Category: Kompas.com Metropolitan

  • 1.400 Eks Anggota Jamaah Islamiyah Ikrar Setia ke NKRI di Solo
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        22 Desember 2024

    1.400 Eks Anggota Jamaah Islamiyah Ikrar Setia ke NKRI di Solo Regional 22 Desember 2024

    1.400 Eks Anggota Jamaah Islamiyah Ikrar Setia ke NKRI di Solo
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    -Sejumlah mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) menyatakan ikrar kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Convention Hall Terminal Tirtonadi,
    Solo
    , Jawa Tengah, Sabtu (21/12/2024).
    Deklarasi kesetiaan ini diikuti oleh eks JI dari seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun daring.
    Ikrar dipimpin oleh Ustaz Nuaim, mantan tokoh senior JI, dan diikuti seluruh eks anggota JI yang hadir.
    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Densus 88 Antiteror Polri Irjen Pol Sentot Prasetyo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Eddy Hartono, serta sejumlah pejabat negara hadir menyaksikan ikrar ini.
    Mereka termasuk Menteri Sosial Siafullah Yusuf, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, dan Wali Kota Solo Teguh Prakosa.
    Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol Sentot Prasetyo, menyampaikan bahwa pembubaran
    Jamaah Islamiyah
    telah dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia.
    Ia menegaskan, eks anggota JI menunjukkan komitmen penuh untuk kembali ke NKRI.
    “Kami melihat mereka telah berkomitmen untuk sepenuhnya kembali ke NKRI,” kata Sentot dalam acara deklarasi tersebut.
    Sentot menambahkan, deklarasi ini menjadi bukti nyata bahwa persatuan dan kesadaran kolektif mampu mengatasi perpecahan. Kehadiran eks JI di acara ini, katanya, adalah simbol nyata sinergi dalam menjaga persatuan bangsa.
    “Ikrar ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir dengan tangan terbuka menyambut mereka kembali sebagai bagian penting dari bangsa Indonesia,” ujar Sentot.
     
    Menurut Sentot, sekitar 1.400 mantan anggota JI hadir secara langsung, sementara sekitar 7.000 lainnya mengikuti secara daring dari 34 daerah, 36 lembaga pemasyarakatan, dan dua rumah tahanan.
    “Setiap orang memiliki masa lalu. Begitu juga mereka. Mereka telah menjalani konsekuensi atas perjalanan yang keliru, baik melalui proses hukum maupun refleksi hingga menemukan kebenaran sejati,” ujarnya.
    Sentot menekankan bahwa mantan anggota JI kini memahami bahwa perjuangan sejati bukanlah melawan negara, tetapi bersama-sama membangun bangsa.
    “Hari ini mereka datang dengan hati yang tulus, berikrar kembali kepada NKRI, dan berkomitmen berkontribusi untuk negeri ini,” tutup Sentot.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 2
                    
                        Pangkalan Militer AS, Papua Barat, dan Perkara “Sa bodo tapi Sa tau”
                        Nasional

    2 Pangkalan Militer AS, Papua Barat, dan Perkara “Sa bodo tapi Sa tau” Nasional

    Pangkalan Militer AS, Papua Barat, dan Perkara “Sa bodo tapi Sa tau”
    Doktor Sosiologi dari Universitas Padjadjaran. Pengamat sosial dan kebijakan publik. Peneliti di Indonesian Initiative for Sustainable Mining (IISM). Pernah berprofesi sebagai Wartawan dan bekerja di industri pertambangan.
    PADA
    pertengahan tahun lalu, tepatnya Juni 2023, draft kerja sama dari militer
    Amerika Serikat
    diajukan dan disepakati oleh Parlemen
    Papua
    Nugini.
    Di dalam perjanjian kerja sama militer tersebut dinyatakan bahwa Militer Amerika Serikat memiliki hak untuk mengembangkan kegiatan militer di satu sisi dan beroperasi dari pangkalan militer Amerika di
    Papua Nugini
    di sisi lain.
    Tentu sebagai konsesi, Papua Nugini, terutama militernya, akan mendapatkan berbagai jenis bantuan dari negara Paman Sam untuk mengembangkan militernya.
    Secara teknis, berdasarkan penjanjian tersebut, dengan persetujuan Papua Nugini, Amerika Serikat dapat menempatkan tentara dan kapal perangnya di enam pelabuhan dan bandar udara penting, termasuk Pangkalan Angkatan Laut Lombrum di Pulau Manus dan sejumlah fasilitas lain di ibu kota, Port Moresby.
    Dengan kata lain, Washington akan memiliki “akses tak terbatas” ke lokasi tersebut untuk “menempatkan peralatan, perlengkapan, dan material”, serta memiliki “hak penggunaan eksklusif” pada beberapa zona di mana dapat dilakukan pengembangan “aktivitas konstruksi” di zona-zona tersebut.
    Jika dilihat isi perjanjiannya, terlihat jelas bahwa Amerika Serikat memang cukup serius ingin bekerjasama dengan Papua Nugini, karena tingkat akses yang didapat cukup luas dan leluasa di satu sisi.
    Di sisi lain, kualitas keterkaitan yang ingin dibangun oleh kedua negara juga terbilang cukup lengket karena mencakup jenis aktifitas yang harus didukung oleh izin pembangunan “konstruksi” baru, sebagai gambaran bahwa jika diperlukan Amerika Serikat bisa membangun pangkalan militer yang lengkap dengan berbagai fasilitas pendukungnya di Papua Nugini.
    Ada apa gerangan? Mengapa tiba-tiba Amerika Serikat meningkatkan kerja sama militer dalam lingkup yang cukup luas dan kualitas kerja sama yang cukup “erat” dengan Papua Nugini?
    Padahal jika dilihat secara lebih detail ke dalam negara Papua Nugini sendiri, Amerika sebenarnya tak memiliki aset berharga untuk dilindungi, layaknya di negara-negara terdekat dari kawasan Indopasifik seperti Jepang, Korea, Taiwan, dan negara-negara kepulauan di Pasifik, atau pula di negara-negara Timur Tengah.
    Bahkan jika dilihat dari sisi bisnis, terutama pertambangan, China jauh lebih banyak memiliki aset di Papua Nugini ketimbang Amerika Serikat.
    Sebagian besar analis menduga bahwa inisiasi strategis Amerika Serikat tersebut terkait erat dengan semakin tegangngya relasi geopolitis antara Amerika Serikat dan China di wilayah Asia Pasifik.
    Sehingga sebagai imbasnya, Amerika Serikat membangun sebanyak-banyaknya perjanjian kerja sama militer dengan negara-negara yang terkait dengan kawasan Indopasifik, termasuk salah satunya Papua Nugini.
    Jika dilihat secara geostrategis dan geografis, Papua Nugini memang berada pada garis “ketiga” dari tiga lapis garis pertahanan China di Asia Pasifik, meskipun berada pada titik terujung.
    Pun dari sisi Amerika Serikat, Papua Nugini juga tersentuh garis kedua dari tiga lapis garis pertahanan Amerika Serikat di Indopasifik, pun terletak di garis terujungnya.
    Sehingga, secara strategis sebenarnya posisi Papua Nugini kurang terlalu penting, meskipun bukan berarti tidak penting bagi Amerika Serikat.
    Namun, mari kita andaikan saja Papua Nugini cukup penting bagi keduanya, terutama bagi Amerika Serikat, untuk rencana pembendungan ekspansi China ke depannya.
    Lantas, apakah itu adalah “the one and only” motif dari rencana geopolitis-strategis Amerika Serikat di Papua Nugini yang pada masa lalu oleh Australia diberi sebutan “Territory of Papua” itu?
    Atas pertanyaan kedua tersebut, saya justru memiliki perspektif lain. Amerika Serikat, dalam hemat saya, juga melihat Papua dan isu Papua Barat sebagai target lainnya yang ingin dijaga dan dikawal, jika muncul kemungkinan-kemungkinan terjadinya
    referendum
    baru di Papua dengan model referendum yang lebih bebas-demokratis setelah gerakan-gerakan pendukung Papua Barat berhasil berdiplomasi di PBB, sehingga muncul kemungkinan lepasnya Papua Barat dari Indonesia setelah itu.
    Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pangkalan Militer Amerika Serikat di Papua Nugini mendadak menjadi urgen bagi Amerika Serikat tentunya.
    Andaikan jika itu terjadi, Amerika Serikat tentu bisa melakukan aksi gerak cepat untuk melindungi proses referendumnya di satu sisi dan melindungi Papua Barat sebagai kandidat negara baru di sisi lain, dari aksi “tidak terima Indonesia” atas kemungkinan yang bermula dari putusan PBB tersebut, yang berisiko membuat Indonesia kemudian mengambil langkah militer untuk menekan Papua Barat.
    Kemungkinan ini, dalam kacamata khusus, sebenarnya cukup masuk akal dan cukup bisa diterima logika, jika dilihat dari kacamata geopolitis di satu sisi dan dalam kacamata preseden sikap Amerika Serikat di sisi lain, terutama terkait dengan upayanya dalam melindungi proses referendum Papua Barat dan memproteksi calon negara baru di Tanah Papua.
    Karena jika lahir mandat PBB semacam itu dalam waktu-waktu mendatang, bagaimanapun jika itu linier dengan kepentingan Amerika Serikat, maka Amerika Serikat diminta ataupun tidak, akan dipastikan menjadi negara terdekat pertama yang akan memberikan perlindungan kepada Papua Barat, selain Australia tentunya.
    Apalagi, sebenarnya tidak ada yang benar-benar mengetahui sudah sejauh mana lobi-lobi para pihak yang terkait dengan kemerdekaan Papua Barat di level internasional di satu sisi dan di PBB di sisi lain.
    Dengan kata lain, keberhasilan TNI/Polri di lapangan dalam menekan pergerakan OPM dan jejaringnya di Papua, sama sekali bukanlah patokan utama dalam melihat kemungkinan apakah Papua Barat berpeluang lepas atau tidak dari Indonesia.
    Karena jika kita mau belajar dari sejarah, betapa Indonesia sangat tertekannya secara militer pasca-Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada Agustus 1945. Namun, melalui jalur lain Indonesia akhirnya bisa menyempurnakan kemerdekaannya di Perjanjian Meja Bundar 1949.
    Bahkan Indonesia sama sekali tak berdaya ketika agresi militer Belanda pertama dan kedua dilancarkan. Ketika itu, Indonesia sebagai negara yang memiliki kekuatan militer, meskipun belum sempurna, sudah nyaris tidak bisa melawan lagi.
    Para pemimpin utama Indonesia telah dipenjarakan. Sehingga diplomasi di PBB di satu sisi dan suasana perang dingin di sisi lain yang mengharuskan Amerika Serikat untuk menekan Belanda agar segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia di tahun 1949 di sisi lain, adalah dua hal yang sangat krusial dalam menopang diakuinya Indonesia sebagai negara bangsa merdeka alias tidak lagi dianggap sebagai negara jajahan.
    Dalam kajian buku-buku sejarah geopolitik yang membahas peta besar geopolitik jelang diakuinya Indonesia di dalam Konperensi Meja Bundar dengan gamblang menuliskan betapa dukungan dan tekanan dari Amerika Serikat kepada Belanda agar segera memberikan pengakuan kepada Indonesia menjadi faktor yang sangat penting.
    Selain muncul bukti bahwa Belanda ternyata menggunakan senjata dan perlengkapan tempur yang semula berasal dari program “lend lease” yang dikeluarkan Amerika Serikat dalam membantu sekutu melawan Jerman, tapi akhirnya juga dipakai oleh Belanda untuk melakukan agresi militer pertama dan kedua di Indonesia.
    Begitu pula dengan anggaran Marshall Plan untuk Belanda, yang juga berasal dari Amerika Serikat, dipakai untuk mencoba menundukkan kembali Indonesia pasca-1945 oleh Belanda.
    Kedua hal itu cukup membuat Amerika Serikat marah kepada Belanda. Namun, ada faktor lain yang tak kalah pentingnya.
    Faktor lainnya yang membuat Amerika Serikat harus menekan Belanda, selain kedua faktor di atas, adalah dimulainya ketegangan geopolitis dengan Uni Soviet di Eropa, alias lahirnya “kawasan “iron Curtain” di Jerman.
    Amerika Serikat dan Eropa akhirnya membutuhkan tambahan pasukan dari kawasan lain untuk digeser dan ditumpuk di Eropa untuk mengimbangi jutaan tentara Stalin yang sudah terlanjur menumpuk di Jerman Timur dan Negara-Negara Eropa Timur pasca-Jerman tumbang.
    Nah, salah satunya adalah pasukan Belanda di Indonesia, yang bisa ditarik segera ke Eropa untuk mendukung kekuatan Sekutu menghadapi kemungkinan perang dengan Uni Soviet, jika Belanda bisa sesegera mungkin hengkang dari Indonesia.
    Kondisi geopolitis serupa nampaknya juga ada di hari ini, baik karena telah dimulainya perang dingin baru antara Amerika Serikat dan China (
    New Cold War
    ) di satu sisi dan karena kepentingan Amerika Serikat untuk membuat Indonesia tak condong ke China di sisi lain.
    Artinya, Papua Barat boleh jadi dijadikan oleh Amerika Serikat sebagai target untuk memberikan peringatan kepada Indonesia, jika Indonesia secara terbuka berani berada di sisi China.
    Karena itulah mengapa Indonesia harus mulai melihat upaya Amerika Serikat di Papua Nugini dalam kacamata kritis di satu sisi dan mulai memikirkan masalah Papua Barat benar-benar sebagai masalah strategis dan serius di sisi lain alias tidak sekadar urusan operasi militer di lapangan.
    Namun cukup disayangkan ketika Prabowo Subianto merumuskan masalah khusus yang harus segera ditangani sekaligus dengan utusan khusus presiden yang akan menyelesaikannya, masalah Papua Barat tidak termasuk di dalamnya.
    Padahal, masalah Papua sangatlah unik dan sudah menahun. Unik karena persoalan tak selesai sebab menggunakan formula penyelesaian yang didatangkan dari Jakarta, alias tak benar-benar lahir di Papua.
    Sehingga di lapangan, di tataran masyarakat Papua sendiri, apapun langkah yang diambil oleh pemerintah pusat untuk menyelesaian masalah Papua, sudah lebih dahulu dicurigai sebagai “rencana-rencana baru” untuk “menipu Papua”, terlepas sebenarnya belum tentu demikian niatan Jakarta.
    Kira-kira bunyi tanggapan masyarakat Papua yang sering saya dengar kala di sana adalah sebagai berikut, “Sa bodo tapi Sa tau”.
    Pernyataan pengakuan yang memiliki arti bahwa meskipun orang Papua Bodoh, tapi mereka mengetahui intensi “kurang baik” dari Indonesia yang hanya ingin menikmati tanah Papua sebagai menu santapan ekonominya.
    Dengan kata lain, rasa tidak percaya orang Papua kepada Indonesia sudah benar-benar berada pada titik nadir.
    Jika sampai terjadi referendum dengan sistem “one man one vote” di Bumi Papua atas isu Papua Barat, maka peluang Indonesia atau opsi pro-integrasi dengan Indonesia untuk menang sangatlah kecil.
    Ditambah lagi dengan hadirnya pangkalan baru Militer Amerika Serikat di Papua Nugini, yang sebenarnya dimaknai secara berbeda oleh orang Papua Barat, yakni sebagai simbol dukungan “hampir” penuh dari Amerika Serikat kepada Papua barat.
    Maka mau tak mau hal itu akan semakin memperburuk prospek Indonesia di tanah Papua jika ternyata suatu waktu terjadi referendum.
    Oleh karena itu, menurut hemat saya, pemerintah harus benar-benar mulai sangat serius dalam menangani masalah Papua Barat.
    Jika Badan Otonomi Khusus bertugas memastikan terealisasinya poin-poin penting di dalam status Otonomi Khusus yang telah diterima oleh Papua, semestinya ada utusan khusus yang selevel dengan menteri yang menangani urusan di luar urusan Otonomi Khusus tersebut.
    Utusan khusus tersebut fokus pada pencarian solusi-solusi strategis agar bisa semakin berdamai dan berdekatan dengan rakyat Papua dari segala tingkatan di satu sisi dan meningkatkan keterikatan emosial psikologis rakyat Papua dengan Indonesia di sisi lain, sembari menjauhkan kemungkinan-kemungkinan pengaruh asing di Papua.
    Pendeknya, dalam konteks yang telah saya jelaskan di atas, mengapa utusan khusus atau staf khusus percepatan penyelesaian masalah Papua, yang diduduki oleh tokoh atau figur yang memang benar-benar memahami dan punya hati untuk Papua di satu pihak dan benar-benar bisa diterima oleh rakyat Papua di pihak lain, menjadi sangat strategis dan krusial sifatnya saat ini.
    Tak menutup kemungkinan figur tersebut berasal dari militer, karena toh memang ada banyak figur militer yang pernah sangat lama bertugas di Bumi Cendrawasih dan memiliki hubungan baik dengan banyak tokoh Papua.
    Intinya, dalam hemat saya, memang diperlukan tim khusus untuk mempercepat proses penyelesaian masalah Papua, di luar Badan Otonomi Khusus, sebelum digoreng secara geopolitis oleh kekuatan-kekuatan besar dunia, salah satunya oleh Amerika Serikat.
    Semoga gagasan sederhana ini sampai kepada Presiden Republik Indonesia terpilih Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Tangkap Joki yang Getok Tarif Jalur Alternatif Rp 850.000 di Puncak Bogor
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        21 Desember 2024

    Polisi Tangkap Joki yang Getok Tarif Jalur Alternatif Rp 850.000 di Puncak Bogor Bandung 21 Desember 2024

    Polisi Tangkap Joki yang Getok Tarif Jalur Alternatif Rp 850.000 di Puncak Bogor
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Kepolisian menangkap seorang joki atau pemandu jalur alternatif yang memungut tarif Rp 850.000 dari rombongan wisatawan yang menuju Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/12/2024).
    Penangkapan ini dilakukan setelah beredarnya video yang menunjukkan praktik
    pungutan liar
    (pungli) oleh joki tersebut.
    Kapolsek Megamendung, AKP Dedi Hermawan menjelaskan, penangkapan berlangsung di SPBU Tugu, wilayah Cisarua.
    Pelaku yang ditangkap berinisial CN alias Bokep.
    “Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut,” ungkap Dedi saat dikonfirmasi Kompas.com.
    Dedi menyebut, peristiwa viral di media sosial itu sebenarnya terjadi pada Kamis (19/12/2024). Saat itu, pihaknya langsung menelusuri lokasi kejadian di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua.
    CN alias Bokep kini telah diamankan di Polsek Megamendung untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
    Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan aksi pungli oleh
    joki jalur alternatif
    terhadap rombongan wisatawan.
    Dalam video tersebut, wisatawan yang mengemudikan kendaraan mengaku dimintai tarif  Rp 850.000 untuk menggunakan jasa joki menuju Puncak.
    Pengemudi dalam video itu mengungkapkan kekecewaannya.
    “Nggak boleh dong kayak gitu karena pembicaraan kita di awal seikhlasnya. Bapak awalnya bilang (sini) ikut alternatif, saya tanya mau dibayar berapa, bapak bilang seikhlasnya. Makanya saya cuman ada Rp 150.000 karena dari tadi saya isi bensin dan sebelum itu juga muter-muter,” jelasnya.
    Apalagi, sambung pengemudi, dirinya masih kuliah yang masih mendapatkan bantuan dana dari orangtua. Termasuk teman-temannya.
    Video berdurasi dua menit itu menggambarkan perdebatan antara pengemudi dan joki, yang menunjukkan ketidakpuasan wisatawan terhadap tarif yang diminta.
    Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian, yang berkomitmen untuk menindaklanjuti praktik pungli yang merugikan masyarakat.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Unik, Warga Bandung Kini Bisa Kirim Salam Via Videotron di Braga
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        21 Desember 2024

    Unik, Warga Bandung Kini Bisa Kirim Salam Via Videotron di Braga Bandung 21 Desember 2024

    Unik, Warga Bandung Kini Bisa Kirim Salam Via Videotron di Braga
    Editor
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Menjelang Natal dan Tahun Baru, sebuah
    Videotron
    besar terpasang di kawasan wisata
    Braga
    , Bandung, Jawa Barat. Videotron ini menarik minat wisatawan, khususnya
    warga Bandung
    .
    Mereka mencoba berbagai fitur inovatif yang dimiliki
    videotron
    tersebut. Salah satunya kirim salam. Jika zaman dulu orang suka sengaja berkirim salam lewat radio, kemudian berkembangnya zaman lewat media sosial, kini bisa melalui Videotron.

    Warga Bandung
    bisa mengirim pesan personal yang langsung ditampilkan di layar videotron,” ujar Founder dan Direktur Utama Prisma Advertising, Lauw Freddy dalam rilis yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/12/2024).
    Lauw menjelaskan, fitur lainnya adalah protobooth interaktif yang memungkinkan pengunjung mengambil foto yang langsung muncul di layar videotron. Ada pula game interaktif berupa permainan sederhana yang dapat dimainkan langsung oleh pengunjung melalui layar.
    Foni Walandow, Sales Marketing Director & Deputy Corporate Prisma Group menambahkan, semua fitur tersebut bisa diakses siapapun yang sedang berkunjung ke Braga. Selain Braga terdapat videotron serupa di dua kota lainnya, yakni Jakarta dan Bali.
    “Ketiga lokasi tersebut dipilih karena 3 kawasan ini memiliki tingkat keramaian tinggi dan impression besar,” ungkapnya.
    Salah satu yang membuat pengunjung kawasan terkesima adalah 3D Si
    Cepot
    , yakni tokoh wayang golek yang merupakan kesenian khas Sunda. Dalam videotron tersebut, Si Cepot terasa nyata menyapa pengunjung Braga.
    “Seru, terlihat real gitu Si Cepotnya. Canggih ya dan sangat mencolok di Braga, baik ukuran (videotronnya) dan lokasinya,” tutur dia.
    Salah satu pengunjung, Sandi Hernanto mengaku penasaran dengan videotron tersebut. Begitu diperhatikan terbilang seru, termasuk
    games
    yang disediakan. 
    “Besok-besok mau nyobain kirim salam atau nembak cewek. Kayanya lucu juga,” tutur Sandi. 
     
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Soal JI, Densus 88 Sebut Pendekatan Humanis Mampu Redam Paham Radikal
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        21 Desember 2024

    Soal JI, Densus 88 Sebut Pendekatan Humanis Mampu Redam Paham Radikal Regional 21 Desember 2024

    Soal JI, Densus 88 Sebut Pendekatan Humanis Mampu Redam Paham Radikal
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Kepala
    Densus 88
    Antiteror Mabes Polri, Irjen Pol Sentot Prasetyo menegaskan,
    pendekatan humanis
    mampu meredam
    paham radikal
    tanpa harus menggunakan kekerasan.
    Pendekatan ini mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan kesadaran bersama.
    Dalam sosialisasi dan deklarasi puncak pembubaran organisasi Jamaah Islamiyah (JI) di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (21/12/2024), Sentot menyampaikan, pengalaman ini memberikan pelajaran berharga. Tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga negara-negara sahabat.
    “Melalui pengalaman ini kita telah menunjukkan bahwa paham radikal dan aksi kekerasan tidak bisa dilawan dengan
    hard approach
    atau cara-cara represif semata,” ujar Sentot.
    Pendekatan humanis
    yang diutamakan, seperti diskusi dan dialog, terbukti berhasil dengan kembalinya mantan anggota JI ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
    Menurut Sentot, pembubaran organisasi JI merupakan peristiwa bersejarah dan puncak dari proses panjang yang dimulai sejak 2019 melalui komunikasi intensif dengan para amir JI.
    “Ini baru pertama kali di dunia organisasi teror sebesar JI membubarkan diri atas kemauannya sendiri,” ungkapnya.
    Kapolri Jenderal Listyo Sigit menekankan, bubarnya JI adalah momentum untuk memperkuat bangsa.
    “Bersama-sama saling menjaga dan gabung untuk memperkuat dalam prosesnya kita bersama-sama saling meningkatkan dan pendampingan dengan
    stakeholder
    terkait,” kata Listyo Sigit.
    Sebagai bukti pembubaran organisasi terlarang ini, 92 pondok pesantren yang sebelumnya terafiliasi dengan JI akan dievaluasi oleh Kementerian Agama.
    Selain itu, berbagai alat dan senjata, termasuk senjata api, puluhan kilogram bahan peledak, dan berbagai logistik lainnya telah diserahkan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Remaja Tewas Usai Kapal Dihantam Ombak, Sempat Kirim Foto Ikan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        21 Desember 2024

    Remaja Tewas Usai Kapal Dihantam Ombak, Sempat Kirim Foto Ikan Regional 21 Desember 2024

    Remaja Tewas Usai Kapal Dihantam Ombak, Sempat Kirim Foto Ikan
    Tim Redaksi
    BANGKA, KOMPAS.com
    – Seorang remaja bernama Rizki (16) yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam akibat kapal dihantam ombak, ditemukan meninggal dunia di
    Pantai Romodong
    , Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (21/12/2024).
    Jasad Rizki ditemukan terdampar di bibir pantai oleh warga setempat sekitar pukul 14.00 WIB.
    Oka menjelaskan, upaya pencarian sempat terkendala cuaca buruk, berupa ombak besar.
    Tim SAR
    kemudian memaksimalkan penyisiran di sepanjang pantai dan menyebarkan informasi kepada nelayan di sekitar lokasi.
    “Bersama pihak keluarga yang juga di lokasi sampai korban ditemukan,” tambah Oka.
    Rizki berangkat melaut menggunakan kapal motor bersama ayahnya, Oka, dan seorang awak lainnya, Andi.
    Mereka bertolak dari Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu pada 13 Desember 2024, dengan tujuan
    fishing ground
    di Pulau Dua.
    Setelah tujuh hari melaut, kapal berencana untuk pulang. Namun pada Jumat (20/12/2024) malam, kapal mereka terhantam ombak besar dan karam, sementara Rizki hilang terseret ombak.
    Ayahnya, Oka, berhasil selamat dengan berenang ke pantai Pulau Lampu. Sedangkan Andi selamat setelah ditemukan nelayan lain.
    Sebelumnya, siang hari sebelum kejadian, Rizki sempat mengirim foto kapal mereka yang bermuatan ikan.
    Kapal tersebut kini dalam kondisi hancur dan ditemukan terdampar di Pulau Lampu.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kebakaran di PT IWIP Halmahera Tengah, 100 Motor Terbakar
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        21 Desember 2024

    Kebakaran di PT IWIP Halmahera Tengah, 100 Motor Terbakar Regional 21 Desember 2024

    Kebakaran di PT IWIP Halmahera Tengah, 100 Motor Terbakar
    Tim Redaksi
    HALMAHERA TENGAH, KOMPAS.com

    Kebakaran
    hebat melanda pelataran parkir sepeda motor milik karyawan PT Indonesia Weda Bay Nickel (IWIP) di Kabupaten
    Halmahera Tengah
    , Maluku Utara, Sabtu (21/12/2024) sekitar pukul 12.45 WIT.
    Insiden ini terjadi di area parkir pos 4, gate 5, Desa Gemaf, Kecamatan Weda Utara.
    Kasi Humas Polres Halmahera Tengah, Ipda Ramli Soleman mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi, awalnya mereka melihat kepulan asap dari arah pos keamanan yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi
    kebakaran
    .
    Asap tersebut berasal dari salah satu sepeda motor yang terparkir, dan dalam waktu singkat, api menjalar ke kendaraan lainnya. Kondisi ini menyebabkan kobaran api semakin membesar.
    “Kendaraan yang mengalami kebakaran sebanyak 100 unit, dengan rincian 84 mengalami rusak berat dan 16 rusak ringan,” jelas Ramli, Sabtu malam.
    Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,
    kerugian
    diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
    Petugas pemadam kebakaran dari perusahaan segera mengerahkan satu unit mobil pemadam dan menggunakan foam pemadam untuk memadamkan api. Satu jam kemudian, api berhasil dikendalikan.
    Pihak kepolisian dari Polres Halmahera Tengah pun telah mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi.
    “Sat Reskrim sementara di TKP dan memasang
    police line
    serta mengunci sampel kebakaran, mengamankan TKP, dan mengambil keterangan saksi,” tambah Ramli.
    “Segera kami rilis setelah hasil olah TKP dari Sat Reskrim Polres Halteng,” tutupnya.
    Kebakaran ini menjadi perhatian serius mengingat jumlah kendaraan yang terbakar dan potensi kerugian yang ditimbulkan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Video Viral Oknum Polisi Aniaya Warga di Ambon, Kapolresta Minta Maaf
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        21 Desember 2024

    Video Viral Oknum Polisi Aniaya Warga di Ambon, Kapolresta Minta Maaf Regional 21 Desember 2024

    Video Viral Oknum Polisi Aniaya Warga di Ambon, Kapolresta Minta Maaf
    Tim Redaksi
    AMBON, KOMPAS.com
    – Seorang warga Kota Ambon, Maluku, bernama
    Rizal Serang
    , dianiaya
    oknum polisi
    di pertigaan Pelabuhan Yos Sudarso, Jumat (20/12/2024). 
    Kejadian tersebut menjadi viral setelah video
    penganiayaan
    beredar luas di media sosial.
    Dalam video yang diakses Kompas.com, terlihat Rizal yang berada di dalam mobilnya dipaksa keluar oleh seorang anggota Polsek Kawasan Yos Sudarso yang sedang bertugas mengurai kemacetan.
    Oknum polisi
    tersebut bahkan memukuli bagian depan mobil yang dikemudikan Rizal sebelum memaksanya keluar.
    Setelah terlibat adu argumen, Rizal diturunkan paksa dari mobilnya.
    Seorang oknum polisi lainnya kemudian mendatangi Rizal dan membantingnya hingga terjatuh di aspal.
    Rizal kemudian dibawa ke Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso dengan kedua tangan diborgol.
    Diketahui bahwa Rizal merupakan anggota Pemuda Ansor Maluku. Setelah insiden tersebut, ia melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polda Maluku.
    Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol Driyano Andri Ibrahim, menyampaikan permohonan maaf terkait kejadian tersebut.
    “Menyikapi kejadian kemarin yang terjadi di depan Polsek Pelabuhan Yos Sudarso, saya selaku Kapolresta menyampaikan permohonan maaf saya sebesar-besarnya kepada korban Rizal Serang beserta keluarga besarnya,” ujar Andri dalam keterangan video yang diterima Kompas.com, Sabtu.
    Ia mengaku sangat menyayangkan sikap arogan yang ditunjukkan anak buahnya.
    “Sungguh kejadian ini sangat disayangkan terjadi yang mana dilakukan oleh oknum anggota Polsek KPS (Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso) tersebut,” tambah dia.
    Terkait insiden ini, Ibrahim mengungkapkan, pihaknya telah menahan tiga oknum polisi yang terlibat dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan.
    “Kami sudah melakukan tindakan penahanan terhadap tiga anggota tersebut sambil menjalani pemeriksaan kode etik,” ujarnya.
    Proses pidana kasus tersebut akan ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku.
    Ibrahim berjanji, penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional.
    “Untuk proses hukum pidananya akan dilakukan oleh Reskrimum Polda. Sekali lagi saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan saya berharap masalah ini bisa diselesaikan secara baik, bijak, dan adil,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rano Karno Makan Bareng Warga Saat Temui Korban Kebakaran Kemayoran
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        21 Desember 2024

    Rano Karno Makan Bareng Warga Saat Temui Korban Kebakaran Kemayoran Megapolitan 21 Desember 2024

    Rano Karno Makan Bareng Warga Saat Temui Korban Kebakaran Kemayoran
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Calon wakil gubernur Jakarta,
    Rano Karno
    mengunjungi posko pengungsian korban
    kebakaran Kemayoran
    , Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2024).
    Pengamatan
    Kompas.com
    di lokasi, Rano Karno tiba di lokasi pukul 17.59 WIB. Tujuan Rano mengunjungi lokasi ini untuk meninjau dapur umum yang didirikan untuk para korban
    Kebakaran Kemayoran
    .
    Warga yang telah lama menunggu sejak pukul 16.00 WIB segera menyambut pemeran Si Doel ini. Ibu-ibu berbaju orange tampak sumringah setelah berhasil menyalami Rano.
    “Kita makan jam berape?” tanya Doel.
    “Sekarang!” jawab sejumlah ibu di dalam posko sambil tersenyum.
    Mendengar jawaban relawan di posko bencana itu, Rano berjalan perlahan untuk mengambil piring.
    Tangan Rano tampak sibuk menyalami warga yang mengerubunginya. Sesekali, dia memiringkan kepalanya dan memasang senyum kepada warga yang mengajaknya berfoto.
    Dengan piring kaca berwarna coklat di tangan kanannya, Rano menyendok sedikit nasi sembari memerhatikan lauk yang disediakan di posko.
    Setelah dua centong kecil nasi ditaruh di piring, Rano menyendok sedikit kuah dari sayur asem lengkap dengan sepotong jagung.
    “Wah tempe. Ayam jangan deh,” kata Rano sambil mengambil lauk.
    Dia juga melewati dua piring berisi telor ceplok untuk mengambil sedikit sambal terasi. Rano juga mengambil satu potong ikan asin untuk melengkapi piringnya.
    Nasi, kuah, dan sambal diaduk-aduk terlebih dahulu sebelum masuk ke mulut si Rano. Baru juga memakan nasi dengan kuah sayur asem, Rano langsung mengacungkan jempolnya kepada relawan.
    Ibu-ibu berseragam orange ini berteriak heboh mendapat pujian dari Rano. Mantan Gubernur Banten ini mengajak warga untuk ikut mengambil nasi.
    Sembari menghabiskan makan sorenya, Rano terlihat berbincang dengan salah satu relawan.
    Berhubung masih ada agenda lagi, Rano meninggalkan posko sekitar pukul 18.04 WIB. Sambil berjalan ke arah mobil yang terparkir di depan gang, Rano menyempatkan diri untuk melayani permintaan warga yang mengajaknya selfie.
    “Kita sebagai simpati makanya kita bikin dapur. Ya, Alhamdulillah, semoga kita bisa bantu warga kan,” kata Rano kepada wartawan sesaat sebelum naik ke mobil.
    Dia mengatakan, kedatangannya hari ini menyambung silaturahmi yang telah dimulai oleh Pramono Anung yang terlebih dahulu menemui warga usai kebakaran.
    Meski tidak sempat meninjau lokasi bekas kebakaran, melalui posko penanggulangan bencana ini, Rano menyalurkan bantuan sejumlah sembako dan logistik kepada warga yang terdampak.
    “Khususnya dapur ini dibuat oleh Bang Doel. Jadi, Bang Doel kemari untuk mengontrol dapur ini supaya dapur ini selalu stand by untuk menyiapkan makanan kurang lebih 600-700 porsi,” kata Ketua Posko, Donny Suharto.
    Donny mengatakan, sejak posko dan dapur ini dibuka bersamaan dengan pengungsian warga, mereka telah menyiapkan 600 porsi untuk sarapan dan 600-700 porsi untuk makan siang.
    Sementara, pada malam hari, posko ini menyediakan menu camilan seperti kolak.
    Tak hanya itu, Rano disebutkan juga baru menyerahkan 15 karung beras untuk dimasak di posko. Ada juga 30 kardus biskuit yang siap dibagikan ke anak-anak di pengungsian.
    Donny mengatakan, jika logistik di posko sudah menipis, dirinya akan menghubungi tim Pramono-Rano untuk dikirimkan lagi bantuan sembako dan sejumlah perlengkapan lainnya.
    “(Ada juga) pampers dan macem-macem. Perlengkapan anak sekolah semua kita siapin,” imbuh dia.
    Donny mengatakan, posko dan dapur ini baru akan ditutup setelah pengungsian
    korban kebakaran Kemayoran
    dibubarkan.
    Sebelumnya diberitakan, kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024).
    BPBD Jakarta mencatat, data sementara ini korban kebakaran Kemayoran mencapai 1.800 jiwa dari 600 Kepala Keluarga (KK).
    “Data kebakaran dari RT 03, 04, 05, 06, 07, 08, 09 dari RW 05,” tutur Kepala BPBD Provinsi Jakarta Isnawa Adji dalam keterangannya, Rabu (11/12/2024).
    Isnawa mengatakan, bantuan logistik keperluan warga juga sudah tersedia dari Dinas Sosial dan BPBD.
    “Ada makan pagi dan malam dari Dinas Sosial. Makan siang dari PMI, toilet portabel, tenda pleton dari Dinas Sosial dan BPBD,” ujar dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hadiri HUT ke-18 Partai Hanura, Pramono Dapat Hadiah Tumpeng
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        21 Desember 2024

    Hadiri HUT ke-18 Partai Hanura, Pramono Dapat Hadiah Tumpeng Megapolitan 21 Desember 2024

    Hadiri HUT ke-18 Partai Hanura, Pramono Dapat Hadiah Tumpeng
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Calon gubernur Jakarta,
    Pramono Anung
    diberikan potongan nasi tumpeng oleh Ketua Umum Partai Hanura
    Oesman Sapta Odang
    .
    Penyerahan tumpeng itu terjadi ketika Pramono Anung menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Partai Hanura di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (21/12/2024).
    Pengamatan
    Kompas.com
    di lokasi, Pramono Anung mendapat potongan tumpeng ketiga dari Oesman Sapta Odang.
    Wajah politisi PDI-P itu tampak sumringah saat diberikan potongan tumpeng. Hal ini terpancar dari raut wajah Pramono yang terus tersenyum saat diberi potongan tumpeng oleh Oesman Sapta Odang.
    Pramono juga terlihat berbisik ke telinga Oesman sebelum akhirnya berpose ke kamera untuk mengabadikan momen tersebut.
    Sebelum Pramono, potongan tumpeng itu diberikan untuk Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.
    HUT ke-18 Hanura ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI-P Deddy Sitorus, calon wakil gubernur Jakarta Rano Karno dan para perwakilan partai politik lainnya.
    Pramono-Rano datang ke lokasi acara secara terpisah. Keduanya kompak mengenakan pakaian batik bernuansa warna cokelat.
    Riuh tepuk tangan dan sorakan dari para tamu undangan serta kader mengiringi kehadiran Pram-Rano di Krakatau Ballroom.
    Mereka duduk di jajaran paling depan panggung, mengapit Hasto Kristiyanto yang mengenakan seragam partai berwarna merah.
    Dalam sambutannya, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta sempat menyebut sosok Pramono dan Rano krusial untuk merangkul partai kecil dan menciptakan kolaborasi bersama partai besar.
    “Dan di sini ada partai-partai yang jangan dianggap kecil. Tanpa partai kecil, tidak ada Indonesia. Jadi jangan hina-hina partai kecil, jangan dihina partai-partai yang tidak lolos,” ungkap Oesman.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.