Lahan di Lubang Buaya Direncanakan untuk Taman tapi Beralih Jadi TPS, Lurah Ungkap Alasannya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Lahan milik Suku Dinas Pertamanan di Jalan Rawabinong,
Lubang Buaya
, Cipayung, Jakarta Timur, batal dijadikan taman terbuka hijau dan malah digunakan sebagai tempat pembuangan sampah (TPS).
Kini, TPS tersebut ditutup sementara setelah mendapat protes warga RW 03.
Lurah Lubang Buaya, Dede Syaipulah, menjelaskan bahwa lahan tersebut dialihfungsikan menjadi TPS setelah terbakarnya tempat penopingan pohon di Rorotan, Jakarta Utara, tahun lalu.
“Itu sejak tempat penopingan khusus pohon itu di Rorotan, Jakarta Utara, terbakar lalu dialihkan ke situ (Jalan Rawabinong). Itu kalau tidak salah tahun kemarin, hampir setahun atau setahun lebih sedikit,” kata Dede saat dikonfirmasi, Jumat (20/12/2024).
Dede menambahkan bahwa rencana pembangunan taman terbuka hijau tertunda karena kendala anggaran dan prioritas program dari Suku Dinas Pertamanan.
“Sudah dirapatkan di Kelurahan tahun kemarin kalau tidak salah. Siap jalan, cuma mungkin masalah kesiapan anggaran, ya dengan skala prioritas mungkin ada yang lebih diprioritaskan oleh Dinas Pertamanan,” ujarnya.
Setelah mendapat penolakan dari warga RW 03, TPS di Jalan Rawabinong ditutup sementara. Langkah ini merupakan hasil mediasi antara warga, lurah setempat, dan Suku Dinas Pertamanan Jakarta Timur pada Selasa (17/12/2024).
“Kita minta justru Dinas Pertamanan yang menindaklanjuti. Selama itu belum, kita berharap jangan dulu ditambah lagi (sampahnya). Nanti jadi masalah lagi, dalam rangka warga sudah ada penolakan,” kata Dede.
Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) Suku Dinas Pertamanan Jakarta Timur, Okta, menyatakan bahwa penutupan sementara dilakukan hingga ada keputusan lebih lanjut dari pemerintah.
“Mungkin dari segi dampak lingkungan (protes warga), kita kemarin mencoba klarifikasi dengan RT/RW, sehingga keputusannya ini ditutup sementara,” kata Okta.
Okta menjelaskan bahwa sampah di TPS tersebut sebagian besar berupa topingan pohon, ranting, dan dedaunan. Saat ini, alat berat di lokasi juga sedang dibereskan.
“Nanti malam alat-alat ditarik semua sampai keputusan pimpinan,” tambahnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Metropolitan
-
/data/photo/2024/12/18/67629d93c0791.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Lahan di Lubang Buaya Direncanakan untuk Taman tapi Beralih Jadi TPS, Lurah Ungkap Alasannya Megapolitan 20 Desember 2024
-
/data/photo/2024/12/20/6764da1394985.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Jadwal Event Liburan Sekolah di Mall Tangerang Megapolitan 20 Desember 2024
Jadwal Event Liburan Sekolah di Mall Tangerang
Penulis
KOMPAS.com –
Sejumlah mal di Tangerang menggelar event khusus untuk menyambut liburan sekolah.
Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan si kecil di dalam mal. Seperti bermain di arena playground, bermain salju hingga bertemu tokoh-tokoh kartun favorit anak.
Berikut ini daftar event di mal Tangerang sepanjang liburan sekolah.
A post shared by Tangcity Mall (@tangcitymall)
Super Wings Electric Heroes Snowland hadir di Tangcity Mall.
Mereka menghadirkan event bertema Snow Fun & London Bus Ride. Snow Fun membuat anak-anak bisa bermain salju sepuasnya.
Selain itu ada juga London Bus Ride yang siap mengantar anak-anak berkeliling mal dengan bus.
Acara diadakan dari tanggal 6 Desember 2024-5 Januari 2025. Setiap Sabtu – Minggu dan Hari LIbur pukul 14.00 dan 17.00 WIB di Main Atrium, Ground Floor.
A post shared by AEON MALL BSD CITY (@aeonmallbsdcity)
AEON MALL BSD CITY menghadirkan acara libur akhir tahun bernama Shaun The Sheep a Frosty Backyard.
Pada event ini, anak-anak bisa bertemu dan berfoto bersama tokoh kartun Shaun The Sheep.
Pengunjung bisa dance show dan meet & greet bersama Shaun dan Bitzer pada tanggal 21, 22, 25, 28 Desember 2024.
Acara diadakan pukul 13.30 – 14.30 WIB (sesi 1) dan 16.00 – 17.00 WIB (sesi 2) di Main Atrium, Ground Floor.
A post shared by Living World Alam Sutera (@livingworld_alamsutera)
Jika ingin bertemu dengan santa claus maka bisa datang ke Living World Alam Sutera, Tangerang Selatan.
Di sana diadakan event bertajuk Christmas Magical Garden.
Orang tua bisa mengajak anak-anak untuk bertemu dengan Santa and friends.
Acara diadakan pada tanggal 8, 15, 20, 21, 22, 24 dan 25 Desember 2024 khusus menyambut Natal.
A post shared by Summarecon Mall Serpong (@sms_serpong)
Salah satu mal di Tangerang yang mengadakan acara khusus untuk liburan sekolah dan Nataru yakni di Summarecon Mall Serpong.
Di sana ada Meet & Greet dengan ikon LINE Brown dan Cony.
Acara diadakan pada tanggal 14, 15, 21, 22, 25, 28, 29 December 2024 dan 4 Januari 2025 pada pukul 14.00 WIB dan 17.00 WIB.
A post shared by Mall @ Alam Sutera (@mall_alamsutera)
Snowlandia hadir di Mal Alam Sutera. Acara ini bertajuk playground dan ada juga bazar.
Snowlandia diadakan mulai dari tanggal 14 Desember 2024 – 12 Januari 2025 di The Atrium, Ground Floor.
Harga tiket sebesar Rp 100.000 untuk 1 anak dan 1 dewasa.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2022/12/19/63a0249995e68.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Juru Parkir di Tangerang Selatan Aniaya Pengendara karena Uang Rp 2.000 Megapolitan 20 Desember 2024
Juru Parkir di Tangerang Selatan Aniaya Pengendara karena Uang Rp 2.000
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Seorang
juru parkir
liar di
Pondok Aren
, Tangerang Selatan, diduga memukul pengendara mobil berinisial SA karena tidak terima hanya diberi uang Rp 2.000.
Insiden itu terjadi di Jalan Jombang Raya, Parigi, Pondok Aren, Senin (16/12/2024) pukul 23.00 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, peristiwa bermula saat SA melintas di pertigaan Jalan Camat Pondok Aren menuju arah Ciledug. Saat itu, juru parkir meminta uang kepada SA.
“Korban memberikan uang Rp 2.000,” kata Ade Ary dalam keterangannya, Jumat (20/12/2024).
Namun, juru parkir tersebut tidak puas dan meminta tambahan hingga total Rp 5.000. Permintaan itu memicu perdebatan antara keduanya.
“Korban bicara, ‘Ya sudah, abang yang jadi sopir, saya yang minta uang’,” ujar Ade Ary menirukan ucapan SA.
Ucapan itu membuat juru parkir tersinggung. Ia kemudian memukul korban menggunakan tangan kosong hingga mengenai bagian mulut.
“Sehingga atas kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian bibir atas,” ungkap Ade Ary.
Tidak terima dengan
penganiayaan
itu, SA melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pondok Aren. Polisi kini masih mencari identitas dan keberadaan pelaku.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2022/12/07/63907245cc058.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
3 Polisi Saling Lempar Tanggung Jawab soal Kabar Pemerasan Penonton DWP 2024 Megapolitan
Polisi Saling Lempar Tanggung Jawab soal Kabar Pemerasan Penonton DWP 2024
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pihak kepolisian saling melempar tanggung jawab saat diminta penjelasan soal kabar sejumlah warga negara asal Malaysia diperas oknum polisi ketika menyaksikan perhelatan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.
Mulanya, Kompas.com menghubungi Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Ahmad Fuady pada Rabu (18/12/2024).
Hanya saja, dia menyarankan agar bertanya langsung kepada Polres Metro Jakarta Pusat.
Pasalnya, berlangsungnya Djakarta Warehouse Project 2024 masuk ke dalam wilayah hukum Polres Jakarta Pusat.
Sementara, pada hari yang sama, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyarankan Kompas.com agar bertanya langsung kepada Polda Metro Jaya.
“Koordinasi (dengan) Ditresnarkoba Polda ya,” ujar Susatyo.
Kompas.com menghubungi Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Donald Parlaungan Simanjuntak.
Bukan hanya itu, kami juga menghubungi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi pada Kamis (19/12/2024).
Kendati demikian, kedua pejabat utama Polda Metro Jaya itu tak kunjung merespons.
Di sisi lain, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Jamalinus Nababan mengaku, Polres Metro Jakarta Pusat tidak memonitor kejadian tersebut.
“Kalau sepengetahuan kami, kami tidak monitor kejadian seperti itu, ditangkap, dipalak dan tes urine,” ucap Jamalinus saat dihubungi wartawan, Kamis.
Meski begitu, Jamalinus tidak menjawab secara gamblang ketika ditanya apakah ada penonton
DWP 2024
yang ditangkap atau tidak.
“Kami saat itu, pengamanan (keberlangsungan acara),” kata Jamalinus.
Mengenai beredarnya kabar ini, Jamalinus mengatakan, Polres Metro Jakarta Pusat tengah mengecek ke jajaran apakah ada yang terlibat perkara tersebut atau tidak.
Ilham (26), bukan nama sebenarnya, warga negara asal Malaysia terpaksa merogoh kocek Rp 200.000 agar paspor miliknya dikembalikan oleh terduga anggota polisi saat menonton Djakarta Warehouse Project di JIExpo Kemayoran, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (15/12/2024).
Hal ini diungkap oleh teman Ilham asal Indonesia, Raka (27), bukan nama sebenarnya, yang ada di lokasi kejadian saat itu.
“Ternyata paspornya dipegang polisi. Ya karena aku tahu polisi di Indonesia suka dengan
bribe
(suap), ya sudah, aku kasih yang ada di dompet aku. Kalau enggak salah, Rp 200.000,” kata Raka saat dihubungi Kompas.com melalui pesan Instagram, Kamis (19/12/2024).
Penahanan paspor ini bermula saat Ilham dan Raka tengah asyik menyaksikan penampilan disjoki Steve Aoki di panggung Garuda Land.
Tiba-tiba, seorang pria yang mengaku dari pihak kepolisian menarik tangan Ilham. Orang tersebut meminta agar Ilham mengikutinya.
Terduga polisi itu menarik Ilham sambil mengatakan, “Polisi, ayo ikut ke belakang”.
Menurut cerita Ilham, dia tidak sendiri. Ada beberapa penonton DWP 2024 lain yang turut dibawa untuk dikumpulkan dan diperiksa terduga polisi itu.
Kepada terduga polisi ini, Ilham menjelaskan dirinya WNA asal Malaysia. Petugas lantas meminta paspor Ilham yang katanya untuk kebutuhan pemeriksaan administrasi.
Setelah pemeriksaan ini, paspor Ilham tidak langsung dikembalikan. Terduga polisi tersebut malah mengetes tingkat kesadaran Ilham apakah mabuk atau tidak.
“Kata teman aku, tes kesadarannya itu kayak bisa baca angka pada jari atau enggak, sama jalannya linglung atau enggak, sama dari bau mulut sih,” ujar Raka.
Usai tes, paspor Ilham tak kunjung dikembalikan. Ilham berupaya meminta, namun petugas tidak menggubris dan memilih berbincang dengan petugas lain.
Di sisi lain, Raka yang menyadari Ilham tak kunjung kembali setelah 30 menit mencari keberadaan temannya.
Singkat cerita, Raka bertemu dengan Ilham yang tengah memohon agar polisi mengembalikan paspor miliknya. Saat itu, wajah Ilham terlihat panik, sama seperti beberapa penonton DWP 2024 lain yang paspornya turut ditahan.
Raka pun turut meminta polisi mengembalikan paspor tersebut. Namun, upaya ini tak juga membuahkan hasil.
Raka lantas melihat paspor milik penonton DWP lain yang turut disita polisi, di dalamnya terselip uang. Dengan begitu, ia berinisiatif memberikan uang Rp 200.000.
“Teman aku dites kesadaran doang. Tapi, kata diaz ada yang dites urine juga. Tapi ya gitu, dipersulit pas balikin paspornya, pas habis bayar, ‘ya sudah sana’, gitu,” pungkas Raka.
Setelah Raka memberikan uang, terduga polisi itu mengembalikan paspor milik Ilham.
Adapun beredar kabar sejumlah penonton DWP 2024 ditangkap polisi lalu mengalami pemerasan.
Salah satu yang menggaungkan kabar ini adalah pemilik akun X @Twt_Rave dengan menyebar beberapa yang berisi pemboikotan terhadap DWP.
“DWP 2024. 400++ Malaysian di pau polisi Indonesia,” bentuk tulisan pada gambar yang diunggah @Twt_Rave.
“DWP 2024. RM 9 Juta duit pau terkumpul,” tulis pada gambar yang diunggah pada akun yang sama.
“DWP 2024. Checkout hotel pun polisi tunggu,” tulis pada gambar yang lain.
Akun tersebut menyebutkan, pengalaman serupa juga dialami oleh warga negara asing (WNA) asal Singapura dan Thailand.
Pengalaman lain juga diceritakan pemilik akun Instagram @ez.rawr yang berkomentar pada salah satu unggahan Instagram @djakartawarehouseproject.
“Ada dua polisi yang menyamar menatap temanku dan aku selama 15 menit, ketika kami mabuk. Kami melihat kembali mereka setelah kami menyadari bahwa mereka adalah UC (undercover),” tulis @ez.rawr menggunakan bahasa Inggris.
Sekira beberapa menit kemudian, petugas kepolisian yang tengah menyamar itu disebut pergi meninggalkan dia dan temannya.
“Mereka pergi untuk menghentikan pasangan lain secara ACAK, tanpa alasan, dan membawa mereka keluar. (Sedangkan) lima dari mereka (polisi) mengawal,” ujar dia.
“Tidak akan pernah lagi. Merasa sangat tidak aman setelah mendengar cerita negatif tetapi meminta suap. Mengerikan. Tidak akan pernah kembali ke DWP dan saya akan pergi ke sebuah festival di Thailand sebagai gantinya,” tambahnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/19/6763e9c7c5cad.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Budi Arie Diperiksa Bareskrim Kasus Judol di Komdigi, Habiburokhman: Feeling Saya, Dia Orang Baik Nasional
Budi Arie Diperiksa Bareskrim Kasus Judol di Komdigi, Habiburokhman: Feeling Saya, Dia Orang Baik
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra
Habiburokhman
mempersilakan Polri untuk memeriksa eks Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)
Budi Arie Setiadi
.
Pemeriksaan Budi Arie terkait dengan
kasus judi online
yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) pada Kamis (19/12/2024).
“Ya bagus ya silakan saja diperiksa. Pak Budi juga saya pikir akan kooperatif, sudah kooperatif juga memberikan keterangan supaya peristiwa ini bisa benar-benar diungkap dengan terang benderang,” ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari yang sama.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menyebut Budi Arie sebagai orang yang baik dan profesional.
Ia berharap Budi Arie tidak terlibat dalam kasus judi
online
tersebut.
“Kalau
feeling
saya sih ya saya tau Pak Budi orang baik, Pak Budi itu orang profesional. Insya Allah ya kita berharap enggak ada sedikit pun keterlibatan beliau,” tambahnya.
Habiburokhman menjelaskan bahwa Budi Arie diperiksa karena saat kejadian, ia masih menjabat sebagai menteri.
“Tapi karena posisi beliau bekas menteri, waktu kejadian juga di zaman beliau menteri, tentu wajar kalau dimintai keterangan,” jelasnya.
Informasi mengenai pemeriksaan Budi Arie terkait kasus judi
online
itu juga dibenarkan oleh Wakakortastipidkor Polri Kombes Arief.
Budi Arie diketahui telah mendatangi Bareskrim sekitar pukul 10.00 WIB dan hingga kini masih menjalani pemeriksaan.
“Betul,” kata Arief kepada wartawan saat dikonfirmasi.
Namun, Arief enggan memberikan rincian lebih lanjut terkait pemeriksaan Budi Arie dan menyarankan agar pertanyaan lebih detail dapat diarahkan kepada Dirkrimsus Polda Metro Jaya.
“Tanyakan ke dirkrimsus PMJ ya,” tegas dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2021/09/18/6145891390f0a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
6 WNA Malaysia Tiba-tiba Ditahan Paspornya oleh Polisi Saat Nonton DWP, Tebus Rp 200.000 Megapolitan
WNA Malaysia Tiba-tiba Ditahan Paspornya oleh Polisi Saat Nonton DWP, Tebus Rp 200.000
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Ilham (26), bukan nama sebenarnya, warga negara asing (WNA) asal Malaysia terpaksa merogoh kocek Rp 200.000 agar paspor miliknya dikembalikan oleh terduga anggota polisi saat menonton Djakarta Warehouse Project di JIExpo Kemayoran, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (15/12/2024).
Hal ini diungkap oleh teman Ilham asal Indonesia, Raka (27), bukan nama sebenarnya, yang ada di lokasi kejadian saat itu.
“Ternyata paspornya dipegang polisi. Ya karena aku tahu polisi di Indonesia suka dengan
bribe
(suap), ya sudah, aku kasih yang ada di dompet aku. Kalau enggak salah, Rp 200.000,” kata Raka saat dihubungi
Kompas.com
melalui pesan Instagram, Kamis (19/12/2024).
Penahanan paspor ini bermula saat Ilham dan Raka tengah asyik menyaksikan penampilan disjoki Steve Aoki di panggung Garuda Land.
Tiba-tiba, seorang pria yang mengaku dari pihak kepolisian menarik tangan Ilham. Orang tersebut meminta agar Ilham mengikutinya.
Raka bilang, terduga polisi itu menarik Ilham sambil mengatakan, ‘Polisi, ayo ikut ke belakang’.
Menurut cerita Ilham, dia tidak sendiri. Ada beberapa penonton
DWP 2024
lain yang turut dibawa untuk dikumpulkan dan diperiksa terduga polisi itu.
Kepada terduga polisi tersebut, Ilham menjelaskan bahwa dirinya WNA asal Malaysia. Petugas lantas meminta paspor Ilham yang katanya untuk kebutuhan pemeriksaan administrasi.
Setelah pemeriksaan ini, paspor Ilham tidak langsung dikembalikan. Terduga polisi tersebut malah mengetes tingkat kesadaran Ilham apakah mabuk atau tidak.
“Kata teman aku, tes kesadarannya itu kayak bisa baca angka pada jari atau enggak, sama jalannya linglung atau enggak, sama dari bau mulut sih,” ujar Raka.
Usai tes, paspor Ilham tak kunjung dikembalikan. Ilham berupaya meminta, namun petugas tidak menggubris dan memilih berbincang dengan petugas lain.
Di sisi lain, Raka yang menyadari Ilham tak kunjung kembali setelah 30 menit mencari keberadaan temannya.
Singkat cerita, Raka bertemu dengan Ilham yang tengah memohon agar polisi mengembalikan paspor miliknya. Saat itu, wajah Ilham terlihat panik, sama seperti beberapa penonton DWP 2024 lain yang paspornya turut ditahan.
Raka pun turut meminta polisi mengembalikan paspor tersebut. Namun, upaya ini tak juga membuahkan hasil.
Raka lantas melihat paspor milik penonton DWP lain yang turut disita polisi, di dalamnya terselip uang. Dengan begitu, ia berinisiatif memberikan uang Rp 200.000.
“Teman aku dites kesadaran doang. Tapi, kata diaz ada yang dites urine juga. Tapi ya gitu, dipersulit pas balikin paspornya, pas habis bayar, ‘ya sudah sana’, gitu,” pungkas Raka.
Setelah Raka memberikan uang, terduga polisi itu mengembalikan paspor milik Ilham.
Adapun beredar kabar sejumlah penonton DWP 2024 ditangkap polisi lalu mengalami pemerasan.
Salah satu yang menggaungkan kabar ini adalah pemilik akun X @Twt_Rave dengan menyebar beberapa yang berisi pemboikotan terhadap DWP.
“DWP 2024. 400++ Malaysian di pau polisi Indonesia,” bentuk tulisan pada gambar yang diunggah @Twt_Rave.
“DWP 2024. RM 9 Juta duit pau terkumpul,” tulis pada gambar yang diunggah pada akun yang sama.
“DWP 2024. Checkout hotel pun polisi tunggu,” tulis pada gambar yang lain.
Akun tersebut menyebutkan, pengalaman serupa juga dialami oleh warga negara asing (WNA) asal Singapura dan Thailand.
Pengalaman lain juga diceritakan pemilik akun Instagram @ez.rawr yang berkomentar pada salah satu unggahan Instagram @djakartawarehouseproject.
“Ada dua polisi yang menyamar menatap temanku dan aku selama 15 menit, ketika kami mabuk. Kami melihat kembali mereka setelah kami menyadari bahwa mereka adalah UC (undercover),” tulis @ez.rawr menggunakan bahasa Inggris.
Sekira beberapa menit kemudian, petugas kepolisian yang tengah menyamar itu disebut pergi meninggalkan dia dan temannya.
“Mereka pergi untuk menghentikan pasangan lain secara ACAK, tanpa alasan, dan membawa mereka keluar. (Sedangkan) lima dari mereka (polisi) mengawal,” ujar dia.
“Tidak akan pernah lagi. Merasa sangat tidak aman setelah mendengar cerita negatif tetapi meminta suap. Mengerikan. Tidak akan pernah kembali ke DWP dan saya akan pergi ke sebuah festival di Thailand sebagai gantinya,” tambahnya.
Setelah beredarnya kabar ini, Kompas.com menghubungi Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Ahmad Fuady pada Rabu (18/12/2024).
Hanya saja, ia menyarankan agar bertanya langsung kepada Polres Metro Jakarta Pusat.
Pasalnya, berlangsungnya Djakarta Warehouse Project 2024 masuk ke dalam wilayah hukum Polres Jakarta Pusat.
Sementara, pada hari yang sama, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyarankan Kompas.com agar bertanya langsung kepada Polda Metro Jaya.
“Koordinasi (dengan) Ditresnarkoba Polda ya,” ujar Susatyo.
Kompas.com menghubungi Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Donald Parlaungan Simanjuntak.
Kendati demikian, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum merespons.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2023/02/15/63eca93e4ee19.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2023/12/12/65784225aca69.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2017/08/21/3096219350.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/08/14/66bc3cdd7ff93.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)