Kejari Jaksel: Berkas Perkara Remaja Bunuh Ayah dan Nenek Belum Dilimpahkan, Masih Diperbaiki
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kasi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel), Eko Budi menegaskan, berkas perkara MAS (14), remaja pelaku
pembunuhan ayah dan nenek di Lebak Bulus
, Cilandak, Jaksel belum dilimpahkan ke pihaknya.
Ia meluruskan pernyataan kuasa hukum MAS yang menyebut polisi melimpahkan berkas perkara kasus tersebut ke Kejari Jaksel pada Senin (16/12/2024) hari ini.
“Selama ini kami komunikasi dengan penyidik bahwa memang (pelimpahan berkas) tahap dua belum dilaksanakan pada hari ini,” kata Eko saat ditemui di Kejari Jaksel, Senin.
Eko bilang, berkas perkara tersebut masih dilengkapi dan dilakukan perbaikan. Namun, ia tak menjelaskan detail berkas yang tengah dilengkapi maupun diperbaiki.
Sementara, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal mengatakan, saat ini MAS sedang dibawa ke RS Kramat Jati Polri untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.
Pemeriksaan kejiwaan terhadap MAS dilakukan kembali setelah polisi mendapatkan rekomendasi dari Asosiasi Psikolog Forensik (Apsifor) Indonesia.
“Betul (dirujuk ke RS Polri) karena rekomendasi dari psikolog Apsifor untuk pemeriksaab kejiwaan lanjutan oleh anak MAS harus dilakukan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal saat dihubungi, Senin (16/12/2024) sore.
Ade mengatakan, MAS bakal diobservasi selama 14 hari oleh tim Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di RS Polri. Hasil pemeriksaan kejiwaan remaja tersebut bakal menjadi dasar polisi menindaklanjuti perkara ini.
“Akan kita lihat nanti hasilnya apakah yang bersangkutan sebagai pelaku anak yang layak atau tidaknya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara pidana,” kata Ade.
Diberitakan sebelumnya, MAS membunuh ayahnya, APW (40), dan neneknya, RM (69) di kediaman mereka di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024).
Bukan hanya ayah dan nenek, MAS juga berupaya membunuh ibundanya, AP (40), menggunakan sebilah pisau yang dia ambil dari dapur rumah. Pisau itu sudah lebih dulu MAS gunakan untuk menghabisi nyawa APW dan RM.
Dengan kondisi bersimbah darah akibat luka tusuk, AP berhasil selamat setelah melompat dari pagar rumah demi menghindari kejaran anak kandungnya. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati.
Sementara RM dan APW, sudah terkapar di lantai dasar rumah dua lantai itu.
Usai pembunuhan ini, MAS meninggalkan rumah dengan berjalan cepat. Dia juga membuang pisau di tengah perjalanan.
Seorang petugas keamanan memanggil MAS. Hanya saja, dia ketakutan hingga akhirnya lari ke arah lampu merah Karang Tengah.
Namun, upaya melarikan diri ini gagal karena MAS berhasil ditangkap oleh petugas keamanan perumahan.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/11/30/674a8510dd5d5.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kejari Jaksel: Berkas Perkara Remaja Bunuh Ayah dan Nenek Belum Dilimpahkan, Masih Diperbaiki Megapolitan 16 Desember 2024
-
/data/photo/2024/12/16/67601bf577062.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sepekan Banjir di Sidoarjo, Tanggul Darurat Jadi Solusi Sementara Surabaya 16 Desember 2024
Sepekan Banjir di Sidoarjo, Tanggul Darurat Jadi Solusi Sementara
Tim Redaksi
SIDOARJO, KOMPAS.com
– BPBD
Sidoarjo
dan warga membangun
tanggul darurat
untuk mengatasi
banjir
di Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, dan Desa Boro, Kecamatan Candi. Diketahui, kedua wilayah itu diterjang banjir selama sepekan.
Ketinggian banjir yang merendam Desa Ngaban dan Boro per Senin (16/12/2024) mencapai 50 cm.
Banjir
disebabkan oleh tingginya curah hujan sehingga air sungai meluap.
Selain itu, ketinggian
rob
yang mencapai 130 cm juga memperparah banjir di Sidoarjo.
“Sungai Pagepuk yang airnya ke warga ini nanti akan ditanggul,” kata Moch. Solichan; Kabid Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sidoarjo, kepada Kompas.com, Senin (16/12/2024).
Menurutnya, pembangunan tanggul darurat sepanjang 35 meter dan berbahan dasar pasir itu telah selesaisore ini.
“Tanggul ini untuk mengurangi luberan air sungai supaya nggak masuk ke rumah warga,” sambungnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Cak Kan tersebut mengungkapkan, biaya seluruh material menggunakan anggaran desa dan Dinas PU (Pekerjaan Umum).
“Nggak ada biaya. Ditanggung anggaran desa dan PU. Sementara untuk mengurangi luberan,” ungkapnya.
Saat ini BPBD Sidoarjo masih melakukan upaya penyedotan air yang merendam RT 01 dan 02 Desa Ngaban dan RT 13 Desa Boro.
Sebagai informasi; selain Desa Ngaban dan Boro, sejumlah wilayah di Sidoarjo juga terendam banjir yang diakibatkan dari luapan sungai, penumpukan eceng gondok dan banjir rob.
Desa-desa tersebut di antaranya Desa Bluru, Sekadangan, Boro, Ngaban, Sumorame dan Kalitengah.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2022/09/23/632dbc169ceb5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
3 Pria Mabuk Aniaya Anggota TNI Di Kupang, Berawal dari Salah Paham Akhirnya Serahkan Diri Regional 16 Desember 2024
3 Pria Mabuk Aniaya Anggota TNI Di Kupang, Berawal dari Salah Paham Akhirnya Serahkan Diri
Editor
KOMPAS.com
– Tiga pria yang sedang mabuk minuman keras menganiaya anggota TNI berinisial Pratu AP di
Kupang
, Rabu (11/12/2024).
Ketiganya ARL alias Aceng (20), YB alias Libox (24), dan JJL alias Jekson (25) akhirnya menyerahkan diri.
Kapolres Kupang Kota Kombes Aldinan Manurung mengatakan, kejadian ini bermula ketika korban datang ke indekos temannya di belakang Point RSS Oesapa, Kelurahan Oesapa Barat, Rabu sore.
Korban kemudian bergabung dengan beberapa pemuda. Termasuk tiga pelaku berinisial YB, JJL, dan AAI, dan mengonsumsi minuman keras.
“Kejadiannya Rabu (11/12/2024) malam di Jalan Tidar, RSS Oesapa, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang,” kata Aldinan.
Setelah itu, sempat terjadi salah paham sehingga korban dan para pelaku bertengkar.
Ketiga pelaku menganiaya korban dengan menusuk punggung dan bahu korban menggunakan benda tajam.
“Diduga korban ditusuk dengan gunting. Terduga pelaku juga memukul kepala korban dengan batu,” ungkap Aldinan.
Akibat penganiayaan ini, korban mengalami luka memar di mata, hidung, kepala, dan luka tusuk di bahu.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk dirawat.
Sedangkan tiga pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor usai menganiaya korban.
Ketiga pelaku akhirnya menyerahkan diri setelah dibujuk oleh keluarganya.
Tiga pelaku ini menyerahkan diri kemarin dan sudah diamankan,” katanya.
Selain itu, polisi juga mengamankan sebuah gunting sebagai barang bukti.
Setelah menganiaya Pratu AP, mereka bersembunyi di rumah teman mereka yang berinisial VO di Desa Takari, Kabupaten Kupang.
“Saat berada di tempat persembunyian itu, para pelaku dibujuk oleh saudara sepupu dari salah seorang pelaku untuk menyerahkan diri. Lalu para pelaku dengan sendirinya menyerahkan diri,” kata Aldinan.
“Saat ini pelaku kami amankan di Mapolresta Kupang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tambahnya.
Sumber: Kompas.com (Sigiranus Marutho Bere, Dita Angga Rusiana)
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/16/67601731b8651.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Atasi Banjir Ponorogo, Kepala BNPB Sebut Akan Modifikasi Cuaca Surabaya 16 Desember 2024
Atasi Banjir Ponorogo, Kepala BNPB Sebut Akan Modifikasi Cuaca
Tim Redaksi
PONOROGO, KOMPAS.com
– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
), Letjen TNI Surhayanto mengatakan akan melakukan modifikasi cuaca di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Hal ini dilakukan untuk mengatasi banjir di wilayah tersebut.
Hal ini disampaikan Suharyanto saat meninjau pengungsi banjir di Pendopo Pemkab Ponorogo.
“Supaya hujannya tidak deras, kita melakukan
operasi modifikasi cuaca
,” ujarnya di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Senin (16/12/2024).
Menurutnya, operasi modifikasi cuaca tidak langsung menghentikan hujan. Namun, kata dia, akan mempengaruhi debit hujan yang turun.
“Hujan itu diharapkan tidak ekstrem yang mengakibatkan banjir,” imbuhnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengimbau korban banjir untuk mengungsi di tempat yang lebih aman.
“Tadi dengan Kang Giri dan wakil Lisdyarita merayu yang rentan dievakuasi. Itu lebih aman, mudah-mudahan masyarakat paham. Insya Allah barang aman tidak apa-apa. Kalau tidak mengungsi, mengancam jiwa,” katanya.
Dia juga meminta agar warga yang bertahan di rumah untuk diungsikan agar tidak ada korban jiwa. Ia memastikan bahwa kebutuhan makan para pengungsi harus terpenuhi.
“Bantuan dari masyarakat, dari pemerintah pusat dan provinsi juga cukup banyak, dapur umum juga dibangun,” ucapnya.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan banjir merendam tujuh kecamatan di Ponorogo. Di antaranya, Kecamatan Sawoo, Kecamatan Sambit, Kecamatan Jetis, Kecamatan Ponorogo Kota, Kecamatan Siman, Kecamatan Balong, dan Kecamatan Mlarak.
“Bencana tidak diduga-duga, beberapa jam sebelum itu sudah merasa. Tanggul jebol di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, kemudian airnya lari ke Desa Maguwan, Kecamatan Sambit, lari ke kali (sungai) Keyang, Desa Josari, Jetis, Mojorejo, dan Turi,” ujarnya.
Sugiri mengatakan saat ini prioritas utama adalah menyelamatkan warga yang tempat tinggalnya yang paling parah terdampak banjir.
“Yang tergenang dan tinggi banget, air setinggi 50 centimeter sampai 150 centimeter. Konsentrasi menyelamatkan warga dulu,” pungkasnya.
Sebelumnya, hujan yang turun dari Hari Minggu (15/12) sore hingga pagi membuat tanggul di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, jebol sehingga tujuh kecamatan terendam banjir.
Dua warga dilaporkan tewas terseret arus banjir. Banjir juga memutus jalur yang menghubungkan ke Kabupaten Pacitan dan ke Kabupaten Trenggalek karena jalur penghubung terendam banjir.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/16/675fd83e78fa8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Harga Telur Tembus Rp 32.000 Per Kg, Pemkot Semarang Bantah ada Kenaikan Regional 16 Desember 2024
Harga Telur Tembus Rp 32.000 Per Kg, Pemkot Semarang Bantah ada Kenaikan
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com
– Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah membantah adanya kenaikan
harga telur
jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025.
Kabid Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang, Siti Arkunah mengatakan, mayoritas pasar tradisional masih menjual telur Rp 29.500 perkilogram.
“Harga acuan pemerintah Rp 30.000 per kilogram,” kata Siti saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (16/12/2024).
Menurut dia, Badan Pangan Nasional sudah membuat acuan harga telur. Berdasarkan harga acuan tersebut, harga telur di Kota
Semarang
masih di bawah Rp 30.000 perkilogram.
“Kalau harga masih di bawah harga acuan bearti tidak naik,” ucap dia.
Sampai saat ini, Kota Semarang mempunyai 52 pasar tradisional. Untuk itu, harga di sejumlah pasar bisa saja berbeda-beda.
“Cukup (stok untuk Nataru),” ujar Siti.
Sebelumnya, pedagang di Pasar Mijen mengeluh karena harga telur yang merangkak naik. Yang awalnya Rp 26.000 perkilogram naik menjadi Rp 32.000 perkilogram.
Penjual telur di Pasar Mijen Semarang, Nariyah mengatakan, sebelumnya harga telur ayam berkisar Rp 26.000 perkilogram.
“Naik Rp 6.000 sekarang,” kata Nariyah saat ditemui di lokasi.
Selain harganya naik, stok harga telur juga menepis jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.
“Stok menipis (telur). Ini jelang tahun baru,” ucap dia.
Naiknya harga telur tersebut membuat sejumlah pelanggan mengeluh. Menurut dia, harga kebutuhan pokok sering naik saat menjelang hari besar seperti Nataru.
“Kemungkinan komoditas lain juga akan naik,” ujar Nariyah.
Hal yang sama juga dikatakan Suprio, pedagang telur ayam lain di Pasar Mijen Semarang.
Harga telur
saat ini tembus Rp 31.000 hingga Rp 32.000 perkilogram.
“Efeknya omset pasti berkurang, pembeli jadi jarang,” ujar dia.
Dia berharap agar harga telur dapat kembali seperti semula. Menurut dia, naiknya harga telur berdampak ke penjualnya.
“Semoga bisa turun lagi harganya,” kata Suprio.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/16/67600611b8e60.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Saksi Kunci yang Jadi Tersangka Sebut Brigadir AKS Tembak Kepala Korban Dua Kali hingga Tewas Regional 16 Desember 2024
Saksi Kunci yang Jadi Tersangka Sebut Brigadir AKS Tembak Kepala Korban Dua Kali hingga Tewas
Tim Redaksi
PALANGKA RAYA, KOMPAS.com
–
Brigadir Polisi
berinisial AKS yang diduga membunuh warga dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di
Kalimantan Tengah
(Kalteng) disebut melancarkan aksinya dengan menggunakan senjata api hingga membuat korban tewas.
Hal itu diungkapkan oleh Parlin Bayu Hutabarat, kuasa hukum Yuliani, istri dari tersangka MH.
MH merupakan
saksi kunci
dari peristiwa tersebut, karena ada di lokasi kejadian saat Brigadir AKS diduga menembak korban.
Parlin mengatakan, MH bercerita soal kejadian itu kepada Yuliani, bagaimana detik-detik
pembunuhan
itu bisa terjadi.
“Ceritanya itu, Pak MH ini sopir yang sedang membawa mobil bersama si oknum anggota polisi tadi. Lalu oknum anggota tadi membawa orang dari pinggir jalan di Jalan Trans Kalimantan untuk semobil dengan mereka. Tiba-tiba, oknum anggota tadi melakukan penembakan ke penumpang tadi,” kata Parlin, saat diwawancarai awak media di Markas Polda Kalteng,
Palangka Raya
, pada Senin (16/12/2024).
Penembakan yang berlangsung tiba-tiba itu, lanjut Parlin, membuat MH terkejut. MH juga merasa takut dan tertekan.
“Pak MH dalam posisi itu di bawah ketakutan, karena ada menggunakan senjata api. Kalau saat itu dia berontak, bisa jadi nyawanya juga terancam. Keadaan itu membuat dia tertekan, karena oknum anggota polisi itu membawa senjata api,” ujar Parlin.
MH hanya seorang sopir mobil dan tidak pernah menyangka pembunuhan itu bisa terjadi langsung di depan matanya.
Menurut cerita MH ke istri, pelaku menembak kepala korban dua kali.
“Dua kali, itu di bagian kepala. Ini semua akan kami bongkar dengan kondisi bagaimana jenazah itu,” ucap dia.
Tak hanya itu, MH juga sempat dipukul oleh Brigadir AKS karena kaget dengan peristiwa pembunuhan itu.
“Pak MH kaget kenapa (Brigadir AKS) tiba-tiba menembak tanpa ada sebab,” ujar dia.
Parlin menegaskan, pihaknya akan membongkar kasus ini. Pihaknya juga akan melihat fakta cerita itu sesuai dengan kondisi otopsi jenazah korban.
MH menjadi saksi kunci dari kasus ini, mengingat dirinyalah yang berada satu mobil dengan Brigadir AKS saat peristiwa berdarah itu terjadi.
“Kami akan pelajari dulu apakah ini ada potensi praperadilan atau seperti apa. Kami juga akan bermohon ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), supaya hukum ini lurus,” tegas dia.
Sementara itu, Polda Kalteng hingga kini masih belum memberikan informasi soal bagaimana Brigadir AKS membunuh korbannya.
Mengenai adanya penggunaan senjata api oleh oknum aparat, Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Kalteng Kombes Erlan Munaji menyebut bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Saat ini proses penyelidikan masih berjalan. Penyidik tetap melaksanakan penyidikan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan, dengan metode
scientific crime investigations
,” ujar Erlan, saat memberikan keterangan kepada awak media, di Markas Polda Kalteng, Senin.
Saat dikonfirmasi ulang setelah pengacara keluarga salah satu tersangka memberikan pernyataan bahwa pelaku menembak, Erlan menyebut pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.
“Proses sidik masih berjalan. Tunggu nanti dari Krimum, setelah selesai semuanya pasti dikabari,” ujar Erlan, melalui aplikasi perpesanan.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/16/67600b7c5b01b.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Optimalisasi IPAL TPA Rawa Kucing, Solusi Tangerang Menuju Kota Ramah Lingkungan Regional 16 Desember 2024
Optimalisasi IPAL TPA Rawa Kucing, Solusi Tangerang Menuju Kota Ramah Lingkungan
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– Pemerintah Kota (Pemkot)
Tangerang
melalui Dinas
Lingkungan
Hidup (DLH) terus memperkuat
pengelolaan limbah
di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari.
Salah satu fokus utamanya adalah mengelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
IPAL di
TPA Rawa Kucing
berperan penting dalam menangani air lindi, cairan yang dihasilkan dari tumpukan sampah dan berpotensi mencemari
lingkungan
jika tidak dikelola dengan baik.
Air lindi yang bercampur dengan air hujan mengandung zat berbahaya, seperti logam berat dan senyawa organik yang dapat merusak kualitas air tanah dan ekosistem sungai.
Dengan teknologi IPAL, air lindi yang terkumpul melalui
drainase
khusus diolah dengan serangkaian proses fisik, biologis, dan kimiawi. Proses ini memastikan air lindi aman untuk lingkungan dan dapat dimanfaatkan kembali melalui sistem resirkulasi.
Pengolahan dimulai dengan penyaringan material padat, diikuti dengan penggunaan bakteri untuk menguraikan bahan organik. Selanjutnya, bahan kimia ditambahkan untuk menetralisir senyawa beracun.
Air yang telah melalui proses ini tidak dibuang ke lingkungan, melainkan dialirkan kembali ke
landfill
untuk membasahi sampah, mempercepat proses pembusukan, dan mengurangi risiko kebakaran, terutama saat musim kemarau.
Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Doktor (Dr) Nurdin mengatakan bahwa
Pemkot Tangerang
telah membangun saluran
drainase
yang memisahkan air hujan dan air lindi di TPA Rawa Kucing.
Sekarang, air lindi tidak langsung dibuang, melainkan diolah di kolam IPAL dan digunakan kembali untuk menyiram sampah.
“Air hasil pengolahan ini kami manfaatkan untuk menyiram sampah di
landfill
, sehingga proses pembusukan sampah menjadi lebih efisien. Selain itu, langkah ini juga membantu mengendalikan risiko kebakaran,” ujar Nurdin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Senin (16/12/2024).
Ia juga menekankan pentingnya sistem tersebut dalam mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah di TPA Rawa Kucing.
Setelah melalui proses aerasi, pemakaian molase, dan B8, air lindi yang telah dimurnikan dimasukkan ke toren untuk disemprotkan kembali ke
landfill
.
Untuk diketahui, B8 adalah limbah yang sudah diproses untuk mengurangi potensi bahaya atau dampak negatif terhadap lingkungan sebelum dibuang atau digunakan kembali.
“Proses ini tidak hanya membantu mempercepat pembusukan, tetapi juga menjadi upaya mitigasi risiko kebakaran di zona
landfill
,” tutur Nurdin.
Pemanfaatan IPAL menjadi bukti komitmen Pemkot Tangerang dalam menciptakan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sistem ini tidak hanya mencegah pencemaran, tetapi juga mengurangi emisi gas metana dari
landfill
, mendukung visi Tangerang sebagai kota yang bersih, hijau, dan nyaman.
“Inovasi ini adalah langkah nyata kami untuk melindungi lingkungan dan menciptakan sistem
pengelolaan sampah
yang modern dan efisien,” ucap Nurdin.
Pemkot Tangerang berharap TPA Rawa Kucing dapat menjadi model inspiratif bagi daerah lain dalam pengelolaan limbah berbasis teknologi.
Ke depan, Pemkot Tangerang juga berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi pengolahan limbah agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Kami optimis bahwa dengan terus mengembangkan IPAL dan inovasi lainnya, Kota Tangerang akan menjadi contoh
kota ramah lingkungan
di masa depan,” jelas Nurdin.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/12/16/67600ca41b2e6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/16/675f8fa356f3b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/16/67601810d462e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)