Category: Kompas.com Metropolitan

  • Didenda Bayar Rp 40 Miliar ke Pengembang Perumahan, Warga Cinere Bakal Ajukan Kasasi 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2024

    Didenda Bayar Rp 40 Miliar ke Pengembang Perumahan, Warga Cinere Bakal Ajukan Kasasi Megapolitan 20 Desember 2024

    Didenda Bayar Rp 40 Miliar ke Pengembang Perumahan, Warga Cinere Bakal Ajukan Kasasi
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Warga Perumahan CE, Cinere, Depok, akan mengajukan kasasi usai 10 pengurus RT dan RW wilayah tersebut dikenakan vonis bayar Rp 40 miliar ke pengembang perumahan berinisial M.
    Adapun vonis itu dikeluarkan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung yang menilai warga perumahan CE menghalangi rencana pembangunan Perumahan CGR milik perusahaan M, yang 20 persen lahannya berlokasi di Blok A Perumahan CE.
    “Ya kita akan kasasi ke Mahkamah Agung. Mungkin minggu ini atau awal minggu depan kita akan sampaikan kasasi kita,” ucap Heru Sadiki, Ketua RW 06 sekaligus tergugat saat ditemui, Jumat (20/12/2024).
    Cara ini menjadi solusi terakhir yang akan ditempuh Heru dan sembilan warga lainnya yang juga berstatus tergugat.
    Heru mengaku kaget saat membaca berkas putusan Pengadilan Tinggi Bandung yang terbit pada Kamis (5/12/2024).
    Identitas Heru terpampang jelas sebagai tergugat 10 yang dilaporkan M untuk membayar nominal sebesar Rp 40 miliar sebagai bentuk ganti rugi.
    Heru menilai, dirinya tak melakukan kesalahan karena hanya menyalurkan aspirasi warga yang menolak pembangunan jembatan untuk menghubungkan lahan di Perumahan CE dan lahan kosong di Kelurahan Pangkalan Jati.
    “Ya bingung, RT kan bukan badan hukum, bukan perorangan, kami ibaratnya
    volunteer
    untuk lingkungan. Tapi kini kami seolah-olah jadi subjek hukum,” ujar Heru.
    Tari, seorang warga RW 06 ikut menimpali. Katanya, warga tidak pernah menghalangi rencana M atas pembangunan tersebut.
    Ia dan warga Blok A yang terdiri sekitar 350 rumah hanya melarang pembangunan jembatan.
    “Kalau hendak bangun rumah di lahan 20 persen itu kami sangat terbuka. Tapi yang kami tolak hanya pembangunan jembatan,” terang Tari.
    Tari menyebut, warga kompak untuk melanjutkan kasus ini lewat jalur hukum hingga menang. Apalagi, para tergugat mayoritas lansia pensiunan.
    “Kondisi mereka yang digugat itu pensiunan, sudah punya kondisi kesehatan yang perlu dijaga, setelah dengar dituntut sedemikian besarnya (biayanya), mereka susah tidur,” ujar Tari.
    Adapun perkara ini bermula perkara dari M yang berencana membangun Perumahan CGR seluas 1,6 hektare di lahan yang terbelah Kali Grogol, di antara lahan Perumahan CE (20 persen) dan Pangkalan Jati (80 persen). Sebanyak 100 unit rumah akan dibangun di lahan tersebut.
    Lalu, M meminta izin untuk membangun jembatan di antara kedua lahan dengan maksud agar akses alat berat dapat melalui Cinere.
    “Tapi kita keberatan dengan penambahan penduduk yang sekian banyak kan masih akan menimbulkan banyak kesulitan (nantinya),” terang Heru.
    “Nah, ini yang kita takutkan saat buka akses. Ini bukan cuma soal keamanan juga, tapi soal (kepadatan) lalu lintas dan kemudian jumlah penduduk yang akan ada di situ dan sebagainya,” sambungnya.
    Adapun M mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Depok dengan mencantumkan nama 10 tergugat itu pada awal tahun 2024.
    Putusan awal dari PN Depok tidak mengabulkan gugatan tersebut dan justru menghukum penggugat atau M untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 3.251.000 pada 15 Oktober 2024.
    Namun, M mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung, yang kemudian membatalkan putusan dari PN Depok, Kamis (5/12/2024).
    Pengadilan Tinggi meminta tergugat membayar ganti rugi dengan pertimbangan bahwa 75 persen dari 100 unit rumah yang akan dibangun telah terjual.
    Berdasarkan barang bukti yang diserahkan M, mereka mengeklaim kehilangan pembeli akibat penundaan proyek yang disebabkan oleh perselisihan ini.
    “Menghukum para Terbanding semula para tergugat untuk membayar ganti rugi kepada pembanding semula penggugat sebesar Rp 40.849.382.721,50,” kutip isi putusan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 4
                    
                        Kasat Reskrim Teluk Bintuni Hilang di Papua Barat, KSAD Kerahkan TNI Ikut Bantu Cari
                        Nasional

    4 Kasat Reskrim Teluk Bintuni Hilang di Papua Barat, KSAD Kerahkan TNI Ikut Bantu Cari Nasional

    Kasat Reskrim Teluk Bintuni Hilang di Papua Barat, KSAD Kerahkan TNI Ikut Bantu Cari
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal
    TNI
    Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa prajurit TNI akan membantu
    pencarian
    Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni
    AKP Tomi Marbun
    .
    Tomi hilang setelah melakukan operasi terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di
    Papua Barat
    pada Rabu, 18 Desember 2024.
    “Oh iya pasti, nanti kita akan… Nanti mereka pasti ketemu bagaimana nanti (Kodam) membagi turut mencari,” ujar Maruli saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 20 Desember 2024.
    Maruli menjelaskan bahwa TNI akan berkolaborasi dengan polisi dalam pencarian AKP Tomi Marbun.
    Namun demikian, dia perlu memeriksa rincian kejadian yang menyebabkan hilangnya Tomi.
    “Itu kan nanti ada di Kodam, ada di Korem. Kita kan belum tahu juga apakah ada kejadiannya bagaimana kan kita cek lagi,” jelasnya.
    “Pasti. Kita enggak mungkin enggak ada kolaborasi. Pasti kita,” imbuh Maruli.
    Sebelumnya, AKP Tomi Marbun dilaporkan hilang karena terbawa arus sungai.
    Hilangnya Tomi terjadi setelah operasi terhadap KKB pada Rabu, 18 Desember 2024.
    Informasi ini disampaikan oleh sumber di Kepolisian Papua Barat yang enggan disebutkan identitasnya.
    Pencarian
    terhadap Tomi masih berlangsung, namun hingga kini belum ada hasil.
    Di sisi lain, Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengonfirmasi adanya serangan ke markas mereka di Distrik Moskona, Teluk Bintuni.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kurator Pameran Yos Suprapto Mundur, Bersikukuh Sebut Ada Lukisan Tak Sesuai Tema 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2024

    Kurator Pameran Yos Suprapto Mundur, Bersikukuh Sebut Ada Lukisan Tak Sesuai Tema Megapolitan 20 Desember 2024

    Kurator Pameran Yos Suprapto Mundur, Bersikukuh Sebut Ada Lukisan Tak Sesuai Tema
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com 
    – Kurator Suwarno Wisetrotomo mengungkap alasannya mundur dari kurator pameran lukisan karya Yos Suprapto yang sedianya digelar di Galeri Nasional Indonesia Jakarta pada 19 Desember 2024 hingga 19 Januari 2025
    Suwarno mengaku menolak beberapa lukisan Yos untuk ditampilakan karena karya itu dinilai tidak sesuai dengan tema pameran yang bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan”.
    “Kami mengatakan, karya itu tidak sesuai, karya itu tidak
    relate
    dengan tema, saya keberatan kalau dipasang. Semata-mata bukan soal bentuk lukisannya atau ini seperti apa,” ujar Suwarno saat dihubungi melalui telepon oleh perwakilan dari Galeri Nasional saat konferensi pers di kantor Galeri Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024).
    Suwarno, yang saat itu dalam perjalanan ke Yogyakarta menjelaskan, sebagai kurator, dirinya berwenang untuk memilih karya-karya mana saja yang pantas untuk dipamerkan.
    “Saya punya kewenangan untuk mengatakan pada seniman bahwa menilai, kewenangan untuk mengatakan karya A, karya B, atau C misalnya tidak sesuai dengan tema,” kata dia.
    Di satu sisi Suwarno menolak beberapa lukisan, di sisi lain Yos selaku seniman bersikukuh untuk tetap menampilkan karya-karya itu dalam pameran.
    “Ketika itu saya sampaikan dan saya merasa ditampik ide-ide itu, dan pendapat saya juga ditampik. Ya tentu saja saya merasa, saya mengatakan dengan baik-baik dengan Saudara Yos Suprapto ‘Oh, saya bukan kurator yang cocok dengan pameran ini’,” kata dia.
    Akhirnya, Suwarno mengundurkan diri selaku kurator pada 16 Desember 2024. Sikapnya ini ditegaskan lagi pada 19 Desember 2024, ketika dia dan Yos dipertemukan di kantor Galeri Nasional untuk membahas perihal ini.
    “Karena saya tetap kekeuh mengusulkan, waktu itu dua karya yang saya tengarai sangat mencolok tidak sesuai tema, ya saya mengatakan, bagaimana kalau tidak dipasang,” lanjut dia.
    Kendati ada selisih paham, Suwarno menegaskan, dirinya mengapresiasi tema besar yang ingin diangkat dalam pameran ini. Menurutnya, riset dan penelitian Yos terhadap kedaulatan tanah di Indonesia sangat baik dan menarik untuk dikulik lebih lanjut.
    Namun, karena ada selisih paham yang tidak selesai, pameran ini ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan.
    “Keprihatinan Saudara Yos Suprapto tentang tanah yang mati, tentang tanah yang hidup, terus juga tanah karena matinya berikut mikroorganisme dan seterusnya, itu bagi saya adalah pengalaman menarik ketika seni berfungsi, ketika seni digunakan untuk mendekati bagaimana terlibat untuk mengolah tanah,” kata dia.
    Pihak pengelola Galeri Nasional Indonesia menyebut, penundaan dilakukan sampai Yos dan Suwarnomenemukan jalan tengah dari silang pendapat keduanya.
    “Menunda (pameran) dengan syarat silakan dibenahi dulu komunikasi dengan kurator. Diperbarui, karena dari awal sudah konsepnya seperti itu,” ujar Ketua Tim Museum dan Galeri Indonesian Heritage Agency (IHA) Zamrud Setya Negara di kantor Galeri Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024).
    Zamrud menegaskan, salah satu syarat pameran bisa digelar di Galeri Nasional ialah harus diawasi oleh seorang kurator. Sementara, dalam rencana pameran bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan”, Yos dan Suwarno tak sepaham.
    Diberitakan, seniman Yos Suprapto mengungkap, pameran tunggalnya yang sedianya dijadwalkan digelar di Galeri Nasional Indonesia Jakarta pada 19 Desember 2024 hingga 19 Januari 2025 ditunda karena beberapa lukisannya dianggap terlalu vulgar.
    Total ada lima lukisan Yos yang dinilai tidak sesuai dengan tema pameran yang bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” itu.
    “(Lukisan) dari kronologi satu dengan yang lainnya runut. Kok diturunkan di tengah jalan bagaimana tuh? Sebuah kronologi, cerita. Kalau dipotong tengahnya, inti isinya kan enggak ada. Terus masak hanya kulitnya saja yang disuguhkan,” ujar Yos saat ditemui di Galeri Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024).
    Yos berpendapat, kelima lukisannya yang tidak lulus sensor oleh kurator yang ditunjuk oleh Galeri Nasional, Suwarno Wisetrotomo, masih sesuai dengan tema pameran.
    “Saya bercerita tentang proses terjadinya kehilangan kedaulatan pangan kita. Sejarah kehilangannya kedaulatan pangan. Nah, itu saya akhiri dengan lukisan yang menggambarkan penguasa, kekuasaan. Kedaulatan pangan tanpa kekuasaan itu omong kosong,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kronologi Istri Aniaya Suami di Jaktim, Tepergok Selingkuh lalu Tancap Gas Seret Korban
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2024

    Kronologi Istri Aniaya Suami di Jaktim, Tepergok Selingkuh lalu Tancap Gas Seret Korban Megapolitan 20 Desember 2024

    Kronologi Istri Aniaya Suami di Jaktim, Tepergok Selingkuh lalu Tancap Gas Seret Korban
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Polres Metro Jakarta Timur mengungkap kronologi penganiayaan yang dilakukan seorang wanita bernama Melody Sharon (31) terhadap suaminya AG (35) di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (8/11/2024).
    Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan, insiden itu bermula ketika Melody tepergok selingkuh oleh sang suami.
    “Tersangka melakukan kekerasan fisik dalam rumah tangga terhadap korban atau suami sah daripada tersangka karena tersangka diketahui oleh korban sedang menjemput laki-laki lain,” kata Nicolas di Mapolres Jakarta Timur, Jumat (20/12/2024).
    Nicolas menyebut, sebelum kejadian, Melody berada di apartemen tanpa suaminya. Ia melakukan panggilan video dengan sang suami dan berpamitan hendak tidur. 
    Namun, AG yang merasa curiga lalu mengecek lokasi ponsel istrinya. Ternyata, lokasi ponsel menunjukkan Melody tak lagi di apartemen, melainkan menuju sebuah tempat di Cipayung, Jakarta Timur.
    “Korban merasa curiga. Selanjutnya mengecek posisi
    handphone
    tersangka, ternyata bergerak menuju wilayah Jakarta Timur,” katanya.
    AG lantas mencari keberadaan istrinya dengan mengikuti lokasi yang ditunjukkan ponsel Melody.
    “Ternyata benar mobil tersangka terparkir di TKP dan kondisi menyala,” ujar Nicolas.
    Mengetahui hal ini, AG mendatangi mobil istrinya. Dia berusaha masuk ke mobil yang ditumpangi istrinya itu.
    Namun, sang istri tak membukakan pintu mobil. Melody malah terus melajukan mobilnya hingga AG terseret.
    “Korban tidak tahan lagi menahan pegangan, kemudian kurang lebih 200 meter korban terjatuh yang mengakibatkan korban luka-luka dan kaki sebelah kanan patah,” ungkap Nicolas.
    Mengetahui suaminya terseret dan terjatuh, Melody tidak menolongnya. Padahal, sang suami sempat menelepon Melody untuk meminta pertolongan.
    “Hingga saat ini tersangka tidak pernah menanyakan kondisi korban dan anak-anaknya yang diasuh oleh korban. Bahkan, saat ini korban masih menggunakan alat bantu untuk melakukan aktivitas,” kata Nicolas.
    Atas perbuatannya, Melody terancam dijerat Pasal 44 ayat (2) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.
    Sebelumnya, Sebuah video penganiayaan yang melibatkan seorang suami dan istrinya viral di media sosial. Peristiwa ini menyebabkan sang suami mengalami patah kaki akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh istrinya.
    Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengungkapkan kejadian tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, Sahroni menampilkan foto seorang pria dan wanita yang terlihat berduaan, berjalan menuju sebuah gedung parkir.
    Ia juga menyertakan foto pasangan tersebut yang berpose mesra.
    “Seorang suami dengan dua anak yang masih kecil, memergoki istri yang main gila-gilaan, menjadi korban penganiayaan terseret kendaraan si istri,” tulis Sahroni dalam postingan yang dikutip pada Selasa (17/12/2024).
    Lebih lanjut, Sahroni menjelaskan bahwa sang istri tega menyeret kaki suaminya hingga mengalami patah. Ia menduga bahwa istri tersebut berselingkuh dengan lebih dari satu pria.
    “Nahasnya hingga patah kaki di pinggir jalan Jakarta Timur, tidak hanya satu orang tapi si istri bermain gila-gilaan dengan dua orang laki-laki. (agak mengerikan ini sih),” tambah dia
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pameran Yos Suprapto Ditunda, Galeri Nasional Bantah Pengaruhi Kurator
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2024

    Pameran Yos Suprapto Ditunda, Galeri Nasional Bantah Pengaruhi Kurator Megapolitan 20 Desember 2024

    Pameran Yos Suprapto Ditunda, Galeri Nasional Bantah Pengaruhi Kurator
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pihak Galeri Nasional Indonesia membantah mempengaruhi penilaian kurator terhadap sejumlah lukisan karya Yos Suprapto yang berujung penundaan pameran seniman tersebut.
    Ketua Tim Museum dan Galeri Indonesian Heritage Agency (IHA), lembaga yang mengatur proses pembuatan pameran di Galeri Nasional, Zamrud Setya Negara menegaskan, penilaian kurator terhadap karya seni yang akan ditampilkan tidak dapat diintervensi pihak mana pun.
    “Tidak (ada arahan). Ini kembali lagi, kurator dalam proses kerja profesionalnya pasti punya ruang yang tidak bisa diintervensi. Namanya, profesionalisme,” ujar Zamrud saat memberikan keterangan di Kantor Galeri Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024).
    Zamrud juga enggan berkomentar saat ditanya perihal tokoh dalam lukisan Yos yang dinilai sejumlah pihak mirip dengan salah seorang tokoh politik.
    “Kami tidak akan berkomentar untuk ke sana, karena kami zonanya ada pada karya seni, tidak akan lari kepada hal seperti itu,” kata dia.
    Zamrud mengatakan, Galeri Nasional menempatkan diri sebagai fasilitator dan mediator jika ada perbedaan pendapat antara kurator dan seniman.
    “Kita juga sama-sama menghargai posisi kurator, menghargai posisi seniman, dan Galeri Nasional Indonesia sangat mengapresiasi dan mendukung pada proses ekspresi seni setiap seniman,” imbuh dia.
    Menurut Zamrud, seorang kurator memang punya otoritas untuk memilih karya seni yang pantas ataupun tidak pantas untuk ditampilkan dalam sebuah pameran.
    “Yang pasti memilih karya itu adalah otoritas kurator sebagai profesional kerja kurator, dan pasti ada otoritas yang tidak bisa dilampaui. Bahasa kami tidak bisa kerja kurator dipatahkan tiba-tiba gitu,” lanjut dia.
    Zamrud menegaskan, proses persiapan pameran Yos ini awalnya berjalan lancar. Namun, di penghujung masa persiapan, muncul ketidaksepakatan antara Yos selaku seniman dan Suwarno Wisetrotomo selaku kurator yang ditunjuk untuk mengawasi pameran ini.
    “Di penghujung proses (persiapan), menjelang peresmian pameran, itu ada sebuah hal yang sifatnya, saya menyebutnya, mungkin tidak sepaham. Antara konsep yang diusulkan kurator dengan yang dilakukan oleh Pak Yos Suprapto,” kata Zamrud.
    Pihak Galeri Nasional pun mengaku telah melakukan mediasi dengan mempertemukan kedua pihak di kantor Galeri Nasional pada 19 Desember 2024 atau hari di mana pameran seharusnya dibuka.
    Namun, hingga akhir mediasi, Yos dan Suwarno tidak dapat mencapai kata sepakat. Alhasil, Suwarno mengundurkan diri sebagai kurator pameran.
    Saat ditanya kemungkinan Galeri Nasional menunjuk kurator baru setelah Suwarno menyatakan undur diri, Zamrud tak menjawab tegas.
    “Kami tidak akan mengandai-andai, kami tetap akan mengharapkan silakan diskusi baik ini kembali dikonstruksi supaya terjadi keberlanjutan (pameran) ini,” kata Zamrud lagi.
    Diberitakan, seniman Yos Suprapto mengungkap, pameran tunggalnya yang sedianya dijadwalkan digelar di Galeri Nasional Indonesia Jakarta pada 19 Desember 2024 hingga 19 Januari 2025 ditunda karena beberapa lukisannya dianggap terlalu vulgar.
    Total ada lima lukisan Yos yang dinilai tidak sesuai dengan tema pameran yang bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” itu.
    “(Lukisan) dari kronologi satu dengan yang lainnya runut. Kok diturunkan di tengah jalan bagaimana tuh? Sebuah kronologi, cerita. Kalau dipotong tengahnya, inti isinya kan enggak ada. Terus masak hanya kulitnya saja yang disuguhkan,” ujar Yos saat ditemui di Galeri Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024).
    Yos berpendapat, kelima lukisannya yang tidak lulus sensor oleh kurator yang ditunjuk oleh Galeri Nasional, Suwarno Wisetrotomo, masih sesuai dengan tema pameran.
    “Saya bercerita tentang proses terjadinya kehilangan kedaulatan pangan kita. Sejarah kehilangannya kedaulatan pangan. Nah, itu saya akhiri dengan lukisan yang menggambarkan penguasa, kekuasaan. Kedaulatan pangan tanpa kekuasaan itu omong kosong,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 15 Rumah di Menteng Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2024

    15 Rumah di Menteng Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa Megapolitan 20 Desember 2024

    15 Rumah di Menteng Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi Jakarta, Satriadi Gunawan menyampaikan, tak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran yang menghanguskan 15 rumah di permukiman Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024).
    “Yang terdampak itu 15 bangunan rumah semipermanen dan saat ini tidak ada korban jiwa maupun luka,” kata Satriadi saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat, Jumat.
    Satriadi mengatakan, kebakaran terjadi setelah shalat Jumat atau sekitar pukul 12.00 WIB. Selama kurang lebih dua jam petugas berjibaku memadamkan api.
    “Sampai dengan pukul 14.23 itu kami sudah nyatakan selesai (pendinginan),” tuturnya.
    Saat berusaha memadamkan api, salah seorang petugas pemadam kebakaran sempat terjatuh dan dilarikan ke rumah sakit.
    “Saat ini kondisinya sudah sehat kembali. Alhamdulillah karena APD (alat pelindung diri) lengkap, jadi aman,” imbuhnya.
    Dari hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting dari salah satu rumah.
    “Tapi nanti kami pastikan lagi kejadiannya seperti apa,” imbuhnya.
    Diberitakan sebelumnya, kebakaran melanda 15 rumah tinggal di Jalan Menteng Raya, RT 15/08 dan RT 16/08, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat siang.
    Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan 17 unit dengan 68 personel ke lokasi kebakaran.
    Diduga korsleting listrik menjadi penyebab kebakaran di perumahan tersebut. Pada pukul 14.19 WIB, tidak ada lagi api yang berkobar di sekitar lokasi kejadian.
    Warga turut membantu petugas pemadam untuk menyiramkan air ke tempat munculnya asap.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Hilang Usai Operasi KKB di Papua Barat
                        Regional

    7 Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Hilang Usai Operasi KKB di Papua Barat Regional

    Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Hilang Usai Operasi KKB di Papua Barat
    Tim Redaksi
    MANOKWARI, KOMPAS.com
    – 
    Kasat Reskrim
    Polres Teluk Bintuni,
    Papua Barat
    , AKP Tomi Marbun. Tomi dikabarkan hilang setelah sebuah operasi terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang digelar pada Rabu (18/12/2024).
    Informasi tentang hilangnya Tomi diperoleh
    Kompas.com
    dari sumber di Kepolisian Papua Barat yang menolak disebutkan identitasnya, pada Jumat malam (20/12/2024).
    Sumber tersebut pun membenarkan, bahwa hingga kini pencarian terhadap Tomi masih terus dilakukan, namun belum membuahkan hasil.  
    Sementara, di sisi Organisasi Papua Merdeka (
    OPM
    ) mengaku markas mereka di Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, memang diserang oleh aparat keamanan Indonesia pada hari tersebut.
    Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM, Sebi Sambom menyatakan, markas TPNPB Batalyon Moskona diserang oleh aparat keamanan, hingga terjadi kontak tembak.
    “Markas Pusat Komnas TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap IV Sorong Raya pada hari Jumat, 20 Desember 2024, sekitar pukul 20.00.”
    “Penyerangan ke Markas TPNPB di Batalion Moskona pada hari Rabu, 18 Desember 2024,” kata Sebi, Jumat  malam.
    Sebi menyebut, laporan lebih lanjut dari pasukan TPNPB Kodap IV Sorong Raya menyebut, sejak Jumat pagi, aparat Indonesia terus dikirim dan telah memasuki wilayah operasi TPNPB dari Batalion Moskona.
    Pasukan tersebut, kata Sebi, melalui hutan, rawa, dan udara, sehingga saat ini pasukan TPNPB sedang dalam status siaga satu.
    “TPNPB juga melaporkan bahwa selama aparat militer Indonesia melakukan perjalanan pulang dari hutan belantara, dua agen intelijen turut serta, dan mengakibatkan sejumlah aparat Indonesia tenggelam di dalam sungai,” tambah dia.
    Akibat kejadian tersebut, salah satu agen intelijen, Silas Meyem, melarikan diri ke Kampung Majnic di Distrik Moskona Barat.
    Sementara, sambung Sebi, keberadaan anggota lain yang bernama Toni Orocomna dan sejumlah lainnya pun belum diketahui.
    Sebi menjelaskan, sebelum penyerangan, aparat telah melakukan penyisiran dari Kampung Meyah menuju Markas Moskona dengan berjalan kaki sekitar 20 kilometer melalui kali, rawa, dan hutan belantara dari Distrik Moskona Barat.
    “Dalam waktu yang bersamaan, Komandan Batalion Moskona, Matrhen Aikingging, sedang melakukan patroli, dan akhirnya terjadi
    baku tembak
    antara kedua belah pihak di rawa-rawa dalam hutan sagu.”
    “Rentetan tembakan terdengar jelas dari Markas TPNPB selama kurang lebih satu jam,” kata Sebi.
    Selama baku tembak tersebut, Mayor Marthen Aikingging berteriak kepada pasukannya untuk melakukan serangan balasan. Tidak ada korban jiwa dari pihak TPNPB.
    Meski demikian, keberadaan Mayor Marthen Aikingging juga belum diketahui.
    Akibat baku tembak, sejumlah warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, melarikan diri ke hutan di Distrik Moskona. Di antara mereka, kata Sebi, terdapat istri Mayor Marthen yang hingga kini belum ditemukan.
    Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyerangan terhadap KKB di Moskona, dan hilangnya Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni.
    Informasi yang dihimpun
    Kompas.com
    menyebutkan, saat aparat hendak kembali dari lokasi operasi, arus deras di kali yang dilintasi menyebabkan Kasat Reskrim diduga terbawa arus.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        Transjakarta Koridor 1 dan 2 Bakal Dihapus karena Bersinggungan dengan Jalur MRT
                        Megapolitan

    2 Transjakarta Koridor 1 dan 2 Bakal Dihapus karena Bersinggungan dengan Jalur MRT Megapolitan

    Transjakarta Koridor 1 dan 2 Bakal Dihapus karena Bersinggungan dengan Jalur MRT
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jakarta mengungkapkan rencana penghapusan rute Transjakarta yang bersinggungan dengan MRT.
    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkan, langkah itu diambil supaya tidak terjadi tumpang tindih antarmoda transportasi umum.
    “Contohnya untuk MRT Lebak Bulus sampai Kota (jika sudah) terbangun, maka untuk koridor satu Transjakarta dari Blok M sampai Kota itu nanti ditiadakan,” kata Syafrin saat dikonfirmasi, Jumat (20/12/2024).
    Syafrin menyebut, penghapusan bakal dilakukan setelah pengerjaan jalur MRT rute Lebak Bulus sampai Kota rampung.
    “Memang sudah masuk dalam rencana induk transportasi Jakarta,” ucapnya.
    Dishub juga berencana menghapus rute Transjakarta koridor dua Pulo Gadung-Harmoni jika seluruh jaringan MRT sudah terbangun.
    “Nanti unit busnya akan dialihkan untuk mengisi kekosongan layanan lainnya. Demikian pula halnya dengan layanan yang nantinya akan berhimpitan dengan angkutan rel,” tutur Syafrin.
    Meski begitu, belum diketahui pasti kapan persisnya dua rute Transjakarta tersebut bakal dihapus. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta masih mendiskusikan rencana itu.
    Dikonfirmasi terpisah, Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan, Transjakarta bakal mengikuti keputusan Pemprov Jakarta terkait rencana itu.
    “Pengoperasian transportasi publik di Jakarta merupakan kebijakan pemerintah provinsi. Tentunya kami tetap memperhatikan beberapa masukan dan saran para stakeholder, di antaranya adalah para pelanggan Transjakarta,” ucap Ayu.
    Sebagai informasi tambahan, koridor 1 Transjakarta Blok M-Kota merupakan salah satu jalur tertua lantaran sudah beroperasi sejak 2004.
    Koridor 1 Transjakarta ini menjadi salah satu yang paling banyak digunakan warga ibu kota yang bekerja di sekitar kawasan Sudirman-Thamrin.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Bukan karena Jamu, Siswi SMP yang Tewas di Palembang Diracun Kakak Ipar
                        Regional

    1 Bukan karena Jamu, Siswi SMP yang Tewas di Palembang Diracun Kakak Ipar Regional

    Bukan karena Jamu, Siswi SMP yang Tewas di Palembang Diracun Kakak Ipar
    Tim Redaksi
    PALEMBANG, KOMPAS.com
    – Kuasa hukum keluarga ANF (13),
    siswi SMP
    di
    Palembang
    , Sumatera Selatan, mengungkapkan bahwa korban tewas setelah diberikan minuman yang mengandung racun jenis potas oleh kakak iparnya, RK (19).
    Menurut pengacara Zaly Zainal, racun tersebut diberikan dengan iming-iming uang Rp 300 ribu jika korban tidak memuntahkan minuman itu.

    Racun potas
    itu dilarutkan dalam air putih lalu diberikan kepada korban. Bukan dicampur jamu. Namun pelaku menyebutnya jamu,” kata Zaly pada Jumat (20/12/2024).
    Zaly menjelaskan bahwa ANF tidak menyadari bahwa minuman tersebut adalah racun, karena ia mempercayai perkataan kakak iparnya.
    Korban pun meminum racun tersebut hingga akhirnya mengalami lemas dan meninggal dunia.
    “Korban tidak pernah mencurigai niat buruk pelaku, terlebih karena pelaku adalah kakak iparnya sendiri,” ujarnya.
    Motif dugaan pembunuhan ini diduga berkaitan dengan rasa dendam yang disimpan oleh RK terhadap ANF.
    Sebelumnya, keduanya sempat terlibat cekcok karena ponsel korban disadap oleh pelaku, yang memicu kemarahan ANF.

    Handphone
    diambil tersangka serta data TikTok, Instagram dihapus semua, membuat anak saya ini ribut. Namun tidak sampai membesar. Namanya anak kecil, marah karena labil saja,” ungkap M Yusuf, ayah kandung ANF.
    Yusuf mengaku terkejut mengetahui bahwa menantunya menyimpan dendam hingga merencanakan pembunuhan terhadap adik iparnya.
    Ia juga menyatakan bahwa telah menyediakan rumah untuk ANF dan anaknya, Yudi, sebagai tempat tinggal.
    “Selama menikah dengan anak saya, memang pelaku ini sikapnya kurang baik. Jarang menegur sapa, kami tidak tahu salah apa,” kata Yusuf.
    Sebelumnya, dokter forensik RS Bhayangkara Palembang, dr Indra Nasution, mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan pemeriksaan pada organ dalam ANF.
    Pemeriksaan otopsi dilakukan dengan dua metode, yakni toksikologi dan patologi anatomi.
    “Organ dalam kita ambil untuk dilakukan pemeriksaan toksikologi dan juga kita lakukan pemeriksaan patologi anatomi karena kita lihat organ dalam tadi ada kelainan,” ujar Indra.
    Indra menambahkan bahwa sampel organ yang diambil telah dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.
    Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengungkap apakah ada kandungan racun dalam minuman yang dikonsumsi oleh ANF.
    “Kami masih menunggu hasil lab untuk dugaan keracunan,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9
                    
                        Kebakaran di Permukiman Manggarai, Perjalanan KRL Terganggu
                        Megapolitan

    9 Kebakaran di Permukiman Manggarai, Perjalanan KRL Terganggu Megapolitan

    Kebakaran di Permukiman Manggarai, Perjalanan KRL Terganggu
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Perjalanan kereta rel listrik (KRL) menuju Stasiun Manggarai mengalami gangguan akibat adanya kebakaran di area permukiman Manggarai, Jumat (20/12/2024).
    Hal itu disampaikan PT KAI Commuter melalui akun X resmi mereka @commuterline, terkait adanya gangguan akibat kebakaran antara Stasiun Manggarai-Tanah Abang.

    #InfoLintas Terdapat kebakaran di area pemukiman warga antara Stasiun Manggarai – Tanah Abang. Untuk perjalanan KA saat ini menunggu aman untuk melintas,
    ” tulis informasi tersebut, dikutip Jumat.
    PT KAI Commuter meminta maaf karena perjalanan penumpang terganggu. Saat ini proses pemadaman sedang dilakukan.
    “Perjalanan KA Jalur Hilir Manggarai—Tanah Abang saat ini belum dapat dilalui, sehubungan masih dalam proses pemadaman. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” tulis PT KAI.
    Sementara ini, Kompas.com masih berusaha menghubungi Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta terkait peristiwa kebakaran tersebut.

    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.