Category: Kompas.com Metropolitan

  • 2
                    
                        18 Polisi Ditangkap Karena Peras WNA di DWP, Polri: Tak Ada Tempat bagi Pencoreng Institusi
                        Megapolitan

    2 18 Polisi Ditangkap Karena Peras WNA di DWP, Polri: Tak Ada Tempat bagi Pencoreng Institusi Megapolitan

    18 Polisi Ditangkap Karena Peras WNA di DWP, Polri: Tak Ada Tempat bagi Pencoreng Institusi
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sebanyak 18 oknum polisi ditangkap karena diduga terlibat dalam aksi pemerasan terhadap warga negara asing (WNA) yang menjadi penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (15/12/2024).
    Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo menegaskan, Polri tidak akan memberikan tempat bagi oknum yang mencoreng institusi, khususnya terkait pemerasan.
    “Kami memastikan tidak ada tempat bagi oknum yang mencoreng institusi,” ujar Trunoyudo pada Jumat (20/12/2024), dikutip dari
    Kompas.com
    .
    Trunoyudo menambahkan bahwa investigasi terhadap kasus pemerasan yang melibatkan WNA asal Malaysia, penonton DWP 2024, dilakukan dengan profesionalisme, transparansi, dan kecepatan.
    “Kami memastikan bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri akan ditindak tegas, sebagai komitmen kami untuk menjaga kepercayaan publik,” lanjutnya.
    Sebanyak 18 oknum polisi yang ditangkap berasal dari berbagai satuan, yakni Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran.
    Penangkapan ini dilakukan setelah adanya laporan dari beberapa korban, termasuk WNA, yang mengalami pemerasan saat menghadiri acara DWP 2024.
    “Jumlah terduga oknum personel yang diamankan sebanyak 18 personel, terdiri dari anggota Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran,” ujar Trunoyudo.
    Diberitakan sebelumnya, Ilham (26), bukan nama sebenarnya, warga negara Malaysia, menjadi korban dugaan pemerasan oleh oknum polisi saat menghadiri DWP 2024 di Jakarta International Expo Kemayoran.
    Saat menyaksikan penampilan Steve Aoki, Ilham ditarik oleh seseorang yang mengaku polisi dan diminta mengikuti pemeriksaan. Paspor Ilham ditahan dengan alasan pemeriksaan administrasi, dan ia diminta menjalani tes kesadaran.
    Namun, paspornya tidak dikembalikan hingga Raka, rekannya yang juga bukan nama sebenarnya, memberikan uang Rp 200.000 kepada terduga polisi tersebut. Setelah itu, paspor Ilham baru dikembalikan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Pasar Atom Surabaya Sepi Pembeli: "Ini Natalnya Jadi Apa Enggak?"
                        Surabaya

    6 Pasar Atom Surabaya Sepi Pembeli: "Ini Natalnya Jadi Apa Enggak?" Surabaya

    Pasar Atom Surabaya Sepi Pembeli: “Ini Natalnya Jadi Apa Enggak?”
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Pedagang
    hiasan Natal
    di Pasar Atom, Surabaya, mengeluhkan turunya
    daya beli
    masyarakat menjelang perayaan Natal 2024.
    Mereka menduga salah satu penyebabnya adalah meningkatnya persaingan dari penjual
    online
    yang menawarkan harga lebih murah.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com,
    Toko Lucky Christmas, salah satu toko penjual hiasan Natal di Pasar Atom, memang terlihat sepi.
    Berbagai produk seperti pohon Natal, lampu, dan boneka masih memenuhi kios, cukup menunjukkan bahwa penjualan tidak berjalan lancar.
    Yayuk, penjaga Toko Lucky Christmas pun mengungkapkan, penjualannya mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
    “Biasanya langganan kayak perhotelan, pabrik, perkantoran, terus gereja itu banyak yang pesan, kalau 20 (pohon Natal) itu lebih,” kata dia, Sabtu (21/12/2024).
    Namun, saat ini, beberapa langganannya tidak lagi memesan. Yayuk lalu menambahkan, aksesori Natal, seperti topi, bahkan belum ada yang terjual.
    “Kalau (2023) kemarin, topi ini berlusin-lusin, kirim ke Bali, Kalimantan, mereka itu telepon langsung kirim.”
    “Sekarang
    enggak,
    saya sampai tanya ke bos, ini Natal-nya jadi apa
    enggak
    ,” ujar dia.
    Yayuk juga menyarankan kepada bosnya untuk tidak membeli aksesori Natal dalam jumlah besar, karena dia menduga sepinya pembeli akan berlanjut hingga perayaan usai.
    “Saya sudah bilang ke Ai (bosnya), biar enggak kulakan banyak-banyak,
    wong
    (orang)
    enggak
    ada yang beli. Ini lampu, biasanya pembeli juga rebutan, sekarang masih
    nggantung
    di sini,” tutur dia.
    Senada dengan Yayuk, Mamik, penjaga toko hiasan Natal lainnya di Pasar Atom, juga merasakan dampak yang sama.
    Dia merasa, banyak pedagang
    online
    yang menjual produk dengan harga lebih murah.
    “Biasanya itu bulan Mei sudah banyak yang cari, kadang disuruh bantu dekorasi sampai enggak kuat tenaga saya. Kalau kata pelanggan emang di
    online
    murah,” kata dia.
    Meski pengadaan secara
    online
    memudahkan masyarakat dalam memesan hiasan Natal, Mamik merasa kualitas produk yang ditawarkan oleh pedagang di Pasar Atom jauh lebih baik.
    “Padahal sini (tokonya) sudah murah, tapi
    online
    bisa lebih murah, jauh di bawah kita, tapi
    ya
    itu kualitasnya bagaimana. Kita sampai hancur-hancuran pasang harga, tapi
    ya
    gimana,” ungkap dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Propam Polri Amankan 18 Oknum Personel yang Diduga Peras Penonton DWP 2024
                        Nasional

    1 Propam Polri Amankan 18 Oknum Personel yang Diduga Peras Penonton DWP 2024 Nasional

    Propam Polri Amankan 18 Oknum Personel yang Diduga Peras Penonton DWP 2024
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Propam
    Polri
    ) telah mengamankan 18 oknum personel yang diduga terlibat dalam kasus dugaan pemerasan terhadap seorang
    warga negara Malaysia
    oleh oknum polisi dalam gelaran
    Djakarta Warehouse Project
    (
    DWP
    ) pada 13-15 Desember 2024.
    Hal itu dikatakan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/12/2024).
    “Divisi
    Propam Polri
    telah mengamankan terduga oknum yang bertugas saat itu. Jumlah terduga oknum personel yang diamankan sebanyak 18 yang terdiri dari personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran,” kata Trunoyudo dikutip dari Antaranews.
    Setelah itu, Trunoyudo mengatakan, Propam Polri akan memeriksa lebih lanjut 18 oknum personel tersebut.
    Dia pun menegaskan bahwa Polri tidak akan menoleransi pelanggaran yang dilakukan oleh setiap anggota Polri.
    “Kami memastikan tidak ada tempat bagi oknum yang mencoreng institusi. Investigasi pun telah kami lakukan secara profesional, transparan dan tuntas,” ujarnya.
    Sebelumnya, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa tidak pandang bulu menertibkan anggotanya terkait dugaan polisi memeras penonton
    DWP 2024
    .
    “Polda metro jaya tidak akan pandang bulu, tidak akan tebang pilih, tidak akan ragu untuk menindak tegas siapapun pelakunya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Monas, Jakarta Pusat pada 20 Desember 2024.
    Menurut dia, Polda Metro Jaya akan menindak tegas sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
    “Kami secara proaktif, Polda Metro Jaya melakukan pendalaman, sejak kemarin, Bis Propam Polda Metro Jaya yang juga diasistensi oleh Divpropam Polri, sedang berlangsung pendalaman untuk menindaklanjuti informasi tersebut,” kata dia.
    Sebagaimana diberitakan, pengalaman pemerasan dialami oleh Ilham (26), bukan nama sebenarnya, warga negara Malaysia yang menjadi korban dugaan pemerasan oleh polisi saat menyaksikan perhelatan DWP 2024 pada Minggu (15/12/2024).
    Pengalaman Ilham ini diceritakan oleh Raka (27), bukan nama sebenarnya, warga negara Indonesia (WNI) yang saat itu tengah bersama korban di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat.
    Peristiwa bermula saat Ilham dan Raka tengah berajojing menyaksikan penampilan Steve Aoki di panggung Garuda Land.
    Di tengah aksi panggung disjoki asal Amerika Serikat itu, tiba-tiba beberapa orang yang mengaku dari pihak kepolisian menarik tangah Ilham. Orang tersebut meminta Ilham agar mengikutinya.
    Kemudian, Raka mengatakan, terduga polisi itu menarik Ilham sambil mengatakan, ‘Polisi, ayo ikut ke belakang’.
    Menurut cerita Ilham, dia tidak sendiri. Ada beberapa penonton DWP 2024 lain yang turut dibawa untuk dikumpulkan dan diperiksa oleh terduga polisi itu.
    Kepada terduga polisi tersebut, Ilham menjelaskan bahwa dirinya WNA asal Malaysia. Petugas lantas meminta paspor Ilham yang katanya untuk kebutuhan pemeriksaan administrasi.
    Setelah pemeriksaan ini, paspor Ilham tidak langsung dikembalikan. Terduga polisi tersebut malah mengetes tingkat kesadaran Ilham apakah mabuk atau tidak.
    “Kata teman aku, tes kesadarannya itu kayak bisa baca angka pada jari atau enggak, sama jalannya linglung atau enggak, sama dari bau mulut sih,” ujar Raka saat dihubungi
    Kompas.com
    melalui pesan Instagram, Kamis (19/12/2024).
    Usai tes, paspor Ilham tak kunjung dikembalikan. Ilham berupaya meminta, namun petugas tidak menggubris dan memilih berbincang dengan petugas lain.
    Di sisi lain, Raka yang menyadari Ilham tak kunjung kembali setelah 30 menit mencari keberadaan temannya.
    Singkat cerita, Raka bertemu dengan Ilham yang tengah memohon agar polisi mengembalikan paspor miliknya. Saat itu, wajah Ilham terlihat panik, sama seperti beberapa penonton DWP 2024 lain yang paspornya turut ditahan.
    Raka pun turut meminta polisi mengembalikan paspor tersebut. Namun, upaya ini tak juga membuahkan hasil.
    Raka lantas melihat paspor milik penonton DWP lain yang turut disita polisi, di dalamnya terselip uang. Dengan begitu, ia berinisiatif memberikan uang Rp 200.000.
    “Teman aku dites kesadaran doang. Tapi, kata dia ada yang dites urine juga. Tapi ya gitu, dipersulit pas balikin paspornya, pas habis bayar, ‘ya sudah sana’, gitu,” pungkas Raka.
    Setelah Raka memberikan uang, terduga polisi itu mengembalikan paspor milik Ilham.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Kenaikan PPN 12 Persen dan Dampak pada Kebiasaan Konsumsi Masyarakat
                        Nasional

    10 Kenaikan PPN 12 Persen dan Dampak pada Kebiasaan Konsumsi Masyarakat Nasional

    Kenaikan PPN 12 Persen dan Dampak pada Kebiasaan Konsumsi Masyarakat
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif
    Pajak
    Pertambahan Nilai (
    PPN
    ) menjadi 12 persen pada 1 Januari 2025 menuai kontra dari
    masyarakat
    .
    Kebijakan ini diprediksi akan memicu lonjakan harga barang dan jasa, yang berpotensi mengubah pola konsumsi masyarakat.
    Sejumlah warga mulai mencari alternatif untuk bertahan hidup di tengah ancaman kenaikan harga, terutama pada makanan dan minuman.
    Mereka khawatir bahwa PPN yang lebih tinggi akan memberikan efek domino yang merugikan.
    Shabrina Zakaria (28), seorang pekerja di Bogor, mengatakan akan mengurangi kebiasaan jajan di kafe dan memilih untuk memasak makanan sendiri di rumah.
    Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga kebutuhan akibat kenaikan PPN.
    “Kalau harga makanan naik, ya mau enggak mau harus mulai masak sendiri di rumah. Selama ini hampir tiap hari jajan karena lebih praktis, tapi kalau jadi mahal ya lebih baik masak, biar bisa lebih hemat,” ungkapnya saat diwawancarai
    Kompas.com
    , Jumat (20/12/2024).
    Shabrina juga berencana untuk membeli makanan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang harganya lebih terjangkau, serta melakukan pembayaran tunai untuk menghindari PPN tambahan.
    Selain menekan harga konsumsi, dia mengatakan, pengeluaran untuk kebutuhan hiburan juga akan dikurangi.
    Senada dengan itu, Dilla (28), seorang ibu rumah tangga, mengungkapkan bahwa ia akan mengurangi alokasi dana untuk jajan anaknya.
    “Mungkin setiap hari masak. Kalau pengeluaran yang bisa ditekan itu mungkin jajan anak-anak atau membeli makanan kemasan. Semua serba mahal, jadi harus lebih hemat,” katanya.
    Rencana kenaikan PPN juga memaksa Retsa (29), seorang pegawai swasta di Jakarta, untuk mengubah kebiasaan minum kopinya.
    Retsa mengaku biasa membeli kopi hingga empat kali seminggu.
    Dengan adanya kebijakan kenaikan PPN, dia akan membiasakan membuat kopi sendiri di rumah.
    “Kalau jajan kopi sekarang jadi mikir dua kali. Sebelum PPN naik saja harganya sudah mahal, bakal makin mahal. Jadi, saya mulai beli alat-alat buat bikin kopi di rumah dan cari biji kopi di pasar yang lebih murah,” ujarnya.
    Dwi (27), seorang warga Jakarta, merasa terbebani dengan rencana kenaikan harga makanan akibat PPN. Apalagi, belum ada kepastian pendapatan mereka meningkat.
    Ia dan suaminya terpaksa mengatur kembali pengeluaran sehari-hari.
    “Untuk saya yang baru nikah dan belum punya anak, mungkin sehari paling kecil beli makan dan minum itu Rp 100.000. Jadi kalau pajaknya naik di tengah pemasukan yang enggak naik, ya babak belur kita,” keluhnya.
    Dwi pun memilih untuk mengurangi alokasi dana untuk makanan ringan dan liburan demi menjaga kestabilan keuangan.
    “Sama mungkin,
    saving
    untuk
    badget
     jalan-jalan, mau enggak mau juga dijadiin dana ‘jaga-jaga’ kalau uang makin kurang,” tambahnya.
    Sementara itu, Elvita (25), seorang perantau asal Padang, juga menghadapi tantangan serupa.
    Lantaran tidak dapat memasak di kosnya, ia harus mengalokasikan dana lebih besar untuk membeli makanan.
    Imbasnya, dia akan memangkas pos anggaran lain untuk persiapan menghadapi kemungkinan kenaikan harga makanan. 
    “Salah satunya memangkas kayak mungkin biasanya membeli skincare atau
    body care
    , ya lebih diminimalisir lagi. Lebih fokus buat ngalihin ke makanan,” kata Elvita.
    Elvita juga mengurangi pengeluaran transportasi dengan memilih menggunakan transportasi umum.
    “Paling lebih sering naik transum (transportasi umum). Biasanya kan naik Gojek ke kantor, ya mau enggak mau harus naik Transjakarta, kereta, untuk bertahan hidup di Jakarta,” tutupnya.
    Dengan berbagai langkah yang diambil masyarakat, terlihat bahwa rencana kenaikan
    PPN 12 persen
    tidak hanya berdampak pada perekonomian, tetapi juga mempengaruhi gaya hidup dan kebiasaan konsumsi masyarakat sehari-hari.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 7
                    
                        Soal Bentrokan di Tanah Abang yang Tewaskan Pekerja Proyek, Warga: Penyerang Bukan dari Sini
                        Megapolitan

    7 Soal Bentrokan di Tanah Abang yang Tewaskan Pekerja Proyek, Warga: Penyerang Bukan dari Sini Megapolitan

    Soal Bentrokan di Tanah Abang yang Tewaskan Pekerja Proyek, Warga: Penyerang Bukan dari Sini
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Warga
    Kebon Kacang
    , Tanah Abang, Jakarta Pusat membantah keterlibatan warga dalam kasus penyerangan terhadap pekerja proyek.
    Seorang warga berinisial A menegaskan bahwa pelaku bukan berasal dari lingkungan sekitar.
    “Itu penyerangan bukan dari warga sini,” ujar A, seorang warga yang tinggal di Rusun Kebon Kacang, saat ditemui
    Kompas.com
    di lokasi kejadian, Jumat (20/12/2024).
    A, yang bekerja sebagai anggota keamanan setempat, menjelaskan bahwa lokasi proyek bersinggungan dengan RW 01 dan RW 03.
    Dia menegaskan bahwa penyerangan yang terjadi pada Selasa (17/12/2024) berlangsung secara tiba-tiba.
    Menurutnya, tidak ada warga yang berkumpul atau berinteraksi dengan pihak proyek.
    “Intinya ada keributan, bukan karena (warga lokal). Ini kan RW 1 ke sana (dari rusun ke depan lahan),” lanjut A.
    A menjelaskan bahwa lahan yang menjadi tempat konflik dulunya merupakan lahan terbengkalai hingga menjadi “hutan”.
    “Tadinya kan di sini lahan kosong. Yang jaga anak wilayah sini, tapi satpam (jaga) luar saja. Di dalam kan tadinya hutan, dulunya lebat. Baru mulai kosong 1-2 minggu belakangan ini,” jelasnya.
    Dia menambahkan bahwa banyak ular di dalam “hutan” tersebut sehingga warga tidak bisa masuk.
    Ketika proyek pembersihan lahan dimulai sekitar dua minggu yang lalu, warga sempat terganggu oleh pengerjaan yang berlangsung hingga tengah malam.
    “Tadinya enggak ada yang mantau. Kirain (pekerja) sudah ada izinnya (ke RW). Ternyata, mereka ini enggak izin kalau kerja sampai malam,” kata A.
    Menurutnya, RW dan tokoh masyarakat sempat menegur pihak pekerja proyek.
    Teguran ini diterima baik oleh pekerja.
    Saat itu, proyek pembersihan lahan sudah hampir selesai.
    “Enggak ada masalah, (RW) tegur saja. Dia (pekerja proyek) juga tahu paham, (mereka bilang) ‘Oh iya maaf’. Besoknya enggak ada lagi namanya kerja sampai malam, malah berhenti,” kata A yang mengaku kapan tepatnya teguran itu dilayangkan.
    Dia menegaskan bahwa sejak awal proyek hingga bentrokan terjadi, warga tidak memiliki masalah dengan pekerja proyek.
    “(Pelaku bentrokan) bukan tetangga di lokasi kejadian, orang luar. Makanya di TV itu beritanya warga, seolah-olah kita,” imbuhnya.
    Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat mengungkapkan kronologi bentrok antara warga dan pekerja proyek yang menewaskan satu orang di Kebon Kacang pada Selasa (17/12/2024).
    Kapolsek Tanah Abang AKBP Aditya Simanggara menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika seorang warga berinisial AH menemui pekerja proyek pada Minggu (15/12/2024) pukul 01.30 WIB.
    AH bermaksud menyampaikan keluhan masyarakat terkait pembangunan proyek.
    “Maksud kedatangan Saudara AH ini adalah menyampaikan keluhan warga sekitar terkait dengan pekerjaan yang sedang dilakukan, salah satunya adalah bekerja sampai larut malam,” ucapnya di Mapolsek Tanah Abang, Jumat (20/12/2024).
    Setelah menyampaikan keluhan pertama, AH kembali menemui pekerja proyek pada hari yang sama.
    Namun, kedatangan AH yang kedua kali justru ditolak dan diancam oleh pekerja proyek.
    “Nah kedatangan dari saudara AH ini yang kedua kali tidak diterima dengan baik oleh para pekerja dan penjaga tersebut, sehingga muncul adanya perkataan di mana saudara AH ini merasa terancam,” ucap Aditya.
    AH kemudian melapor ke ketua RW setempat.
    Para ketua RW sepakat untuk mendatangi pekerja proyek guna bermusyawarah.
    Musyawarah dilakukan pada Senin (16/12/2024) dan menghasilkan kesepakatan.
    Namun, beberapa warga tidak menerima hasil musyawarah dan berencana melakukan penyerangan.
    Aksi penyerangan terhadap pekerja proyek dilakukan pada Selasa (17/12) pukul 17.00 WIB.
    “Ada sekelompok warga yang berkumpul di depan lahan tersebut dan masuk ke dalam, langsung melakukan penyerangan. Nah dari akibat penyerangan tersebut satu orang meninggal dunia atas nama AS, usia 71 tahun,” kata Aditya.
    Polisi telah menangkap tiga pelaku terkait bentrokan ini, yakni AC (36), HT (41), dan ZH (41).
    Mereka dijerat Pasal 338 dan atau Pasal 170 dan atau Pasal 351 ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan matinya orang.
    Ketiganya terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
    Dua terduga pelaku lain masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
    “Kemudian ada dua orang yang kami sedang melakukan pengejaran, yaitu ER dan IP,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9
                    
                        Ketika Spanduk "Serang" Megawati Muncul di Bogor Jelang Kongres PDIP…
                        Megapolitan

    9 Ketika Spanduk "Serang" Megawati Muncul di Bogor Jelang Kongres PDIP… Megapolitan

    Ketika Spanduk “Serang” Megawati Muncul di Bogor Jelang Kongres PDIP…
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Sebuah spanduk berukuran sekitar 3×3 meter dengan latar belakang hitam muncul di dinding pinggir Tol Bogor Outer Ring Road (BORR), pada Rabu (18/12/2024).
    Spanduk tersebut menampilkan gambar Ketua Umum PDI-Perjuangan,
    Megawati Soekarnoputri
    , yang disertai tulisan ‘Megawati Ketum Ilegal’.
    Dalam gambar tersebut, wajah Megawati tampak menunjukkan raut muka sedih.
    Selain itu, spanduk tersebut menyampaikan tuduhan bahwa Megawati melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pasal 70 Ayat 1, yang menyatakan bahwa kongres merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam partai.
    Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata menegaskan bahwa pihaknya tetap solid mendukung kepemimpinan Megawati dan tidak akan terpengaruh oleh provokasi semacam ini.
    “Seluruh pengurus partai dan kader PDI Perjuangan Kota Bogor menolak provokasi yang berniat mengadu domba dan merusak PDI Perjuangan. PDIP Kota Bogor tetap solid dan fatsun kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri. Merdeka!” ungkap Dadang saat dihubungi
    Kompas.com
    , Kamis (19/12/2024).
    Dadang juga menyatakan bahwa spanduk tersebut dipasang secara ilegal dan bukan oleh kader partai.
    “Pemasangan secara ilegal bukan resmi. Itu usaha yang dilakukan orang pengecut yang berniat mengganggu kongres partai 2025 dan mengadu domba internal,” kata Dadang.
    Ia menambahkan bahwa spanduk tersebut segera dicopot oleh DPC PDIP Bogor, dan menduga bahwa pemasangannya dilakukan pada malam hari.
    Pihaknya pun telah melaporkan pemasangan spanduk ilegal ini ke aparat keamanan.
    “Mudah-mudahan tidak ada lagi, karena semua kader saya instruksikan supaya mengawasi wilayahnya. Saya sarankan jangan coba-coba lagi berani pasang itu (spanduk) di Kota Bogor,” kata Dadang.
    Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengeluarkan instruksi agar seluruh kader siaga satu dalam menghadapi upaya pihak luar yang berusaha mengacak-acak internal partai.
    Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menjelaskan bahwa instruksi itu disampaikan setelah pengurus partai mengendus adanya serangan menjelang
    kongres 2025
    .
    “Diserukan kepada seluruh jajaran partai agar bersiap siaga untuk melawan berbagai bentuk upaya untuk menyerang PDI Perjuangan. Dalam bahasa Ibu Megawati, mengaut-autkan, kira-kira seperti itu,” ujar Deddy dalam konferensi pers pada Kamis (19/12/2024).
    Deddy juga mengungkapkan bahwa isu-isu yang menyudutkan PDIP di bawah kepemimpinan Megawati muncul melalui pemasangan spanduk di sejumlah titik di Jakarta.
    “Kami melihat bahwa bertebaran spanduk ini dan kemudian adanya beberapa indikasi pengerahan
    buzzer-buzzer
    dan informasi-informasi sesat tentang PDI Perjuangan,” kata Deddy.
    Ketika ditanya lebih lanjut, Ketua DPP PDI-P Ronny Talapessy menambahkan bahwa kondisi ini menciptakan situasi siaga satu di internal partai untuk merespons upaya yang dianggap mengancam PDI Perjuangan.
    “Dengan beredarnya baliho dan spanduk yang sifatnya menghasut telah menciptakan kondisi siaga-1 di internal PDI Perjuangan untuk memberikan reaksi terhadap adanya upaya ‘mengawut-awut’ PDI Perjuangan menjelang Kongres PDI Perjuangan sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri,” katanya.
    Pengamat politik dari UIN Jakarta, Ahmad Bakit Ihsan, menilai bahwa kemunculan spanduk ilegal yang menyerang Megawati bisa jadi simbol kekecewaan dari sejumlah pihak setelah partai memecat kader-kader yang dianggap tidak loyal.
    “Banyak makna yang bisa ditangkap di balik pemasangan spanduk bernada gugatan terhadap Megawati. Satu, adanya kekecewaan terhadap pemecatan kader-kader PDIP yang dianggap tidak loyal,” kata Ahmad saat dihubungi
    Kompas.com
    pada Jumat (20/12/2024).
    Ahmad juga melihat bahwa Megawati sebagai tokoh sentral PDIP menjadi target manuver pihak-pihak tertentu, terutama menjelang kongres yang akan datang.
    “PDIP di tingkat pusat di bawah kendali Megawati masih mengambil jarak dengan pemerintah, sehingga beragam gerakan dilakukan oleh yang berkepentingan untuk menggoyang Megawati,” imbuhnya.
    Dia mengatakan, keberadaan PDIP sebagai partai yang menguasai lembaga eksekutif dan legislatif selama dua periode terakhir, masih dinilai sebagai tantangan bahkan ancaman oleh partai lain.
    Ahmad menilai, ada pihak-pihak yang ingin mengucilkan atau mengkanalisasi PDI-P dari konstelasi politik Indonesia. Dan, upaya ini dinilai cukup berhasil setelah melihat hasil Pemilu.
    “PDIP yang berhasil menguasai eksekutif dan legislatif selama dua periode merupakan tantangan bagi partai lainnya, sehingga perlu “dikanalisasi” dan berhasil. PDIP periode sekarang hanya menang di legislatif dan itu pun dibuat sendirian,” kata Ahmad.
    Ia menganggap spanduk tersebut sebagai bagian dari kompetisi politik antar elite yang berusaha meraih kekuasaan di luar mekanisme prosedural.
    “Ya, ini bagian dari dinamika kompetisi politik antar elite yang berusaha meraih kekuasaan melampaui mekanisme prosedural,” tutup Ahmad.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 5
                    
                        Hilang Kendali, Mobil Tabrak Pohon di Bantul dan Sopirnya Tewas 
                        Yogyakarta

    5 Hilang Kendali, Mobil Tabrak Pohon di Bantul dan Sopirnya Tewas Yogyakarta

    Hilang Kendali, Mobil Tabrak Pohon di Bantul dan Sopirnya Tewas
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com

    Kecelakaan lalu lintas
    tunggal terjadi di Jalan Prof Dr Wirjono Projodikoro, tepatnya di Padukuhan Sorowajan, Panggungharjo, Kapanewon Sewon,
    Bantul
    , DI Yogyakarta, pada Sabtu (21/12/2024) dini hari.
    Akibat kecelakaan tersebut, sopir kendaraan meninggal dunia.
    Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan mobil
    Daihatsu Grandmax
    dengan nomor polisi AB 8018 NH yang dikemudikan oleh Akhmad Comarudin (27), warga Gamping, Sleman.
    Dalam mobil tersebut juga terdapat penumpang bernama Rizki Candra Gunawan (17), warga Magelang, Jawa Tengah.
    Kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.15 WIB.
    Peristiwa bermula ketika mobil melaju dari arah barat menuju timur.
    Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali.
    “Kendaraan kemudian oleng ke kanan, menabrak pohon, dan terguling sehingga terjadilah
    kecelakaan lalu lintas
    tunggal,” ujar Jeffry saat dihubungi wartawan melalui telepon.
    Jeffry menambahkan bahwa sopir mengalami cedera kepala berat dan patah tangan kanan, yang mengakibatkan kematiannya di lokasi kejadian.
    Sementara itu, penumpang mengalami cedera kepala ringan dan lecet di tangan, dan saat ini dirawat di RSUD Kota Yogyakarta.

    Sopir meninggal
    dunia di lokasi,” kata dia.
    Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan juga mengalami kerusakan parah pada bagian depan.
    Jeffry mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara dan mematuhi peraturan lalu lintas.
    “Jika lelah, lebih baik beristirahat,” tegasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mengungkap Operasi Senyap Polisi usai Tragedi Kanjuruhan Malang…
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        21 Desember 2024

    Mengungkap Operasi Senyap Polisi usai Tragedi Kanjuruhan Malang… Surabaya 21 Desember 2024

    Mengungkap Operasi Senyap Polisi usai Tragedi Kanjuruhan Malang…
    Tim Redaksi
    MALANG, KOMPAS.com
    – AKBP
    Putu Kholis
    Aryana, Kapolres
    Malang
    yang baru dilantik, berupaya memulihkan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca
    Tragedi Kanjuruhan
    yang terjadi pada 1 Oktober 2022.
    Penunjukan Putu Kholis sebagai Kapolres Malang dilakukan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres sebelumnya, AKBP Ferli Hidayat, dua hari setelah tragedi tersebut.
    Sebagai bagian dari upaya
    pemulihan
    , Putu Kholis menulis
    buku
    berjudul “Move in Silence: Untold Story of Kanjuruhan Disaster”.
    Buku
    setebal 300 halaman ini mengungkap kisah-kisah yang belum terungkap mengenai penanganan tragedi besar dan dampaknya terhadap masyarakat.
    Dalam acara bedah buku yang diadakan di Universitas Brawijaya pada Jumat (20/12/2024), Putu Kholis menjelaskan bahwa buku ini bukan sekadar catatan peristiwa, tetapi juga sebagai pengingat penting bagi institusi kepolisian untuk belajar dari sejarah kelam tersebut.
    “Buku ini merupakan sebuah pelajaran penting yang tidak boleh dilupakan oleh Polres Malang agar kedepan tidak boleh terulang kembali,” tegasnya.
    Putu Kholis menekankan bahwa pendekatan hukum saja tidak cukup dalam menangani dampak tragedi.
    Ia menilai pentingnya pendekatan sosial, budaya, dan kemanusiaan.
    “Interaksi langsung dengan keluarga korban menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan luka sosial yang ditinggalkan tragedi ini,” ujarnya.
    Selama proses pemulihan, Putu Kholis menyatakan bahwa pihaknya lebih banyak mendengar dan merespons kebutuhan dari setiap keluarga korban.
    “Sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai pihak yang saya rasa paling perlu dimintai tanggung jawab besar dalam
    tragedi Kanjuruhan
    ,” jelasnya.
    Ada tiga hal utama yang terus dilakukan oleh Polres Malang untuk membangun kepercayaan publik pasca tragedi.
    Pertama, Transformative Justice, yaitu pendekatan berorientasi pada penanganan hukum untuk meredam konflik.
    Kedua, Peace Making Criminology, yang lebih fokus pada mendengarkan dan memulihkan hubungan dengan menyesuaikan kearifan lokal.
    Ketiga, Community Policing, yang mengedepankan interaksi antara polisi dan masyarakat dalam mendeteksi serta menyelesaikan masalah keamanan dan ketertiban masyarakat.
    “Interaksi dengan keluarga korban adalah upaya Polres Malang dalam merespons harapan mereka. Hal itu bukan hal yang mudah, dan tidak mungkin saya lupakan. Dari situ kita banyak mengambil pelajaran dari tragedi Kanjuruhan, itu nilai-nilai pentingnya,” tuturnya.
    Melalui buku ini, Putu Kholis berharap dapat memberikan perspektif baru tentang cara kepolisian menghadapi tantangan besar dalam menjaga keamanan.
    Ia menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan komprehensif agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.
    “Insyaallah kalau kita lakukan lebih sistematis, tentu kita punya arah yang benar untuk memulihkan situasi yang rumit seperti Kanjuruhan,” pungkasnya.
    Buku ini rencananya akan dibagikan kepada media dan pejabat utama Polri terlebih dahulu, sebelum akhirnya diberikan secara gratis kepada masyarakat.
    Acara bedah buku tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof.
    Widodo, serta sejumlah akademisi, mahasiswa, perwakilan media, dan masyarakat.
    Sebagai informasi, Tragedi Kanjuruhan merupakan tragedi maut dalam dunia sepak bola yang terjadi saat laga Arema FC kontra Persebaya FC, di mana 135 supporter Arema FC tewas akibat kerumunan setelah timnya mengalami kekalahan 2-3.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Diblokade Warga, Perusahaan Sawit di Bengkulu Utara Lumpuh 46 Hari
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        21 Desember 2024

    Diblokade Warga, Perusahaan Sawit di Bengkulu Utara Lumpuh 46 Hari Regional 21 Desember 2024

    Diblokade Warga, Perusahaan Sawit di Bengkulu Utara Lumpuh 46 Hari
    Tim Redaksi
    BENGKULU, KOMPAS.com

    Aksi blokade
    yang dilakukan oleh warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat
    Bumi Pekal
    (FMBP) terhadap PT Agricinal telah berlangsung selama 46 hari, menyebabkan lumpuhnya seluruh kegiatan perusahaan.
    Pada Jumat (20/12/2024), pertemuan antara warga dan pihak perusahaan yang difasilitasi oleh Pemda Bengkulu Utara tidak membuahkan hasil.
    Satreskrim Polres Bengkulu Utara telah memeriksa lima orang warga terkait aksi pencurian buah kelapa sawit dan pendudukan lahan.
    “Memang terkait aksi pendudukan lahan dan pencurian buah sawit oleh warga, perusahaan telah melapor pada Polres. Kami telah memeriksa lima orang, saat ini kami tengah melakukan penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara, Iptu Rizky Dwi Cahyo, saat diwawancarai di Mapolres Bengkulu Utara.
    Ia menambahkan bahwa pihak perusahaan melaporkan adanya aktivitas pendudukan lahan yang dilakukan oleh sejumlah warga dan pencurian buah sawit.
    “Selain memeriksa soal pendudukan lahan dan pencurian, kami juga memeriksa keabsahan FMBP,” jelasnya.
    Saukani, salah seorang tokoh FMBP yang turut diperiksa, menegaskan bahwa dirinya tidak memerintahkan warga untuk memblokade dan menduduki lahan.
    “Kami tidak pernah memerintahkan warga untuk menduduki lahan. Namun itu inisiatif warga sebagai bentuk kekecewaan atas konflik yang tidak selesai,” ungkapnya.
    Sementara itu, Manajer Legal PT Agricinal, Afriyadi, menyatakan bahwa aksi pendudukan lahan dan blokade masih terus berlanjut.
    “Aksi masih berlanjut pagi ini, warga terus menduduki lahan,” katanya pada Sabtu (21/12/2024).
    Sebelumnya, ratusan warga yang menamakan diri FMBP melakukan aksi pendudukan dengan menutup semua akses masuk ke perusahaan.
    Mereka menuntut agar PT Agricinal dapat menunjukkan dokumen Hak Guna Usaha (HGU) asli perusahaan serta transparan dalam menunjukkan batas-batas HGU.
    “Kami menuntut agar perusahaan transparan, mana wilayah yang masuk HGU mana yang tidak,” ungkap Saukani.
    Akibat aksi tersebut, PT Agricinal mengeklaim bahwa seluruh kegiatan perusahaan telah lumpuh total selama 46 hari.
    Sebanyak 3.000 orang karyawan dan keluarganya tidak dapat bekerja, dan 700 ton CPO tidak dapat dijual.
    “Kami berharap situasi seperti ini segera berlalu dengan solusi yang baik,” kata Afriyadi.
    Menurut FMBP, PT Agricinal pertama kali hadir pada tahun 1985 dengan HGU seluas 8.902 hektare.
    Pada tahun 2020, perusahaan memperpanjang izin dengan mengeluarkan lahan seluas 1.800 hektare atau 20 persen dari total HGU, sehingga saat ini HGU yang berlaku menjadi 6.269 hektare.
    Selisih 1.800 hektare inilah yang menjadi tuntutan FMBP agar perusahaan dapat memberikan transparansi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ibu Tiri di Sumbawa Aniaya Anak dengan Kabel Listrik, Polisi Bertindak 
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        21 Desember 2024

    Ibu Tiri di Sumbawa Aniaya Anak dengan Kabel Listrik, Polisi Bertindak  Regional 21 Desember 2024

    Ibu Tiri di Sumbawa Aniaya Anak dengan Kabel Listrik, Polisi Bertindak 
    Tim Redaksi
    SUMBAWA, KOMPAS.com
    – Kasus kekerasan terhadap anak terjadi di Kecamatan Utan, Kabupaten
    Sumbawa
    , Nusa Tenggara Barat (NTB), di mana R (9) dipukuli oleh ibu tirinya, YZ, menggunakan kabel listrik.
    Akibat
    penganiayaan
    tersebut, sekujur tubuh R mengalami lebam dan memar.
    Fatriatulrahma, aktivis Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa, mengungkapkan bahwa pendampingan terhadap korban telah dilakukan.
    Ia menjelaskan bahwa ibu korban telah meninggal dunia setahun lalu, dan saat ini R diasuh oleh ayahnya dan ibu tirinya.
    “Kami sudah dampingi saat anak korban diperiksa penyidik bersama pelapor, dan juga pemeriksaan oleh psikolog pada Kamis (19/12/2024),” ujar Atul, sapaan akrabnya, saat ditemui pada Sabtu (21/12/2024).
    Atul menambahkan bahwa kondisi terduga pelaku saat ini sedang hamil.
    “Saat ini terduga pelaku sudah diamankan Polsek Utan. Karena kondisi
    ibu tiri
    (terduga pelaku) sedang ngidam, jadi masih dipantau terus kondisinya oleh petugas medis di Puskesmas Utan,” jelasnya.
    Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Dilia Pria Firmawan, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kasus ini.
    “Benar. Posisi perkara kasus ditarik penanganannya oleh Unit IV PPA Sat Reskrim. Sebelumnya, kasus ini ditangani Polsek Utan,” kata Dilia.
    Dilia menyebutkan bahwa korban, saksi, serta terduga pelaku telah diperiksa oleh penyidik.
    Selain itu, korban juga telah mendapatkan konseling dari psikolog untuk membantu proses penanganan jika terjadi trauma akibat kekerasan yang dialami.
    Kronologi kejadian berawal ketika R pulang dari sekolah pada Rabu (11/12/2024) dan diadukan oleh temannya, KS, kepada ibu tirinya terkait masalah yang terjadi di sekolah.
    Setelah bermain bola, ibu tiri langsung memukul R.
    “Tanpa basa-basi, ibu tiri langsung memukul korban dengan menggunakan kabel listrik 8 inci berwarna putih. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya,” jelas Dilia.
    Keluarga dari pihak ibu kandung korban menyatakan keberatan atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ibu tiri.
    Mereka mendesak ayah korban untuk melaporkan kasus ini ke polisi.
    “Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mengumpulkan sejumlah bukti,” pungkas Dilia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.