Nestapa Korban Penganiayaan Anak Bos Toko Roti: Ditolak 2 Polsek hingga Ditipu Pengacara
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Dwi Ayu Darmawati, pegawai Toko Roti di Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), yang jadi korban penganiayaan anak bosnya, mencurahkan kenestapaannya di hadapan anggota Komisi III DPR RI.
Dwi menceritakan dirinya sempat ditolak di dua polsek hingga ditipu pengacara usai penganiayaan yang dilakukan anak bosnya, George Sugama Halim, pada 17 Oktober 2024.
Hal itu ia sampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI dan jajaran Polres Jakarta Timur yang digelar Selasa (17/12/2024).
“Saya mau menceritakan tentang kejadian yang saya alami. Jadi posisinya saya kan lagi kerja. Tanggal 17 Oktober jam 9 malam,” kata Dwi di rapat bersama Komisi III DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.
Mulanya, George meminta Dwi mengantarkan makanan yang dipesannya lewat aplikasi ke dalam kamar pribadi.
Namun, Dwi menolak untuk mengantarkan makanan karena bukan tugasnya.
Saat mendengar penolakan Dwi, George langsung marah dengan melemparkan berbagai barang ke arah Dwi.
Ayah pelaku, kata Dwi, memang sempat menariknya agar bisa keluar toko untuk menghindari serangan George.
Sayangnya, ia terpaksa kembali lantaran ponsel dan tasnya masih ada di dalam toko.
“Dia ngelempar saya pake patung, ngelempar saya pake bangku, abis itu ngelempar saya pake mesin EDC BCA. Habis itu saya ditarik sama ayahnya si pelaku,” ungkap Dwi.
“Terus karena HP sama tas saya masih di dalam, akhirnya saya balik lagi ke dalam, tapi saya malah dilempari lagi pake kursi,” imbuhnya.
Ketika Dwi kembali masuk toko untuk mengambil barangnya, ternyata George kembali melemparinya dengan barang-barang.
George baru meninggalkan Dwi setelah melihat ada darah mengalir akibat serangannya.
“Pas sudah berdarah, tapi saya enggak tahu sudah berdarah. Tapi saya megangin kepala saya begini. Mungkin dia sudah lihat duluan darah, terus dia kabur ke belakang, baru saya bisa kabur ke luar toko,” tuturnya.
Dihina miskin dan babu
Sebelum kejadian ini, menurut Dwi, anak bosnya itu sudah pernah melakukan kekerasan baik verbal maupun fisik kepada dirinya.
Beberapa kekerasan verbal yang dialaminya berupa makian serta hinaan dengan kata ‘babu’ dan ‘miskin’. George juga sempat mengeklaim dirinya kebal hukum.
Bahkan, ia mengungkap sempat berencana keluar dari pekerjaannya (resign), namun niat ini dibatalkan dengan persyaratan tidak lagi mengantar makanan ke kamar pelaku.
“Ada hal lain juga dari sebelum kejadian ini dia juga pernah ngatain saya miskin, babu. Terus dia juga sempat ngomong ‘orang miskin kayak elu gak bisa masukin gua ke penjara, gua ini kebal hukum’. Dia sempat ngomong kayak gitu,” ucapnya.
Dwi juga mengungkapkan, kekerasan fisik juga pernah dialaminya pada September lalu. Kala itu, George juga melempar beberapa barang ke Dwi.
“Iya (bulan September) tapi di situ dia lempar saya pake tempat solasi kena kaki saya. Terus dia lempar saya pake meja, enggak kena,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berpandangan George Sugama Halim tidak memiliki kelainan jiwa.
“Setahu saya dia normal aja sih soalnya dia juga meeting meeting sama orang. Dia juga kepala toko di kelapa gading,” kata Dwi.
Meski begitu, Dwi tak memungkiri George selama ini memang dikenal sebagai orang yang pemarah.
Sejak awal bekerja di Toko Roti itu, Dwi mengaku kerap mendapatkan kekerasan verbal oleh pelaku.
“Emang suka marah-merah,” ujarnya.
Ditolak di 2 polsek
Pasca-kejadian, Dwi langsung melaporkan kasus penganiayaan itu ke polisi. Dia sempat ingin membuat laporan di Polsek Rawamangun dan Polsek Cakung.
Sayangnya, pihak polsek menolak laporan Dwi dan merujuknya ke Polres Jakarta Timur.
“Habis itu lapor ke Polsek Rawamangun Rawamangun dulu tapi di situ tidak bisa nanganin, akhirnya dirujuk ke Cakung dan di Cakung juga enggak bisa Nanganin juga,” ucapnya.
Di hari yang sama, Dwi berbergegas menyambangi Polres Jakarta Timur untuk membuat laporan sesuai rujukan dari polsek.
Saat membuat laporan, ia turut didampingi keluarga dan teman-temannya.
“Akhirnya saya disuruh ke Polres Jatinegara Jakarta Timur, hari itu juga,” ungkapnya.
Barulah keesokan harinya, pihak polres memintanya melakukan visum untuk menindaklanjuti kasus penganiayaan tersebut.
“Paginya langsung visum,” ucap Dwi.
Ditipu pengacara dan jual motor
Sudah jatuh, lalu tertimpa tangga. Mungkin, istilah tersebut dapat menggambarkan situasi Dwi Ayu Darmawati.
Setelah mengalami penganiayaan, ada pengacara gadungan yang menipu dirinya. Keluarga Dwi pun sampai merelakan motor satu-satunya.
“Di situ pengacara yang keduanya, kalau saya tanya tentang gimana kelanjutannya, dia selalu jawab, ‘sedang diproses sedang diproses’,” kata Dwi.
Saat memproses kasusnya ini, Dwi memang sempat beberapa kali ganti pengacara. Penipuan dilakukan oleh pengacaranya yang kedua.
Pengacaranya tersebut, kata Dwi, juga selalu meminta uang setiap kali datang ke rumahnya.
“Bukan (pengacara pertama). Di situ dia setiap ada info dia selalu ke rumah dan minta duit. Mama saya sampai jual motor,” ungkap Dwi.
“Jual motor?” tanya Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.
“Iya jual motor satu-satunya,” jawab Dwi lagi.
Setelah keluarga Dwi menjual motornya, oknum pengacara tersebut langsung memutus kontak sehingga tidak bisa dihubungi.
“Habis jual motor itu, saya tanya tanya-tanyain, itu sudah enggak ada enggak bisa dihubungin lagi,” katanya.
Menurut Dwi, oknum pengacara itu meminta uang secara bertahap ke keluarga Dwi.
Setidaknya, pihak keluarga Dwi merugi sekitar Rp12 juta akibat ulah pengacara gadungan tersebut.
“Setahu saya 12 juta,” ujar Dwi.
Dikirim pengacara dari pihak pelaku
Bukan hanya itu, Dwi sempat mendapat pengacara dari pihak orang tua pelaku atau bosnya. Ini merupakan pengacara yang pertama kali menangani kasus Dwi.
Pengacara tersebut awalnya mengaku berasal dari lembaga bantuan hukum (LBH) yang diutus oleh pihak kepolisian daerah (polda) setempat.
“Saya sempat dikirimkan pengacara dari pihak pelaku, tapi awalnya saya enggak tahu kalau itu dari pihak pelaku. Dia ngakunya dari LBH utusan dari Polda, dia ngakunya” ujar Dwi
Belakangan, barulah Dwi mengetahui orang tersebut kiriman dari bosnya.
“Awalnya enggak. Tahu terus pertemuan di Polres ngasih BAP terus di situ dia ngasih tahu kalau dia disuruh sama bos saya,” ungkapnya.
Setelah mengetahui pengacara pertamanya adalah kiriman dari bosnya, keluarga Dwi mengganti pengacara. Namun, sayangnya pengacara kedua Dwi justru menipunya.
“Akhirnya mama saya ganti pengacara,” tutur Dwi.
Setelah itu, barulah ada pengacara lain yang mengabari Dwi. Pengacara ketiga tersebut yang terus mengawal kasus Dwi hingga sekarang.
“Terus saya dihubungi oleh Pak Jaenuddin. Saya juga dikasih bantuan oleh Bang John,” ungkapnya.
Kapolres minta maaf
Semetara itu, Kapolres Jakarta Timur (Jaktim) Kombes Nicolas Ary Lilipaly meminta maaf atas keterlambatan tim penyidik mengusut kasus penganiayaan yang dilakukan George.
Nicolas menyebut ada hal teknis yang menjadi kendala sehingga memperlambat keadilan bagi Dwi.
“Kami selaku penyidik kami mohon maaf atas keterlambatan proses penyidikan ini bukan karena keinginan kami tapi ada juga hal-hal nonteknis yang kami hadapi,” kata Nicolas di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Menurut Nicolas, semua perkembangan kasus juga selalu dilaporkan ke pihak korban.
Nicolas menegaskan, kasus ini juga sudah ditindaklanjuti oleh pihak polres sebelum viral.
Setelah laporan dibuat, polisi sudah mengantarkan korban untuk visum. Polisi juga melakukan pemeriksaan saksi pada tanggal 1 November lalu.
“Memang dalam penanganannya terkesan lama kami mengaku itu karena standar operasional prosedur yang harus kita lalui dalam proses penyidikan itu sendiri,” katanya.
Kendala lain yang membuat proses hukum kasus ini lamban, menurutnya, dikarenakan ada saksi yang tak kunjung hadir serta mengulur waktu pemeriksaan.
Di sisi lain, Nicolas menyebut para penyidik juga selalu berkomunikasi untuk mengajak para saksi untuk dimintai klarifikasi.
“Yang kedua memang ada saksi karena ini tahapnya penyelidikan maka yang kami mengundang para saksi itu undangan klarifikasi, tidak ada alat penekan kita di situ,” tegasnya.
Diketahui, George telah ditangkap polisi di Anugrah Hotel Sukabumi, Cikole, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (16/12/2024) dini hari, usai kasus ini viral.
Polisi menjerat George dengan Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penganiayaan. Ia terancam hukuman penjara paling lama lima tahun.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2019/05/16/2823337099.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10 Fakta-fakta Korupsi CSR Bank Indonesia yang Sedang Ditangani KPK Nasional
Fakta-fakta Korupsi CSR Bank Indonesia yang Sedang Ditangani KPK
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Komisi Pemberantasan Korupsi (
KPK
) menggeledah kantor Bank Indonesia (BI) terkait kasus dugaan korupsi dana
corporate social responsibility
(CSR) pada Senin (16/12/2024) malam.
Dari hasil penggeledahan, KPK menyita sejumlah dokumen dan barang elektronik yang terkait dengan kasus dana CSR.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Rudi Setiawan mengatakan, ada indikasi penyelewengan dana CSR dalam perkara ini. Ia menduga uang CSR itu mengalir ke sejumlah yayasan.
“Yayasan-yayasan yang kita duga tidak tepat untuk diberikan,” kata Rudi di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (17/12/2024).
Panggil Gubernur BI
Dalam penggeledahan di Kantor BI itu, penyidik pun turut menggeledah ruang kerja gubernur BI.
Rudi mengatakan, KPK akan memanggil Gubernur BI itu untuk meminta klarifikasi atas barang yang diamankan saat proses penggeledahan.
“Nanti saya belum mendetailkan ini barang ada temukan di ruangan siapa, milik siapa, segala macam. Nanti itu akan kita klasifikasi, kita verifikasi kepada orang yang bersangkutan,” ujarnya.
Sudah tetapkan 2 tersangka
Rudi mengatakan sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana
corporate social responsibility
(CSR).
Namun, KPK tak mengungkapkan identitas dua tersangka tersebut.
“Tersangka terkait perkara ini ada, kita dari beberapa bulan yang lalu telah menetapkan dua orang tersangka yang diduga memperoleh sejumlah dana berasal dari CSRnya BI,” ucap dia.
Akal-akalan kasus dana CSR
KPK pertama kali mengungkap kasus dugaan korupsi dana CSR dari Bank Indonesia pada Agustus 2024.
Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, penyidik menemukan indikasi penyelewengan dana CSR dari BI dan OJK, yakni dari total program dan anggaran hanya separuh yang disalurkan sesuai tujuan.
“Artinya ada beberapa, misalkan CSR ada 100, yang digunakan hanya 50, yang 50-nya tidak digunakan. Yang jadi masalah tuh yang 50-nya yang tidak digunakan tersebut, digunakan misalnya untuk kepentingan pribadi,” ujar Asep, Jakarta, Rabu (18/9/2024).
“Kalau itu digunakan misalnya untuk bikin rumah ya bikin rumah, bangun jalan ya bangun jalan, itu enggak jadi masalah. Tapi menjadi masalah ketika tidak sesuai peruntukan,” ucap Asep.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/18/6761c4a94394c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
4 Mary Jane: 15 Tahun Dipenjara, Saya Bisa Bahasa Indonesia dan Jawa Megapolitan
Mary Jane: 15 Tahun Dipenjara, Saya Bisa Bahasa Indonesia dan Jawa
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com –
Terpidana mati kasus narkoba
Mary Jane Veloso
mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga selama 15 tahun penjara. Dia bahkan fasih berbahasa Indonesia dan mengerti bahasa Jawa.
Hal itu disampaikannya dalam pernyataan menjelang kepulangannya ke Filipina di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Selasa (17/12/2024).
“Saya berada di Indonesia hampir 15 tahun, dari tidak bisa berbahasa sampai bisa berbahasa Indonesia, bahkan bisa Jawa.
Sami-sami
,” ungkap Mary Jane dengan menggunakan bahasa Jawa sambil tersenyum.
Selain itu, Mary mengaku bahagia dapat segera kembali ke negara asalnya setelah bertahun-tahun berpisah dari keluarga.
Namun, dia tak dapat menyembunyikan rasa sedih karena harus meninggalkan Indonesia yang dianggap menjadi rumah keduanya.
“Saya bahagia, sangat bahagia hari ini. Tapi jujur, ada sedihnya juga karena Indonesia sudah menjadi keluarga kedua saya,” kata dia.
Mary menyampaikan rasa syukurnya atas jawaban doa yang telah dinantikan selama bertahun-tahun.
“Akhirnya doa-doa Mary sudah dijawab hari ini, di mana nanti saya akan kembali ke negara saya,” ucap Mary sambil terisak.
Mary juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Tuhan memiliki rencana indah dalam hidupnya. Dia tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantunya selama proses panjang ini.
“Saya ingin berterima kasih pertama kepada yang terhormat, Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri Koordinator Hukum HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Iza Mahendra, dan pasti untuk seluruh rakyat Indonesia,” ucap dia.
Pemindahan Mary Jane Veloso merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Practical Arrangement atau Pengaturan Praktis antara Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, dengan Wakil Menteri Kehakiman Filipina Raul T Vasquez di Kantor Kemenko Kumham Imipias, Jakarta, Jumat 6 Desember 2024 lalu.
Kasus Mary Jane bermula ketika ia menerima tawaran dari Christine atau Maria Kristina Sergio untuk menjadi pembantu rumah tangga di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2010.
Saat itu, dia kembali dari Dubai, Uni Emirat Arab, usai kontrak kerjanya habis dan nyaris menjadi korban pemerkosaan.
Dilansir dari
Kompas.com
(7/4/2021), Jane yang merupakan anak terakhir dari lima bersaudara ini berasal dari keluarga kurang mampu dan hanya mengenyam pendidikan sampai sekolah menengah atas.
Setelah lulus, dia menikah dan dikaruniai dua orang anak. Sayangnya, pernikahannya tak berlangsung lama.
Setibanya Mary Jane di Kuala Lumpur, pekerjaan yang ditawarkan Christine rupanya sudah tidak ada. Alhasil, dia pun diminta pergi ke Yogyakarta sebagai ganti tawaran pekerjaan yang dijanjikan itu.
Pada 25 April 2010, Mary Jane tiba di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, membawa koper dan uang 500 dollar Amerika Serikat (Rp 7.936.000).
Ketika koper yang dibawanya melewati pemeriksaan sinar-x, sistem mendeteksi benda mencurigakan yang ditandai dengan bintik hijau kecoklatan dalam suatu kemasan.
Petugas pun membongkar koper tersebut dan menemukan bungkus aluminium foil berisi 2,6 kilogram serbuk coklat muda yang diketahui merupakan heroin, narkotika golongan I.
Anggota Direktorat Narkoba Kepolisian DIY akhirnya menahan Mary Jane di Rutan Sleman untuk diproses hukum.
Meski mengaku tidak tahu-menahu soal isi dari kemasan tersebut, Mary Jane dinyatakan bersalah dan divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Sleman pada 11 Oktober 2010.
Vonis mati itu diperkuat oleh putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta pada 23 Desember 2010 dan putusan Mahkamah Agung (MA) pada 31 Mei 2011.
Pada saat itu, Mary Jane mengaku terkendala komunikasi selama menjalani proses hukum. Dia yang kala itu belum bisa berbahasa Indonesia diberi pendampingan penerjemah yang masih mahasiswa.
“Waktu sidang saya
selfie-selfie
di ruang tahanan, saya sama sekali dak tahu saat itu saya di antara hidup dan mati. Sekarang saya tahu karena bisa bahasa Indonesia meskipun bahasa Inggris saya terbatas,” ungkapnya, dikutip dari
Kompas.id
(8/1/2023).
Seusai divonis mati, Mary Jane tetap berusaha mengajukan banding, kasasi, dan peninjauan kembali, tetapi upayanya selalu gagal.
Presiden Indonesia saat itu, Joko Widodo juga sempat menolak permohonan grasi Mary Jane pada 2014. Mary Jane pun dua kali masuk dalam daftar terpidana mati yang harus dieksekusi pada Januari dan April 2025.
Namun, pada saat akan dieksekusi pada 29 April 2015 di Nusakambangan, Jawa Tengah, hukuman mati Mary Jane ditunda.
Penundaan eksekusi ini menyusul tekanan yang datang dari masyarakat internasioal dan nasional yang menyatakan bahwa Mary Jane adalah korban perdagangan manusia.
Sebuah bukti baru, yang menyatakan Mary Jane adalah korban perdagangan manusia (
human traficking
), membuat eksekusi itu juga tertahan.
Beberapa jam sebelum eksekusi, Maria Kristina Sergio, yang mengaku terlibat dalam pengiriman Mary Jane ke Indonesia, menyerahkan diri ke kepolisian Filipina.
Setelah itu, Mary Jane ditahan di Lapas Kelas IIB Yogyakarta, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/17/6761834f2faf6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
7 Michael Jonan, Adik Ignasius Jonan Meninggal Dunia Megapolitan
Michael Jonan, Adik Ignasius Jonan Meninggal Dunia
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com –Michael Jonan
, adik Mantan Menteri Perhubungan
Ignasius Jonan
, meninggal dunia.
Kabar meninggalnya Michael Jonan dikabarkan oleh sang kakak di akun Instagram pribadinya,
@
ignasius.jonan.
”
Too young to depart. Selamat jalan adikku, Michael Jonan, 1976-2024. Engkau akan menghadap Tuhan Sang Pencipta dan tinggal bersama di Surga
,” tulis Ignasius Jonan dalam salah satu unggahannya, dikutip
Kompas.com
, Selasa (17/12/2024).
Dalam postingan yang diunggah Ignasius Jonan, ia membagikan sejumlah foto bersama sang adik.
Dalam salah satu foto, tampak Michael Jonan dan Ignasius Jonas bertemu dengan Paus Fransiskus.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Ignasius Jonan (@ignasius.jonan)
Belum diketahui pasti mengenai kapan
Michael Jonan meninggal
dunia serta penyebabnya.
Sejumlah ucapan duka disampaikan oleh warganet di kolom komentar postingan Ignasius Jonan.
“Turut berduka cita ya Bapak. RIP Michael Jonan,” tulis akun @melatisarnita di kolom komentar.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/07/67540f0459886.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Jelang Nataru, Perbaikan Jalan Pantura Kendal Selesai, Jalan Sudah Mulus Regional 17 Desember 2024
Jelang Nataru, Perbaikan Jalan Pantura Kendal Selesai, Jalan Sudah Mulus
Tim Redaksi
KENDAL, KOMPAS.com –
Menjelang
libur Natal
dan Tahun Baru,
perbaikan jalan
Pantura di
Kendal
, Jawa Tengah, telah rampung.
Saat ini, kondisi jalan tersebut dinyatakan mulus dan sangat baik.
Menyikapi hal ini, Kasatlantas Polres Kendal, AKP. Engkos Sarkosi, mengingatkan pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintasi area tersebut.
“Jalan yang mulus bisa membuat sopir cenderung menambah kecepatan. Nah, dengan menambah kecepatan tersebut bisa mengakibatkan kecelakaan. Oleh sebab itu, tetap
waspada
,” kata Engkos pada Selasa (17/12/2024).
Engkos memberikan saran kepada masyarakat agar menghindari penggunaan kendaraan roda dua saat pulang kampung.
Jika terpaksa menggunakan sepeda motor, ia mengingatkan untuk tetap berhati-hati, terutama di musim hujan, dan tidak memaksakan diri.
“Keselamatan diri dan keluarga lebih penting dan tetap harus dijaga,” ujarnya.
Selain itu, Engkos mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendirikan tiga posko utama untuk pengamanan selama libur Natal dan Tahun Baru.
Satu posko akan berlokasi di alun-alun Kendal, sementara dua posko lainnya akan ditempatkan di rest area tol Kendal.
“Kami akan terus mengimbau kepada pengguna jalan supaya tetap hati-hati dan waspada. Jangan sampai ngantuk dan istirahat bila lelah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Pemerintah Kabupaten Kendal, Alfebian Yolando, menambahkan bahwa rapat koordinasi pengamanan libur Natal dan Tahun Baru selalu diadakan setiap tahun.
Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru.
“Tadi sudah diinformasikan semua jalan Pantura kondisinya sudah baik. Demikian juga dengan ketersediaan BBM,” kata Alfebian, yang akrab disapa Febi.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/17/676167139339e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penuhi Nazar Jalan Kaki dari Tulungagung ke IKN, Medi Diterima Khofifah Surabaya 17 Desember 2024
Penuhi Nazar Jalan Kaki dari Tulungagung ke IKN, Medi Diterima Khofifah
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
–
Medi Bastoni
, seorang warga Tulungagung, Jawa Timur, melakukan aksi berjalan kaki dari Tulungagung menuju
Ibu Kota Nusantara
(IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Dengan hanya berbekal tas ransel, bapak empat anak berusia 48 tahun ini memulai perjalanannya pada 10 Desember 2024, sambil membawa
bibit pohon beringin
untuk ditanam di sekitar kawasan IKN.
Pada Selasa (17/12/2024) siang, Medi tiba di Surabaya dan singgah di kediaman calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, yang terletak di kawasan Jalan Jemursari.
Di rumah Ketua Umum Muslimat NU tersebut, Medi beristirahat, menikmati makan siang, dan membersihkan diri.
Setelah kurang dari tiga jam beristirahat, ia melanjutkan perjalanan dengan target tiba di IKN pada tanggal 25 Desember.
Sebelum melanjutkan perjalanannya, Khofifah mengajak Medi untuk berbincang sambil menikmati kopi.
Dalam percakapan tersebut, Khofifah menjelaska, Kalimantan Timur adalah IKN, maka Jawa Timur dapat dianggap sebagai gerbang baru Nusantara.
“Ini seperti napak tilas dari gerbang baru Nusantara yang pernah dibangun Majapahit di Jawa Timur ke ibukota IKN,” kata Khofifah.
Sebagai simbol budaya Jawa Timur, Khofifah memberikan Medi sebuah jaket berwarna putih dan penutup kepala khas Madura.
Medi mengungkapkan, dia adalah relawan pendukung Prabowo-Gibran saat Pemilihan Presiden dan juga mendukung Khofifah-Emil saat Pemilihan Gubernur Jawa Timur.
Ia menegaskan, perjalanannya ke IKN membawa
misi persatuan
.
“Saya membawa bibit pohon beringin ini juga membawa makna persatuan. Semoga Indonesia dipimpin Pak Prabowo tetap menjaga persatuan,” ujar dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/17/676166b748010.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Jayapura Regional 17 Desember 2024
Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Jayapura
Tim Redaksi
JAYAPURA, KOMPAS.com
–
Angin kencang
yang melanda wilayah
Sentani Timur
, Jayapura, Papua, Selasa (17/12/2024) sekitar pukul 14.30 WIT menyebabkan sebuah
pohon tumbang
.
Batang pohon menimpa seorang
pengendara motor
, berinisial AM (30), yang melintas di Jalan Poros Abe-Sentani, dekat Rumah Makan Dapur Papua, Kampung Netar.
Akibatnya, korban mengalami luka parah dan dinyatakan tewas di lokasi kejadian.
Kepala Polsek Sentani Timur, Iptu Susan Tecuari menjelaskan, menurut saksi mata, insiden terjadi saat korban melaju dari arah Abepura menuju Sentani.
“Saat tiba di lokasi, pohon besar dengan akar yang rapuh tumbang secara tiba-tiba akibat tiupan
angin kencang
dan menimpa korban yang sedang melintas.”
Demikian penjelasan Susan dalam keterangan yang diterima
Kompas.com
pada Selasa malam.
“Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dan tidak sadarkan diri di pinggir jalan. Beberapa warga yang berada di lokasi segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Sentani Timur,” ungkap dia.
Setelah kejadian, korban segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari menggunakan kendaraan patroli Polsek Sentani Timur.
“Berdasarkan keterangan dokter, korban meninggal dunia karena penyumbatan saluran pernapasan akibat benturan.”
“Selain itu, sepeda motor korban mengalami kerusakan ringan, khususnya pada bagian pelek belakang yang patah,” ujar Susan.
Ia juga menyampaikan, sepeda motor Yamaha Gear 125 milik korban, dompet berisi identitas dan surat-surat pribadi, serta dua unit ponsel sudah diamankan oleh aparat Polsek Sentani Timur.
“Insiden ini bukan tergolong kecelakaan lalu lintas, melainkan dampak dari bencana alam berupa angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang,” tambah dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/17/6761314da6560.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Menteri PU Minta Jalan Tol Klaten-Prambanan Dibuka 24 Jam Saat Nataru, Ini Alasannya Regional 17 Desember 2024
Menteri PU Minta Jalan Tol Klaten-Prambanan Dibuka 24 Jam Saat Nataru, Ini Alasannya
Tim Redaksi
KLATEN, KOMPAS.com
– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta Jalan
Tol Klaten-Prambanan
difungsionalkan 24 jam saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Dody beralasan kendaraan yang masuk tiba di Jawa Tengah pada malam hingga dini hari dan subuh.
“Sebetulnya pihak kuasa (mengatur) Korlantas, polisi ya. Tetap kita inikan (buka) 24 jam karena kan dari Jakarta sampai sini, masuk sini rata-rata antara malam sampai dini hari ya, itu pertimbangan saya. Pasti dari pihak Polri, Polantas punya pertimbangan lain yang harus kita utamakan,” kata Dody dalam tinjauannya di Gerbang Tol Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (17/12/2024).
Menurutnya, untuk mendukung fungsional jalan tol tersebut semua persiapan dilakukan seperti pemasangan pengatur lalu lintas, pos polisi, lampu penerangan dan rambu-rambu lalu lintas.
Sarana dan prasarana yang lainnya juga sudah siap untuk kelancaran arus mudik natal dan tahun baru di jalan tol.
“Tetap kita upayakan 24 jam. Karena kita tidak tidak pernah tahu pemudik sampai tol ini jam berapa kita tidak pernah tahu,” kata dia.
Diprediksi jumlah kendaraan masuk jalan tol fungsional selama natal dan tahun baru sekitar 30.000 hingga 34.000 kendaraan perhari.
“Itu dipuncaknya mulai tanggal 28 Desember,” terangnya.
Dia menyampaikan, jalan bebas hambatan sepanjang 8,6 kilometer itu dibuka mulai 20 November 2024 hingga 2 Januari 2025.
“Kalau masih membludak (pemudiknya) kita buka lagi,” kata dia.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Rudy Hardiansyah mengatakan, akan mengupayakan pembukaan fungsional Jalan Tol Klaten-Prambanan selama natal dan tahun baru bisa 24 jam.
Pihaknya terus mengejar progres pemasangan lampu penerangan jalan supaya bisa dimanfaatkan saat malam hari.
Meski demikian, pihaknya akan mengikuti kebijakan dari kepolisian terkait pengaturan lalu lintas termasuk jam operasional jalan tol selama natal dan tahun baru.
“Kami menyiapkan infrastrukturnya, tapi kebijakan pemberlakuan pengoperasioan ini memang kewenangan pihak kepolisian. Sehingga kami ikut kebijakan dari pihak kepolisian,” kata dia.
“Memang terakhir dari kepolisian merekomendasikan dibuka pada siang hari saja. Meskipun kami upayakan mengejar progres pemasangan PJU supaya bisa dimaksimalkan pemanfaatan ruas ini,” sambung dia.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Klaten, AKP Riki Fahmi Mubarok mengatakan, pembukaan fungsional jalan
tol Klaten-Prambanan
di malam hari situasional.
“Sampai saat ini masih sampai 18.00 WIB. Dari jam 6 pagi sampai pukul 18.00 WIB,” kata dia.
Pihaknya akan mempertimbangkan pembukaan fungsional Tol Klaten-Prambanan pada malam hari.
“Volume kendaraan yang dari sektor tiga ataupun dari arah timur memang padat, antrean Klaten itu sudah cukup panjang itu bisa kita buka. Dan kita dari Satlantas melakukan beberapa rekayasa lalu lintas bukan hanya di dalam tol tapi juga arteri,” ungkap dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/04/17/661f608750934.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Mulai 20 Desember 2024, Truk dan Sepeda Motor Tak Bisa Menyebrang di Pelabuhan Merak Regional 17 Desember 2024
Mulai 20 Desember 2024, Truk dan Sepeda Motor Tak Bisa Menyebrang di Pelabuhan Merak
Tim Redaksi
SERANG, KOMPAS.com
– Selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), tiga pelabuhan di Banten akan melayani penumpang yang akan menyeberang dari Jawa ke Sumatera.
Tiga pelabuhan tersebut adalah
Pelabuhan Merak
, Bandar Bakau Jaya (BBJ) di Bojonegara, Kabupaten Serang, dan Pelabuhan Pelindo Ciwandan di Kota Cilegon.
Direktur Lalu Lintas Polda Banten Kombes Pol Leganek Mawardi menjelaskan, mulai 20 Desember 2024 pukul 20.00 WIB hingga 5 Januari 2024, Pelabuhan Merak tidak akan melayani kendaraan roda dua dan truk sumbu tiga ke atas.
“Kendaraan roda dua atau sepeda motor akan dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan. Sementara itu, kendaraan berat seperti truk akan dialihkan ke Pelabuhan BBJ,” kata Leganek di Mapolda Banten, Selasa (17/12/2024).
Kebijakan ini diatur berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Direktorat Jenderal Perhubungan, Kakorlantas Polri, dan Direktorat Jenderal Bina Marga.
“Jadi mohon diperhatikan tiketnya bagi masyarakat yang ingin menyeberang,” ujar Leganek.
Truk sumbu tiga ke atas akan diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Cilegon Timur menuju Pelabuhan BBJ.
Menurut Leganek,
buffer area
di Pelabuhan BBJ telah disurvei dan dinilai memadai untuk menampung kendaraan berat.
Sementara itu, pengendara sepeda motor akan diarahkan melalui Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon menuju Pelabuhan Ciwandan.
Leganek juga mengingatkan masyarakat agar memeriksa kondisi kendaraan dan fisik sebelum menyeberang ke Sumatera.
Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca buruk akan terjadi di akhir tahun.
“Keselamatan adalah yang utama. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/12/17/676122e4981ae.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)