Category: Kompas.com Metropolitan

  • Malangnya Rini, Motor KLX Hadiah Orangtua Raib Dicuri di Parkiran Kantor
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Desember 2024

    Malangnya Rini, Motor KLX Hadiah Orangtua Raib Dicuri di Parkiran Kantor Megapolitan 17 Desember 2024

    Malangnya Rini, Motor KLX Hadiah Orangtua Raib Dicuri di Parkiran Kantor
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Rini Setiana (27), seorang pegawai swasta di Pancoran, kehilangan motor
    KLX
    The Tracker keluaran 2021 pemberian orangtuanya di parkiran resmi kantornya, di Warung Jati Barat, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2024).
    “Motor sih sudah lunas, itu pemberian dari orangtua karena lulus kuliah pada saat itu,” ujar Rini saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (16/12/2024).
    Aksi pencurian tersebut terekam CCTV. Dalam rekaman, tampak dua pelaku berboncengan sepeda motor. Mereka awalnya mengamati lokasi parkiran dengan berlalu lalang beberapa kali di area tersebut.
    Salah satu pelaku kemudian turun dari motor dan masuk ke parkiran, sementara rekannya menunggu di atas motor. Dalam hitungan detik, sepeda motor milik Rini digasak tanpa ada yang menyadari kejadian itu.
    “Aku sih lagi kerja. Jadi pas sadar motor hilang itu, pas di jam pulang kerja mau ambil motor, terus motor udah enggak ada, lalu ngecek CCTV, ternyata ada yang mencuri motornya,” ungkap Rini.
    Rini mengalami kerugian sekitar Rp 40 juta akibat kehilangan motor tersebut. Ia telah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Selatan dengan nomor laporan LP/B/3904/XII/2024/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya tertanggal 16 Desember 2024.
    Menurut Rini, kasus pencurian motor di kawasan parkiran tersebut bukan yang pertama kali terjadi.
    “Sudah banyak pencurian motor sih di situ, cuma nggak pernah keangkat aja. Terakhir sih katanya sebelum yang motor aku hilang itu ada motor hilang juga. Nmax sih katanya yang hilang,” ujar dia.
    Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki kasus ini dengan memeriksa rekaman CCTV dan mengumpulkan informasi terkait pelaku.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jumlah Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi Turun, Mengapa?
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Desember 2024

    Jumlah Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi Turun, Mengapa? Megapolitan 17 Desember 2024

    Jumlah Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi Turun, Mengapa?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com

    Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
    (PPMI) Abdul Kadir Karding menyebut, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi menurun karena beberapa faktor.
    Salah satunya karena gaji yang relatif kecil. Selain itu, Karding juga mengatakan, perlindungan PMI di Arab Saudi masih kurang.
    “Arab Saudi itu selama ini selalu minta gajinya rendah. Dari 2015 itu mintanya 1.300 (riyal), kira-kira Rp 5 juta. Yang kedua, sistem perlindungannya pas di sana itu juga masih kurang,” kata Karding saat ditemui di Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2024).
    Karding bilang, pihaknya telah meminta pemerintah Arab Saudi meningkatkan upah dan sistem perlindungan pekerja migran. Jika hal itu telah terpenuhi, dia yakin Arab Saudi kembali jadi sasaran pekerja migran.
    “Jadi kita harus yakin dua hal ini. Arab Saudi kalau mau, dia harus bekerja sama dan menguatkan di dua ini,” tambah Karding.
    Untuk memperkuat perlindungan, Karding berharap, seluruh penyaluran pekerja migran dilakukan oleh perusahaan legal. 
    “Terakhir, kita maunya mengirim orang, yang nerima perusahaan, kita enggak mau langsung ke majikan. Karena kalau langsung ke majikan, riskan. Kita maunya ada perusahaan. Jadi kalau ada apa-apa, perusahaan ini yang kita tuju,” tambah dia.
    Diberitakan sebelumnya, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, HE Faisal bin Abdullah Al-Amudi, meminta Indonesia untuk kembali mengirimkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi.
    Faisal mengungkapkan, saat ini PMI terbanyak di Arab Saudi berasal dari India, Thailand, dan Filipina.
    “Akan lebih baik jika tenaga kerja yang masuk ke Arab Saudi juga berasal dari mitra negara-negara muslim,” kata Faisal dalam keterangan tertulisnya saat bertemu dengan Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra di Gedung Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, pada Kamis (5/12/2024).
    Menanggapi permintaan tersebut, Menko Yusril menyatakan akan mendalami pernyataan Fasial. 
    Yusril juga menyoroti penurunan jumlah PMI di Arab Saudi yang pernah mencapai 2 juta orang, namun kini hanya sekitar 100.000 orang berdasarkan catatan Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi.
    Penurunan ini diduga akibat moratorium yang telah berlangsung selama sekitar 10 tahun.
    “Sepertinya memang sudah saatnya kedua negara berunding untuk menghasilkan sebuah kesepakatan yang komprehensif sehingga tidak hanya permasalahan hambatan di bidang investasi maupun ekonomi, tetapi juga terkait tenaga kerja. Kami tentunya butuh perlindungan hukum bagi PMI yang berada di Arab Saudi,” ujarnya.
    Adapun pemerintah Indonesia saat ini sedang menerapkan kebijakan moratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke 21 negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Irak, Iran, Kuwait, Lebanon, Libya, dan Pakistan.
    Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus melakukan pembenahan terhadap sistem penempatan dan perlindungan TKI dengan mengeluarkan berbagai regulasi, termasuk Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No 22 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.
    Regulasi tersebut memberikan aturan ketat terhadap Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) dan mencakup sanksi berupa pencabutan surat izin pengerahan (SIP) TKI jika terbukti melakukan pelanggaran.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Perayaan Natal Nasional 2024 Usung Tema Harapan dan Keadilan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Desember 2024

    Perayaan Natal Nasional 2024 Usung Tema Harapan dan Keadilan Megapolitan 17 Desember 2024

    Perayaan Natal Nasional 2024 Usung Tema Harapan dan Keadilan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Perayaan
    Natal
    Nasional 2024 akan diselenggarakan di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Sabtu (28/12/2024).
    Acara ini dipastikan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, tokoh lintas agama, serta lebih dari 12.000 umat Nasrani.
    Perayaan tahun ini mengangkat tema “Marilah Kita Pergi ke Betlehem”. Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Antonius Subianto Bunjamin, menyatakan bahwa tema tersebut mencerminkan simbol harapan, keadilan, dan kesejahteraan.
    “Mari kita bersama-sama menuju ‘Betlehem’ sebagai simbol harapan baru, terutama di tengah harapan besar terhadap pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Antonius, Selasa (17/12/2024).
    Perayaan Natal tahun ini tidak hanya bertujuan merayakan kelahiran Kristus, tetapi juga mempererat persaudaraan lintas agama dan bangsa, serta menghadirkan keadilan bagi seluruh pihak.
    Ketua Panitia Natal Nasional 2024, Thomas Djiwandono, menyebut rangkaian kegiatan Natal mencakup berbagai aksi sosial, termasuk bakti sosial di Muara Gembong. Daerah yang kerap dilanda banjir rob ini menjadi lokasi simbolis untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
    “Kehadiran kita di sana diharapkan dapat menghadirkan aksi nyata dan semangat berbagi,” kata Thomas.
    Selain itu, Thomas menekankan pentingnya refleksi mendalam dalam perayaan Natal tahun ini, agar lebih bermakna dan bermanfaat bagi umat.
    Persiapan teknis telah dilakukan oleh panitia, termasuk pertemuan antara Thomas dengan Antonius Subianto Bunjamin. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2024, Letjen (TNI) Budi Sulistya, dan Dirjen Bimas Katolik, Suparman Sirait.
    Diharapkan, perayaan Natal Nasional 2024 menjadi momentum untuk memperkokoh semangat persaudaraan, kepedulian sosial, dan perhatian terhadap ekologi, sejalan dengan pesan Paus Fransiskus.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemilik Daycare Kiddy Space Minta Maaf Karyawannya Siram Air Panas ke Bayi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Desember 2024

    Pemilik Daycare Kiddy Space Minta Maaf Karyawannya Siram Air Panas ke Bayi Megapolitan 17 Desember 2024

    Pemilik Daycare Kiddy Space Minta Maaf Karyawannya Siram Air Panas ke Bayi
    Tim Redaksi

    DEPOK, KOMPAS.com –
    Pemilik
    daycare
    Kiddy Space Pengasinan, Irwan Renaldi, memohon maaf dan menyesali tindakan karyawannya bernama Seftyana (35) yang menyiram air panas ke bayi berinisial KCB (1 tahun 3 bulan).
    “Lalu untuk korban inisialnya yaitu KCB, berusia 1,3 tahun. Ya, kami sangat menyesali kejadian ini,” ucap Irwan saat ditemui di Sawangan, Kota Depok, Selasa (17/12/2024).
    Irwan juga memohon maaf kepada orangtua korban yang kini melihat anaknya dalam kondisi terluka.
    “Dan kami tetap bertanggung jawab dari awal dibawa ke rumah sakit sampai sekarang, sampai pulih,” ungkap Irwan.
    Sejak insiden, Irwan mengaku terus menjaga komunikasi bersama keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab
    daycare
    atas kasus yang melibatkan pihaknya.
    “Tapi karena ini adalah kejadian tindak pidana, maka hukum akan terus berjalan. Jadi kami pasrah dan menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian,” ujar Irwan.
    Melihat insiden ini, Irwan menegaskan akan memberikan tes psikologis kepada setiap calon karyawan untuk memastikan kesiapan kondisi mentalnya mengasuh anak.
    Sebelumnya diberitakan, bayi berinisial KCB disiram air panas oleh pengasuhnya yang bernama Seftyana (35), Senin (2/12/2024) sekitar pukul 06.30 WIB.
    Sebanyak dua gayung air panas yang sebelumnya dimasak oleh tersangka disiramkan ke bagian belakang tubuh korban. Hal itu membuat kulit korban langsung melepuh di bagian punggung, leher, selipan tangan, dan dekat telinga.
    “Disiram pakai gayung dua kali dan karena kulitnya melepuh, habis itu disiram lagi pakai air dingin,” ujar Kapolres Metro Depok Kombes (Pol) Arya Perdana, Rabu (4/12/2024).
    Kepada polisi, Seftyana mengaku menyiramkan air panas ke tubuh bayi tidak berdosa itu karena kesal anak itu terus menangis saat hendak dimandikan.
    Kini, Seftyana telah ditangkap polisi dan ditahan di Mapolresta Kota Depok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
    Akibat ulahnya, Seftyana terancam dijerat Pasal 80 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dishub Siapkan 10 Kapal Distribusikan Pangan ke Kepulauan Seribu
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Desember 2024

    Dishub Siapkan 10 Kapal Distribusikan Pangan ke Kepulauan Seribu Megapolitan 17 Desember 2024

    Dishub Siapkan 10 Kapal Distribusikan Pangan ke Kepulauan Seribu
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jakarta menyiapkan 10 kapal operasional untuk distribusi pasokan pangan ke Kepulauan Seribu.
    Kadishub Provinsi Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, opersional kapal mulai dibuka kembali untuk memberikan pasokan pangan bagi warga Kepulauan Seribu.
    “Kami sudah siapkan total sebanyak 10 unit kapal, dan tentu kesepuluhannya ini bisa operasional sesuai dengan cuaca yang disampaikan prakiraan cuaca yang disampaikan oleh teman-teman BMKG,” kata Syafrin saat diwawancarai di Balai Kota Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2024).
    Pada tiga hari sebelumnya, kapal operasional distribusi pangan Dishub sempat tidak beroperasi akibat cuaca buruk dan banjir rob Kepulauan Seribu.
    “Iya, kemarin itu tiga hari tidak opersional,” ujar Syafrin.
    Layanan kapal dihentikan sementara karena terjadi gelombang tinggi hingga 2,4 meter yang membahayakan awak kapal maupun penumpang.
    “Dari hasil pantauan itu terjadi tinggi gelombang sampai dengan 2,5 meter dan tentu ini sangat membahayakan penumpang,” tutur dia.
    Dishub mengantisipasi insiden kapal karam terulang kembali seperti di Kapal KM Bintang Muara 4 yang hendak bermuara ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, akibat mesin bocor saat berada di perairan Pulau Karang Beras.
    “Ini juga dari aspek keselamatan itu bisa kami penuhi dengan memperhatikan selamatan penumpang dan atau barang yang akan ke Pulau Seribu,” imbuh Syafrin.
    Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta, Yuke Yurike menyampaikan, warga Kepulauan Seribu tengah kesulitan mendapat pasokan pangan akibat banjir rob atau pasang air laut.
    Banjir rob yang melanda Kepulauan Seribu selama beberapa hari ini telah menggenangi 70 persen dataran Pulau Seribu.
    Akibatnya, pasongan makanan yang didatangkan dari luar pulau terganggu akibat cuaca buruk.
    “Hampir 70 persen wilayah di kepulauan seribu terendam rob. Pasokan makanan ke wilayah Kepulauan Seribu terganggu akibat cuaca yang buruk,” papar Yuke dalam keterangannya, Senin (16/12/2024).
    Masyarakat di Kepulauan Seribu kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan karena kapal Dinas Perhubungan juga tak bisa beroperasi.
    “Maka jalan satu-satunya untuk mengatasi kekurangan pasokan pangan ini dengan kapal tradisional milik masyarakat setempat,” tutur dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kegelisahan Jukir di Tengah Penutupan Ratusan Gerai Alfamart…
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Desember 2024

    Kegelisahan Jukir di Tengah Penutupan Ratusan Gerai Alfamart… Megapolitan 17 Desember 2024

    Kegelisahan Jukir di Tengah Penutupan Ratusan Gerai Alfamart…
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Bachtiar (60), juru parkir (jukir) yang menjaga gerai Alfamart di Depok, dihantui kecemasan.
    Kabar penutupan ratusan gerai Alfamart yang menggema di telinga membuatnya seperti disambar petir di siang bolong.
    Bagi Bachtiar, yang menghidupi keluarga melalui penghasilan dari tempat itu, kabar tersebut adalah pertanda suram bagi masa depannya.
    “Kalau mau beneran tutup berarti ya pemasukan saya semakin berkurang,” kata Bachtiar saat ditemui di Depok, Senin (16/12/2024).
    Setiap hari, dari pukul 12.00 hingga 16.00 WIB, Bachtiar berdiri di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan.
    Namun, seiring berjalannya waktu, Bachtiar mulai merasakan penurunan tajam dalam penghasilannya.
    Tiga bulan terakhir, keuntungan yang diterima Bachtiar semakin menyusut, seakan tersapu angin.
    “Ini saya mulai jaga pukul 12.00-16.00 WIB, tapi Rp 30.000 belum dapat. Memang lagi susah, untung-untungan mungkin ya,” ujarnya.
    Sistem parkir yang diterapkannya bersifat sukarela, memberi kebebasan pelanggan untuk memilih, tanpa ada paksaan.
    Ia tak pernah memaksa siapa pun untuk membayar, terutama mereka yang hanya mampir sejenak.
    Namun, situasi yang semakin sulit diperburuk oleh kenyataan bahwa ada tiga juru parkir lain yang turut berbagi waktu untuk menjaga tempat itu.
    “Kalau jaga parkir normal jam 08.00-16.00 WIB, mungkin bisa sekitar Rp 50.000. Tapi kan saya enggak dapat jatah di waktu itu, selalu sama (12.00-16.00 WIB),” ungkap Bachtiar.
    Di tengah segala kesulitan, Bachtiar masih mencoba untuk menggenggam secercah harapan.
    Keahlian menyetir mobil yang dimiliki, meski tak selalu mengalirkan keuntungan yang banyak, menjadi penolong di saat sulit.
    “Untungnya saya ada keahlian menyetir mobil, kadang memang banyak nafkahnya di sana. Kalau benar (mau tutup), ya berarti saya enggak bisa bekerja di waktu luang saya lagi,” tutur Bachtiar.
    Nasib serupa juga dialami oleh Nasrullah (48), tukang parkir yang biasa berjaga di salah satu gerai Alfamart di Kecamatan Bogor Barat.
    Nasrullah kaget saat mengetahui berita penutupan hingga membuatnya cemas akan kehilangan sumber penghasilan utamanya.
    “Saya belum tahu kalau banyak toko yang tutup. Baru tahu sekarang, kaget juga ya. Sebenarnya saya kuli bongkar muat, tapi kalau lagi nggak ada muatan, saya jaga parkir di Alfamart ini,” ujar Nasrullah.
    Di lokasi tempatnya bekerja, pendapatan hariannya bervariasi antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000.
    Namun, lokasi gerai yang berada di jalur cepat membuat jumlah pelanggan hanya sedikit.
    “Karena Alfamart di sini sepi, pendapatannya nggak terlalu besar,” ucap Nasrullah.
    Di balik berita yang terus bergulir tentang penutupan gerai, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Solihin, sebelumnya membenarkan kabar itu.
    Sebuah keputusan yang diambil setelah mempertimbangkan biaya sewa yang terus membumbung tinggi dan perubahan minat dari para pemegang franchise.
    “Biaya toko makin mahal, kita memaklumi kalau naik, tapi kalau biaya sewa naiknya tinggi dan enggak wajar ya harus ditutup,” ujar Solihin.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5 Hari Banjir Rob Pesisir Bekasi, Warga Keluhkan Belum Ada Pejabat Pemkab yang Berkunjung
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Desember 2024

    5 Hari Banjir Rob Pesisir Bekasi, Warga Keluhkan Belum Ada Pejabat Pemkab yang Berkunjung Megapolitan 17 Desember 2024

    5 Hari Banjir Rob Pesisir Bekasi, Warga Keluhkan Belum Ada Pejabat Pemkab yang Berkunjung
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com –
    Ridwan (38), warga Desa Pantai Harapan Jaya, Muara Gembong, mengeluhkan soal pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi yang belum berkunjung ke wilayahnya yang tengah dilanda
    banjir rob
    sejak Jumat (13/12/2024).
    “Sementara ini belum ada sama sekali, peninjauan pun belum,” kata Ridwan saat ditemui
    Kompas.com
    di Desa Pantai Harapan Jaya, Selasa (17/12/2024).
    Ridwan menyayangkan sikap pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi yang seolah tutup mata atas terjadinya bencana banjir rob.
    Terlebih, warga yang terdampak tak sedikit, jumlahnya mencapai ribuan jiwa yang tersebar di Kecamatan Muara Gembong, Babelan, dan Tarumajaya.
    “Seharusnya datang, tengokin warganya,” ungkap Ridwan.
    Ridwan mengaku sangat berharap akan kehadiran pejabat. Selain agar mengetahui kondisi wilayahnya, kehadiran pejabat juga diharapkan untuk mendapatkan langsung bantuan logistik.
    Warga lain, Boeh (85), juga mengaku sangat membutuhkan bantuan pemerintah.
    Apalagi, perempuan sebatang kara ini tak bisa bekerja imbas banjir rob. Alhasil, ia kini hidup terkatung-katung tanpa penghasilan pasti.
    “Saya belum dapat bantuan, belum makan, enggak ada penghasilan. Beras juga tinggal segelas,” kata Boeh.
    Diberitakan sebelumnya, sebanyak 4.184 kepala keluarga (KK) terdampak banjir rob yang melanda di tiga kecamatan di pesisir Kabupaten Bekasi.
    Ketiga kecamatan tersebut yakni, Muara Gembong, Tarumajaya, Babelan, yang notabene berada di wilayah pesisir pantai utara Bekasi.
    Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, banjir rob melanda lima desa di Kecamatan Muara Gembong.
    Kelima desa tersebut antara lain, Desa Pantai Harapan Jaya, Desa Pantai Sederhana, Desa Pantai Bakti, Desa Pantai Bahagia, dan Desa Pantai Mekar. Total warga terdampak di kecamatan ini sebanyak 3.184 KK.
    Di Kecamatan Tarumajaya, banjir rob merendam tiga desa, yakni Desa Samudera Jaya, Desa Segara Makmur, dan Desa Segara Jaya. Total warga terdampak sebanyak 755 KK.
    Sedangkan di Kecamatan Babelan, banjir rob merendam daratan Desa Hurip Jaya dengan total warga terdampak mencapai 245 KK.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banjir Rob Genangi 3 RT di Marunda Pulo, Rumah Si Pitung Terendam
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Desember 2024

    Banjir Rob Genangi 3 RT di Marunda Pulo, Rumah Si Pitung Terendam Megapolitan 17 Desember 2024

    Banjir Rob Genangi 3 RT di Marunda Pulo, Rumah Si Pitung Terendam
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com

    Banjir rob
    kembali merendam ratusan rumah di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (17/12/2024).
    Pengamatan Kompas.com di lokasi, ada sekitar 3 RT yang terendam di wilayah ini, yakni RT 01, RT 02, RT 03.
    Ketiga RT ini berada di RW 07, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
    Ketinggian
    banjir rob
    hari ini bervariasi, mulai dari 20-40 sentimeter.
    Sebagian jalan yang terhubung ke rumah warga juga ikut terendam banjir.
    Alhasil, banyak warga yang harus berhati-hati saat hendak melintas.
    Bukan hanya rumah warga, Situs Rumah Si Pitung juga ikut terendam banjir siang ini.
    Petugas BPBD Jakarta Utara Sofian, menjelaskan, sudah empat hari ini banjir pesisir merendam wilayah Marunda Pulo.
    “Untuk titik tertinggi air maksimal di jam 10.00 WIB, sementara banjir mulai masuk sekita pukul 6.00 WIB, dengan ketinggian rata-rata 20-40 cm,” kata Sofian saat diwawancarai di lokasi, (17/12/2024).
    Sedangkan warga bernama Sobri (52) mengatakan, banjir rob sudah sering terjadi di Marunda Pulo.
    Sehingga, warga sudah tidak kaget dengan musibah ini.
    Namun, Sobri berharap pemerintah bisa lebih perhatian kepada warga Marunda Pulo yang menjadi korban
    banjir rob Jakarta
    .
    “Semoga pemerintah perhatiin juga kami warga Marunda Pulo yang terkena banjir hingga memasuki rumah-rumah warga, ” harap Sobri.
    Untuk diketahui, beberapa titik di Jakarta Utara terendam banjir rob dalam beberapa hari pada pertengahan Desember 2024.
    Salah satu titik paling parah yang menjadi langganan banjir rob adalah kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.
    Di kawasan ini tergenang banjir rob selama tiga hari berturut-turut.
    Banjir rob Muara Angke ini terjadi sejak Jumat (13/12/2024) hingga Minggu (15/12/2024), dengan ketinggian mulai dari 25 sentimeter hingga satu meter.
    Air rob biasa datang di pagi hari sekitar pukul 06.00-09.00 WIB. Pada siang dan sore hari, air itu akan surut dengan sendirinya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Calo yang Berangkatkan Pekerja Migran Tak Sesuai Prosedur Bakal Ditindak
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Desember 2024

    Calo yang Berangkatkan Pekerja Migran Tak Sesuai Prosedur Bakal Ditindak Megapolitan 17 Desember 2024

    Calo yang Berangkatkan Pekerja Migran Tak Sesuai Prosedur Bakal Ditindak
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) berjanji menindak tegas calo-calo yang membantu keberangkatan pekerja imigran Indonesia yang tak sesuai prosedur.
    Menteri PPMI Abdul Kadir Karding menyebut, langkah tersebut bagian dari upaya memberikan perlindungan hukum bagi PMI.
    “Salah satu cara mengurangi
    unprosedural
    adalah calo-calo ini kita selesaikan. Calo, baik perorangan maupun kelompok, atau kedok institusi. Penegakan hukum,” kata Karding di gedung BP2MI, Pancoran, Selasa (17/12/2024).
    Karding mengungkap, pemberangkatan PMI melalui calo menduduki posisi teratas dalam hal keberangkatan pekerja migran tidak sesuai prosedur atau unprosedural.
    Banyak calo yang mendatangi warga di desa-desa untuk melakukan perekrutan langsung. 
    Menyikapi ini, Karding mengatakan bakal membangun sistem pendaftaran satu pintu untuk calon pekerja migran Indonesia. Prosedur demikian diharapkan menjamin keamanan pekerja.
    “Jadi siapa pun yang mau bekerja di luar negeri, itu harus teregister supaya masuk di data kami. Kalau dia masuk, maka kita bisa mantau dia kerjaannya apa, bekerja di mana, siapa yang ngirim, lalu jabatan pekerjaannya apa, terlindungi atau enggak di sana,” tambah Karding.
    Diberitakan sebelumnya, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) membentuk Tim Reaksi Cepat untuk menanggulangi banyaknya pekerja migran Indonesia (PMI) yang berangkat ke luar negeri dengan cara ilegal.
    “Jadi tim ini sengaja kita bentuk karena setelah melihat data, ternyata orang yang berangkat unprosedural terlalu banyak,” kata Menteri PPMI Abdul Kadir Karding saat ditemui di Kantor Kementerian PPMI, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2024).
    Berdasarkan data pada 2017, ada 4,3 juta PMI yang berangkat ke luar negeri dengan cara ilegal.
    Mereka diberangkatkan lewat bandara dan pelabuhan, juga di jalan-jalan “tikus” yang menjadi rentan perdagangan orang.
    “Oleh karena itu, salah satu langkah kita, kita bentuk tim ini untuk kemudian meminimalisir kejadian ini,” kata Karding.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pelintasan Kereta Api di Depan JIS Terandam Banjir Rob, KRL Tak Dapat Melintas
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Desember 2024

    Pelintasan Kereta Api di Depan JIS Terandam Banjir Rob, KRL Tak Dapat Melintas Megapolitan 17 Desember 2024

    Pelintasan Kereta Api di Depan JIS Terandam Banjir Rob, KRL Tak Dapat Melintas
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pelintasan rel kereta api di depan Jakarta International Stadium (JIS) kembali terendam banjir rob, Selasa (17/12/2024).
    Berdasarkan pengamatan
    Kompas.com
    di lokasi, empat jalur pelintasan kereta api di depan JIS terandam rob.
    Ketinggian air yang menggenang di depan JIS mencapai 15-20 sentimeter.
    Sedangkan di Jalan RE Martadinata mencapai 30-40 sentimeter.
    Air rob yang meluap ke Jalan RE Martadinata membuat lalu lintas di jalan ini padat.
    Pasalnya, para pengendara memperlambat laju kendaraannya.
    Akibat air rob ini, perjalanan kereta api jarak jauh dan KRL tidak bisa melintas dari Jakarta Kota-Tanjung Priok dan Tanjung Priok-Kemayoran.
    Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, saat ini KAI tengah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi rob.
    “Sedang melakukan pembongkaran trotoar dan penghilangan titik penghalang untuk melancarkan aliran air pada saluran yang terdampak,” tambah dia.
    Sebanyak dua pompa tengah dipasang di lokasi yang strategis agar mempercepat air rob di rel kereta surut.
    Selain itu, KAI juga mengangkat 
    track
    dan meninggikan kop rel. Evaluasi pekerjaan tahap pertama dengan peninggian rel 5 sentimeter telah dilakukan.
    “Tahap berikutnya, akan dilanjutkan dengan peninggian pada JPL 11C hingga 20 sentimeter, termasuk pengangkatan
    track
    kiri dan kanannya,” imbuh Ixfan.
    KAI juga akan melakukan pergantian rel lama yang sudah termakan usia waktu atau korosi.
    “Untuk mendukung pekerjaan pengangkatan JPL 11C, rel lama tipe R.42 yang mengalami korosi dan deformasi (depek) akan diganti dengan rel tipe R.54,” jelas Ixfan.
    Kemudian, pada pergantian bantalan beton akan dilakukan pada empat jalur jalur hulu-hilir.
    “Penyesuaian Permukaan Jalan Raya pekerjaan peninggian track hingga 20 cm akan diikuti dengan penyesuaian dan pelebaran permukaan jalan raya untuk mengantisipasi kendaraan, khususnya truk, agar tidak tersangkut akibat elevasi yang lebih tinggi,” ujar Ixfan.
    KAI berharap, dengan langkah-langkah ini, diharapkan penanganan dampak banjir rob dapat memulihkan kondisi jalur kereta api agar aman beroperasi kembali.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.