Kecelakaan Maut di Buleleng, Remaja Tewas Usai Tabrak Angkot
Tim Redaksi
BULELENG, KOMPAS.com –
Seorang remaja bernama Gede Adnyana (18) tewas dalam
kecelakaan lalu lintas
yang terjadi di Jalan Singaraja-Kubutambahan Kilometer 8, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi DK 4100 UV yang dikendarai korban dan mobil minibus angkutan umum Isuzu DK 7378 UU.
Kepala Seksi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi pada Minggu (15/12/2024) dini hari sekitar pukul 03.30 Wita, di wilayah Banjar Dinas Dangin Yeh, Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan.
“Korban meninggal dunia mengalami cedera kepala berat,” ujarnya, saat dikonfirmasi di Buleleng.
Darma Diatmika menjelaskan kronologi kejadian.
Korban, yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy DK 4100 UV, melaju dari arah timur menuju barat, yaitu dari Kubutambahan ke Singaraja.
Saat melintas di tempat kejadian, korban mengambil haluan terlalu ke kanan dan melewati garis marka jalan.
“Nahas, korban menabrak angkutan umum Isuzu DK 7378 UU yang melintas dari arah berlawanan. Mobil angkutan tersebut dikemudikan oleh I Kadek Arya Ardika (35),” ungkapnya.
Setelah kecelakaan, korban sempat dibawa ke RS Giri Emas namun dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, teman yang dibonceng, I Ketut Arya Jano Putra Yardana (14), mengalami luka lecet di punggung dan tangan.
Saat ini, kecelakaan tersebut masih ditangani oleh Unit Lalu Lintas Polres Buleleng.
Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/05/30/6658364db8343.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kecelakaan Maut di Buleleng, Remaja Tewas Usai Tabrak Angkot Denpasar 15 Desember 2024
-
/data/photo/2024/12/15/675eb07a8d5a6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Film "Ketika Tuhan Berkata", Pesan Inklusi dari Kaum Difabel Semarang Regional 15 Desember 2024
Film “Ketika Tuhan Berkata”, Pesan Inklusi dari Kaum Difabel Semarang
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com –
Komunitas Sahabat Unik Luar Biasa (Sulbi) di Semarang menunjukkan semangat luar biasa dalam memperjuangkan hak-hak
penyandang disabilitas
melalui
film pendek
berjudul “Ketika Tuhan Berkata”.
Film ini menceritakan kisah
persahabatan
lima sekawan yang memiliki keterbatasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, namun saling melengkapi dan menolong satu sama lain.
Ketua Sulbi, Angelia Ramadhani (18) menjelaskan bahwa film ini diperankan oleh penyandang disabilitas dari berbagai latar belakang, termasuk tuna daksa, tuna wicara, dan tuna rungu, dengan satu pemeran non-disabilitas.
“Ada lima pemeran, yang satunya non disabilitas. Jadi ini kisah persahabatan dengan latar belakang yang berbeda,” ucap Angelia kepada Kompas.com, Minggu (15/12/2024).
Angelia menambahkan bahwa cerita dalam film tersebut merupakan adaptasi dari naskah yang ditulisnya dan berhasil meraih juara di tingkat nasional.
“Kalau sesuai judulnya, ‘Ketika Tuhan Berkata’, itu artinya, menurut kami semua manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Ketika kita memiliki kedua itu, tergantung cara kita menyikapinya apakah kita akan berfokus pada kelebihan atau kekurangan kita. Padahal Tuhan telah menciptakan kita sebaik-baiknya,” ungkap siswi SMA N 11 Semarang itu.
Proses pembuatan film yang diproduksi bersama Tim Jejak Petualang dimulai pada 2 Desember 2023.
Angelia mengakui bahwa proses tersebut tidaklah mudah, karena mereka harus memilih lokasi syuting yang aman dan mudah diakses oleh penyandang disabilitas.
“Lokasinya banyak, ada yang di sungai dekat PMI Jateng, hutan PMI Jateng, SD Bangetsari, dan Bukit Tandang atau sering dikenal Bukit Teletubies,” tuturnya.
Salah satu anggota tim Sulbi, Risma Meita Rusi (31), mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan film ini dirilis dan ditayangkan untuk publik.
“Awal mau ngerjain sempat bimbang, ’emang bisa?’ Ternyata ya bisa. Lebih banyak sukanya daripada dukanya menurut saya,” ucap Risma.
Risma berharap film “Ketika Tuhan Berkata” dapat menyampaikan pesan positif kepada masyarakat untuk saling menghormati dan tidak membedakan antar sesama.
Film ini telah menarik perhatian dan setelah penayangannya di Semarang, beberapa kota seperti Blora, Kudus, dan Kendal sudah menanti untuk menyaksikannya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/15/675eb185bdc18.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Lansia Korban Laka Air di Sungai Bondoyudo Ditemukan Meninggal, Pencarian Ditutup Surabaya 15 Desember 2024
2 Lansia Korban Laka Air di Sungai Bondoyudo Ditemukan Meninggal, Pencarian Ditutup
Tim Redaksi
LUMAJANG, KOMPAS.com –
Pencarian korban
kecelakaan air
di
Sungai Bondoyudo
, Kabupaten
Lumajang
, Jawa Timur, akhirnya membuahkan hasil.
Dua korban, yaitu Sunarya (55) warga Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun, dan Musidi (76) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, ditemukan meninggal dunia di muara Sungai Bondoyudo, Dusun Maleman, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun.
Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Sugiarto menjelaskan bahwa jenazah pertama yang ditemukan adalah Sunarya, pada Minggu (15/12/2024) pukul 03.00 WIB.
“Jam 3 pagi kami terima laporan ada jenazah yang ditemukan warga. Setelah kita identifikasi, terkonfirmasi itu adalah Ibu Sunarya,” kata Sugiarto melalui sambungan telepon.
Selanjutnya, pada pukul 12.30 WIB di hari yang sama, petugas BPBD Lumajang dan relawan berhasil menemukan jenazah Musidi.
Menurut Sugiarto, lokasi penemuan kedua jenazah berdekatan, tepatnya di sekitar jembatan muara Sungai Bondoyudo.
“Jam setengah 1 petugas berhasil menemukan jenazah Pak Musidi, lokasinya sama di sekitar jembatan,” jelasnya.
Setelah dievakuasi, kedua jenazah langsung dibawa ke rumah duka masing-masing untuk dimakamkan.
Sugiarto memastikan bahwa kedua korban tewas akibat kecelakaan, karena tidak ditemukan bekas luka di tubuh mereka.
“Murni kecelakaan air, tidak ada bekas luka. Keluarga juga sudah menerima,” pungkasnya.
Dengan ditemukannya jenazah Sunarya dan Musidi, pencarian tiga korban kecelakaan air di Sungai Bondoyudo resmi dihentikan.
Sebelumnya, jenazah satu korban lainnya, Mistir, sudah lebih dulu ditemukan pada Sabtu (14/12/2024) sore.
Para korban memiliki kebiasaan pergi ke sungai setiap pagi. Namun, saat itu, korban tidak kembali lagi ke rumahnya dan dilaporkan hilang oleh keluarga.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/15/675dd36a49dec.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tragedi Kapal Kopra Tenggelam di Malut: Tabrak Karang, Dua Korban Jiwa, 190 Penumpang Selamat Regional 15 Desember 2024
Tragedi Kapal Kopra Tenggelam di Malut: Tabrak Karang, Dua Korban Jiwa, 190 Penumpang Selamat
Editor
KOMPAS.com
– Kapal Motor (KM) Alis Mulia yang mengangkut kopra dan membawa 192 orang penumpang, termasuk 10 awak kapal, mengalami musibah tenggelam di perairan Pulau Tagalaya,
Halmahera Utara
, Maluku Utara.
Peristiwa
kapal tenggelam
yang terjadi pada Sabtu (14/12/2024) malam itu menewaskan dua orang, yakni seorang balita berusia empat tahun dan seorang lansia berusia 80 tahun.
Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Dorsago, Halmahera Timur, menuju Pelabuhan Tobelo tersebut menghadapi tantangan berat di tengah perjalanan.
Ombak besar membuat air masuk ke dalam lambung kapal. Meski sempat dikeluarkan menggunakan pompa, alat tersebut tiba-tiba tidak berfungsi.
Subhan, salah seorang saksi yang juga penumpang kapal, meminta kapten untuk segera menghubungi otoritas terkait, seperti Basarnas dan Polairud, guna mendapatkan bantuan.
Sembari menunggu, para penumpang diimbau mengenakan pelampung, sementara sebagian muatan kopra dilempar ke laut untuk meringankan beban kapal.
Dalam situasi darurat, kapten kapal memutuskan menabrakkan kapal ke karang di dekat Desa Tagalaya.
“Air di sekitar karang hanya setinggi dada orang dewasa, sehingga besar kemungkinan penumpang bisa selamat,” ujar Iptu Kolombus Guduru, salah satu petugas yang terlibat dalam evakuasi.
Sebagian besar penumpang menyelamatkan diri dengan berenang atau berjalan menuju bibir pantai, mengingat air sedang surut.
“Meski berjalan sekitar 100 meter, Puji Tuhan mereka selamat,” tutur Iptu Kolombus.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Tobelo, kapal patroli KUPP Tobelo, dan berbagai unsur lainnya berhasil mengevakuasi 191 orang ke Pelabuhan Tobelo pada Minggu dini hari.
Namun, upaya pencarian korban baru menemukan jasad seorang balita di hari pertama, sementara korban kedua ditemukan dalam bangkai kapal pada Minggu pagi.
Kepala Basarnas Ternate, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa pencarian sempat terhambat oleh kendala jaringan.
Dua korban tersebut yakni, satu orang balita usia empat tahun bernama Evan dan Abdul Waris Hadi (80).
Korban kedua berhasil ditemukan di dalam bangkai kapal
KM Alis Mulia
. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Korban terakhir ditemukan di dalam bangkai kapal dalam kondisi meninggal dunia, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkap Fathur.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dihentikan.
Lokasi karamnya KM Alis Mulia berada sekitar 50 meter dari bibir pantai Pulau Tagalaya, di mana kapal tersebut kini telah sepenuhnya tenggelam.
Sumber: Kompas.com (Agus Suprianto, Dita Angga Rusiana
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Detik-detik Kapal Berpenumpang 192 Orang Tenggelam di Halmahera Utara, Tabrak Karang Hingga 2 Tewas
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/15/675eb1a8a5238.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kabel Listrik di Kebagusan Raya Terbakar Saat Hujan Megapolitan 15 Desember 2024
Kabel Listrik di Kebagusan Raya Terbakar Saat Hujan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kabel listrik di Jalan Puskesmas Lama, Kebagusan Raya, Jakarta Selatan terbakar.
Dalam video yang beredar di Instagram @jakartaselatan24jam, percikan api tampak dari ujung atas tiang listrik di persimpangan Jalan Puskesmas Lama, Kebagusan Raya.
Sementara itu, api yang berkobar di kabel listrik tersebut masih cukup besar.
Beberapa kali, api memercik dari kabel listrik tersebut.
Dalam video, jalanan di sekitarnya basah setelah diguyur hujan sore tadi.
“Sekarang sudah padam. Kejadian jam 16.00 WIB dan padam jam 16.30 WIB,” kata Ketua RW 01 Kebagusan, Ahmad Isnaini, saat dihubungi, Minggu (15/12/2024).
Saat kejadian, di lokasi sedang hujan.
Untungnya warga secara tanggap menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminimalisasi dampak dari kebakaran di kabel listrik tersebut.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dari kejadian itu. Kobaran api tidak meluas dan membakar benda lainnya.
Kini petugas PLN sedang membenahi kabel listrik di tempat kejadian perkara.
Oleh sebab itu, wilayah RW 01 Kebagusan harus dipadamkan listriknya untuk sementara.
“Sekarang sedang ditangani oleh PLN dan sedang pemadaman listrik di RW 01 untuk pembenahan kabel,” tambah dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/08/15/66bd8cfbb01fe.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Korban Penganiayaan Anak Bos Toko Roti di Cakung Mengaku Belum Terima Gaji Megapolitan 15 Desember 2024
Korban Penganiayaan Anak Bos Toko Roti di Cakung Mengaku Belum Terima Gaji
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– D (19), korban penganiayaan oleh anak bos toko
roti
di
Cakung
, GSH, mengaku tak kunjung mendapatkan gajinya setelah dia keluar dari pekerjaan sebagai kasir di toko tersebut pada Oktober 2024 lalu.
Keputusannya untuk
resign
dari pekerjaan itu dia lakukan setelah mendapatkan kekerasan dari GSH pada Kamis (17/10/2024) lalu.
“Gaji saya juga belum keluar. Gaji bulan Oktober belum dibayar,” kata D saat dihubungi, Minggu (15/12/2024).
D mengaku tidak mengetahui alasan gajinya belum dibayar oleh pihak toko tempatnya pernah bekerja.
Akan tetapi, D mengatakan dirinya sempat diminta datang ke toko oleh bosnya untuk mengambil gaji yang menjadi haknya. Akan tetapi, dia enggan datang sebab takut terhadap GSH.
“Gaji saya enggak dikasih, disuruh transfer enggak mau. Malah saya disuruh datang ke toko. Saya enggak mau dateng karena takut ada anaknya (GSH) di toko,” kata D.
D mengatakan, bukan hanya dia yang belum mendapatkan gajinya pasca-resign dari toko tersebut. Dia mengatakan, ada tiga orang lainnya yang juga belum mendapatkan haknya dari toko tersebut.
Sebelumnya diberitakan, seorang pegawai toko roti di Cakung diduga menjadi korban penganiayaan oleh GSH.
Video rekaman insiden ini viral di media sosial, menunjukkan kejadian yang diduga terjadi pada Kamis (17/10/2024).
Dalam video itu, korban terlihat dihantam dengan kursi, mengakibatkan luka di kepala.
Menindaklanjuti beredarnya video tersebut, Unit Reskrim Polsek Cakung segera mendatangi lokasi kejadian.
Polisi menyebut GSH menganiaya pegawainya karena korban menolak mengantarkan makanan ke kamar pribadi pelaku.
“Awalnya, terlapor meminta tolong kepada korban untuk mengantar makanan ke kamar pribadi terlapor dan korban tidak mau karena itu bukan pekerjaannya,” jelas Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Lina Yuliana, saat dihubungi pada Jumat (13/12/2024).
Amarah GSH langsung meledak setelah penolakan itu, yang berujung pada tindakan penganiayaan.
“Selanjutnya, terlapor marah dan mengambil satu buah kursi yang dilemparkan ke arah korban, mengenai kepala dan bahu korban,” tambahnya.
Saat ini, tim gabungan Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Cakung masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan ini.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/12/13/675bbe0dc4f0e.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/15/675eb7dd510e4.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/01/674c32f7d5f85.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/15/675ea3aaa99e1.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)