desember 2024
Anak Bos Roti di Cakung yang Aniaya Pegawainya Mengklaim Kebal Hukum
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– GSH, pelaku penganiayaan terhadap seorang pegawai toko
roti
di
Cakung
, Jakarta Timur, berinisial D, sempat mengatakan dirinya kebal terhadap hukum sehingga berani melakukan penganiayaan tersebut.
Menurut pengakuan D, hal itu diungkapkan oleh GSH saat pertama kali dirinya dianiaya oleh GSH menggunakan wadah selotip dan dilempari meja.
“Bilang saya ‘Miskin, babu’ terus dia juga bilang ‘Orang miskin kayak lu mana bisa laporin gua ke polisi, gua ini kebal hukum’, gitu,” kata D saat dihubungi, Minggu (15/12/2024).
Saat itu, D mengaku tiba-tiba mendapatkan tugas dari GSH untuk mengambil foto dari roti-roti yang sudah tidak layak jual.
D melakukannya. Akan tetapi GSH tetap melempari D dengan berbagai barang sembari mencaci makinya.
“Iya pernah dilempar tempat solasi kena kaki saya dan meja, tapi pas dilemparin meja, enggak kena saya, dihalangin teman saya juga di situ,” kata dia.
Beruntung atas pelemparan tersebut, D tidak mengalami luka yang serius. Kakinya hanya mengalami memar setelah mendapatkan kekerasan dari anak bosnya.
Kejadian itu adalah aksi pelemparan pertama GSH kepada D. Kejadian kedua adalah Oktober lalu. D dilempar lagi dengan berbagai barang padat oleh GSH sebab enggan mengantarkan makanan ke kamar pelaku.
Sebelumnya diberitakan, seorang pegawai toko roti di Cakung diduga menjadi korban penganiayaan oleh GSH.
Video rekaman insiden ini viral di media sosial, menunjukkan kejadian yang diduga terjadi pada Kamis (17/10/2024).
Dalam video itu, korban terlihat dihantam dengan kursi, mengakibatkan luka di kepala.
Menindaklanjuti beredarnya video tersebut, Unit Reskrim Polsek Cakung segera mendatangi lokasi kejadian.
Polisi menyebut GSH menganiaya pegawainya karena korban menolak mengantarkan makanan ke kamar pribadi pelaku.
“Awalnya, terlapor meminta tolong kepada korban untuk mengantar makanan ke kamar pribadi terlapor dan korban tidak mau karena itu bukan pekerjaannya,” jelas Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Lina Yuliana, saat dihubungi pada Jumat (13/12/2024).
Amarah GSH langsung meledak setelah penolakan itu, yang berujung pada tindakan penganiayaan.
“Selanjutnya, terlapor marah dan mengambil satu buah kursi yang dilemparkan ke arah korban, mengenai kepala dan bahu korban,” tambahnya.
Saat ini, tim gabungan Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Cakung masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan ini.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/06/13/666ace57e78b2.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pegawai Toko Roti di Cakung yang Dianiaya Anak Bos Pernah Dilempari Barang Sebelumnya Megapolitan 15 Desember 2024
Pegawai Toko Roti di Cakung yang Dianiaya Anak Bos Pernah Dilempari Barang Sebelumnya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pegawai toko roti di Cakung, Jakarta Timur, berinisial D, sebelumnya pernah dilempari barang oleh anak pemilik toko, GSH, sebelum kejadian terakhir yang viral di media sosial.
Saat itu, GSH meminta D mengirim foto roti yang sudah tidak layak dijual di toko tersebut pada 2024.
“Iya pernah dilempar tempat solasi kena kaki saya dan meja, tapi pas dilemparin meja, enggak kena saya, dihalangin teman saya juga di situ,” kata D saat dihubungi, Minggu (15/12/2024) sore.
GSH kemudian mulai mencaci maki D dan kawan-kawannya. Oleh GSH, D disebut orang yang miskin sehingga proses hukum tidak akan membantunya.
Saat kejadian itu, D tidak mengalami luka serius. Kakinya memar setelah mendapatkan kekerasan dari anak bosnya.
“Bilang saya,
‘miskin, babu’
terus dia juga bilang,
‘orang miskin kayak lu mana bisa laporin gua ke polisi, gua ini kebal hukum’
, gitu,” tambah D.
D yang mengalami luka memar kemudian membuat perjanjian dengan adik GSH. D dan kawan-kawannya yang sebelumnya kerap kali dimintai mengantar makanan ke kamar GSH, kini tidak perlu mengantar makanan lagi kepada GSH.
Sebagai imbalannya, D diminta tidak pergi dari pekerjaannya sebagai penjaga toko roti itu. D pun menyetujuinya.
Akan tetapi, GSH melanggar perjanjian tersebut. Dia meminta D mengantar makanan pada Kamis (17/10/2024), tetapi korban menolaknya.
Dia naik pitam dan melempari D dengan berbagai barang, Kamis (17/10/2024).
Sebelumnya, video rekaman penganiayaan D viral di media sosial.
Dalam video itu, korban terlihat dihantam dengan kursi, mengakibatkan luka di kepala.
Menindaklanjuti beredarnya video tersebut, Unit Reskrim Polsek Cakung segera mendatangi lokasi kejadian.
Polisi menyebut GSH menganiaya pegawainya karena korban menolak mengantarkan makanan ke kamar pribadi pelaku.
“Awalnya, terlapor meminta tolong kepada korban untuk mengantar makanan ke kamar pribadi terlapor dan korban tidak mau karena itu bukan pekerjaannya,” jelas Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Lina Yuliana, saat dihubungi, Jumat (13/12/2024).
Amarah GSH meledak setelah penolakan itu, yang berujung pada tindakan penganiayaan.
“Selanjutnya, terlapor marah dan mengambil satu buah kursi yang dilemparkan ke arah korban, mengenai kepala dan bahu korban,” tambah dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2023/06/06/647f15e766d69.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Viral Ayah Cubit Anak di Surabaya Jadi Tersangka, Apa Alasan di Baliknya? Surabaya
Viral Ayah Cubit Anak di Surabaya Jadi Tersangka, Apa Alasan di Baliknya?
Editor
KOMPAS.com
– Aksi seorang pria yang
mencubit
anak laki-lakinya di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Genteng,
Surabaya
, terekam kamera CCTV dan menjadi viral di media sosial.
Video berdurasi 27 detik itu memicu perhatian publik karena menunjukkan seorang pria berkaca mata yang mengenakan helm dan masker mencubit kaki anak yang ia gendong hingga bocah tersebut terlihat kesakitan.
Belakangan, pria tersebut terungkap sebagai ayah kandung korban.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty, mengatakan bahwa pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka setelah penyelidikan dilakukan.
“Kita temukan kemarin (Kamis) pukul 07.00 WIB. Diamankan seorang laki-laki yang ternyata adalah bapak kandungnya (korban) sendiri,” ungkap Rina dalam konferensi pers, Sabtu (14/12/2024).
Rina menjelaskan bahwa pelaku beralasan mencubit anaknya untuk menenangkan sang bocah yang dianggap
hiperaktif
.
“Anak ini kalau dari psikologis dibilang hiperaktif, jadi memang dia dicubit. Bapaknya ngaku dicubit hanya untuk mendiamkan anak ini, bukan karena marah atau gimana, enggak,” jelasnya.
Namun, penyidik menilai tindakan tersebut telah melampaui batas mendisiplinkan anak.
Proses visum kini dilakukan untuk memastikan dampak fisik akibat cubitan tersebut.
“Ini bisa dikatakan tindakan untuk mendisiplinkan anak, cuman kali ini memang bapaknya sudah agak kelewatan,” tambah Rina.
Pelaku dikenakan Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan penjara. Rina mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap tindakan kekerasan pada anak.
“Yang kita minta, kalau ada kejadian (dianggap kekerasan) seperti itu ke anak, bukan hanya tugas polisi tapi tugas semua masyarakat. Karena anak itu dilindungi oleh kita semua,” tegasnya.
Sumber: Kompas.com (Andhi Dwi Setiawan, Reni Susanti)
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/08/15/66bd8cfbb01fe.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Usut Kasus Penganiayaan Pegawai Toko Roti di Cakung, Polisi Periksa Orangtua Pelaku dan Teman Korban Megapolitan 15 Desember 2024
Usut Kasus Penganiayaan Pegawai Toko Roti di Cakung, Polisi Periksa Orangtua Pelaku dan Teman Korban
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur Lina Yuliana mengatakan, kasus penganiayaan pegawai toko roti di Cakung, Jakarta Timur, oleh anak pemilik toko tersebut, GSH, sudah ke pada tahap penyidikan.
Polisi melakukan gelar perkara dan ditemukan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.
“Sudah sidik ya hari Sabtu. Sudah naik,” kata Lina saat dihubungi, Minggu (15/12/2024).
Sementara itu, empat orang saksi telah diperiksa dalam kasus penganiayaan terhadap pegawai berinisial D oleh GSH.
Empat orang saksi itu adalah GSH, orangtua GSH, D, dan teman D.
“Kami sudah memeriksa empat saksi termasuk terlapor serta mengumpulkan bukti-bukti,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur AKBP Armunanto Hutahean saat dikonfirmasi, Minggu (15/12/2024).
Sebelumnya diberitakan, seorang pegawai toko roti di Cakung diduga menjadi korban penganiayaan oleh GSH.
Video rekaman insiden ini viral di media sosial, menunjukkan kejadian yang diduga terjadi pada Kamis (17/10/2024).
Dalam video itu, korban terlihat dihantam dengan kursi, mengakibatkan luka di kepala.
Menindaklanjuti beredarnya video tersebut, Unit Reskrim Polsek Cakung segera mendatangi lokasi kejadian.
Polisi menyebut GSH menganiaya pegawainya karena korban menolak mengantarkan makanan ke kamar pribadi pelaku.
“Awalnya, terlapor meminta tolong kepada korban untuk mengantar makanan ke kamar pribadi terlapor dan korban tidak mau karena itu bukan pekerjaannya,” ujar Lina saat dihubungi pada Jumat (13/12/2024).
Amarah GSH langsung meledak setelah penolakan itu, yang berujung pada penganiayaan.
“Selanjutnya, terlapor marah dan mengambil satu buah kursi yang dilemparkan ke arah korban, mengenai kepala dan bahu korban,” tambah dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/15/675e7ad935e77.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Gelar Bakti Sosial dan Donor Darah Bersama, Fahira Idris: Untuk Jakarta yang Kuat dan Tangguh Megapolitan 15 Desember 2024
Gelar Bakti Sosial dan Donor Darah Bersama, Fahira Idris: Untuk Jakarta yang Kuat dan Tangguh
Penulis
KOMPAS.com —
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan
JakartaFahira Idris
kembali menggelar kegiatan bakti sosial dan
donor darah
.
Kali ini, kegiatan berlangsung di Kantor Travoy Hub/TCD Taman Mini Jakarta Timur, Minggu (15/12/20204) dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan donor darah rutin yang secara bergantian diadakan di 44 kecamatan se-Jakarta setiap dua bulan.
Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, Travoy Hub/TCD Taman Mini serta Ormas Bang Japar, penyelenggaraan bakti sosial dan donor darah bertujuan untuk menjamin ketersediaan stok darah bagi warga Jakarta, terutama mereka yang membutuhkan transfusi darah untuk pengobatan.
“
Donor darah
bukan hanya soal memberi, melainkan juga tentang semangat solidaritas dan kolaborasi antarwarga untuk Jakarta yang lebih kuat dan tangguh,” kata Fahira Idris yang juga Ketua Umum Ormas Bang Japar dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.
Dalam setiap kantong darah yang diberikan, lanjutnya, tersimpan harapan dan kehidupan bagi mereka yang membutuhkan. Donor darah menjadi momentum bagi semua pihak untuk bersatu dalam semangat kebersamaan.
“Terima kasih kepada para pendonor yang sejatinya adalah para pahlawan karena selalu setia dan ikhlas mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan banyak nyawa,” ujarnya.
Adapun kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian sembako.
Fahira Idris selalu menekankan bahwa masyarakat punya peran penting untuk mendukung ketersediaan darah di Jakarta.
Kota dengan populasi padat seperti Jakarta memiliki kebutuhan darah yang tinggi, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi rutin seperti penderita talasemia, anemia, atau pasien darurat akibat kecelakaan.
Setetes darah, lanjut Fahira, dapat menyelamatkan nyawa. Hal ini merupakan bentuk kontribusi nyata masyarakat Jakarta.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, baik individu, komunitas, maupun organisasi, untuk bersama-sama mendonorkan darahnya. Kegiatan ini adalah cerminan dari budaya gotong royong yang harus terus kita rawat di Jakarta,” terang Fahira.
Selain itu, Senator Jakarta ini juga mengapresiasi dukungan secara konsisten dari berbagai pihak, seperti PMI Jakarta serta Pemprov Jakarta dan badan usaha.
Ia pun berharap, kegiatan donor darah ini menjadi inspirasi bagi institusi lain, baik pemerintah, swasta, maupun komunitas, untuk menjadikan donor darah sebagai agenda rutin.
Sebagai bagian dari komitmen untuk memastikan ketersediaan darah yang memadai, Fahira Idris merencanakan penyelenggaraan kegiatan donor darah secara bergiliran di 44 kecamatan di seluruh wilayah Jakarta.
“Insyaallah, kegiatan ini akan berlangsung secara rutin setiap dua bulan. Kami ingin memastikan bahwa semakin banyak warga yang berkesempatan untuk mendonorkan darahnya,” jelasnya.
Selain donor darah, Fahira Idris juga membuka kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, menerima aduan, dan mendapatkan pendampingan terkait berbagai persoalan seperti kesehatan, hukum, dan isu-isu sosial lain.
Hal ini sejalan dengan peran Fahira sebagai Senator Jakarta yang selalu hadir untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/15/675e66033d832.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 Saat Domba Ikut Kontes agar Peternak Sejahtera… Regional
Saat Domba Ikut Kontes agar Peternak Sejahtera…
Tim Redaksi
UNGARAN, KOMPAS.com
– Ahmad Haydar tampak membelai Umar. Beberapa kali, Haydar merapikan bulu Umar yang tak tertata rapi, sembari sesekali membetulkan tali ikat di leher
domba
tersebut.
Umar adalah seekor domba yang akan diikutsertakan dalam
Kontes
Angon Bareng Paguyuban
Domba
Kabupaten Semarang, Minggu (15/12/2024).
Umar berusia dua tahun dan telah beberapa kali mengikuti
kontes
domba.
“Tidak ada persiapan khusus, tapi selama lima bulan ini bulunya telah dicukur, makanan juga yang bergizi. Antara lain ampas tahu, konsentrat dan rumput,” Ahmad di Pasar Hewan Ambarawa (Pasar Pon).
Meski mengaku tak ada persiapan khusus, setiap akan mengikuti kontes, Umar harus melalui serangkaian perawatan. Di antaranya rajin mandi dengan sampo khusus, pembersihan kuku dan kaki, serta tanduk.
Ahmad mengaku menekuni ternak domba kontes sejak lima tahun terakhir. Saat ini dia memiliki lima domba, tiga untuk kontes dan dua sebagai domba pacek atau indukan master.
“Fokus di kontes karena harganya lumayan tinggi, yang kecil ini sudah ditawar Rp 6,5 juta tapi belum dilepas. Harga tergantung kualitas dan kondisi domba,” kata dia.
Menurut Haydar, dia pernah menjual dua domba dengan harga Rp 40 juta.
“Itu bapaknya yang kecil ini dan saudaranya. Kalau domba kontes memang harga lebih tinggi karena perawatannya juga berbeda dengan yang biasa. Kalau lebih baik dan sering menang kontes, harganya bisa lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Ketua panitia Kontes Angon Bareng Paguyuban Domba Kabupaten
Semarang
Muhammad Ali Almuwafiq mengatakan kontes ini bertujuan mengangkat potensi domba lokal.
“Ini semua adalah domba lokal milik peternak Kabupaten Semarang, ada 150 peserta,” ujarnya.
Kelas yang dipertandingkan adalah remaja, P1 dan P2, P1 dan P2 campuran, remaja campuran, berat ekstrem dan mega bintang.
“Pemain atau pemilik domba asal Kabupaten Semarang yang sudah pengalaman ikut kontes, kelasnya di mega bintang. Ini untuk membedakan dengan yang pemula,” kata Afiq, panggilan akrabnya.
Menurut Afiq, domba lokal memiliki potensi bersaing dengan domba impor selama mendapat perawatan yang berkualitas.
“Domba kita tidak kalah dengan yang impor. Karena itu peternak dan lomba lokal harus meningkatkan mutunya, salah satunya dengan kontes ini agar juga menjadi ajang diskusi dan tukar ilmu,” paparnya.
“Jangan puas dengan harga Rp 900.000, tapi bagaimana caranya itu minimal bisa menjual Rp 2 juta. Karena itu kondisi domba harus diperhatikan, terutama kesehatannya, keserasian, corak atau motif, berat badan, kondisi kaki dan ekor, semua harus diperhatikan,” kata Afiq.
Afiq yakin, jika domba dirawat dengan baik, maka akan bisa mengangkat kesejahteraan peternak. Dia mencontohkan domba berberat badan ekstrem bobotnya bisa mencapai 100 hingga 130 kilogram.
“Dengan bobot seperti itu, bisa bersaing dengan domba impor, soal harga juga akan mengikuti, bisa hingga puluhan bahkan ratusan juta jika menang kontes,” paparnya.
Kepala UPTD Puskeswan, Pasar Hewan, dan RPH, Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang Muhammad Hidayat mengatakan kontes ini bisa menjadi daya tarik peternak milenial untuk lebih semangat membudidayakan domba berkualitas.
“Sebagian besar peserta kontes ini, sekitar 100 peternak termasuk milenial. Jadi ini juga bisa mendukung dan mengangkat potensi yang dimiliki peternak lokal,” ujarnya.
Selain itu, kata Hidayat, kontes ini juga diharapkan bisa menghidupkan pasar hewan tradisional sebagai lokasi kontes.
“Pasar menjadi lebih ramai, tak hanya saat pasaran, tapi juga di hari luar pasaran karena ada kegiatan kontes domba,” kata Hidayat.
Kontes ini memperebutkan juara. Domba yang juara biasanya dihargai mahal. Bisa dibeli jika ada peminatnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/12/15/675e985f70b03.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/15/675e606c1a7b3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/15/675e8637bd85c.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/06/6752c86924993.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)