Sawah Kebanjiran, Petani di Rorotan Mengeluh Hasil Panen Kurang Maksimal
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Petani di Rorotan, Jakarta Utara, mengeluhkan hasil panen yang tidak maksimal akibat terjadinya banjir.
Ahmad menjelaskan bahwa banjir yang melanda sawahnya bukanlah banjir rob.
Menurutnya, air rob tidak mencapai lahan pertanian di Rorotan, yang berbatasan dengan Bekasi.
Namun, sawah milik petani tetap berpotensi terendam banjir akibat limpasan dari
Kali Gendong
.
“Kalau dampak banjir rob enggak ke sini. Ini cuma limpasan dari BKT Kali Gendong ini,” tegas Ahmad.
Ia menambahkan bahwa air dari sebuah kompleks perumahan dibuang ke Kali Gendong.
“Jadi, air buangan perumahan, kalau di sana hujan gede, maka suatu saat kali di sini bisa limpah,” ungkapnya.
Padahal, dalam kondisi normal, aliran air Kali Gendong sangat jernih dan menjadi sumber utama bagi para petani untuk mengairi sawah mereka.
Namun, banjir menyebabkan tanaman padi para petani mudah roboh.
“Ya, dampaknya ke tanaman pada roboh,” ujar Ahmad.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa padi yang terendam banjir berpotensi gagal panen, dan meskipun berhasil dipanen, kualitas gabah yang terendam tetap tidak akan maksimal.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/12/18/6762b666d62cf.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pj Gubernur Minta Anggaran Dinas Kebudayaan Jakarta Tahun 2023 Diinvestigasi Megapolitan 19 Desember 2024
Pj Gubernur Minta Anggaran Dinas Kebudayaan Jakarta Tahun 2023 Diinvestigasi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Penjabat Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi meminta, anggaran Dinas Kebudayaan Jakarta tahun 2023 diinvestigasi.
Hal ini menyusul
kantor Dinas Kebudayaan Jakarta digeledah
Kejaksaan Tinggi (Kejati) karena diduga terdapat penyimpangan aktivitas anggaran pada tahun 2023.
“Pj Gubernur menginstruksikan dan meminta investigasi kegiatan anggaran Dinas Kebudayaan Tahun 2023,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Jakarta Budi Awaluddin, dalam keterangannya, Kamis (19/12/2024).
Dari hasil investigasi, ditemukan beberapa dugaan telah terjadi kerugian daerah akibat ketidaksesuaian pada beberapa
sampling
kegiatan.
“Saat ini, Inspektorat Provinsi Jakarta masih menghitung besaran kerugian daerah,” kata Budi.
Penggeledahan tepatnya di ruang Kepala Dinas, dan lantai 14 di ruang Kepala Bidang Pemanfaatan Kebudayaan.
Menyusul adanya penggeledahan ini, Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Jakarta Iwan Henry Wardhana telah dinonaktifkan dari jabatannya.
Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakarta menyita uang tunai senilai Rp 1 miliar setelah menggeledah kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta dan empat lokasi lainnya, Rabu (18/12/2024).
Penggeledahan ini terkait dugaan korupsi senilai Rp 150 miliar berupa penyimpangan dalam pelaksanaan sejumlah kegiatan di Dinas Kebudayaan Jakarta pada Tahun Anggaran 2023.
“(Total uang tunai yang disita) Rp 1 miliar,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jakarta Syahron Hasibuan saat dikonfirmasi, Rabu (18/12/2024).
Selain uang tunai, penyidik Kejati Jakarta menyita ratusan stempel yang telah dipalsukan untuk pencairan dana anggaran dinas.
“Misal, stempel sanggar kesenian, stempel UMKM. Seolah-olah kegiatan dilaksanakan, dibuktikan dengan stempel tersebut untuk mencarikan anggaran. Padahal, faktanya kegiatan sama sekali tidak ada,” kata Syahron.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/19/676367c248b8c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penghasilan Rp 30.000 Sehari, Ibu Kesulitan Beli Popok dan Makanan untuk Wahyu yang Pengecilan Otak Megapolitan 19 Desember 2024
Penghasilan Rp 30.000 Sehari, Ibu Kesulitan Beli Popok dan Makanan untuk Wahyu yang Pengecilan Otak
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
–
Wahyu Ramadhan
, seorang anak berusia 10 tahun yang terlahir dengan kondisi
pengecilan otak
, menjalani kehidupan yang penuh tantangan di tengah keluarga sederhana.
Saat ini, ia dirawat oleh ibunya dan neneknya, Ranina (60), yang mengungkapkan kesulitan mereka dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti popok dan makanan.
“Sehari-hari yang saya pikirin membeli popok dan makanan itu aja. Namanya enggak ada bapak,” ujar Ranina saat diwawancarai di kediamannya di Marunda, Jakarta Utara, pada 18 Desember 2024.
Ayah Wahyu telah meninggalkannya sejak ia masih dalam kandungan, sehingga ibunya harus berjuang sendirian untuk merawatnya.
Ranina yang bekerja sebagai penjaga warung es hanya mendapatkan upah sebesar Rp 30.000 per hari, meskipun pendapatan tersebut tidak selalu diperoleh setiap hari.
“Dia dapat upah kerja sama orang Rp 30.000 sehari. Itu juga tidak tiap hari, bayarnya bulanan,” tambah Ranina.
Pendapatan ini sering kali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan khusus Wahyu.
Wahyu memerlukan makanan lembut seperti bubur MPASI sasetan dan buah pepaya, serta popok yang harganya mencapai Rp 55.000 per bal.
Namun, dengan pendapatan yang terbatas, Ranina terpaksa membeli popok secara eceran.
“Kalau satu bal Rp 55.000. Jarang beli begitu, ini beli aja eceran,” ungkapnya.
Ranina juga mengandalkan bantuan dari tetangga, petugas RT dan RW, serta lurah setempat untuk memenuhi kebutuhan cucunya.
“Ya, perhatian, RT-RW perhatian. Tadi baru datang dokter 12 orang dari Puskesmas Cilincing juga,” katanya.
Meskipun demikian, bantuan tersebut tidak selalu tersedia setiap hari.
Ranina berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan berupa popok dan makanan untuk kebutuhan Wahyu.
“Harapan saya minta dingertiin aja. Kepinginan saya sih banyak buat kebutuhan Wahyu kayak pampers, makanan, cerelac,” ungkapnya.
Wahyu telah divonis dokter mengidap penyakit pengecilan otak sejak bayi, yang mengakibatkan perkembangan dan pertumbuhannya terganggu.
Berat badan Wahyu hanya sekitar 9 kilogram, dan ia tidak dapat mengonsumsi makanan padat seperti anak-anak seusianya.
Meskipun kondisinya yang kurus sering kali disalahartikan sebagai gizi buruk, Ranina menegaskan bahwa cucunya tidak pernah divonis mengalami masalah gizi.
“Enggak pernah divonis kurang gizi, karena kelainan aja gitu,” jelasnya.
Kondisi fisik Wahyu yang terlalu kurus membuatnya hanya mampu berbaring di tempat tidur, dan ia tidak dapat berkomunikasi dengan baik.
“Dia enggak bisa ngomong, paling kalau nangis itu dia teriak,” tambah Ranina.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/12/675ab44f96785.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Prabowo Minta Semua Stasiun TV Putarkan Lagu "Indonesia Raya" Setiap Pukul 6 Pagi Megapolitan 19 Desember 2024
Prabowo Minta Semua Stasiun TV Putarkan Lagu “Indonesia Raya” Setiap Pukul 6 Pagi
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com –
Presiden
Prabowo Subianto
disebut meminta semua stasiun televisi untuk memutarkan lagu “Indonesia Raya” setiap pagi hari pukul 06.00 WIB.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Angga Raka Prabowo.
”
Kalau di radio kita dengar lagu Indonesia Raya sekitar pukul 06.00 WIB, untuk TV harapan kita bisa disiarkan juga serentak pukul 06.00 WIB. Karena sekarang kalau kita lihat di beberapa stasiun televisi ada yang siarkan pukul 5, 4 bahkan 3 pagi. Ke depan semoga bisa serempak pukul 6 pagi,
” jelas Angga, dikutip dari unggahan akun Instagram
@
angga_run4, Kamis (19/12/2024).
Dikutip dari akun Instagram
@
republikindonesia, pemutaran lagu “Indonesia Raya” pada pagi hari di semua stasiun televisi bertujuan untuk menanamkan nasionalisme.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Tum GRD (@tumgrd)
Prabowo disebut meminta pemutaran lagu “Indonesia Raya” dilakukan guna menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.
Sementara itu, Angga menilai pemutaran lagu “Indonesia Raya” di semua stasiun televisi secara serempak pada pukul 06.00 WIB akan memperkuat semangat persatuan rakyat Indonesia.
Sebab, “Indonesia Raya” bukan sekadar simbol negara, melainkan juga pengingat akan perjuangan pahlawan dan kebanggaan bangsa Indonesia.
Kompas.com
sudah mencoba menghubungi Angga terkait alasan lebih lanjut di balik pemutaran lagu “Indonesia Raya” di semua stasiun televisi pada pagi hari. Namun, sampai berita ini ditayangkan, Angga belum memberikan tanggapan.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/19/6763764acdb2e.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Depan Pj Gubernur, Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Curhat Harga Bawang Naik Megapolitan 19 Desember 2024
Depan Pj Gubernur, Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Curhat Harga Bawang Naik
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Jelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), pedagang di
Pasar Induk Kramat Jati
mengungkapkan keluh kesah mengenai
kenaikan harga bawang merah
kepada Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta,
Teguh Setyabudi
.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (18/12/2024) saat Teguh meninjau stok dan stabilitas harga barang pokok di pasar tersebut.
“Bagaimana sekarang perkembangan harga bawang merah?” tanya Teguh kepada salah satu pedagang di lokasi.
“Agak naik hari ini, Pak,” jawab pedagang tersebut.
Teguh kemudian meminta informasi lebih lanjut mengenai harga bawang merah saat ini.
Pedagang itu menjelaskan bahwa harga bawang merah mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 28.000 menjadi sekitar Rp 30.000.
“Tadinya Rp 28.000 per kilogram, sekarang naik Rp 2.000 jadi sekitar Rp 30.000,” ungkap pedagang tersebut.
Menanggapi hal itu, Teguh menanyakan penyebab kenaikan harga bawang merah.
Pedagang menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang sering hujan memengaruhi kualitas panen, yang berujung pada lonjakan harga.
“Stoknya bagaimana? Permintaan masih banyak?” tanya Teguh, ingin memastikan ketersediaan bawang merah di pasar.
Meskipun ada kenaikan harga, pedagang menilai bahwa kenaikan Rp 2.000 masih tergolong stabil, mengingat stok barang masih cukup dan permintaan tetap tinggi.
“Masih banyak, dari Jawa juga baru panen. Permintaan masih banyak, naik Rp 2.000 masih cukup stabil,” ujar pedagang tersebut.
Setelah mendengarkan penjelasan dari pedagang, Teguh melanjutkan peninjauan untuk memastikan kestabilan harga pangan lainnya.
Ia juga direncanakan untuk melakukan inspeksi di Gudang Beras Food Station, Cipinang, Jakarta Timur.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2021/09/18/6145891390f0a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
4 Usai Gegap Gempita DWP 2024, Muncul Protes Banyak Orang Ditangkap dan Diperas Polisi Megapolitan
Usai Gegap Gempita DWP 2024, Muncul Protes Banyak Orang Ditangkap dan Diperas Polisi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pergelaran
Djakarta Warehouse Project
(DWP) 2024 telah rampung usai dihelat selama tiga hari di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai 13 Desember hingga 15 Desember 2024.
DWP merupakan salah satu festival musik elektronik terbesar di Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Ismaya Live, bagian dari Ismaya Group.
Acara ini pertama kali diadakan pada 2008 dan telah berkembang menjadi acara tahunan yang menarik perhatian penggemar musik dari berbagai negara.
Pada perhelatan DWP 2024 ini, nama-nama besar dari kancah internasional, seperti Steve Aoki, Timmy Trumpet, Armin Van Buuren, Morten, Zedd, dan Anyma, memeriahkan festival musik tersebut.
Kendati demikian, beberapa saat setelah perhelatan DWP 2024 rampung, muncul kabar bahwa sejumlah penonton ditangkap polisi.
Salah satu yang menggaungkan kabar ini adalah pemilik akun X @Twt_Rave dengan menyebar beberapa yang berisi pemboikotan terhadap DWP.
“
DWP 2024. 400++ Malaysian di pau polisi Indonesia
,” bentuk tulisan pada gambar yang diunggah @Twt_Rave.
“
DWP 2024. RM 9 Juta duit pau terkumpul
,” demikian tulisan pada gambar yang diunggah pada akun yang sama.
“
DWP 2024. Checkout hotel pun polisi tunggu
,” tertulis pada gambar yang lain.
Akun itu menyebutkan, pengalaman serupa juga dialami oleh warga negara asing (WNA) asal Singapura dan Thailand.
Pengalaman lain juga diceritakan pemilik akun Instagram @ez.rawr yang berkomentar pada salah satu unggahan Instagram @djakartawarehouseproject.
“
Ada dua polisi yang menyamar menatap temanku dan aku selama 15 menit, ketika kami mabuk. Kami melihat kembali mereka setelah kami menyadari bahwa mereka adalah UC
(
undercover
),” tulis @ez.rawr menggunakan bahasa Inggris.
Sekitar beberapa menit kemudian, petugas kepolisian yang tengah menyamar itu disebut pergi meninggalkan dia dan temannya.
“Mereka pergi untuk menghentikan pasangan lain secara ACAK, tanpa alasan, dan membawa mereka keluar. (Sedangkan) lima dari mereka (polisi) mengawal,” ujar dia.
“Tidak akan pernah lagi. Merasa sangat tidak aman setelah mendengar cerita negatif tetapi meminta suap. Mengerikan. Tidak akan pernah kembali ke DWP dan saya akan pergi ke sebuah festival di Thailand sebagai gantinya,” tambahnya.
Setelah beredar kabar tersebut, Ismaya Live melalui Instagram @djakartawarehouseproject mengeluarkan pernyataan resmi.
Penyelenggara mengaku sudah mendengar kekhawatiran sejumlah penonton selama menyaksikan DWP 2024.
“
Meskipun beberapa aspek dari situasi ini berada di luar kendali langsung kami, kami sepenuhnya memahami dampaknya terhadap Anda
,” tertulis pernyataan resmi yang diunggah akun Instagram Djakarta Warehouse Project.
Oleh karena itu, penyelenggara memastikan akan bekerja sama secara kooperatif dengan pihak berwenang dan lembaga pemerintah terkait untuk menyelidiki tentang apa yang tengah terjadi.
Penyelenggara berkomitmen untuk mencegah insiden serupa agar tidak terulang lagi di masa yang akan datang.
“
Yang terpenting, kami berharap semua orang tetap aman selama berada di Indonesia. Dukungan, semangat, dan kepercayaan Anda sangat berharga dalam menjadikan DWP tahun ini sukses besar
,” tulis pengumuman tersebut.
Penyelenggara juga mengucapkan terima kasih kepada semua penggemar karena telah menjadi bagian dari keluarga besar DWP.
Dengan begitu, Ismaya Live berharap dapat menyambut kembali penggemar di Indonesia pada perhelatan lain waktu.
Setelah beredarnya kabar ini,
Kompas.com
menghubungi Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Ahmad Fuady pada Rabu (18/12/2024).
Hanya saja, ia menyarankan agar bertanya langsung kepada Polres Metro Jakarta Pusat.
Pasalnya, tempat berlangsungnya Djakarta Warehouse Project 2024 masuk ke wilayah hukum Polres Jakarta Pusat.
Sementara itu, pada hari yang sama, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menyarankan
Kompas.com
agar bertanya langsung kepada Polda Metro Jaya.
“Koordinasi (dengan) Ditresnarkoba Polda ya,” ujar Susatyo.Kompas.com
menghubungi Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak.
Kendati demikian, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum merespons.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/18/6762df4905994.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
8 Remaja 16 Tahun Tewas Tersengat Listrik "Folding Gate" Indomaret Surabaya
Remaja 16 Tahun Tewas Tersengat Listrik “Folding Gate” Indomaret
Tim Redaksi
PASURUAN, KOMPAS.com
– Seorang remaja berusia 16 tahun, MAT, tewas
tersengat listrik
saat berada di teras Indomaret di Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Rabu (18/12/2024).
Korban diduga meninggal akibat menyentuh
folding gate
yang teraliri listrik. Peristiwa tragis ini terjadi saat MAT, warga Dusun Genengan, Desa Glagahsari, bersama tiga rekannya sedang berbelanja di Indomaret.
Setelah keluar dari toko, MAT tiba-tiba jatuh di teras setelah menyentuh gagang
folding gate
.
“Di TKP, korban beserta tiga orang rekannya duduk santai di kursi yang berada di teras Indomaret.”
“Tiba-tiba, tangan korban memegang gagang
folding gate
dan tersengat aliran listrik,” kata Kanitreskrim Polsek Prigen, Ipda Arief Bernadhy.
Rekan-rekan korban yang melihat kejadian tersebut segera berusaha menolong dengan mencoba membangunkan MAT, namun kondisi korban sudah lemas.
Warga yang datang ke lokasi juga tidak dapat menyelamatkan nyawa Mat. “Dugaan sementara, meninggalnya korban ini akibat tersengat aliran listrik. Namun kami masih menyelidiki,” tambah Arief.
Setelah insiden tersebut, jasad MAT dibawa ke Puskesmas Prigen untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian dari Polres Pasuruan juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Selain itu, petugas meminta keterangan dari tiga saksi, termasuk teman-teman korban dan penjaga Indomaret, guna melengkapi penyelidikan atas kejadian ini.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/18/6762a23923bee.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Diperiksa KPK soal Keberadaan Harun Masiku, Ini Kata Yasonna Nasional
Diperiksa KPK soal Keberadaan Harun Masiku, Ini Kata Yasonna
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Mantan Menteri Hukum dan HAM
Yasonna Laoly
diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (
KPK
) terkait buronan
Harun Masiku
.
Harun Masiku, yang merupakan mantan kader PDI-P, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 2019.
Dalam pemeriksaan yang berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu (18/12/2024), Yasonna menyatakan bahwa penyidik tidak meminta klarifikasi mengenai keberadaan Harun Masiku.
“Tidak, tidak ada,” ungkap Yasonna.
Yasonna juga menjelaskan bahwa Harun Masiku masuk ke Indonesia pada 6 Januari 2020 dan langsung keluar negeri keesokan harinya.
“Itu dia masuk (ke Indonesia) tanggal 6, keluar tanggal 7, dan baru belakangan keluar pencekalan itu saja enggak ada, paling turunan-turunan yang mem-
follow up
,” tambahnya.
Sebelumnya, Yasonna Laoly tiba di Gedung KPK pada Rabu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, untuk memenuhi panggilan penyidik terkait
kasus suap
pergantian antarwaktu (PAW) yang melibatkan Harun Masiku.
Pantauan
Kompas.com
menunjukkan bahwa Yasonna tiba menggunakan mobil hitam, mengenakan kemeja putih dan jaket coklat, serta membawa map berwarna biru.
Saat berjalan menuju Gedung KPK, Yasonna yang didampingi beberapa orang sempat menyapa awak media sebelum duduk di kursi lobi Gedung KPK.
“Nanti saja ya,” kata Yasonna saat ditanya oleh wartawan.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/12/19/676376592704f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/18/67627ee7bb052.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/12/16/676023a3c97f0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)