George Sugama Halim, Anak Bos Toko Roti Penganiaya Pegawai di Cakung, Ditangkap
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Polres Metro Jakarta Timur sudah menangkap
George Sugama Halim
,
anak bos toko roti
penganiaya D, pegawai toko roti di Cakung, Jakarta Timur.
“Pelaku tersebut sudah diamankan oleh personel gabungan Dit Krimum Polda Metro Jaya dan Sat Reskrim Polrestro Jaktim,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, saat dikonfirmasi, Senin (16/12/2024).
Terduga pelaku berhasil ditangkap pada Minggu (15/12/2024) malam, di salah satu hotel di kawasan Sukabumi.
Sebelumnya diberitakan, seorang pegawai toko roti di Cakung diduga menjadi korban penganiayaan oleh George.
Video rekaman insiden ini viral di media sosial, menunjukkan kejadian yang diduga terjadi pada Kamis (17/10/2024).
Dalam video itu, korban terlihat dihantam dengan kursi, mengakibatkan luka di kepala.
Menindaklanjuti beredarnya video tersebut, Unit Reskrim Polsek Cakung segera mendatangi lokasi kejadian.
Polisi menyebut George menganiaya pegawainya karena korban menolak mengantarkan makanan ke kamar pribadi pelaku.
“Awalnya, terlapor meminta tolong kepada korban untuk mengantar makanan ke kamar pribadi terlapor dan korban tidak mau karena itu bukan pekerjaannya,” jelas Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Lina Yuliana, saat dihubungi pada Jumat (13/12/2024).
Amarah George langsung meledak setelah penolakan itu, yang berujung pada tindakan penganiayaan.
“Selanjutnya, terlapor marah dan mengambil satu buah kursi yang dilemparkan ke arah korban, mengenai kepala dan bahu korban,” tambahnya.
Saat ini, tim gabungan Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Cakung masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan ini.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/12/15/675eeb88a62f9.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
3 Satu Keluarga yang Tewas di Ciputat Timur Terlilit Pinjol sejak Tahun Lalu Megapolitan
Satu Keluarga yang Tewas di Ciputat Timur Terlilit Pinjol sejak Tahun Lalu
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Sebuah keluarga di Kelurahan Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, ditemukan tewas di rumah mereka pada Minggu (15/12/2024).
Ketiga korban terdiri dari ayah berinisial AF (31), ibu berinisial YL (28), dan anak mereka yang berusia tiga tahun, AA.
Jasad ketiga korban ditemukan di lokasi yang berbeda di dalam rumah.
Yani (39), tetangga sekaligus kerabat dekat keluarga tersebut, mengungkapkan bahwa mereka sempat terlibat dalam pinjaman
online
(pinjol) sekitar satu tahun yang lalu.
Yani menceritakan YL pernah memberitahunya mengenai kedatangan penagih utang ke rumah mereka.
“Waktu itu kan dateng itu ya orang Home Credit. Dia nyari ke mari alamatnya, kan alamatnya sama (dengan) saya. Saya bilang sama adik saya, ‘kamu dicariin sama Home Credit. Kamu minjem duit?’ ‘Enggak kak, (aku) enggak minjem duit’. Ternyata lakinya (AF),” ungkap Yani saat ditemui di kediamannya.
Yani menambahkan bahwa AF terpaksa menggunakan data pribadi YL untuk meminjam uang karena ia tidak bisa menggunakan data pribadinya sendiri.
“Lah terus kok pake data lu?’ ‘Iya dipinjam. Soalnya pake data AF enggak bisa. Kalau enggak dikasih dia marah kak’. ‘Buat apa? minjem duitnya gede?’ ‘Gede’,” jelas Yani, menirukan percakapan dengan YL.
Yani juga mengungkapkan bahwa nomor teleponnya sempat digunakan oleh keluarga YL untuk meminjam dana. Dia juga sering dihubungi oleh perusahaan tersebut karena keluarga YL tidak melakukan pembayaran.
“Sudah itu dia pakai nomor telepon saya. Home Creditnya nelepon ke saya. Saya bilang saya
mpok
-nya karena dia belum bayar,” tambahnya.
Namun, Yani tidak mengingat adanya kasus serupa pada tahun 2024.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Kemas Arifin, menjelaskan bahwa ketiga jasad ditemukan oleh Y (37) dan NK (48) yang masuk ke dalam rumah.
“Tiba-tiba melihat di dalam kamar korban YL dan AA sudah terbaring kaku,” kata Arifin.
AF ditemukan tewas tergantung di plafon dapur, sementara YL dan AA ditemukan terbaring di dalam kamar tidur.
Pihak kepolisian telah membawa ketiga jenazah ke RS Fatmawati untuk dilakukan visum.
Namun, hingga saat ini, penyebab kematian ketiga orang tersebut masih dalam proses penyidikan.
“Penyebab masih dalam proses penyidikan,” ujar Arifin.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/16/675f27e9740c3.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
6 Menu Sehat Warung Kaki Lima Bu Roby Surabaya, Pelanggannya "Orang Berotot" Surabaya
Menu Sehat Warung Kaki Lima Bu Roby Surabaya, Pelanggannya “Orang Berotot”
Tim Redaksi
SURABAYA, Kompas.com
– Warung tenda biru yang terletak di Jalan Dharmahusada Indah Barat III,
Surabaya
, mungkin terlihat seperti lapak makanan kaki lima pada umumnya. Namun, begitu memasuki warung berukuran 1×2 meter ini, anda akan menemukan sesuatu yang berbeda.
Warung milik Bu Roby itu menjual
menu sehat
atau ayam diem. Pelanggannya pun dari kalangan “manusia berotot” alias binaragawan.
“Sebenarnya nggak cuma untuk diet saja, tetapi juga menggemukkan. Jadinya menu sehat,” katanya kepada Kompas.com, Jumat (13/12/2024).
Jika melihat lokasi warung Bu Roby memang tak heran makanan yang jual adalah menu sehat. Pasalnya, lokasi warung milik perempuan berusia 55 tahun itu berada di depan klub badminton Suryanaga.
. Tempat para altlet badminton latihan dan menggelar pertandingan. Tepatnya di Jalan Dharmahusada Indah Barat III, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya.
Sementara di sebelahnya terdapat Atlas Sport atau pusat alahraga yang menyediakan kolam renang dan jacuzzi, perlengkapan gym, lapangan squash serta jalur lari.
“Pelanggannya yang makan menu sehat sejak dulu orang berotot semua. Atlet-atlet, terus mahasiswa kedokteran itu banyak yang ke sini,” ucapnya.
Sejak tahun 1993, Bu Roby merantau dari Solo ke Surabaya bersama suaminya untuk menyambung hidup. Dia awalanya membantu sang ayah yang berjualan mi ayam dan bakso.
“Dulu ke sini karena bantu ayah jualan bakso dan mi ayam di dekat kampus ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya),” terangnya.
Lima tahun berselang, pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis moneter dan demo besar-besaran di mana-mana.
Mahasiswa ITATS saat itu memilih mogok makan yang membuat warung keluarga Bu Roby semakin sepi. Namun, dia bertahan hingga tahun 2004.
Di tahun yang sama, seorang pelanggan memberikan informasi jika salah satu pemilik warung kaki lima yang berada di depan PB Suryanaga ingin menjual tempat usahanya.
“Nah tempat ini saya menggantikan orang dahulu. Ibunya butuh uang untuk menebus anaknya yang dipenjara, akhirnya saya beli,” imbuhnya.
Pada awalnya, Bu Roby menjual menu nasi campur. Akan tetapi, menu tersebut tak mendapat sambutan baik dari pelanggan sekitar yang merupakan kalangan binaragawan.
“Dulu mereka bilang ‘itu makanan kotor, bukan makanan saya, makanan saya polos’. Saya sempat emosi karena makanan kotor itu bukan berarti dicuci dan nggak dicuci,” ujarnya
Dia mengaku sama sekali tak memahami maksud dari ‘makanan polos’ yang disebutkan oleh para binaragawan.
“Akhirnya saya dikasih tahu mereka kalau makanannya itu nggak ada rasa sama sekali. Garam pun nggak boleh jadi yang dimasak dada dan telur,” terangnya.
“‘Kalau ibu mau jualan, saya dan pelatih-pelatih tiap hari makan di sini’,” sambung Bu Roby sambil menirukan gaya bicara binaragawan saat itu.
Bu Roby bukanlah lulusan sarjana Ahli Gizi. Namun, dia belajar banyak soal pengolahan makanan sehat dari obrolan bersama para pelanggannya.
“Mereka nggak ngebolehin saya ngerebus, soalnya kalau direbus itu lemaknya mengendap. Jadi semua bahannya itu harus dikukus. Mereka itu bisa membedakan mana yang direbus dan dikukus, jadi saya nggak bisa bohong,” katanya dengan sedikit heran.
Sepiring menu sehat yang dijual Bu Roby berisi 250 gram ayam kukus, putih telur 200 gram, tahu dan tempe sebagai protein. Lalu sayur brokoli dan wortel sebagai sumber serat. Tak lupa, nasi merah yang kaya akan nutrisi menjadi kondimen andalan.
“Mereka itu kebanyakan butuhnya protein dan serat. Ada bumbu bukan dari kacang tapi kemiri dan tidak digoreng,” tuturnya.
Satu porsi menu sehat dibanderol oleh Bu Roby sebesar Rp 35.000. Dia mengaku tak pernah ada protes dari pelanggan untuk harga yang dia patok.
“Nggak ada (protes) karena biasanya kan memang menu sehat itu mahal dan saya juga ambil untung sedikit karena harga ayam dan nasi merah itu mahal,” jelasnya.
Berjualan di warung kaki lima selama 20 tahun, tak terhitung berapa pelanggan tetap Bu Roby yang setiap hari singgah ke tempatnya dari tahun ke tahun.
Ada pelanggan lama, ada juga yang baru. Namun yang pasti, untuk sehari-hari jika tidak ada
event
olahraga, Bu Roby bisa menghabiskan enam ekor ayam.
Bu Roby juga nampak akrab dengan beberapa pelanggannya. Tanpa disebutkan, dia sudah paham menu yang biasa mereka pesan.
“Saya punya pelanggan sudah sembilan tahun beli di warung saya. Dia dulu keceng (kurus) seperti orang gizi buruk sekarang berotot dan jadi Angkatan Laut,” ungkap Bu Roby dengan sangat antusias.
Dia juga menceritakan, salah satu pelanggannya kini menjadi artis dan brand ambasador L-Men, Michael Wandana.
Bukan hanya orang-orang binaragawan atau atlet, tidak jarang Bu Roby menerima pelanggan yang memiliki masalah kesehatan seperti kolesterol.
“Ada juga orang kolesterol, makan menu sehat saya jadi hilang kolesterolnya. Terus ada orang obesitas, sekarang badannya bagus,” bebernya.
Bu Roby menyadari jika menu sehat yang dia jual bukan menjadi satu-satunya faktor kesembuhan dan kebugaran. Namun, untuk memiliki jiwa dan badan yang sehat, penting dibarengi dengan olahraga dan pola hidup disiplin.
“Tapi mereka juga lari, fitness. Karena orang sakit itu obatnya dari mulut kita sendiri,” ucapnya.
Sejak viral dan mendapat review dari influencer kuliner, warung Bu Roby semakin dikenal banyak orang. Banyak orang yang menginginkan Bu Roby buka cabang.
Sayangnya, modal menjadi kendala utama bagi Bu Roby dan keluarganya. Meski suaminya juga berjualan mie ayam di samping Warung Bu Roby, belum mampu menutupi biaya operasional.
“Saya juga pengin buka cabang tapi modalnya nggak ada. Terus pengin punya warung sendiri juga biar nggak bongkar pasang,” pungkas ibu tiga anak tersebut.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/15/675eeb88a62f9.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Sekeluarga Tewas di Ciputat, Anak 3 Tahun Mulutnya Berbusa, Berbaring di Samping Jasad Ibu Megapolitan
Sekeluarga Tewas di Ciputat, Anak 3 Tahun Mulutnya Berbusa, Berbaring di Samping Jasad Ibu
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– AA (3), ditemukan tewas di dalam rumahnya bersama sang ibu, YL (28), dan sang ayah, AF (31), di Kampung Poncol, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (15/12/2024).
AA ditemukan tewas dengan kondisi leher terluka dan mulutnya berbusa.
Hal itu diungkapkan oleh Yani (39), kakak YL, yang tinggal bersebelahan dengan keluarga tersebut.
Ia lah orang pertama yang mengetahui kematian tiga anggota keluarganya.
“Berbusa (mulut AA). Udah gitu di sininya berdarah (nunjuk arah pinggir bibir). Di sininya (leher) ada semacam bekas geretan gitu. Biru lehernya kayak habis diiket,” kata Yani saat ditemui di lokasi, Minggu (15/12/2024) malam.
AA ditemukan di kamar tidur rumah tersebut. Di sampingnya, berbaring jasad sang ibu.
Yani dan keluarga sempat membawa AA ke klinik terdekat. Akan tetapi, AA sudah tewas sejak ditemukan.
Ada sebuah tali tambang biru di sebelah jenazah keponakannya.
Tubuh AA, dikelilingi bantal di kanan dan kirinya. Kepalanya berbaring di atas bantal.
Sementara itu, posisi YL selayaknya orang tidur. Matanya terpejam, nampak tenang.
Sementara AF tewas menggantung di kamar mandi rumah tersebut.
Usai ditemukan, ketiga jenazah tersebut dibawa ke RS Fatmawati untuk divisum.
Hingga kini, polisi belum mengetahui penyebab tewasnya ketiga orang tersebut.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2018/03/22/803123697.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
8 Sekeluarga Tewas di Ciputat, Ayah Ditemukan di Dapur, Ibu dan Anak di Kamar Megapolitan
Sekeluarga Tewas di Ciputat, Ayah Ditemukan di Dapur, Ibu dan Anak di Kamar
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Sekeluarga yang tewas di Kampung Poncol, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (15/12/2024), ditemukan di lokasi yang berbeda dalam satu rumah.
Mereka terdiri dari ayah berinisial AF (31), ibu berinisial YL (28), dan anak berinisial AA (3).
AA ditemukan di atas kasur di kamar tidur keluarga tersebut. Sementara YL ditemukan di bawah kasur di sebelah jenazah AA.
Sementara itu, AF ditemukan menggantung di dapur rumahnya.
“AF gantung diri di dapur dengan menggunakan tali tambang yang terikat di atas kayu plafon. YL dan AA terbaring di kamar tidur,” kata Kapolsek Ciputat Timur Kompol Arifin dalam keterangan tertulis, Minggu (15/12/2024).
Pihak kepolisian kemudian membawa ketiga jenazah tersebut ke Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan untuk divisum.
Belum diketahui pasti penyebab kematian YL dan AA yang ditemukan tewas dalam keadaan tertidur.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kejadian tersebut.
“Penyebab masih dalam proses penyidikan,” kata Arifin.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/15/675ebfdb8da9c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Gus Yusuf : Pak Luthfi Tumbangkan Kandang Banteng Regional 15 Desember 2024
Gus Yusuf : Pak Luthfi Tumbangkan Kandang Banteng
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com –
Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Yusuf Chudlori, atau yang akrab disapa
Gus Yusuf
, memberikan pujian atas kemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur usungannya,
Ahmad Luthfi
-Taj Yasin, dalam acara Meet and Greet Gus Muhaimin Iskandar di Hotel Patra Semarang, pada Minggu (15/12/2024).
Gus Yusuf menegaskan bahwa Jawa Tengah kini bukan lagi ”
kandang banteng
” setelah Luthfi-Yasin berhasil mengalahkan pasangan calon dari PDI-P, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi.
Kemenangan ini juga mencakup keberhasilan 14 kader PKB dan 7 tokoh usungan PKB yang meraih kemenangan dalam kontestasi Pilkada di Jawa Tengah.
“Pak Luthfi menumbangkan yang orang bilang Jawa Tengah kandang banteng. Hari ini Jawa Tengah bukan lagi kandang banteng, tapi rumah kita bersama, Jawa Tengah menjadi lebih ramah lagi,” ungkap Gus Yusuf.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa Jawa Tengah kini “ijo royo-royo” berkat keberhasilan 14 kader PKB yang meraih kemenangan.
Sementara itu, Ahmad Luthfi dalam sambutannya mengajak para kader PKB untuk merayakan kemenangan tersebut.
Ia meminta kepada para kepala daerah yang terpilih untuk berdiri di hadapan para kader lainnya.
“Ini adalah para pimpinan-pimpinan yang telah dikader oleh Gus Muhaimin dan Gus Yusuf untuk menjadikan Jawa Tengah ijo royo-royo. Beliau adalah putra-putri kita yang ke depan akan mengubah Jawa Tengah tidak iku-iku wae, ora ngono-ngono wae, ora lo lagi, lo lagi,” ucap Luthfi.
Mantan Kapolda Jateng tersebut juga mengajak semua yang hadir untuk tertawa bersama merayakan
kemenangan PKB
.
“Tidak kalah pentingnya adalah hari ini kita menang. Mohon izin, nuwun sewu, kita tertawa semua, sebentar mawon. Kita harus tertawa karena menang,” ujarnya, yang kemudian disambut tawa peserta.
Lebih lanjut, Luthfi menegaskan komitmennya untuk melakukan kerja politik ke depan, yang meliputi integrasi dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pengembangan ekonomi kreatif, serta peningkatan UMKM di Jawa Tengah.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/15/675e6d4f7580d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tanggul Laut Belum Tuntaskan Masalah Warga Tambaklorok, Rembesan Rob dan Limbah "Menghantui" Regional 15 Desember 2024
Tanggul Laut Belum Tuntaskan Masalah Warga Tambaklorok, Rembesan Rob dan Limbah “Menghantui”
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com
– Proyek tanggul laut sepanjang 3,6 kilometer di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), yang telah selesai dibangun pada 2024, justru menghadirkan ancaman baru bagi
warga Tambaklorok
.
Sebab, setelah proyek pemerintah pusat tersebut selesai dibangun, air rob masih merembes ke permukiman warga.
Sebelum adanya tanggul laut, luapan air rob yang membanjiri pemukiman terjadi akibat kolam retensi menyatu dengan laut. Lalu air rob membludak saat gelombang tinggi.
Diketahui, tanggul laut itu membentang dari ujung kawasan Pelabuhan Tanjung Emas hingga mengelilingi pemukiman warga Tambaklorok di Kota Semarang.
Proyek infrastuktur nasional senilai Rp 386 miliar tersebut digarap dalam dua tahap sejak tahun 2016 hingga 2024.
Tanggul laut itu diharapkan mampu mengatasi masalah banjir rob dan penurunan muka tanah atau l
and subsidence
yang merenggut ruang hidup warga selama puluhan tahun.
Kompas.com menyusuri permukiman dalam area tanggul laut. Walaupun tidak dalam kondisi pasang air laut, tapi masih banyak rembesan terlihat menggenangi jalanan kampung.
Titik rembesan itu berada tak jauh dari warung di ujung kampung Tambakmulyo yang mempertemukan gabungan proyek tanggul laut tahap 1 dan tahap 2.
Rembesan air
laut itu langsung masuk ke jalanan kampung Tambakmulyo dan menyebar sepanjang lima meter.
Kemudian saat melintasi gang kecil yang menghubungkan kampung Tambakrejo menuju Tambakmulyo, tampak kolam tambak di belakang pemukiman bak lautan sampah plastik.
Sekilas terlihat tekstur air di sana kental, sedikit berbusa dan mengeluarkan bau tak sedap.
Air rob masih merembes ke permukiman warga di kawasan Tambaklorok yang mencakup Kampung Tambakrejo di sebelah timur dan Tambakmulyo di sebelah barat. Kawasan ini dihuni oleh sekitar 2.250 Kepala Keluarga dengan lebih dari 9.000 jiwa.
Pantauan Kompas.com di RW 16 Tambakrejo menunjukkan air rob dan limbah merembes melalui sela-sela pondasi, membanjiri jalanan kampung hingga ke teras rumah warga.
Pada puncak pasang saat gelombang laut tinggi, rembesan ini bisa mencapai ketinggian 30 cm. Sedangkan pada hari biasa, genangan air berkisar antara 5-10 cm. Rembesan paling deras biasanya terjadi tengah malam atau dini hari sekitar pukul 04.00-06.00 WIB.
Kondisi ini mengganggu sanitasi warga, termasuk merendam kamar mandi mereka. Akibatnya, warga kesulitan buang air kecil, buang air besar, bahkan mandi. Air bilasan sering kali menggenang di dalam kamar mandi.
Deretan rumah warga RT 1 RW 16 Tambakrejo, termasuk rumah milik Endang Susi (33), terdampak parah. Rumahnya yang terletak dekat gapura selamat datang Kampung Tambakrejo, mengalami
rembesan air
rob setiap hari.
“Udah enggak kaya dulu sih, luapan dari depan (kolam retensi) dulu sampai selutut. Tapi rembesan ini tetap mengganggu, apalagi saya jualan nasi kucing tiap sore sampai malam. Jadi jualan basah-basah walaupun setiap hari sudah dibersihkan,” ungkap Endang, Sabtu (14/12/2024).
Endang juga mengeluhkan jalan beton kampung yang kini berlumut akibat genangan air yang jarang surut. Anak-anak kerap terpeleset saat melewati jalanan depan rumahnya.
“Akhirnya repot licin bersihin terus, sering ada anak kepleset di situ. Kadang anak-anak keceh (main air) di situ, ini gatel semua (kaki) anaknya,” ujar Endang sambil menunjukkan kondisi kulit kaki putri bungsunya yang penuh bekas gatal.
Kamar mandi rumah Endang sering tenggelam saat air pasang karena permukaan lantainya lebih rendah dari jalanan kampung.
“Iya gatel, airnya baunya enggak enak, kakinya kalau pakai kamar mandi jadi kaya tempat pembuangan sampah. Untungnya air pasang yang bikin kamar mandi terendam itu biasanya sekitar jam 1-2 siang, tapi itu tidak pasti,” ujarnya.
Kesulitan lain yang dihadapi Endang adalah saat menstruasi. Ia kesulitan mengganti pembalut dan terpaksa menumpang di rumah orang tua untuk buang air besar.
“Kalau kondisinya lagi kayak gitu (mens) atau mau BAB, ya mau enggak mau pergi ke rumah orang tua buat numpang kamar mandi. Kalau numpang tetangga enggak enak (sungkan), dan kalau ke toilet masjid itu sekarang pintunya sering dikunci,” katanya.
Air rob juga menyebabkan kendaraan warga, terutama sepeda motor, cepat rusak karena karat.
“
Eman-eman
(sayang sekali) motornya, buat nganter sekolah aja, tapi cepet rusak. Sekali service bisa Rp250 ribu,” keluh Endang.
Anak-anak yang berangkat sekolah dengan berjalan kaki juga harus menerjang genangan air. Mereka biasanya memakai sandal saat berangkat dan berganti sepatu setibanya di sekolah.
Endang berharap pemerintah segera menangani masalah rembesan air rob yang muncul sejak pembangunan tanggul laut tahap pertama pada 2016.
“Kalau bisa solusinya jangan ditinggikan lagi jalannya, karena kalau jalan ditinggikan terus, berarti kita harus mengikuti buat meninggikan rumah lagi, dan itu menghabiskan banyak uang, apalagi sekarang kebutuhan banyak, ada 3 anak,” harap Endang.
Manajer Advokasi dan Kampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Tengah, Iqbal Alma mengungkap rembesan yang sudah lama terjadi itu bukan hanya air rob, tapi juga limbah domestik atau rumah tangga.
“Selain rembesan air rob dari retakan-retakan atau dari sela-sela tanggul laut, rembesan juga sebenernya dari limbah MCK warga, kloset mereka dan sebagainya,” tutur Iqbal.
Dia mengatakan selama ini limbah rumah tangga langsung dibuang ke laut. Adanya tanggul laut membuat limbah domestik menggenang di tambak belakang rumah warga.
“Tambak itu ditutup oleh tanggul, sehingga air (limbah domestik) itu dia tidak bisa keluar (ke laut), makanya itu buangan domestik warga akhirnya kembali ke mereka dan menyebabkan banyak pencemaran air, penyakit, dan nyamuk. Jadi lingkungan warga akhirnya jadi kotor,” ucap Iqbal.
Lalu saat air rob dari luar tanggul merembes ke kawasan pemukiman akan bercampur dengan limbah domestik itu. Akibatnya air tercemar itu memenuhi jalan kampung dan juga meluap kembali di kamar mandi warga.
“Nah selain itu sebenernya jadi satu dilema bagi warga karena pembangunan tanggul ini dia tidak diimbangi dengan mempersiapkan sanitasi warga, lalu pembuangan-pembuangan domestik warga dan sebagainya,” beber dia.
Walhi Jateng menilai mestinya dalam melakukan proyek nasional pemerintah dapat melakukan perencanaan dan persiapan lebih matang agar tidak merugikan warga.
Belakangan warga gencar melaporkan kondisi tersebut ke sejumlah instansi terkait, tapi belum ada solusi konkrit untuk menjawab permasalahan tersebut.
Staf Teknik BBWS Pemali Juana, Muhammad Zainal Arifin mengakui adanya rembesan di sejumlah titik dari proyek tanggul laut tahap satu yang dibangun pada 2016 silam.
Menurutnya, hantaman gelombang tinggi air laut itu turut memicu terjadinya penurunan muka tanah di lokasi proyek.
“Di tanggul tahap satu itu kan dihantam gelombang air laut yang semakin naik terus menerus selama bertahun-tahun, lalu kami menduga ada penurunan muka tanah yang menyebabkan munculnya celah air laut untuk bisa merembes ke pemukiman,” ungkap Arifin.
Pihaknya akan memperbaiki saluran drainase di sepanjang jalan kampung Tambakmulyo untuk mengatasi rembesan tersebut. Nantinya air rembesan akan dialirkan ke kolam retensi.
Tiga pompa berkecepatan 500 liter per kubik telah disiapkan untuk membuang air tampungan di kolam retensi ke laut.
“Mitigasinya (jangka panjang) kita akan mengidentifikasi terhadap penurunan tanah. Nanti ada berbagai macam tekniknya, kita core atau kita lubangin per berapa titik, nanti kita menguji lewat lab bahwa di situ penurunan tanah enggak? Kan nanti bisa terlihat kalau sudah dilubangi,” papar dia.
Sementara di sepanjang permukiman warga kampung Tambakrejo, Arifin belum memiliki solusi jangka pendek. Pasalnya, tidak terdapat drainase di tepi jalan kampung itu untuk mengendalikan luapan air rembesan.
“Dulu memang pernah ada drainase kecil di sepanjang jalan di depan rumah warga Tambakrejo, tapi mohon maaf sekarang sudah hilang karena warga memperluas teras dengan menutup drainase. Mungkin itu setelahnya diikuti semua warga di sana,” ungkap dia.
Terlepas dari dugaan penurunan muka tanah yang menyebabkan terjadinya rembesan, Arifin menilai kesadaran akan pentingnya drainase masih kurang di Tambakrejo.
Tak hanya itu, BBWS juga terkendala pembebasan lahan milik warga Tambakrejo sepanjang 50 meter yang mestinya digarap di tahap 1 2016 silam. Hal ini memperburuk kondisi rembesan air rob dan limbah domestik yang membanjiri kampung Tambakrejo.
“Saat ini sudah mau dibebaskan, mungkin tahun depan dapat dikerjakan sisanya (50 meter) tanggulnya,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Arifin mengaku akanmengajukan rencana perbaikan permanen di titik temuan rembesan tersebut.
“Kalau memang sudah ada pelubangan (identifikasi penurunan muka tanah) kayak gitu. Ya mau, tidak mau, mungkin kita akan bongkar (kerangka bawah tanggul), kita isi timbunan tanah lagi, tapi dengan lapisan geotek lagi, dan nanti akan peninggian terus,” tegas dia.
Dia juga menolak peninggian jalan sebagai solusi mengatasi rembesan di pemukiman warga Tambakrejo. Dia mendorong agar perbaikan sistem drainase dapat dilakukan di sana.
Arifin menunjukkan perbandingan hasil infrastruktur proyek tahap 1 dan tahap 2. Tanggul tahap 1, yang dibangun beberapa tahun lalu, kini mengalami masalah serius.
Ratusan tiang beton penyangga tanggul tahap 1 kini telah tenggelam dari permukaan laut karena terjadinya penurunan muka tanah di dasar tanggul itu. Hanya sisa sebagian pendek penyangga yang dapat dilihat mata.
“Kalau sekarang terpaut penurunan tanah 1 meteranlah dari 2016 sampai sekarang, kalau saya lihat dari bangunan lama tahap 1 sama yang baru tahap 2,” katanya.
Sementara proyek tanggul tahap 2 yang baru diselesaikan tahun ini masih terlihat dengan jelas penyangga di bawah tanggul setinggi 1 meter lebih.
BBWS Pemali Juana meyakini terjadinya rembesan di tanggul tahap 1 bukan karena kelalaian saat menggarap proyek. Namun gelombang dan penurunan tanah yang terjadi di luar prediksi.
“Itu (tanggul) kalau bisa sampai 30 tahun alhamdulillah, kalau enggak paling 10-15 tahun,” ujar Arifin.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/15/675ecb280ee54.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
4 Mobil di Medan Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang Medan 15 Desember 2024
4 Mobil di Medan Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang
Tim Redaksi
MEDAN, KOMPAS.com –
Sebuah insiden
pohon tumbang
terjadi di Jalan Abdullah Lubis, Kecamatan
Medan
Baru, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (15/12/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, empat mobil mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon besar.
Andri, petugas parkir di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa batang pohon sempat jatuh ke jalan raya, menimpa tiga mobil yang terparkir dan satu mobil yang sedang melintas.
“Jadi pohon tersebut menimpa ada 4 mobil yang kondisi terparkir. Tiga mobil, dan satu mobil tertimpa saat berada di jalan,” ungkap Andri saat diwawancarai oleh wartawan di lokasi kejadian.
Meskipun insiden ini menyebabkan kerusakan pada keempat mobil, Andri menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Salah satu pengendara mobil yang tertimpa pohon, Nafizada, menceritakan pengalaman menegangkan saat insiden terjadi.
“Saat kejadian, situasi jalan sedang macet. Lalu tiba-tiba pohon tumbang, saya pun tidak bisa mengelak sehingga akhirnya kap mesin mobil saya tertimpa pohon,” kata Nafizada.
Ia menambahkan, sebelum pohon tumbang, ia sempat mendengar suara dari pohon tersebut.
“Saat kejadian, situasi jalan sedang macet. Lalu tiba-tiba pohon tumbang, saya pun tidak bisa mengelak sehingga akhirnya kap mesin mobil saya tertimpa pohon,” jelasnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/15/675ec9f618f78.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tanggul di Kemiri Kidul Purworejo Jebol, Picu Banjir Setinggi 50 Cm Regional 15 Desember 2024
Tanggul di Kemiri Kidul Purworejo Jebol, Picu Banjir Setinggi 50 Cm
Tim Redaksi
PURWOREJO, KOMPAS.com –Hujan deras
yang mengguyur
Desa Kemiri Kidul
, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo pada Minggu sore (15/12/2024) sekitar pukul 16.00 WIB menyebabkan jebolnya tanggul sungai di RT 02 RW 03.
Luapan air dari tanggul yang jebol merendam rumah-rumah warga dan melumpuhkan akses jalan utama, Jalan Kemiri-Kutoarjo.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Sutijoso Brahmanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen terkait jebolnya tanggul tersebut.
“Ini masih di lapangan sedang melakukan assessment banjir di Desa Kemiri Kidul, sementara ini masih kita data dampaknya,” kata Sutijoso saat dihubungi pada Minggu (15/12/2024).
Salah satu warga setempat, Paryanto, menyampaikan bahwa banjir yang meluap hingga ke badan jalan mengganggu akses transportasi.
“Akibat banjir, akses jalan tersebut terganggu, menghambat pergerakan kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya.
Paryanto juga menambahkan bahwa kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi.
“Sekitar 5 tahun yang lalu kejadian serupa juga terjadi di Desa Kemiri Kidul. Tanggul ini juga pernah jebol pada tahun 2019 lalu,” katanya.
Banjir yang melanda wilayah tersebut juga merendam sejumlah rumah warga di sekitar lokasi tanggul yang jebol, dengan ketinggian air mencapai 50 cm atau setinggi lutut orang dewasa.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/15/675ea2641984c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
4 Kecamatan Terdampak Banjir di Makassar, Kawasan Tengah Kota Makassar 15 Desember 2024
4 Kecamatan Terdampak Banjir di Makassar, Kawasan Tengah Kota
Tim Redaksi
MAKASSAR, KOMPAS.com –
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota
Makassar
, Sulawesi Selatan, menginformasikan bahwa empat kecamatan di kota tersebut terdampak banjir pada Minggu (15/12/2024).
Kepala
BPBD Makassar
, Akhmad Hendra Hakamuddin menyatakan bahwa banjir terjadi di kawasan perkotaan akibat intensitas hujan yang tinggi mengguyur Kota Daeng sejak pagi.
“Jadi tadi kami pantau itu, ada beberapa wilayah dan yang dampaknya cukup signifikan itu di perkotaan. Kalau kecamatan, yang terdampak itu Kecamatan Panakkukang, Wajo, Ujung Tanah, dan Mamajang,” ungkap Akhmad saat dikonfirmasi oleh Kompas.com.
Meskipun demikian, daerah yang biasanya menjadi langganan banjir setiap musim hujan, seperti Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya, belum terdampak secara signifikan.
“Inilah fenomena yang unik. Saya pikir ini fenomenanya hampir sama seperti 2023 lalu, daerah perkotaan dulu yang terdampak (banjir). Analisisnya, kemungkinan ini
hujan deras
, intensitas ekstrem, di saat bersamaan terjadi pasang laut,” jelasnya.
Akhmad juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem saat ini.
BPBD Makassar telah menyiapkan
pos pengungsian
di dua kecamatan untuk membantu warga yang terdampak.
“Seluruh masyarakat kota Makassar harus waspada, sekarang sudah tidak mengenal lokasi lagi. Posko pengungsian ada di masing-masing kecamatan, seperti di Kecamatan Mamajang dan Panakkukang juga sudah ada,” tutup Akhmad.
Sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang telah mengguyur Kota Makassar, mengakibatkan sejumlah pemukiman warga terendam banjir.
Beberapa warga mulai melakukan evakuasi barang-barang mereka ke tempat yang aman.
Salah satu wilayah yang terendam air hingga setinggi 60 sentimeter adalah Jalan Toddopuli dan Jalan Borong Indah di Kecamatan Manggala.
Dari pantauan Kompas.com, sebagian warga terlihat sibuk mengevakuasi barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/01/30/65b8d8fd0dbbc.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)