Category: Kompas.com Metropolitan

  • DLHK Bakal Uji Kualitas Udara di Area Insinerator yang Ditolak Warga Depok

    DLHK Bakal Uji Kualitas Udara di Area Insinerator yang Ditolak Warga Depok

    DLHK Bakal Uji Kualitas Udara di Area Insinerator yang Ditolak Warga Depok
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Abdul Rahman mengaku akan melakukan uji kualitas udara di sekitar area pengoperasian mesin pembakar sampah (insinerator) di Jalan Merdeka, Abadijaya, Kota Depok.
    Hal ini dilakukan untuk menanggapi keluhan warga RW 06 Abadijaya yang mengaku asap buangan dari insinerator membuat warga sekitar mengalami ISPA.
    “Iya (bakal penyelidikan kesehatan) dan kita uji kualitas udara, jadi sebelum itu kita sudah uji udara ambien juga di situ,” ucap Abra kepada wartawan di Kantor DLHK Depok, Senin (23/12/2024).
    Langkah ini juga sekaligus sebagai bahan evaluasi bagi DLHK yang telah mengoperasikan insinerator selama sebulan terakhir.
    “Ya mungkin ini bagian dari dinamika ketika ada kebijakan, itu ada masukan. Intinya masyarakat juga welcome, kita dengar sampai tadi sakit dan sebagainya, nanti kita buktikan (dari uji kualitas udara),” ungkap Abra.
    Namun, Abra menegaskan, pengoperasian insinerator saat ini membantu mengurangi timbulan sampah agar tidak kembali dikirim ke TPA Cipayung yang sudah
    overload
    .
    Sebab, timbunan sampah dari lingkungan Abadijaya mencapai 12 ton per hari.
    “Makanya saya mengambil sikap bahwa penggunaan insinerator ini akan terus kita jalankan sambil kita evaluasi efektivitasnya sejauh mana,” jelas Abra.
    “Metode-metode lain sedang kita jajaki, sedang kita upayakan, sedang kita lakukan. Bukan kita baru ini mencari-cari, kita juga melakukan studi banding,” kata dia.
    Sebelumnya diberitakan, warga RW 06 Abadijaya, Sukmajaya, Depok, menggelar aksi unjuk rasa menolak pengoperasian insinerator di depan lokasi mesin berada di Jalan Merdeka, Depok.
    Aksi ini dilakukan karena ada warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap yang dihasilkan dari mesin pembakaran sampah itu.
    “Bersama teman-teman dari Walhi Jakarta kami menyampaikan turut berduka cita karena penolakan kita (terhadap insinerator) ditolak, mesin itu tetap dioperasionalkan,” kata perwakilan Walhi Jakarta, Syahroni Fadhil.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kecelakaan di Tol Malang, Berawal dari Truk Mundur Tak Terkendali
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        23 Desember 2024

    Kecelakaan di Tol Malang, Berawal dari Truk Mundur Tak Terkendali Regional 23 Desember 2024

    Kecelakaan di Tol Malang, Berawal dari Truk Mundur Tak Terkendali
    Tim Redaksi
    MALANG, KOMPAS.com-
    Sebuah truk tronton bermuatan pakan ternak dengan nomor polisi S 9126 UU dan bus S 7607 UW mengalami kecelakaan hebat di ruas Tol Malang-Pandaan KM 77. Akibat kejadian itu, empat orang tewas, termasuk sopir dan kernet bus.
    Bus Tirto Agung membawa rombongan 40 pelajar SMP Islam Terpadu dari Gunung Putri, Bogor. Truk tersebut diketahui berhenti di bahu jalan karena tidak kuat menanjak.
    Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, menjelaskan bahwa sopir truk sempat mengganjal kendaraan agar tidak bergerak, tetapi ganjalan tersebut tidak cukup kuat. Akibatnya, truk mundur secara tidak terkendali.
    “Truk meluncur mundur, dan bus Tirto Agung yang melaju di belakangnya dengan kecepatan tinggi tidak dapat menghindar. Kecelakaan tak terelakkan, bus terguling dan melintang di tengah jalan,” ujar Putu, Senin (23/12/2024).
    Proses evakuasi awal menemukan satu korban meninggal dunia.
    Namun setelah dilakukan penyelamatan lanjutan, jumlah korban tewas bertambah menjadi empat orang. Mereka terdiri dari sopir, kernet, dan dua penumpang bus.
    Korban meninggal dunia telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar, Kota Malang.
    Sementara korban luka-luka dilarikan ke RSUD Lawang, RS Saiful Anwar, dan fasilitas kesehatan lainnya.
    Hingga saat ini, identifikasi beberapa korban tewas masih dilakukan melalui metode sidik jari dan koordinasi dengan pihak terkait.
    “Fokus kami adalah menyelamatkan korban luka-luka dan mengevakuasi yang masih terjebak. Penyelidikan akan dilanjutkan untuk memastikan penyebab kecelakaan,” kata Putu.
    Polisi dan petugas gabungan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Lalu lintas di lokasi kecelakaan saat ini dilaporkan ramai lancar.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Bakal Sekat Perbatasan Surabaya pada Malam Tahun Baru, Razia Knalpot Brong
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        23 Desember 2024

    Polisi Bakal Sekat Perbatasan Surabaya pada Malam Tahun Baru, Razia Knalpot Brong Surabaya 23 Desember 2024

    Polisi Bakal Sekat Perbatasan Surabaya pada Malam Tahun Baru, Razia Knalpot Brong
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    –Polisi akan mendirikan pos penyekatan saat malam pergantian Tahun Baru 2025 di
    Surabaya
    , Jawa Timur.
    Selain itu, petugas juga menggelar razia
    knalpot brong
    menjelang perayaan tersebut.
    Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menyatakan sebanyak 1.200 personel akan dikerahkan ke pos pelayanan, pengamanan, dan penyekatan di berbagai titik strategis.
    “Ada 1.200 personel keseluruhan di pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan. Penyekatan akan dilakukan,” kata Luthfie, Senin (23/12/2024).
    Pos penyekatan akan didirikan di perbatasan Surabaya dengan kota lain, seperti Bundaran Waru, Karangpilang, Kenjeran, Rungkut, dan Pondok Tjandra.
    Selain itu, penjagaan juga akan dilakukan di sepanjang Jalan Merr, Lakarsantri, Romokalisari, Benowo, Indrapura, Dupak, Demak, hingga Jalan Rajawali.
    “Kami ingin menjaga suasana Surabaya tetap nyaman dan tidak terlalu ramai saat Tahun Baru. Karena itu, kendaraan dari luar kota akan dibatasi masuk ke Surabaya,” ujar Luthfie.
    Selain penyekatan, patroli rutin sudah digelar beberapa hari terakhir untuk merazia knalpot brong dan narkoba.
    Luthfie mengungkapkan, razia ini dilakukan agar perayaan Tahun Baru berlangsung aman dan nyaman.
    “Kami ingin perayaan Tahun Baru bisa berlangsung bahagia, aman, dan tanpa gangguan seperti knalpot brong, petasan, maupun narkoba,” jelasnya.
    Sebanyak 120 knalpot brong telah disita sepanjang Desember 2024. Barang bukti tersebut akan segera dimusnahkan untuk mencegah penggunaan oleh pengendara lain.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Jalan Kenjeran Surabaya, Mobil Tercebur ke Sungai
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        23 Desember 2024

    Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Jalan Kenjeran Surabaya, Mobil Tercebur ke Sungai Surabaya 23 Desember 2024

    Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Jalan Kenjeran Surabaya, Mobil Tercebur ke Sungai
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com-
    Tabrakan beruntun melibatkan tiga mobil dan empat sepeda motor terjadi di Jalan
    Kenjeran
    ,
    Surabaya
    , pada Senin (23/12/2024).
    Akibatnya, salah satu kendaraan roda empat tercebur ke sungai.
    Kapolsek Mulyorejo, Kompol Aspaul Bakti, mengatakan peristiwa tersebut berawal saat pengemudi mobil Mercedes-Benz, SUW (38), warga Lebak Arum, Tambaksari, melintas di Pakuwon City.
    “Memang benar ada
    kecelakaan
    (di Jalan Kenjeran). Awal mula kecelakaan terjadi di daerah Pakuwon, di mana SUW melakukan tabrak lari,” kata Aspaul, saat ditemui di lokasi kejadian, Senin sore.
    Setelah menabrak, pengemudi Mercedes-Benz itu kemudian melarikan diri dan melaju kencang.
    Namun, SUW tidak bisa mengendalikan kendaraannya di Jalan Kenjeran, yang akhirnya menabrak mobil Avanza warna putih, Grand Livina silver, serta Honda Brio kuning di depan gapura The Grand Kenjeran.
    Selain itu, empat sepeda motor juga menjadi korban.
    “Awalnya dia menabrak orang, kemudian lari karena merasa panik, hingga akhirnya terjadi kecelakaan lagi. Beberapa kendaraan terlibat, dan satu mobil masuk sungai,” ungkap Aspaul.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    , petugas BPBD Surabaya berhasil mengevakuasi mobil Avanza yang tercebur ke sungai dan Brio yang naik ke pembatas jalan sekitar pukul 17.30 WIB.
    “Kami sudah mengevakuasi kendaraan dan mengatur arus lalu lintas. Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan,” kata Aspaul.
    Saat ini, pengemudi Mercedes-Benz sedang dimintai keterangan di Mapolrestabes Surabaya. Polisi masih mendalami kemungkinan pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bentrokan Antarormas di Ciledug Dipicu Aksi Penurunan Bendera

    Bentrokan Antarormas di Ciledug Dipicu Aksi Penurunan Bendera

    Bentrokan Antarormas di Ciledug Dipicu Aksi Penurunan Bendera
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Bentrokan antara dua organisasi masyarakat (ormas) di Larangan, Ciledug, Tangerang Kota, Jumat (20/12/2024) disebabkan oleh aksi penurunan bendera.
    “Telah terjadi kesalahan antarormas, yaitu adanya penurunan bendera dan ujaran kebencian yang dilakukan oleh saudara B dan saudara J di media sosial,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary dalam keterangannya, Senin (23/12/2024).
    Hal itu memicu reaksi dari salah satu kelompok ormas, sehingga mereka berkumpul di Jalan Wahid Hasyim, Kreo Selatan, Larangan, Kota Tangerang, Kamis (19/12/2024).
    “Selanjutnya dilakukan mediasi dan imbauan kepada masing-masing pihak untuk membubarkan diri. Akhirnya, massa membubarkan diri,” ujar Ade Ary.
    Hanya saja, keesokan harinya, pada Jumat, salah satu kelompok kembali berkumpul dan menyerang kelompok lainnya.
    “Selanjutnya terdapat satu orang korban yang mengalami luka tusuk pada bagian perut,” kata dia.
    Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Polsek Metro Ciledug untuk penyelidikan lebih lanjut.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemprov Disarankan Naikkan Tarif Transjakarta Dibanding Hapus Rute Blok M-Kota

    Pemprov Disarankan Naikkan Tarif Transjakarta Dibanding Hapus Rute Blok M-Kota

    Pemprov Disarankan Naikkan Tarif Transjakarta Dibanding Hapus Rute Blok M-Kota
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyarankan Pemprov Jakarta menaikkan tarif Transjakarta dibandingkan menghapus koridor 1 Blok M-Kota.
    “Kalau memang merasa beban, Transjakarta itu tarifnya harus naik,” ujar Djoko Setijowarno saat diwawancarai Kompas.com, Senin (24/12/2024).
    Djoko mengatakan, Transjakarta bisa menaikkan tarif seperti sebelum 2010. Saat itu, rute Transjakarta ada enam koridor.
    Rute ke-6 tersebut merupakan Ragunan-Kuningan. Saat itu, para penumpang diminta membayar tarif di atas Rp 5.000 dan tidak keberatan.
    “Waktu itu kan mereka disuruh bayar di atas Rp 5.000, mau tuh. Karena itu kan premium gitu kan, yang penting buat mereka tepat waktu,” kata Djoko.
    Djoko menilai, banyak masyarakat yang rumahnya di Kuningan tetap mau naik Transjakarta meski tarifnya naik saat itu.
    Namun, khusus untuk kelompok tertentu seperti lansia dan lainnya, Djoko menyarankan agar tarifnya tetap.
    “Jadi, tarifnya sekarang Rp 3.500 dinaikkan Rp 5.000. Tapi, ada yang tetap bertahan di Rp 3.500, khusus kelompok tertentu,” tegas Djoko.
    Sebelumnya diberitakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jakarta mengungkapkan rencana penghapusan rute Transjakarta yang bersinggungan dengan MRT.
    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkan, langkah itu diambil supaya tidak terjadi tumpang tindih antarmoda transportasi umum.
    “Contohnya untuk MRT Lebak Bulus sampai Kota (jika sudah) terbangun, maka untuk koridor satu Transjakarta dari Blok M sampai Kota itu nanti ditiadakan,” kata Syafrin saat dikonfirmasi, Jumat (20/12/2024).
    Syafrin menyebut, penghapusan bakal dilakukan setelah pengerjaan jalur MRT rute Lebak Bulus sampai Kota rampung.
    “Memang sudah masuk dalam rencana induk transportasi Jakarta,” ucap dia.
    Selain itu, Dishub juga berencana menghapus rute Transjakarta koridor dua Pulo Gadung-Harmoni jika seluruh jaringan MRT sudah terbangun.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Temuan Jenazah di TPU Menteng Pulo, Saksi Ungkap Luka Sayatan di Leher

    Temuan Jenazah di TPU Menteng Pulo, Saksi Ungkap Luka Sayatan di Leher

    Temuan Jenazah di TPU Menteng Pulo, Saksi Ungkap Luka Sayatan di Leher
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sesosok jenazah pria berinisial AM (36) ditemukan terkapar di depan TPU
    Menteng Pulo
    , Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2024) pagi. Saksi mata, Desta (27), mengungkapkan adanya bekas luka sayatan pada leher korban.
    “Pas mau diangkat ke mobil jenazah, karena lehernya
    kebuka
    , di sini ada kelihatan tiga garis kayak tiga bacokan itu,” ujar Desta saat ditemui di lokasi, Senin (23/12/2024).
    Menurut Desta, korban tidak memiliki luka lebam di bagian tubuh lainnya. Polisi sempat membuka pakaian korban untuk memeriksa tanda-tanda kekerasan, namun tidak menemukan bekas lebam.
    “Nah dari itu diperiksa sama kepolisian, celananya dibuka, diperiksa, mungkin ada lebam atau apa, tapi kalau kita lihat enggak ada lebam apa-apa,” tambahnya.
    Desta juga menyebut kepala korban ditemukan dalam kondisi terluka parah, dengan jaket hitam menutupi sebagian tubuhnya.
    “Karena mungkin hanya dari leher, kan mungkin dari otaknya udah itu, jadi sekitaran TKP itu banyaknya darah sih,” jelas Desta.
    Jenazah AM pertama kali ditemukan oleh Muhammad Firdaus (44), seorang petugas PPSU, sekitar pukul 05.39 WIB saat sedang menyapu jalan di depan TPU Menteng Pulo.
    Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka di bagian kepala. Berdasarkan identifikasi, AM merupakan warga Sawah Baru, Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang berprofesi sebagai buruh harian lepas.
    Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian AM.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pekerja Tewas Tertimpa Ekskavator di Bekasi, Keluarga Tak Laporkan Perusahaan

    Pekerja Tewas Tertimpa Ekskavator di Bekasi, Keluarga Tak Laporkan Perusahaan

    Pekerja Tewas Tertimpa Ekskavator di Bekasi, Keluarga Tak Laporkan Perusahaan
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com
    – Kasus
    kecelakaan kerja
    yang menewaskan seorang pekerja berinisial HRF di Rawalumbu, Kota
    Bekasi
    , berakhir damai. Pihak keluarga korban memutuskan untuk tidak melaporkan perusahaan terkait ke polisi.
    “Kemarin keluarga korban enggak buat laporan. Untuk itu, keluarganya enggak mau diperpanjang lagi,” ujar Kanit Reskrim Polsek Rawalumbu, Iptu Ompi Indovina, saat dikonfirmasi, Senin (23/12/2024).
    Ompi menyatakan bahwa tanpa laporan dari keluarga korban, kepolisian tidak dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi atau pihak terkait di lokasi kejadian.
    “Keluarganya sudah menerima, mau gimana lagi,” kata Ompi.
    Insiden yang menewaskan HRF terjadi pada Jumat (20/12/2024) di area proyek di Jalan Neman Jaya nomor 100, RT 05/RW 18, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
    “Pada hari Jumat, tanggal 20 Desember 2024 pukul 14.41 WIB telah terjadi kecelakaan kerja korban meninggal dunia dan dilaporkan ke Polda Metro Jaya,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary, dalam keterangannya, Minggu (22/12/2024).
    Kecelakaan bermula saat tujuh karyawan PT Yura Engineering, termasuk HRF, tiba di lokasi proyek sekitar pukul 08.00 WIB untuk memindahkan alat berat ekskavator amfibi. Proses pengangkatan ekskavator dengan menggunakan crane berkapasitas 25 ton dilakukan pada siang hari sekitar pukul 14.05 WIB.
    Namun, sekitar pukul 14.41 WIB, ekskavator yang diangkat terguling ke arah kanan.
    “Eskavator yang terguling menimpa kepala korban,” jelas Ade Ary.
    HRF yang berada sekitar dua meter dari alat berat tersebut langsung mengalami luka parah. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Primaya Bekasi Timur pada pukul 14.50 WIB, tetapi nyawanya tidak tertolong.
    Hingga kini, Polsek Rawalumbu masih menangani kasus kecelakaan kerja tersebut. Meski keluarga korban tidak membuat laporan, pihak kepolisian tetap mencatat kejadian ini untuk kepentingan pendataan dan pengawasan.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • DPRD dan Pemprov Jakarta Sahkan Empat Raperda, Salah Satunya soal Air Limbah

    DPRD dan Pemprov Jakarta Sahkan Empat Raperda, Salah Satunya soal Air Limbah

    DPRD dan Pemprov Jakarta Sahkan Empat Raperda, Salah Satunya soal Air Limbah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Setelah diskors kurang lebih satu jam, rapat paripurna
    DPRD Jakarta
    bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terkait pengesahan empat
    Raperda
    kembali digelar di Gedung DPRD Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2024).
    Pengamatan
    Kompas.com
    , rapat paripurna untuk mengesahkan empat Raperda ini dimulai kembali pada pukul 17.15 WIB usai satu jam diskors akibat tidak mencapai jumlah minimum 2/3 dari jumlah anggota yang hadir. Rapat ini berkahir sekitar puku 17.45 WIB.
    Ketua DPRD Jakarta Khoirudin mengatakan,
    raperda
    tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik, Raperda tentang Pendirian PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, dan Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang PT MRT Jakarta, telah disetujui.
    “Untuk menjadi peraturan daerah maka raperda tersebut akan diserahkan untuk penjabat gubernur untuk ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Khoirudin dalam rapat, Senin.
    Setelahnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi bersama pimpinan DPRD Provinsi Jakarta menandatangani berita acara terkait pengesahan empat raperda tersebut.
    Disusul dengan dengan penyerahan secara simbolis raperda yang telah disetujui dari pimpinan DPRD kepada Teguh Setyabudi.
    Dalam pidatonya, Teguh mengapresiasi para pimpinan dan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta atas kecermatan, ketelitian, dan kesungguhan dalam menelaah seluruh substansi materi Raperda ini.
    “Berbagai saran, komentar, dan rekomendasi dari Dewan yang disampaikan selama proses pembahasan, penyelesaian dan persetujuan Peraturan Daerah ini akan dijadikan catatan penting untuk ditindaklanjuti oleh jajaran Eksekutif,” ujar Teguh.
    Sebelumnya, Rapat paripurna DPRD Jakarta terkait pengesahan empat Raperda diskors satu jam karena tidak memenuhi kuorum atau tidak mencapai jumlah minimum 2/3 dari jumlah anggota yang hadir.
    Pengamatan Kompas.com, mulanya, anggota DPRD Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat, Ferrial, melakukan interupsi. Ia meminta Ketua DPRD Khoirudin membacakan daftar anggota dewan yang hadir dalam rapat ini.
    “PKS hadir 12 dari 18, PDIP 9 dari 15, Partai Gerindra 11 dari 14, Partai Nasdem 9 dari 11, Golkar 9 dari 10, PKB 4 dari 10, PAN 8 dari 10, Demokrat-Perindo 7 dari 9, PSI 4 dari 8. Total 73, jadi 70 persen,” ujar Khoirudin dalam rapat di Gedung DPRD Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2024).
    Sesuai dengan tata tertib, anggota dewan harus diabsen dengan kehadiran fisik, bukan sesuai absen yang telah ditandatangani.
    Khoirudin lalu memutuskan untuk meminta setiap anggota dari seluruh fraksi untuk berdiri agar dapat dihitung sesuai kehadiran fisik.
    “PKS 12 dari 18, PDIP 7 dari 15, Gerindra 9 dari 14, Nasdem-PPP 6, Golkar 9, PKB 1, PAN 6, Demokrat-Perindo 5 dari 10, dan PSI 2 dari 8,” kata dia.
    Melihat jumlah anggota dewan yang hadir, Wakil Ketua DPRD Basri Baco mengatakan, kekosongan harus segera diisi sesuai dengan tata tertib.
    “Mohon bantuannya semua teman-teman fraksi untuk menghadirkan anggotanya,” ucap dia.
    Khoirudin lalu mengatakan, jumlah anggota dewan yang hadir masih kurang 10 orang. Oleh karena itu, rapat paripurna diskors selama satu jam.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • DLHK Bakal Uji Kualitas Udara di Area Insinerator yang Ditolak Warga Depok

    DLHK Depok: Unjuk Rasa Penolakan Insinerator Jadi Bahan Evaluasi

    DLHK Depok: Unjuk Rasa Penolakan Insinerator Jadi Bahan Evaluasi
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok Abdul Rahman menyebut aksi unjuk rasa warga RW 06 Abadijaya yang menolak pengoperasian mesin pembakar sampah (
    insinerator
    ) sebagai hal yang wajar. Ia memastikan bahwa penolakan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
    “Memang segala kebijakan (baru) pasti ada dampaknya, tetapi prosedur tetap kita lakukan. Jadi nanti kita ukur dampaknya seperti apa (terhadap warga),” ujar Abdul Rahman kepada wartawan di Kantor DLHK Depok, Senin (23/12/2024).
    Penolakan warga dinilai sebagai umpan balik yang dapat membantu pemerintah dalam menilai efektivitas penggunaan insinerator.
    “Sistem pengolahan sampah menggunakan insinerator mungkin di Depok baru ada di tengah masyarakat, sehingga ada was-was dan sebagainya,” katanya.
    Meski demikian, Abdul Rahman menegaskan bahwa pengoperasian insinerator akan tetap berjalan sambil terus dievaluasi dampaknya terhadap masyarakat.
    “Makanya saya mengambil sikap bahwa penggunaan insinerator ini akan terus kita jalankan sambil kita evaluasi efektivitasnya sejauh mana,” tambahnya.
    Abdul Rahman menjelaskan bahwa insinerator berperan penting dalam mengurangi timbulan sampah di Abadijaya, yang mencapai 12 ton per hari.
    “Dengan mesin ini ya harapannya (sampah terolah) selesai di situ, enggak dibuang ke TPA Cipayung lagi,” ujarnya.
    Sebelumnya, warga RW 06 Abadijaya, Sukmajaya, Depok, melakukan unjuk rasa di depan lokasi insinerator di Jalan Merdeka.
    Mereka menolak pengoperasian mesin pembakar sampah tersebut karena adanya keluhan gangguan kesehatan akibat asap yang dihasilkan.
    “Bersama teman-teman dari Walhi Jakarta kami menyampaikan turut berduka cita karena penolakan kita (terhadap insinerator) ditolak, mesin itu tetap dioperasionalkan,” ujar perwakilan Walhi Jakarta, Syahroni Fadhil.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.